Author Topic: Rehobot Literature Ministries  (Read 156406 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 04, 2021, 05:20:16 AM
Reply #3690
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
-----------------------------------------------

 

Kita akan menjadi seperti orang kesepian ketika masuk wilayah ini, seakan-akan kita tidak punya siapa-siapa. Mungkin hanya beberapa orang saja, tetapi itu adalah tanda bahwa kita adalah orang yang dipisahkan dari dunia ini. Hendaknya, kita tidak menuntut untuk dibalas atas kebaikan yang kita lakukan untuk sesama. Tetapi kita hanya berkerinduan agar mereka berubah menjadi manusia sesuai rancangan Allah semula. Orang percaya berkat bagi sesama. Orang percaya harus hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai wakil atau utusan Tuhan untuk memberkati mereka. Oleh sebab itu, kita harus terus-menerus membenahi diri agar kita layak menjadi warga anggota keluarga Kerajaan Surga. Melalui kebenaran ini, kita bisa membangun persaudaraan, hubungan bapak rohani-anak rohani, saudara seiman dengan tulus. Kita sama-sama bertumbuh hanya merindukan langit baru bumi baru, rela hidup tidak wajar. Semua untuk kepentingan Tuhan, tidak ada kepalsuan.






March 05, 2021, 05:43:32 AM
Reply #3691
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://www.rehobot.org/beranda_renungan/


https://www.rehobot.org/beranda_renungan/Kristen-mediokritas/


http://truth.id/voice/wp-content/uploads/2021/03/05-MARET-2021-Kristen-MEDIOKRITAS.mp3



Kristen Mediokritas
05 March 2021

Play Audio

Injil artinya kabar baik. Masalahnya, baik menurut siapa, baik yang bagaimana, baik versi siapa? Sebab ketika Tuhan Yesus memberitakan Injil, orang-orang Yahudi—termasuk murid-murid Tuhan Yesus—tidak memahami maksud kedatangan Tuhan Yesus. Mereka salah memahami Injil. Kesalahan itu disebabkan karena mereka memiliki konsep Mesias yang salah. Mesias artinya the annointed one; seorang yang diurapi. Biasanya, yang diurapi adalah nabi atau raja. Perlu kita ketahui bahwa bangsa Israel hidup di dalam tekanan musuh. Sehingga mereka sangat menantikan datangnya seorang pembebas; seorang “mesias.” Jadi, ketika Yesus datang dan mendemonstrasikan kuasa ajaib kesembuhan, kebangkitan orang mati, air menjadi anggur dan lainnya, mereka berharap Dia menjadi raja. Itulah sebabnya dalam Yohanes 6, orang-orang mau mengangkat Yesus sebagai raja versi mereka. Karena mereka ingin dibebaskan dari pemerintahan asing, dan mereka menaruh harapan kepada Mesias yang tampil seperti Daud. Jadi, kita bisa mengerti mengapa ketika Yesus masuk kota Yerusalem, mereka berkata “Hosana,” artinya Lord, help us (Tuhan tolong kami).

Murid-murid Yesus pun punya konsep yang sama seperti konsepnya orang-orang Yahudi pada umumnya mengenai Mesias. Itulah sebabnya, mereka mengikut Yesus karena mau mengubah nasib mereka dari nelayan, menjadi pejabat yang terhormat dan berlimpah materi. Jadi, tidak heran kalau mereka bertengkar tentang siapa yang paling besar di antara mereka, yang nanti akan duduk di dalam pemerintahan Yesus. Ketika Yesus bangkit pun murid-murid masih menuntut, bilamana Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel (Kis. 1). Yesus tidak menolak fakta adanya pemerintahan, tetapi Yesus berkata bahwa mereka harus menjadi saksi dulu sampai ke ujung bumi. Dan pemerintahan yang Yesus maksudkan bukanlah pemerintahan duniawi di bumi. Sedangkan, mereka mengharapkan Yesus menjadi Mesias versi mereka; Juruselamat versi mereka di bumi secara duniawi. Yesus adalah Juruselamat dunia, tapi bukan Juruselamat duniawi. Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, bukan kejayaan lahiriah dan kemuliaan duniawi. Mereka salah memahami keselamatan yang Tuhan Yesus berikan. Yesus datang membawa pembebasan, namun bukan pembebasan politik melainkan pembebasan dari dosa.

Setelah ROH KUDUS dicurahkan, murid-murid Tuhan Yesus mulai mengerti maksud kedatangan Tuhan. Di dalam 1 Petrus 1:3-4, kita dapat membaca bahwa Petrus telah memiliki peta yang benar mengenai Injil, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” Petrus sudah mengerti bahwa kiblatnya bukan kerajaan duniawi, bukan kemakmuran duniawi, melainkan Kerajaan Surga. Selanjutnya, Injil inilah yang mereka beritakan. Dan ternyata, orang yang menerima Injil, hidupnya tidak menjadi nyaman atau tenteram, namun justru menghadapi pencobaan-pencobaan. Hidupnya menjadi sulit, dan itu harus terjadi sebagai ujian. Sebab, dengan menjadi orang percaya, mereka harus rela kehilangan harta, keluarga, nyawa, dan kenyamanan hidup. Orang-orang yang tidak nyaman dan tidak mapan hiduplah yang berpotensi besar untuk ikut Yesus. Kalau seorang nyaman dan mapan hidupnya, ia harus rela kehilangan segala sesuatu.

------------------------------------

 

------------------------------------------------

--------------------------------------------------------







March 05, 2021, 05:44:35 AM
Reply #3692
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://www.rehobot.org/beranda_renungan/--------------------------------------

Tidak ada Kristen mediokritas atau setengah-setengah seperti banyak orang Kristen hari ini. Kekristenan haruslah sungguh-sungguh segenap hati atau tidak sama sekali. Dan Injil diberitakan untuk mereka yang tidak lagi memiliki pengharapan hidup yang nyaman di bumi ini. Injil yang Yesus ajarkan berfokus pada kehidupan yang akan datang (1Ptr. 1:3-4). Dan sementara kita hidup di bumi, kita membenahi diri. Dan pasti ada ujian, apakah kita layak menerima kehormatan atau tidak. Ironis, hari ini jarang orang Kristen memahami hal pengujian ini. Karena mereka memang tidak sungguh-sungguh mengerti Injil yang murni dan tidak menerima Injil yang murni. Injil yang murni adalah Kekristenan yang penuh perjuangan untuk tidak terikat dengan dunia. Tuhan Yesus tidak memodifikasi Injil supaya bisa diterima. Ia tidak kompromi; tidak konformistis, tidak menyesuaikan dengan permintaan pasar. Dengan integritas yang sempurna, Yesus menyampaikan kebenaran. Kalau terima, silakan; jika tidak, ya, sudah. Seperti orang kaya yang datang kepada Tuhan Yesus ingin memiliki hidup yang kekal, Tuhan mengajarkan agar dia tidak terikat dengan dunia. Dia masih terikat, dan Tuhan biarkan dia pergi.

 

Lalu apa yang diwariskan gereja kepada kita hari ini? Liturgi, organisasi. Apakah kehidupan Yesus—yang adalah inti Injil agar melayakkan kita menjadi anak-anak Allah—masih eksis? Menyedihkan, orang percaya hari ini sudah asing mendengar tentang penderitaan yang membawa orang percaya kepada langit baru bumi baru. Injil telah dimodifikasi begitu rupa untuk bisa diterima oleh masyarakat sesuai dengan “permintaan pasar.” Injil diajarkan untuk menolong masalah-masalah yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani. Injil telah didevaluasi, telah merosot nilainya, telah terdistorsi hingga keruh. Bukan Injil yang murni. Orang tidak pernah diajak berpikir mengenai kekekalan sama sekali, sehingga mereka asing terhadap kekekalan. Padahal, kita semua pasti akan menghadapi kekekalan. Tuhan Yesus berkata Ia tidak bisa menjadikan kita sebagai murid-Nya kalau kita masih tidak mau melepaskan segala sesuatu. Memang kekayaan membuat seseorang merasa nyaman dan aman, namun itu bisa membuat ia tidak berpikir tentang kekekalan.

Sejatinya, kalau kita berurusan dengan Tuhan, kita harus masuk kawasan yang lebih tinggi, yaitu memikirkan perkara-perkara yang di atas, bukan di bumi (Kol. 3:1-4) Tetapi, jangan salah mengerti. Jangan karena memikirkan perkara yang di atas, kita tidak bisa bersaing di marketplace. Orang Kristen yang benar harus kerja keras, rajin, giat, jujur, bersedia mengalah. Jadi, sebenarnya Injil yang murni pasti mengganggu kenyamanan hidup orang percaya, karena Injil akan merusak kemapanan. Hidup kita singkat, tidak ada kemapanan di bumi ini. Kalaupun ada, tidak lama kita hidup di bumi ini. Kenyamanan dan kemapanan kita tidak kekal. Jangan main-main dengan Tuhan. Selesaikan apa yang seharusnya kita selesaikan. Jika kita mengulur-ulur waktu, berarti kita tidak menghormati Dia.







March 06, 2021, 05:18:48 AM
Reply #3693
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://www.rehobot.org/beranda_renungan/


https://www.rehobot.org/beranda_renungan/menemukan-allah/


http://truth.id/voice/wp-content/uploads/2021/03/06-MARET-2021-MENEMUKAN-ALLAH.mp3



Menemukan Allah
06 March 2021

Play Audio

Kita harus sungguh-sungguh menemukan Allah di dalam hidup ini. Banyak orang beragama merasa sudah menemukan Allah karena mereka beragama dan pergi ke rumah ibadah. Tidak sedikit pula orang Kristen yang merasa sudah menemukan Allah karena selain beragama Kristen, rajin pergi ibadah ke gereja, juga mereka rajin berdoa. Menemukan Allah bukan hanya pada waktu di gereja atau pada waktu kita berdoa dalam pertemuan doa. Menemukan Allah harus dimulai dari kehidupan kita setiap hari, dalam segala hal yang kita lakukan atau dalam segala hal yang kita jalani. Melalui segala hal yang kita lakukan, melalui setiap pengalaman yang kita jalani, melalui keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan kita, kita berurusan dengan Allah. Justru inilah yang benar. Allah kita bukan Allah yang senang dipuji hanya dalam ruangan seremonial atau ruangan kebaktian.

Sejatinya, Allah menghendaki dalam perjalanan hidup setiap saat, kita selalu berurusan dengan Dia. Sebab di dalam perjalanan hidup tersebut kita diajar oleh Allah sebagai Bapa untuk berperilaku sebagai anak-anak Allah (Ibr. 12:5-10). Allah mendidik kita bagaimana memiliki kehidupan sebagai anak-anak Allah yang taat, yang dengar-dengaran kepada Bapa, dan dalam segala hal yang kita lakukan selalu menyukakan hati Bapa. Tentu saja kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang juga memberkati orang di sekitar kita. Tidak mungkin ada sebuah kehidupan yang menyenangkan hati Allah, sementara itu juga melukai hati sesamanya.

Kesempatan untuk bisa berurusan dengan Allah, bersentuhan dengan Allah melalui setiap pengalaman hidup yang kita jalani, kejadian-kejadian yang kita alami, melalui keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan kita, itu sangat berharga. Setiap hari harus berlangsung terus. Dan tidak dapat terulang lagi, karena setiap kesempatan itu unik. Setiap momentum itu unik, setiap kesempatan itu luar biasa. Dan di setiap kesempatan yang unik dan luar biasa tersebut, Allah menyatakan diri-Nya kepada kita. Itulah yang membuat hidup kita menjadi benar-benar menarik. Hidup kita benar-benar menjadi berharga. Setelah kita memiliki kehidupan yang berjalan dengan Tuhan setiap hari, maka setiap kali kita ke gereja, kebaktian, atau mengadakan pertemuan doa, kegiatan tersebut menjadi sangat bernilai. Sebab sinkron, cocok, dan sesuai dengan keadaan hidup kita.

Ketika kita mengatakan kepada Bapa di surga, “Bapa kami yang di surga, betapa Engkau mulia. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga,” sebagaimana kalimat dalam Doa Bapa Kami—yang juga dirangkai dalam syair menjadi sebuah pujian—seharusnya itu adalah irama hidup, warna hidup, keadaan hidup kita setiap hari. Bukan hanya menjadi kalimat atau sekadar hanya menjadi kata-kata. Kalau kita mengatakan, “Aku mengasihi-Mu, aku menghormati-Mu ya, Allah,” maka kasih penghormatan kita bukan lagi pada waktu kita kebaktian atau dalam pertemuan doa bersama, melainkan pada waktu kita menjalani hidup—yaitu pada waktu kita melewati berbagai persoalan, ketika kita mengambil keputusan, ketika kita bertindak, pada waktu kita memilih—di situlah keputusan pilihan tindakan kita menunjukkan sikap kita yang mengasihi dan menghormati Allah.

Inilah berharganya hidup dimana kita bisa bersentuhan dengan Tuhan setiap hari. Kita harus benar-benar memperkarakan, bagaimana hidup kita bisa menyenangkan hati Allah. Dari sekian miliar manusia, kita dapat menarik (attract) hati Allah. Karena melalui segala hal yang kita lalukan, benar-benar menyenangkan hati Allah. Lebih baik kita tidak pernah menjadi manusia, daripada menjadi manusia tetapi tidak melakukan apa yang Allah kehendaki. Coba bayangkan, betapa dahsyatnya suatu saat ketika kita ada di hadirat Allah. Dan pada waktu itulah banyak orang akan sangat menyesal karena tidak memiliki kesempatan lagi menunjukkan, membuktikan, menyatakan cinta kasih dan hormatnya kepada Allah. Tetapi berbahagialah orang yang sejak hidup di bumi ini menunjukkan, membuktikan cinta dan hormatnya kepada Allah, sebab apa yang dilakukannya menjadi harta abadi yang bernilai kekal yang dimiliki oleh setiap individu.

----------------------------------------------------

------------------------------------------------------------






March 06, 2021, 05:19:28 AM
Reply #3694
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


---------------------------------------------------------------------

Inilah kesempatan yang Tuhan berikan; kesempatan yang hanya satu kali dan tidak akan pernah terulang selama-lamanya. Kita harus rela kehilangan semua kesenangan, kita harus rela kehilangan apa pun dalam hidup ini demi bisa hidup menyenangkan hati Allah. Demi bisa menemukan Allah di dalam hidup ini. Menemukan Allah melalui setiap kejadian, peristiwa, keputusan, dan pilihan-pilihan kita, dan itu menjadi harta abadi yang kita miliki, dan itu benar-benar membahagiakan kita, yang tidak bisa kita ungkapkan atau ceritakan kepada orang lain. Tetapi orang akan menangkap keagungan hidup kita, keagungan hidup orang yang telah berjalan dengan Tuhan, orang yang mengalami perjumpaan dengan Allah. Sebab orang yang berjalan dengan Allah pasti orang yang murah hati terhadap sesamanya, pasti menjadi orang yang memperhatikan orang lain, orang yang rela menjadi anggur yang tercurah dan roti yang terpecah. Menjadi anak-anak Allah Bapa di surga itu memiliki keagungan yang bagaimana pun akan merekah dan membuat dirinya berbeda dengan orang lain. Dan keadaan seperti inilah yang membuat ia bernilai di hadapan Allah Bapa di surga.

Kita harus memeriksa diri kita, apakah kita sudah memiliki kehidupan seperti tersebut atau ternyata belum. Selagi masih memiliki kesempatan, kita bisa memperbaiki diri, maka mari kita memperbaiki diri. Allah yang berkemurahan memberi kita kesempatan karena Allah sangat mengasihi kita. Jangan sia-siakan kasih Allah ini! Ironis, banyak orang tidak mau kehilangan kesenangan dunia dan merasa keberatan. Padahal, kalau ia rela kehilangan kesenangan dunia dan berjuang untuk hidup suci, ia akan bisa bersentuhan dengan Allah. Perjumpaan atau bersentuhan dengan Allah ini tidak bisa diungkapkan kepada orang lain. Itu yang membuat ia makin hidup bersih, makin berkenan, dan makin sempurna. Tuhan akan menuntun terus sehingga kita makin tidak terikat dengan dunia, makin merindukan Kerajaan Surga, makin mengasihi sesama, makin rela berkorban. Menjadi kesukaan dan saat yang ditunggu, kalau suatu saat kita menutup mata dan diadakan perhitungan di hadapan Allah dalam pengadilan Tuhan, karena kita telah menyelesaikan semuanya.






March 07, 2021, 10:58:51 AM
Reply #3695
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://www.rehobot.org/beranda_renungan/


https://www.rehobot.org/beranda_renungan/berdamai-dengan-allah/

http://truth.id/voice/wp-content/uploads/2021/03/07-MARET-2021-BERDAMAI-DENGAN-ALLAH.mp3



Berdamai dengan Allah
07 March 2021

Play Audio

Suatu hari nanti akan ada orang-orang yang sangat menyesal dalam ketakutan dan kegentaran yang hebat karena mereka tidak pernah bertemu dengan Bapa di surga. Sejak di bumi tidak pernah satu frekuensi dengan Bapa. Seseorang yang benar-benar telah bertemu dengan Bapa, pasti memiliki persekutuan dengan Bapa sehingga tidak perlu mencari “frekuensi”-Nya, sebab selalu tersambung dengan Bapa. Ini artinya hidup berdamai dengan Allah. Kesempatan yang Tuhan berikan merupakan kesempatan yang tidak bisa dibeli, mahal sekali. Nanti kalau orang sudah meninggal dunia, di hadapan pengadilan Tuhan, tidak ada kesempatan lagi untuk berdamai. Mumpung kita masih hidup seperti ini, mari kita berdamai dengan Bapa.

 

Kita masing-masing harus menguji diri sendiri, apakah benar kita sudah menjumpai Allah Bapa atau tidak. Itulah sebabnya, kita harus terus mencari wajah-Nya. Nanti kita akan mengerti apa artinya bertemu dengan Bapa ini, sampai kita tidak mengingini apa-apa lagi. Ini hal yang sangat luar biasa, yaitu “mati sebelum mati” atau selesai sebelum selesai. Sampai pada level ini, seseorang barulah bisa menghayati realitas Allah. Kita mungkin orang yang dipandang hebat di mata umum, namun demikian kita harus menjadi orang yang bergantung kepada Tuhan dan menyadari betapa miskinnya keadaan kita saat ini, betapa kita membutuhkan Tuhan. Bukan karena ada kebutuhan-kebutuhan pemenuhan kebutuhan jasmani atau masalah-masalah fana, tetapi bagaimana kita dapat hidup tidak bercacat, tidak bercela, dan tidak terikat kesenangan apa pun dalam hidup ini demi kekekalan kita, dan terus berjuang menjadi seperti Yesus. Sebab, “vaksin” untuk mengalahkan kehidupan di bumi dan di surga hanya satu, yaitu hidup seperti Yesus.

 

Doktrin tidak akan bisa menyelamatkan, sebab manuver Iblis itu berubah-ubah setiap saat, setiap zaman. Kita tidak bisa mengalahkan Iblis dengan doktrin yang ditemukan orang beberapa abad yang lalu dan yang diajarkan sampai sekarang. Kita harus menemukan Tuhan dan kebenaran-Nya di dunia kita hari ini, sebab setiap orang pasti mengalami pergumulan yang berbeda. Dan Iblis itu mencobai orang dengan segala taktik dan strategi yang berbeda-beda. Hanya kalau kita betul-betul hidup di dalam Tuhanlah yang membuat kita bisa cerdas, kokoh, dan kuat, serta bisa melawan kuasa gelap.

 

Suatu hari nanti orang akan menyesal karena tidak menemukan Allah. Oleh sebab itu, yang penting sekarang ini adalah bagaimana penyembahan seseorang itu menjadi benar; bagaimana perjumpaan kita dengan Tuhan itu menjadi benar. Jangan hidup dalam suasana seremonial atau upacara. Yang kita lakukan selama ini dalam ibadah adalah sebuah seremonial, tetapi hal itu bisa menjadi bernilai kalau kita menggelar hidup dalam sikap menyembah Allah, sikap menghormati Allah dalam seluruh perilaku kita.

 

Waktu kita berkata, “Engkau besar, Engkau yang termulia, Engkau layak,” apakah kita membuat Tuhan benar-benar layak disembah di dalam perilaku kita? Waktu kita bicara sembarangan, waktu kita tidak tulus terhadap seseorang, waktu kita menghargai uang, harta, gelar, pangkat, nama baik lebih dari Tuhan, kita membuat hal-hal tersebut jadi lebih layak dibanding Tuhan. Ini berarti tidak memuliakan Tuhan. Banyak alasan mengapa seseorang melakukan hal ini, misalnya: karena takut kurang terhormat, takut terhadap seseorang maka ia berdusta, atau takut miskin lalu korupsi, takut kurang terhormat lalu menyingkirkan orang. Di sini, seseorang membuat manusia lebih layak dari Allah untuk ditinggikan.

 

-------------------------------------

 

--------------------------------------------------

 

---------------------------------------------------------------

 

-----------------------------------------------------------------------------






March 07, 2021, 10:59:23 AM
Reply #3696
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

------------------------------------------------------------------

 

Jadi, bagaimana pertemuan bersama kita menjadi menarik dan memikat hati Allah? Hanya kalau kita memiliki sikap menyembah di seluruh perjalanan hidup kita dalam perilaku menyembah Allah, menghormati Allah, memuji Allah dalam satu kesadaran dan penghayatan bahwa Allah Israel, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, Allahnya Musa, itu nyata! Mari kita rajut dari perkara-perkara sederhana atau kecil. Kita pasti bisa! Melalui latihan terus-menerus, penghayatan kita terhadap Allah akan bertumbuh walaupun sedikit demi sedikit. Kalau orang sekolah teologi, hanya bisa memiliki ilmu mengenai Allah. Belum tentu sudah mengenal Allah secara realitas. Kadang, Teologi malah menyesatkan sehingga karena sudah merasa mengalami Allah, padahal tidak. Mereka seperti memiliki habitat dimana dia bisa bergaul dengan Allah, tetapi itu semua hanya fantasi. Sesungguhnya Allah tidak cukup dijumpai di ruang perpustakaan, di mana ada banyak buku dan ilmu tentang Allah. Tetapi Allah dijumpai dalam kehidupan konkret kita sehari-hari.

 

Kita tidak dapat menarik diri kita ke atas ke hadirat Allah kalau setiap hari hidup kita tidak ditarik ke hadapan Allah. Sekalipun kita paksa menyembah sungguh-sungguh, bahasa roh atau apa pun, tidak bisa! Malah penuh kebohongan dan dusta! Tetapi kalau setiap hari kita menarik hidup kita ke atas, bagaimana kita menghormati Tuhan dalam setiap kata, ucapan, penilaian, dan penghargaan kita terhadap dunia ini juga benar, hal ini menarik diri kita ke atas. Maka pada waktu kita berdoa, kita bisa terkoneksi dengan Bapa.

 

Banyak orang tahu bagaimana teknik menyanyi, menyembah Tuhan, tetapi sejujurnya bisa penuh kebohongan atau paling tidak, ada unsur kebohongan atau munafik. Tetapi kalau setiap hari kita menarik hidup kita melekat dengan Tuhan, setiap hari kita menghargai Dia dalam segala hal, kita membenahi diri kita, monster-monster kecil itu kita bunuh, maka iman kita menjadi sempurna karena perbuatan itu. Di sini baru kita bisa menemukan Tuhan. Sehingga, pada waktu kita berkata, “Bapa di surga,” benar-benar tulus, sampai terbang tinggi.

 

Jadi, kalau kita setiap hari menarik diri kita ke atas terus, kita bisa bergaul dengan Allah seperti Henokh, seperti Musa, dan mengalami perjumpaan dengan Allah. Kita bisa menghayati kehadiran Allah. Hendaknya, kita berani meninggalkan dunia untuk bergaul dengan Allah! Kita masih hidup di dunia, kita berbisnis, kita berkarier, kita kerja mencari uang, tetapi semua kita lakukan hanya karena Tuhan. Seperti pesan Paulus: “Jika engkau makan atau jika engkau minum atau Jika engkau melakukan segala sesuatu, kita lakukan semua untuk kemuliaan Allah” (1Kor. 10:31). Hendaknya kita berkemas-kemas sebelum waktu usai.






March 08, 2021, 09:36:44 AM
Reply #3697
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://www.rehobot.org/beranda_renungan/


https://www.rehobot.org/beranda_renungan/menjadikan-hidup-sederhana/

http://truth.id/voice/wp-content/uploads/2021/03/08-MARET-2021-MENJADIKAN-HIDUP-SEDERHANA.mp3



Menjadikan Hidup Sederhana
08 March 2021

Play Audio

Kita tidak bisa memiliki Tuhan sekaligus juga memiliki dunia. Dahulu, kita pikir itu bisa dilakukan. Tetapi sekarang, kita mengerti bahwa kita tidak bisa memiliki dua-duanya. Kalau kita mau memiliki Tuhan dan dimiliki oleh Tuhan, kita harus hanya dimiliki oleh Dia dan memiliki Dia. Segala sesuatu yang ada pada kita hari ini harus benar-benar kita pandang sebagai milik Tuhan, dan itu bukan hanya sekadar perkataan. Kita harus bisa memperlakukan seluruh milik kita sebagai milik Tuhan, yaitu kalau kita tidak menggunakan itu untuk kepentingan kita sendiri—untuk sebuah harga diri, untuk sebuah penghormatan, atau kehormatan, atau sanjungan, pujian dari manusia—atau kita pergunakan untuk memperalat orang lain.

Segala sesuatu yang kita lakukan harus benar-benar kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan, untuk kepentingan Tuhan. Di sini dibutuhkan kepekaan terhadap kehendak Allah. Kita harus belajar bertumbuh dalam kebenaran, sehingga kita memiliki pikiran, perasaan Kristus. Hal ini tidak bisa dijelaskan secara lengkap, secara jelas, secara utuh dengan kata-kata dan kalimat, tetapi bisa dirasakan dan dihayati. Kita memandang semua yang ada pada kita sebagai bukan milik kita. Kita melihat keindahan dunia ini seperti tidak ada nilainya, dan memang tidak ada nilainya jika kita tidak menggunakan itu untuk kesenangan hati Tuhan. Itulah yang sering dikatakan sebagai tidak menyisakan apa pun di dalam hidup kita.

Sukacita Tuhan atau damai sejahtera-Nya, sesuatu yang benar-benar riil harus dialami. Tidak bisa difantasikan atau hanya di dalam pikiran. Tetapi, kita bisa merasakan suasana atau atmosfer Kerajaan Surga di dalam diri kita. Dan salah satu ukuran apakah kita benar-benar telah melepaskan segala sesuatu adalah apakah kita benar-benar merindukan bertemu dengan Tuhan? Bukan sesuatu yang difantasikan, bukan kamuflase. Hendaknya, kita tidak munafik. Menjadi persoalan penting: Apakah kita benar-benar merindukan bertemu dengan Tuhan? Betapa bahagianya kita bertemu dengan Tuhan.

Kalau kita benar-benar mempelai wanita yang setia, perawan suci yang tidak bernoda, maka tidak ada kegembiraan dalam hidup kita kecuali kita menyenangkan hati Allah Bapa. Melakukan segala sesuatu yang Allah Bapa kehendaki dan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa percayakan kepada kita masing-masing adalah hal utama. Sebab, masing-masing kita pasti memuat, memikul, menanggung rencana Allah yang harus kita genapi bagi orang-orang di sekitar kita, di tempat di mana kita berada, dalam keluarga-keluarga besar, pekerjaan, di lingkungan pergaulan, dan lain sebagainya.

Ketika kita sampai pada level atau stadium hidup Kekristenan seperti ini, maka kita benar-benar mengerti apa artinya ultimate freedom; kebahagiaan puncak dan final. Dan itu merupakan kehidupan yang sangat indah dan luar biasa. Kita tidak merasa berbuat baik kalau kita melakukan sesuatu untuk sesama kita, karena kita merasa itulah irama hidup yang menjadi kesukaan hati Bapa. Kalau kita berkorban untuk pekerjaan Tuhan, kita tidak merasa sedang memberi, karena semuanya memang milik Tuhan. Dan kita sedang melakukan apa yang menjadi bagian kita, dan itu menjadi kesukaan kita.

Surga menjadi begitu dekat. Dan rasanya, kita ingin segera melangkah melihat Kerajaan Bapa di surga. Kita bisa membayangkan hamparan hijau padang yang begitu indah, langit baru bumi baru. Belum lagi Istana Allah Bapa kita yang begitu agung. Dan itu semua adalah realitas, karena nanti kita akan memiliki tubuh kebangkitan atau tubuh kemuliaan seperti tubuh Tuhan Yesus. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus, “kita akan makan dan minum bersama dengan Tuhan.” Luar biasa! (Luk. 22:28-30)

----------------------------------------------

-----------------------------------------------------------







March 08, 2021, 09:37:23 AM
Reply #3698
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28478
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

------------------------------------------------------------

Oleh sebab itu, kita harus benar-benar mempersiapkan diri menjadi mempelai-mempelai Tuhan. Kita tidak lagi mempersoalkan sama sekali dari denominasi mana. Tetapi yang penting, bagaimana kita bisa membangun satu persekutuan, satu komunitas, dari anggota keluarga Kerajaan Surga. Kita membangun sebuah heavenly society; masyarakat Kerajaan Surga, masyarakat anggota keluarga Kerajaan Allah; royal family. Jangan takut kurang bahagia karena mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh. Mengikuti jejak Tuhan ini, kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan kepada orang lain. Makan apa pun jadi enak, tidur di mana pun jadi nyenyak. Kita diserang, disakiti, dilukai orang, kita diam saja, tidak membalas dengan kejahatan. Kita tidak merasa terganggu lagi. Kita seperti orang mati, sudah tidak perlu punya perasaan negatif. Kita kembalikan semua kepada Tuhan, karena kita akan segera ada di pengadilan Tuhan. Pengadilan yang kita tunggu-tunggu, dimana pada saat itu kita akan memperoleh apa yang patut kita terima dari seluruh jerih lelah dan perjuangan kita bagi pekerjaan Tuhan.

Orang-orang yang sungguh-sungguh melepaskan diri dari ikatan dunia dan berjuang maksimal untuk pekerjaan Tuhan; berjuang tanpa batas untuk kepentingan Kerajaan Allah, baru benar-benar bisa merasakan kerinduannya akan Tuhan. Mereka bisa berkata: “Kau yang kurindukan, Kau yang kunantikan.” Hidup harus dijadikan simple; hidup menjadi sederhana. Hal-hal yang tidak perlu membuat kita marah, kita tidak perlu marah. Hal-hal yang tidak perlu membuat kita gusar, kita tidak usah gusar. Hidup harus dibuat menjadi simple, sebab semua berpusat pada Allah. Inilah kehidupan Kristiani yang indah, yang Allah akan ajarkan terus sampai kita bisa benar-benar mengenakan kehidupan Tuhan Yesus Kristus. Kita memang belum sempurna, tapi kita semua harus berkerinduan menjadi sempurna. Dan kiranya kita mau mengakhiri sisa umur hidup kita dengan benar di hadapan Tuhan. Selesai semua dengan sempurna, sebelum kita meninggal dunia.







 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)