Author Topic: Kumpulan Renungan Kristen  (Read 164467 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 22, 2008, 02:15:32 AM
Reply #20
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Know The Truth

Then you will experience for yourselves the truth, and the truth will free you (John 8:32).


Have you experienced the Truth today? In the natural, we dont normally think of truth as something we experience, but Jesus said, I am the Way, the Truth, and the Life.

Truth is the very essence of who God is. Its empowering. It will make you free! Truth comes from the Word of God. When you accept and believe Gods Word, something liberating happens on the inside of you. The lies of the enemy are broken in your life. You begin to experience freedom you never thought was possible!

And there is a difference between Truth and facts. The facts are what you see and the Truth is what God sees. If you are feeling burdened and heavy about something today, ask God to show you His Truth about that situation.

Study His Word until you find His promise for that area of your life. Meditate on His promises and declare His Truth in your life. As you declare Gods Truth, you will experience the freedom He promised and live in victory all the days of your life!

A Prayer for Today

God, thank You for Your Truth which sets me free. Open my understanding to Your Word today so I may experience Your liberty in every area of my life. I bless Your holy Name and love You today.
In Jesus Name. Amen.
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 22, 2008, 02:17:18 AM
Reply #21
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Apakah Tidak Lucu ???

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000,-waduh, apabila dibawa ke gereja untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama satu jam; namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan); namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan basketball diperpanjang waktunya ekstra; namun kita mengeluh ketika khotbah di gereja lebih lama sedikit dari pada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu perikop dari Kitab Suci; namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser; namun lebih senang duduk di bangku paling belakang di gereja.

Betapa sulitnya untuk menyesuaikan jadwal waktu kita, 2 atau 3 minggu sebelumnya untuk suatu acara gerejani;namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari suatu bab sederhana dari Injil untuk di sharingkan dengan orang lain;namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain itu.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran; namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya, atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah; betapa seringnya kita ragu-ragu,enggan membukanya dan membacanya,serta langsung klik pada icon DELETE.

Lucu bukan ?
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 22, 2008, 02:18:35 AM
Reply #22
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Your Secret Petitions

Delight yourself also in the Lord, and He will give you the desires and secret petitions of your heart(Psalm 37:4)

God knows the secret petitions of your heart. He knows every hidden dream Hes placed within you. He knows those things that you havent told anybody about.

Maybe you thought they would never come to pass, or maybe you buried them because they didnt happen on your timetable. Maybe, in the natural, you have every reason to give up on those dreams. Be encouraged today, God is still working behind the scenes! He still has a plan to bring those dreams to pass.

Do what the verse says, and delight yourself in Him today. That word delight, actually means to make yourself soft and pliable. It paints the picture of God as the Potter and you as the clay.

Allow God to mold and shape your character today. Allow Him to direct your plans and ideas. Keep an attitude of faith and expectancy today, and as you submit your ways to the Lord and open your heart to His leading, He will fulfill those secret petitions of your heart!

A Prayer for Today

Father, You said the path of the righteous gets brighter and brighter. You said no good thing will You withhold because I walk uprightly before You.

You said because I delight myself in You, You will give me the secret petitions of my heart. So Father, I thank You today for being in control of my life.

Thank You for the good things You have in store for my future. In Jesus Name.
Amen.
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 22, 2008, 02:19:35 AM
Reply #23
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Mengertikah Engkau ???

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

"Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar."

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka."

"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

"Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka."

"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."

"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."

"Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka."
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 22, 2008, 02:21:59 AM
Reply #24
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Cinta Bukan Asmara

Cinta dan asmara itu seperti anggur dan es krim. Semakin lama anggur akan semakin nikmat dan mahal, sedangkan es krim makin lama akan meleleh dan membusuk"

Mem buktikan kualitas sebuah benda cukup mu dah. Uji saja dengan waktu. Waktu mengungkapkan segalanya. Semakin berkualitas sebuah benda, ia akan semakin tahan terhadap waktu.

Waktu juga sanggung mengungkapkan kua litas cinta. Mudah berkata "cinta" saat kita baru saja berkenalan dengan orang yang sepertinya menyenangkan dan berkenan di hati kita. Tapi tidak banyak yang sanggup bertahan untuk mengatakan "cinta " saat mereka sudah tua.

Jangan heran kalau bertemu dengan pasangan yang baru 1-2 bulan berpacaran. Mereka akan berkata "I'm falling in love" Tapi benarkah itu cinta? Kalau itu memang cinta mengapa banyak yang tidak bertahan? Jangankan sampai tua dan mati, bertahan sampai ke gerbang pernikahan saja tidak.

Itu bukan cinta. Itu hanya asmara. Cinta itu kekal dan tahan terhadap waktu. Cinta itu selalu ada baik saat kamu dimengerti maupun tidak. Cinta selalu ada baik saat kamu tertawa maupun kamu marah. Cinta selalu ada baik saat kamu diperhatikan atau tidak. Cinta selalu ada baik saat tenang maupun saat dalam pertengkaran. Cinta selalu ada, karena ia tidak pernah dipengaruhi waktu.

Tetapi asmara hanyalah muncul saat kita merasa diperhatikan, diuntungkan, dimengerti, dan disenangkan. Asmara mudah meleleh dan busuk. Saat situasi tidak menyenangkan asmara akan segera lenyap dan meninggalkan kita.

Sudahkah kamu memiliki cinta? Atau yang kamu miliki hanya sekedar asmara?
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 22, 2008, 02:24:21 AM
Reply #25
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Kisah Ikan dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita
semua akan mati."

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air ? Aku telah mendengar percakapan manusi a bahwa tanpa air kehidupan akan mati."
Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air ?"

Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati."

Apa arti cerita tersebut bagi kita ?

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalanin ya, bahkan kebahagiaan sedang
melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya.....

Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.

"Being happy can be hard work sometimes,it is like maintaining a nice home, you've got to hang on to your treasures and throw out the garbage."

"Being happy requires looking for the good things. One person sees the beautiful view and the other sees the dirty window, choose what you see and what you think."

"Right here, right now, from here until tomorrow"
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 23, 2008, 03:42:54 PM
Reply #26
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Mutiara Paskah

Ada seorang misionaris di India , David Morse, yang bersahabat dengan seorang penyelam mutiara, Rambhau. Setiap sore di pondok Rambhau, ia membacakan Firman Tuhan, dan menjelaskan kepadanya cara Tuhan membawa ke arah keselamatan.

Rambhau senang sekali mendengarkan Firman Tuhan, tetapi setiap kali David berusaha untuk mengajak Rambhau menerima Kristus sebagai penebusnya, Rambhau menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Cara orang Kristen ke surga sangat mudah untukku! Aku tidak bisa
menerimanya. Jika aku ingin masuk ke surga dengan cara seperti itu, aku menjadi seperti seorang pengemis yang memohon belas kasihan. Mungkin aku sombong, tapi aku ingin mendapatkan tempat di surga dengan usahaku sendiri!"

Tidak ada yang bisa David katakan untuk mempengaruhinya. Waktu berjalan dengan cepat. Suatu sore, terdengar ketukan di pintu kamarnya. Ia menemukan Rambhau disana.

"Silahkan masuk, sahabatku" kata David.

"Tidak,"kata Rambhau. "Aku ingin mengajakmu pergi ke rumahku, tuan, tidak lama kok, aku ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu. Tolong jangan katakan tidak."

"Tentu saja aku akan datang," jawab David. Sesampainya di rumah Rambhau, ia berkata "Beberapa minggu lagi aku akan mulai bekerja untuk mendapatkan tempatku di surga; Aku akan pergi ke New Delhi, dan aku akan ke sana dengan jalan kaki."

"Bung, apakah kamu gila! Jarak dari sini ke Delhi adalah 900 mil, dan di dalam perjalanan kakimu akan lecet, keracunan, atau mungkin kena lepra sebelum kamu sampai ke Bombay. Kamu akan menderita!"

"Tidak, aku harus pergi ke Delhi," tegas Rambhau, "dan tidak ada makhluk hidup satu pun yang bisa mencegahku pergi ke sana! Penderitaan yang mungkin aku alami nanti, adalah penderitaan yang sangat manis, karena setelah itu aku pasti mendapatkan tempat di surga!"

"Temanku, Rambhau, kamu tidak bisa. Bagaimana aku bisa mencegahmu, kamu tahu kan Yesus telah menderita dan wafat di kayu salib hanya untuk menyediakan tempat untukmu!" = Tetapi keyakinan pria tua itu tidak terpengaruh. "Kamu adalah sahabatku yang terbaik di dunia, tuan Morse. Sepanjang tahun ini, kamu telah menemani aku ketika aku sakit, bahkan kau satu-satunya sahabatku. Meski demikian, kamu tidak akan bisa mencegah hasratku untuk mendapatkan tempat abadi... Aku harus pergi ke Delhi!!!"

Di dalam pondok itu, David duduk di kursi yang dibuat Rambhau secara khusus untuknya, di mana di situlah ia membacakan Firman Tuhan untuk Rambhau.

Rambhau masuk ke ruangan lainnya lalu kembali lagi sambil membawa sebuah kotak besi. "Aku telah memiliki kotak ini selama beberapa tahun" katanya, "dan aku hanya menyimpan suatu yang berharga di sini. Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, tuan Morse. Dulu, aku memiliki seorang putra..."

"Putra?" Kenapa, Rambhau, kenapa kamu tidak pernah mengatakan sesuatu tentangnya!"

"Tidak, tuan, aku tidak bisa." ia berkata sambil menangis.

"Sekarang aku harus mengatakannya kepadamu, karena sebentar lagi aku akan pergi dan siapa tahu kalau aku tidak kembali lagi? Putraku adalah seorang penyelam juga. Ia adalah penyelam mutiara yg terbaik di India. Ia penyelam yang tangkas, memiliki mata yang tajam, tangan yang kuat, dan nafas yang panjang ketika ia berada di dalam air untuk mencari mutiara. Ia adalah kebanggaanku! Semua mutiara, seperti yang kamu ketahui, memiliki cacat di mana hanya seorang pakar yang bisa untuk melihatnya, tetapi putraku selalu bermimpi untuk menemukan 'mutiara yang sempurna' yang belum pernah ditemukan. Suatu hari ia menemukannya! Tetapi ketika ia melihatnya, ia telah berada di dalam air terlalu lama... Mutiara itu merenggut nyawanya, ia meninggal tidak lama kemudian.."

Penyelam tua itu menundukkan kepalanya. Untuk beberapa saat, seluruh tubuhnya bergetar, tetapi tidak ada suara yang keluar. "Beberapa tahun ini," ia melanjutkan, "aku telah menyimpan mutiara ini, tetapi sekarang aku akan pergi, tidak akan kembali, dan untukmu, sahabatku, aku berikan mutiaraku ini."

Orang tua itu membuka kunci kotak itu dan mengambil dari dalam dengan hati-hati sebuat bungkusan. Kemudian ia membuka kapas yang menyelimuti mutiara itu, mengambil mutiara besar dan meletakan di tangan misionaris itu.

Itu adalah mutiara yang terbesar yang pernah ditemukan di pantai India, dan bersinar dengan cemerlang dan gemilang yang belum pernah ditemukan oleh orang. Mutiara itu mungkin memiliki nilai yang sangat tinggi.

Sejenak misionari itu tidak bisa berkata apa-apa, ia terpukau kagum. "Rambhau! Mutiara ini sangat indah!"

"Mutiara itu, tuan, adalah sempurna." jawab orang India pelan. Misionari itu berpikir : Apakah ini kesempatan dan saat yang ia tunggu, untuk membuat Rambhau mengerti mengenai nilai
pengorbanan Kristus? Maka ia berkata kepada Rambhau, "Rambhau, ini adalah mutiara yang luar biasa indahnya dan mengagumkan. Biarkan aku membayarnya. Aku akan membelinya seharga $10000."

"Tuan, apa maksudmu?" "Oke, aku memberikan $15000, dan jika masih kurang akan aku usahakan untuk membayarkannya."

"Tuan," jawab Rambhau dengan kaku, "Mutiara ini tak ternilai harganya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang memiliki uang yang cukup untuk membayar mutiara yang berharga ini. Di pasaran, 1 juta dollar pun tidak bisa untuk membayarnya. Aku tidak menjualnya untukmu. Ini hadiah untukmu."

"Tidak, Rambhau, aku tidak bisa menerimanya. Meski aku sangat menginginkan mutiara ini, aku tidak bisa menerimanya dengan cara itu. Mungkin aku terlalu sombong, tetapi hal itu sangat mudah. Aku harus membayarnya, atau bekerja untuk membayarnya..."

Penyelam mutiara itu terdiam. "Kamu tidak mengerti, tuan. Tidakkah kamu mengerti, putra tunggalku memberikan hidupnya untuk mendapatkan mutiara ini, dan aku tidak akan menjualnya untuk uang sepeser pun. Mutiara ini seharga dengan nyawa putraku. Aku tidak bisa menjualnya, tetapi aku bisa memberikannya untukmu. Terimalah sebagai tanda kasihku kepadamu."

Misionari itu terkejut, untuk sesaat ia tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian dia mengambil tangan Rambhau. "Rambhau," katanya pelan, "Kamu sadar? Kata-kata yang kamu keluarkan barusan adalah yang ingin kusampaikan mengenai Tuhan selama ini."

Penyelam itu tertegun, setelah sekian lama berpikir akhirnya ia mengerti. "Tuhan menawarkanmu keselamatan sebagai hadiah yang gratis." kata misionari itu. "Hadiah ini sangat luar biasa dan tak ternilai harganya. Tidak ada orang yang bisa membelinya. Jutaan dollarpun terlalu sedikit. Hadiah ini seharga dengan pengorbanan Tuhan dengan menyerahkan putra tunggalNya untuk menyediakan tempatmu di surga. Meski jutaan tahun, kamu tidak akan bisa masuk ke surga jika kamu tidak menerima hadiah ini. Yang harus kamu lakukan adalah menerima cinta Tuhan."

"Rambhau, tentu saja aku akan menerima mutiara ini dengan rendah hati, bersyukur kepada Tuhan bahwa aku layak untuk mendapatkannya. Rambhau, apakah kamu bersedia menerima hadiah gratis dari surga, juga dengan rendah hati?"

Air mata dengan deras menetes di pipi penyelam itu. "Tuan, aku mengerti sekarang. Aku telah percaya ajaran Yesus 2 tahun ini, tetapi aku belum bisa mempercayai bahwa pengorbananNya tidak ternilai harganya. Aku mengerti sekarang, ada beberapa hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Tuan, aku bersedia menerima keselamatanNya!"

Teman-teman, hari ini kita memperingati wafatnya Tuhan Yesus di kayu salib... DIA telah mati di kayu salib tuk menebus dosa kita.... Kita harus bersyukur atas penebusan dosa itu... dengan tetap taat pada firmanNYA. GBU all...
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 26, 2008, 11:52:44 AM
Reply #27
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Pinky Crocodile

Saya teringat dgn salah satu cerita anak-anak yg pernah saya baca.Ada seekor buaya yg berwarna merah muda.Buaya ini tdk disukai oleh buaya-buaya yg lain.tdk ada yg mau bergaul dgn dia.Semua buaya suka mengejeknya dan menganggapnya aneh dikarenakan warna tubuhnya yg berbeda.Hal ini membuat si buaya merah muda ini sedih dan terluka hatinya.Dia tdk bisa merubah dirinya menjadi seperti yg lain.Bahkan dia sendiri tdk tahu mengapa warna tubuhnya harus berbeda.Dia selalu sendirian.Hidupnya kesepian karena tdk ada teman bermain.

Suatu ketika,saat dia sedang berjalan-jalan di sebuah taman,dari kejauhan tampak olehnya seorang anak perempuan yg sedang asyik menyiram bunga-bunga di taman tersebut.Dia ingin
mendekati anak perempuan itu.Jadi cepat-cepat dia melumuri tubuhnya dgn lumpur.dan dia mendekati si anak perempuan itu.Namun tiba-tiba turun gerimis kecil yg membuat lumpur
ditubuhnya luntur sehingga anak perempuan itu ketakutan dan berlari menjauhi si buaya merah muda itu.

Buaya merah muda semakin bertambah sedih,karena tdk dapat berteman dgn anak perempuan itu.Di hari lain,buaya ini bertemu lagi dgn anak perempuan itu.dan sekarang,dia tdk berusaha untuk merubah warna tubuhnya lagi.Lalu,tak disangka-sangka,anak perempuan itu tersenyum manis sekali pd buaya ini.Anak perempuan itu mendekati dia,mengamati-amati dia dan tiba-tiba memeluk dia dan berkata bahwa dia adalah buaya paling cantik.Wah,buaya ini bahagia sekali.Ternyata anak perempuan ini tdk takut padanya,tdk menganggap dia aneh.Lalu anak perempuan ini membawanya pulang dan diperkenalkan kepd siapa saja yg ditemuinya.Buaya ini gembira karena dia diterima menjadi teman oleh semua orang dan anak perempuan itu pun bangga kepadanya karena ia adalah buaya merah muda yg baik dan lucu.Mereka pun bersahabat dan kemana anak perempuan ini pergi,dia selalu mengajak si buaya merah jambu.

Saya akui saya pernah dan masih sering merasa kalau saya seperti buaya merah muda itu.Saya juga pernah mengalami apa itu kesepian,sendirian,ditinggalkan,dijauhi,tdk diperdulikan.dan sering saya berbuat sesuatu yg membuat orang lain bisa melihat saya bukan hanya kejelekkan saya saja tapi juga bahwa ada hal baik yg saya punya dan bisa saya lakukan.Seringkali juga tanpa sadar saya sudah bertindak diluar batas saking inginnya ada orang yg menghargai dan memandang saya.Tapi yg saya dapat malah sebaliknya dan mungkin lebih parah.Mereka semakin menjauhi saya.dan itu membuat saya jatuh dalam kepahitan
yg luar biasa,tanpa sadar bahwa ada satu orang yg perduli dan sangat mengerti siapa saya.Sudah terlalu lama Dia menunggu saya datang kepd-Nya,menyerahkan diri saya apa adanya.Dia adalah Yesus.yg sangat mengasihi saya.

Saat orang lain meninggalkan saya,Dia justru menghampiri saya.Karena itu saya menyebut Dia : Sahabat.Sahabat yg sejati.yg datang justru disaat yg lain pergi.Saya menyadari selama ini menyembunyikan diri saya dari-Nya.Karena saya berpikir kalau orang saja meninggalkan saya,apalagi Dia yg adalah Tuhan.Saya sadar,terlalu banyak luka yg saya torehkan ditubuh-Nya hanya karena saya ingin penghargaan dari manusia.pdhal Tuhan sudah begitu menderita,membuat diri-Nya tdk dihargai hanya untuk saya yg sangat berharga bagi-Nya.

Yesus tdk pernah menuntut kita untuk menjadi sempurna.Yesus tdk pernah menyuruh kita memakai topeng hanya supaya dipandang baik dan bagus oleh manusia.Dia ingin kita apa adanya,sejujurnya kita,tdk berpura-pura,tdk munafik.Ia sangat mengerti dan memahami kita.Yesus tdk pernah memandang kita rendah,hina,kotor,karena dosa yg telah kita lakukan.Dia sudah membersihkan semuanya dgn airmata dan darah-Nya.Yesus meyakinkan kita bahwa...bahkan dosa pun tdk dapat menggagalkan rencana-Nya atas hidup kita.Terima kasih Tuhan Yesus..Mulai saat ini saya pun mau untuk melihat orang lain seperti Engkau memandang mereka.dan melihat diri saya sendiri seperti Engkau memandang saya.Karena hidup kami berharga di mata-Mu.
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 27, 2008, 05:02:11 PM
Reply #28
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Kerja adalah sebuah kehormatan

Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju sebuah warung di kaki lima. Saat ia sedang makan, datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?" Dengan ramah pemuda itu menjawab "Tidak, saya sedang makan".

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang".

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan ibunya. Mungkin anak kecil ini berpikir, "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak
itu, siapa tahu kue ini bisa dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah".

Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunya untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.

"Pak mau beli kue saya?", pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 1.500,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.

"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik." Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang
sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak di kasih uang kok malah di kasih kepada orang lain.

"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?"

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah ingin menjualkan kue buatan ibunya, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis."

Pemuda tadi merasa kagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang yang sudah punya etos kerja bahwa "Kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja dihadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang, dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman ibu yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan anak kecil itu, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu "Kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.

Semoga cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk uang semata. Jangan sampai mata kita menjadi "hijau" karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki. Sekecil apapun profesi itu, kalo kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, sangatlah besar artinya.
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
March 28, 2008, 04:26:24 PM
Reply #29
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 469
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
True Love

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian,
orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah.Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku.

Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut,
sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.

Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
YM and Facebook : neo_bahamut_zero_custom@yahoo.com

"But by the grace of God I am what I am, and His grace to me was not without effect."
1 Corinthians 15:10a

"Your word is a lamp to my feet and a light for my path."
Psalms 119:105
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)