Author Topic: 1001 KASIH YANG MENGINSPIRASI  (Read 58311 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 30, 2009, 03:19:01 AM
Reply #10
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1920
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora
Gloria lahir dalam keadaan cacat. Kedua jari tangan kanan dan ketiga jari tangan kirinya tidak memiliki kuku. Demikian juga kakinya mengalami cacat serius. Kelima jari kaki kanannya tidak memiliki kuku dan bentuknya bulat, sedangkan telapak kaki kirinya hanya setengah bagian besarnya dan bentuknya bulat seperti kepalan tangan, tidak ada kuku dan tidak ada jari. Sejak kecil, Gloria tidak dapat memakai sepatu atau sandal. Pada waktu TK, Gloria harus memakai sepatu boot dan pada waktu SD tidak ada sepatu yang cocok bagi kakinya yang cacat itu. Akhirnya Gloria menggunakan sepatu anak laki-laki yang tertutup dan memakai tali agar sepatu tersebut dapat menyangga dan menutupi kaki kirinya yang hanya setengah itu. Sepatu yang ia pakai adalah sepatu yang alasnya terbuat dari karet yang cukup tebal dan cukup berat untuk ukuran kakinya yang kecil. Gloria berjalan terpincang-pincang karena sepatunya yang berat. Terkadang ia mengalami kesakitan dan harus menyeret sepatunya. Pelajaran olahraga adalah pelajaran yang menakutkan karena ia harus berlari keliling lapangan dengan sepatunya yang berat itu. Ia merasa malu, gagal, dan tidak berdaya. Di sekolah, ia merasa lain daripada teman-temannya. Gloria hanya dapat menangis dan menangis.

Gloria tumbuh menjadi anak yang pendiam, pemalu, dan tertutup. Ia sangat minder dan tidak memiliki rasa percaya diri. Pada masa kecilnya, Gloria tidak mengalami suatu masa yang indah seperti yang dialami oleh setiap anak. Ia mengalami suatu kegelisahan dan ia begitu ketakutan jika seseorang mendekatinya dan bersahabat dengannya, karena Gloria berpikir bahwa orang itu akan mengejeknya. Karena perasaan itulah, untuk berbicara dengan orang lain, ia tergagap-gagap, berkeringat, bingung, dan kehilangan semua kata-kata yang hendak diucapkannya. Hingga memasuki usia remaja, Gloria tidak memiliki teman yang mau menghabiskan waktu bersama dengannya, belajar bersamanya, dan untuk jalan-jalan. Pada saat teman-temannya bergembira di pesta ulang tahun yang ke-l7, Gloria tidak dapat menghadiri dan ikut berpesta dengan mereka. Gloria sangat kesepian dan semakin tenggelam dalam kesendiriannya.

Waktu terus berjalan dan Gloria tumbuh menjadi gadis dewasa, tetapi tidak datang perubahan apa pun pada dirinya. Gloria berteriak dalam kemarahannya, "Mengapa aku harus mengalami penderitaan seberat ini? Mengapa aku harus dilahirkan cacat seperti ini? Mengapa aku harus menderita seumur hidupku? Tidak bolehkah aku merasakan bahagia sedikit saja? Aku lahir dan tidak ada gunanya sama sekali, hanya menjadi beban bagi orang lain. Aku membenci diriku. Aku membenci semua yang ada padaku. Tidak ada yang baik di dalamku. Lalu untuk apa aku lahir? Lebih baik aku mati saja. Aku takut menghadapi hari esok."

Dalam keputusasaannya, Gloria berseru kepada Tuhan. Ia sendiri tidak mengerti bagaimana caranya berdoa dan kepada Tuhan yang mana ia harus minta tolong. Sampai suatu hari, seorang teman mengajak Gloria ke gereja. Asing bagi Gloria untuk mengikuti ibadah di gereja. Tetapi Allah sedang mempersiapkan jalan bagi hidup Gloria. Di tengah ibadah, Allah menjamah hati Gloria. "Saya merasakan damai pada saat itu." Hari itu, bulan Maret 1986, Gloria menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi dalam hidupnya, dan dibaptis pada bulan Agustus 1986. "Saya memiliki kasih yang baru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, kasih dari Tuhan Yesus Kristus. Saya menangis dan menangis, menyadari ada seseorang yang mengasihi saya dan yang menerima saya apa adanya. Saya merasa tidak sendirian. Dan Ia juga memiliki rencana yang terbaik bagi masa depan saya."

Kasih yang baru membuat ia merasa hidupnya yang hampa dipenuhi kembali oleh harapan-harapan atas janji Allah. Hatinya meluap dengan rasa cinta kepada Tuhan Yesus. Setiap saat dorongan untuk membaca Alkitab, berdoa, dan menyembah Tuhan sangat kuat ia rasakan. Namun, perjuangan Gloria belum berakhir. Mamanya menentang keras pada saat ia mengetahui Gloria telah menjadi seorang Kristen. Sejak kecil, Gloria diajarkan untuk bersembahyang kepada patung. Karena tidak dapat menghentikan Gloria untuk ke gereja, mamanya mengancam, Gloria tidak boleh bersembahyang kepada papanya yang telah meninggal. Karena menurut kepercayaan mereka, salah satu cara menghormati orang yang sudah meninggal adalah dengan bersembahyang kepada fotonya. Dengan berbuat demikian, mama membuat Gloria merasa bahwa ia sudah tidak lagi menghormati kedua orang tuanya. Tetapi hal itu tidak membuat Gloria berhenti. Ia semakin dalam mengasihi Tuhan.

Waktu terus berjalan. Dua tahun setelah pertobatannya, Gloria menghadapi suatu kenyataan pahit yang selama ini tak diketahuinya. Suatu saat tantenya datang ke rumah. Dari mulut tantenya terkuak semua pertanyaan dalam benaknya yang selama ini tak terjawab. Tantenya bertanya pada Gloria, "Apakah kamu tahu, mengapa kamu lahir dan mengalami cacat tubuh seperti itu?"

"Saya tahu. Mama bercerita pada saya bahwa pada waktu saya ada dalam kandungan, Mama tidak sengaja memotong kaki ayam. Mama lupa bahwa hal itu tidak boleh dilakukan. Akhirnya saya lahir dan keadaan kaki saya seperti kaki ayam yang terpotong," jawab Gloria dengan tanpa rasa curiga. Namun, entah dorongan apa yang ada dalam diri tantenya, sehingga tantenya kemudian menceritakan yang sebenarnya pada Gloria. "Apa yang diceritakan oleh Mamamu tidak benar. Itu hanya suatu kepercayaan orang pada zaman dulu. Sebenarnya Mamamu baru menyadari bahwa dirinya akan memunyai seorang bayi lagi ketika kandungannya telah memasuki usia 3 bulan. Mama sangat terkejut dan bingung. Ia tidak menyangka bahwa ia akan memiliki seorang anak lagi, anak yang ketujuh. Mama berpikir akan diberi makan apa dan pendidikan yang bagaimana anak ini jika ia lahir. Untuk menghidupi keenam anak yang sekarang ada saja sudah sangat sulit. Mama mengatakan pada waktu itu perasaannya begitu kacau, ia tak tahu dari mana akan mendapatkan seluruh biaya yang ia butuhkan -- biaya untuk membeli obat dan vitamin, makanan bergizi, biaya untuk melahirkan dan perawatan bayi. Ketakutan melanda pikiran dan perasaan Mamamu. Mamamu bertekad untuk menggugurkan bayi yang ada dalam kandungannya. Segala usaha dilakukan, mulai dari minum jamu, obat-obatan, sampai dengan cara dipijit. Tetapi semua gagal. Mamamu memikirkan cara lain, yaitu dengan memberikan bayinya kepada orang lain jika ia lahir. Akhirnya bayi itu lahir. Begitu mengetahui bayinya mengalami cacat pada kedua tangan dan kaki yang serius -- hatinya hancur dan ia merasa bersalah, mengingat semua yang telah dilakukannya. Karena perasaan bersalahnya, mama kemudian memutuskan untuk memelihara sendiri bayi itu dan tidak diberikannya pada keluarga yang telah menyanggupi untuk mengambil bayinya itu."

Mendengar cerita itu, Gloria merasa seluruh dunianya runtuh. Tangisan, kemarahan, kesedihan, perasaan gelisah, dan keputusasaan, semuanya bercampur jadi satu. Kenyataan pahit yang didengarnya itu seperti membuka kembali lembaran pahit yang dilaluinya selama ini. Penderitaan demi penderitaan yang dirasakannya, ejekan dan tertawaan orang-orang yang didengarnya setiap hari, dan semua pemberontakan pada mamanya. Kini Gloria menyadari dari mana kebencian pada mamanya berasal. Kebencian yang amat dalam yang tidak pernah ia mengerti alasannya. "Tidak pernah Mama membedakan kami. Perlakuannya sama terhadap kami semua. Namun entah mengapa, saya sangat memberontak pada Mama. Saya selalu menentang Mama. Jika sesuatu yang saya minta tidak dituruti, saya akan sangat marah. Saya akan membanting pintu, menarik-narik rambut saya dan kepala saya bentur-benturkan ke tembok. Saya selalu mengomel untuk memuaskan kemarahan saya."

Kembali ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa ia harus mengampuni mamanya untuk semua yang mamanya perbuat terhadap dirinya. Gloria bergumul dan terus berjuang untuk mengampuni mamanya. Sampai suatu saat Gloria mengikuti retret. Firman Allah yang diberitakan dengan jelas didengarnya seperti Allah sendiri berbicara kepada dirinya, "Aku sudah mengenal engkau sebelum engkau dibentuk dalam kandungan ibumu. Aku sudah menguduskan engkau sebelum engkau keluar dari kandungan ibumu. Engkau sangat berharga di mata-Ku dan mulia, Aku ini mengasihi engkau." Dan mulai saat itu, perlahan demi perlahan Gloria menerima kesembuhan atas semua luka-luka di hatinya. Setelah luka-luka batinnya dipulihkan, Gloria mendapat tawaran pekerjaan di sebuah kursus bahasa Inggris untuk anak-anak usia "playgroup". Tanpa pikir panjang, Gloria menerima tawaran tersebut. Di sana, Gloria bekerja sebagai guru bantu yang bertugas membantu guru utama untuk mendampingi anak-anak yang belajar. Tugas Gloria adalah membantu anak-anak yang tidak bisa memegang pensil, menghibur anak-anak yang menangis di kelas, atau menemani anak-anak yang mau ke kamar mandi.

Pada suatu saat, salah satu orang tua murid datang ke tempat kursus. Dengan marah, ia menuntut kepada kepala sekolah untuk memberhentikan Gloria karena ia mengira Gloria terkena penyakit kusta. Ia takut penyakit itu akan menular kepada anak-anak di situ. Ia mengancam, jika Gloria tidak diberhentikan, ia dan beberapa orang tua murid yang lain akan mengeluarkan anak-anak mereka dari tempat kursus tersebut. Hari itu juga, Gloria dibawa diperiksa, dan dokter menyatakan bahwa itu bukan kusta. Masih tidak percaya dengan keterangan dokter, orang tua murid kembali menginginkan Gloria untuk diperiksa di laboratorium. Mendengar hal itu, Gloria sangat marah. Ia ingin melabrak orang itu. Namun, ketika berpapasan muka dengan muka, Gloria tidak dapat mengelurkan sepatah kata pun untuk melampiaskan kemarahannya itu.

Gloria berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya agar tempat kursus itu tidak dirugikan. Keesokan harinya, ia menghadap kepala sekolah dan menyampaikan niatnya. Mendengar hal itu, kepala sekolah berkata kepadanya, "Kalau kamu keluar dari tempat ini, itu berarti kamu menyetujui apa yang dituduhkan kepada kamu." Jawaban dari kepala sekolah membuat Gloria menyadari apa yang sedang diperjuangkannya. Gloria tetap bekerja di tempat kursus tersebut, meskipun setelah kejadian itu beberapa orang tua murid menarik anak-anaknya untuk tidak belajar di situ. Tetapi setelah kejadian itu, pendaftaran murid-murid baru semakin banyak, sehingga dibutuhkan guru untuk mengajar. Akhirnya, diangkatlah Gloria menjadi guru untuk mengajar dan tidak lagi menjadi guru bantu. Gloria mempergunakan kesempatan tersebut untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada anak-anak pada 5 menit terakhir di setiap pelajaran yang diajarkannya. Sampai akhirnya, kepala sekolahnya memberi izin untuk membuka sekolah minggu di tempat kursus itu.

Gloria kemudian mendapat tawaran untuk mengajar di SD. Selama 4 tahun mengajar di sana, ia menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada murid-murid. Hal ini kemudian diketahui oleh pihak sekolah dan kemudian Gloria diberhentikan. Gloria merasa sedih mengalami hal itu, tetapi ia percaya Tuhan yang membela hidupnya, Tuhan yang akan buka jalan sehingga Ia yang akan memberkati dengan berkali lipat. Beberapa bulan kemudian, Gloria mulai mendapat tawaran untuk mengajar anak-anak dari rumah ke rumah. Gloria juga memulai usaha membuat kue kering yang kemudian berkembang dengan pesat. Gloria pun memberi dirinya untuk mulai melayani Tuhan, bernyanyi bagi Tuhan untuk semua pemulihan yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya dan keluarganya.

o-------------o
Sumber: sabda
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
May 30, 2009, 05:49:21 PM
Reply #11
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Nobel adalah seorang ahli kimia Swedia yang mencari nafkah dengan membuat dinamit serta berbagai bahan peledak lainnya sebagai senjata. Bertahun-tahun setelah temuannya ini, ketika seorang saudara laki-lakinya meninggal, sebuah surat kabar secara tak sengaja mencetak berita kematian Nobel dan bukan saudaranya. Bunyi berita itu,

"Telah berpulang: Alfred Nobel, seseorang yang telah menjadikan dirinya sangat kaya dengan membuat temuan yang telah memungkinkan orang bisa membunuh sesamanya dalam jumlah yang tak pernah dibayangkan sebelumnya".

Terguncang oleh penilaian seperti itu, Nobel memutuskan untuk menggunakan kekayaannya untuk menghargai dan mendorong prestasi dalam memajukan kemanusiaan. Dari situlah lahir antara lain hadiah Nobel perdamaian.

Nobel memperoleh kesempatan langka yaitu untuk mengevaluasi kehidupan pada akhir hayatnya, namun masih memiliki waktu untuk mengubahnya. Dan sekarang, Anda juga memperoleh kesempatan yang sama.
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
May 30, 2009, 11:11:49 PM
Reply #12
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
"(Yesus)..yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Filipi 2:6-7

Setiap orang senang berada bersama-sama dengan orang-orang yang dikasihinya. Bersama keluarga, bersama sahabat, menikmati waktu-waktu bersama, tertawa dan makan bersama, tidak seorangpun ingin melewatkan hal itu. Seringkali karena pekerjaan dan berbagai hal lainnya, kita harus berpisah dengan mereka, namun kita ingin cepat-cepat kembali dan berkumpul bersama mereka.

Tahukah Anda, Tuhan sangat senang berada di antara kita. Dia sangat mengasihi Anda, dan ingin bersama Anda. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia rela melakukan perjalanan paling jauh yang pernah ada. Ia meninggalkan sorga, untuk bisa bersama-sama dengan Anda di bumi ini.

Dia awali perjalananNya dengan menjadi embrio satu sel, dan masuk dalam rahim Maria. Tuhan semesta alam itu, meringkuk dan menendang-nendang dinding sebuah rahim. Kemudian dia lahir di tengah kemiskinan, pertama kali merasakan tidur, dia diletakkan disebuah palungan di kandang yang bau. Kemudian dia mulai bertumbuh dari anak-anak, remaja hingga dewasa sebagai seorang anak tukang kayu di desa kecil.

Pernahkah Anda terbayang, Tuhan itu tampil seperti orang biasa. Dia makan, makanan biasa, berjalan kaki kemanapun Dia harus pergi, tanpa seorang pelayan atau pengawal bersamaNya. :rolleye0014:

Pertanyaannya adalah, "Mengapa Tuhan pencipta langit dan bumi mau melakukan semua itu?" Jawabannya sangat sederhana, Dia ingin berada ditengah-tengah orang yang dikasihiNya.

___________________________________________________________________________

Dalam bukunya "The Next Door Savior" Max Lucado menuliskan sebuah kisah yang didengarnya dari seseorang yang bernama Dr. Maxwell Maltz. Kisah luar biasa ini menceritakan tentang arti sebuah kasih.

Seorang pria terluka dalam sebuah kebakaran ketika ia berusaha menyelamatkan orangtuanya dari rumah yang terbakar itu. Dia tidak berhasil menyelamatkan orangtuanya. Mereka meninggal dunia. Namun karena kebakaran tersebut, wajah pria tersebut rusak. Pria ini secara salah menafsirkan penderitaannya sebagai hukuman Tuhan. Pria ini tidak mau bertemu dengan siapapun - bahkan istrinya sendiri.

Istrinya pergi ke Dr.Maltz, seorang ahli bedah plastik untuk mencari pertolongan. Ia memberitahu wanita ini untuk tidak perlu kuatir.

"Saya dapat memperbaiki wajahnya," demikian katanya.

Tetapi istri pria tersebut tidak menyambut kabar tersebut dengan gembira. Suaminya berkali-kali menolak pertolongan apapun. Ia tahu suaminya akan menolaknya lagi.

Lalu mengapa wanita ini mengunjungi Dr. Maltz?

"Saya mau Anda merusak wajah saya supaya saya serupa dengannya! Jika saya bisa merasakan penderitaannya, mungkin ia akan membiarkan saya kembali dalam hidupnya."Dr.Maltz terkejut. Ia menolak permintaan wanita itu, tetapi ia begitu terharu oleh cinta wanita itu sehigga ia pergi dan berbicara kepada suaminya. Ia mengetuk pintu kamar tidur pria itu, sambil berbicara dengan keras, "Saya seorang ahli bedah plastik, dan saya ingin Anda tahu bahwa saya dapat memperbaiki wajah Anda."

Tidak ada jabawan.

"Keluarlah..!" lalu tidak ada suara lagi.

Dengan masih berbicara di depan pintu, Dr. Maltz pria itu bercerita tentang usul istrinya.

"Istri Anda meminta supaya saya merusak wajahnya, membuat wajahnya sama seperti wajah Anda dengan harapan bahwa Anda akan membiarkannya kembali dalam hidup Anda. Begitu besar cintanya kepada Anda."

Keadaan hening sesaat, dan kemudian, dengan sangat berlahan, gagang pintu mulai bergerak.

Tahukah Anda, sama seperti perasaan istri pria itu, demikian juga perasaan Tuhan terhadap kita. Tetapi yang Ia lakukan bukan sekedar ingin wajahnya sama seperti kita, tetapi Ia mengambil semua keburukan kita, semua dosa dan salah kita, semua sakit dan derita kita, Ia mati di kayu salib untuk kita. Hal itu Yesus lakukan karena Ia senang dan ingin bersama-sama dengan kita. Apakah Anda mau membuka hati Anda bagi Dia? Yesus menantikan Anda untuk membuka pintu hati Anda baginya saat ini.

sumber : The next door savior
« Last Edit: May 30, 2009, 11:15:12 PM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
May 31, 2009, 11:12:22 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Korea Selatan mempunyai hari yang cukup aneh, 13 November yang disebut "Hell exam" ' adalah hari dimana kasus bunuh diri siswa/i mencapai puncak tertinggi.Meskipun pemerintah sudah mengurangi 3 universitas yang mendominasi dunia perkuliahan (Seoul National university, Korea University, dan juga Yonsei).Tekanan untuk bisa masuk ke 3 besar Univ tersebut justru semakin tinggi, oleh karena itu banyak siwsa/i yang gagal, menentukan pilihan untuk bunuh diri. setidaknya tercatat 200 siswa/i yang bunuh diri dalam setahun di saat-saat ujian terpenting dalam hidup mereka.
sumber:dari koreasparkling (the peak of teen suicide season in korea),ohmynews(on a college entrance exam deathwatch) cuplikan dari : forumdetik.com-tentang korea.

Lagi, menurut sumber Antara 07/06/07, The asahi Shimbun melaporkan sedikitnya 886 pelajar Jepang bunuh diri selama tahun 2006 karena persoalan di sekolah dan tekanan orang tua yang membuat murid yang bersangkutan putus asa .

Masih seputar usaha bunuh diri remaja belasan tahun, Linda Utami (15), siswi kelas II SLTPN 12 Jakarta, juga ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur rumahnya di Jalan Nipah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia diduga mengakhiri hidupnya karena depresi. Pasalnya, ia sering diejek temannya gara-gara pernah tidak naik kelas. (Kompas 16 Juni 2004)
Begitu banyak kita melihat peristiwa serupa,  baik melalui media TV dan surat kabar, yang terakhir adalah peristiwa bunuh diri Adriana Kambida Nendir, siswi kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Waingapu, Sumba Timur (Pos Kupang, 18/7/2008). Ia tidak mau gagal untuk ketiga kalinya, rasa malu dan bersalah atas hasil keringat orang tuanya yang miskin.

Sangat memedihkan hati ketika melihat perjuangan begitu beratnya untuk mencapai prestasi.
Ketika rasa malu mengalahkan segalanya dan manusia menjadi tidak berharga.
Saya teringat seorang Bapak yang mempunyai sedikit masalah dengan putra sulungnya.
Saat ini anaknya bersekolah kelas 2 SMP.
Sebagaimana anak-anak pria dengan kenakalan pada usianya, hal2 yang biasa terjadi kemalasan, dan suka bermain2 saja.
Hal2 itu mengakibatkan penurunan prestasi dan mengakibatkannya terancam tidak naik kelas.
Bapaknya tahu anak tersebut bukanlah tidak pintar karena semasa SDnya selalu berprestasi.
Yang segera dilakukan si Bapak adalah memberitahu sang anak supaya rajin belajar karena untuk masa depannya dengan ancaman apabila sampai tidak naik kelas akan dipindahkan kesuatu sekolah asrama di luar kota.
Ketika satu temannya menyarankan mengapa tidak memberi PENGHARGAAN daripada PENGHUKUMAN, sang Bapak segera tersadar bahwa Manusia lebih berharga daripada prestasi dan harga diri.
Ketika keringat dingin mengalir di dahi dan hati yang kecut seorang pemain basket saat harus melemparkan bolanya kekeranjang ataupun ataupun saat-saat seorang pemain sepakbola melakukan pinalty 12 pass dalam even pertandingan.
Detik2 yang menentukan ketika dunia yang tanpa kasih karunia mengharuskannya untuk memasukkan bola agar ia tidak mengalami cemooh dan hujatan.

Sesaat saya tersadar oleh kata2 Yancey : " Kerajaan Kristus memanggil kita ke jalan yang berbeda, yang tidak tergantung pada usaha kita, tetapi usahaNYA. Kita tidak perlu berprestasi, hanya perlu mengikuti. Atas usaha dan pengorbanannya, IA sudah memenangkan penerimaan Allah bagi kita".

Sayup2 masih terngiang ditelinga,  paduan suara gereja Kathedral menyanyikan lagu yang diambil dari 1 Kor 13 : kasih...itu murah hati..., kasihMU ....kasihMU...TUHAN....".

Sin, Akhir Mei, 31- 2009
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
June 01, 2009, 09:06:30 PM
Reply #14
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12112
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Tahun lalu saudara perempuan saya menangis, "Andai aku sempat berpikir, aku akan menelepon Oprah. Ibu pasti akan menjadi kandidat utama untuk acara Oprah pada Hari Ibu. Aku tidak tahu apakah masih ada pramurukti (perawat orang lanjut usia) berusia 83 tahun yang mengurus ibu mereka."

Ibu saya memang seorang pramurukti paling penuh kasih di dunia ini. Ia memberikan waktu dan tenaganya untuk Nenek yang membutuhkan perawatan terus-menerus. Ibu kerap menelepon saya dengan berita-berita tentang apa yang mereka makan bersama, ke mana mereka melakukan perjalanan terakhir, dan bagaimana ia menyibukkan Nenek serta berupaya memberikan warna dan makna bagi kehidupannya.

Kadang kala saya merasa bersalah karena tidak dapat membantu Ibu mengurus Nenek yang sedemikian berharga. Saat saya mengungkapkan hal itu kepada Ibu baru-baru ini, ia cuma berkata, "Kenapa bukan Ibu yang mengurus Nenekmu? Sewaktu ibu kandung Ibu meninggal, Ibu masih berusia enam tahun. Lalu ayah kandung Ibu menikahi nenekmu yang sekarang-ia baru saja menginjak usia 23 tahu ketika masuk ke rumah kami dan mengasihi kami semua. Ibu rasa kondisi saat itu terasa jauh lebih sulit baginya dibandingkan situasi Ibu sekarang ini. Kini nenekmu dan Ibu menikmati saat yang indah."

Andai saya tinggal di dekat Ibu, saya akan menempatkan sebuah mahkota di atas kepalanya dan membiarkannya berkuasa sebagai Ratu Sehari-atau yang lebih baik lagi, memberinya gelar sebagai Pramurukti Terbaik Abad Ini.

Ibu bukanlah seorang santa hanya karena ia merawat kebutuhan fisik nenek atau karena ia berdoa untuknya dan mendampinginya. Namun, fakta indah tentang kehidupan Ibu adalah caranya merawat orang yang mencerminkan kasih Tuhan. Ia telah mengajarkan kasih Yesus kepada banyak orang.

Ibu saya adalah sebuah permata. Dengan atau tanpa mahkota, ia benar-benar seorang pramurukti terbaik abad ini.

=================
Katherine J. Crawford
(dikutip dari Surprise Gifts, Kisah-kisah Luar Biasa tentang Berbagi Berkat, Gloria Graffa, 2008)
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
June 04, 2009, 03:26:32 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Hanya berbelit handuk saat hendak mandi, tak sengaja telingaku mendengar sepenggal lagu dari satu cuplikan sinetron,
Setelah melihat di televisi, lagu itu ternyata berjudul "cinta terlarang" karya grup musik yang sedang naik daun "the virgin" dan saat ini lagu2nya sering kita dengar diputar baik di stasiun radio dan tv.
Suatu ref lagu yang diulang-ulang dan cukup menyayat hati, berbunyi demikian :
        Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
          Hanya untuk bersamanya
            Ku mencintainya
                sungguh mencintainya


Aku langsung berfikir....wah, yang bernyanyi ini adalah "setan", bukan manusia yang hidup tetapi jelas roh yang sedang dalam keputus-asaan/desperado.
Yang meminta kepada Tuhan untuk memberinya hidup sekali lagi untuk bisa hidup bersama kekasihnya.

Cuplikan Lirik lagu ini seutuhnya :
Lagu Cinta Terlarang

Kau kan slalu tersimpan di hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku

Tuhan berikan aku cinta satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya

Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya

Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu

Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya

Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya

---------------
Diputus Pacar, Siswa Gantung Diri {Mei 18, 2009 by syamsir, LAMPUNG (Pos Kota)}
Hanya karena diputus pacar, Adi Pratama ,19, siswa kelas III SMA nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu penyangga rumahnya pake tali tambang yang panjangnya 2 meter hingga tewas, Senin sekitar pukul 05.00 WIB.
Menurut Ibu korban, Salbiah, 44, yang pertama kali menemukan putra pertamanya tewas saat dia akan menunaikan ibadah Salat Subuh. Ketika akan mengambil air wudu. Saking terkejutnya hampir saja jantungnya copot begitu melihat bayangan sesosok tubuh yang menggantung.
Ketika lampu dihidupkan Salbiah langsung histeris berteriak minta tolong. Kontan saja warga langsung datang dan menurunkan jasad Adi yang menggunakan pakaian tidur. Warga kemudian melapor ke Polsek Terbanggi Besar.
Kapolsek Terbanggi Besar, AKP. Radius Utama, yang menurunkan anggotanya untuk melakukan olah TKP berhasil mengidentifikasi bahwa korban murni bunuh diri. Adapun motif bunuh diri yang dilakukan korban untuk sementara karena frustasi di putus pacarnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya SMS yang masuk ke HP korban yang berada di kantung celana korban saat melakukan aksi bunuh diri dari kekasihnya yang menyatakan memutuskan hubungan asmara mereka. (koesma/sir)

Banyak kita baca disurat kabar harian ibukota, terutama postkota yang menyajikan kejadian2 tiap hari dimana banyak orang yang putus asa karena penolakan cinta.
Terakhir adalah peristiwa sepasang muda-mudi yang gagal untuk mencoba bunuh diri di kuburan di pemakaman di  Jatigedong Ploso, Jombang, Sabtu (30/5) pagi.
Motifnya karena pasangan yang sedang dimabuk cinta itu tak direstui oleh orang tua Ari Anggraini.
{Mei 30, 2009 by binsar, SURABAYA (Pos Kota).

Dalam dunia tanpa KASIH KARUNIA, RASA TERTOLAK lebih berharga daripada JIWA, saat dimana tiada tempat lagi untuk hidup di dunia, tiada lantai tempat berpijak, meminjam istilah seorang sahabat "serasa dunia terbelah dua".
Kuingat dua SMS dari seorang sahabat lain, yang kusimpan dan selalu kubuka tatkala "dunia serasa tak adil dan tak ada lagi pengharapan" .
Satu berbunyi :
"Kehidupan seseorang tidak berakhir saat ia kalah, gagal atau dalam keadaan yang buruk, Kehidupannya berakhir saat ia menyerah".
Dan satunya berbunyi :
"Saat Yesus menjawab doamu, Ia menambah imanmu, Saat Yesus belum menjawab doamu, Ia menambah kesabaranmu, Saat Yesus menjawab, tetapi bukan doamu, Ia memilih yang terbaik buatmu."  
Suatu janji penerimaan dari Yesus tanpa syarat dalam dunia tanpa Kasih Karunia menyadarkan bahwa Manusia lebih berharga dari Rasa Tertolak.
Mat. 11:28   Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Dan sebuah lagu yang selalu kuingat saat menghadapi cobaan :
     Dia buka Jalan.....
         Saat tiada jalan......
              Dengan cara yang ajaib....
                   DibukaNYA jalanku.........
     Dia menuntunku.....
          Dan memeluk diriku.....
               Dengan Kasih dan Kuasanya.....
                   Dia buka jalan......Dia buka jalan......

Sin, 4 Mei 2009.
« Last Edit: June 04, 2009, 07:00:08 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
June 04, 2009, 05:15:08 PM
Reply #16
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12112
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Banyak persahabatan berakhir setelah perpisahan. Padahal, persahabatan sejati tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Seni menulis surt untuk sahabat-sahabat dan bagaimana menjaga hubungan jarak jauh itu agar tetap hidup. Sylvana Rosetti berpendapat: "Menulis surat menciptakan tempat yang aman. Tempat sahabat-sahabat, meskipun terpisah, dapat bertemu."

Cathleen bertemu dengan sahabatnya Lisa di taman kanak-kanak. "Kami adalah dua murid yang paling pemalu dalam kelas" kenang Cathleen. "Suatu hari dalam kelas, kami diminta duduk dalam lingkaran, dan tak seorangpun yang mau duduk disampingku. Seorang gadis kecil yang jelek mengejek ku dan berkata bahwa tak ada seorangpun yang ingin duduk disampingku. Air mataku jatuh, aku menoleh dan melihat Lisa tersenyum malu-malu padaku. Aku berlari ke sebelahnya, dan sebuah persahabatan lahir."

Sebelum mereka duduk di kelas tiga, Lisa pindah ke California selatan. "Aku mengira sebagian besar anak yang berusia delapan tahun akan berpisah," kata Cathleen, "tapi ini tidak padaku dan Lisa. Kami diijinkan untuk saling menelepon sekali sebulan- kami sering banyak terdiam saat saling menelepon- dan diselingi komentar seperti, "Ibuku bilang aku mungkin akan memperoleh Cabbage Patch Kid (boneka) sebagai hadiah Natal kalau aku jadi anak baik."

Cathleen mengunjungi Lisa dua kali selama empat tahun ia tinggal di California selatan, dan selama dua kali kunjungan itu ia seakan-akan tidak mau pergi lagi. Ketika Lisa pindah kembali ke Bay Area sebelum duduk di kelas satu SMP, kedua sahabat itu pun kembali menjalin hubungan yang pernah mereka tinggalkan dan menjadi sahabat baik. "Seakan-akan kami tidak pernah terpisahkan."

Persahabatan mereka terus berlangsung di tengah hiruk pikuk masa SMU, dan tibalah waktu untuk kuliah. Cathleen tetap tinggal di rumah dan masuk universitas negeri tetapi Lisa pindah kembali ke California selatan untuk masuk ke USC. Dua sahabat itu saling menelepon secara teratur dan juga menulis surat yang panjang untuk menceritakan segalanya. Surat-surat panjang itu terkadang menceritakan tentang drama percintaan dua individu yang dikarang sendiri.

"Setidaknya satu kali dalam seminggu aku menyurati Lisa menceritakan kehidupan cinta fiksi antara Charlotte dan Alan," kata Cathleen, "dan setiap minggu Lisa menyuratiku menceritakan tentang kisah Clint dan Alex. Charlotte dan Alex bersahabat baik dan tumbuh dewasa bersama-sama, maka setiap karakter digambarkan secara jelas dalam kedua kisah tersebut. Kisah tersebut sangat romantis, tetapi sangat menyenangkan untuk ditulis dan terlebih lagi untuk dibaca."

"Pada saat Lisa pulang ke rumah setahun kemudian, kisah tersebut secara keseluruhan sama dengan The Odyssey, namun jika bukan dalam bentuk prosa sastra," kata Cathleen. "Pada Natal tahun itu, Lisa mengentik versi kisahku dan membuatnya dalam bentuk sebuah buku, lengkap dengan cover Harlequin. Aku menemukannya belum terlalu lama dan merasa sangat lucu jika kembali membacanya."

Lisa dan Cathleen masih bersahabat baik, meskipun Lisa tinggal di Washington dan Cathleen tinggal di California. Dua sahabat itu saling mengirim email hampir setiap hari, ngobrol di telepon setidaknya sekali seminggu, dan saling mengunjungi jika ada kesempatan. "Mungkin suatu hari kami akan menikah bersama seperti kisah Clint-Alex-Alan-Charlotte," kata Catheleen sambil tertawa. Satu hal yang bisa kuingat saat masa TK adalah saat kami tidur bersama di atas tikar yang kami bentangkan.



=======================
Laura Jensen Walker (Girl Time)
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
June 04, 2009, 11:00:55 PM
Reply #17
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Jika ada kesempatan untuk berbuat baik lakukanlah segera, itu mungkin
kesempatan terakhir anda.

Di suatu siang hari bolong, jam satu siang, matahari bersinar terik
membakar gosong kulit setiap pengelana yang nekad berada di jalanan.
Panas yang membakar datangnya tidak hanya dari atas, namun
pantulannya di jalan yang beraspal dan tanah kering tandus juga
menambah parah teriknya. Keadaan seperti ini seharusnya cukup
menyadarkan setiap orang akan dosa-dosanya dan tidak menuju ke neraka.

Angkutan umum tidak terlalu ramai, barangkali sebagian besar sopir
beristirahat atau menunggu di poll karena jam begitu tidaklah banyak
penumpang lalu lalang. Saya naik angkutan umum yang biasa disebut
mikrolet itu dan menjadi penumpang pertama dan satu-satunya. Seperti
biasa saya mengambil tempat di sudut agar tidak di geser-geser
penumpang lain mengingat perjalanan saya cukup panjang. Dalam posisi
seperti ini biasanya saya tidak ingin diganggu karena adalah waktu
dimana saya membiarkan pikiran ini mengembara, entah menghayal,
bermimpi atau berimajinasi.

Selang beberapa waktu naiklah seorang yang sangat tua. Barangkali
usianya belumlah mencapai tujuh puluh tahun namun keadaannya
sangatlah memiluhkan. Badannya kurus dan renta, wajahnya dipenuhi
benjolan-benjolan sebesar kacang polong, matanya merah dan bersinar
lemah dan badanya mengeluarkan bau yang tidak sedap entah disebabkan
oleh penyakitnya atau oleh pakaiannya yang lusuh. Ia mengambil tempat
duduk di depan saya yang walau berusaha tidak perduli tapi sesekali
mengamatinya.

Perjalanan belumlah panjang ketika sopir angkot itu bertanya kepada
orang tua tadi "pak mau turun di mana?". Dan dengan suara berat
dipaksakan ia menjawab "rumah sakit!".

"Aduh pak, kenapa tidak bilang dari tadi, itu Rumah sakitnya sudah
lewat. Bapak turun di sini saja dan ambil angkot lain" kata sopir itu
tanpa belas kasihan sedikit pun. Orang tua itu terlalu lemah sehingga
membutuhkan waktu yang tidak cepat untuk keluar dari angkot tersebut.
Saya satu-satunya penumpang lain disitu tapi badan saya kaku menempal
di jok mobil. Hati saya berteriak keras "ayo, tolong orang tua itu".
Namun badan saya tetap tidak bergerak. Sekali lagi suara hati saya
berteriak bahkan lebih keras lagi "pegang tangannya, gob***!" . Tidak
juga saya lakukan

Dan ketika kedua kakinya menginjak tanah sang sopir langsung menacap
gas dan pergi meninggalkan orang tua itu yang sedang berjuang menjaga
keseimbangan dan mengibas debu yang dihasilkan roda –roda angkot
tersebut. Saya memandangnya dari kaca mobil, dengan penuh belas
kasihan dan rasa bersalah. Entah apa yang menahan tubuh ini dan
membuatnya tidak bekerja sama dengan akal sehat dan suara hati. Saya
seharusnya dapat menolong orang tersebut, menegur sopir yang tidak
manusiawi, membantunya turun, mengantarnya ke RS, menghubungi
keluarganya, atau apa sajalah. Namun semua tidak saya lakukan.
Kenyamanan telah mengalahkan keinginan untuk berbuat baik. Perasaan
tidak ingin ditepotkan telah mendiamkan teriakan suara hati nurani.
Dan sekarang saya punya masalah, karena wajah orang tua itu terus
membayang mengikuti kemana saya pergi : ke sekolah, waktu makan atau
mejelang tidur.

"Apa yang terjadi jika seandainya orang itu adalah malaikat yang
dikirim Tuhan untuk menguji saya?" tanya saya dalam hati. "Habislah
reputasi saya sebagai anak Tuhan jika orang itu memang adalah
malaikatnya" terus menerus saya berkata pada diri sendiri sekan-akan
ingin menghukumnya dengan perasaan bersalah.

Tiga hari kemudian, ayah saya berkata bahwa seorang tak dikenal telah
meninggal di rumah sakit tempat ia bekerja yang adalah rumah sakit
tujuan orang tua tersebut ketika saya bertemu dengannya. Dan ia tidak
memiliki keluarga atau siapapun. Saya tidak punya kesempatan untuk
melihat tampang mayat tersebut, namun dalam bayangan saya orang tua
itulah yang terbaring di sana. Jika benar, saya telah kehilangan
kesempatan untuk berbuat baik yang terakhir kali buatnya.

Pengalaman ini mengubah saya untuk tidak menunda untuk mengulurkan
tangan bagi yang membutuhkan. Pertama mereka mungkin adalah malaikat
yang menjelma, kedua itu mungkin kesempatan terakhir bagi kedua
pihak. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kasih selalu bisa dinyatakan kapan saja, tidak perlu seperti apa tempat dan kondisinya

Banyak orang Kristen yang merasa terlalu nyaman berada di dalam
gedung gereja yang ber AC dan berkarpet tebal. Para pendeta juga
lebih senang melayani di tempat yang menjanjikan uang daripada
menjanjikan jiwa. Sementara itu di sekitar kita masih banyak malaikat-
malaikat yang berkeliaran menyerupai pengemis, gelandangan, pengamen
dan anak-anak kecil di lampu merah.
« Last Edit: June 05, 2009, 12:44:15 AM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
June 05, 2009, 12:33:36 AM
Reply #18
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1920
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora
@Love : #16. yach, blum #17.
:wink:

tidak menunda untuk mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan.
Pertama mereka mungkin adalah malaikat yang menjelma,
kedua itu mungkin kesempatan terakhir bagi kedua pihak.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kasih selalu bisa dinyatakan kapan saja, tidak perlu seperti apa tempat dan kondisinya

Wah.. ni udah cukup menjawab yang ada di thread sebelah..
:afro:

Tuhan memanggil kita 'tuk membawa terang-Nya, tiada lebih berharga cari yang terhilang.
Kasih-Nya mencelikkan buat kumengerti, m'reka perlu mendengar tentang kasih-Nya.

Reff:
M'reka perlukan, m'reka perlukan, kasih Yesus yang besar s'bagai jawaban,
M'reka perlukan, m'reka perlukan, tidakkah kau sadari, Dia kasih yang sejati, m'reka perlukan.
« Last Edit: June 05, 2009, 12:35:13 AM by blessed »
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
June 05, 2009, 12:45:54 AM
Reply #19
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Wah.. ni udah cukup menjawab yang ada di thread sebelah..

tread apa ya blessed?
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)