Author Topic: Pilihan atau Paksaan?  (Read 1242 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 26, 2009, 10:41:17 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12

Pilihan atau paksaan

Dalam penciptaan manusia diciptakan Allah dengan kehendak bebas. Kenapa? Agar manusia bisa memuliakan Allah dan turut serta dalam kemuliaanNya tanpa sebuah paksaan.

Namun apakah manusia dalam kehendak bebasnya benar-benar bebas? Tidak. Manusia dalam kehendak bebasnya tetap harus tunduk di bawah otoritas dan kedaulatan Allah.

Apakah manusia benar-benar bebas? Tidak, karena dalam kebebasannya pastilah ia akan selalu memilih yang terbaik bagi dirinya. Bahkan saat ia memutuskan untuk memilih sesuatu yang jelek, pastilah karena menurutnya itu baik bagi dirinya. Sehingga dalam kebebasannya, manusia justru telah menjadi budak kebaikan (kebaikan menurut diri sendiri sebenarnya adalah dosa di hadapan Allah karena manusia telah jatuh dalam dosa). Dan setelah jatuh dalam dosa, maka manusiapun telah dapat menentukan sendiri apa yang baik menurut dirinya. Inilah dosa yaitu manusia berusaha menentukan jalan hidupnya sendiri di luar Sang Pencipta. Manusia dalam kebebasannya telah menjadi budak dosa.

Namun apakah manusia benar-benar bebas? Tidak. Pertama karena ia telah menjadi budak dosa oleh natur dosanya. Kedua dalam keadaan apapun, manusia tdak dapat keluar dari kedaulatan Allah.

Jadi Pilihan atau paksaan?

Sebenarnya seluruh hidup manusia bukanlah pilihan. Segala sesuatu yang ia jalani haruslah melalui sebuah paksaan. Jika hidup manusia adalah pilihan, maka pastilah dunia ini akan hancur saat itu juga. Karena manusia dalam keberdosaannya adalah buta dan tidak tahu apa yang sebenarnya baik dan berharga. Seorang anak berusia 6 tahun, harulah dipaksa oleh gurunya agar bisa menulis dan berhitung sampai bisa. Jika melawan, maka ia akan menerima hukuman dari gurunya. Ini adalah paksaan. Apapun yang kita lakukan adalah paksaan. Saya melakukan ini untuk masa depan (paksaan masa depan). Saya melakukan itu untuk keluarga ( paksaan keluarga), saya melakukan ini karena......

Apa kamu bebas? Ya danTidak. Artinya bebas dalam ketidakbebasan.
Apa kamu punya pilihan? Ya dan Tidak. Artinya bisa memilih dalam ketidakadaannnya pilihan.

Maka lakukan segala sesuatu dengan ketidakbebasan sehingga kamu dapat bebas, dan lakukanlah apapun walau tanpa pilihan, sehingga kamu dapat memilih.

Saat kamu dengan sukacita melakukan apapun dengan ketidakbebasan, maka saat itulah kamu telah dibebaskan.
Saat kamu berani melakukan apapun tanpa bisa memilih, maka lakukanlah itu dengan syukur kepada Allah karena saat itulah kamu telah dapat membuat pilihan yang benar.

Soli Deo Gloria


May 26, 2009, 10:53:06 PM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
bro.. seandainya di dunia ini gak ada yang namanya kehendak bebas (free will) yaitu manusia bisa memilih apa yang akan dia perbuat,, maka dunia ini bukanlah dunia

Tapi udah jadi surga

karna Tuhan ingin melihat dan ingin menampik mana yang pantas menjadi anakNya.. maka Ia memberikan kita free will..
silahkan lihat tread "tentang free will"

http://forumkristen.com/index.php?topic=8565.0
« Last Edit: May 26, 2009, 10:55:13 PM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
May 27, 2009, 02:36:22 AM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28

Pilihan atau paksaan

Dalam penciptaan manusia diciptakan Allah dengan kehendak bebas. Kenapa? Agar manusia bisa memuliakan Allah dan turut serta dalam kemuliaanNya tanpa sebuah paksaan.

Namun apakah manusia dalam kehendak bebasnya benar-benar bebas? Tidak. Manusia dalam kehendak bebasnya tetap harus tunduk di bawah otoritas dan kedaulatan Allah.

Apakah manusia benar-benar bebas? Tidak, karena dalam kebebasannya pastilah ia akan selalu memilih yang terbaik bagi dirinya. Bahkan saat ia memutuskan untuk memilih sesuatu yang jelek, pastilah karena menurutnya itu baik bagi dirinya. Sehingga dalam kebebasannya, manusia justru telah menjadi budak kebaikan (kebaikan menurut diri sendiri sebenarnya adalah dosa di hadapan Allah karena manusia telah jatuh dalam dosa). Dan setelah jatuh dalam dosa, maka manusiapun telah dapat menentukan sendiri apa yang baik menurut dirinya. Inilah dosa yaitu manusia berusaha menentukan jalan hidupnya sendiri di luar Sang Pencipta. Manusia dalam kebebasannya telah menjadi budak dosa.

Namun apakah manusia benar-benar bebas? Tidak. Pertama karena ia telah menjadi budak dosa oleh natur dosanya. Kedua dalam keadaan apapun, manusia tdak dapat keluar dari kedaulatan Allah.

Jadi Pilihan atau paksaan?

Sebenarnya seluruh hidup manusia bukanlah pilihan. Segala sesuatu yang ia jalani haruslah melalui sebuah paksaan. Jika hidup manusia adalah pilihan, maka pastilah dunia ini akan hancur saat itu juga. Karena manusia dalam keberdosaannya adalah buta dan tidak tahu apa yang sebenarnya baik dan berharga. Seorang anak berusia 6 tahun, harulah dipaksa oleh gurunya agar bisa menulis dan berhitung sampai bisa. Jika melawan, maka ia akan menerima hukuman dari gurunya. Ini adalah paksaan. Apapun yang kita lakukan adalah paksaan. Saya melakukan ini untuk masa depan (paksaan masa depan). Saya melakukan itu untuk keluarga ( paksaan keluarga), saya melakukan ini karena......

Apa kamu bebas? Ya danTidak. Artinya bebas dalam ketidakbebasan.
Apa kamu punya pilihan? Ya dan Tidak. Artinya bisa memilih dalam ketidakadaannnya pilihan.

Maka lakukan segala sesuatu dengan ketidakbebasan sehingga kamu dapat bebas, dan lakukanlah apapun walau tanpa pilihan, sehingga kamu dapat memilih.

Saat kamu dengan sukacita melakukan apapun dengan ketidakbebasan, maka saat itulah kamu telah dibebaskan.
Saat kamu berani melakukan apapun tanpa bisa memilih, maka lakukanlah itu dengan syukur kepada Allah karena saat itulah kamu telah dapat membuat pilihan yang benar.

Soli Deo Gloria

koq rumit banget bro?? klo menurut gw sih ALLAH ga pernah memaksa umat-Nya, yang ada DIA selalu memberikan kebebasan bagi kita untuk milih cara n jalan hidup kita tentunya dengan segala konsekwensi yang harus kita terima.. pilih yang baik pa yang buruk, pilih kesenangan duniawi (kedagingan) pa hidup menurut keinginan ALLAH, pilih DISELAMATKAN apa PILIH KEBINASAAN.,,, semuanya ga ada paksaan..,, btw, ini menurut gw lho,, bisa salah bisa benar,,, ada pendapat lain ga??? kasih pencerahan donk...
« Last Edit: May 27, 2009, 02:41:32 AM by yudha_AD »
May 28, 2009, 04:21:44 AM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
karna Tuhan ingin melihat dan ingin menampik mana yang pantas menjadi anakNya..

Serendipity kalau pernyataan Anda seperti itu, bagaimana Anda mempertanggung jawabkan Roma 3:11, "Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah".

Kalau mau diilustraskan (Ini kenyataan, coba baca Kejadian 2:17), orang berdosa itu seperti orang yang jatuh dari atap gedung lantai 1000. mungkinkah orang ini hidup? Tidak mungkin. Kalau dia pasti mati, mungkinkah ia akan meminta pertolongan medis?  :mad0261:cape dehh!! ya ndak mungkinlah, wong udah dadi muoyat kok.

Kalau begitu saat kapan orang ini membutuhkan pertolongan medis? kalau dia masih hidup.
Siapakah yang bisa membangkitkan dia? Bukankah Kristus?

Jadi lengkapnya seperti ini,
Orang berdosa itu seperti (bukan seperti tapi memang) orang yang jatuh dari atap gedung lantai 1000 ini. Karena telah mati, ia tidak mungkin meminta pertolongan medis (Orang berdosa tidak mungkin datang kepada Allah (Roma 3:11)). Tapi akhirnya ada seseorang dengan kekuatan ajaib, lalu membangkitkan dia (inilah Kristus). Setelah bangkit dari kematiannya (dilahirbarukan oleh ROH KUDUS), barulah orang ini mencari pertolongan pada medis (bertobat).

Yohanes 6:37, Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Ayat ini terdiri dari dua induk kalimat yang persis dijelaskan oleh illustrasi saya tadi:
  • "Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku". Artinya bukan kita yang memilih Allah, tetapi Allah yang memilih kita terlebih dahulu. Ia dahulu yang membangkitkan kita dari kematian rohani kita.
  • "barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan kubuang". Setelah kita dipilih Allah, barulah kita bisa memilih Allah. Artinya setelah kita dibangkitkan dari kematian rohani kita, barulah kita sadar bahwa kita orang berdosa dan membutuhkan pengampunan Allah. momen inilah terjadi pertobatan.

Jadi serendipity, kalau bukan Allah yang memilih manusia untuk diselamatkan manusia pasti dan mutlak masuk neraka semuanya.

SOLA GRACIA
[/b][/size]
May 28, 2009, 04:53:37 AM
Reply #4
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
koq rumit banget bro?? klo menurut gw sih ALLAH ga pernah memaksa umat-Nya, yang ada DIA selalu memberikan kebebasan bagi kita untuk milih cara n jalan hidup kita tentunya dengan segala konsekwensi yang harus kita terima.. pilih yang baik pa yang buruk, pilih kesenangan duniawi (kedagingan) pa hidup menurut keinginan ALLAH, pilih DISELAMATKAN apa PILIH KEBINASAAN.,,, semuanya ga ada paksaan..,, btw, ini menurut gw lho,, bisa salah bisa benar,,, ada pendapat lain ga??? kasih pencerahan donk...

Hai Yud, udah mulai pusing yah? namanya juga Theologi. Saya kasih satu kunci yang kebanyakan orang Kristen lupa waktu bicara mengenai Theologi, "Mereka (sayapun sering termasuk) lupa bahwa mereka adalah ciptaan yang hendak mempelajari Pencipta". Orang sering bilang Fisika itu susah, matematika ampun-ampun, tapi Teologi...... cemen. Ingat ordo, Allah (Theologi), lalu Manusia (Anthropologi), baru kemudian alam (Scienstologi (semoga ini istilah tidak salah)). Jadi kalau belajar sains yaitu ilmu yang paling rendah aja pusing, apalagi Thelogi yang di atas manusia (Metacognition). Jadi kalau kamu pusing, bersyukurlah pada Tuhan karena kamu normal.

Yang saya maksud dengan bebas dan tidak bebas seperti ini:
1.   Misalnya kamu patah hati karena cewekmu selingkuh dengan orang lain. Saking putus asanya, kamu ingin bunuh diri, namun mendadak ada tiga orang cewek yang lebih cakep dari cewek lama kamu datang menawarkan diri untuk menjadi pacarmu, masih maukah kamu bunuh diri??
2.   Lalu kamu (andaikata kamu berusia 25 tahun) didatangi cewek berusia 33 tahun. Cewek ini tidak begitu cakep, namun menderita penyakit AIDS dengan komplikasi TBC stadium 3. Ia mendatangi kamu dengan senyuman terbaiknya lalu menawarkan ke kamu bahwa ia mau jadi pacarmu. Maukah kamu menerima cintanya?

Saya yakin, kalau kamu masih orang yang normal jawabannya pasti tidak. Namun bukankah manusia memiliki kehendak bebas? Bebas untuk berkata ya maupun tidak? Namun pada dua kasus di atas, dimanakah kebebasan untuk berkata ya? Bukankah kamu terikat untuk berkata tidak sehingga menjadi tidak bebas untuk berkata ya?
Sesungguhnya inilah yang saya maksud dengan bebas namun tidak bebas yaitu manusia secara fenomena memiliki Free Will, namun secara nomena/essensi terikat. Ini hanya dapat dimengerti melalui Firman Tuhan.

Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Roma 3:10-11, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Dari kedua ayat di atas bisa kita lihat manusia yang terkungkung dalam kehendak bebasnya. Jadi jika manusia benar-benar bebas, kenapa tidak ada satu orangpun yang mencari Allah? Bahkan kebetulanpun tidak karena manusia memang terikat dalam DOSA.

Sekarang mari kita lihat satu rahasia Alkitab yang sangat besar mengenai kehendak bebas manusia:
1.   Predestinasi (pemilihan Allah): Pada tahap ini manusia tidak dapat memilih (no Free Will).
2.   Penciptaan: Pada tahap ini Manusia memiliki kehendak bebas (FW) untuk taat pada Allah sehingga tidak berdosa atau tidak taat sehingga berdosa. “Bisa berdosa atau bisa tidak berdosa sama sekali”
3.   Kejatuhan: Pada tahap ini manusia tidak memiliki kehendak bebas karena telah terikat dalam dosa. “Tidak bisa tidak berdosa”
4.   Penebusan: Pada tahap ini manusia memiliki kehendak bebas (yang telah bertobat) karena ada anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.  “Bisa tidak berdosa sama sekali atau berdosa”
5.   Konsumasi: Manusia tidak memiliki kehendak bebas. Dosa telah ditelan dalam kemenangan Kristus. “Tidak bisa berdosa sama sekali”

Dari ke 5 tahap di atas, kita bisa melihat bagaimana kebebasan dan ketidakbebasan silih berganti dan saling bergantian. Yang saya maksud kehendak bebas disini adalah dari segi yang paling essensi yaitu kecenderungan natur manusia, sehingga bukannya Allah membuat kita menjadi “robot”.  Artinya manusia memiliki kehendak bebas, namun terikat pada kecenderungan naturnya (inilah yang saya sebut bebas tapi tidak bebas).

Saat ini kita sedang berada dalam tahap ke 2 dan 3. dimanakah posisimu? Sudah ditebuskah atau masih hidup dalam keberdosaan?
Jada jika manusia mengatakan bahwa ia bebas benar-benar bebas, maka CILAKALAH dia! Kenapa? karena dua ayat yang saya kutip dari Roma jelas bahwa manusia yang terikat dalam DOSA tidak mungkin mencari Allah! Seorangpun tidak!!

Kalau manusia menyatakan bahwa ia bebas memilih segalanya, saya mau tanya, siapakah yang bisa masuk Surga? Siapakah yang beroleh keselamatan dan hidup kekal bersama Dia? Puji Tuhan karena Allah kita adalah Allah yang berdaulat bahkan terhadap kehendak bebas kita sekalipun (Bukankah kehendak bebas kita adalah pemberian-Nya?) sehingga bukan kita yang memilih Allah, melainkan Allahlah yang pertama memilih kita (Efesus 1:4).
Jadi jika agama lain menyatakan, “Tuhan kamilah yang akan mencari-Mu”, maka Kekristenan begitu unikdan berbeda. Dalam Injil dinyatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Jadi Allah yang mencari manusia.

Sekarang saya mau tanya siapa yang tersesat Allah atau manusia? Bukankah manusia yang tersesat. Masakah yang tersesat mencari yang tidak tersesat? Inilah inti Kekristenan yaitu Allah yang turun mencari manusia.

Terakhir, saya akan tutup pembahasan ini dengan mengutip dari Yohanes 6:65,
Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."

Bagaimana? Masihkah kita mengandalkan kehendak bebas kita? Saya beri lagi satu prinsip: kehendak bebas manusia hanya mendatangkan dosa, kesombongan dan perlawanan terhadap Allah, sedangkan Kedaulatan Allah mendatangan pengampunan karena kasih karunia dalam iman kepada Yesus Kristus. Untuk itu tundukkanlah kehendak bebasmu dibawah Kedaulatan Allah karena bukan tanpa maksud Ia memberikannya kepadamu.

Yud, jangan lupa baca kembali setiap ayat yang saya kutip dan direnungkan. Tuhan memberkati.

SOLA GRACIA


 

 


 
May 28, 2009, 05:54:00 PM
Reply #5
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
@ erwine

“Kerajaan surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.” Pesta ini bukanlah sembarang pesta nikah, karena diselenggarakan oleh Sang Raja yang menikahkan anaknya. Segala yang terbaik disediakan oleh Sang Raja agar pesta berlangsung agung dan semarak sehingga semua orang merasakan kegembiraan dan kebahagiaan. Sang Raja, Allah yang mahakuasa, mengundang siapa saja untuk masuk ke dalam kehidupan keluargaNya dengan penuh suasana intim dan kebahagiaan bersama.
            
Sang Raja mengundang orang-orang untuk ikut menikmati kegembiraan jamuan pesta nikah yang diselenggarakan.

Sayangnya, banyak orang yang diundang itu menampik undangan Sang Raja karena mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.

Karena kuatnya keinginan Sang Raja untuk berbagi kebahagiaan maka Ia merendahkan diri dengan memohon, tetapi yang terjadi justru mereka membunuh utusan Sang Raja. Mereka tidak mau diganggu! Meraka menganggap sepi atas pengaruh dan kewibawaan Sang Raja. Bahkan, mereka memutus hubungan, padahal Sang Raja bukan hanya sepantasnya dihormati dan disegani melainkan juga harus diakui bahwa Dialah yang melindungi dan mengatur kondisi agar semua orang dapat mengupayakan kesejahteraan hidupnya.    
      
 Kebahagiaan Sang Raja akan menjadi nyata dengan makin banyaknya orang yang mau hadir dalam pesta nikah yang diselenggarakannya. Maka, diundanglah orang-orang yang ada di persimpangan jalan. Di antara mereka, banyak yang menanggapi undangan. Meskipun demikian, untuk masuk ke dalam pesta nikah mereka harus mengenakan pakaian pesta.

Persimpangan jalan adalah tempat berkumpulnya orang yang sedang menunggu angkot, berjualan, dan aneka kegiatan lain. Undangan Tuhan untuk masuk ke dalam kerajaan surga disampaikan kepada orang-orang yang tengah bergumul dengan hidupnya sehari-hari. Dalam pergumulan inilah orang sering berada di persimpangan jalan. Di “persimpangan jalan” hidup itulah undangan Tuhan makin nyata. Biasanya, di aneka persimpangan jalan ada banyak godaan menarik yang tak kalah kuatnya dari undangan Tuhan sehingga orang dapat salah dalam membuat pilihan, akibatnya tersesat.

Maka, dalam perjalanan hidup, apalagi ketika berada di persimpangan jalan, orang perlu waspada dan membuka hati agar mampu mendengarkan bisikan Tuhan.


Menyatakan sanggup untuk datang ke perjamuan pesta sang Raja perlu disertai kemauan kuat untuk menyiapkan pakaian pesta.

 Orang yang berpakaian pesta ketika pergi ke pesta menunjukkan bahwa dia memang mau hadir dan ikut berbahagia dalam pesta, bukan untuk urusan lain.

Demikian juga kalau kita menanggapi undangan ke kerajaan surga berarti kita harus mempunyai komitmen yang sungguh-sungguh, membenahi diri sehingga pantas berjabat tangan, bercanda-ria sambil menikmati hidangan bersama tuan rumah, Tuhan penyelenggara kehidupan.

untuk memiliki pakaian yang bagus dimata Tuhan,, itu merupakan suatu pilihan.
pakaian yang dimaksud disini adalah sikap kita yang akan ditentukan melalui pilihan yang kita ambil
« Last Edit: May 28, 2009, 05:57:03 PM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)