Author Topic: Adaptasi Kebiasaan Baru, Berdamai dengan Gaya Hidup Baru  (Read 430 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 24, 2020, 10:00:42 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 149
  • Denominasi: Protestan
Baca selengkapnya di: https://gkdi.org/blog/adaptasi-kebiasaan-baru/

Adaptasi kebiasaan baru, atau yang dulu dikenal sebagai new normal, adalah pola hidup baru untuk mencegah risiko penularan COVID-19. Pandemi ini telah mengubah gaya hidup kita secara besar-besaran, mulai dari sistem bekerja dari rumah atau bergilir, sekolah daring, hingga beribadah secara virtual.

Mungkin sejumlah kebiasaan baru membuat Anda bingung, risih, bahkan kesal. Tak hanya menghadapi krisis finansial pribadi, Anda juga harus mengingat dan menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Di antaranya, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dalam interaksi sosial, mengenakan masker, rajin berolahraga, istirahat cukup, dan makan makanan bergizi seimbang.

Sebagai umat Kristen, kita diharapkan memberi teladan ketaatan terhadap peraturan pemerintah, serta disiplin menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Mengapa? Karena, selain membantu mengurangi penyebaran coronavirus, kita perlu berjuang menjadi serupa dengan karakter Kristus. Karakter yang tidak menyerah dan tetap produktif di masa sulit sekalipun.

Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan untuk berdamai dengan pola hidup baru ini?

Mulai dari Pola Pikir yang Benar

Cara kita melihat dan merespon masalah adalah perwujudan sikap mengasihi Tuhan. Dengan pengertian yang benar, kita dapat melihat masalah bukan sebagai kesulitan, melainkan tantangan. Perubahan pola pikir akan membantu kita menjalankan adaptasi hidup baru dengan respon yang benar sesuai Firman Tuhan.

Sebagai awalnya, mari lakukan evaluasi diri. Apakah kita memiliki iman yang hidup atau iman yang mengandalkan diri sendiri? Apakah kita percaya kepada Tuhan atau menyalahkan Tuhan? Apakah tantangan menjadikan kita semakin dekat dengan Tuhan atau mengandalkan diri sendiri? Apakah situasi sulit membuat kita lebih peduli kepada sesama atau sebaliknya?

Selagi menunggu ditemukannya vaksin COVID-19, kita perlu belajar berdamai dengan keadaan. Dan, kita dapat memulainya dari diri sendiri, yaitu dengan menerapkan kiat berDAMAI:

1. D – Doa Ala Kebiasaan Baru
2. A – Aksi Ala Kebiasaan Baru
3. MAI – Mengandalkan Tuhan dengan Iman

Berserah tidak sama dengan pasrah. Pasrah artinya kehilangan pengharapan. Respon orang yang pasrah adalah mudah menyerah, tidak berbuat apa-apa, berpikiran negatif, dan pesimis. Berserah artinya Anda menaruh pengharapan di dalam Tuhan, taat mengikuti kehendak-Nya, serta percaya pada rencana dan pimpinan-Nya. Respon orang sedang berserah adalah berpikiran positif, optimis, dan tetap mempunyai semangat hidup yang tinggi.

Tuhan mengajak kita untuk menumbuhkan iman yang bukan sekadar “percaya saja,” melainkan iman yang disertai kemauan untuk bekerja dan berdamai dengan keadaan. Semoga ketiga tips di atas memberikan Anda semangat berDAMAI dengan kebiasaan baru. Jalani hidup dengan bijaksana agar nama Tuhan semakin dimuliakan!

Baca selengakapnya di: https://gkdi.org/blog/adaptasi-kebiasaan-baru/
« Last Edit: July 24, 2020, 10:07:51 AM by suwandisetiawan »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)