Author Topic: ICOC - International Church of Christ  (Read 53 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 22, 2020, 02:59:59 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 149
  • Denominasi: Protestan
ICOC (International Churches of Christ) adalah sebuah gereja keluarga Kristen Protestan yang bergerak dalam aliran non-denominasi (yaitu tidak terikat pada denominasi Kristen manapun).
ICOC percaya bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Tuhan sendiri dan oleh karena itu ajarannya menitikberatkan pada Firman Tuhan.

ICOC terdiri dari kumpulan orang yang percaya kepada Yesus, yang tidak dibatasi oleh perbedaan usia, ras, dan juga latar belakang sosial ekonomi. Mereka adalah orang-orang yang telah menemukan Tuhan dan berkomitmen untuk melayani Dia dan orang-orang disekelilingnya.
Fokusnya adalah membantu setiap orang untuk memiliki hati yang mengasihi Tuhan dan sesama, sehingga hal ini dapat memberikan dampak bagi dunia.

Bermula hanya dari 30 jemaat, ICOC bertumbuh menjadi 37,000 jemaat hanya dalam 12 tahun pertama. Dan saat ini jumlah jemaat lebih dari 128,000 di seluruh dunia, yang saat tersebar di lebih dari 150 negara. ICOC di setiap kota diberi nama sesuai dengan kota mereka masing-masing, seperti Los Angeles Church of Christ, Tokyo Church of Christ, Mumbai Church of Christ, Singapore Church of Christ, dan sebagainya.

ICOC Indonesia = GKDI (Gereja Kristus di Indonesia)

ICOC juga sudah ada di Indonesia sejak tahun 1990. Namun, di Indonesia, orang-orang tidak menyebutnya dengan kata ICOC, melainkan GKDI, Gereja Kristus di Indonesia. Awal mula terbentuknya ICOC di Indonesia ini dimulai dengan sebuah mission team yang dikirim dari jemaat Singapura dengan jumlah 9 orang, 5 diantaranya adalah orang Indonesia, dan sisanya adalah orang Malaysia.

Dengan iman dan semangat juang yang tinggi, mereka memulai kebaktian perdana di ruang tamu di sebuah rumah di daerah Jakarta Pusat. Tuhan terus menambahkan jumlah mereka sampai suatu saat, ruangan yang dipakai mereka penuh sehingga mereka harus menyewa sebuah aula di hotel untuk beribadah. Meskipun pada mulanya kebanyakan orang merasa skeptis dengan gerakan ini karena kebanyakan anggotanya terdiri dari orang-orang muda, namun Tuhan terus bekerja melalui pemimpin-pemimpin yang punya iman dan ketekunan. Tuhan menambahkan jumlah mereka tiap-tiap tahun.

Pada tahun 1992, John Philip Louis dan istrinya, Karen Louis, datang dari Singapura untuk memimpin jemaat dan melatih para pemimpin di Jakarta, dan tidak hampir setahun, jemaat bertumbuh menjadi 280 orang. Pada awalnya, jemaat bernaung di bawah Gereja Elim Tabernakel di daerah Jakarta Pusat dan nama yang diberikan adalah Jemaat Kristus Penginjilan Nusantara (kata Jemaat menunjukkan bahwa dia bernaung dalam sebuah gereja). Pada tahun 1993, misi pertama ke Surabaya dikirim dan dipimpin oleh pasangan muda, Budi dan Liphin Kusmartono.


Pada tahun 1994, seiring dengan Proklamasi Penginjilan di seluruh dunia untuk membawa gereja ke semua bangsa dalam 6 tahun, John Louis, dalam seminar misi tersebut, memperkenalkan Rencana Penginjilan Nusantara (OPN) untuk Indonesia. Misi dikirim berturut-turut ke kota-kota utama di pulau-pulau besar di Indonesia. Pada tahun 1994, 12 orang yang dipimpin oleh Johnson dan Alin Sibuea dikirim untuk memulai gereja di Medan, lalu Manado (1995) dipimpin oleh Donald dan Monica Warouw, Denpasar oleh Hocky and Sharon Purwanto, Pontianak oleh Muksin dan Lily, serta Bandung oleh Sahat Hutagalung dan Lily Djohan (1996).

Menjelang akhir tahun 1996, Harliem dan Vania Salim ditunjuk untuk memimpin Indonesia sementara John dan Karen Louis pindah untuk menguatkan gereja-gereja di Australia. Pada tahun 1998, misi yang dipimpin oleh Agustinus dan Silvi dikirim ke Jayapura, sebagai titik akhir Rencana Penginjilan Nusantara (OPN) tahap pertama (menginjili kota-kota utama di pulau-pulau terbesar: Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya).

Misi berikutnya dimulai di kota-kota besar lainnya, seperti Batam (2000), Semarang dan Yogyakarta (2002). Karena kasih karunia Tuhan, Jemaat Kristus Penginjilan Nusantara dapat berdiri sendiri menjadi institusi yang sah di mata hukum dan diakui pemerintah pada tahun 2001, dan berganti nama menjadi "Gereja Kristus Di Indonesia" (GKDI). Peter Smith, seorang pengajar Bahasa Inggris dari Milwaukee, Amerika Serikat, berperan penting dalam hal ini. Dia datang untuk membantu tim misi didorong oleh kasih yang tulus untuk Bangsa Indonesia.

Penamaan gereja GKDI disesuaikan dengan nama kota dimana ia berada, seperti GKDI Jakarta, GKDI Medan, GKDI Balikpapan, GKDI Denpasar, GKDI Palu, GKDI Manado, GKDI Manokwari, dan sebagainya. Saat ini GKDI sudah tersebar di 35 kota di seluruh Indonesia.

Itulah sekilas tentang ICOC di Indonesia, yang lebih akrab disebut dengan GKDI. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang GKDI, atau ingin bergabung di dalamnya, silahkan mengunjungi website: https://gkdi.org/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)