Author Topic: Kumpulan Renungan Kristen  (Read 164461 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 01, 2008, 10:55:02 PM
Reply #40
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Cara Allah Menyatakan Kasih-Nya | Roma 5:5-8

Allah mengasihi semua orang. Kita bisa menghabiskan waktu seharian lamanya untuk membicarakan cara-cara Dia menyatakan kasih-Nya, namun tetap kita tidak akan sanggup menyebutkan semuanya. Sekarang, marilah kita melihat sedikit dari contoh di dalam Alkitab.

Penciptaan jelas mengandung pesan kasih yang sangat kuat. Allah menciptakan dunia yang indah ini untuk kita nikmati. Dia sebenarnya tidak berkewajiban untuk membuat dunia menjadi tempat yang menarik bagi kita, tetapi Dia tetap melakukannya, karena Dia senang bila kita dapat menikmatinya. Dia juga sangat senang bila Dia dapat memenuhi kebutuhan kita, dan itu seringkali dilakukan-Nya melalui orang lain. Untuk alasan itulah, Dia mendirikan gereja-Nya Dia membawa orang-orang percaya ke dalam satu keluarga, sehingga kita dapat saling memerhatikan dan memberikan dorongan serta penghiburan.

Setiap orang dapat memutuskan sendiri apakah ia mau menjadi anggota keluarga orang-orang percaya, dan kebebasan untuk memilih itu pun merupakan ekspresi kasih Allah. Kehendak bebas kitalah yang memungkinkan kita untuk memilih ketaatan, bertumbuh dalam kedewasaan dan hidup semakin serupa dengan Kristus. Contoh lain dari ungkapan kasih Allah adalah bahwa Dia menyebabkan segala sesuatu bahkan kesulitan hidup yang kita alami untuk mengerjakan kebaikan bagi kita. Dan tentu saja, ungkapan kasih-Nya yang terbesar adalah salib, di mana Yesus membayar utang dosa kita, dan menjamin keselamatan kita.

Allah bisa saja membatasi kasih-Nya, tetapi ternyata Dia tidak berhenti sampai di situ. Dia memberikan kepada setiap orang percaya roh-Nya untuk menghibur dan menuntun. Kita dapat setiap saat menikmati hadirat Allah di dalam hidup kita, karena Dia menginginkan sepanjang waktu untuk berada bersama kita!

Segala sesuatu yang dilakukan Allah adalah ungkapan kasih-Nya. Mari luangkan waktu sejenak untuk menuliskan beberapa berkat yang telah dicurahkan-Nya ke dalam hidup Anda baru-baru ini dan naikkanlah ucapan syukur Anda.


Sumber:Sentuhanhati.com
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 10:57:11 PM
Reply #41
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Pelajaran Tentang Kasih | Matius 22:37-39

Yesus berkata bahwa perintah yang terbesar adalah perintah untuk mengasihi Allah dan sesama. Bila kita menjauhkan diri kita dari perintah ini, sesungguhnya kita menghilangkan alasan kita untuk hidup. Ada banyak macam kasih, dengan berbagai tingkatan intensitasnya. Misalnya, kasih persaudaraan fileo dalam bahasa Yunani adalah jenis kasih yang memberi perhatian, sedangkan agape kasih tak bersyarat yang mengkarakteristikkan diri Allah adalah kasih yang tertinggi. Agape adalah komitmen yang selalu mendorong kita untuk menolong orang lain dalam menemukan dan menjalankan rencana Allah bagi hidup mereka.

Yesus berkata di dalam Yohanes 13:35, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dengan kata lain, Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya harus dapat dikenali melalui kasih yang mereka tunjukkan kepada sesama. Masalahnya, manusia memasuki dunia ini sebagai orang berdosa yang egois dengan kapasitas terbatas untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada sesamanya. Jadi Allah harus melakukan sesuatu guna memampukan mereka dalam menunjukkan kasih-Nya. Dengan menerima keselamatan melalui Kristus, seseorang menjadi ciptaan baru ROH KUDUS berdiam di dalam dirinya, dan sejak saat itulah Allah dapat menunjukkan kasih-Nya melalui orang itu.

Kasih yang digerakkan oleh diri sendiri sesungguhnya adalah kasih yang tidak sempurna, karena kasih seperti itu berasal dari hati yang berdosa (Yeremia 17:9). Namun hati yang dipenuhi dengan Roh Allah pasti akan mampu mempraktikkan kasih agape. Orang percaya mampu mengasihi musuhnya sekalipun, karena Roh Kuduslah yang sesungguhnya menjalankan perintah Allah itu melalui dirinya.

Kasih yang tidak egois, sabar, dan penuh komitmen serta kemurahan hati, sangatlah jarang dan sulit ditemui dan kasih seperti itu hanya bersumber pada Allah saja. Kita tidak akan pernah mampu mempraktikkan jenis kasih yang tertinggi itu sebelum kita mengizinkan-Nya untuk tinggal di dalam diri kita dan menggantikan kasih kita dengan kasih-Nya.


SENTUHANHATI.COM
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:01:16 PM
Reply #42
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Mengasihi Sesama Dengan Cara Allah | Yohanes 13:34-35

Kasih sejati bukan sekadar perasaan. Perasaan hanya dapat memberikan sensasi yang fana, sedangkan kasih sejati memberikan dampak yang kekal. Perasaan itu naik turun begitu mudah berubah tergantung perlakuan orang lain terhadap kita, apakah menyenangkan atau tidak. Bayangkanlah bila kasih Allah hanya sekadar perasaan, sedangkan sikap hati kita cenderung memberontak. Pastilah Dia sudah tidak lagi mengasihi kita sejak kita mulai masuk sekolah!

Kasih sejati adalah kasih yang tak bersyarat, dan itu adalah suatu keputusan, suatu komitmen. Allah telah memilih untuk mengasihi kita oleh karena siapa kita sekarang, tanpa mengharapkan sedikitpun imbalan dari kita. Kasih seperti itu tidak pernah ada embel-embelnya. Dia tidak seperti seseorang yang merasa mengasihi tetapi kemudian berkata, “Aku mengasihi kamu bila..'” atau “asalkan…” atau “kecuali…” Kasih yang bersyarat seperti itu sungguh manipulatif, menipu, merusak hubungan demi melayani kepentingan sendiri. Kasih Allah sama sekali tidak egois. Sebaliknya, kasih Allah adalah kasih yang berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kita.

Bapa kita menghendaki agar kita menunjukkan kepada sesama kita kasih yang sama seperti yang diberikan-Nya kepada kita. Dan kita mampu melakukannya karena alasan ini: Allah itu kasih (I Yohanes 4:8). Pada saat kita diselamatkan, dan kita menerima ROH KUDUS, kita dijadikan-Nya ciptaan baru dengan kemampuan untuk mengasihi seperti Tuhan kita. Jadi, dengan ROH KUDUS di dalam diri kita, kita mampu menunjukkan kepedulian kita terhadap orang lain di dalam lingkaran pengaruh kita, serta mencerminkan kehidupan Kristus kepada mereka (Matius 5:16).

Allah memerintahkan kita untuk mengasihi-Nya dan juga sesama kita (Ulangan 11:1; Yohanes 13:34). Perilaku yang benar dan terpuji termasuk kegiatan pelayanan, kata-kata yang membangun, dan doa seharusnya keluar dari komitmen kita untuk mengasihi dan taat. Hal itu sungguh akan menyukakan hati Allah, dan pasti akan memberkati orang-orang di sekitar kita.


Sumber:Sentuhanhati.com
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:03:24 PM
Reply #43
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Kasih Atas Segala Kasih | I Korintus 13:1-3

Orang-orang percaya di Korintus memberikan penekanan yang berlebihan terhadap karunia-karunia ROH KUDUS daripada buah ROH KUDUS (Galatia 5;22-23). Karena alasan itulah, Paulus mengalihkan diskusi tentang karunia-karunia rohani kepada topik tentang kasih. Di dalam I Korintus 13 ini Paulus mempertentangkan antara hati yang lebih menghargai manifestasi karunia rohani dengan hati yang memilih untuk berkomitmen secara murni kepada Kristus.

Kita bisa saja mengira orang-orang tertentu berbicara dengan nada kasih, padahal mungkin perkataan mereka yang manis itu sebenarnya lahir dari keegoisan dan tanpa kasih. Paulus berkata, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing” (ayat 1).

Serupa dengan itu, suatu tindakan yang tampaknya penuh dengan kasih, mungkin saja mengandung motivasi negatif yang tersembunyi. Paulus bahkan memberikan contoh yang paling ekstrim ini: “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku” (ayat 3). Bila perbuatan seseorang dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri dan bukan oleh kasih, sudah pasti bahwa itu tidak akan mendatangkan upah bagi kekekalan. Tuhan Yesus berkata bahwa orang seperti itu “sudah mendapatkan upahnya” di bumi.

Mudah sekali bagi kita untuk menyembunyikan motivasi hati kita dari orang lain. Tetapi Allah mengetahui bila hati kita berat untuk bertindak sebagai wakil-Nya dalam menyatakan kasih-Nya bagi orang lain di sekitar kita. Dan dalam kondisi seperti itu, sebaik apapun tindakan dan perkataan kita, semuanya akan sia-sia belaka. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Kristus, dan keserupaan dengan Kristus itu hanya akan terlihat bila kita mengasihi sesama kita sama seperti Dia mengasihi kita.


Sumber:Sentuhanhati.com

I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:08:07 PM
Reply #44
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Ungkapan Kasih Allah | Lukas 15:11-24

Kasih Allah yang tak bersyarat menjamin kita, bahwa Allah seperti bapa yang menantikan kepulangan anaknya di dalam Lukas 15, selalu menyambut orang-orang berdosa dengan tangan terbuka. Dia akan selalu menerima kita, sekotor apapun dosa kita atau sebesar apapun kegagalan dan rasa malu kita.

Di dalam bukunya yang berjudul The Five Love Languages (Lima Bahasa Kasih), Dr. Gary Chapman menuliskan beberapa cara umum yang dapat kita gunakan dalam mengkomunikasikan kasih. Dan ternyata “bahasa” ini juga seringkali digunakan oleh Allah untuk mengungkapkan kasih-Nya kepada kita:

Sentuhan -Bapa kita di surga rindu untuk menjangkau dan menjamah kita melalui sentuhan tangan saudara-saudara seiman.

Waktu yang berkualitas Kita memerlukan keintiman dengan Tuhan agar persekutuan kita dapat bertumbuh. Dia selalu siap untuk meluangkan waktu-Nya bagi kita.

Pelayanan -Yesus berkata bahwa Dia datang untuk melayani (Markus 10:45). Tuhan pergi mendahului kita, tidak hanya untuk melindungi dan menyediakan kita, tetapi juga untuk menuntun kita ke jalan yang benar dalam kehidupan kita.

Pemberian -“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas” (Yakobus 1:17). Setiap berkat di dalam hidup kita merupakan ekspresi kasih Allah.

Kata-kata penghiburan- Alkitab penuh dengan pesan dari Tuhan yang memberikan motivasi dan inspirasi bagi orang-orang percaya. Dan seringkali Dia pun mengutus orang lain ke dalam kehidupan kita guna memberikan kata-kata penghiburan, dorongan dan nasihat.

Itulah sebagian cara Allah menunjukkan kasih-Nya. Dan sebagai anak-anak-Nya yang telah mengenakan Kristus (Galatia 3:27) kita juga harus berani mengungkapkannya kepada orang lain. Apapun metode yang Anda gunakan dalam mengkomunikasikan kasih Allah, yakinlah bahwa orang lain akan diberkati oleh apa yang Anda lakukan itu.


Sumber:Sentuhanhati.com
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:10:08 PM
Reply #45
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Tujuan Allah Di Dalam Kesulitan Hidup | Roma 8:28-29

Bila kita dapat memilih berapa banyak kesulitan hidup yang akan kita hadapi hari ini, tentu kita akan memilih angka nol. Namun Allah justru meletakkan tujuan di dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Dengan kuasa-Nya Dia memakai setiap pengujian kita untuk menggenapi rencana-Nya.

Salah satu tujuan Allah mengizinkan kesulitan hidup untuk kita alami adalah agar kita semakin intim dalam persekutuan kita dengan-Nya. Allah tahu bahwa kita seringkali bergumul dalam memberikan prioritas bagi-Nya. Banyak dari antara kita menempatkan prioritas yang lebih tinggi pada keluarga dan teman-teman daripada pada persekutuan dengan Allah. Ada juga yang memprioritaskan uang, pekerjaan atau bahkan hobi. Dan pada saat Tuhan melihat bahwa kita cenderung menjauhi-Nya, Dia dapat saja memakai kesulitan hidup demi menarik kita kembali sehingga kita dapat memberikan kepada-Nya tempat yang selayaknya. Alasan lain Allah mengizinkan kesulitan untuk terjadi adalah untuk membawa kita semakin serupa dengan Kristus. Kesulitan hidup yang kita alami dapat memunculkan area-area yang tidak kudus ke permukaan; Allah juga menggunakan kondisi ini untuk memproses, membentuk dan memangkas kita. Proses pengudusan itu yakni pembangunan karakter Kristus di dalam hidup kita dimulai pada keselamatan namun baru akan berakhir pada saat kita menghembuskan nafas terakhir.

Tujuan lainnya adalah untuk membukakan kesadaran kita akan Allah. Iman kita diuji justru di saat-saat yang sukar. Mudah sekali bagi kita untuk berkata, “Allah itu baik” pada saat segala sesuatu berjalan lancar. Tetapi bila keadaan mulai kacau, masih dapatkah kita memercayai-Nya? Dan apakah kata-kata dan tindakan kita itu sungguh-sungguh menyatakan iman kita?

Raja Daud menghadapi begitu banyak kesulitan hidup keluarga yang berantakan, dikejar-kejar musuh, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dekat dengannya. Tetapi melalui pengujiannya itu, ia mengalami keintiman yang semakin dalam dengan Allah, iman yang semakin kuat, serta karakter yang semakin menyerupai karakter Allah. Bersediakah Anda mengizinkan Allah untuk menggenapi tujuan-Nya di dalam situasi Anda sekarang?


Sumber:sentuhanhati.com

I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:13:46 PM
Reply #46
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Mengapa Kita Harus Mengalami Badai Hidup
II Korintus 1:3-6


T uhan tidak pernah terkejut. Dia tahu apa yang sedang kita perbuat, dan Dia mengatur semua keadaan yang kita alami untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya, menurut kehendak-Nya yang baik.

Salah satu alasan Allah mengizinkan kita mengalami badai hidup adalah sebagai alat pembersihan. Kita hidup dengan membawa sifat lama kita yang berdosa, lagipula dunia yang kita tinggali ini selalu mengajarkan kita untuk mengasihani diri sendiri. Dengan demikian mudah saja kita membangun sikap yang berpusat pada ego, prioritas yang kacau, dan kebiasaan-kebiasaan yang cemar. Badai kehidupan yang menekan kita dengan berbagai situasi buruknya, dimaksudkan agar kita memberi perhatian serius terhadap segala ketidakmurnian kita itu, sehingga mengarahkan kita kepada pertobatan. Pengujian-pengujian yang kita alami tidak pernah dimaksudkan untuk menenggelamkan kita, melainkan justru untuk memurnikan dan menuntun kita kembali kepada jalan Allah.

Alasan kedua adalah supaya kita pada akhirnya dapat memberkati orang lain melalui pelajaran hidup yang kita peroleh. Karya Allah di dalam hidup kita tidaklah dimaksudkan bagi kita semata-mata, melainkan dirancang untuk menjangkau dunia yang tidak mengenal Dia. Tuhan memakai tekanan hidup yang kita alami untuk memperlengkapi kita dalam melayani orang lain. Sementara kita mengalami penderitaan, kita akan belajar bagaimana Allah mencukupi kita, hadirat-Nya menghibur kita, dan kekuatan-Nya menopang kita, untuk menolong kita menghadapi penderitaan. Kesaksian kita saat kita menghadapi kesulitan seperti itu sungguh akan menjadi kesaksian yang kuat; dan orang-orang yang kita layani tidak akan meragukan bahwa kita memahami kesulitan yang sedang mereka hadapi. Bayangkanlah bila kita tidak pernah mengalami kesulitan hidup, kredibilitas apa yang kita miliki untuk dapat melayani orang yang tengah dalam krisis?

Bercermin pada tujuan Allah mengenai kesulitan hidup dapat membantu kita meresponinya dengan cara yang menghormati Allah. Arahkanlah perhatian Anda pada Tuhan, dan berusahalah memahami apa yang Dia kehendaki untuk Anda pelajari dari situasi Anda sekarang ini.


Sumber:Sentuhanhati.com
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:17:33 PM
Reply #47
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Mengampuni Sebagai Tindakan Kasih | I Korintus 13:5-7

Mengampuni orang yang bersalah kepada kita adalah perintah Allah. Pembawaan manusiawi kita cenderung lebih suka untuk melampiaskan kemarahan. Tetapi sebagai bejana kasih Allah, kita tidak lagi hidup menurut desakan kedagingan kita. Dengan ROH KUDUS yang berdiam di dalam diri kita, ketika seseorang menunjukkan perlakuan buruk terhadap kita, kita tidak hanya dapat mengampuni orang itu, tetapi juga menunjukkan kasih kepadanya.

1 Korintus 13:5 memberitahu kita:

“Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.” Kebanyakan orang sibuk memikirkan hak mereka, dan melupakan kewajiban mereka. Hal ini seringkali menimbulkan benturan, manakala pihak yang satu diuntungkan dan yang lain merasa dirugikan oleh karena gesekan antara hak dan kewajiban itu. Alkitab mengajar kita untuk memberikan perhatian kita yang utama bukan kepada kepentingan kita sendiri, melainkan kepentingan orang lain. Kita didorong untuk senantiasa menunjukkan kasih Allah kepada semua orang, bahkan kepada musuh kita sekalipun (Matius 5:44).

“Kasih tidak pemarah.” Memelihara roh yang penuh damai ketika kita dalam keadaan kesal memang sangat sulit. Namun sesungguhnya, saat-saat ketika kita disakiti atau disalahkan, justru merupakan saat-saat di mana kita paling perlu memikirkan bagaimana kasih Allah mengalir melalui kita. Pikirkanlah betapa seringnya Yesus harus menghadapi para pemimpin agama yang dengan sengaja memprovokasi-Nya. Pikirkanlah juga mengapa Dia memilih untuk tetap di atas kayu salib, bahkan Dia meminta Bapa-Nya untuk mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya!

“Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain.” Kasih Allah yang mengalir melalui kita dapat menyingkirkan luka yang ditimbulkan orang lain. Izinkanlah Dia untuk memulihkan hati kita, dan jangan biarkan Iblis mencari pijakan di atas bekas luka itu.

Anda mungkin sering disalahpahami atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Namun bila kasih Allah ada di dalam diri Anda, maka Anda tidak akan pernah memberikan ruang bagi provokasi dan kepahitan di hati Anda. Sebaliknya, Anda akan lebih suka memberikan pengampunan

Sumber:Sentuhanhati.com
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 01, 2008, 11:23:43 PM
Reply #48
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Menangislah … bila harus menangis
Karena kita semua … manusia
Manusia bisa terluka … manusia pasti menangis
(Lagu Air Mata - Dewa 19)

Daud menangis. Petrus menangis. Dan Yesus pun menangis. Bukan mengada-ada lho, tapi beneran ...

Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. (2 Samuel 1:11-12)

Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. (Matius 26:75)

Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. (Yohanes 11:33-35)

Apa ada yang salah dengan menangis, sehingga banyak para cowo di dunia ini yang anti menangis ? Meski gw cewe, gw juga paling ga suka dengan menangis. Bagi gw nangis sama dengan cengeng.

Tapi, ternyata para kesatria, rasul dan juga Yesus sendiri pun memberikan suatu contoh bahwa mereka pernah menangis ! Daud yang dikenal sebagai seorang pemberani, seorang pahlawan yang memenangkan ratusan perang, bisa menangis ketika mendengar berita bahwa Saul dan Yonatan sahabatnya mati. Petrus yang terkenal dengan sifatnya yang menggebu-gedu, juga menangis tak kala dia teringat akan dosa dan kesalahannya menyangkal Yesus saat menjelang penyaliban-Nya di Golgota. Yesus ? Hmm, Dia menangis ketika melihat Lazarus sahabat-Nya meninggal dunia sebelum Dia sendiri membangkitkannya dari kematian.

Menangis bukanlah hal yang cengeng jika kita menangis pada tempatnya. Menangis adalah sebuah ekspresi kita untuk menunjukkan perasaan duka yang ada dalam hati kita sama seperti aktivitas tertawa, melompat, marah dan lain-lain.

Menahan tangis hanya demi gengsi, itulah yang cengeng. Karena jika kita menahan kesedihan dalam hati kita dan menyembunyikannya itu berarti kita tidak berani menghadapi kenyataan. Daud, Petrus dan Yesus adalah contoh yang tepat tentang bagaimana caranya mengungkapkan perasaan hati. Mereka berani menghadapi kenyataan hidup yang begitu pahit sehingga mereka mengekspresikannya dengan menangis !

Air mata diciptakan Tuhan sebagai alat untuk menyentuh surga. Berapa banyak orang-orang yang kembali ke jalan Dia hanya dengan tetesan air mata dari para pendoa syafaat ? Berapa banyak bangsa-bangsa yang terlepas dari belenggu Iblis hanya dengan cucuran air mata evangelism dan volunteer ? Alkitab pun menggunakan air mata untuk membawa kemenangan.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. (Mazmur 126:5-6)

Jika air mata ga berguna buat dunia ini tentu juga Allah ga akan menciptakan itu. Hanya saja, kita harus tau kapan saatnya menangis. Dengan bersedih kita bisa menyelidiki kenapa kita begitu dan kemana kita akan melangkah setelah kesedihan itu berlalu.

Hadapilah kesedihan, berilah waktu untuk diri sendiri menikmati kesedihan itu dan izinkan diri kita menangis. Menangislah kepada Tuhan. Dia tau rasanya bersedih. Dia pernah menangis. Dia tau rasanya ditinggal sendirian. Dia mengenal kesedihan alam kubur dan juga segala bentuk penderitaan di bumi ini. Tetapi Dia juga mengenal sukacita kebangkitan kembali. Mengenal sorak sorai kemenangan atas penderitaan, kesedihan dan maut yang pernah dialami-Nya. Dan dengan kuasa-Nya juga, kita bisa kembali bangkit atas kesedihan kita sebelumnya
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
April 02, 2008, 01:20:03 AM
Reply #49
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2870
  • Gender: Male
Kristen Kupu-Kupu atau Lebah?


"Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya." (Ulangan 17:19)

Apakah Anda belajar Alkitab seperti kupu-kupu ataukah lebah?
Kupu-kupu beterbangan kesana kemari sambil hinggap di bunga-bunga. Menghisap hanya bagian atas dan puas hanya mendapatkan bagian atasnya saja. Manusia menikmati permainan lincah yang diperagakannya.

Tetapi di bagian lain ada seekor lebah yang tidak beranjak dari dalam sekuntum bunga?

Apa yang dikerjakannya? Tidur? Tidak!

Dengan tenang dan meyakinkan ia makan sampai ke dalam sari bunga itu. Dan tidak berhenti sampai ia puas mendapatkan apa yang diinginkannya.

Suatu saat musim dingin tiba, kupu-kupu itu mati dalam kelaparan, tetapi si lebah tetap bertahan hidup sebab makanan yang masih tersedia di dalam dirinya.

Anda menjadi Kristen yang bertipe kupu-kupu ataukah lebah?

Apakah Anda puas hanya sekilas membaca Alkitab?

Perhatikan kupu-kupu yang cuma sekilas menghisap makanannya. Ketika musim dingin datang, maka matilah dia. Anda tidak bisa menjadi orang Kristen yang tangguh kalau hanya sekilas saja memberikan makanan rohani kepada roh Anda. Manusia rohani Anda akan kurus dan kering. Jadi tidak heran bila nafsu Anda yang perkasa akan dengan mudah "membanting" manusia rohani Anda, sehingga setiap hari Anda taat kepada keinginan nafsu Anda.


Sebaliknya bila Anda memberikan makanan seperti lebah yang menggali sampai dalam sampai ia menemukan banyak makanan yang bergizi, maka Anda akan menjadi manusia rohani Anda tangguh. Bila godaan datang, karena manusia rohani Anda kuat, maka dengan mudah ia mengalahkannya.

Alkitab bukan sekedar buku wajib yang dibawa manakala kita ke gereja.

Alkitab adalah makanan rohani Anda.

Tuhan bahkan memberikan perintah agar kita membaca dan merenungkannya sampai seumur hidup!

Kalau saya bertanya kepada Anda, apakah Anda pernah merasa bosan makan sampai tiga kali sehari bahkan lebih?

Pernah? Tidak bukan?

Lalu mengapa kita harus bosan makan makanan rohani?

Mengapa pula kita harus bosan membaca Alkitab?

Semakin Anda makan terus, maka Anda akan mendapatkan berkat yang luar biasa dari Allah.

Kunci sukses Yosua merebut tanah Kanaan adalah melakukan Firman Tuhan seperti dalam Yos, 1:8.

Yosua membaca dan merenungkan Firman Tuhan itu siang dan malam. Hasilnya, dia berhasil masuk tanah Kanaan setelah menghalau musuh-musuhnya.
I've HanDs, BuT i Can't aLwaYs ToUcH Ur HanDs.

I've EaRs,But i Can't aLwaYs HeaR Ur vOiCe.
 
I've MouTh,BuT i Can't aLwaYs TaLk To U.
 
I've eYes,But i Can't aLwaYs LooK aT U.
 
But.. I've HEART!!
ThaT HEART aLwaYs PraY FoR U..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)