Author Topic: Bagaimana Nasib Orang Yang Tidak Mengetahui Agama ?  (Read 212 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 04, 2020, 08:32:15 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 29
https://id.wikipedia.org/wiki/Nasib_orang_yang_tidak_mengetahui



Nasib orang yang tidak mengetahui, juga dikenal sebagai takdir orang yang tak diinjili, adalah sebuah pertanyaan eskatologi tentang takdir mutlak dari orang yang tak mendapatkan teologi atau doktrin tertentu dan sehingga tak memiliki kesempatan untuk menganutnya. Pertanyaaannya adalah apakah orang yang tak pernah mendengar kewajiban-kewajiban yang dikeluarkan melalui wahyu ilahi akan dihukum karena gagal menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut.
Pertanyaan tersebut terkadang ditujukan dalam kombinasi dengan pertanyaan serupa terhadap nasib orang yang tak percaya. Tradisi kepercayaan berbeda memiliki tanggapan berbeda terhadap pertanyaan tersebut. Dalam Kristen, nasib orang yang tidak mengetahui berkaitan dengan pertanyaan dosa asal. Karena beberapa orang menyatakan bahwa bacaan kitab-kitab agama mengharuskan hukuman berat bagi orang-orang yang tak pernah mendengar agama tersebut, pertanyaan tersebut terkadang dimajukan sebagai argumen melawan keberadaan Tuhan dan umumnya diterima sebagai pernyataan atau bagian dari masalah kejahatan.

Kristen
Dalam gereja perdana, Yustinus Martir, seorang Bapa Gereja, mengajarkan bahwa orang yang hidup sejalan dengan logos adalah umat Kristen, meskipun mereka tak mengetahui Yesus Kristus. Tertullianus menyatakan bahwa Kristus telah turun ke Hades untuk membawakan Kabar Baik, dengan Klemens dari Aleksandria, Origenes dan Athanasius menyatakan bahwa "Turunnya Kristus ke neraka membawakan Injil kepada Yahudi dan Kafir dan penginjilan pasca-kematian bahkan berlangsung sampai saat ini". Namun Agustinus dari Hippo menyakini bahwa orang yang tak diinjili masuk ke neraka dan Tomas Aquinas menyatakan bahwa orang-orang yang "tinggal di hutan atau bersama dengan sekawanan serigala" akan dikirimi "pesan injil lewat cara-cara mukjizat."
September 04, 2020, 09:25:53 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5195
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Agama tidak menyelamatkan. Tuhan Yesus Kristuslah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus Kristus sudah memilih rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Yang bahaya, orang sudah mendengar kabar keselamatan, tetapi pura-pura tidak mendengar, atau menolak. Menurut pendapatku, mereka yang tidak mendengar kabar keselamatan tidak dapat dituntut lebih dari apa yang diketahuinya.

Rom 10:14-15 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"


Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 04, 2020, 10:34:13 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 957
https://id.wikipedia.org/wiki/Nasib_orang_yang_tidak_mengetahui



Nasib orang yang tidak mengetahui, juga dikenal sebagai takdir orang yang tak diinjili, adalah sebuah pertanyaan eskatologi tentang takdir mutlak dari orang yang tak mendapatkan teologi atau doktrin tertentu dan sehingga tak memiliki kesempatan untuk menganutnya. Pertanyaaannya adalah apakah orang yang tak pernah mendengar kewajiban-kewajiban yang dikeluarkan melalui wahyu ilahi akan dihukum karena gagal menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut.
Pertanyaan tersebut terkadang ditujukan dalam kombinasi dengan pertanyaan serupa terhadap nasib orang yang tak percaya. Tradisi kepercayaan berbeda memiliki tanggapan berbeda terhadap pertanyaan tersebut. Dalam Kristen, nasib orang yang tidak mengetahui berkaitan dengan pertanyaan dosa asal. Karena beberapa orang menyatakan bahwa bacaan kitab-kitab agama mengharuskan hukuman berat bagi orang-orang yang tak pernah mendengar agama tersebut, pertanyaan tersebut terkadang dimajukan sebagai argumen melawan keberadaan Tuhan dan umumnya diterima sebagai pernyataan atau bagian dari masalah kejahatan.

Kristen
Dalam gereja perdana, Yustinus Martir, seorang Bapa Gereja, mengajarkan bahwa orang yang hidup sejalan dengan logos adalah umat Kristen, meskipun mereka tak mengetahui Yesus Kristus. Tertullianus menyatakan bahwa Kristus telah turun ke Hades untuk membawakan Kabar Baik, dengan Klemens dari Aleksandria, Origenes dan Athanasius menyatakan bahwa "Turunnya Kristus ke neraka membawakan Injil kepada Yahudi dan Kafir dan penginjilan pasca-kematian bahkan berlangsung sampai saat ini". Namun Agustinus dari Hippo menyakini bahwa orang yang tak diinjili masuk ke neraka dan Tomas Aquinas menyatakan bahwa orang-orang yang "tinggal di hutan atau bersama dengan sekawanan serigala" akan dikirimi "pesan injil lewat cara-cara mukjizat."

Memahami dengan benar akan manusia yang di jagad raya ini menurut iman Kristen adalah kunci dari pertanyaan2 tsb diatas , dan pemahaman itu tentu mengacu pada referensinya / FirmanNya yang tertulis di Alkitab.
Ketika kita meneliti dg seksama bhw:
Di Alkitab tertulis bhw ketika kiamat oleh air di zmn Nuh , hanya Nuh berdelapan yang diselamatkanNya ( mereka adalah gambaran dari seluruh manusia yang hidup saat itu yang selamat sampai di kehidupan kekal) sedang lainnya mati dilanda banjir termasuk bayi2 yang baru lahir , yang masih dikandungan, orang2 cacat sejak lahir, orang2 jompo  dll , dan dikatakan pula bhw ini akan diulang kembali pada akhir dari bumi ini dengan api shg semua yang tertimpa akan pasti meleleh hangus jadi debu .
Ketika bencana lokal akan diturunkan di Sodom dan Gomora , pada saat itu terjadi tawar menawar atara Abraham dan malaikat Allah ....... ---- dan akhirnya hanya Lot sekeluarga yang diselamatkan dari bencana itu .
Ketika bangsa Israel dikeluarkan dari perbudakan di Mesir , anak2 sulung bgs Isrl tidak dibinasakan tapi anak2 sulung org Mesir tidak ada yang kelewat semua dibinasakan .
Ketika di Yoh 17 dikatakan : ada yang “bukan dari dunia” dan juga berdoa “bukan untuk dunia” tentu inipun membantu kita untuk lebih dalam mempelajari apa maksudnya.
Di Alkitab juga dikatakan bhw manusia itu tidak lebih dari hewan !!!!!! ? Pkot3:19-20 .
Contoh2 di atas setidaknya seirama dengan pertanyaan2 thread di atas .
Dan masih banyak lagi yang sebenarnya membawa kita untuk memahami dengan benar akan iman Kristen, seperti untuk “mengetahui Yesus Kristus” logikanya semakin awal Dia datang akan semakin jelas lalu mengapa datangnya kira 2000 th yang lalu kok gak di barengkan saja pada zmn Nuh atau Abraham ?,  dan insya Allah setelah pemahaman itu cukup , pertanyaan2 tsb diatas tidak lagi menjadi pertanyaan yang membingungkan alias terjawab dengan sangat gamblang.

Salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)