Author Topic: Kumpulan Renungan Kristen  (Read 218699 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 27, 2012, 10:25:18 PM
Reply #470
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Jika Kita Menjadi Marah
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu - Efesus 4:26
Bacaan : Efesus 4:17-32

Dengan wajah ketakutan dan suara pelan terbata-bata, anak saya berkata, “Mama kalau marah, mengerikan. Aku takut!” Saya tertegun mendengarnya. Kemarahan ternyata membuat saya tampak mengerikan! Marah yang tidak terkendali, bisa merugikan. Apabila seseorang begitu dikuasai kemarahan, ia bisa dibuat buta; seperti kehilangan akal sehat, bersikap ngawur, tak peduli dan tak kenal siapa yang menjadi sasaran kemarahannya. Marah semacam itu bisa menghancurkan semangat, hubungan, juga kedamaian. Maka, Firman Tuhan mengingatkan agar jika kita sedang marah, kita jangan bersikap seperti manusia lama yang belum mengenal Kristus. Manusia lama yang ketika marah cenderung bersikap bodoh, berhati degil, dan berperasaan tumpul (ayat 17-19).
Kemarahan yang tidak terkendali bisa membuat kita mudah berbuat dosa karena itu bisa menyakiti dan melukai diri kita sendiri dan orang lain. Namun, pengenalan akan Kristus dan pembaruan roh serta pikiran akan memampukan kita menahan diri untuk tidak berbuat dosa (ayat 21-23). Menyimpan kemarahan menumbuhkan akar pahit di hati dan pikiran. Lama-lama ia bisa merusak jiwa dan raga. Kita diingatkan supaya membuang kemarahan sebelum matahari terbenam (ayat 26). Kemarahan bisa sangat mungkin menjadi tempat iblis memorak-porandakan kehidupan. Maka, Tuhan meminta kita untuk tidak memberi kesempatan kepada iblis (ayat 27).

Di dalam Kristus, kita mengenakan manusia baru dalam kebenaran dan kekudusan (ayat 24). Jadi, mari terus berubah oleh pembaruan budi di dalam Dia.

Semoga rumah Anda seperti Nazaret, di mana Yesus menetap dan membawa damai di rumah anda—Ibu Teresa
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
January 09, 2013, 11:45:34 PM
Reply #471
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: Bethel
Ketidaktaatan Membawa Malapetaka

Yosafat adalah seorang raja yang baik, tetapi dia bersalah dalam hal ia bersahabat, bahkan berbesan dengan Ahab, raja Israel yang jahat (19:2). Akibatnya, Yoram–anak pertama Raja Yosafat yang menggantikannya sebagai raja—berkelakuan jahat karena meniru kelakuan keluarga Ahab (21:6).

Seandainya Raja Yosafat masih hidup, tentu hatinya amat terluka melihat Raja Yoram membunuh semua saudaranya untuk memperkokoh kekuasaannya. Kelakuan Raja Yoram ini mungkin terinspirasi oleh kelakuan Izebel—istri Raja Ahab—yang merampas kebun anggur Nabot untuk suaminya dengan cara memfitnah dan membunuh Nabot yang tidak mau menjual kebun anggurnya (1 Raja-raja 21:1-16). Kelakuan Raja Yoram yang jahat itu membuat Allah membiarkan Edom dan Libna memberontak serta melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Yehuda (2 Tawarikh 21:8-10), bahkan orang Filistin dan orang Arab mengalahkan Kerajaan Yehuda serta merampas harta benda beserta anak-anak dan istri-istri Raja Yoram.

Pada masa akhir hidupnya, TUHAN menghukum Raja Yoram dengan penyakit usus yang membuat dia menderita kesakitan selama dua tahun dan akhirnya dia mati dengan usus keluar (21:18-19). Catatan akhir riwayat Raja Yoram sangat menyedihkan: Ia meninggal dengan tidak dicintai orang dan ia tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja (21:20).

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa ketidaktaatan kepada Allah bisa mengakibatkan penderitaan bagi anak cucu kita. Bagi orang Yahudi yang kembali dari pembuangan, penderitaan mereka disebabkan karena dosa yang telah dilakukan oleh nenek moyang mereka. Pada masa kini, sebagai contoh, orang kaya yang suka berjudi bisa membuat anak cucunya hidup dalam kemiskinan.

http://gkysydney.org/renungan-gema-2012/ketidaktaatan-membawa-malapetaka.html


Mantappp, luar biasa  :afro:
August 24, 2013, 09:02:07 AM
Reply #472
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya
      dengan gembira... (Lukas 15:5)

Judul:

                          DOMBA YANG HILANG

  Bagi arkeolog, puing dan reruntuhan masa lalu sama berharganya
  dengan emas. Artefak berupa gerabah dan benda kuno lain digunakan
  untuk menjelaskan asal usul peradaban, memverifikasi klaim kebenaran
  yang selama berabad-abad dipercayai. Dalam mencari mereka tidak
  segan-segan menghabiskan dana besar, menghabiskan waktu
  bertahun-tahun, menjelajah sampai ke daerah pelosok. Mereka akan
  memperoleh kepuasan besar ketika menemukan dan membuktikan apa yang
  mereka yakini, lalu mempublikasikannya pada dunia.



  Yesus itu pencari. Bukan benda, namun domba, jiwa yang terhilang.
  Dia akan mencari sampai menemukannya kembali. Yesus mencurahkan
  segenap sumber daya terbaik untuk mengejar dan mendapatkan kembali
  domba yang terhilang itu (ay. 4). Saat menemukannya, Dia memikulnya
  di bahu-Nya (ay. 5), membawanya masuk ke rumah, mengadakan pesta
  untuk kepulangan domba, dan mengundang para sabahat-Nya (ay. 6).



  Apakah Anda sudah ditemukan Yesus? Kembali dalam pelukan-Nya?
  Renungkanlah bagaimana Dia mencari dan menemukan Anda, lalu
  meletakkan Anda di bahu-Nya. Artinya, Dia memikul beban, kesukaran.
  dan masalah Anda. Dia lalu membawa Anda ke dalam rumah-Nya. Artinya,
  mengizinkan Anda menikmati segala milik-Nya. Dia juga mengadakan
  pesta bagi Anda dan mengundang para sahabat-Nya. Artinya, Dia
  membawa Anda ke dalam komunitas yang baik bagi hidup Anda. Apakah
  Anda sudah menikmati hak istimewa ini sebagai domba-Nya? Hiduplah
  sebagai domba-Nya yang penuh sukacita! --MRT

              DIA YANG MENCARI ANDA DENGAN SEGENAP DAYA,
          DIA PULA YANG AKAN MEMELIHARA ANDA SECARA SEMPURNA.
August 24, 2013, 09:55:14 AM
Reply #473
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 865
  • Denominasi: TRINITARIAN
   
.
.
.


TUHAN YESUS JURUSELAMAT   

.
.
.


   

karena itu supaya selamat taatilah dan hargailagh karyanya

P Baru: Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(YESUS) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,


P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;

Tuhan yesus memberkati

Han
Bukan semua nas/ayat  yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Allah dan juga Tidak seluruh Firman Allah tertulis lengkap dalam Alkitab.

( mudah mudahan dimengerti penjelasannya )
October 12, 2013, 12:03:36 AM
Reply #474
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 972
  • Ad Majorem Dei Gloriam
  • Denominasi: Katolik!
Sesaat Sebelum Beristirahat:

"KUTAHU KEPADA SALIB SIAPAKAH AKU BERLINDUNG"


Sebuah tanda atau lambang harus kelihatan agar bisa dipandang bahkan dipegang. Itulah sifat khas manusia, engkau dan aku yang selalu menuntut tanda sebagai bukti atas kata-kata atau sebuah peristiwa sehingga kita percaya.


Demikian pun salib adalah lambang kehinaan, tapi siapa yang tergantung pada salib itulah yang membuatnya bermakna. Maka tak heran bila orang Katolik percaya secara sederhana bahwa SALIB ITU HARUS ADA PEMILIK-NYA. Ya, salib dengan TUBUH YESUS menjadi tanda jelas bahwa ITULAH TANDA KEMENANGAN. ITULAH KRISTUS YANG TELAH TERGANTUNG, WAFAT DAN BANGKIT untuk menebus dosa-dosaku dan membawa kembali aku kepada Bapa. Karenanya, ketika kita dibaptis, imam berkata; "Aku membaptis engkau DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS" sambil membuat tanda salib. Pun ketika peti mayat orang Katolik dihantar ke liang lahat, sang imam/pemimpin berkata lagi; Pergilah dengan tanda kemenangan Kristus; Dalam Nama Bapa, Putra dan ROH KUDUS sambil menandai keranda mayat dengan tanda salib.


Karena itu, di mana pun aku berada dan kemana pun aku pergi, namun sesaat ketika kulihat TUBUH DI SALIB ITU, MAKA KUTAHU BAHWA ITULAH SALIB TUHANKU. Kusujud dan kuhormat bukan pada salib itu, tapi pada SALIB YANG BERTUBUH, yakni TUBUH TUHANKU.

adalah contoh nyata para pengeritik Gereja Katolik tapi mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka telah dan sedang kritik.
October 14, 2013, 04:21:01 PM
Reply #475
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
  • Denominasi: Protestan
shalom...
postingannya menginspirasi banget...

 :afro:
October 18, 2013, 01:42:20 PM
Reply #476
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat
      baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
      (Kejadian 1:31)

Judul:

                          SUNGGUH AMAT BAIK

  Jika kita menyimak berbagai macam fakta mengenai alam semesta yang
  Tuhan ciptakan, kita akan berdecak kagum. Ada banyak keindahan yang
  bisa kita nikmati tanpa harus membayar sepeser pun! Ada langit
  bertaburan bintang ketika cuaca cerah pada malam hari, cahaya yang
  menakjubkan ketika matahari terbit atau terbenam, beragam hewan
  dengan bentuk yang unik, dan masih banyak lagi. Sungguh ajaib
  ciptaan Allah itu!



  Hari ini kita membaca rangkaian ayat yang cukup panjang mengenai
  sejarah penciptaan langit, bumi, dan segala isinya. Alkitab
  mencatat, "Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh
  amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam" (ay.
  31). Sungguh amat baik segala sesuatu yang Allah ciptakan! Alkitab
  Bahasa Indonesia Sehari-hari mengatakan bahwa Allah memandang segala
  sesuatu yang telah dibuat-Nya itu, dan Ia sangat senang. Jika Allah
  menganggap segala sesuatu yang Dia ciptakan sungguh amat baik, sudah
  selayaknya apabila kita setuju dengan Dia. Kita juga patut
  bergembira karena Allah juga bergembira dengan semua karya-Nya.



  Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mengucap syukur dan merasa
  senang dengan apa yang Allah perbuat bagi kita? Apakah kita bisa
  melihat sisi terbaik dari setiap kesusahan yang menimpa kita? Allah
  tidak pernah salah. Dia menciptakan segala sesuatu yang baik untuk
  alam ini; Dia juga menyediakan segala sesuatu yang baik untuk hidup
  kita pada saat ini, pada masa yang akan datang, bahkan sampai pada
  kekekalan. --Widodo Surya Putra

            MENYAKSIKAN KEINDAHAN CIPTAAN ALLAH MENEGUHKAN
        BAHWA DIA SENANTIASA MENYEDIAKAN YANG TERBAIK BAGI KITA.
December 22, 2013, 06:21:41 PM
Reply #477
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 193
  • Denominasi: -
misi gan
klo salah kamar kasi tahu ya tempatnya yang benar dimana..

jadi aku renungan harian pakai program the word
supaya lebih memahami,aku tulis disini ya apa isi dan apa yg aku dapat..sekalian yg aku tanya..

December 22nd
Praying Without Ceasing to the God of All Grace
The God of all grace... pray without ceasing. (1 Peter 5:10; 1 Thessalonians 5:17)

These two biblical phrases are ideal correlations. The only way that we can live as God intends is by grace. Our God is the source of all grace. God's grace is to be drawn upon by humility and faith. Prayer is the most appropriate expression of humility and faith. We pray, because we need God's help (thereby, expressing humility). We pray, because we believe God will help us (thereby, exercising faith). Consequently, praying without ceasing is a simple, yet profound, way to relate rightly to the God of all grace.
"Pray without ceasing." This command is not requiring the incessant reciting of prayers. Rather, it is a call to a way of living: "continuing steadfastly in prayer" (Romans 12:12). Praying without ceasing is an attitude of the heart, as well as an addressing of prayers consistently to the Lord. To pray without ceasing is to have the inner man focused in humble dependence upon the Lord, while consistently addressing actual prayers to the Lord.
Paul was such a man of prayer. The Lord was definitely the object of his expectations: "the Lord Jesus Christ, our hope" (1 Timothy 1:1). In addition, he consistently offered prayers unto the Lord: "without ceasing I make mention of you always in my prayers...do not cease to give thanks for you, making mention of you in my prayers...without ceasing I remember you in my prayers night and day" (Romans 1:9; Ephesians 1:16; 2 Timothy 1:3). Notice also, Paul's prayers included recurring prayer for others. Those who live by grace develop hearts of intercession, praying that others might enjoy the grace of God as well.
It is common among the spiritual examples of scripture to find lives of prayer. David was clearly one who prayed without ceasing. A great portion of his Psalms are directed to the Lord in prayer. Some testify of his habit of prayer. "Evening and morning and at noon I will pray, and cry aloud, and He shall hear my voice" (Psalm 55:17). Jeremiah was a man of prayer. "O LORD, my strength and my fortress, my refuge in the day of affliction...Heal me, O LORD, and I shall be healed; save me, and I shall be saved...Give heed to me, O LORD, and listen to the voice of those who contend with me!" (Jeremiah 16:19; 17:14; 18:19). Daniel was also a man of prayer. "He knelt down on his knees three times that day, and prayed and gave thanks before his God, as was his custom since early days" (Daniel 6:10). Likewise, all who want to live by grace increasingly become people of prayer.
O God of all grace, I want to live in humble dependence upon Your abounding grace. Teach me to express humility and faith in a life of unceasing prayer. This I pray through Christ Jesus my Lord, Amen.



sepertinya ini kita disuruh berdoa sesering mungkin,tanpa kehilangan ?
saya bingung,maksudnya doa tanpa kehilangan?

December 23, 2013, 07:52:07 AM
Reply #478
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Jawab orang itu: "Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi,
      aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk
      kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah
      dia!" (Lukas 13:8-9)

Judul:

                            SATU TAHUN LAGI

  Seorang pengusaha memberi kepercayaan pada seorang karyawannya
  untuk mengelola suatu bidang usaha, namun sudah tiga tahun
  berturut-turut bisnis itu rugi. Menurut Anda, apa yang akan
  dilakukan oleh pengusaha itu? Jika Anda adalah sang karyawan, apa
  yang Anda harapkan akan dilakukan pengusaha itu?



  Ternyata ia memberi Anda kesempatan satu tahun lagi untuk
  membuktikan bahwa Anda dapat berhasil. Anda mendapat sebuah
  anugerah. Apa yang akan Anda lakukan? Tidakkah Anda akan menggali
  segenap potensi diri Anda dan melakukan semua upaya agar berhasil
  sehingga kepercayaan yang diberikan kepada Anda tidak sia-sia? Jika
  ternyata Anda masih bekerja dengan setengah hati, Anda benar-benar
  tidak tahu bersyukur.



  Begitu juga dengan pohon ara dalam perumpamaan yang diberikan Tuhan
  Yesus. Dari segi usia, sudah seharusnya ia berbuah sejak tiga tahun
  lalu. Akibatnya sang pemilik meminta agar pohon itu ditebang saja,
  karena tidak ada gunanya ia hidup. Lalu penjaga kebun memohon diberi
  waktu setahun lagi. Ia akan menggemburkan tanahnya dan memberinya
  pupuk. Jika tahun depan ia masih belum berbuah, maka pohon itu akan
  ditebang. Itulah gambaran hidup kita.



  Jika Allah datang dan memeriksa hidup kita saat ini, buah apa yang
  akan Dia temukan? Apakah kita akan bersukacita atau menjadi malu
  karenanya? Karena itu, di saat Dia masih memberi kita kesempatan
  untuk hidup, jalanilah sebuah kehidupan yang bermanfaat sehingga
  Anda dapat menghasilkan buah-buah yang memuliakan nama-Nya.
  --Hembang Tambun

        SETIAP HARI BARU YANG TUHAN BERIKAN UNTUK KITA JALANI
              ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERBUAH BAGI DIA.
February 13, 2014, 08:23:04 AM
Reply #479
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
MENGHITUNG HARI

Bacaan : Kolose 4:1-6

Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
(Kolose 4:5)

Bila kita hidup sampai 65 tahun, berarti waktu yang kita miliki adalah sekitar 600.000 jam. Anggaplah kita berumur 18 tahun saat menyelesaikan SMU, maka kita masih memiliki 47
tahun, atau hampir 412.000 jam untuk hidup setelah kelulusan itu.

Jika kita menghabiskan waktu 8 jam sehari untuk tidur; 8 jam untuk kegiatan pribadi, kemasyarakatan, dan rekreasi; dan 8 jam untuk bekerja, maka dalam 47 tahun kita memiliki 137.333 jam dalam setiap kategori. Bila kita memasukkan waktu bekerja dan bermain dalam
hitungan jam, maka waktu yang terpakai mungkin terasa lama. Namun bila dilihat dalam terang kekekalan, waktu yang ada akan terasa berlalu begitu cepat. Oleh karena itu, kita harus menggunakan setiap waktu yang ada dengan bijak.

D.J. De Pree, mantan anggota Dewan Direktur RBC yang hidup sampai usia hampir 100 tahun, telah bertahun-tahun memperhitungkan usianya dalam hitungan hari. Bila Anda menanyainya, "Berapa usia Anda?" ia segera akan menjawab dalam hitungan hari. Ia mendasarkan kebiasaannya ini pada Mazmur 90:12, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami
sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." Kebiasaan, menghitung hari ini mengingatkannya akan perjalanan waktu yang begitu cepat dan perlunya hidup dengan memandang pada nilai-nilai kekekalan.

Setiap jam, hari, dan tahun yang datang pada kita segera akan berlalu. Oleh karenanya, entah kita menghitungnya atau tidak, pastikanlah bahwa waktu yang kita gunakan berguna bagi Allah dan sesama

JANGAN SEKEDAR MENGHABISKAN WAKTU TETAPI INVESTASIKANLAH WAKTU ITU


http://www.indoforum.org/showthread.php?t=16992


Saya senang sekali dengan bacaan di atas, sekiranya saya boleh melengkapi dengan bacaan yang berkaitan dengan tema "Waktu"

MARILAH HIDUP DENGAN MEMPERGUNAKAN WAKTU YANG ADA (Efe 5:15-20)

Dari antara hadiah yang diberikan Allah, hadiah yang paling berharga adalah waktu (Mzm 31:15). Namun faktanya, yang paling diabaikan orang adalah waktu. Mari kita merenungkan makna perintah "pergunakanlah waktu yang ada."

l. "Pergunakanlah waktu yang ada" artinya janganlah melewatkan kesempatan melainkan tangkaplah.
'Pergunakanlah waktu yang ada’ bahasa lbraninya eksakratos yang artinya mengamankan atau melindungi. Allah mempercayakan waktu kepada kita dan tiap-tiap detik waktu sedang berlalu. Apakah kita telah menyayangi dan mempergunakan waktu yang ada dengan baik demi kehendak Tuhan? Kita harus dapat membedakan waktu dan menangkap kesempatan dengan baik karena semua kesempatan terdapat di dalam waktu (lbr 4:16). Kesempatan akan berlalu bersama dengan waktu yang mengalir. Maka hanya orang yang menghargai waktu dan hidup dengan mempergunakannya dengan baik sajalah yang dapat menangkap kesempatan. Kata 'mempergunakan' adalah eksakrajo yang berarti mengamankan atau menangkap. Dan kairon berarti waktu atau kesempatan. ltu sebabnya, dengan kata lain ungkapan itu berarti 'tangkaplah kesempatan.' Bahasa Yunani kairon berasal dari kata kairos. Kata tersebut dipakai dengan arti 'mencocokkan waktu' atau 'mencocokkan situasi' (Ams 25:11). Seperti perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun, dia tidak melewatkan kesempatan untuk menjamah punca jubah Yesus dan akhirnya penyakitnya disembuhkan. Begitu juga pemungut pajak Zakheus yang tidak melewatkan kesempatan untuk bertemu Yesus.

ll. Pergunakanlah waktu yang ada itu artinya tebuslah waktu.

Mohon maaf karena terbatasnya karakter (5000 karakter), dilanjutkan link di bawah ini  :)
https://docs.google.com/document/d/196IYKEcESAdqHrmElYfiDGPlRrv0fEqadetQNU5VBlc/pub
« Last Edit: February 13, 2014, 08:32:06 AM by Starlyn »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)