Author Topic: Renungan ekasih.com  (Read 4113 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 11, 2009, 10:43:52 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
BERKAT ORANG BENAR
Baca:

Mazmur 92:1-16

--------------------------------------

“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,

akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;”

Mazmur 92:13.

---------------------------------------

Dua analogi yang dipakai pemazmur untuk menggambarkan orang benar dalam perjalanan hidupnya: (1). Orang benar akan bertunas seperti pohon korma. (2). Orang benar akan tumbuh subur seperti pohon aras libanon. Pohon korma tumbuh di padang gurun yang gersang, dimana pohon buah lainnya tidak bisa. Apabila petani menanam benih korma, menanamnya pasir lalu menindihnya dengan batu. Nampaknya tidak manusiawi, tetapi baik supaya tidak terbawa angin yang akhirnya bisa kering dan mati.  Analogi pohon aras libanon. Pohon aras Libanon satu jenis kayu yang sangat baik. Raja Salomo memakai kayu ini untuk keperluan pembangunan bait Allah? (1 Raja 5:2-8). Kayu aras libanon memiliki serat kayu yang bagus, diameternya lebar dan mudah dibentuk. (jati kalau di Indonesia). Konon menurut keterangan, Kayu aras Libanon tumbuh di lereng gunung, setiap harinya selalu diterpa angin kencang, proses ini yang menjadikan akar mampu menancap ke dalam tanah, menyerap sari bagi pertumbuhan batang dan pohon. Terpaan angin juga membentuk serat kayu aras menjadi indah.

Ini berbicara tentang pemeliharaan Tuhan bagi orang benar, walaupun hidup di lokasi dan situasi yang tidak menyenangkan, tantangan, persoalan datang silih bergati, Tuhan mampu membuat sistem untuk menghidupi orang benar sehingga orang benar bisa bertumbuh dan menghasilkan buah. Alkitab tidak pernah menjanjikan orang benar tidak akan mengalami tantangan, tetapi Allah berjanji “Pada waktu orang benar dicobai Ia akan memberikan jalan ke luar” (1 Korintus 10:13). Dimana Anda berada sekarang ini? Apakah terasa seperti dipadang gurun? Apakah Anda merasa Allah kejam? Tantangan terasa bagaikan angin badai, bila anda sudah menjadi orang benar karena Yesus dan tinggal di dalam kebenaran itu, percayalah semuanya itu akan mendatangkan kebaikan pada waktunya. GMas

--------------------------------------
Orang benar adalah yang percaya kepada Yesus Kristus dan tinggal di dalam kebenaran.
http://ekasih.com/index.php/renungan/343-berkat-orang-benar
« Last Edit: May 18, 2009, 01:00:35 AM by blessed »
May 12, 2009, 09:13:16 AM
Reply #1
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
BIJAKSANA MENGHITUNG HARI

Baca:

Mazmur 90:1-17

------------------------------------

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami

sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”.

Maz 90:12

------------------------------------

Satu kali ketika seorang teman berbuat iseng pada sipengemis buta dengan memberi uang lima ratus rupiah uang kertas, sambil berkata “Nih uang lima ribu semoga bermafaat”. Si pengemis tersentak gembira, sambil berkata “baru kali ini ada dermawan”. Sambil tersenyum, cepat-cepat uang itu dia ambil. Tetapi secepat itu juga raut mukanya berubah menjadi kecut, sambil bergumam, “ sialan, mentang-mentang sama orang buta uang lima ratus dibilang lima ribu”. Kejadian lain yang pernah saya perhatikan, ada yang menerima uang kembalian lebih, dia sengaja diam-diam, dalam hatinya berkata ‘untung kembaliannya lebih’. Sebaliknya apabila kembalian urangnya kurang, langsung menyaut, ‘kembaliannya kurang’! Kejadian itu mengajar saya betapa bijaknya manusia menghitung uang, sedangkan dalam menghitung hari-hari hidupnya begitu bodoh.


Banyak anak Tuhan yang menjalani hari-hari hidupnya dengan bodoh. Menghadiri ibadah semaunya, dengan alasan ‘minggu depan juga kan’ masih bisa. Bahkan ada anak Tuhan yang ibadahnya hanya 3 kali dalam satu tahun. Ibadah Natal. Ibadah Paskah dan ibadah ulang tahun gereja. Bahkan ada yang lebih rusak lagi, 3 kali dalam seumur hidup. Waktu mau dibaptis, waktu mau menikah dan waktu sudah ada di dalam peti mati. Betapa tidak bijaksananya manusia menghitung hari-hari hidupnya. Nabi Musa di dalam Mazmurnya berdoa “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Ada 3 alasannya: (1). Hari-hari hidup di dalam dunia ini dibatas. (Ay 10a). (2). Perjalanan hidup yang terbatas ini, berjalannya begitu cepat..(Ay 10b). (3). Satu kali ketika, semua manusia akan dihadapkan pada pertanggungjawaban hidup dihadapan Tuhan. (Ay 11).GMas Kalau nabi musa saja seorang nabi yang memiliki hubungan begitu dekat dengan Tuhan berdoa demikian bagaimana dengan Anda?

----------------------------------------------------


Manusia bisa mengira waktu kelahiran tetapi tidak ada yang tahu kapan waktu kematian.
May 13, 2009, 10:28:39 AM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
LUPA MENGHITUNG BERKAT

Baca

Matius 16:5-12


----------------------------------------------------------

“… Tidak kamu ingat lagi akan lima roti untuk lima ribu…? Ataupun akan tujuh roti

untuk empat ribu orang itu dan berapa bakul kamu kumpulkan kemudian?”

Matius 16:9-10

-----------------------------------------------------------


Tahukah Anda, berapa kali Tuhan Yesus membuat mujizat memberi makan orang banyak dengan roti dan ikan? Pasti sebagian Anda menjawab 2 kali. Yang pertama dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan untuk 5000 orang laki-laki tidak terhitung wanita dan anak-anak. Yang kedua. Tujuh ketul roti dan beberapa ikan kecil untuk 4000 orang laki-laki tidak terhitung wanita dan anak-anak. Pertanyaan berikutnya adalah: Tahukan Anda berapa lama selang waktu dari mujizat 5 ketul roti dengan mujizat 7 ketul roti?. Memang kita tidak bisa memperkirakan secara pasti berapa lama selang waktu tersebut, tetapi kemungkinan besar selang waktunya tidak terlalu lama. Kalau kita perhatikan dari penempatan ceritera ini oleh penulis Injil Matius yang ditempatkan secara berdekatan. Coba perhatikan; Mujizat 5 ketul roti ditulis dalam Matius pasal 14:13-20 sedangkan mujizat 7 ketul roti ditulis dalam Matius pasal 15:32-39. Itu berarti hanya terhalang 46 ayat saja. Apakah ini kebetulan? Tentu tidak. Perhatikan penegasan Tuhan Yesus terhadap murid-murid-Nya“…Tidak kamu ingat lagi…” (Matius 16:9-10). Bagaimana mungkin mereka melupakan 2 mujizat yang besar itu? Kita tidak mengerti kenapa murid-murid Tuhan Yesus bisa begitu. Tetapi Ini pelajaran bagi kita mengenai kecendrungan manusia yang suka gampang melupakan kebaikan Tuhan.


Sebenarnya kitapun sering kali seperti murid-murid Tuhan, sering melupakan kebaikan Tuhan yang sudah kita alami. khususnya manakala kita sedang mengahadapi persoalan baru, kita sering menjadi putus asa dan patah semangat, bahkan merasa tidak ada lagi pengharapan, kita lupa dalam hidup kita dimasa yang lalu Tuhan telah melakukan pertolongan-Nya. Percayalah Tuhan Yesus tidak berubah, dia mampu melakukan perkara yang besar saat ini juga. GMas


----------------------------------------
Hitung berkatmu satu persatu,  satupun jangan kau lupakan Lihat bagaimana Tuhan berkatkan.
http://ekasih. com/index.php/renungan/348-lupa-menghitung-berkat
May 13, 2009, 11:04:24 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 909
  • Gender: Male
  • ^cOoL^
Ada guyonan lucu yang bilang kalau rotinya bisa sisa 12 bakul karena yang makan orang israel. Kalau orang indonesia bakal habis nggak bersisa; Kalaupun masih ada sisa pasti sudah dibungkus buat bawa pulang. xixixi
"Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh" (Roma 1:22)
May 14, 2009, 09:54:12 AM
Reply #4
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
MENGAPA KITA ADA DI DUNIA?

Baca:
Efesus 2:1-22
----------------------------------------------------------------------------
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik,…”
Efesus 2:10
-----------------------------------------------------------------------------

Pernahkan Anda berpikir, mengapa Anda ada di dunia ini? Kenapa pada waktu proses dikandung Anda tidak menjadi janin yang gugur? Untuk apa Anda hidup di dunia ini? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Bisa saja kelahiran Anda tidak diinginkan oleh orang, tetapi itu bukan berarti tidak ada tujuan Tuhan dalam kehidupan Anda. Mengapa kita ada? Jawabnya adalah: Anda ada untuk kemuliaan Allah. Nabi Yesaya menegaskan hal ini didalam kitabnya: “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.“(Yes 43:21).

Ada 3 alasan kita bisa memuliakan Allah: Pertama: Kita telah kehilangan hak atas diri kita sendiri. “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor 6:20). Dalam bahasa Sunda memakai kata “Kudu” yang artinya harus memuliakan Allah. Dahulu kita adalah hamba iblis, sekarang kita adalah hamba Allah. Kata Hamba lebih tepat dipakai kata budak. Yang artinya kita tidak mempunyai hak lain kecuali untuk melakukan apa yang dimaui pemilik kita yaitu menyenangkan dan memuliakan Allah. Kedua Karena sudah Ada contoh. Tuhan Yesus sendiri selama hidupnya hanya untuk memuliakan Bapa-Nya. “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi…” (Yohanes 17:4).
Selain Tuhan Yesus kita juga melihat, Rasul Paulus. Didalam suratnya kepada jemaat Efesus Paulus berkata: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik...” (Efesus 2:10). Ketiga. Kita bisa memuliakan Allah, karena Allah memberikan kemampuan kepada kita.“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Apakah kehidupan Anda sudah memuliakan Allah atau mempermalukan Allah? GMas

-------------------------------------------------------------------------------------
Kehidupan yang tidak memuliakan Allah berarti mengingkari maksud Allah menghidupkan kita.
May 15, 2009, 09:54:09 AM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Baca:
1 Raja-raja 18:30-39
-------------------------------------------------------------------------
“Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN,…”
1 Raja-raja 18:37.
------------------------------------------------------------------------
   Pasti Anda setuju kalau doa nabi Elia adalah doa yang dinamis. Betapa tidak; Elia berdoa supaya api turun dari langit, seketika itu juga api turun menghanguskan korban bakaran. Dalam kesempatan lain, anak janda Sarfat yang sudah mati dihidupkan kembali. Pasal 17:20-23. Saat kemarau panjang, doa Elia mampu menurunkan hujan, pasal 18:42-45. Saat menghadapi ketakutan, doa Elia mampu menghadirkan hadirat Allah secara nyata. Pasal 19:9-18. 
Dimana rahasia doa nabi Elia yang dinamis itu?  Tips  sederhana: “Untuk mendapatkan barang dengan kualitas yang baik, bandingkan dengan barang lainnya, lihat kelebihannya, ambil yang memiliki nilai tambah”. Untuk memahami doa nabi Elia yang dinamis, bandingkan dengan doa para nabi Baal.  Doa nabi Baal: Arahnya pada Baal (Berhala), caranya rempugan (450 nabi Baal), dengan bersuara nyaring (Berteriak-teriak), sambil berjingkrak-jingkrak mengelilingi mezbah dan menoreh-noreh badan. Tujuannya kepentingan diri sendiri (Izebel). Doa nabi Elia: Arahnya pada Allah yang benar. Walau doa dilakukan seorang diri, walau doa tidak dilakukan dengan suara yang keras, tetapi tujuannya demi kemuliaan Allah. Berdoanya sesuai dengan kehendak Allah. (1 Raja-raja 18:1). Hasilnya; Doa nabi Baal: Tidak ada jawaban, malah Para nabi Baal kerasukan.  (1 Raja-raja 18:26-29). Sedangkan doa nabi Elia, mampu menurunkan api dari langit membakar habis semua korban bakaran.
Mengapa doa kita tidak dinamis? Kemungkinan; walau kita sebagai penyembah Allah, doa kita lebih mirip doa penyembah Baal, “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:2-3).GMas
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Doa yang dinamis: arahnya benar, sesuai kehendak Allah, tujuannya bagi kemuliaan Allah.
May 18, 2009, 12:02:06 AM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Baca:

Ayub 1:1-22

--------------------------------------------------

“… Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Ayub 1:21

---------------------------------------------------

                Dalam banyak hal tentu kita berbeda dengan Ayub. Kita tidak sekaya Ayub, kita tidak memiliki anak sebanyak Ayub dam yang pasti kita tidak sesaleh Ayub. Tetapi dalam hal kehilangan kita sama pernah mengalaminya. Kehilangan barang, kehilangan uang, kehilangan kendaraan bahkan kehilangan orang yang dikasihi. Bagaimana sikap yang benar tatkala mengalami kehilangan? Ayub saat mengalami kehilangan; bukan kehilangan sebagian tetapi kehilangan seluruhnya, kehilangan anak, harta kekayaan, istri bahkan kesehatannya. Dalam situasi seperti ini Alkitab mencatat: 

“ Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

                Dari pernyataan ini kita mendapatkan sikap yang benar saat mengalami kehilangan. pertama: Meyakini bahwa Tuhan yang memberi Tuhan juga yang mengambil. Dengan pernyataan ini, Ayub menunjukan bahwa semua yang dia miliki entah harta, orang atau yang lainnya, adalah titipan atau sesuatu yang dipinjamkan Tuhan untuk sementara. Saat oleh sang pemiliknya diambil lagi, walaupun dengan berat hati, sebenarnya Ayub tidak kehilangan. Kedua: Menyadari dengan Telanjang datang dengan telanjang juga akan pergi. Ayub menyadari bahwa ia hidup diantara kedua titik ini. Pernyataan ini menunjuk pada standar hidup yang paling mendasar yaitu ketidakpunyaan. Kita datang tidak membawa apa-apa, kita pulang juga tidak akan membawa apa. Ketiga: Terpujilah Tuhan. Kemenangan dalam perseteruaan antara Allah dan Setan sebenarnya ada disini: Apakah Ayub seperti yang setan katakan “mengasihi pemberiannya lebih penting dari pemberi-Nya atau seperti apa yang Allah ingin buktikan, bahwa Ayub mengasihi pemberi-Nya melebihi pemberiannya. Bagaimana sikap Anda saat mengalami kehilangan? GMas

----------------------------------------------------------------------------------------------

Kekayaan terbesar dalam kehidupan manusia adalah nyawanya sendiri.
May 23, 2009, 06:54:19 AM
Reply #7
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 13
Baca:

Lukas 16:19-31

---------------------------------------------------------------------------

“Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur.”

Lukas 16:22-23

--------------------------------------------------------------------------

Pernah saya bertanya kepada seseorang dalam sebuah penginjilan, “kalau nanti kamu mati tahu akan masuk kemana?”Satu jawaban yang sangat mengagetkan, dia bilang saya ingin masuk ke Neraka, karena di Neraka banyak PSK yang cantik-cantik dan kenikmatan lainnya. Hal ini menunjukan bahwa dia tidak tahu apa yang akan terjadi di alam kematian. Bukankah banyak diantara kita kematian masih merupakan misteri? Belum tahu apa yang ada di alam kematian. Oleh karena itu tidak sedikit yang takut dengan orang yang mati, apalagi menghadapi kematin itu sendiri, sampai ada lagu ku ingin hidup seribu tahun lagi.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kematian bukan lagi sebuah misteri. (1). Kematian akan dialami oleh semua orang. Lazarus yang miskin lagi sakit-sakitan mati. Orang kaya raya, tubuhnya lagi sehat-sehatnya juga mati. Dalam kenyataan memang demikian, yang tua mati yang muda juga mati. Yang di desa mati yang tinggal di kota juga mati. (2). Kematian bukan akhir dari segala-galanya, karena masih ada hal yang akan dijalani. (3). Upacara apapun yang dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan, tidak mempengaruhi status tempat di alam kematian. (4). Disebrang kematian ada dua tempat: alam yang penuh kebahagiaan (Firdaus) dimana Lazarus dan bapa Abraham tinggal. dan alam yang penuh penderitaan (Tartarus) dimana air untuk minum pun tidak ada. Antara dua alam itu ada jurang yang sangat dalam terbentang supaya tidak saling menyebrang. (5). Orang yang mati tidak bisa mendatangi dan bergaul dengan orang yang masih hidup. (6). Penentuan pilihan tempat untuk disebrang kematian, harus dilakukan sekarang berdasarkan patokan Firman Allah.

Apabila kematian mendatangi Anda sekarang, apakah Anda tahu kemana akan pergi? Apabila kematian mendatangi orang tua, sanak saudara Anda, apakah pasti mereka akan masuk ke tempat dimana bapa Abraham dan Lazarus ada?GMas

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siapa berpegang pada kebenaran menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

 sumber www.ekasih.com
« Last Edit: May 23, 2009, 06:56:50 AM by khrist »
June 16, 2009, 08:43:13 AM
Reply #8
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1573
  • Gender: Male
    • KristenAlkitabiah.com
Nice Words :)
GBU
June 16, 2009, 01:27:55 PM
Reply #9
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
guyz, bagi kesaksian-kesaksian kalian donk di http://tellstories.co.cc semoga bisa bermanfaat bagi banyak orang... thanks
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)