Author Topic: Renungan harian GKJW  (Read 4072 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 12, 2021, 10:27:19 AM
Reply #230
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-12-januari-2021/

https://drive.google.com/file/d/1_w42iX1E8XGzejL0Q82Y-bQl9T47Da_E/view


Proses Penyerbukan Renungan Harian 12 Januari 2021   
Renungan Harian • 12 January 2021 • Bidang Teologi

Bacaan : Kisah Para Rasul 22 : 2 – 16 | Pujian : KJ. 339
Nats: “Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kau lihat dan yang kau dengar.” (Ay. 15)

Tahukah saudara, bahwa buah yang manis, dulunya hanya berasal dari sebutir serbuk sari? Oleh karena serbuk sari yang halus dan ringan, maka ia mudah tertiup angin. Butir yang tertiup angin itu lalu hinggap di kepala putik. Dari kepala putik, serbuk itu disalurkan oleh tangkai putik ke bakal buah, sehingga terjadilah penyerbukan dan dimulailah proses pembuahan.

Pada hakikatnya, demikian jugalah yang terjadi pada proses pembuahan buah-buah Roh atau karunia-karunia rohani. Allah bagaikan menyerbukkan Roh-Nya kepada kita. Lalu selangkah demi selangkah, Roh-Nya itu kita respon secara tekun, terus kita kembangkan dan buahkan. Sehingga menjadi pembawaan yang ramah, sabar, berani untuk bersaksi, pemaaf, tekun, dll. Penyerbukan dari Allah dan respon manusia memang saling berkaitan. Tanpa respon dan upaya manusia untuk terus mengembangkannya, tentu tidak akan terjadi buah yang dapat dilihat dan dikecap.

Sama seperti halnya kisah yang kita baca pada saat ini. Dimana Allah tengah melakukan proses penyerbukan itu, di dalam diri Saulus. Allah tengah berkarya pada diri Saulus, dalam cahaya yang menyilaukan hingga membuatnya buta dan mendengar suara yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri. Sekalipun Saulus telah banyak melakukan penganiayaan yang hebat terhadap murid-murid Tuhan Yesus, namun pada saat itu ia tidak mengeraskan hati. Saulus mau merespon panggilan Allah. Ia mau berbalik arah dari jalan hidup yang sebelumnya ia tempuh dan memperbaharui kehidupannya dengan tekun mengikuti jalan Kristus.

Berkaca dari kisah ini, maka kita kembali diingatkan bahwa Allah sebenarnya telah, sedang dan akan terus berkarya. Ia menyerbukkan Roh-Nya di dalam kehidupan kita. Ia ingin kita terus berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam-Nya. Hidup yang membuahkan segala yang manis dalam pikiran, perkataan serta perbuatan kita. Oleh karena itu, mari terus merespon karya penyerbukan Allah, dengan berbalik arah/bertobat dihadapan-Nya dan memberi diri untuk bersaksi bagi kemuliaan-Nya. (YAH)

 “Teruslah berakar, bertumbuh dan berbuah bagi Kristus”


https://doc-0s-1o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/5gbqrtqc5fguagc4ljti5g5k606eiumi/hlnp2ebbp071p0hadtu7cgjc702aq0j5/1610421975000/02873663464115030338/14122496061495026957Z/1_w42iX1E8XGzejL0Q82Y-bQl9T47Da_E?e=download&nonce=0sup2lldjvjq0&user=14122496061495026957Z&hash=hsp4e7ducr199n1fdp0ri8gukf71rg5k










January 13, 2021, 06:50:41 AM
Reply #231
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-13-januari-2021/

https://drive.google.com/file/d/1XdxXDVP6gMYy1eOjhNl5LGvfJExwLEff/view






Aja Wedi Renungan Harian 13 Januari 2021   
Renungan Harian • 13 January 2021 • Bidang Teologi

Waosan : Yesaya 41 : 14 – 20 | Pamuji : KPJ. 335 : 1
Nats: “Sira aja wedi, he si cacing Yakub, he si uler Israel! Iya Ingsun iki kang mitulungi sira …” (Ay. 14a)

Sinten kemawon anggadhahi raos ajrih, was sumelang lan kuatir bab gesangipun. Kula kinten mboten wonten tiyang ingkang mboten nate ajrih awit kita taksih gesang wonten ing alam donya. Ajrih punika maneka warni macemipun : ajrih benjang menawi sepuh kados pundi nasibipun, ajrih putra wayah mboten pikantuk jodho, pendamelan, ajrih kados pundi masa depan putra wayah, lsp.

Raos ajrih punika dipun alami dening bangsa Israel nalika ing tanah pangawulan Babil. Bangsa Israel nglokro, kecalan pengajeng-ajeng awit kasangsaran ingkang dipun sanggi. Supados bangsa punika pulih semangatipun lan saged mranata gesangipun, Nabi Yesaya paring pangatag dhumateng bangsa Israel supados kiyat lan tatag ngadepi kawontenanipun (Ay. 14 ). Senaosa bangsa Israel dipun gambaraken kados dene cacing lan uler sampun ngantos semplah. Cacing lan uler punika gambaraken titah ingkang sekeng lan ringkih, mboten gadhah kekiyatan ngadepi bebaya. Ewah semanten Gusti Allah tetep nresnani bangsa Israel. Gusti Allah badhe dadosaken bangsa Israel penampi ngantos mengsah sami kabur(Ay. 16). Gusti Allah badhe mitulungi lan paring jaminan (Ay. 17). Gusti Allah badhe dadosaken tengger-tengger ingkang gundhul dados lepen ingkang ngedalaken toya (Ay.18), badhe wonten taneman ingkang thukul subur(Ay. 19), tumuntun sedaya manungsa saged ningali bilih sedaya punika pakaryanipun Allah (Ay. 20).

Kados bangsa Israel, kita punika titah ingkang sekeng lan kebak kekirangan. Asring kita nyanggi momotan gesang ingkang dadosaken kita ajrih, was sumelang lan kuatir. Menawi kita fokus dhateng momotan, kita ngraosaken stress, ananging menawi kita fokus dhumateng Gusti Allah, kita ngraosaken tentrem. Sampun ngantos kita ngendelaken kapinteran kita piyambak ananging mangga kita ngendelaken Gusti Allah ingkang paring pangluwaran. Kenging punapa Gusti Allah ngeparengaken kita nyanggi momotan? Sepisan supados iman kita tuwuh, iman kita sansaya dewasa lan mboten ajrih ngadepi kawontenan donya punika. Kaping kalih supados kita ngakeni bilih Gusti Allah mboten nate nilar kita piyambakan. Gusti Allah dhawuh, “Disantosa lan diteguh? Aja giris lan semplah amarga Pangeran Yehuwah Allahmu nunggil karo sira ing saparan-paranira. (Yusak 1:9 ). Gusti berkahi kita. Amin. (Jian).

“Mboten ajrih ngadepi kawontenan donya mujudaken iman ingkang dewasa”



https://doc-0k-ag-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/rlcr75g2c5phnnhub590lhgn2d6ivs55/pcspuodhehua456omh3qptrmgb75apnm/1610495400000/02873663464115030338/15261669762296311445Z/1XdxXDVP6gMYy1eOjhNl5LGvfJExwLEff?e=download&nonce=lk3v2nu5bt7ja&user=15261669762296311445Z&hash=53gako4ogd0t9ci427qq1ug13b0d73ck








January 14, 2021, 05:33:08 AM
Reply #232
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-14-januari-2021/

https://drive.google.com/file/d/1WUWcPRVM_wJ2Z3rFFELqHNVNVPZYQpPc/view


Berjalan Dalam Kuasa Allah Renungan Harian 14 Januari 2021   
Renungan Harian • 14 January 2021 • Bidang Teologi

Bacaan : 2 Korintus 10 : 1 – 11 | Pujian : KJ. 370 : 1, 2
Nats: “… karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.”(Ay. 4)

Ada seorang pengusaha yang ingin membangun sebuah rumah makan dengan konsep yang baru supaya beda dengan rumah makan lainnya. Segala ide dia kumpulkan dan banyak referensi yang telah ia baca dan pelajari. Pada akhirnya pengusaha ini menemukan sebuah konsep rumah makan bertema “Berjalan Bersama Yesus”. Makanan yang disuguhkan sebenarnya sama dengan rumah makan yang lain, namun yang membedakan adalah keramahtamahan dan suasana yang tercipta didalamnya. Baik pelayan meja dan kasir, juga staf yang lain disiapkan untuk tetap tersenyum saat bertemu, menyapa dan berinteraksi dengan pelanggan. Dan musik bernuansa Kristen selalu diperdengarkan di setiap ruangan, dengan alunan yang sangat meneduhkan. Walau tidak mudah memiliki konsep yang demikian, terlebih di jaman sekrang ini, nyatanya rumah makan ini mampu bertahan dalam tantangan dan persaingan rumah makan di sekitarnya.

Demikian juga yang dialami oleh Paulus dalam melakukan pelayanan yang harus dilakoninya di Jemaat Korintus yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Paulus menunjukkan sikap yang lemah secara manusia namun kuat dalam kuasa Kristus. Bahkan Paulus memakai senjata kuasa Allah dalam menghadapi segala tantangan tersebut. Paulus tidak mudah menyerah. Dengan senjata kuasa yang dari Allah, walaupun perjalanan yang ditempuhnya tidak mudah namun Paulus tetap berjuang.

Hari ini kita bisa belajar dari sikap Paulus. Dia yang lemah secara manusia, tetapi tetap beriman kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan sebagai senjatanya menghadapi tantangan kehidupan. Paulus tidak menyerah dalam perjuangannya. Demikian juga seharusnya kita. Ketika kita berjalan dalam kuasa Allah, tantangan pasti tetap ada namun pasti kita mampu untuk menghadapinya. Karena Allah dipihak kita, siapapun tidak bisa melawan kita, baik itu masalah, pergumulan bahkan juga tantangan kehidupan ini. Maka, mari kita tetap berjalan bersama-Nya, selamanya. (FNS)

 “Tuntun kami ya Tuhan, supaya kami tetap berjalan dalam kuasa-Mu”







https://doc-0g-2o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/u0gfcbje8vk1r55jvbe0n27u3vkgiqm6/0r4t3541ihtn7lj678tlvhedme20phs2/1610577150000/02873663464115030338/15332589863913053799Z/1WUWcPRVM_wJ2Z3rFFELqHNVNVPZYQpPc?e=download&nonce=ui8co9qocmf0q&user=15332589863913053799Z&hash=l1kool5n07iuuevvk2jp6gbh07pafs8k






January 15, 2021, 01:57:22 PM
Reply #233
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-15-januari-2021/


https://drive.google.com/file/d/1AzbtSs5QZj7wSu4JDYDwBZAFxp06CA2W/view



Luwih Wedi Karo CCTV Apa Karo Gusti? Renungan Harian 15 Januari 2021   
Renungan Harian • 15 January 2021 • Bidang Teologi

Waosan : Para Hakim 2 : 17 – 23 | Pamuji : KPJ. 135 : 1
Nats: “Nanging manawa hakim iku seda, tumuli padha tumindak ala maneh, luwih ala katimbang karo leluhure, …” (Ay. 19)

CCTV ( Closed Circuit Television) ingkang dipun sebut ugi kamera pengintai punika samangke asring kita panggihaken dipun pasang wonten ing griya, toko, lan ing papan sanesipun. Ginanipun kangge ngawasi obahipun tiyang lan kangge ngrekam pola tingkahipun tiyang kalawau, satemah menawi wonten tiyang ingkang tumindak awon saged langkung gampang dipun cepeng, awit gambaripun sampun dipun rekam CCTV. Rata-rata papan ingkang dipun pasangi CCTV, mliginipun toko, dipun pasangi gambar CCTV kanthi seratan ”disini ada CCTV, segala tindak kejatahan akan diproses secara hukum ”. Kenging punapa dipun paringi gambar lan seratan ingkang mekaten? Supados tiyang ingkang badhe tumindhak awon ing toko kalawau sami sumerep bilih sedaya polah tingkahipun dipun rekam kalian CCTV, satemah ajrih.

Gegambaran CCTV kalawau saestu nedahaken kados pundi wangkotipun manungsa ingkang gampang tumindak awon, awit rumaos mboten wonten ingkang ngawasi. Pramila wontening lembaga-lembaga utawi organisasi-organisasi, wonten ingkang kapatah bagian ngawasi, dewan pengawas, tim pengawas. Kahanan ingkang mekaten kalawau ugi dipun alami dening bangsa Israel. Bangsa Israel saged gesang kanthi tertib, mbangun turut kalian Gusti, namung wekdal dipun tenggani dening para Hakim, awit wonten ingkang ngawasi. Ananging wekdal para hakim punika sampun seda, bangsa Israel malah nyembah sujud dhateng para allah sanesipun, gesangipun morsal, awit rumaos mboten wonten ingkang ngawasi. Bangsa Israel kesupen bilih Gusti Allah punika senaosa mboten ketawis ananging sejatinipun wonten, tansah pirsa polah tingkah umatipun.

Bangsa Israel ajrih kalian blegeripun para hakim, mekaten ugi kados ing jaman samangke tiyang kadosipun langkung ajrih kalian CCTV katimbang kaliyan Gusti Allah. Kenging punapa saged dipun wastani mekaten, awit menawi manungsa punika ajrih kaliyan Gusti Allah, mboten perlu dipasang CCTV, ananging wonten toko kalawau dipun paring seratan kados mekaten kemawon “Hati-hati gunakan tanganmu, Tuhan melihatmu”. Panjenengan ajrih kalian CCTV, punapa kaliyan Gusti Allah? (GIK)

 “Gusti Allah tansah pirsa polah kita”






https://doc-10-5c-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/vb0pecrktj0d6mojrvi4pgbut2t1qiio/6qnipm76cq3170d57ecord8l2m7hs1bd/1610693775000/02873663464115030338/15899508875708131137Z/1AzbtSs5QZj7wSu4JDYDwBZAFxp06CA2W?e=download&nonce=4ks003cn6rtos&user=15899508875708131137Z&hash=2nl1q75c8b47f8qu9t550h0iqkhkuvbq







January 16, 2021, 06:22:48 AM
Reply #234
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-16-januari-2021/

https://drive.google.com/file/d/1gWppWp_TpgySfyOsojPBkicIZECOQDQk/view




Utuh Dihadapan Allah Renungan Harian 16 Januari 2021   
Renungan Harian • 16 January 2021 • Bidang Teologi

Bacaan : Mazmur 139 : 1 – 6; 13 – 18 | Pujian : KJ. 364
Nats: “… segala jalanku Kau maklumi.” (Ay. 3b)

Sudah dua hari berturut turut selepas bedug kami bertiga mengambil kelengkeng yang sudah di brongkos (bungkus) dengan cara melempar kayu palang yang sudah diikat dengan tali rafia. Naas siang itu Pak Agus penjaga kebun tiba – tiba sudah berdiri di belakang kami tanpa kami sadari, tidak ada raut muka garang, umpatan dan bentakan yang terlontar dari bibirnya, ketika beberapa pertanyaan harus kami jawab. Gemetaran karena takut sempat hinggap dibenak kami namun lambat laun mulai sirna, kami menjawab pertanyaan apa adanya. Ternyata selama ini Pak Agus mengetahui apa yang kami lakukan. Ia berpesan dan meminta kami untuk berjanji tidak akan mencuri lagi, sebagai gantinya kami diperbolehkan membawa kelengkeng yang kami curi dan memperbaiki pagar yang kami rusak. Kami lega, karena kami tidak mendapat perlakuan yang seperti kami bayangkan.

Tidak mudah untuk hidup taat pada semua perintah/Firman Tuhan. Kegagalan dan kejatuhan seringkali berujung pada hilangnya rasa damai. Sebenarnya bukan ketidaksetiaan/ ketidaktaatan kita yang menyebabkan kedamaian dan ketenangan itu hilang, tetapi justru sikap kita dalam menerima kegagalan dan kejatuhan itulah penyebabnya. Seperti memberontak terhadap situasi yang kita anggap buruk, merasa tidak cocok dengan apa yang kita harapkan. Hal ini dapat merugikan dan menghilangkan kenyamanan tidak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga sesama karena bukan mencari solusi melainkan sibuk dan ribut mencari pembenaran diri, bukan kebenaran. Mereka akan jadi sasaran kemarahan kebencian dan ketidakpuasan kita.

Allah Bapa menyatakan diri sebagai pribadi yang Maha tahu, Maha maklum, seperti yang tertulis pada Mazmur 139:3b. Tidak perlu kita mengelak atau mencari pembenaran ketika kita jatuh dan gagal untuk taat. Sikap yang bijak adalah kita mengasah dan melatih untuk menggapai keutuhan pribadi, jujur, terbuka dan sadar dihadapan Tuhan. Dengan melatih diri sedemikian rupa walaupun kita gagal, jatuh berulang kali kita tetap berbesar hati, tenang, dan mampu melanjutkan kehidupan pemberian Tuhan ini. Mari kita mengikut Tuhan, beriman dengan utuh. (japri)

 “Anda ingin damai dan tenang hiduplah dengan utuh dihadapan Allah”






https://doc-14-bc-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/3lncp1duo81n1efq8ge0f2akkvvuf2kv/qs83dcl3iu975ekmbb17uehgj8gbf7bs/1610752875000/02873663464115030338/18044874742344381116Z/1gWppWp_TpgySfyOsojPBkicIZECOQDQk?e=download&nonce=jr7k612b7umrk&user=18044874742344381116Z&hash=9oev3mlfabcde5v17r6d1rlv0r712cid








January 17, 2021, 10:21:51 AM
Reply #235
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/


https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-17-januari-2021/


https://drive.google.com/file/d/1-efPk6gXf7RNnz_DezCCSCxy3D45Xptt/view




Pinanggih Gusti Renungan Harian 17 Januari 2021   
Renungan Harian • 17 January 2021 • Bidang Teologi

Waosan : Yokanan 1 : 43 – 51 | Pamuji : KPJ. 114
Nats: “Esuke maneh Gusti Yesus kersa tindak menyang ing tanah Galilea. Panjenengane pinanggih karo Filipus, banjur ngandika, “Melua Aku!” (Ay. 43).

Taun ajaran enggal 2020/2021 sampun dipun wiwiti tanggal 13 Juli 2020 kepengker, nanging karana pagebluk Covid-19, para siswa taksih sinau wonten griyanipun piyambak-piyambak. Mekaten ugi Dinas Pendidikan dereng maringi ijin kegiatan belajar mengajar ngantos wulan Desember 2020. Karana punika para siswa namung saged pinanggihan kaliyan bapak/ibu gurunipun sarana HP utawi Laptop. Lumantar HP utawi Laptop punika para siswa saged nampi materi pelajaran, ulangan lan nampi pawartos saking guru utawi sekolahan. Senajan jaman sampun canggih lan sedaya sampun wonten sarana kangge komunikasi, nanging bab punika boten saged gantosaken pasinaon sacara langsung, ing pundi para guru saged pinanggih para siswa, mekaten ugi para siswa saged pinanggih kaliyan kanca rencangipun sacara langsung.

Perkawis pinanggih ugi karaosaken ing waosan wekdal punika. Kacariosaken Gusti Yesus miwiti peladosanipun, nalika semanten Gusti Yesus manggihi Filipus tiyang Betsaida. Nalika pinanggih Filipus, Gusti Yesus kersa nimbali Filipus, “Melua Aku!”. Filipus ngestoaken timbalanipun Gusti Yesus punika lajeng nderek Gusti Yesus. Selajengipun Filipus paring paseksi dhateng Natanael bab Gusti Yesus. Lumantar Filipus, Natanael saged pinanggih Gusti Yesus lan dados sakabatipun Gusti Yesus.

Bilih Filipus lan Natanael sampun pinanggih Gusti Yesus sarta nderek Gusti, kados pundi kaliyan kita? Punapa kita sampun pinanggih Gusti Yesus lan dados panderekipun ingkang setya? Saben dinten kita saged pinanggih Gusti Yesus lumantar sabda PangandikanIpun ingkang kita waos lan raosaken saking Kitab Suci. Kita saged pinanggih Gusti Yesus, lumantar pepanggihan kita kaliyan sesami, saged semah, putra, tetanggi, lan sanak sederek kita sanesipun. Pepanggihan kita kaliyan sesami saged dados cara Gusti Yesus ngemutaken kita, memucal dhateng kita lan nresnani kita. Ingkang saged kita tindakaken nalika pinanggih Gusti Yesus, inggih punika kita purun mirengaken timbalanipun Gusti, gatosaken punapa ingkang dados karsanipun, sarta netepi kasetyan lan tresna dhumateng Gusti Yesus. (AR)

 “Wujuding anggen kita pinanggih Gusti, kita ngraosaken ayem tentrem lan suka bingah ing gesang kita.”






https://doc-0c-3g-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/41hb5i3vmugkspn75tp1vb7kenfuuhdb/c6grfsolgsplnusrd3cpjo391rrdm0cn/1610853225000/02873663464115030338/05269358598781250256Z/1-efPk6gXf7RNnz_DezCCSCxy3D45Xptt?e=download&nonce=afal1sep67jfi&user=05269358598781250256Z&hash=1toh77jcv4ita49m8l2l1hdnlh8aebim





January 18, 2021, 05:48:55 AM
Reply #236
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-18-januari-2021/


https://drive.google.com/file/d/17k8x2bA1CfEUAKN1AihQA4uvnANbJrGT/view



Anugerah Terindah dari Allah Renungan Harian 18 Januari 2021   
Renungan Harian • 18 January 2021 • Bidang Teologi

Bacaan : 1 Samuel 9 : 26 – 10 : 8 | Pujian : KJ. 357
Nats: “… Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?…” (psl 10:1)

Siapa yang tidak senang dengan sebauh hadiah, apalagi jika hadiah itu di dapat dari seseorang yang special. Ketika saya sedang marah dan kecewa dengan seorang teman karena kelalaiannya, dengan penyesalan dia meminta maaf dan memberikan sebuah hadiah berupa mie ayam. Bukan perkara alasannya atau nilai hadiahnya, tetapi siapa dan rasa yang terjalin diantaranya. Sesuatu yang sederhana jika memiliki hubungan yang intim, sesuatu itu pasti menjadi special.

Saul mendapat anugerah terbesar di dalam hidupnya dari Allah. Dimana Allah memakai Samuel untuk membuat persiapan secara matang agar Saul diperlengkapi untuk dapat menjalankan tugasnya. Saul diurapi oleh Allah untuk menjadi raja melalui Samuel, dan Tuhan menanamkan keyakinan di dalam Saul bahwa ia memang dipilih oleh Allah. Meski Saul kelak menjadi raja, akan tetapi kedudukannya tetap berada di bawah kekuasaan Allah. Pengangkatan Saul sebagai raja bukanlah semata-mata agar Saul dapat menikmati kedudukan dan kenyamanan hidup sebagai seorang raja. Allah memiliki tujuan dibalik pengangkatan tersebut. Saul memiliki tugas yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Dimana tugas Saul sebagai seorang raja ialah memerintah umat Allah dan menyelamatkan bangsa Israel.

Ketika Tuhan memberikan tugas kepada seseorang, Ia juga akan memberi penyertaan-Nya. Tuhan berjanji untuk memberikan kekuatan, bahkan Roh Tuhan sendiri yang datang untuk memberi kekuatan seperti kepada Saul. Begitu pula dengan setiap tugas kita, Tuhan pun juga akan menyertai kita melalui Roh-Nya yang kudus sehingga kita memiliki kekuatan dan karunia untuk melaksanakan tugas kita masing-masing. Panggilan Tuhan kepada kita bukan beban, melainkan anugerah. Jadi, mari kita bersyukur untuk anugerah yang diberikan kepada kita, karana kita miliki-Nya. (MTS).

“Kita yang terindah selama kita memiliki Tuhan sebagai yang utama dalam hidup”








https://doc-0g-98-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/ivm7rpbup7jlb5f48pajur69u1b2jmf0/bkh1072uh5si7ml1l69o8elb5q85hnk3/1610923650000/02873663464115030338/06435862071424863054Z/17k8x2bA1CfEUAKN1AihQA4uvnANbJrGT?e=download&nonce=klattk3sh12ia&user=06435862071424863054Z&hash=fj65eakpltheeksb83heg4lrprj1r346








January 19, 2021, 06:39:36 AM
Reply #237
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-19-januari-2021/


https://drive.google.com/file/d/1oWOZ-yRYEVt1-bhgcXNDPILpqLVYZhlf/view



Ngisin-isini! Renungan Harian 19 Januari 2021   
Renungan Harian • 19 January 2021 • Bidang Teologi

Waosan : Lelakone Para Rasul 5 : 1 – 11 | Pamuji : KPJ. 350 : 1, 2
Nats: ”Kanthi sarujuke bojone dheweke ngunthet saperangane pepayone iku, … ” (Ay. 2a)

Korupsi utawi basa prasajanipun ngenthit, ing Kitab Suci kaserat ngenthit sampun dados prakawis ingkang limrah katindakaken. Sok sintena lan ing pundia, wonten kemawon kesempatan kangge ngenthit. Kawastanan ngenthit, awit ingkang dipun enthit punika estunipun inggih saprakawis ingkang kaginakaken kangge kabetahan gesang sesarengan, sanes kangge pribadi. Pramila, wonten ing salah satunggaling nagara manca, tumindak korupsi punika pati ukumanipun. Awit inggih boten wonten tentrem rahayunipun kangge tiyang ingkang korupsi lan remen ngenthit punika.

Ananias lan Safira anggenipun pegat nyawa inggih awit piyambakipun sami ngrebut katentreman lan karahayon ingkang kedahipun dipun rasoaken ing satengahing gesang sesarengan minangka satunggal pasamuwan. Rikala semanten, pasamuwan ing wiwitan pancen inggih kalawan tunggil raos sanget anggenipun nindakaken gesang patunggilan. Sok sintena ingkang gadhahi barang darbe, kedah kasaosaken dhumateng Gusti lumantar para Rasul, satemah barang darbe ingkang kakempalaken punika lajeng saged kaginakaken kangge sangga-sinangga lan sangkul-sinangkul menggah sakathahing kabetahan pribadi mbaka pribadi. Dados, jiwa patunggilanipun saestu kawangun kanthi sae. Sing sugih melu nyangga sing sekeng. Kasisahan tiyang setunggal dipun raosaken sesarengan, mekaten ugi kabingahan. Kanthi tata gesang ingkang mekaten, tentrem rahayu saking Gusti Allah saged sumrambah dhateng pribadi mbaka pribadi, boten wonten ingkang katriwal. Nanging Ananias lan Safira dados watu sandhungan bab sumrambahing tentrem rahayu punika. Pramila, kekalihipun nampi ganjaran ingkang pantes.

Ing jaman samangke, mbok bilih ngenthit boten sacara langsung megat lan mejahi nyawa kados Ananias lan Safira. Ananging, tumindak punika sampun tamtu mejahi karakter iman Kristen ingkang nyuraosaken timbalan mbabaraken tentrem rahayu sumrambah dhateng sok sintena tiyang. Kita tamtu boten kepingin dados watu sandhungan kangge sumrambahing tentrem rahayu punika. Ganjaranipun pati, inggih patining pepadhang ingkang kedah tansah murub. Krana urub ingkang mati punika, kita boten dipun pitados malih dening tiyang sanes, langkung-langkung dening Gusti anggen nindakaken ayahan adi. Pramila, ing pundia kita ngupaya rejeki peparingipun Gusti, sumangga kita tindakaken kanthi jujur lan tanggel jawab, ora prelu ngenthit, ngisin-isini! (aan)

 ”Sing sapa ngunthet, rejekine cupet”







https://doc-14-4o-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/2c8m7lnt1s7176cps5eftafm9imjosd6/62q63uo2uk7ag6jc8h9rp7nk6c8u3u6d/1611013125000/02873663464115030338/02833952039775344898Z/1oWOZ-yRYEVt1-bhgcXNDPILpqLVYZhlf?e=download&nonce=nbejjq809e0jk&user=02833952039775344898Z&hash=q7r49jp57k83e87h51vm7gp4r760159c






January 20, 2021, 05:47:05 AM
Reply #238
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-20-januari-2021/




Mempercayakan Kehidupan Kepada Kristus Renungan Harian 20 Januari 2021   
Renungan Harian • 20 January 2021 • Bidang Teologi

Bacaan : Lukas 18 : 15 – 17 | Pujian : KJ. 360
Nats: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Ay 16)

Bacaan kita pada saat ini menceritakan bahwa seorang anak adalah pribadi yang berharga dihadapan Allah. Ia menempatkan anak-anak sebagai pemilik kerajaan sorga. Oleh sebab itu Tuhan Yesus memperkenankan anak-anak untuk datang kepada-Nya supaya mendapatkan jamahan Kasih Kristus. Melalui peristiwa tersebut, Tuhan Yesus mengajar para murid bahwa anak-anak bukanlah pengganggu sebuah persekutuan, justru mereka adalah pribadi yang harus diteladani, agar kitapun menjadi bagian dari kerajaan sorga (ay 16).

Mungkin dalam benak kita bertanya, kenapa harus seperti anak kecil, bukankah iman butuh kedewasaan? Pertama, seorang anak kecil sangat menggantungkan diri kepada orang tuanya. Ia mempercayakan hidupnya kepada orang dewasa supaya mendapatkan perlindungan. Bagaimanapun perlakuan orang tua, seorang anak kecil akan tetap menyandarkan hidupnya kepada orang tua. Kedua, anak kecil belum memiliki banyak keinginan, sehingga ia dengan mudah diarahkan kepada Kristus, seperti halnya pada saat itu, mereka dengan mudah menuruti kehendak orang tua untuk mendapatkan jamahan kasih Kristus. Ketiga, anak-anak memiliki motivasi yang tulus dan jujur, anak kecil yang belum tahu apa-apa ia akan mengekspresikan dirinya secara tulus dan jujur. Ia menangis jika merasakan sakit atau lapar dan ia tertawa jika merasa bahagia. Anak-anak menampilkan diri mereka apa adanya.

Pada saat ini tentunya kita memahami bahwa betapa pentingnya meneladani anak-anak dalam beriman. Seperti halnya seorang anak yang menggantungkan dirinya kepada orang tua, rasa percayanya kepada orang tua dan ketulusan serta kejujurannya untuk mengungkapkan hidupnya. Mari kita juga memiliki hati yang demikian. Mari bersama-sama mempercayakan kehidupan kita kepada Kristus dengan sepenuh hati supaya kita juga menjadi bagian dari kerajaan Sorga. (Ven)

 “Dekatkanlah Anak-anakmu kepada Kristus”




https://drive.google.com/file/d/1ZzMmeONzdBf9PyZ8YXgPYJNHD8ChzHw9/view


https://doc-0s-74-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/uohsubdst468at882l2qjopgc8jjj2or/uatr168ivodba7a9oh59l82sbdvi0h4i/1611096375000/02873663464115030338/17775748251092262984Z/1ZzMmeONzdBf9PyZ8YXgPYJNHD8ChzHw9?e=download&nonce=oe9mq6l19cjhk&user=17775748251092262984Z&hash=5t0aktmdjirq347ouccuk7a3tgqfjfbo





January 21, 2021, 02:34:57 PM
Reply #239
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 28115
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

https://gkjw.or.id/category/pah/

https://gkjw.or.id/pah/renungan-harian-21-januari-2021/


https://drive.google.com/file/d/1ogdokuYjMWiRRmLcf29xO2XbfWNDKF9b/view



Aja Nakal Renungan Harian 21 Januari 2021   
Renungan Harian • 21 January 2021 • Bidang Teologi

Waosan : Yeremia 19 : 1 – 15 | Pamuji : KPJ. 161
Nats: “Lah Ingsun bakal ndhatengake ana ing kutha kene lan kutha-kutha ing sakiwatengene sakehing bilai kang wus Sungandikakake, yen bakal nempuh wong-wong iki, amarga padha nekad mbangkang lan ora ngrungokake marang pangandikaningSun” (Ay. 15)

Menawi kita kagungan putra ingkang boten manut dhateng tiyang sepuhipun, kados pundi raosipun? Tamtu sedaya tiyang sepuh setuju bilih kagungan putra ingkang boten manut punika boten sekeca. Awit tiyang sepuh punika sampun ndidik, nuntun lan paring piwulang ingkang sae supados anak punika saged dados anak ingkang sae lan manut dhateng tiyang sepuhipun. Ananging kasunyatanipun, boten sedaya anak saged manut dhateng tiyang sepuhipun. Pramila boten tanggung-tanggung, asring tiyang sepuh punika paring paukuman dhateng putranipun kangge paring pepenget.

Mekaten ugi waosan kita ing dinten punika, waosan kita nyariosaken kados pundi anggenipun Gusti Allah punika paring paukuman kangge bangsa Israel. Gusti Allah saestu duka dhateng bangsa Israel karana bangsa Israel sampun boten manut lan boten pitados malih dhumateng Gusti Allah. Bangsa Israel langkung milih nyembah dhateng illah sanes tinimbang nyembah Gusti Allah. Mangertosi kahanan ingkang kados mekaten, Gusti Allah rumaos kuciwa lajeng Gusti Allah paring paukuman dhateng bangsa Israel. Ing waosan kita, bangsa Israel ingkang nampi paukuman punika kagambaraken kados dene guci-guci ingkang dipun remukaken. Gusti Allah tumindak mekaten kanthi tujuan supados bangsa Israel sadar bilih gesangipun sampun nyimpang lan boten manut malih dhumateng Gusti Allah. Karana punika nabi Yeremia ngengetaken bangsa Israel supados sadar tumrap sedaya dosa lan kalepatanipun, saklajengipun purun mratobat lan gesang miturut karsanipun Gusti Allah malih.

Kados pundi gesang kita minangka putranipun Gusti Allah? Punapa kita sampun saged dados putranipun ingkang gesang tansah manut karsanipun Gusti Allah? Sabda pangandikanipun Gusti dinten punika ngengetaken kita supados kita saged dados putranipun Allah ingkang tansah manut lan setya tuhu dhumateng Gusti Allah. Gusti Allah sampun nimbali sarta ngersaaken supados kita mbangun turut karsanipun. Karana punika sumangga kita nglajengaken gesang kanthi dados putranipun Allah ingkang manut dhumateng karsanipun Gusti Allah. (Bie)

 “Aja nakal, manuta…”







https://doc-0k-90-docs.googleusercontent.com/docs/securesc/3qvr1coe83rg6945sjeq08fpvfa6k9dd/j4g86hv7ld1pvt88q07p1bu6cngavpqo/1611214425000/02873663464115030338/06727434719781815404Z/1ogdokuYjMWiRRmLcf29xO2XbfWNDKF9b?e=download&nonce=i37kbo3k2vcck&user=06727434719781815404Z&hash=lkv89km8c2ilkvid9ushv4jc2l6is513












 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)