Author Topic: Kumpulan Renungan Kristen  (Read 218698 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 13, 2014, 08:24:37 AM
Reply #480
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Aku akan bergemar dalam ketetapanketetapan-Mu, firman-Mu tidak
      akan kulupakan. (Mazmur 119:16)

Judul:

                            APAKAH ALKITAB?

  Banyak tokoh termashyur yang mengungkapkan penghargaan atas
  Alkitab sebagai firman Allah dan bagaimana kitab suci ini
  memengaruhi hidup kita. Abraham Lincoln, presiden AS, berkata, "Saya
  percaya bahwa Alkitab adalah pemberian Allah yang terbaik kepada
  manusia. Semua yang baik dari Juru Selamat dunia disampaikan kepada
  kita melalui Alkitab." John Adams, juga presiden AS, berkata,
  "Betapa besar pengharapan saya terhadap Alkitab sehingga lebih pagi
  anak-anak saya membaca Alkitab, maka saya lebih yakin bahwa mereka
  adalah warga negara yang berguna dan istimewa." Isaac Newton,
  ilmuwan penemu gravitasi, berkata, "Saya menemukan lebih banyak
  tanda-tanda keaslian di dalam Alkitab daripada dalam sejarah sekuler
  manapun juga."



  Di sisi lain, tidak banyak pula orang-termasuk mereka yang mengaku
  sebagai orang Kristen-yang menyamakan Alkitab dengan buku filsafat,
  sastra, atau sejarah pada umumnya. Mereka menganggapnya sekadar
  sebagai kumpulan tulisan biasa. Tidak memiliki kuasa dan dampak yang
  istimewa bagi kehidupan manusia.



  Bagaimana dengan kita? Jika kita memiliki cara pandang yang benar
  tentang Alkitab, kita tidak akan melewatkan hari begitu saja tanpa
  meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan firman-Nya. Dari sini
  kita belajar menyimak dan mendengarkan tuntunan-Nya yang
  lemah-lembut, membiarkan firman-Nya berdampak dalam hidup kita,
  memberi kita kekuatan dan pengharapan dalam menghadapi berbagai
  tantangan hidup. Kita akan bersukacita oleh firman-Nya! --Petrus
  Kwik

    DARI JUTAAN BUKU YANG TELAH DISEBARLUASKAN, TAK AKAN PERNAH ADA
  YANG DAPAT MEMBERI PENGARUH ATAS HIDUP MANUSIA SEDAHSYAT ALKITAB.
February 16, 2014, 11:17:47 AM
Reply #481
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu...
      hanya Bapa sendiri. (Matius 24:36)

Judul:

                              AKHIR ZAMAN

  Kapan zaman ini berakhir? Inilah pertanyaan manusia sepanjang
  zaman yang tak kunjung terjawab. Yesus mengajarkan bahwa dunia ini
  pasti berakhir ketika Dia datang untuk kedua kalinya (ay. 30-31).
  Kapan Dia datang kembali? Tak seorang pun yang tahu kecuali Bapa di
  surga.



  Namun, Dia memberi kita tanda-tanda yang perlu kita perhatikan, agar
  kita waspada dan siaga. Tanda-tanda kedatangan-Nya kembali, antara
  lain bertambahnya pengajar dan mesias palsu (ay. 5), berita tentang
  peperangan (ay. 6-7a), meningkatnya bencana alam seperti tsunami,
  gempa, banjir, kekeringan, gagal panen, kelaparan (ay. 7b), dan
  Injil tersebar ke seluruh penjuru bumi (ay. 14). Yesus
  memberitahukan bahwa peristiwa-peristiwa ini bagaikan rasa sakit
  yang dialami seorang ibu yang akan melahirkan. Semakin dekat,
  frekuensi dan eskalasi rasa sakit itu semakin kuat (bdk. Yoh.
  16:21). Demikian pula dengan kedatangan-Nya kembali. Ketika
  tanda-tanda di atas semakin intensif terjadi, berarti waktunya kian
  mendekat.



  Bagi orang percaya, keadaan tersebut tidak perlu membangkitkan
  ketakutan. Sebaliknya, kita menantikan kedatangan-Nya dengan tekun
  dan sungguh-sungguh. Seperti seorang ibu yang sakit bersalin,
  penderitaan yang ditanggungnya itu berganti dengan kebahagiaan yang
  tak terkira ketika sang bayi terlahir dengan sehat. Demikian pula,
  penantian orang percaya akan berpuncak pada kebahagiaan yang tiada
  taranya: kedatangan kembali Tuhan dan Juruselamat untuk menjemput
  kita, mempelai perempuan-Nya yang cemerlang. --Susanto

              BAGI ORANG PERCAYA, KEDATANGAN-NYA KEMBALI
    BUKAN SUMBER KETAKUTAN, MELAINKAN SUMBER SUKACITA TIADA TARA.
April 18, 2014, 12:02:41 PM
Reply #482
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 307
  • KULIT PISANG ( : Rm. 3:7 Salahkah Aku?
  • Denominasi: just BELIVER = ALWAYS GIVE THANKS =
Sebuah Puisi Jumat Agung dan Paskah

Karya: Ulil Absar Abdala (Cendekiawan Muslim)

Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.

Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku: Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista.

Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu – mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta.

Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi!

Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.
Ia mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista.
Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.

Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku.
Ia telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.
Ia membuatku cinta pada yang dinista!


Semoga Semua Hidup Berbahagia dalam kasih Tuhan.


[Puisi tersebut dibuat cendekiawan NU Ulil Abshara Abdala)
Hati BAPA : Aku telah berkenan memberi pertunjuk kepada orang yang tidak menanyakan aku; -Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. -Aku telah berkata : "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil namaKUYes 65:1
April 19, 2014, 10:52:29 AM
Reply #483
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa
      bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN,
      Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku. (Daniel 9:20)

Judul:

                          QUO VADIS INDONESIA?

  Sebagai bangsa Indonesia, kadang-kadang kita prihatin, malu,
  marah, dan sekaligus galau kala menyaksikan kondisi bangsa ini.
  Indonesia termasuk negara terkorup di dunia. Kekerasan terjadi
  secara beruntun dan mirisnya kadang berjubah agama. Hal ini membuat
  sebagian orang skeptis dan masa bodoh. Sebagai pengikut Kristus, apa
  yang dapat kita lakukan di tengah persoalan yang kompleks ini?



  Daniel, yang termasuk orang buangan, merasa prihatin akan nasib
  bangsanya. Ia tidak ingin bangsanya terus-menerus menderita
  sengsara, seolah tidak ada harapan bagi masa depan mereka. Bangsa
  Israel telah mengalami penderitaan begitu lama karena harus menjadi
  bangsa buangan di negeri Babel. Ini terjadi akibat dosa mereka
  sendiri. Karena itu, Daniel berdoa kepada Allah, bergumul akan
  kelangsungan hidup bangsanya (ay. 20). Ia percaya bahwa kelangsungan
  hidup serta masa depan bangsanya ada di tangan Tuhan. Maka, apa yang
  terjadi pada bangsanya tidak luput dari pengawasan Tuhan. Terlebih
  mereka adalah bangsa pilihan Tuhan.



  Situasi dan kondisi bangsa kita yang tak menentu ini dapat saja
  melunturkan iman dan pengharapan kita. Akan tetapi, apakah kita
  mengizinkan situasi dan kondisi ini memperlemah iman kita?
  Seharusnya tidak! Kita tahu bahwa waktu dan sejarah tidak dikontrol
  oleh manusia, tetapi oleh Allah. Karena itu, kita seharusnya seperti
  Daniel, berdoa memohon belas kasihan Tuhan, agar Dia tetap
  memelihara bangsa ini. Marilah kita menjalani hidup kita dengan iman
  dan pengharapan yang teguh. --Eddy Nugroho

                KECINTAAN KEPADA BANGSA DAN NEGARA KITA
        DAPAT DIMULAI DENGAN MEMOHON PEMELIHARAAN TUHAN ATASNYA
April 29, 2014, 08:45:59 AM
Reply #484
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan
Dalam kehidupan sehari-hari banyak diantara kita yang seringkali terlalu sibuk mengamati kehidupan rohani orang lain dari pada mengamati kehidupan rohani kita sendiri.

(Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hal seperti ini sering kita temui didalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang semakin sibuk menghakimi, menilai, bahkan menganggap rendah kehidupan rohani seseorang hanya dari apa yang mereka lihat. Padahal kita tidak berhak melakukan itu karena kita tidak sepenuhnya tahu apa saja yang sudah dia lakukan dan alami selama hidupnya.
Hal demikianlah yang justru menunjukan bahwa betapa kerdilnya iman seseorang, karena secara tidak langsung dia menganggap bahwa dirinya jauh lebih baik dan lebih benar dari pada orang lain dimata Tuhan. Ingatkah kita dengan cerita antara orang Farisi dan seorang pemungut cukai yang sedang berdoa di Bait Allah (Baca Matius 18 : 9-14).
Ingatlah: barang siapa yang meninggikan dirinya dihadapan Allah ia akan direndahkan, namun barang siapa yang merendahkan dirinya dihadapan Allah dengan tidak mempunyai tujuan apapun, maka dia akan ditinggikan. Maka dari itu jalanilah kehidupan rohanimu dengan dewasa sehingga itu menjadi lebih bermakna. Jadilah orang yang rendah hati, bijaksana, berhikmat, bertanggungjawab, menjadi berkat, bertumbuh dan menghasilkan buah-buah roh, dll.
Sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu yang kita miliki dalam hidup ini dengan sia-sia dan menjadi bagian dari orang-orang yang hanya sibuk mengukur tinggi rendahnya kehidupan rohani orang lain).
April 29, 2014, 10:40:43 AM
Reply #485
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Nats: Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, "Mengapa
      kamu menyusahkan perempuan ini? Ia telah melakukan suatu
      perbuatan yang baik pada-Ku. (Matius 26:10)

Judul:

                        LEBIH DARI SEKADAR RASA

  Meski berat, momen perpisahan sering merupakan saat-saat menikmati
  hujan kasih. Saya masih menyimpan sejumlah kenang-kenangan yang
  diberikan ketika saya selesai kuliah dan akan pulang ke kota asal.
  Tidak semuanya berguna, tetapi tiap benda mengingatkan saya pada
  mereka yang meluangkan waktu, uang, dan tenaga demi menunjukkan
  kasih kepada saya.


  Saya pikir orang yang mengurapi Yesus menjelang penyaliban pastilah
  sangat mengasihi Yesus. Sebab itu, Yesus sangat menghargai
  tindakannya (ayat 10). Menuangkan minyak wangi menunjukkan
  penghormatan yang besar dalam budaya zaman itu, apalagi minyak yang
  mahal harganya. Menurut catatan Injil Yohanes, ia adalah Maria,
  saudara Lazarus yang pernah dibangkitkan Yesus. Mungkin sekali Maria
  telah mendengar bahwa Yesus akan disalibkan dan ia tak tahan
  menunjukkan kasih dan penghormatannya kepada Sang Mesias selagi
  masih punya kesempatan. Menurut catatan Matius, Yesus telah empat
  kali memberitahukan tentang kematian-Nya kepada para murid. Namun,
  mereka tidak memercayai-Nya (lihat pasal 16:22), bahkan gusar
  melihat tindakan Maria yang mereka anggap berlebihan (ayat 8).


  Tindakan Maria mengingatkan kita bahwa kasih adalah sesuatu yang
  "aktif", bukan sekadar perasaan yang kita harap bisa meluap
  sewaktu-waktu. Perintah pertama dan utama yang diberikan Yesus
  adalah "Kasihilah Tuhan, Allahmu, ...." Kasihilah, sebuah kata
  kerja. Ketika kita mengasihi Allah, kita memercayai dan menaati-Nya
  (lihat Yohanes 14:15). Tak mengapa jika tidak dihargai orang. Kita
  melakukannya semata-mata karena hendak menunjukkan kasih dan
  penghormatan tertinggi bagi-Nya. --MEL

              MENGASIHI ALLAH BERARTI KITA MEMERCAYAI-NYA
          DAN MENGAMBIL LANGKAH NYATA UNTUK MENANGGAPI-NYA.
April 29, 2014, 12:38:49 PM
Reply #486
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan


"Seandainya Hidupmu hari ini di Rekam dalam sebuah Video, dan Tuhan Melihatnya, Kira-kira Apakah Tuhan akan Tersenyum atau Bersedih Melihat Setiap hal yang sudah engkau kerjakan sepanjang hari ini??

JESUS LOVES YOU ALL  :happy0062:
April 29, 2014, 12:42:35 PM
Reply #487
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan
"Ketika ALLAH mengijinkan diri kita melayani seseorang, maka orang yang tidak percaya kepada ALLAH sekalipun akan tahu bahwa semuanya itu adalah pekerjaan ALLAH".


JESUS LOVES YOU ALL  :happy0062:
April 29, 2014, 04:16:32 PM
Reply #488
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan
Proses yang TUHAN lakukan dalam hidup kita itu Memang Sangat-sangat tidak kita mengerti..
Seringkali Terlihat seperti sebuah Kesengsaraan dan Penderitaan, Namun Apa yang sesungguhnya DIA lakukan adalah untuk mendewasakan dan Meneguhkan Iman kita agar hanya kepadaNYA laah kita percaya..
Sebab TUHAN yang kita sembah tidak pernah Meninggalkan kita dan berlaku Jahat terhadap seluruh Ciptaan-NYA..



JESUS LOVES YOU ALL  :happy0062:
April 29, 2014, 08:38:06 PM
Reply #489
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Denominasi: Protestan
Kita bisa menghabiskan waktu bermain dengan Gadget yang kita miliki selama berjam-jam, Namun kita tidak bisa meluangkan waktu yang kita punya untuk membaca Kitab Suci walaupun itu hanya 20 menit dalam sehari..

Kita sanggup Bangun tengah malam untuk Menonton Pertandingan sepakbola Eropa, namun kita tidak sanggup bangun tengah malam untuk Berdoa dan Bersyukur sama TUHAN atas Berkat-NYA..


..IRONIS BUKAN..

Dedicated: untuk Sahabat-sahabat Forum Kristen yang Suka Bangun Tengah Malam untuk Nonton Bola Liga Champions Eropa  :afro:


JESUS LOVES YOU ALL  :happy0062:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)