Author Topic: 1001 KASIH YANG MENGINSPIRASI  (Read 76055 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 06, 2011, 02:27:41 PM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
He lost his temper....
itu adalah kalimat yang bisa terucap saat membaca ayat berikut ini:
maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit.
NET   The Lord will be unwilling to forgive him, and his intense anger* will rage* against that man; all the curses* written in this scroll will fall upon him* and the Lord will obliterate his name from memory.*

Sifat tidak mau mengampuni, cemburu, murka bahkan sumpah serapah adalah gambaran yang sangat jauh dari pemikiran TUHAN yang SEMPURNA, yang MAHA BAIK dan MAHA KASIH.
Tidak mungkin Tuhan seperti itu, pasti itu bukan TUHAN.
Tuhan seharusnya kuat seperti seorang Raja, seorang PENEGAK HUKUM yang tegas dalam tugasnya tanpa melibatkan emosinya.

Why...
apa yang sedang terjadi? mengapa sangat kontras dengan karakterNYA yang adalah KASIH itu sendiri?

Yancey mengungkapkannya dengan kalimat yang  sangat baik akan hal ini,
"Saat itu saya mengerti ayat-ayat dalam kitab nabi-nabi yang mengungkapkan kemarahan TUHAN.
Manusia tahu bagaimana melukaiNYA dan ALLAH menjerit kesakitan."

Tuhan adalah ayah yang sakit rindu dan tidak berdaya
.

Lihat pada tulisan saya yang pertama. http://forumkristen.com/index.php?topic=8730.msg84246#msg84246
Quote
1. AYAH YANG SAKIT RINDU.
Luk 15:20   Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Belum lama berselang, saya mendengar kabar seorang teman pendeta yang bermasalah dengan putrinya yang berumur 15 tahun.
Ia tahu anaknya menggunakan alat pencegah kehamilan, dan beberapa malam anak gadisnya itu tidak pulang sama sekali.
Orangtuanya sudah mencoba berbagai jenis hukuman, tetapi sia-sia.
Putrinya berbohong pada mereka, menipu mereka dan menemukan cara untuk melemparkan kesalahan pada mereka:"Salah kalian kenapa begitu kaku ! "
Teman saya mengatakan,"Saya ingat berdiri di depan jendela ruang tengah saya, memandangi kegelapan di luar, menanti ia pulang.
Saya merasa sangat marah. Saya ingin seperti ayah dalam Anak Yang Hilang.
Namun saya jengkel pada putri saya, karena ia memanipulasi kami dan seperti sengaja melukai kami.
Dan tentu saja, sebenarnya orang yang terluka paling parah adalah dirinya sendiri.

Saat itu saya mengerti ayat-ayat dalam kitab nabi-nabi yang mengungkapkan kemarahan TUHAN. Manusia tahu bagaimana melukaiNYA dan ALLAH menjerit kesakitan."
"Namun harus saya akui, ketika anak saya pulang malam itu, atau tepatnya pagi berikutnya, tidak ada yang lebih saya inginkan di dunia ini daripada memeluknya, menyayanginya, mengatakan padanya bahwa saya ingin yang terbaik baginya.

Saya adalah ayah yang sakit rindu dan tidak berdaya."
o-------------o
Sekarang, bila saya memikirkan Tuhan, saya melihat bayangan ayah yang sakit rindu ini, yang sama sekali berbeda dengan Raja yang keras dan tegas yang dulu saya bayangkan.

Saya memikirkan teman saya berdiri di depan jendela kaca, memandang kegelapan dengan hati pedih.
Saya ingat cerita YESUS mengenai Bapa yang menunggu, sakit hati, terluka, namun tidak ada yang diinginkanNYA selain daripada mengampuni dan memulai kembali, untuk berseru gembira, " Anakku sudah mati, dan hidup kembali. Sudah hilang dan ditemukan kembali."

Requim Mozard memiliki kalimat indah yang menjadi doa saya, doa yang saya ucapkan dengan semakin percaya :" Ingatlah, YESUS yang penuh belas kasih, bahwa akulah alasan perjalananMU."

Saya kira IA ingat.
(sumber : Keajaiban Kasih Karunia - Philip Yancey hal 61-62)


Yes.... itulah HATI BAPA, Father Heart, ABBA Love.
Dunia tidak akan mengerti, karena baginya tuhan adalah RAJA yang KEJAM, seperti TUAN dengan HAMBANYA...

Hanya seorang ANAK yang bisa mengerti HATI BAPA.

Perikop dimana kalimat ayat itu berada, adalah di ulangan 29 yaitu mengenai pembaruan perjanjian umat Israel dengan Allah.
Umat  Israel adalah umat perjanjian, milik kesayanganNYA Mzm. (135:4)
Salomo mengungkapkan hubungan ANAK BAPA antara dirinya dan TUHANNYA (Ams. 8:30) sebagai gambaran Israel dan Yahwe.
Semua ungkapan kemarahan yang membara dan luapan emosi (sumpah serapah - kutukan) Tuhan kepada orang yang DEGIL (*), lebih merupakan gambaran KeTIDAKBERDAYAAN HATI seorang BAPA, yang TERLUKA, yang DIHIANATI (murtad) oleh orang yang dikasihiNYA.

Quote
*DEGIL = keras kepala, tidak bisa diubah, menolak nasihat, nekat, terus menerus, jahat
sumber : http://kamus.sabda.org/kamus/degil ; http://www.kamusbesar.com/8261/degil
http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=degil&varbidang=all&vardialek=all&varragam=all&varkelas=all&submit=tabel

Ulangan 29 : Perjanjian dengan Allah diperbaharui
29:14   Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini,
29:15   tetapi dengan setiap orang yang ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita, yang berdiri di hadapan TUHAN, Allah kita, dan juga dengan setiap orang yang tidak ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita.
29:16   Sebab kamu ini tahu, bagaimana kita diam di tanah Mesir dan bagaimana kita berjalan dari tengah-tengah segala bangsa yang negerinya kamu lalui,
29:17   dan kamu sudah melihat dewa kejijikan dan berhala mereka, yakni kayu dan batu, emas dan perak itu, yang ada terdapat pada mereka.
29:18   Sebab itu janganlah di antaramu ada laki-laki atau perempuan, kaum keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan TUHAN, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; janganlah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.
29:19   Tetapi apabila seseorang pada waktu mendengar perkataan sumpah serapah ini menyangka dirinya tetap diberkati, dengan berkata: Aku akan selamat, walaupun aku berlaku degil--dengan demikian dilenyapkannya baik tanah yang kegenangan maupun yang kekeringan--
29:20   maka TUHAN tidak akan mau mengampuni orang itu, tetapi murka dan cemburu TUHAN akan menyala atasnya pada waktu itu; segenap sumpah serapah yang tertulis dalam kitab ini akan menghinggapi dia, dan TUHAN akan menghapuskan namanya dari kolong langit.
29:21   TUHAN akan memisahkan orang itu dari segala suku Israel supaya dia mendapat celaka, sesuai dengan segala sumpah serapah perjanjian yang tertulis dalam kitab hukum Taurat ini.

Ams. 3:12   Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Ams. 8:30   aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
Mzm. 135:4   Sebab TUHAN telah memilih Yakub bagi-Nya, Israel menjadi milik kesayangan-Nya.
Yoh. 3:16   Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Namun Ia tetap setia, walaupun anakNYA tidak setia.

Semuanya menjadi tidak karuan (istilah yang digunakan Thelma Wells - extravagant Grace) ketika Adam-Hawa tidak taat, Nuh yang sebelumnya taat kemudian menjadi pemabuk dan tidak karuan, ketidaksabaran Abraham atas janji Tuhan, melalui kelahiran Ismael, berikutnya adalah  para imam dan nabi yang juga menjadi kacau.
Agar persekutuan dengan Tuhan menjadi kembali sempurna, jalan satu-satunya adalah dengan KASIH KARUNIA (Yoh 3:16), pengorbanan seorang BAPA untuk menyelamatkan anakNYA.

Kisah nyata yang belum lama terjadi ini, merupakan kiriman seorang teman : (terjemahan bebas)
sumber : http://www.visionforum.com/news/blogs/doug/2011/04/9416/


Bapa beriman dari 13 anak, yang memberikan hidupnya bagi anak2nya dalam bencana Tornado Alabama.
(Oleh Doug Phillips.)


Tom Lee adalah seorang pria yang selalu memiliki kilauan di matanya dan sebuah pesan Injil di lidahnya.
Keluarganya adalah salah satu dari mereka, yang orang gambarkan sebagai "pemberi energi".
Jika Tom, istrinya dan  tiga belas anak-anaknya, berada di kota, selalu berarti "penyemangat".

Tadi malam, saat angin badai tornado mendekati rumah Lee di Alabama, Tom mengumpulkan istri dan tiga belas anak di ruang baca.
Mereka berkerkumpul dan mereka berdoa.
Dua menit kemudian tornado turun keatas rumah mereka.
Rumah itu langsung dihancurkannya saat balok dan balok arang menghujani atas mereka.

Namun dalam tindakan terakhir yang besar, dari naluri kebapaannya, Tom Lee berpikiran untuk melemparkan dirinya di atas anak-anaknya, termasuk putra kandung pertamanya Jordan.
Sambil menatap ayahnya, Jordan melihat darah di mulut ayahnya dan menyaksikan saat napas mulai meninggalkan ayahnya, tapi mampu mendengar kata-kata terakhir ayahnya yang menangis kepada Tuhan untuk keselamatan keluarganya.
Kemudian roh meninggalkan tubuh Tom Lee.

Ada yang terluka lainnya, termasuk anak-anak yang terperangkap di bawah piano dan antara balok.
Bantuan medis tidak datang selama berjam-jam.
Terlihat hanya banyak sekali kerusakan di lembah, terlalu sedikit tim penolong dan tidak adanya akses merupakan masalah.
Akhirnya team penolong datang.


Ini adalah tempat anak-anak Lee terjebak 6:30-2:00.

Pagi ini beberapa anak telah keluar dari rumah sakit, sementara yang lain sedang dievaluasi karena lukanya.

Jordan Lee tidak memiliki waktu untuk berduka.
Jubah tanggung jawab telah ditempatkan di atasnya.
Tak lama setelah kematian ayahnya, dan sementara beberapa anak-anak tidak bisa diselamatkan tanpa bantuan, Jordan memanggil teman-temannya-anggota staf Forum Visi, Kevin Turley; mantan rekan-penatua di gereja lokalnya, Bob Welch, dan yang lainnya.
Seperti ayahnya, Jordan memiliki pikiran dewasa dan mampu mengambil langkah yang diperlukan untuk melihat bahwa ibunya, saudara saudarinya yang harus diselamatkan.

Waktu menunjukkan tengah malam di San Antonio, di North Carolina, di Tennessee, dan sekitarnya, saat kami bekerja sama membentuk tim terorganisir untuk melewati malam dan membawa bantuan untuk keluarga Lee dan keluarga lainnya yang telah hancur.

Pagi ini tim tiba. Laporan datang dari lokasi kejadian.
Beberapa saat sebelum memposting artikel ini, koordinator Visi Forum Ministries konferensi,  Kevin Turley menggambarkan situasi sebagai kehancuran total.
Dia saat ini membantu seorang wanita yang menjerit mencari putrinya dan cucunya di sebidang tanah yang pernah ada sebuah rumah dan sekarang benar-benar rata.

Wanita itu berdiri di luar dan berteriak minta tolong:.

"Mereka sudah pergi ... mereka pergi!" Dia meratap.
"Aku menyuruh mereka pergi dan mereka tidak mau ...!".

Beberapa orang yang rekan setim saya untuk Ke Ekspedisi Amazon telah bekerja sepanjang malam dan juga pada lokasi sekarang.
Makanan, pakaian, dan obat-obatan sangat dibutuhkan, terutama air.

Jelas bahwa otoritas polisi dan lokal kewalahan dan tidak mampu menangani seluruh masalah.

"Terima kasih Tuhan, Tubuh KRISTUS telah diaktifkan,"
Kevin baru saja memberitahuku. "Kami mendapat panggilan dan laporan dari traktor, truk, dan umat Kristen dari mana-mana yang dalam perjalanan mereka, untuk membantu.".



keluarga Tom Lee.


Itulah HATI BAPA, yang mengorbankan Nyawa untuk anak-anaknya.

there is no God like You, JESUS.
Farewell Tom Lee, we see JESUS in you.

6 Agustus 2011
SIN
« Last Edit: August 06, 2011, 03:12:06 PM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
September 26, 2011, 06:03:01 PM
Reply #101
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 111
  • Gender: Male
  • Vares Ryan
    • Just For Jesus
saya dengar berita....

Beberapa saat yang lalu, Gereja2 di kanada hingga amerika mengadakan KKR besar2an yang di hadiri lebih dari 100rb jiwa selama 3hari3malam...

di balik acara tersebut ada sebuah history luar biasa dari panitia...
~~~
acara ini telah di rancang dari 1 tahun yang lalu...
bukan rancangan saja, namun kurang lebih 300 panitia ini telah bekerja untuk KKR ini dari 1 tahun yang lalu...
dan 2bulan mendekati acara ini semua telah benar2 disiapkan secara matang...
dan 2 bulan sebelum acarapun seluruh panitia mulai berpuasa dan puasanya ini hanya makan malam...
Seiring berjalannya waktu, waktu menunjukan telah H-2..
Lapangan telah disewa, semua tatanan panggung telah diset, dari multimedia hingga Musik...
namun H-2 ini pihak BMKG amerika memberi berita bahwa dalam 2hari belakangan ini akan terjadi badai topan yang sangat besar.. dan terjadi tepat di daerah KKR akan di adakan...
H-2 ini pun semua panitia berkumpul dan berdoa di tengah2 lapangan tersebut, bahkan, semua panitia yang terdiri lebih dari 300 orang inipun mengambil keputusan untuk berpuasa tidak makan dan minum selama 2hari ini dan full berdoa dan menyembah Tuhan...
namun, masih dalam H-2 ini pun dan dalam posisi mereka sedang berdoa di tengah2 lapangan tersebut, mulai terjadi hujan, dan makin hujanpun makin lebat dan mereka pulang dan berdoa sendiri di rumah mereka dan tetap melakukan keputusan yang mereka ambil...
hujan dan badaipun terjadi seperti yang di perkirakan oleh BMKG amerika, dan perlu di ketahui, semua alat pesta, tatapanggung, lightning, multmedia, musik, dan semuanyapun hancur berantakan terkena badai,, dan terjadi banjir di lapangan tersebut selama 2hari itu.....
...
H-1 panitiapun berkumpul, semua panitia2 dan pendeta2pun mulai berteriak kepada Tuhan,, "kenapa??kenapa??dan kenapa??"
dan dalam kesempatan ini si iblis mulai bekerja, mulai ada suara mengatakan, "siapa yang menganggung biaya semua ini? KKR tidak mungkin terlaksanakan"
....
dalam kejadian ini, muncul seorang pemimpin, dan berkata "bukan saatnya kita berperang, mari kita mengucap syukur kepada Tuhan, dan mari kita berdoa??...
jika kalian tidak ada yang mau menggung, saya yang akan tanggung semua biaya ini?..."
dan merekapun mulai mengucapkan syukur di tengah2 kegagalan bagi mereka...
...
waktupun terus berjalan hingga 2minggu dari rencana KKR diadakan,,
...
banjir telah kering dan semua alat2pesta mulai di bereskan,, setelah semua selesai di bereskan, seorang pekerja dari pihak lapangan tersebut, mulai memotong rumput dengan alat pemotong rumput...
dan ditemukan sebuah lubang yang sangat dalam yang berada di bawah panggung KKR tersebut, dan telah di temukan sebuah BOM seberat 200KG dan jika bom ini meledak 1 stadion akan hancur berantakan....
setelah di laporkan kepada pihak yang berwajib, ternyata ada unsur teroris dan yang merakit bom tersebut adalah AL-KAIDAH ...
~~~
coba bayangkan jika Tuhan tidak memberi badai dan banjir....
dan acara KKR berjalan dengan meriah seperti harapan panitia..
maka BOM yang terpendam dalam tanah itu akan meledak...
....
oleh karena itu Tuhan memberi banjir agar bom tersebut bisa terbongkar dan keluar.,,
dan setelah beberapa hari, KKR di adakan kembali dengan acara yang diberi Tuhan 3X Lipat lebih besar dari rencana panitia...
~~~

saya harap kalian mengerti maksud saya memberitakan berita ini..

mengucap syukurlah senantiasa..
Tuhan memberkati...
†††
« Last Edit: October 30, 2011, 10:42:39 PM by chrisma »
Vares Ryan :coolsmiley: GBU All  :afro:  ♥†††♥ :angel:
September 28, 2011, 03:04:38 PM
Reply #102
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 111
  • Gender: Male
  • Vares Ryan
    • Just For Jesus
Vares Ryan :coolsmiley: GBU All  :afro:  ♥†††♥ :angel:
December 21, 2011, 01:17:18 AM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 865
  • Gender: Female
  • Sahabat doa | Doa mengubah segala sesuatu
  • Denominasi: kharismatik
Shalom sahabat~  :angel:

kisah" dari sahabat sangat mengharukan dan menjadi inspirasi bagi aku pribadi.. aku juga punya kisah kasih yg menginspirasi.. entah kalian udah pernah baca n lihat atau belum.. aku ga sengaja nemuin video ini di youtube, berkali" aku melihat video ini.. berkali" juga aku meneteskan air mata.. ini kisahnya yg aku kutip dr blog orang.. oya klo kisah ini udah ada yg post.. bro n sist momod boleh delete punya aku..hehehe

Dick and Rick Hoyt



Ini adalah sebuah kisah tentang kasih sayang yang begitu besar seorang ayah terhadap anak laki-lakinya. yang menderita cacat di otaknya sejak lahir. Terkadang kesulitan menjadikan jalan untuk menunjukkan kemampuan yang sebenarnya. Sebuah penderitaan merupakan jalan untuk menunjukkan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan itu semakin lama semakin bisa dipahami. Terlebih saat membaca dan melihat kisah keluarga dari Boston, Amerika Serikat ini.

Memang ada orang yang mengeluh karena kesulitan. Ada banyak juga yang tampil sebagai pribadi yang keras dan pemarah karena beban derita yang besar. Sebagian orang kerap tergoda untuk lebih mudah marah dan gampang membenci saat banyak masalah datang. Namun kisah cinta seorang ayah ini mulai membuka mata setiap orang, bahwa penderitaan adalah sungguh jalan untuk menunjukkan cinta.

Kisah ini bercerita tentang sebuah keluarga yang terus mencintai anaknya dalam penderitaannya. Mungkin Anda pernah mendengar tokoh ini, atau sudah pernah melihat videonya, tidak apa, tapi mungkin ada yang belum pernah mendengar, siapa tahu apa yang saya tulis kembali disini ini dapat berguna sebagai sebuah pelajaran hidup untuk kita semua.

Semua penderitaan itu bermula ketika anak laki-laki mereka lahir dengan cacat bawaan. Cacat ini bukan pada fisik luarnya, tetapi pada bagian dalam tubuhnya. Otaknya tidak memperoleh suplai oksigen dengan baik. Tentu saja ini sangat berpengaruh buruk. Secara sederhana, Rick, anak laki-laki mereka ini tidak akan bisa hidup normal.

Suami istri itu tidak menyerah begitu saja meski mendapati anaknya tidak akan bisa berjalan dan bicara. Mereka mencari jalan agar anaknya bisa belajar, bisa tumbuh, meski memiliki begitu banyak kekurangan. Saat Rick berusia 10 tahun orangtuanya memberi sebuah computer sederhana yang bisa sangat membantu Rick. Tentu saja tahun tersebut, 1972, tekhnologi belum sangat maju seperti sekarang. Toh kehadiran computer itu sangat menolong. Pelan-pelan Rick diajari mengeja huruf demi huruf. Kata pertama yang membahagiakan mereka adalah ketika Rick bisa menggerakkan mouse computer untuk mengeja kata sapaan, “hi Mom” dan “hi Dad”.

Dick Hoyt wisuda



Pelan-pelan Rick dikenalkan dengan berbagai aktivitas anak-anak pada umumnya, meski ia menjalani dengan duduk di kursi roda. Ia diajari berenang, bermain hoki, dll. Akhirnya tahun 1975, ketika ia berusia 13 tahun, Rick di masukkan ke sekolah normal. Di sana ia belajar dan bisa mengikuti dengan baik, tentu dengan bantuan berbagai alat. Tidak hanya sampai di situ, Rick mampu menyandang gelar sarjana dalam bidang Pendidikan Khusus tahun 1993.

Seperti anak-anak dan pemuda pada umumnya, Rick sangat menyukai olah raga. Ia mengikuti beritanya dan sangat ingin terlibat di dalamnya. Di sinilah kebesaran cinta sang ayah sungguh diuji. Suatu saat di musim semi tahun 1977, Rick mengatakan ingin ikut dalam lomba lari 5 mil yang ada di kota mereka. Ayahnya menyetujui. Tentu saja, Rick tidak mampu berlari sendiri. Orangtuanya membuatkan kursi roda khusus yang bisa didorong sambil berlari. Ayahnyalah yang berlari sambil mendorong kursi roda anaknya.

Setelah ikut lomba tersebut, Rick seperti keranjingan untuk ikut lomba yang lain. Sang ayah selalu mengiyakan. Ia tidak pernah menolak keinginan anaknya. Suatu malam, Rick berkata pada ayahnya, “Dad, ketika aku ikut berlari, aku merasa bahwa aku bukan orang cacat.” Tentu saja ini sangat mengharukan bagi sang ayah.
Berbagai lomba telah mereka ikuti. Puncaknya ketika mereka terlibat dalam lomba iron-man. Lomba ini meliputi lari, bersepeda dan berenang di laut. Hal itu terjadi pada tahun 1992. Sekali lagi, sang ayah mengiyakan tanpa mengeluh akan permintaan anaknya tersebut. Saat itu usia Rick sudah 30 tahun dan ayahnya sudah 52 tahun. Setelah itu mereka masih mengikuti beberapa lomba yang lain lagi. Bapak anak ini menjadi sebuah team yang solid. Sang anak terus berusaha memberi semangat pada ayahnya dengan merentangan tangan dan menunjukkan raut muka gembira. Mereka telah menjadi satu. Mereka tidak mungkin berlomba secara terpisah. Sang ayah adalah tubuh dan anaknya adalah hati yang membakar semangat untuk terus berlari.

Mereka masih memiliki rencana akan mengikuti lomba marathon di Boston, yang merupakan lomba favoritenya Rick pada tahun 2011. Waktu itu terjadi, usia sang ayah sudah 70 tahun. Kita tidak tahu apakah mereka masih bisa melakukan atau tidak. Namun yang pasti, ayah yang perkasa ini telah menunjukkan cinta yang sangat besar pada anaknya. Ia tidak pernah mengeluh, karena penderitaan anaknya adalah jalan baginya untuk menunjukkan cintanya.

Suatu saat Rick pernah ditanya, ‘jika bisa memberi sesuatu pada ayahmu, apakah yang ingin kamu berikan?’ Rick menjawab, "kalau mungkin, suatu saat ayah duduk di kursi ini dan aku yang mendorongnya.’" byk orang yg belajar banyak dari keluarga ini, dari ayah yang hebat ini. Maka saya ingin bagikan pada Anda salah satu klipnya. Tentu saja, kalian masih bisa mencari klip yang lain lagi. Semoga kalian mendapatkan hikmahnya. O iya, ayah perkasa yang penuh dengan cinta ini namanya DICK HOYT.

KISAH NYATA - KASIH SEORANG AYAH (1)


"dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan." (Roma 5 : 4)
Jangan pernah mencari Tuhan karena kita membutuhkan sebuah jawaban, tetapi carilah Tuhan karena kita yakin dan percaya bahwa Dia lah jawaban yang kita butuhkan.
December 21, 2011, 02:08:38 AM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2767
  • Gender: Male
 :afro: :afro: :afro: :afro:

gw gak bisa ngomong apa2 cuma bila TUHAN kita luar bisa
February 14, 2012, 01:05:08 PM
Reply #105
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: Protestan
ijin repost crita-critanya ya..
Tuhan berkati :)
June 21, 2012, 03:34:30 PM
Reply #106
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: protestan
pasti nanya kan siapa Bob Butler itu?
juga kga tau bagaimana itu,,tpi ane dapet cerita begini.

Bob Butler kehilangan kedua kakinya karena ledakan ranjau saat perang
Vietnam tahun 1965. Dia pulang sebagai seorang pahlawan perang. Dua
puluh tahun kemudian, dia membuktikan bahwa heroisme itu datang dari
dalam hati.

Butler sedang bekerja di dalam garasi di sebuah kota kecil di Arizona
pada suatu hari di musim panas. Saat itu dia mendengar teriakan
histeris seorang wanita dari belakang rumah tetangganya. Dia mengayuh
kursi rodanya ke rumah itu dan menuju ke halaman belakang. Tetapi ada
pagar terkunci yang tidak memungkinkan kursi roda itu lewat. Veteran
itu kemudian turun dari kursi, melompati pagar dengan kedua tangannya
dan merayap dengan secepatnya melewati semak dan rerumputan.

"Saya harus segera sampai ke sana," katanya. "Tidak peduli apakah itu
akan menyakitkan dan melukai tubuhku sendiri."

Saat Butler sampai di belakang rumah, dia mengikuti teriakan itu
sampai ke kolam renang, dimana ada seorang anak perempuan berumur tiga
tahun yang tergeletak di dasar kolam. Anak itu lahir dengan tidak
memiliki kedua lengan, jatuh ke kolam renang dan tidak bisa berenang.

Ibunya berdiri di tepi kolam sambil berteriak histeris. Butler segera
menyelam ke dasar kolam renang dan membawa Stephanie keluar. Wajahnya
telah kebiruan, tidak ada detak jantung dan tidak bernafas.

Butler segera memberi nafas buatan saat ibu Stephanie menelpon
departemen pemadam kebakaran (911). Dia bilang semua petugas pemadam
kebakaran sedang bertugas keluar, dan tidak ada petugas di kantor.
Dengan tanpa harapan, dia menangis dan memeluk bahu Butler.

Sambil meneruskan memberi nafas buatan, Butler menenangkan ibunya
Stpehanie. "Jangan kuatir," katanya. "Saya sudah menjadi tangannya
untuk membawanya keluar dari kolam. Dia akan baik-baik saja. Sekarang
saya sedang menjadi paru-parunya. Bersama kita akan bisa melewatinya."

Dua menit kemudian gadis kecil itu batuk-batuk, siuman kembali dan
mulai menangis. Ketika mereka berpelukan dan bersyukur, ibunya
Stephanie bertanya bagaimana Butler bisa tahu bahwa semua akan bisa
diatasi dengan baik.

"Saat kedua kaki saya meledak di perang Vietnam, saya seorang diri di
tengah lapangan," Butler bercerita. "Tidak ada seorang pun yang mau
datang untuk menolong, kecuali seorang anak perempuan Vietnam. Dengan
susah payah dia menyeret tubuh saya ke desa, dan dia berbisik dengan
bahasa Inggrisnya yang terpatah-patah, 'Semuanya OK. Kamu bisa hidup.
Saya menjadi kakimu. Bersama kita bisa melewati semuanya.' "

"Sekarang ini giliran saya," kata Butler kepada ibunya Stephanie,
"Untuk membalas semua yang sudah saya terima."

Apa makna dari cerita diatas?bisa menyimpulankannya sendiri.

indahnya klo semua orang bisa saling tolong menolong..bahu membahu...!ini juga yang dikehendaki Tuhan bagi anak-anakNya.
February 18, 2013, 11:05:53 PM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4121
  • Gender: Female
  • Jesus Christ Luv Poppy So much ('.'*) - Wisdom
Aku mengamati dengan teliti, ketika adik lelakiku yang bernama John tertangkap basah karena perbuatannya. Ia sedang duduk di sebuah sudut ruang keluarga dengan sebuah pena di tangan satunya dan buku puji-pujian milik Ayah yang baru sama sekali di tangan yang lain.
Ketika Ayah memasuki ruangan, adikku agak ketakutan; ia merasa bahwa ia telah membuat suatu kesalahan.
Dari kejauhan aku bisa melihat bahwa ia telah membuka buku puji-pujian yang baru itu serta mencorat-coret selebar serta sepanjang lembar pertama dari buku itu dengan penanya.
Sekarang, ia sedang menatap Ayah dengan rasa ketakutan sambil dia dan aku bersama menunggu apa yang Ayah akan perbuat.
Dan ketika kami menunggu hukuman apa yang Ayah akan kenakan kepada adik, kami tidak menerka sedikitpun bahwa Ayah akan mengajarkan kepada kami suatu pelajaran yang mendalam dan tak terlupakan tentang kehidupan dan keluargaan.
Ajaran-ajarannya itu semakin menjadi lebih dimengerti dengan lewatnya tahun lepas tahun.
Ayah memungut buku puji-pujiannya yang amat ia sayangi itu, mengamatinya dengan teliti, kemudian duduk tanpa mengatakan apapun.
Semua buku merupakan sesuatu yang amat berharga bagi dia; ia adalah seorang hamba Tuhan dan pemegang beberapa gelar akademis.
Bagi dia, buku-buku merupakan pengetahuan, namun ia pun menyayangi anak-anaknya. Apa yang ia lakukan kemudian sungguh luar biasa.
Ia tidak menghukum adikku, ia pun tidak memaki atau berteriakteriak secara emosional, melainkan ia duduk, mengambil penanya dari tangan adik dan kemudian menulis di buku pujian itu di samping corat-coret yang telah dibuat oleh adik.
Tulisannya berbunyi: Karya John, 1959, umur 2 tahun.
Betapa seringnya aku memandang wajahmu yang tampan dan kepada matamu yang hangat dan cerah yang sedang memandangku. Akupun bersyukur kepada Tuhan untuk dia yang kini mencorat-coret di dalam buku pujianku yang baru.
"Aduh!", aku pikir. "Hukuman apa ini?"
Tahun lepas tahun serta buku-buku datang dan pergi.
Keluarga kita mengalami hal-hal yang juga dialami oleh keluarga lain, mungkin lebih banyak sedikit: suka cita dan kesusahan, kejayaan dan kehilangan, tawa dan air mata.
Kami memperoleh cucu-cucu dan kehilangan seorang anak laki-laki.
Kami selalu tahu bahwa orang tua kami mengasihi kami.
Dan salah satu bukti dari kasih itu adalah buku nyanyian di dekat piano
itu.
Kadang-kadang, kami membukanya, memandang kepada corat-coret itu, membaca ekspresi dari Ayah dan merasakan syukur yang amat dalam.
Sekarang aku baru mengerti bahwa melalui perbuatan Ayah yang sederhana itu, beliau mengajar kami bahwa setiap kejadian di dalam hidup ini mempunyai segi yang positif bila kita bersedia untuk melihatnya dari sudut pandang yang berbeda dan betapa besar nilainya bila hidup kita disentuh oleh tangan-tangan kecil.
Namun ia pun mengajar kepada kami, apa sebenarnya yang penting dalam hidup ini:
manusia bukan barang;
toleransi bukan penghukuman;
kasih bukan kemarahan.

Kini, akupun menjadi seorang ayah. Dan seperti Ayahku, seorang hamba Tuhan dan pemegang beberapa gelar akademis.
Namun, tidak seperti Ayah, aku tidak menunggu sampai putri-putriku dengan diam-diam mengambil buku nyanyianku dari rak buku clan mencorat-coret di dalamnya.
Kadang-kadang, aku mengambil sejilid bukan sejilid buku murahan, melainkan sebuah buku yang aku akan memilikinya bertahun-tahun, dan memberikan kepada salah seorang putriku untuk menulis namanya di dalam buku itu.
Dan bila aku memandang hasil tulisannya, aku ingat akan Ayahku, pelajaran-pelajaran yang ia ajarkan kepadaku, kasih yang demikian besarnya terhadap kami, anak-anaknya.

Arthur Bowler
MAJALAH REFLECTA ed.164 Mei 2009

Hiks sungguh menyentuh hati.
sempurna :p
February 19, 2013, 09:47:51 PM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4121
  • Gender: Female
  • Jesus Christ Luv Poppy So much ('.'*) - Wisdom
ini baru 17.. (yang tadi udah di edit)

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb.

Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!" "Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar seorang anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar." "Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."

 "Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi di antara yang lain!" "Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat.

Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.

Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung." Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"

Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya." Dia memiliki kasih yang begitu besar sehingga mau mengambil sampah seperti kita.

Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung?
kita.. hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah.

Our God is able! "Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD"

Tx GOD :')
sempurna :p
March 18, 2013, 06:25:20 PM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4121
  • Gender: Female
  • Jesus Christ Luv Poppy So much ('.'*) - Wisdom
Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari , dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.

Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”

“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.

“Silakan.”

“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”

“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.
sempurna :p
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)