Author Topic: Awas PenyesataN SAKSI YEHUWA!!!  (Read 124422 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2009, 08:23:59 PM
Reply #100
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
saya bener2 newbie nih
ikutan nimbrung ya..

@ferrywar
kurang tepat klo hanya "berbeda" saja. tp benar2 sangat berbeda. coba digoogle dl..

saksi yehuwa itu bs diibaratkan para kaum farisi/ahli taurat jaman yesus
- sangat detil pd perkara2 yg sangat kecil shg kehidupan sehari2 sangat kaku. tidak ada kasih.
- merasa paling benar di dunia. baca sj menara pengawal dan sedarlah, banyak isinya yg mengkritik dan mengejek umat Kristen/katolik di dunia.

scotie berkomentar "Kalo tidak benar masa Saksi semakin bertambah? sudah 6 juta an loh di 235 negeri.."
haiya.. 6 juta? yg bener dah 7 juta. tp apalah artinya itu dibanding 6 miliar penduduk di bumi? klo katolik tdk benar bgmn mgkn jumlah mrk bs sampai miliaran? klo protestan tdk benar bgmn mgkn jml mrk sampai miliaran? demikian pula dg muslim, hindu, buddha dll. non sense ah..

sedikit link dr forum tetangga
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1566686&page=4
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2303099&page=11
September 27, 2009, 08:27:39 PM
Reply #101
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
maaf, bg yg males buka link, saya kopikan bbrp ya:

dari batupasir
==========
Saya adl termasuk orang yg keluar dari Saksi Yehuwa.
Saat itu saya belum dibaptis namun sudah belajar dg Saksi Yehuwa kira2 6 tahun, termasuk ikut kebaktian2 besar dan menjadi penyiar belum dibaptis. Tinggal selangkah lg maka saya akan dibaptis dan resmi menyandang nama Saksi Yehuwa.

Namun kenyataannya saya keluar krn kesadaran sendiri, dan 100% bukan dipecat. Kenapa? Karena saya belum mjd Saksi Yehuwa, saya msh dianggap belajar, meski kira2 saat itu sudah ada rencana dibaptis di kebaktian distrik.

Saya mengundurkan diri dg tidak eksplisit. Saya tiba2 tidak aktif dan tidak menghadiri perhimpunan. Saya dikunjungi 2 penatua, dan saya jelaskan apa yg bs dijelaskan, tidak sepenuhnya. Saya ingin istirahat dulu, mgkn nanti bila Tuhan berkenan maka saya pasti kembali aktif. Saya masih menghormati 2 penatua tsb.

Selama masa istirahat itulah mata saya terbuka.
Banyak perenungan yg saya lakukan. Saya jd ingat betapa saya merasa adil benar di depan banyak orang, bahkan memandang remeh orang tua saya yg bukan Saksi Yehuwa. Masa SMA dan perkuliahan saya habiskan membaca literatur Watchtower, perhimpunan, kebaktian, penyiaran dan bergaul dg hanya golongan Saksi Yehuwa. Tentu saja saya jg bergaul dg rekan SMA atau universitas, tp dg batas2 tertentu. Saya jd ingat betapa kakunya saya saat itu. Idola saya adl penatua A, atau penatua B atau tokoh di kisah2 Menara Pengawal.

Saya selalu berpikir armagedon (kiamat) sebentar lg pasti datang. Jd semua yg saya lakukan selama menomorsatukan kerajaan allah pasti diberkati. Seperti layaknya banyak Saksi Yehuwa, meski saya belum dibaptis, saya hapal banyak ayat dan tahu bgmn memakainya dg benar. Dan memang benar, penyiaran injil adl salah satu perintah yg harus dilakukan oleh semua Saksi Yehuwa. Dan sangat salah, kalau tujuan penginjilan adl bukan mencari domba yg tersesat. Justru itulah tujuan utamanya, mencari domba atau kasarnya menambah pengikut. Suatu sukacita besar bagi seorang Saksi Yehuwa bila dapat menambah domba baru. Dan ini menaikkan moral bagi anggota yg lain utk terus maju berlomba2 menyenangkan Yehuwa. Tp ini bukan 100% kasih.

Terus terang, meski bersyukur dikaruniai otak yg baik. Saya harus berusaha keras utk mengejar ketertinggalan akademis saya. Meski saya hapal banyak ayat, cerita2 di Alkitab dan di Menara Pengawal, saya merasa sangat bodoh dg akademis saya. Harus benar2 kerja keras, beruntung saya memiliki rekan2 duniawi (istilah Saksi Yehuwa) yg baik meski semua berbeda agama, dan saya yakin 100% tulus. Sedikit demi sediki ketertinggalan itu terkejar dan saya menuai apa yg saya tabur, pekerjaan yg layak dan berguna bagi umat manusia. Itu saya ambil dari salah satu sisi kehidupan saja. Masih ada beberapa yg lain.

Apakah suatu kelegaan besar saat keluar dari Saksi Yehuwa? Ya, itu pendapat pribadi saya, tp itu benar menurut saya. Tidak perlu saya jelaskan detil, tp saya msh ingat perasaan itu. Ketika mengendarai sepeda motor sendirian seraya melihat langit sore hari, ada perasaan kelegaan yg sangat luar biasa saat memutuskan utk keluar dari Saksi-saksi Yehuwa. Itu salah satu keputusan besar dlm hidup saya. Keputusan besar sebelumnya adl saat bergabung dg Saksi Yehuwa.

Saya setuju dg Saudara Azab. Bila masih dikaruniai hidup yg panjang, tunggu 10-15 tahun lagi dan kembali baca ini.
September 27, 2009, 08:28:38 PM
Reply #102
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
dari caldbolg
=========
Hmmmh, sebernya c gw keluar karena keinginan gw sendiri. Gw bukannya menganggap SY sesat, karena jujur gw selama ini ngerasa ajarannya bagus, cuman emang cara penginjilannya bikin orang kesel (door to door).
Gw emang udah lama di SSY, itupun karena nyokap gw yg suruh gw. Gw sebernya dalem hati enggak maw, tapi demi senengin nyokap gw, gw ikut aja, toh dulu gw masih kecil bgt (Awalnya buddha, trus beralih ke Protestan n gara2 nyokap gw didatengin SSY, isi idup gw berubah semua)

Bahagia saat dalam SSY? Dalam kehidupan, mungkin saya bisa dibilang bagus ya. Saya enggak terlibat perkelahian, club malam, sex bebas dan pergaulan bebas. Gw akuin, itu nilai plus gabung sama ssy. Namun, dalam hati gw, ada sesuatu yg mengganjal n karena itu gw enggak maw dibabtis selama 10 taon jadi SSY.
Selama menjadi SSY, gw merasa idup gw seperti terkekang (entah karena gw enggak bener2 beriman sama ajarannya, atau memang hati nurani gw ngerasa ada sesuatu yg kurang). Seperti yg sudah klian taw, SSY memang dilarang mengikuti organisasi duniawi seperti pramuka, OSIS , klub sepak bola dll. Pacaran pun saya dilarang. Jujur yah, sy smpet berapa x jatuh cinta sama cewe, n semuanya jadi backstreet gara2 larangan tsb. Gw merasa seperti menjadi orang asing, karena di satu sisi, gw di sekolah enggak bisa ikut organisasi apa2 dan di satu sisi, gw merasa enggak srek sama orang2 n anak2 muda di SSY meski mereka sering ajak gw jalan2, maen bola dll.
Jujur, selama berapa tahun gw merasa idup dalam tempurung.

Bapak saya yg masih protestan tapi cuman ktp enggak pernah tertarik masuk SSY, sisanya 2 adek saya n ibu saya masih SSY. Gw selama berapa tahun itu juga, mencari jawaban kenapa gw enggak sreg sama SSY ini. Sampe akhirnya gw di ajak ikut komsel, n gw ikut. Jujur ya, gw c enggak terkejut sama ajaran2 di komsel ini, karena inti ajranyya ya rata2 ajaran Kristen protestan n mirip katolik, karena saya selalu sekolah di sekolah swasta katolik. Memang banyak perbadaan antara ajaran SSY dengan Komsel ini. Dari sini, saya terima Yesus dalam idup gw, tapi gw malah makin parah.

Gw seperti anak ilang, gw mencari jawaban atas apa yg gw anggep ilang dari idup gw. Selain itu pula, gw karena merasa terkurung dalam ajaran yg konserfativ, gw jadi nakal karena saya tidak ingin merasa terkekang seperti itu terus. Saya mulai nonton film porno, mule kasar, mulai jalan2 gag jelas, pulang malem dll (no free sex n club)

sampe akhirnya gw kuliah, gw diajak ikut komsel lagi, tapi enggak berbeda jauh dengan kmsel sebelumnya. Yang bikin perubahan adalah saat gw ikut ibadah di gereja komsel ne. Gw ngerasa ada aura yg berbeda banget. Apalagi setelah gw ikut retretnya, keknya idup gw seperti baru lagi, tapi tetep, gw enggak taw apa alasannya, pokoknya lebih fresh aja

Mulai saat itu, gw mulai giat baca alkitab(sebelumnya saya baca alkitab SSY = new world translation). Saya mulai berdoa tiap hari. Semakin hari saya seperti melihat sesosok pria dalam doa saya, secara tidak sadar. Tapi awalnya gw cuma anggep tuh refleksi setelah gw baca alkitab. Namun banyak kejadian (mungkin bisa dibilang mukjizat atw kebetulan) yang membuat gw semakin beriman pada Yesus. Tapi gw juga masih terikat sama SSY, karena gw belom secara resmi keluar. karena gw kos, jadi gw seminggu sekali didatengin penatua SSY buat belajar alkitab.

Mungkin ini yang benar2 menjadi tolak balik dalam idup gw. Penajar gw kasih gw perumpamaan tentang bagaimana membedakan agama yg benar dengan agama palsu. Dia kasih perumpamaan tentang membedakan uang palsu dengan uang yang asli. Dia bilang, untuk membedakan uang asli dan palsu, kita tidak perlu melihat satu persatu uang palsu, tapi kita tinggal cari saja uang yang aslinya. Uang palsu tidak memiliki semua ciri2 yg ada pada uang asli. Begitu juga dengan agama yg asli, tinggal liad ciri2 setiap agama, apakah mencerminkan agama yg asli? agama SSY memiliki semua ciri agama yg asli. Nah, dari situ timbul pertanyaan besar dalam diri gw, bagaimana gw taw SSY adalah agama yg asli? sedangkan gw tidak pernah tahu apapun yg ada dalam agama yg lain?karena gw sangat dilarang mempelajari isi atw ciri agama lain?

Mulai dari saat itu,gw memutuskan diri untuk keluar dari SSY dan mencoba mempelajari agama gw skarang (protestan) lebih mendalam,meski masih banyak salahnya

semoga bisa memberikan pencerahan buat kaskuser yg lain
September 27, 2009, 10:15:37 PM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?



GBU.

Apa yang Alkitab Katakan mengenai Allah dan Yesus?
JIKA orang membaca Alkitab dari depan sampai belakang tanpa memiliki gagasan sebelumnya mengenai Tritunggal, apakah mereka dengan sendirinya akan sampai pada konsep tersebut? Sama sekali tidak.
Apa yang dengan sangat jelas akan timbul dalam pikiran seorang pembaca yang netral ialah bahwa Allah saja Yang Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun, dan bahwa Yesus, bahkan dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, juga terpisah dan berbeda, suatu makhluk yang diciptakan, lebih rendah daripada Allah.
Allah Itu Satu, Bukan Tiga
AJARAN Alkitab bahwa Allah itu esa atau satu disebut monoteisme.
Shalom bro....

Kalau begitu pandangan bro,.... apa bedanya dong antara pandangan-pandangan SSY itu dengan pandangan-pandangan ajaran agamawi (agama dunia) yang lain?
Bukankah mereka juga mengatakan hal yang sama tentang Allah? (Allah itu Esa, Monotheis, bukan tiga, Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun dan lain sebagainya?)

Sedangkan, Alkitab sendiri mengatakan dengan tegas bahwa SESUNGGUHNYA DUNIA INI TIDAK MENGENAL ALLAH!?

1Kor. 1:21   Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.
Artinya, dengan semakin pintarnya manusia dunia berfikir tentang Allah, semakin jauh mereka dari pengenalan akan Allah.


Ef. 4:17   Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia



Dan L. L. Paine, profesor sejarah gereja, menyatakan bahwa monoteisme dalam bentuknya yang paling murni tidak mengizinkan adanya Tritunggal: “Perjanjian Lama secara tegas adalah monoteistis. Allah adalah suatu pribadi tunggal. Gagasan bahwa suatu tritunggal dapat ditemukan di dalamnya . . . sama sekali tidak berdasar.”
Apakah ada perubahan dari monoteisme setelah Yesus datang ke bumi? Paine menjawab: “Mengenai hal ini tidak ada pemisah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tradisi monoteistis terus dilanjutkan. Yesus adalah seorang Yahudi, dilatih oleh orang-tua Yahudi dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ajarannya sepenuhnya Yahudi; memang suatu injil baru, namun bukan suatu teologi baru. . . . Dan ia menerima sebagai kepercayaannya sendiri ayat agung dari monoteisme Yahudi: ‘Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah satu Allah’”.
Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: “Dengarlah, Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh.” Dalam tata bahasa dari ayat itu, kata: “esa” tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.
Rasul Kristen Paulus tidak menunjukkan adanya perubahan dalam sifat Allah, bahkan setelah Yesus datang ke bumi. Ia menulis: “Allah adalah satu.”—Galatia 3:20; lihat juga 1 Korintus 8:4-6.
Ribuan kali dalam seluruh Alkitab, Allah disebutkan sebagai satu Pribadi. Bila Ia berfirman, ini adalah sebagai satu Pribadi yang tidak terbagi. Alkitab benar-benar sangat jelas dalam hal ini. Seperti Allah katakan: “Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain.” (Yesaya 42:8) “Akulah Yahweh Allahmu . . . Engkau tidak boleh memiliki allah-allah lain kecuali aku.” (Cetak miring red)—Keluaran 20:2, 3, JB.
Untuk apa semua penulis Alkitab yang diilhami Allah akan berbicara mengenai Allah sebagai satu Pribadi jika Ia sebenarnya adalah tiga Pribadi? Apa gunanya hal itu, selain dari menyesatkan orang? Tentu, jika Allah terdiri dari tiga Pribadi, Ia akan menyuruh para penulis Alkitab-Nya untuk membuat hal itu benar-benar jelas sehingga tidak mungkin ada keraguan mengenai hal itu. Sedikitnya para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen yang mempunyai hubungan pribadi dengan Anak Allah sendiri tentu akan berbuat demikian. Ternyata tidak.
Sebaliknya, apa yang dinyatakan dengan sangat jelas oleh para penulis Alkitab ialah bahwa Allah adalah satu Pribadi—Pribadi yang unik, tidak terbagi-bagi yang tidak setara dengan siapapun juga: “Akulah [Yehuwa] dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.” (Yesaya 45:5) “Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”—Mazmur 83:19.
Jika pengertian kata “esa” (dalam tata bahasa) dari ayat Ul.6:4 tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.... mengapa kemudian Allah disebutkan sebagai satu Pribadi?

Yesus sendiri mengatakan bahwa Bapa dengan diri-Nya adalah satu.

Yoh. 10:30   Aku dan Bapa adalah satu."

Yoh. 17:22   Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:


Bukan Allah yang Jamak
Yesus menyebut Allah “satu-satunya Allah yang benar.” (Yohanes 17:3) Ia tidak pernah menyebut Allah sebagai ilahi yang terdiri dari pribadi-pribadi jamak. Itulah sebabnya dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. Jika tidak, arti kata “mahakuasa” tidak berlaku lagi. Yesus maupun ROH KUDUS tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi. Dalam Kejadian 17:1 Ia berkata: “Akulah Allah Yang Mahakuasa.” Dan Keluaran 18:11 berbunyi: “[Yehuwa] lebih besar dari segala allah.”
Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata ’eloh′ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, ’elo·him′ (allah-allah) dan ’elo·heh′ (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai “Allah.” Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: “Gagasan khayalan bahwa [’elo·him′] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Kejamakan itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.”
The American Journal of Semitic Languages and Literatures mengatakan tentang ’elo·him′: “Ini hampir selalu dijelaskan dengan suatu predikat kata kerja tunggal, dan membutuhkan atribut kata sifat tunggal.” Untuk menggambarkan ini, gelar ’elo·him′ muncul 35 kali secara tersendiri dalam kisah penciptaan, dan setiap kali kata kerja yang menggambarkan apa yang Allah katakan dan lakukan adalah dalam bentuk tunggal. (Kejadian 1:1–2:4) Jadi, publikasi itu menyimpulkan: “[’Elo·him′] agaknya harus dijelaskan sebagai bentuk jamak yang bersifat intensif, yang menyatakan kebesaran dan keagungan.”
’Elo·him′ bukan berarti “pribadi-pribadi,” melainkan “allah-allah.” Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal. Namun hampir semua pendukung Tritunggal menolak pandangan bahwa Tritunggal terdiri dari tiga allah yang terpisah.
Alkitab juga menggunakan kata-kata ’elo·him′ dan ’elo·heh′ bila menyebutkan sejumlah allah-allah berhala yang palsu. (Keluaran 12:12; 20:23) Namun pada kesempatan lain hal itu bisa memaksudkan hanya satu allah palsu, seperti ketika orang-orang Filistin menyebutkan “Dagon, allah mereka [’elo·heh′].” (Hakim 16:23, 24) Baal disebut “allah [’elo·him′].” (1 Raja 18:27) Selain itu, ungkapan ini digunakan untuk manusia. (Mazmur 82:1, 6) Musa diberi tahu bahwa dia akan menjadi “Allah [’elo·him′]” bagi Harun dan bagi Firaun.—Keluaran 4:16; 7:1.
Jelas, menggunakan gelar-gelar ’elo·him′ dan ’elo·heh′ untuk allah-allah palsu, dan bahkan manusia, tidak menyatakan bahwa masing-masing adalah allah-allah yang jamak; demikian juga menerapkan ’elo·him′ atau ’elo·heh′ pada Yehuwa tidak berarti bahwa Ia lebih dari satu Pribadi, terutama bila kita mempertimbangkan bukti dari ayat-ayat lain dalam Alkitab mengenai pokok ini.

Tidak seorangpun yang mengenal Allah.....demikianlah Yesus Kristus mengatakannya  kepada kita.

Luk. 10:22   Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

Tetapi manusia dunia ini begitu sombongnya. Dengan titel dan jabatannya sebagai seorang 'ahli' bahasa dsb, berani menyatakan sesuatu yang pada dasarnya tidak mereka ketahui dengan pasti. Semuanya dibangun oleh asumsi-asumsi pribadi.
Tetapi, yang lebih celakanya lagi adalah kita yang tidak membidangi jabatan itu, malah ikut-ikutan men-support bahkan mempercayai apa perkataan mereka.

Yoh.1:18   Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Jika hanya Yesus saja yang mampu menyatakan Allah; kenapa kita mesti mengutip asumsi-asumsi pribadi banyak orang?
Bukankah dengan demikian telah menggenapi perkataan Yesus yang berikut?:

Luk. 6:39   Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?



Demikian tanggapan saya bro..
GBU.
« Last Edit: September 27, 2009, 10:17:50 PM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 28, 2009, 02:42:21 PM
Reply #104
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 44
  • Gender: Male
  • Hei Problem, I've big Jesus

Disamping itu mereka tdk percaya kesudahan dunia (kiamat), tdk percaya surga bg umat manusia kecuali pd jumlah 144.000 org (dikitab wahyu) dan tidak percaya Alkitab (terutama PB) adalah firman inspirasi Allah/Tuhan.

GBU

Iya...aku dah baca buku saku kuningnya kemarin (tapi baru dikit :char11:)

Mereka MENGHARAPKAN KEHIDUPAN ABADI DIBUMI ini rupanya...bukan di Surga

Sangat aneh...karena Yesus mengatakan akan menyiapkan tempat di RUMAH BAPA, dan kita tahu bahwa Tuhan itu bertahta di Surga.

Dan tentang 144.000 orang Yahudi itu...adalah jumlah yang sedikit...padahal Tuhan Yesus mengatakan BANYAK
Yohanes 14:2   Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.


Yohanes 14:2   Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yesus bilang sama murid-muridnya waktu itu, bukan bilang sama anda, perlu introspeksi diri lagi memangnya hanya sekedar percaya bisa masuk sorga? uenak aja....

Matius 7:21-23
21”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.
22 Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’
23 Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.
 Apa kehendak Yesus?
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan ROH KUDUS, 20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan, lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”
Apakah anda sudah melaksanakannya? Saksi Yehuwa sudah melaksanakan hal ini, menjadikan murid di 235 negeri, dan mereka tergabung dalam persaudaraan yang kuat, saya tunggu di rumah saya jika anda mau mengabar kepada saya....


ada dua orang di sebelah Yesus disalib...
sebelah satunya berkata (kalo ga salah) : jika kamu Anak Allah maka tunjukkan dengan cara kamu bisa lepas dari salib...
dan sebelah : Ingatlah akan aku disaat Kamu jadi Raja... trz Yesus ngblz : Sesungguhnya kamu akan bersama-sama denganku dalam Firdaus....
nah bisa tolong di jelasin bro scotie..
:)
"Jadilah berkat untuk sesama"

"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada seseorang yang memberikan nyawanya kepada sahabatnya"
September 29, 2009, 01:09:49 AM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 762
  • Gender: Male
............


”Tritunggal” Apakah Ada dalam Alkitab?

SEBUAH publikasi Protestan berkata, ”Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab . . . Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.” (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal ”bukanlah . . . secara langsung firman dari Allah”.—New Catholic Encyclopedia.
The Catholic Encyclopedia juga mengomentari, ”Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata τρίας [tri′as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M. . . . Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.”
Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas—A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan, ”Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.”
Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
MESKIPUN kata ”Tritunggal” tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (”Perjanjian Lama”)?
The Encyclopedia of Religion mengakui, ”Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.” Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan, ’Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].”
Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui, ”Perjanjian Lama . . . tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan ROH KUDUS . . . Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian. . . . Bahkan mencari di dalam [”Perjanjian Lama”] kesan-kesan atau gambaran di muka atau ’tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.”—Cetak miring red.
Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (”Perjanjian Baru”) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
The Encyclopedia of Religion mengatakan, ”Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.”
Imam Yesuit Fortman mengatakan, ”Para penulis Perjanjian Baru . . . tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. . . . Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.”
The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”
Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine, ”Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.”
The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan, ”P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. ’Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan ROH KUDUS adalah dari zat yang sama’ [kata teolog Protestan Karl Barth].”
Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan, ”Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal; . . . mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.”—Origin and Evolution of Religion.
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan, ”Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata ’Tritunggal’. Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.”—The Paganism in Our Christianity.
Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.
Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
”Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.”—The New International Dictionary of New Testament Theology.
”Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui . . . ROH KUDUS; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.”—The Paganism in Our Christianity.
”Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai . . . Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.”—Encyclopædia of Religion and Ethics.
”Perumusan ’satu Allah dalam tiga Pribadi’ tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4. . . . Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.”—New Catholic Encyclopedia.

Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea:
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang ”tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara”. Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan ”tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta . . . ingin ia lakukan dan katakan”.
Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan ”Allah yang benar dan satu-satunya”, yang ”lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain”.
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215 M., menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai ”suatu ciptaan” tetapi menyebut Allah sebagai ”Yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar”. Ia mengatakan bahwa sang Anak ”adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa” tetapi tidak setara dengan Dia.
Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata, ”Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.” Ia juga berkata, ”Ada masanya ketika sang Anak tidak ada. . . . Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.”
Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah ”Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua”, ”tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia . . . Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada”, seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa ”sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat . . . dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka”, dan bahwa ”dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.”
Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries, ”Doktrin Tritunggal yang modern dan populer . . . tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan . . . ROH KUDUS, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.”
Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.
[Blurb di hlm. 7]
”Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam satu Keilahian.”—The Triune God



ini menarik!
apakah Scotie bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut atas statements di atas?

misalnya:

  •   link artikel di Catholic Encyclopaedia
  •   judul tulisan para Bapa Gereja Pra-Nicea yg dikutip di atas
  •   juga link2 atas artikel2 yg lainnya


mungkin selanjutnya dapat kita bahas ber-sama2 di sini!
September 29, 2009, 12:37:23 PM
Reply #106
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan,

Memang, namun dari pihak Trinitarian pun juga berdasar Alkitab lho...
Saya tidak sedang berusaha mendebat mengenai kepercayaan Anda, mengingat banyak dari anggota Saksi Yehova yang sangat sopan, dan saya suka dengan orang yang sopan, meskipun kita memiliki banyak perbedaan doktrin. Bahkan saya punya juga Alkitab terjemahan Watchtower sebagai referensi.

Saya hanya sedang mengungkapkan pandangan Gereja universal terhadap Saksi Yehova, itu saja, memang yang jadi perbedaan mendasar di bagian Tritunggal itu, maka Saksi Yehova dianggap sebagai bidat, kalau doktrin lainnya saya kira masih boleh lah diterima sebagai salah satu denominasi Kristen, misalnya: dilarang minum darah & transfusi darah, dilarang hormat bendera, etc. Karena perbedaan yang lain tidak se-krusial perbedaan doktrin tentang Tritunggal.

buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa,

Silahkan kalau Watchtower mau bahas isu dunia yang significant, itu bagus koq, saya juga setuju dengan beberapa traktat dari Watchtower mengenai "larangan menyembah berhala", "saling menolong", etc. Namun tidak pada penjabaran doktrin "ke-Allah-an", itu saja.

karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)

Ya kalau Anda berpikir seperti itu, berarti Kristen yang lainpun juga dipakai Allah karena tidak hilang sejak dulu, kalau dari manusia ya pasti Kristen sudah hilang (Kis 5:38-39) ^_^ nyatanya kami memiliki tingkat persentase tertinggi dalam rata-rata agama yang dianut di dunia.

@silly_bonehead

Saya tidak sedang menyerang lho... saya hanya kemukakan berdasarkan fakta dan data yang relevan, saya suka menjadi pihak netral saja... bukankah yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah para pendamai? Nampaknya Anda juga? ~_^

Best Regard,
Daniel FS
Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan,

Memang, namun dari pihak Trinitarian pun juga berdasar Alkitab lho...
Saya tidak sedang berusaha mendebat mengenai kepercayaan Anda, mengingat banyak dari anggota Saksi Yehova yang sangat sopan, dan saya suka dengan orang yang sopan, meskipun kita memiliki banyak perbedaan doktrin. Bahkan saya punya juga Alkitab terjemahan Watchtower sebagai referensi.

Saya hanya sedang mengungkapkan pandangan Gereja universal terhadap Saksi Yehova, itu saja, memang yang jadi perbedaan mendasar di bagian Tritunggal itu, maka Saksi Yehova dianggap sebagai bidat, kalau doktrin lainnya saya kira masih boleh lah diterima sebagai salah satu denominasi Kristen, misalnya: dilarang minum darah & transfusi darah, dilarang hormat bendera, etc. Karena perbedaan yang lain tidak se-krusial perbedaan doktrin tentang Tritunggal.

buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa,

Silahkan kalau Watchtower mau bahas isu dunia yang significant, itu bagus koq, saya juga setuju dengan beberapa traktat dari Watchtower mengenai "larangan menyembah berhala", "saling menolong", etc. Namun tidak pada penjabaran doktrin "ke-Allah-an", itu saja.

karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)

Ya kalau Anda berpikir seperti itu, berarti Kristen yang lainpun juga dipakai Allah karena tidak hilang sejak dulu, kalau dari manusia ya pasti Kristen sudah hilang (Kis 5:38-39) ^_^ nyatanya kami memiliki tingkat persentase tertinggi dalam rata-rata agama yang dianut di dunia.

@silly_bonehead

Saya tidak sedang menyerang lho... saya hanya kemukakan berdasarkan fakta dan data yang relevan, saya suka menjadi pihak netral saja... bukankah yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah para pendamai? Nampaknya Anda juga? ~_^

Best Regard,
Daniel FS
Jika semua para pemuka agama mempunyai keyakinan seperti anda, maka mereka tidak perlu takut kehilangan domba-dombanya dan tidak perlu memakai hukum dunia ini sebagai senjata melawan SSY. kenyataannya tidak seperti itu, mereka takut domba-domba nya berpindah agama, tidak itu saja bahkan ada juga 'saling tarik menarik' domba diantara pemuka agama, tinggal menunggu waktu saja maka persentasi tinggi yang anda bilang akan lenyap, bukan masuk ke dalam SSY tetapi semangat untuk membaca Alkitab lenyap, karena memang tidak didukung oleh Allah Yehuwa.
Maaf jika ini terlalu mengada-ada tapi memang kenyataan yang harus diterima, jika itu terjadi, ingat kata-kata saya ini, dan cobalah untuk mencari salah satu dari SSY, itu pun jika belum terlambat.
September 29, 2009, 12:40:24 PM
Reply #107
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
............


”Tritunggal” Apakah Ada dalam Alkitab?

SEBUAH publikasi Protestan berkata, ”Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab . . . Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.” (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal ”bukanlah . . . secara langsung firman dari Allah”.—New Catholic Encyclopedia.
The Catholic Encyclopedia juga mengomentari, ”Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata τρίας [tri′as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M. . . . Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.”
Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas—A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan, ”Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.”
Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
MESKIPUN kata ”Tritunggal” tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (”Perjanjian Lama”)?
The Encyclopedia of Religion mengakui, ”Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.” Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan, ’Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].”
Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui, ”Perjanjian Lama . . . tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan ROH KUDUS . . . Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian. . . . Bahkan mencari di dalam [”Perjanjian Lama”] kesan-kesan atau gambaran di muka atau ’tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.”—Cetak miring red.
Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (”Perjanjian Baru”) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
The Encyclopedia of Religion mengatakan, ”Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.”
Imam Yesuit Fortman mengatakan, ”Para penulis Perjanjian Baru . . . tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. . . . Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.”
The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”
Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine, ”Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.”
The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan, ”P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. ’Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan ROH KUDUS adalah dari zat yang sama’ [kata teolog Protestan Karl Barth].”
Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan, ”Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal; . . . mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.”—Origin and Evolution of Religion.
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan, ”Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata ’Tritunggal’. Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.”—The Paganism in Our Christianity.
Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.
Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
”Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.”—The New International Dictionary of New Testament Theology.
”Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui . . . ROH KUDUS; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.”—The Paganism in Our Christianity.
”Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai . . . Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.”—Encyclopædia of Religion and Ethics.
”Perumusan ’satu Allah dalam tiga Pribadi’ tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4. . . . Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.”—New Catholic Encyclopedia.

Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea:
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang ”tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara”. Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan ”tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta . . . ingin ia lakukan dan katakan”.
Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan ”Allah yang benar dan satu-satunya”, yang ”lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain”.
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215 M., menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai ”suatu ciptaan” tetapi menyebut Allah sebagai ”Yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar”. Ia mengatakan bahwa sang Anak ”adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa” tetapi tidak setara dengan Dia.
Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata, ”Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.” Ia juga berkata, ”Ada masanya ketika sang Anak tidak ada. . . . Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.”
Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah ”Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua”, ”tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia . . . Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada”, seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa ”sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat . . . dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka”, dan bahwa ”dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.”
Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries, ”Doktrin Tritunggal yang modern dan populer . . . tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan . . . ROH KUDUS, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.”
Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.
[Blurb di hlm. 7]
”Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam satu Keilahian.”—The Triune God



ini menarik!
apakah Scotie bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut atas statements di atas?

misalnya:

  •   link artikel di Catholic Encyclopaedia
  •   judul tulisan para Bapa Gereja Pra-Nicea yg dikutip di atas
  •   juga link2 atas artikel2 yg lainnya


mungkin selanjutnya dapat kita bahas ber-sama2 di sini!
Jika anda mau, coba selidiki sendiri dan berikan bukti penyelidikan anda kepada saya, buktikan kutipan di atas salah. (mau enaknya aja, cari atuh sendiri)
September 29, 2009, 12:49:26 PM
Reply #108
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181

Disamping itu mereka tdk percaya kesudahan dunia (kiamat), tdk percaya surga bg umat manusia kecuali pd jumlah 144.000 org (dikitab wahyu) dan tidak percaya Alkitab (terutama PB) adalah firman inspirasi Allah/Tuhan.

GBU

Iya...aku dah baca buku saku kuningnya kemarin (tapi baru dikit :char11:)

Mereka MENGHARAPKAN KEHIDUPAN ABADI DIBUMI ini rupanya...bukan di Surga

Sangat aneh...karena Yesus mengatakan akan menyiapkan tempat di RUMAH BAPA, dan kita tahu bahwa Tuhan itu bertahta di Surga.

Dan tentang 144.000 orang Yahudi itu...adalah jumlah yang sedikit...padahal Tuhan Yesus mengatakan BANYAK
Yohanes 14:2   Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.


Yohanes 14:2   Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yesus bilang sama murid-muridnya waktu itu, bukan bilang sama anda, perlu introspeksi diri lagi memangnya hanya sekedar percaya bisa masuk sorga? uenak aja....

Matius 7:21-23
21”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.
22 Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’
23 Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.
 Apa kehendak Yesus?
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan ROH KUDUS, 20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan, lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”
Apakah anda sudah melaksanakannya? Saksi Yehuwa sudah melaksanakan hal ini, menjadikan murid di 235 negeri, dan mereka tergabung dalam persaudaraan yang kuat, saya tunggu di rumah saya jika anda mau mengabar kepada saya....


ada dua orang di sebelah Yesus disalib...
sebelah satunya berkata (kalo ga salah) : jika kamu Anak Allah maka tunjukkan dengan cara kamu bisa lepas dari salib...
dan sebelah : Ingatlah akan aku disaat Kamu jadi Raja... trz Yesus ngblz : Sesungguhnya kamu akan bersama-sama denganku dalam Firdaus....
nah bisa tolong di jelasin bro scotie..
:)

Lukas 23:43 - Dan dia mengatakan kepadanya, ”Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus.”
Hanya perbedaan koma aja koq, karena ejaan aslinya tidak ada tanda baca, yang benar terjemahannya yang seperti di atas.

Jika pada waktu itu Yesus langsung membawa penjahat td ke SURGA bagaimana dengan penjelasan bahwa Yesus tidur dalam kematian selama 3 hari?

September 29, 2009, 01:01:55 PM
Reply #109
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan,

Memang, namun dari pihak Trinitarian pun juga berdasar Alkitab lho...
Saya tidak sedang berusaha mendebat mengenai kepercayaan Anda, mengingat banyak dari anggota Saksi Yehova yang sangat sopan, dan saya suka dengan orang yang sopan, meskipun kita memiliki banyak perbedaan doktrin. Bahkan saya punya juga Alkitab terjemahan Watchtower sebagai referensi.

Saya hanya sedang mengungkapkan pandangan Gereja universal terhadap Saksi Yehova, itu saja, memang yang jadi perbedaan mendasar di bagian Tritunggal itu, maka Saksi Yehova dianggap sebagai bidat, kalau doktrin lainnya saya kira masih boleh lah diterima sebagai salah satu denominasi Kristen, misalnya: dilarang minum darah & transfusi darah, dilarang hormat bendera, etc. Karena perbedaan yang lain tidak se-krusial perbedaan doktrin tentang Tritunggal.

buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa,

Silahkan kalau Watchtower mau bahas isu dunia yang significant, itu bagus koq, saya juga setuju dengan beberapa traktat dari Watchtower mengenai "larangan menyembah berhala", "saling menolong", etc. Namun tidak pada penjabaran doktrin "ke-Allah-an", itu saja.

karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)

Ya kalau Anda berpikir seperti itu, berarti Kristen yang lainpun juga dipakai Allah karena tidak hilang sejak dulu, kalau dari manusia ya pasti Kristen sudah hilang (Kis 5:38-39) ^_^ nyatanya kami memiliki tingkat persentase tertinggi dalam rata-rata agama yang dianut di dunia.

@silly_bonehead

Saya tidak sedang menyerang lho... saya hanya kemukakan berdasarkan fakta dan data yang relevan, saya suka menjadi pihak netral saja... bukankah yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah para pendamai? Nampaknya Anda juga? ~_^

Best Regard,
Daniel FS
Beda jauh bro Daniel, ingat demiurgos dalam Kristen Gnostik itu dipandang sebagai sesuatu yang tidak sempurna dan jahat. Yesus Kristus dalam Saksi Yehuwa tentu tidak dipandang demikian. Saksi Yehuwa hanya menolak kesatuan, kesetaraan, dan satu substansi antara Yesus dengan YHVH yang dirumuskan konsili Niceae (pandangan Trinitas Orthodoks).

Perasaan tadi saya ketik kata "mirip" lho? ^_^ , mirip ya ndak sama, memang demi-urgos tidak sama persis dengan prinsip ke-malaikatan Yesus Kristus yang dianut Saksi Yehova, kalau sama berarti masuk aja ke Kristen Gnostik? Aliansi mungkin? Hahaha, tentunya tidak, yang saya maksudkan adalah kesamaan dalam hal hierarki Ilahi, bahwa ada Allah sejati, dan allah yang lebih kecil (bukan mengacu pada sifat baik/jahatnya seperti di Gnostik).

Dua abad sebelum konsili Niceae, Bapa Gereja Justin Martyr yang kita pandang Orthodoks pun memiliki pandangan tentang keilahian Yesus yang mirip dengan Saksi Yehuwa ini: Logos sebagai TUHAN yang terpisah dari Bapa (YHVH). Kadang saya bertanya, mengapa Justin Martyr tetap dipandang Orthodoks, sedangkan Arius, Nestorius, dan para penolak Trinitas Orthodoks lain, seperti Saksi Yehuwa menjadi bidat?

Yeah, namun saya kira penggolongan bidat/tidaknya tergantung dari "apakah Yesus Kristus diakui setara dengan Allah", boleh diakui terpisah dari Allah namun harus setara (atau menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah sendiri) dengan Allah. Detailnya nanti saya pelajari Sejarah Gereja lagi ^_^

Kristen Gnostik justru bertolak belakang dengan Saksi Yehuwa. Bagi Kristen Gnostik, YHVH adalah demiurgos, seorang pencipta yang "jahat". Kedatangan Yesus justru untuk membebaskan manusia dari demiurge ini, supaya roh manusia dapat kembali ke Bapa, TUHAN yang sesungguhnya. Bagaimana caranya? Hanya dengan "pengetahuan" tentang TUHAN yang sesungguhnya, manusia dapat keluar dari "ignorance" yang disebabkan oleh demiurgos tersebut.

Sudah dijawab, saya tidak menyamakan persis melainkan hanya mengambil analogi maksud sistem hierarki Ilahinya.

Saya tidak tahu detil kosmologi Saksi Yehuwa. Apakah sama dengan kosmologi Bapa Gereja Agustinus bahwa semua "misery" timbul karena dosa yang dibawa setiap manusia sebagai akibat ketidaktaatan Adam? Apakah Saksi Yehuwa sama dengan mainstream Kristen bahwa Yesus Kristus melakukan penebusan dosa sehingga manusia dapat dibenarkan dan memperoleh kemuliaan?

N.B. Istilah "Orthodoks" bukan berarti konservatif/kuno, melainkan yang diterima dan "well established".

Silahkan dijawab, ahli dari Saksi Yehova...

Best Regard,

Maaf jangan bilang "ahli dari saksi Yehova" karena semua kita belajar dan di SSY tidak ada yang ahli yang ada matang secara rohani.
Yesus Kristus melakukan penebusan dosa sehingga manusia dapat dibenarkan dan memperoleh kemuliaan? Jawaban nya YA!

Daniel FS

Maaf jangan bilang "ahli dari saksi Yehova" karena semua kita belajar dan di SSY tidak ada yang ahli, SSY juga masih belajar sampai sekarang.
Yesus Kristus melakukan penebusan dosa sehingga manusia dapat dibenarkan dan memperoleh kemuliaan? Jawaban nya YA!
sedikit tambahan :
TEBUSAN adalah Harga yang dibayarkan untuk membeli kembali atau membebaskan dari suatu kewajiban atau keadaan yang tidak diinginkan. Gagasan dasar ”tebusan” adalah harga yang menutup (seperti pembayaran untuk menutup kerugian atau untuk memenuhi keadilan), sedangkan ”penebusan” menandaskan pembebasan sebagai hasil tebusan yang dibayarkan. Harga tebusan yang paling penting ialah darah Yesus Kristus yang dicurahkan, yang memungkinkan keturunan Adam dibebaskan dari dosa dan kematian.
Peranan Kristus Yesus sebagai Penebus.
Informasi di atas membubuh dasar untuk memahami tebusan yang disediakan untuk umat manusia melalui Putra Allah, Kristus Yesus. Kebutuhan umat manusia akan tebusan muncul karena adanya pemberontakan di Eden. Adam menjual dirinya untuk melakukan kejahatan demi kesenangan yang mementingkan diri untuk tetap hidup bersama istrinya, yang telah menjadi pelanggar yang berdosa; akibatnya, Adam juga menjadi orang yang terkutuk di hadapan Allah, seperti istrinya. Dengan cara itu, ia menjual dirinya dan keturunannya sebagai budak dosa dan kematian, yaitu harga yang dituntut oleh keadilan Allah. (Rm 5:12-19; bdk. Rm 7:14-25.) Karena memiliki kesempurnaan sebagai manusia, Adam, dan juga semua keturunannya, kehilangan milik yang berharga ini.
Hukum, yang berisi ”bayangan dari perkara-perkara baik yang akan datang”, menetapkan korban-korban binatang sebagai penutup dosa. Tetapi korban-korban itu hanya penutup simbolis, karena binatang lebih rendah daripada manusia; jadi, sebagaimana ditunjukkan oleh sang rasul, ”tidak mungkin darah lembu jantan dan darah kambing [benar-benar] menyingkirkan dosa”. (Ibr 10:1-4) Korban binatang simbolis itu harus tanpa cacat, dari jenis yang sempurna. (Im 22:21) Karena itu, korban tebusan yang sesungguhnya, yaitu manusia yang benar-benar dapat menyingkirkan dosa, juga harus sempurna, tidak bercacat. Ia harus sepadan dengan Adam yang sempurna dan memiliki kesempurnaan manusia, agar ia dapat membayar harga penebusan yang akan membebaskan keturunan Adam dari utang, cacat, dan perbudakan, akibat dijual oleh bapak mereka yang pertama, Adam. (Bdk. Rm 7:14; Mz 51:5.) Hanya dengan cara itu ia dapat memenuhi keadilan sempurna Allah yang menuntut ’jiwa ganti jiwa’.—Kel 21:23-25; Ul 19:21.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)