Author Topic: Bagaimana cara mengampuni untuk menghilangkan kepahitan?  (Read 1036 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 22, 2020, 12:48:29 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: Protestan
Halo semua.

Kebetulan saya secara psikologis adalah orang tipe melankolis. Orang tipe begini salah satu kekurangannya adalah susah mengampuni.

Awalnya gara2, menurut saya, kesalahan ayah saya. Beliau temperamental dan sejak kecil hanya memperlakukan anaknya yg laki2 satu2nya (saya) dengan baik. Kedua saudara perempuan saya seakan-akan tidak dianggap. Bahkan, ayah saya pernah meludahi kakak saya hanya karena dia bikin kesal. Padahal, saat itu kakak saya masih SD.

Setelah kakak sy SMP, barulah dia berulah. Dia melampiaskan seluruh kekesalannya sama siapa saja, terutama ibu saya. Setelah dia SMA, dia bahkan berani menendang, menginjak, bahkan menelanjangi ibu saya. Kebetulan, kami bertiga adalah korban bullying di sekolah masing2. Tetapi hanya kakak sy yg berani melampiaskan seperti itu.

Ketika saya selesai SMA, saya benar2 membenci ayah dan kakak saya. Sampai memuncak yg berdampak pada kesehatan saya. Saya benar2 lesu dan selalu mengantuk apabila mengerjakan sesuatu yg bukan hobi saya, misalkan belajar. Tetapi, lesu tersebut hilang begitu saya berhenti belajar. Hingga pada akhirnya saya depresi berat bahkan sampai impoten.

Tahun2 belakangan ini sy tahu kalau mengampuni akan menghilangkan kepahitan. Tapi sampai sekarang, bahkan setelah membawa dalam doa, sy masih kepahitan.

Kira2, apa yg harus sy lakukan? Berdoa terus selama mungkin?
May 22, 2020, 11:30:13 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 810
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Kerajaan surga tidak ada di tempat2 ibadah, tetapi ada di hati yang mengampuni dan berbagi kebahagiaan kpd semua orang.

Sedangkan neraka ada di hati yang membenci dan hanya berbagi penghujatan.

Silahkan pilih sendiri kemana anda ingin melangkah menjalani hidup yg singkat ini.

Matius 6:12...dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Janganlah kita menjadi hakim Bao yg agung di tengah2 keluarga dan lingkungan yg hanya memvonis kesalahan orang.

June 14, 2020, 03:42:44 AM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 73
    • ™
  • Denominasi: CHRIST
Halo semua.

Ketika saya selesai SMA, saya benar2 membenci ayah dan kakak saya. Sampai memuncak yg berdampak pada kesehatan saya. Saya benar2 lesu dan selalu mengantuk apabila mengerjakan sesuatu yg bukan hobi saya, misalkan belajar. Tetapi, lesu tersebut hilang begitu saya berhenti belajar. Hingga pada akhirnya saya depresi berat bahkan sampai impoten.

Hi juga, saudara.

Dari sepintas membaca apa yang anda ketik, sepertinya bukan orang bodoh.

Quote
(Dengan catatan, bukan bodoh dalam pengertian dunia/Indonesia)

Bodoh itu Mengetahui > Mengerti > Pertimbangan > Bodoh
Hikmat itu Mengetahui > Mengerti > Pertimbangan > Bijak

Pernah yaa mendengar bahwa 5 gadis bodoh & 5 gadis bijak ?

Saya turut prihatin mengenai akibat yang diderita. Saya harap dapat sembuh melalui jalan-Nya yang disediakan bagi anda.



Quote
Tahun2 belakangan ini sy tahu kalau mengampuni akan menghilangkan kepahitan. Tapi sampai sekarang, bahkan setelah membawa dalam doa, sy masih kepahitan.

Saya tidak sependapat mengampuni akan selalu menghilangkan kepahitan.
Hanya saja sulit menerangkan maksud saya dalam ketikan di forum.


Tapi saya berusaha analogikan dengan contoh yang sedikit sinisme agar se-sederhana mungkin ya sodara.



Misal #A#
1. Apakah seorang Malaikat yang tidak suka manusia karena manusia dari jaman ke jaman mencintai kejahatan?
2. Apakah bila Malaikat (terang) yang tidak suka dengan kejahatan pun akan depresi?
    Ataukah yang seharusnya stress/dapat tekanan adalah si penjahat?
    Dan bilamana itu terjadi, apakah Malaikat harus dipersalahkan karena tidak mau (meskipun bisa) mengampuni?
3. Kenapa jadi Malaikat yang harus ditekan-tekan (agar stress) ?
    Ooh.. karena jarang baca Alkitab siihh.. makanya ke Gereja, dengar itu kata pendeta, harus mengampuni,
agar masuk sorga, nanti dapat upah di Sorga... !?



Misal #B#

1. Saudara jangan stress! Nanti gangguan tidur! Gangguan tidur nanti mengurangi kualitas istirahat yang berimbas jelek kepada kebugaran di pagi hari! Kebugaran nanti mengganggu aktifitas kerja! Kerja terganggu nanti akan membawa petaka, seperti dipecat, dll.

2. Kenapa tidak katakan saja yah kepada orang yang membuat kejahatannya? Agar si korban tidak stress > tidur terganggu > kerjaan (yang katanya kerja adalah ibadah) terganggu > dipecat > menyerah .

3. Saudara jangan menyerah! Tapi berserah! Nanti gangguan hidup! Gangguan hidup nanti akan... dan seterusnya seperti poin ke-1.
(Tutorial melakukan poin ke 1 & 3 dapat diiringi Firman Tuhan, jika mau)
(Tutorial melakukan poin ke 1 & 3 dapat diiringi petuah, primbon, bila mau)

4. Padahal menyerah itu tidak enak yaa?
    - Kalah perang 20rb orang terbantai, dan akhirnya menyerah negara tersebut dapat direbut paksa.
    - Tidak punya uang, bahkan sangat kurang, dan sakit pula.
    - Pinjam uang karena sudah menyerah, dan tidak diberi pinjaman.
    - Pinjam uang kepada kenalan, dan ditolak serta dihina,
    - Pinjam uang akhirnya dapat.. tidak dapat bayar tanpa cicil, karena saat pinjam saja tidak ada pemasukan tapi pengeluaran tetap ada. Bagaimana bulan depan?
    - Dan BERSERAH itu enak yaa... dapat terjadi disaat kamar tidur / ruang kerja full AC, adem, dengerin lagu Gereja, yang instrumental, dan dalam hati yang berserah, belajar agar lebih pandai. Bisa belajar Alkitab atau belajar dari buku tentang bisnis. Ooh, alangkah damainya hati ini dikala berserah ... .





Quote
Kira2, apa yg harus sy lakukan? Berdoa terus selama mungkin?

Ukuran seorang Nabi-Nya, orang pilihannya saja dapat dibunuh karena dianggap sok benar, tidak hebat (misal: kaya) tapi sok suci, sok benar.

Nanti, puluhan / ratusan tahun berikutnya, barulah sok bela karena orang tersebut adalah Nabi.

ALLAH yang saya kenal, memilih orang-orangnya bukan dari berapa pintar (tahu), pandai (ngerti & ahli), bijak (benar & baik & sesuai kondisi target/korban).
Tapi dari yang tulus, tidak mencintai kejahatan.
BUKAN TIDAK PERNAH DIJAHATI, TIDAK ADA MASALAH KARENA SUDAH DEKAT DENGAN TUHAN, ATAU SEBAGAINYA.

Justru orang yang baik hatinya, bukan derma-nya & benar-nya. Meskipun tidak luput dari ketidak-adilan dari manusia lainnya.

Justru orang yang baik hatinya. Meskipun dunia membenci-nya.

Justru orang yang baik hatinya. Meskipun dunia menganggap hina, karena punya banyak masalah, tidak dekat dengan Tuhan, dan sebagainya. Tapi dari hati orang baik, akan selalu berpihak pada baik (bukan sok baik, manis mulut).

Justru orang yang baik hatinya. Meskipun dunia membenci-nya.


(bersambung)

June 14, 2020, 03:43:39 AM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 73
    • ™
  • Denominasi: CHRIST
Akhir respon dari saya,
Mengampuni bukanlah solusi, tapi carilah dulu pengertian yang benar mengenai kasus anda.

Berhubung ini forum Kristen, carilah & bedakanlah antara:
- Biarkan mereka yang hidup namun sudah mati.
- Hidupkanlah roh-mu (karena mati).

Saya harap setelah sedikit contoh diatas yang sekiranya benar dan dapat dipahami, saya harap "mati" disini tidak diartikan punya masalah, punya dendam, atau semacamnya.


Karena dari sudut pandang yang saya pahami, bagaimana mau sibuk mengampuni meskipun tahu tapi tidak mengerti, bahwa...

1. Banyak sekali jaman ke jaman, manusia berdosa (sesuai hidup + alkitab), ...
2. Banyak diantaranya, setelah Yesus datang, sebagian dapat diselamatkan, ...
3. Bukan mengenai siapa yang terdekat dan ter-oke dalam Agama / Ketuhanan / Kemanusiaan.
4. Bila dipahami yang berdosa besar ya berdosa besar, misalkan ayah anda.
5. Mengampuni ya mengampuni, misalkan saudari anda. Menjadi sesat karena dijahati sangat dalam & pedih HATINYA.
6. Mengampuni ya mengampuni, misalkan ayah anda. Segala SITUASI ayah anda, dikarenakan KONDISI apa?
    Misalkan, saudari anda yang SITUASINYA menjadi stress, disebabkan oleh KONDISI diinjak-injak oleh ayah.
    Apa sepatutnya tidak diampuni?
7. Dalam hal mengampuni, dapatkah kita menilai dengan benar siapa yang layak diampuni?
8. Dalam hal mengampuni orang bersalah kepada kita, dapatkah membedakan dulu siapa yang sebetulnya bersalah?
    Janganlah mengambil kesalahan orang dari SITUASI-nya saja. Tapi penyebab/kondisi, bukankah begitu?



JADI...
Sepertinya dari cerita yang diketik saudara Primordiarch, bukankah anda sudah mengerti dengan menceritakan situasi-nya dan serta merta kondisi-nya.
Disini saya hanya memperjelas apa yang anda sendiri sudah ceritakan dengan singkat.
Saya mengira bahwa anda hanyalah butuh arahan dan dukungan, seperti teman cerita yang bisa diandalkan.

Contohnya, kenapa tidak bawa perkataan ini kedalam DOA anda sendiri?
Mengapa hanya berdoa untuk mengampuni saja, tapi tidak menceritakan kondisi & situasinya kepada Tuhan (sekalipun DIA Maha Tahu, bukankah kita juga dapat mensikapi terhadap-Nya)


Semoga Tuhan menyertai anda & keluarga dalam kemurahan hati-Nya

.

October 10, 2020, 05:55:47 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1915
  • Gender: Male
@Primordiach
Berdoa ke Tuhan spy diproses kepahitan anda. Memakai usaha kekuatan sendiri tidak akan membuahkan hasil.

Hanya dari usaha Tuhan maka masalahmu akan selesai tuntas. Bagian anda hanya buka hati sejujur2nya, jaga kemurnian hati utk anda mau bertobat (beralih) dari kepahitan dan Tuhan akan mendengarkan doamu, menyerah dari usaha2 manusia, maka Tuhan akan memberi caraNya yg ajaib tanpa campur tanganmu dalam waktuNya.

Dia adalah Tuhan, Dia adalah Raja segala Raja yang tidak pernah menarik perkataan(Firman)Nya !
October 25, 2020, 12:46:32 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9


Kira2, apa yg harus sy lakukan? Berdoa terus selama mungkin?
[/quote]


mengampuni? sangat berat, saya seperti anda, sempat berpikir dulu beratus kali saya mengampuni om saya (ayah tiri), beribu kali pun om saya mengatakan sesuatu yg membuat hati saya sangat sedih, tdk semua manusia berhati baja/tebal apalagi saya laki2 tetapi sangat feminim,
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)