Author Topic: Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' Dilaporkan ke Bareskrim Polri  (Read 825 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 16, 2020, 08:03:34 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Denominasi: Fundamentalis
Kemunculan Aplikasi 'Kitab Suci Aceh' Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Windy Phagta, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 16:28 WIB

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melaporkan keberadaan aplikasi ‘Kitab Suci Aceh’ yang muncul di Google Play Store ke Bareskrim Polri agar diusut siapa pelakunya. Adanya aplikasi tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan melecehkan Aceh yang mayoritas penduduknya Islam.

Laporan itu diserahkan oleh tim Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta ke Mabes Polri, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020), dan diterima AKBP Mukhtar dari Bareskrim Polri.

Mukhtar kemudian meminta Kasubbid Hubungan Antar Lembaga BPPA, Teuku Syafrizal agar membuat laporan sekali lagi ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Teuku Syafrizal menyambut baik atas usul tersebut, dan akan melaporkan segera ke Pemerintah Aceh. Apalagi, kata dia, kasus itu termasuk dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Sehingga dengan adanya laporan tersebut ke Dittipidsiber, aparat kepolisian bisa menindaklanjuti kasus tersebut, untuk mencari pelakunya," kata Syafrizal dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

Surat laporan bernomor 450/7807 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Irwansyah itu berisikan sejumlah poin-poin keberatan dari pemerintah Aceh atas munculnya aplikasi ‘Kitab Suci Aceh’.

"Kami atas nama pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh menyatakan keberatan dan protes keras terhadap aplikasi tersebut," kata Nova.

Aplikasi tersebut, kata Nova tidak lazim secara bahasa lantaran Kitab Suci Aceh menunjukkan hanya milik masyarakat Aceh. Padahal lazimnya kitab suci itu milik umat beragama tanpa batas teritorial.

"Sehingga seolah-olah menggambarkan mayoritas masyarakat Aceh adalah penganut kitab suci yang ada di aplikasi. Padahal kitab suci mayoritas masyarakat Aceh adalah Alquran," kata Plt Gubernur dalam surat tersebut.

 
Lalu, dalam poin berikutnya juga dinilai sangat provokatif karena semua penutur bahasa Aceh di Aceh beragama Islam.

"Oleh karena itu, aplikasi kitab Suci berbahasa Aceh selain Alquran pada google Play Store dapat dipahami sebagai upaya mendiskreditkan Aceh, pendangkalan aqidah dan penyabaran agama selain Islam kepada masyarakat Aceh," kata Nova.

Hal ini dinilai sangat bertentangan dengan pasal 28E ayat (1) dan (2) UUD 1945, Pasal 45A ayat (2) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 21 Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Tempat Ibadah Serta Pasal 3 dan 6 Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pembinaan dan Perlindungan Aqidah.

Kemudian, pada poin berikutnya dinilai aplikasi tersebut sudah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat Aceh yang berdampak pada kekacauan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan dapat menimbulkan konflik horizontal.

"Kami meminta kepada pihak google segera menutup aplikasi tersebut secara permanen," harapnya.

Sebelumnya, media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya aplikasi Kitab Suci Aceh di Google Play Store. Adanya Kitab Suci Aceh tersebut menimbulkan keresahan ditengah masyarakat luas di Aceh yang mayoritas beragama Islam.

Diketahui, aplikasi kontroversial yang dinamakan Kitab Suci Aceh dirilis oleh Faith Comes By Hearing di Google PlayStore sejak 7 Agustus 2019 dengan updating terakhir pada 18 September 2019.

(sal)


Sumber :

https://web.facebook.com/komunitaskristenindonesiaa/

__hxxps://nasional.okezone.com/read/2020/06/02/337/2223387/kemunculan-aplikasi-kitab-suci-aceh-dilaporkan-ke-bareskrim-polri?page=2
« Last Edit: June 16, 2020, 08:07:12 AM by sangmurid »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)