Author Topic: AJARAN TTG KEMAKMURAN: Mengelabui & Mematikan (Rev. John S. Piper, D.Theol.)  (Read 18484 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

May 18, 2009, 08:53:15 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 177
  • Gender: Male
  • Sola Scriptura!
    • Fides quaraens intellectum!
AJARAN TENTANG KEMAKMURAN: Mengelabui dan Mematikan

oleh: Rev. John S. Piper, D.Theol.





Ketika saya membaca tentang gereja yang mengajarkan tentang kemakmuran, respons saya adalah: Seandainya saya bukan orang Kristen, saya tidak akan ingin masuk Kristen. Dengan kata lain, seandainya ini adalah pesan Yesus, mohon maaf saya tidak mau.

Memikat orang untuk mengikut Kristus supaya kaya adalah bohong dan mematikan. Ini adalah bohong karena pada waktu Yesus sendiri memanggil kita, Ia mengatakan hal-hal seperti: “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk. 14:33). Dan ini mematikan karena hasrat untuk menjadi kaya menjerumuskan “orang ke dalam keruntuhan dan kebinasaan” (1Tim. 6:9). Jadi inilah permohonanku kepada para pemberita Injil.
1.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Membuat Manusia Lebih Sulit Lagi Untuk Masuk Sorga
Yesus berkata, “Betapa sulitnya bagi orang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Allah!” Murid-muridnya tercengang, sebagaimana banyak orang dalam gerakan “kemakmuran” seharusnya bereaksi. Yesus kemudian meneruskan yang membuat mereka bahkan lebih heran lagi dengan berkata, “lebih mudah seekor unta masuk ke lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah.” Mereka merespon dalam ketidak-percayaan: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Mrk. 10:23-27).

Pertanyaan saya bagi para pendeta yang mengajarkan tentang kemakmuran adalah: Mengapa Anda ingin mengembangkan fokus gereja yang membuat sulit bagi manusia untuk masuk Sorga?


2.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mengobarkan Keinginan Manusia Untuk Bunuh Diri
Paulus berkata, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar, sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia, dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Tetapi kemudian ia memperingatkan akan keinginan untuk menjadi kaya. Dan secara implisit, ia memperingatkan para pendeta yang menimbulkan keinginan untuk menjadi kaya ketimbang menolong manusia untuk menjauhkan diri darinya. Ia memperingatkan, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim. 6:6-10).

Jadi pertanyaan saya kepada pendeta yang mengajarkan tentang kemakmuran adalah: mengapa Anda mau mengembangkan gereja yang mendorong manusia untuk menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka dan menenggelamkan dirinya ke dalam keruntuhan dan kebinasaan?


3.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mendorong Kerentanan Terhadap Ngengat dan Karat
Yesus memberi peringatan terhadap upaya untuk mengumpulkan harta di dunia. Yaitu, ia menyuruh kita untuk menjadi pemberi, bukan penyimpan. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga, di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat. 6:19).

Memang, kita semua menyimpan sesuatu. Namun karena adanya kecenderungan untuk serakah dalam diri kita semua, mengapa kita menanggalkan fokus dari Yesus dan memutar-balikkannya?


4.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Menjadikan Kerja Keras Sebagai Jalan untuk Mendapatkan Kekayaan yang Berlimpah
Paulus berkata kita tidak boleh mencuri. Pilihannya adalah kerja keras dengan tangan kita sendiri. Tetapi tujuan utamanya bukan semata-mata untuk menimbun atau bahkan untuk memiliki. Tujuannya adalah “memiliki untuk memberi.” “tetapi baiklah ia bekerja keras, dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Ef. 4:28). Ini bukanlah suatu pembenaran untuk menjadi kaya supaya dapat memberi lebih banyak lagi. Tidak ada alasan mengapa seseorang yang berpenghasilan $ 200.000 harus hidup secara berbeda daripada cara hidup orang yang berpenghasilan $ 80.000. Carilah pola hidup seperti dalam masa perang; ketatkan pengeluaran Anda; dan bagikanlah sisanya kepada orang lain.

Mengapa Anda harus mendorong orang untuk berpikir bahwa mereka harus memiliki kekayaan supaya bisa menjadi pemberi yang boros? Mengapa tidak mendorong mereka untuk hidup lebih sederhana dan menjadi pemberi yang lebih boros lagi? Bukankah itu akan menambah kemurahan mereka menjadi suatu kesaksian yang baik bahwa Kristuslah harta mereka, bukan benda yang mereka miliki?


5.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mengakibatkan Berkurangnya Iman Terhadap Janji-janji Tuhan Kepada Kita yang Tidak Dapat Dibeli Dengan Uang
Alasan penulis kepada bangsa Ibrani mengajarkan kepada kita untuk merasa cukup dengan apa yang ada pada kita adalah karena jika tidak maka iman kita terhadap janji Tuhan akan berkurang. Ia berkata, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah Penolongku, aku tidak akan takut, apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibr. 13:5-6).

Bila Alkitab mengajarkan kepada kita untuk merasa puas dengan apa yang ada pada kita meyakini akan janji-janji Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan kita, mengapa kita mau mengajarkan kepada manusia untuk ingin menjadi kaya?


6.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Mengakibatkan Umat Anda Merasa Terhimpit
Yesus mengingatkan bahwa Firman Tuhan, yang ditujukan untuk memberi kita kehidupan, dapat kehilangan efektifitasnya oleh kekayaan. FirmanNya berkata bahwa ini bagaikan benih yang tumbuh di antara semak duri yang menghimpitnya sampai mati: “Orang yang telah mendengarkan firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimput dengan ….kekayaan…hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang” (Luk. 8:14).

Mangapa kita mau mendorong manusia untuk mengejar sesuatu yang Yesus katakan akan menghimpit kita?


7.    Jangan Mengembangkan Filsafat Gereja yang Membuat Garam Menjadi Tawar dan Meletakkan Lampu Di Bawah Gantang
Hal apakah yang membuat orang Kristen menjadi garam dunia dan terang dunia? Bukanlah kekayaan. Hasrat akan kekayaan dan pengejaran akan kekayaan terasa dan kelihatan seperti dunia. Ini tidak memberi dunia sesuatu yang berbeda daripada apa yang telah diyakininya. Tragedi besar dari pengajaran tentang kemakmuran adalah bahwa seseorang tidak perlu dibangkitkan secara spiritual untuk memeluknya; cukuplah dengan serakah. Menjadi kaya dalam nama Yesus bukanlah garam dunia atau terang dunia. Dalam hal demikian, dunia hanya melihat suatu refleksi tentang dirinya sendiri. Dan kalau berhasil, orang akan mau.

Konteks dari perkataan Yesus menunjukkan kepada kita apa yang dimaksud dengan garam dan terang. Ini adalah kemauan secara sukacita untuk berkorban bagi Kristus. Beginilah sabda Yesus, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. Kamu adalah garam dunia….Kamu adalah terang dunia” (Mat. 5:11-14).

Apa yang akan membuat dunia merasakan (garam) dan melihat (terang) Kristus dalam diri kita bukanlah bahwa kita mencintai kekayaan sama seperti mereka. Akan tetapi suatu kemauan dan kemampuan orang-orang Kristen untuk mengasihi sesama dalam penderitaan, sambil bersukacita karena upahnya adalah di Sorga bersama Yesus. Hal ini tidak dapat dimengerti oleh manusia. Ini adalah hal supernatural. Namun menarik manusia dengan janji-janji kemakmuran itu adalah hal yang natural. Ini bukanlah pesan Yesus, Ini bukan tujuan dari kematian-Nya.


Artikel ini:
Diterbitkan oleh   :   Desiring God Ministries (www.desiringGod.org)
Ditulis oleh   :   John Piper.
Seri   :   Taste and See
Topik   :   Church Leadership
Subtopik   :   Preaching and Teaching
Tanggal   :   14 Februari 2007
Diterjemahkan oleh   :   Nelce Manoppo


Sumber:
http://gospeltranslations.org/wiki/Prosperity_Preaching:_Deceitful_and_Deadly/id



Profil Rev. Dr. John S. Piper:
Rev. John Stephen Piper, D.Theol. adalah Pendeta Senior di Bethlehem Baptist Church dan seorang penulis yang sangat produktif dari perpektif Calvinis. Beliau menyelesaikan gelar Bachelor of Divinity (B.D.) di Fuller Theological Seminary di Pasadena, California pada tahun 1968-1971. John melakukan studi Doctor of Theology (D.Theol.) di dalam bidang Perjanjian Baru di University of Munich, Munich, Jerman Barat pada tahun 1971-1974. Disertasinya, Love Your Enemies diterbitkan oleh Cambridge University Press dan Baker Book House.



Editor dan Pengoreksi: Denny Teguh Sutandio

« Last Edit: May 18, 2009, 08:56:36 PM by Denny Teguh Sutandio »
“… man is never sufficiently touched and affected by the awareness of his lowly state until he has compared himself with God’s majesty.”
(Dr. John Calvin; Institutes of the Christian Religion, I.I.3, p. 39)
June 02, 2011, 03:41:34 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Membaca pendapat diatas, ada benar dan tidaknya.

Kalau kekayaan yang didapat dipakai buat pelayanan, ok banget.

Kalau diajarkan miskin itu membahagiakan, nggak tuch.
Sekarang semuanya seba uang, ke tolet aja bayar kok.
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
June 02, 2011, 04:09:22 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2906
  • Denominasi: The only Jesus way
kalo ke toilet ga dikenain biaya, tentu ketoilet gratis dan ga pake duit.

Kota besar dan hiruk pikuk kota besar adalah ambisi yg menimbulkan tunas2 ambisi yg lain yg akarnya adlh dosa..

Sbgai sontoh: kota besar, jakarta, toilet pun byr 1000,
 
June 03, 2011, 06:04:09 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1026
  • Gender: Male
masuk toilet gak perlu bayar.

cuma pas keluar dari toiletnya aja yang harus bayar, he..he.. :D
June 03, 2011, 07:01:10 PM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 284
  • Gender: Male
Saya rasa penulis bukan mengajak kita semua untuk menjadi miskin materi. Tetapi ia tidak menyetujui para pendeta yang mengajarkan bahwa ikut Yesus akan menjadikan kita kaya materi, karena justru itu akan mematikan iman Kristen kita semua.
Kaya boleh² saja, tetapi hasrat menjadi kaya itu yang mematikan.

Soal toilet yang bayar, gampaannnngggg, tinggal mojok aja di pinggir jalan kan udah beres  :ashamed0004: (kebiasaan saya kalo lagi ke luar kota  ;D).
June 03, 2011, 09:37:52 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Saya rasa penulis bukan mengajak kita semua untuk menjadi miskin materi. Tetapi ia tidak menyetujui para pendeta yang mengajarkan bahwa ikut YESUS akan menjadikan kita kaya materi, karena justru itu akan mematikan iman Kristen kita semua.
Kaya boleh² saja, tetapi hasrat menjadi kaya itu yang mematikan.
Kalau iklan nya nggak bagus, ya orang pasti pilih ke Gunung Kawi cari pesugihan. Kurasa nggak ada salahnya bahasa iklannya begini : MAU KAYA ???? MARI CARI YESUS DULU.
Kutip dari: Ayat : Carilah dahulu Kerajaan ELOHIM, maka semuanya akan ditambahkannya kepadamu.

Manusiawilah semua orang mencari kekayaan. Lagian siapa sich yang mau kismin ???

Masak perlu disampaikan kepada jiwa-jiwa baru, kalau mau ikut Yesus harus menjual semua hartanya dan membagi-bagikannya.

Sepi deh gereja, bisa-bisa tak ada perpuluhan lagi dan tak ada yang berminat lagi membuka gereja.
He He He................
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
June 04, 2011, 10:26:58 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 284
  • Gender: Male
Saya rasa penulis bukan mengajak kita semua untuk menjadi miskin materi. Tetapi ia tidak menyetujui para pendeta yang mengajarkan bahwa ikut YESUS akan menjadikan kita kaya materi, karena justru itu akan mematikan iman Kristen kita semua.
Kaya boleh² saja, tetapi hasrat menjadi kaya itu yang mematikan.
Kalau iklan nya nggak bagus, ya orang pasti pilih ke Gunung Kawi cari pesugihan. Kurasa nggak ada salahnya bahasa iklannya begini : MAU KAYA ???? MARI CARI YESUS DULU.
Kutip dari: Ayat : Carilah dahulu Kerajaan ELOHIM, maka semuanya akan ditambahkannya kepadamu.

Manusiawilah semua orang mencari kekayaan. Lagian siapa sich yang mau kismin ???

Masak perlu disampaikan kepada jiwa-jiwa baru, kalau mau ikut YESUS harus menjual semua hartanya dan membagi-bagikannya.

Sepi deh gereja, bisa-bisa tak ada perpuluhan lagi dan tak ada yang berminat lagi membuka gereja.
He He He................

Jika ada iklan "MAU KAYA ???? MARI CARI YESUS DULU", apa motivasi utama dari kalimat ini? Kekayaan bukan?
Di situ orang tertarik ikut Yesus karena mau kaya, jadi kekayaan yang lebih utama daripada Yesus. Yesus hanya dijadikan sarana untuk memperoleh kekayaan.

Kalimat “Carilah dahulu Kerajaan ELOHIM, maka semuanya akan ditambahkannya kepadamu”, apakah “semuanya” di sini berarti kita akan menjadi kaya materi? Tidak.
Di situ janji Tuhan untuk memelihara kehidupan kita, dan bukan menjadikan kita kaya secara materi.

Jika iklan tersebut hanya untuk memancing agar orang mau datang pada Yesus, apakah cara itu dapat dibenarkan?
Sesuatu yang diawali dengan hal yang salah, biasanya berakhir dengan salah pula.


“Manusiawilah semua orang mencari kekayaan. Lagian siapa sich yang mau kismin ???”
Ya itulah dunia. Hendaklah jangan serupa dengan dunia :)

“Masak perlu disampaikan kepada jiwa-jiwa baru, kalau mau ikut YESUS harus menjual semua hartanya dan membagi-bagikannya.”
Soal, menjual semua harta dan membagi-bagikannya, apakah Tuhan Yesus menyuruh kita semua begitu? Tidak bukan?
Tuhan Yesus menyuruh seorang pemuda kaya itu begitu, karena di hati pemuda itu yang utama adalah hartanya. Tuhan ingin kita menempatkan Dia sebagai yang utama di hati kita.

“Sepi deh gereja, bisa-bisa tak ada perpuluhan lagi dan tak ada yang berminat lagi membuka gereja.”
Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih :)
Buat apa besar secara kuantitas, tetapi kecil secara kualitas :)

Mungkin lebih baik kita cermati saja kehidupan para rasul², para bapa² gereja dahulu, para martir². Mereka semua hidup dalam kesederhanaan. Bahkan mereka rela mati untuk membela iman mereka kepada Kristus. Kekayaan tidak ada artinya lagi buat mereka.
Jadi pantaskah kekayaan dijadikan umpan agar orang mau menerima Yesus? Bagi saya, sangat tidak pantas.

Semoga sis Endang tidak tersinggung dengan bahasa saya yah :)
GBU sis
June 04, 2011, 10:47:56 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2524
  • Real TULIP from Amsterdam
kalau mau cari jiwa, begini tulisnya di iklan


"Ayo siapa ikut yesus, di jamin miskin dan melarat, tapi masuk surga.
Ayo bergegas, siapa yang siap miskin  tapi masuk surga"


ini baru iklan yang paling rohani dan rohana.

June 04, 2011, 10:50:19 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2524
  • Real TULIP from Amsterdam
dunia ini selalu ada dua macam pemikiran

1. orang yang selalu berfikiran positif.
2. orang yang selalu berfikiran negatif.


biasanya, orang yg berfikiran negatif, hidupnya akan susah, penuh keluh kesah. Karena setiap hal, akan selalu di pandang negatif. Bahkan Tuhanpun dipandang dgn mata negatif. Jadi ingat siapa ya......, oh iya, si koboi itu. hahahaha

June 04, 2011, 11:15:02 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Banyak orang diluar yang pengen jadi orang kaya, mungkin juga termasuk orang dalam juga.

Lha kalau nggak ditawarkan ikut YESUS jadi orang kaya, orang berhasil, orang yang diberkati, ya tentunya yang ikut YESUS jadi sedikit. Dukun laku keras, atau mungkin agama seberang laku karena menjanjikan akan diberkati dan jadi orang kaya.

Apalagi promonya seperti ini, siapa sich yang mau ikut YESUS ?
kalau mau cari jiwa, begini tulisnya di iklan


"Ayo siapa ikut YESUS, di jamin miskin dan melarat, tapi masuk surga.
Ayo bergegas, siapa yang siap miskin  tapi masuk surga"


ini baru iklan yang paling rohani dan rohana.



Apakah Bro Kukgeruk mau jadi orang kismin dan melarat tapi masuk sorga, susah-susah dibumi ? He He He.......

Jadi nggak salah khan ditanamkan pikiran positif, karena apa yang kau pikirkan, itulah yang akan terjadi (kekuatan sugesti positif)
« Last Edit: June 04, 2011, 11:16:45 PM by endang123456789 »
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)