Author Topic: Awas PenyesataN SAKSI YEHUWA!!!  (Read 124560 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2009, 12:57:44 AM
Reply #80
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2521
  • Gender: Male
  • Don't worry, be happy....

Yohanes 14:2   Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yesus bilang sama murid-muridnya waktu itu, bukan bilang sama anda, perlu introspeksi diri lagi memangnya hanya sekedar percaya bisa masuk sorga? uenak aja....


Kalau cuma untuk murid Tuhan Yesus, untuk apa Dia mengatakan banyak?
Kira2 berapa jumlahnya kalau Tuhan mengatakan banyak?
Orang satu hari saja bagi Tuhan serasa seribu tahun bagi manusia kok :D
Orang cuma lima roti dan dua ikan (SANGAT TIDAK BANYAK) bisa membuat orang ribuan kenyang kok.
Apa lagi kalau Tuhan bilang banyak???......pasti sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat banyak :happy0025:

Yohanes 20:29   Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Aku rasa bro scotie tahu apa maksud dari kata [b]BERBAHAGILAH[/b]....uenak toh?


Matius 7:21-23
21”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.
22 Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’
23 Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.
 Apa kehendak Yesus?
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan ROH KUDUS, 20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan, lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”
Apakah anda sudah melaksanakannya? Saksi Yehuwa sudah melaksanakan hal ini, menjadikan murid di 235 negeri, dan mereka tergabung dalam persaudaraan yang kuat, saya tunggu di rumah saya jika anda mau mengabar kepada saya....


Menurut bro scotie, sistim apakah yang akan ditutup?
Apakah anda tahu ayat ini?
Lukas 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Kalau langit dan bumi akan berlalu...bisa kah anda hidup disitu selama-lamanya?

JANGAN PERNAH MENYERAH, SAHABATKU
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL, ASAL TAHU CARANYA
September 27, 2009, 02:24:51 AM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male

Hos. 4:6   Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah (Apakah kalian mengenal Allah? Siapa Namanya? Apa maksud Tujuannya bagi bumi? Bagaimana pemerintahannya? Sifat-sifat apa saja yang menonjol? Apa yang Dia inginkan dari kita?); karena engkaulah yang menolak pengenalan itu (Pengenalan akan hal apa?) maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu (Apa pengajaran dari Allah?, Apakah sudah di praktekan dalam kehidupan Kalian? Bagaimana dengan persatuan kalian?), maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Apakah kalian mengenal Allah?

Siapa Namanya?

Apa maksud Tujuannya bagi bumi?

Bagaimana pemerintahannya?

Apa yang Dia inginkan dari kita?
Bro scotie.. jelaskan dunk maksud pertanyaan kamu itu apa?


Hos. 5:4   Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka,(Apa yang dimaksud dengan ROH PERZINAHAN?) dan mereka tidak mengenal TUHAN.(
Yang dimaksud dengan roh perzinahan pada ayat di atas adalah spirit-spirit/pandangan-pandangan duniawi.


Hos. 13:4   Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah (allah nya kok huruf kecil?) kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.[/i]
Kenapa dengan huruf kecil?

Karena allah dalam kalimat tersebut dimaksud-artikan sebagai berhala (sesuatu yang dijadikan sesembahan).... makanya 'A' nya pakai huruf kecil 'a'

1Yoh. 5:20   Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah (Yang disebutkan "Anak Allah" jika memang dia adalah Allah mengapa tidak disebutkan "ALLAH"?) telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.(Jika memang Allah suatu "TRITUNGGAL" mengapa ROH KUDUS tidak disebutkan di ayat ini dan juga Allah punya nama, Anak Allah punya nama mengapa ROH KUDUS tidak diberikan nama?)

GBU
Yang disebutkan "Anak Allah" jika memang dia adalah Allah mengapa tidak disebutkan "ALLAH"?

Bukankah pada bagian akhir dari kalimat Firman Tuhan di atas sudah menjawab pertanyaan kamu?
Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Jika memang Allah suatu "TRITUNGGAL" mengapa ROH KUDUS tidak disebutkan di ayat ini dan juga Allah punya nama, Anak Allah punya nama mengapa ROH KUDUS tidak diberikan nama?

Allah bukanlah Tritunggal....dan Tritunggal bukanlah Allah.

Tritunggal hanyalah sebuah KONSEP pengenalan akan Allah.


Gimana bro scotie....? tolong direspons ya?




GBU
« Last Edit: September 27, 2009, 02:26:27 AM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 27, 2009, 05:06:15 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
perlu introspeksi diri lagi memangnya hanya sekedar percaya bisa masuk sorga? uenak aja....

Matius 7:21-23
21”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.
22 Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’
23 Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.
Memang benar bro bahwa yang namanya 'percaya' itu tidak boleh hanya sampai pada batasan sekedar percaya saja.... melainkan harus sempurna dalam konteks pengertian yang benar.... :afro:

Mrk. 16:16   Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


Nah,.. untuk orang2 yang tidak mau dibaptis itulah konteks Matius 7:21-23 ditujukan.... sebab mereka itu hanya pengguna Nama Yesus untuk bernubuat, mengusir setan dan untuk melakukan bermacam-macam keajaiban tanpa mau menyerahkan dirinya untuk dibaptiskan. Mereka itulah yang ditegor keras oleh Yesus..... bukan untuk orang2 yang sudah dibaptis.

Keadaan itu dapat kita ketahui dari informasi Injil berikut ini:

Luk. 9:38-39   
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.




Apa kehendak Yesus?
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan ROH KUDUS, 20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan, lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”

Apakah anda sudah melaksanakannya? Saksi Yehuwa sudah melaksanakan hal ini, menjadikan murid di 235 negeri, dan mereka tergabung dalam persaudaraan yang kuat, saya tunggu di rumah saya jika anda mau mengabar kepada saya....

Tapi bro, kalau pemasyuran Injil yang bro lakukan itu salah, maka bukan cuma sia-sia saja pekerjaan bro... tetapi bro akan lebih celaka lagi.

Kehendak Yesus sendiri berasal dari kehendak Bapa.

Yoh. 6:38   Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Sedangkan kehendak Bapa adalah agar kita percaya kepada Yesus.
Yoh. 6:40   Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Mungkin disinilah kita berbeda pengertian tentang siapa Yesus yang dikendaki Bapa untuk kita percayai.
Yesus sendiri telah memberitahukan kepada kita, bahwa Ia dijadikan Bapa sebagai Tuhan dan Allah bagi kita (manusia).
Hal itu dapat terlihat dari ucapan Yesus ketika Dia menjelaskan sesuatu yang akan menimpa-Nya di kemudian hari (yaitu kematian dan kebangkitan-Nya).

Yohanes 10: 17-18
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Artinya, Kematian dan Kebangkitan Yesus merupakan 'cetak-biru' perwujudan-Nya sebagai Tuhan dan Allah bagi kita (manusia).... Itulah tugas yang diterima-Nya dari Bapa.
Sebab tidak mungkin jika Yesus hanya seorang manusia biasa saja bisa dengan kehendak-Nya sendiri memberikan nyawa-Nya, kemudian mengambilnya (nyawa-Nya) kembali dengan "sekehendaknya" selain dari pada Tuhan, Allah itu sendiri.

Pengertian seperti itu bukan hanya pengertian orang2 Kristen semata, melainkan diteguhkan oleh pengertian para murid Kristus, salah satunya Yohanes yang menyatakan hikmat-Nya sbb:

1Yoh. 5:20   Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.





Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
GBU.
« Last Edit: September 27, 2009, 03:22:01 PM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 27, 2009, 05:42:40 PM
Reply #83
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181

Hos. 4:6   Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah (Apakah kalian mengenal Allah? Siapa Namanya? Apa maksud Tujuannya bagi bumi? Bagaimana pemerintahannya? Sifat-sifat apa saja yang menonjol? Apa yang Dia inginkan dari kita?); karena engkaulah yang menolak pengenalan itu (Pengenalan akan hal apa?) maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu (Apa pengajaran dari Allah?, Apakah sudah di praktekan dalam kehidupan Kalian? Bagaimana dengan persatuan kalian?), maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Apakah kalian mengenal Allah?

Siapa Namanya?

Apa maksud Tujuannya bagi bumi?

Bagaimana pemerintahannya?

Apa yang Dia inginkan dari kita?
Bro scotie.. jelaskan dunk maksud pertanyaan kamu itu apa?


Hos. 5:4   Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka,(Apa yang dimaksud dengan ROH PERZINAHAN?) dan mereka tidak mengenal TUHAN.(
Yang dimaksud dengan roh perzinahan pada ayat di atas adalah spirit-spirit/pandangan-pandangan duniawi.


Hos. 13:4   Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah (allah nya kok huruf kecil?) kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.[/i]
Kenapa dengan huruf kecil?

Karena allah dalam kalimat tersebut dimaksud-artikan sebagai berhala (sesuatu yang dijadikan sesembahan).... makanya 'A' nya pakai huruf kecil 'a'

Liat donk konteks nya mengarah kepada Allah, bukan kepada berhala, "tidak mengenal allah kecuali Aku" lihat aja A nya gede, khan yang bicara Allah bukan berhala.

1Yoh. 5:20   Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah (Yang disebutkan "Anak Allah" jika memang dia adalah Allah mengapa tidak disebutkan "ALLAH"?) telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.(Jika memang Allah suatu "TRITUNGGAL" mengapa ROH KUDUS tidak disebutkan di ayat ini dan juga Allah punya nama, Anak Allah punya nama mengapa ROH KUDUS tidak diberikan nama?)

GBU
Yang disebutkan "Anak Allah" jika memang dia adalah Allah mengapa tidak disebutkan "ALLAH"?

Bukankah pada bagian akhir dari kalimat Firman Tuhan di atas sudah menjawab pertanyaan kamu?
Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Jika memang Allah suatu "TRITUNGGAL" mengapa ROH KUDUS tidak disebutkan di ayat ini dan juga Allah punya nama, Anak Allah punya nama mengapa ROH KUDUS tidak diberikan nama?

Allah bukanlah Tritunggal....dan Tritunggal bukanlah Allah.

Tritunggal hanyalah sebuah KONSEP pengenalan akan Allah.


Gimana bro scotie....? tolong direspons ya?




GBU

Konsep dari manusia? sama aja doktrin donk, pengajaran manusia, jika memang tidak ada di Alkitab mengapa bisa dikonsep seperti itu? saya tau jawabannya :
Apakah Itu Benar-Benar Ajaran Alkitab?
ANDAIKAN Tritunggal itu benar, hal itu seharusnya disampaikan dengan jelas dan konsisten dalam Alkitab. Mengapa? Karena, seperti ditegaskan para rasul, Alkitab adalah penyingkapan Allah mengenai diri-Nya kepada umat manusia. Dan karena kita perlu mengenal Allah agar dapat menyembah Dia dengan sepatutnya, Alkitab harus jelas dalam memberi tahu kita siapa Ia sebenarnya.
Orang-orang beriman pada abad pertama menerima Alkitab sebagai penyingkapan Allah yang otentik. Itu menjadi dasar kepercayaan mereka, wewenang yang mutlak. Misalnya, ketika rasul Paulus mengabar kepada orang-orang di kota Berea, ”mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.”—Kisah 17:10, 11.
Apa yang digunakan oleh pria-pria Allah yang terkemuka di kala itu sebagai wewenang mereka? Kisah 17:2, 3 (BIS) memberi tahu kita, ”Paulus seperti biasa . . . bertukar pikiran dengan orang-orang di situ mengenai ayat-ayat Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat Alkitab ia menjelaskan dan membuktikan.”
Yesus sendiri memberikan teladan dalam menggunakan Alkitab sebagai dasar ajarannya, dengan berulang kali mengatakan, ”Ada tertulis.” ”Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci.”—Matius 4:4, 7; Lukas 24:27.
Jadi, Yesus, Paulus, dan orang-orang beriman pada abad pertama menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka. Mereka mengetahui bahwa ”semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah. Dengan Alkitab itu orang yang melayani Allah dapat dilengkapi dengan sempurna untuk segala macam pekerjaan yang baik”.—2 Timotius 3:16, 17, BIS; lihat juga 1 Korintus 4:6; 1 Tesalonika 2:13; 2 Petrus 1:20, 21.
Karena Alkitab dapat ”membetulkan yang salah”, ia seharusnya dengan jelas menyingkapkan keterangan mengenai masalah Tritunggal yang kata orang merupakan doktrin dasar. Namun apakah para teolog dan sejarawan sendiri mengatakan bahwa hal itu benar-benar merupakan ajaran Alkitab?
”Tritunggal” Apakah Ada dalam Alkitab?
SEBUAH publikasi Protestan berkata, ”Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab . . . Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.” (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal ”bukanlah . . . secara langsung firman dari Allah”.—New Catholic Encyclopedia.
The Catholic Encyclopedia juga mengomentari, ”Dalam Alkitab belum terdapat satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Ilahi tersebut secara bersama. Kata τρίας [tri′as] (asal kata dari trinitas bahasa Latin) mula-mula ditemukan dalam [tulisan] Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M. . . . Tidak lama kemudian itu muncul dalam bentuk Latinnya trinitas dalam [tulisan] Tertullian.”
Namun, hal ini sendiri tidak membuktikan bahwa Tertullian mengajarkan Tritunggal. Karya tulis Katolik Trinitas—A Theological Encyclopedia of the Holy Trinity misalnya, menyatakan bahwa beberapa dari kata-kata Tertullian belakangan digunakan oleh orang-orang lain untuk menjelaskan Tritunggal. Kemudian ia memperingatkan, ”Tetapi kesimpulan yang tergesa-gesa tidak dapat diambil hanya berdasarkan pemakaian, karena ia tidak menerapkan kata-kata tersebut untuk teologi Tritunggal.”
Bukti dari Kitab-Kitab Ibrani
MESKIPUN kata ”Tritunggal” tidak dapat ditemukan dalam Alkitab, apakah setidak-tidaknya gagasan tentang Tritunggal dengan jelas diajarkan di dalamnya? Sebagai contoh, apa yang ditunjukkan oleh Kitab-Kitab Ibrani (”Perjanjian Lama”)?
The Encyclopedia of Religion mengakui, ”Para teolog dewasa ini setuju bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat doktrin tentang Tritunggal.” Dan New Catholic Encyclopedia juga mengatakan, ’Doktrin Tritunggal Kudus tidak diajarkan dalam P[erjanjian] L[ama].”
Demikian pula, dalam bukunya The Triune God, imam Yesuit Edmund Fortman mengakui, ”Perjanjian Lama . . . tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu kepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan ROH KUDUS . . . Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam Keilahian. . . . Bahkan mencari di dalam [”Perjanjian Lama”] kesan-kesan atau gambaran di muka atau ’tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci.”—Cetak miring red.
Penyelidikan dalam Kitab-Kitab Ibrani itu sendiri akan membuktikan komentar-komentar ini. Jadi, tidak ada ajaran yang jelas mengenai Tritunggal dalam 39 buku pertama dari Alkitab yang membentuk kanon yang asli dari Kitab-Kitab Ibrani yang terilham.
Bukti dari Kitab-Kitab Yunani
MAKA, apakah Kitab-Kitab Yunani Kristen (”Perjanjian Baru”) dengan jelas berbicara tentang suatu Tritunggal?
The Encyclopedia of Religion mengatakan, ”Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal.”
Imam Yesuit Fortman mengatakan, ”Para penulis Perjanjian Baru . . . tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. . . . Di mana pun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam Keilahian yang sama.”
The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”
Bernhard Lohse mengatakan dalam A Short History of Christian Doctrine, ”Sejauh itu menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual.”
The New International Dictionary of New Testament Theology juga mengatakan, ”P[erjanjian] B[aru] tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan. ’Alkitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan ROH KUDUS adalah dari zat yang sama’ [kata teolog Protestan Karl Barth].”
Profesor E. Washburn Hopkins dari Universitas Yale meneguhkan, ”Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal; . . . mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu.”—Origin and Evolution of Religion.
Sejarawan Arthur Weigall menyatakan, ”Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan di manapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata ’Tritunggal’. Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuhan kita.”—The Paganism in Our Christianity.
Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal.
Apakah Diajarkan oleh Orang-Orang Kristen yang Mula-Mula?
APAKAH orang-orang Kristen yang mula-mula mengajarkan Tritunggal? Perhatikan komentar-komentar berikut dari para sejarawan dan teolog:
”Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo.”—The New International Dictionary of New Testament Theology.
”Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan [Tritunggal] kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui . . . ROH KUDUS; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam Satu.”—The Paganism in Our Christianity.
”Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai . . . Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam P[erjanjian] B[aru] dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.”—Encyclopædia of Religion and Ethics.
”Perumusan ’satu Allah dalam tiga Pribadi’ tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4. . . . Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.”—New Catholic Encyclopedia.
Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.
Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang ”tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara”. Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan ”tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta . . . ingin ia lakukan dan katakan”.
Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan ”Allah yang benar dan satu-satunya”, yang ”lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain”.
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215 M., menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai ”suatu ciptaan” tetapi menyebut Allah sebagai ”Yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar”. Ia mengatakan bahwa sang Anak ”adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa” tetapi tidak setara dengan Dia.
Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata, ”Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.” Ia juga berkata, ”Ada masanya ketika sang Anak tidak ada. . . . Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.”
Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah ”Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua”, ”tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia . . . Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada”, seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.
Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa ”sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat . . . dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka”, dan bahwa ”dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.”
Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries, ”Doktrin Tritunggal yang modern dan populer . . . tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan . . . ROH KUDUS, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.”
Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.
[Blurb di hlm. 7]
”Tidak ada bukti bahwa penulis tulisan suci manapun bahkan menduga adanya suatu [Tritunggal] di dalam satu Keilahian.”—The Triune God


September 27, 2009, 05:59:00 PM
Reply #84
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
perlu introspeksi diri lagi memangnya hanya sekedar percaya bisa masuk sorga? uenak aja....

Matius 7:21-23
21”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.
22 Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’
23 Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.
Memang benar bro bahwa yang namanya 'percaya' itu tidak boleh hanya sampai pada batasan sekedar percaya saja.... melainkan harus sempurna dalam konteks pengertian yang benar.... :afro:

Mrk. 16:16   Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


Nah,.. untuk orang2 yang tidak mau dibaptis itulah konteks Matius 7:21-23 ditujukan.... sebab mereka itu hanya pengguna Nama Yesus untuk bernubuat, mengusir setan dan untuk melakukan bermacam-macam keajaiban tanpa mau menyerahkan dirinya untuk dibaptiskan. Mereka itulah yang ditegor keras oleh Yesus..... bukan untuk orang2 yang sudah dibaptis.

Keadaan itu dapat kita ketahui dari informasi Injil berikut ini:

Luk. 9:38-39   
Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.


Yang ini pake Alkitab apa ya bro, w cari ngga ketemu ayatnya? jangan cepet2 bro ntar salah lagi.....


Apa kehendak Yesus?
Matius 28:19
19 Karena itu pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan ROH KUDUS, 20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”

Apakah anda sudah melaksanakannya? Saksi Yehuwa sudah melaksanakan hal ini, menjadikan murid di 235 negeri, dan mereka tergabung dalam persaudaraan yang kuat, saya tunggu di rumah saya jika anda mau mengabar kepada saya....

Tapi bro, kalau pemasyuran Injil yang bro lakukan itu salah, maka bukan cuma sia-sia saja pekerjaan bro... tetapi bro akan lebih celaka lagi. (Bro Saksi Yehuwa sudah melakukannya dari dulu sampai sekarang, jika Bro katakan salah berarti ayat ini salah donk, coba bro liat kata2 terakhir, Yesus menyertai sampai penutup sistem ini, nah bagaimana? apa perintah itu mau dihapus?)

Kehendak Yesus sendiri berasal dari kehendak Bapa.

Yoh. 6:38   Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Sedangkan kehendak Bapa adalah agar kita percaya kepada Yesus.
Yoh. 6:40   Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Mungkin disinilah kita berbeda pengertian tentang siapa Yesus yang dikendaki Bapa untuk kita percayai.
Yesus sendiri telah memberitahukan kepada kita, bahwa Ia dijadikan Bapa sebagai Tuhan dan Allah bagi kita (manusia).
Hal itu dapat terlihat dari ucapan Yesus ketika Dia menjelaskan sesuatu yang akan menimpa-Nya di kemudian hari (yaitu kematian dan kebangkitan-Nya).
Bro itu maksudnya kita harus percaya kepada Yesus, nah bagi yang sudah percaya mereka harus menjalankan perintah Yesus, bukannya dibalik-balik.....
Yohanes 10: 17-18
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Artinya, Kematian dan Kebangkitan Yesus merupakan 'cetak-biru' perwujudan-Nya sebagai Tuhan dan Allah bagi kita (manusia).... Itulah tugas yang diterima-Nya dari Bapa. (Tugas? kalo dia ditugasi artinya lebih rendah donk dari Bapanya? Kalo tidak bagaimana dia menugasi diri sendiri?)
Sebab tidak mungkin jika Yesus hanya seorang manusia biasa saja bisa dengan kehendak-Nya sendiri memberikan nyawa-Nya, kemudian mengambilnya (nyawa-Nya) kembali dengan "sekehendaknya" selain dari pada Tuhan, Allah itu sendiri.

Pengertian seperti itu bukan hanya pengertian orang2 Kristen semata, melainkan diteguhkan oleh pengertian para murid Kristus, salah satunya Yohanes yang menyatakan hikmat-Nya sbb:

1Yoh. 5:20   Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. (sekali lagi disebutkan Anak-Nya, bagaimana?) (Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.





Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
GBU.
September 27, 2009, 06:09:25 PM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?



GBU.
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 27, 2009, 06:25:40 PM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?

GBU.

Inilah yang membuat Saksi Yehova dinyatakan bidat oleh mayoritas denominasi Kristen, karena:
1) Bapa adalah Allah yang sesungguhnya, lebih besar dari Yesus Kristus, nama Bapa diyakini berasal dari Tetragrammaton Ibrani YHWH (Yahweh/Yehova).
2) Yesus Kristus bukanlah Allah yang sejati, melainkan "allah" (dengan "a" kecil, mirip dengan konsep demi-urgos Gnostik), Yesus Kristus sejatinya adalah Malaikat Michael.
3) ROH KUDUS bukanlah Allah, melainkan bentuk kuasa Ilahi.

Best Regard,
Daniel FS
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
September 27, 2009, 06:35:58 PM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?

GBU.

Inilah yang membuat Saksi Yehova dinyatakan bidat oleh mayoritas denominasi Kristen, karena:
1) Bapa adalah Allah yang sesungguhnya, lebih besar dari Yesus Kristus, nama Bapa diyakini berasal dari Tetragrammaton Ibrani YHWH (Yahweh/Yehova).
2) Yesus Kristus bukanlah Allah yang sejati, melainkan "allah" (dengan "a" kecil, mirip dengan konsep demi-urgos Gnostik), Yesus Kristus sejatinya adalah Malaikat Michael.
3) ROH KUDUS bukanlah Allah, melainkan bentuk kuasa Ilahi.

Best Regard,
Daniel FS
Tks, bro...


to: scotie
Benarkah demikian bro?



GBU
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 27, 2009, 06:41:24 PM
Reply #88
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
Inilah yang membuat Saksi Yehova dinyatakan bidat oleh mayoritas denominasi Kristen, karena:
1) Bapa adalah Allah yang sesungguhnya, lebih besar dari Yesus Kristus, nama Bapa diyakini berasal dari Tetragrammaton Ibrani YHWH (Yahweh/Yehova).
2) Yesus Kristus bukanlah Allah yang sejati, melainkan "allah" (dengan "a" kecil, mirip dengan konsep demi-urgos Gnostik), Yesus Kristus sejatinya adalah Malaikat Michael.
3) ROH KUDUS

Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan, buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa, karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)
 
September 27, 2009, 06:45:08 PM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 603
  • Gender: Male
  • nguk.. nguk..
@ semua : tolong dijawabnya jgn dengan menyerang ya..
The Silly Bonehead
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)