Author Topic: Awas PenyesataN SAKSI YEHUWA!!!  (Read 124555 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2009, 06:47:16 PM
Reply #90
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?

GBU.

Inilah yang membuat Saksi Yehova dinyatakan bidat oleh mayoritas denominasi Kristen, karena:
1) Bapa adalah Allah yang sesungguhnya, lebih besar dari Yesus Kristus, nama Bapa diyakini berasal dari Tetragrammaton Ibrani YHWH (Yahweh/Yehova).
2) Yesus Kristus bukanlah Allah yang sejati, melainkan "allah" (dengan "a" kecil, mirip dengan konsep demi-urgos Gnostik), Yesus Kristus sejatinya adalah Malaikat Michael.
3) ROH KUDUS bukanlah Allah, melainkan bentuk kuasa Ilahi.

Best Regard,
Daniel FS
Tks, bro...


to: scotie
Benarkah demikian bro?



GBU

Kalo tidak benar masa Saksi semakin bertambah? sudah 6 juta an loh di 235 negeri dengan pelajaran dan pengajaran yang sama, di ajar TANPA MINTA BAYARAN dan dengan rela memberikan dinas suci kepada Allah TANPA DIGAJI bahkan buku pun tidak bayar, berbeda dengan yang lainnya, memberikan informasi Alkitab MINTA BAYARAN (walalu tidak secara langsung) bahkan menjual bukunya, ini bisnis atau rohani? coba pikirkan hal itu.....
September 27, 2009, 06:53:05 PM
Reply #91
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 181
Shalom bro scotie..

Jadi, menurut pandangan SSY sendiri mengenai Bapa, Anak dan ROH KUDUS itu bagaimana?

Siapakah Bapa?
Siapakah Anak?
Siapakah ROH KUDUS?

Bisa bro jelaskan?



GBU.

Apa yang Alkitab Katakan mengenai Allah dan Yesus?
JIKA orang membaca Alkitab dari depan sampai belakang tanpa memiliki gagasan sebelumnya mengenai Tritunggal, apakah mereka dengan sendirinya akan sampai pada konsep tersebut? Sama sekali tidak.
Apa yang dengan sangat jelas akan timbul dalam pikiran seorang pembaca yang netral ialah bahwa Allah saja Yang Mahatinggi, sang Pencipta, terpisah dan berbeda dari pribadi manapun, dan bahwa Yesus, bahkan dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, juga terpisah dan berbeda, suatu makhluk yang diciptakan, lebih rendah daripada Allah.
Allah Itu Satu, Bukan Tiga
AJARAN Alkitab bahwa Allah itu esa atau satu disebut monoteisme. Dan L. L. Paine, profesor sejarah gereja, menyatakan bahwa monoteisme dalam bentuknya yang paling murni tidak mengizinkan adanya Tritunggal: “Perjanjian Lama secara tegas adalah monoteistis. Allah adalah suatu pribadi tunggal. Gagasan bahwa suatu tritunggal dapat ditemukan di dalamnya . . . sama sekali tidak berdasar.”
Apakah ada perubahan dari monoteisme setelah Yesus datang ke bumi? Paine menjawab: “Mengenai hal ini tidak ada pemisah antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tradisi monoteistis terus dilanjutkan. Yesus adalah seorang Yahudi, dilatih oleh orang-tua Yahudi dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ajarannya sepenuhnya Yahudi; memang suatu injil baru, namun bukan suatu teologi baru. . . . Dan ia menerima sebagai kepercayaannya sendiri ayat agung dari monoteisme Yahudi: ‘Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah satu Allah’”.
Kata-kata tersebut terdapat dalam Ulangan 6:4. New Jerusalem Bible (NJB) Katolik berbunyi: “Dengarlah, Israel: Yahweh Allah kita adalah esa, satu-satunya Yahweh.” Dalam tata bahasa dari ayat itu, kata: “esa” tidak mengandung sifat jamak untuk menyatakan bahwa kata itu mempunyai arti yang lain, yaitu bukan satu pribadi.
Rasul Kristen Paulus tidak menunjukkan adanya perubahan dalam sifat Allah, bahkan setelah Yesus datang ke bumi. Ia menulis: “Allah adalah satu.”—Galatia 3:20; lihat juga 1 Korintus 8:4-6.
Ribuan kali dalam seluruh Alkitab, Allah disebutkan sebagai satu Pribadi. Bila Ia berfirman, ini adalah sebagai satu Pribadi yang tidak terbagi. Alkitab benar-benar sangat jelas dalam hal ini. Seperti Allah katakan: “Aku ini [Yehuwa], itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain.” (Yesaya 42:8) “Akulah Yahweh Allahmu . . . Engkau tidak boleh memiliki allah-allah lain kecuali aku.” (Cetak miring red)—Keluaran 20:2, 3, JB.
Untuk apa semua penulis Alkitab yang diilhami Allah akan berbicara mengenai Allah sebagai satu Pribadi jika Ia sebenarnya adalah tiga Pribadi? Apa gunanya hal itu, selain dari menyesatkan orang? Tentu, jika Allah terdiri dari tiga Pribadi, Ia akan menyuruh para penulis Alkitab-Nya untuk membuat hal itu benar-benar jelas sehingga tidak mungkin ada keraguan mengenai hal itu. Sedikitnya para penulis Kitab-Kitab Yunani Kristen yang mempunyai hubungan pribadi dengan Anak Allah sendiri tentu akan berbuat demikian. Ternyata tidak.
Sebaliknya, apa yang dinyatakan dengan sangat jelas oleh para penulis Alkitab ialah bahwa Allah adalah satu Pribadi—Pribadi yang unik, tidak terbagi-bagi yang tidak setara dengan siapapun juga: “Akulah [Yehuwa] dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.” (Yesaya 45:5) “Engkau sajalah yang bernama [Yehuwa], Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”—Mazmur 83:19.
Bukan Allah yang Jamak
YESUS menyebut Allah “satu-satunya Allah yang benar.” (Yohanes 17:3) Ia tidak pernah menyebut Allah sebagai ilahi yang terdiri dari pribadi-pribadi jamak. Itulah sebabnya dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. Jika tidak, arti kata “mahakuasa” tidak berlaku lagi. Yesus maupun ROH KUDUS tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi. Dalam Kejadian 17:1 Ia berkata: “Akulah Allah Yang Mahakuasa.” Dan Keluaran 18:11 berbunyi: “[Yehuwa] lebih besar dari segala allah.”
Dalam Kitab-Kitab Ibrani, kata ’eloh′ah (allah) mempunyai dua bentuk jamak, yaitu, ’elo·him′ (allah-allah) dan ’elo·heh′ (allah-allah dari). Bentuk-bentuk jamak ini umumnya memaksudkan Yehuwa, dan dalam hal itu kata-kata tersebut diterjemahkan dalam bentuk tunggal sebagai “Allah.” Apakah bentuk-bentuk jamak tersebut menyatakan suatu Tritunggal? Tidak. Dalam A Dictionary of the Bible, William Smith berkata: “Gagasan khayalan bahwa [’elo·him′] memaksudkan tritunggal dari pribadi-pribadi dalam Keilahian, sekarang hampir tidak mempunyai pendukung lagi di kalangan para sarjana. Kejamakan itu adalah apa yang disebut para ahli tata bahasa bentuk jamak dari keagungan, atau itu menyatakan kepenuhan dari kekuatan ilahi. Kuasa keseluruhan yang diperlihatkan oleh Allah.”
The American Journal of Semitic Languages and Literatures mengatakan tentang ’elo·him′: “Ini hampir selalu dijelaskan dengan suatu predikat kata kerja tunggal, dan membutuhkan atribut kata sifat tunggal.” Untuk menggambarkan ini, gelar ’elo·him′ muncul 35 kali secara tersendiri dalam kisah penciptaan, dan setiap kali kata kerja yang menggambarkan apa yang Allah katakan dan lakukan adalah dalam bentuk tunggal. (Kejadian 1:1–2:4) Jadi, publikasi itu menyimpulkan: “[’Elo·him′] agaknya harus dijelaskan sebagai bentuk jamak yang bersifat intensif, yang menyatakan kebesaran dan keagungan.”
’Elo·him′ bukan berarti “pribadi-pribadi,” melainkan “allah-allah.” Jadi mereka yang berkukuh bahwa kata ini menyatakan suatu Tritunggal menjadikan diri sendiri politeis, penyembah lebih dari satu Allah. Mengapa? Karena ini berarti ada tiga allah dalam Tritunggal. Namun hampir semua pendukung Tritunggal menolak pandangan bahwa Tritunggal terdiri dari tiga allah yang terpisah.
Alkitab juga menggunakan kata-kata ’elo·him′ dan ’elo·heh′ bila menyebutkan sejumlah allah-allah berhala yang palsu. (Keluaran 12:12; 20:23) Namun pada kesempatan lain hal itu bisa memaksudkan hanya satu allah palsu, seperti ketika orang-orang Filistin menyebutkan “Dagon, allah mereka [’elo·heh′].” (Hakim 16:23, 24) Baal disebut “allah [’elo·him′].” (1 Raja 18:27) Selain itu, ungkapan ini digunakan untuk manusia. (Mazmur 82:1, 6) Musa diberi tahu bahwa dia akan menjadi “Allah [’elo·him′]” bagi Harun dan bagi Firaun.—Keluaran 4:16; 7:1.
Jelas, menggunakan gelar-gelar ’elo·him′ dan ’elo·heh′ untuk allah-allah palsu, dan bahkan manusia, tidak menyatakan bahwa masing-masing adalah allah-allah yang jamak; demikian juga menerapkan ’elo·him′ atau ’elo·heh′ pada Yehuwa tidak berarti bahwa Ia lebih dari satu Pribadi, terutama bila kita mempertimbangkan bukti dari ayat-ayat lain dalam Alkitab mengenai pokok ini.
September 27, 2009, 06:55:38 PM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 603
  • Gender: Male
  • nguk.. nguk..
nah, itu yg saya bilang salut.. kl yg merasa diri sah lalu menuding2 sesat, kenapa tidak bisa setinggi itu semangatnya..?

salah & sesat itu beda. gereja menuding SY sesat, tapi mereka tetap menyembah Tuhan yg sama kan? Allah Yahwe? daripada menuding2 lebih baik dengan bersahabat coba beri penjelasan yang benar dan sopan.. saya tidak bisa menjelaskan karena tidak ingat dari ayat2 mana n bagaimana sampai saya paham betapa mulianya Yesus..

silakan dilanjutkan..  ^^
The Silly Bonehead
September 27, 2009, 07:01:46 PM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan,

Memang, namun dari pihak Trinitarian pun juga berdasar Alkitab lho...
Saya tidak sedang berusaha mendebat mengenai kepercayaan Anda, mengingat banyak dari anggota Saksi Yehova yang sangat sopan, dan saya suka dengan orang yang sopan, meskipun kita memiliki banyak perbedaan doktrin. Bahkan saya punya juga Alkitab terjemahan Watchtower sebagai referensi.

Saya hanya sedang mengungkapkan pandangan Gereja universal terhadap Saksi Yehova, itu saja, memang yang jadi perbedaan mendasar di bagian Tritunggal itu, maka Saksi Yehova dianggap sebagai bidat, kalau doktrin lainnya saya kira masih boleh lah diterima sebagai salah satu denominasi Kristen, misalnya: dilarang minum darah & transfusi darah, dilarang hormat bendera, etc. Karena perbedaan yang lain tidak se-krusial perbedaan doktrin tentang Tritunggal.

buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa,

Silahkan kalau Watchtower mau bahas isu dunia yang significant, itu bagus koq, saya juga setuju dengan beberapa traktat dari Watchtower mengenai "larangan menyembah berhala", "saling menolong", etc. Namun tidak pada penjabaran doktrin "ke-Allah-an", itu saja.

karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)

Ya kalau Anda berpikir seperti itu, berarti Kristen yang lainpun juga dipakai Allah karena tidak hilang sejak dulu, kalau dari manusia ya pasti Kristen sudah hilang (Kis 5:38-39) ^_^ nyatanya kami memiliki tingkat persentase tertinggi dalam rata-rata agama yang dianut di dunia.

@silly_bonehead

Saya tidak sedang menyerang lho... saya hanya kemukakan berdasarkan fakta dan data yang relevan, saya suka menjadi pihak netral saja... bukankah yang disebut sebagai anak-anak Allah adalah para pendamai? Nampaknya Anda juga? ~_^

Best Regard,
Daniel FS
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
September 27, 2009, 07:08:43 PM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 603
  • Gender: Male
  • nguk.. nguk..
@ daniel :  right on..!   :afro:
The Silly Bonehead
September 27, 2009, 07:09:07 PM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 557
  • Spirit is perfect, matter is imperfect
  • Denominasi: Rosae Crucis
Inilah yang membuat Saksi Yehova dinyatakan bidat oleh mayoritas denominasi Kristen, karena:
1) Bapa adalah Allah yang sesungguhnya, lebih besar dari Yesus Kristus, nama Bapa diyakini berasal dari Tetragrammaton Ibrani YHWH (Yahweh/Yehova).
2) Yesus Kristus bukanlah Allah yang sejati, melainkan "allah" (dengan "a" kecil, mirip dengan konsep demi-urgos Gnostik), Yesus Kristus sejatinya adalah Malaikat Michael.
3) ROH KUDUS bukanlah Allah, melainkan bentuk kuasa Ilahi.

Best Regard,
Daniel FS

Beda jauh bro Daniel, ingat demiurgos dalam Kristen Gnostik itu dipandang sebagai sesuatu yang tidak sempurna dan jahat. Yesus Kristus dalam Saksi Yehuwa tentu tidak dipandang demikian. Saksi Yehuwa hanya menolak kesatuan, kesetaraan, dan satu substansi antara Yesus dengan YHVH yang dirumuskan konsili Niceae (pandangan Trinitas Orthodoks). Dua abad sebelum konsili Niceae, Bapa Gereja Justin Martyr yang kita pandang Orthodoks pun memiliki pandangan tentang keilahian Yesus yang mirip dengan Saksi Yehuwa ini: Logos sebagai TUHAN yang terpisah dari Bapa (YHVH). Kadang saya bertanya, mengapa Justin Martyr tetap dipandang Orthodoks, sedangkan Arius, Nestorius, dan para penolak Trinitas Orthodoks lain, seperti Saksi Yehuwa menjadi bidat?

Kristen Gnostik justru bertolak belakang dengan Saksi Yehuwa. Bagi Kristen Gnostik, YHVH adalah demiurgos, seorang pencipta yang "jahat". Kedatangan Yesus justru untuk membebaskan manusia dari demiurge ini, supaya roh manusia dapat kembali ke Bapa, TUHAN yang sesungguhnya. Bagaimana caranya? Hanya dengan "pengetahuan" tentang TUHAN yang sesungguhnya, manusia dapat keluar dari "ignorance" yang disebabkan oleh demiurgos tersebut.

Saya tidak tahu detil kosmologi Saksi Yehuwa. Apakah sama dengan kosmologi Bapa Gereja Agustinus bahwa semua "misery" timbul karena dosa yang dibawa setiap manusia sebagai akibat ketidaktaatan Adam? Apakah Saksi Yehuwa sama dengan mainstream Kristen bahwa Yesus Kristus melakukan penebusan dosa sehingga manusia dapat dibenarkan dan memperoleh kemuliaan?

N.B. Istilah "Orthodoks" bukan berarti konservatif/kuno, melainkan yang diterima dan "well established".
« Last Edit: September 27, 2009, 07:11:36 PM by Phantom »
For by these He has granted to us His precious and magnificent promises, so that by them you may become partakers of the divine nature, having escaped the corruption that is in the world by lust. - 2 Pet 1:4 (NASB)

Follow me on Twitter @phantomlogy
September 27, 2009, 07:16:50 PM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1408
  • Gender: Male
Saksi Yehovah tidak sesat menurut saya, hanya "berbeda" saja.
Persis seperti Islam Sunni dengan Ahmadiyah, begitulah Kristen mainstream terhadap Saksi Yehovah.

Apalagi kalau menilik alkitabnya. Persis alkitab Kristen, hanya berbeda pada kata Tuhan (Lord) yang "diganti" (menurut mereka "dikembalikan") menjadi YHWH.

Sikap curiga yang terjadi lebih banyak disebabkan karena "takut" jemaatnya pindah gereja, itu saja.
Lagi "empet" :(
September 27, 2009, 07:25:58 PM
Reply #97
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Beda jauh bro Daniel, ingat demiurgos dalam Kristen Gnostik itu dipandang sebagai sesuatu yang tidak sempurna dan jahat. Yesus Kristus dalam Saksi Yehuwa tentu tidak dipandang demikian. Saksi Yehuwa hanya menolak kesatuan, kesetaraan, dan satu substansi antara Yesus dengan YHVH yang dirumuskan konsili Niceae (pandangan Trinitas Orthodoks).

Perasaan tadi saya ketik kata "mirip" lho? ^_^ , mirip ya ndak sama, memang demi-urgos tidak sama persis dengan prinsip ke-malaikatan Yesus Kristus yang dianut Saksi Yehova, kalau sama berarti masuk aja ke Kristen Gnostik? Aliansi mungkin? Hahaha, tentunya tidak, yang saya maksudkan adalah kesamaan dalam hal hierarki Ilahi, bahwa ada Allah sejati, dan allah yang lebih kecil (bukan mengacu pada sifat baik/jahatnya seperti di Gnostik).

Dua abad sebelum konsili Niceae, Bapa Gereja Justin Martyr yang kita pandang Orthodoks pun memiliki pandangan tentang keilahian Yesus yang mirip dengan Saksi Yehuwa ini: Logos sebagai TUHAN yang terpisah dari Bapa (YHVH). Kadang saya bertanya, mengapa Justin Martyr tetap dipandang Orthodoks, sedangkan Arius, Nestorius, dan para penolak Trinitas Orthodoks lain, seperti Saksi Yehuwa menjadi bidat?

Yeah, namun saya kira penggolongan bidat/tidaknya tergantung dari "apakah Yesus Kristus diakui setara dengan Allah", boleh diakui terpisah dari Allah namun harus setara (atau menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah sendiri) dengan Allah. Detailnya nanti saya pelajari Sejarah Gereja lagi ^_^

Kristen Gnostik justru bertolak belakang dengan Saksi Yehuwa. Bagi Kristen Gnostik, YHVH adalah demiurgos, seorang pencipta yang "jahat". Kedatangan Yesus justru untuk membebaskan manusia dari demiurge ini, supaya roh manusia dapat kembali ke Bapa, TUHAN yang sesungguhnya. Bagaimana caranya? Hanya dengan "pengetahuan" tentang TUHAN yang sesungguhnya, manusia dapat keluar dari "ignorance" yang disebabkan oleh demiurgos tersebut.

Sudah dijawab, saya tidak menyamakan persis melainkan hanya mengambil analogi maksud sistem hierarki Ilahinya.

Saya tidak tahu detil kosmologi Saksi Yehuwa. Apakah sama dengan kosmologi Bapa Gereja Agustinus bahwa semua "misery" timbul karena dosa yang dibawa setiap manusia sebagai akibat ketidaktaatan Adam? Apakah Saksi Yehuwa sama dengan mainstream Kristen bahwa Yesus Kristus melakukan penebusan dosa sehingga manusia dapat dibenarkan dan memperoleh kemuliaan?

N.B. Istilah "Orthodoks" bukan berarti konservatif/kuno, melainkan yang diterima dan "well established".

Silahkan dijawab, ahli dari Saksi Yehova...

Best Regard,
Daniel FS
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
September 27, 2009, 07:36:59 PM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 557
  • Spirit is perfect, matter is imperfect
  • Denominasi: Rosae Crucis
@bro Daniel:
Seandainya ingin mengambil tentang hierarki, pakai contoh Arianisme atau Monarkianisme.

Demiurgos tidak berbicara soal hirarki bro Daniel. Demiurgos tidak tunduk kepada TUHAN yang sesungguhnya. Beberapa Gnostik itu murni dualisme bro Daniel, demiurgos mewakili "kejahatan" dan TUHAN yang sesungguhnya mewakili "kebaikan". Antara "kejahatan" dan "kebaikan" itu setara.
For by these He has granted to us His precious and magnificent promises, so that by them you may become partakers of the divine nature, having escaped the corruption that is in the world by lust. - 2 Pet 1:4 (NASB)

Follow me on Twitter @phantomlogy
September 27, 2009, 08:21:13 PM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Bro smua itu ada dasar Alkitabnya, tanpa dasar Alkitab yang jelas Saksi Yehuwa tidak mungkin maju secara rohani, lagian dari dulu cuma tritunggal melulu yang didebatkan, buku-buku terakhir dari Saksi Yehuwa tidak membahas hal tersebut, tapi lebih menekankan tentang bagaimana bisa mengatasi kehidupan yang semakin menekan umat manusia, oleh karena itu Bro rajin belajar Alkitab untuk menjalani kehidupan bukan mencari caranya menentang Saksi Yehuwa, karena percuma kalian menentang, yang mendukung pekerjaan ini adalah Allah Yehuwa bukan manusia, apalagi ada yang bilang karena CT Russel, CT Russel hanya manusia yang dipakai oleh Allah untuk meluruskan kembali perkara-perkara rohani, jika memang ini pekerjaan manusia, pasti akan hilang dengan sendirinya, tidak perlu ditentang Bro (Kis. 5:38, 39)
 
Shalom bro scotie..

Jadi menurut SSY, Yesus Kristus itu adalah Malaikat Mikhael berdasarkan Alkitab?

Kalau begitu, bisa gak bro kasih saya tunjuk ayatnya...siapa tahu memang saya yang kelewatan membacanya,.... tks ya bro sebelumnya.



GBU
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)