Author Topic: 1001 KASIH YANG MENGINSPIRASI  (Read 76362 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 31, 2010, 10:35:12 PM
Reply #70
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi ?. Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun ?. Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu!.

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya....Ahhhh!. Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta... cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu  :angel:. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta ?, tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki, saudara perempuan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. Jangan pernah mengabaikan orang yang anda kasihi!!!.

 sumber: migas-indonesia.net
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
June 14, 2010, 12:21:49 AM
Reply #71
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste


apa yang kmu pikirkan melihat gambar diatas? Mungkin lucu ya dengan ekpresi modelnya seperti itu.
Tapi coba perhatikan kata-katanya OBAT ANTI DENDAM
Dengan memaafkan kesalahan orang lain kita gak akan menjatuhkan harga diri kita, justru kita bisa mengalahkan diri sendiri. Dan terlebih lagi kita bisa membuktikan bahwa kasih yang sudah kita terima itu nyata dan benar-benar bisa kita implementasikan.
Salah paham itu biasa terjadi dalam sebuah komunikasi, tetapi yg luar biasa adalah mau mengakuinya dan meminta maaf.

Ketika ada ade kakak, atau suami istri yg lagi marahan pasti yang membuat suasana lumer adalah keterbukaan untuk saling merendahkan hati. Ya memaafkan itu adalah salah satu contoh nyata dari kasih


by serendipity of love
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
June 27, 2010, 02:22:02 PM
Reply #72
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Rasa tertarik dengan kalimat di atas, membuat saya membaca coloumn tersebut di Scribd.
Isinya adalah jawaban banyak orang atas pertanyaan "Gambarkan ayahmu dalam 2 kata".
pertanyaan yang cukup menggelitik.
mari kita lihat jawabannya :
Dad in Two Words

Itulah kesan dan pesan sangat impresive, yang tertanam kuat dalam benak masing2 orang mengenai figur "AYAH".
Selain sisi positif, ternyata didapati figur "ayah" yang negatif : pembohong, pencuri, penjudi, pemabuk/alkoholic, pemerkosa, pecundang, menyedihkan, "asshole".
Bagaimana jawaban anda, ketika pertanyaan itu dilemparkan ke kita?
Bersyukur jika anda mendapati figur ayah yang baik.
Disamping figur ibu, figur ayah sangat menentukan dalam proses karakter anak2nya.
Pepatah mengatakan, air pancuran jatuhnya kepelimbahan juga, buah tidak jauh dari pohonnya, pohon nangka tidak mungkin berbuah duren.
Demikian orang tuanya demikian pula anaknya.
Pepatah itu menjadi suatu kebenaran ketika sample yang diambil menjadi mayoritas.

Ini adalah cuplikan renungan yang diambil dari internet :
Quote
HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...
With Love HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh.
Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Hai para ayah, akankah kau tinggalkan kenangan yang baik pada anak2mu?
Para ayah adalah pahlawan bagi anak2nya, dimana ada "Gambar BAPA" disana.
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan ROH KUDUS kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Luk 11:11-13)

Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.(Mazmur 123:3-4)


Suatu saat pertanyaan "Gambarkan ayahmu dalam 2 kata" akan dilemparkan pada anak kita.

SIN
27 Juli 2010.

BAPA YANG KEKAL - Franky Sihombing
« Last Edit: June 28, 2010, 08:41:02 AM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
June 30, 2010, 11:03:43 PM
Reply #73
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Ada sebuah kisah inspiratif yang dapat saya ambil dari buku pertama Anthony Dio Martin yang berjudul Emotional Quality Management. Kisahnya begini.

“Ada sebuah kisah tentang sebuah rumah. yang kebetulan dihuni seekor monster yang menetap di ruang bawah tanah. Sang pemilik rumah tahu tentang kehadiran monster itu. Jika merasa terusik, monster itu akan keluar menjahati, mengganggu bahkan memangsa siapa pun yang ada di dalam rumah, kecuali pemilik rumah itu. Hal ini membuat si pemilik rumah menyatakan perang dengan si monster. Namun, monster itu tak pernah berhasil diusir keluar. Maka monster itu pun dikurung di ruang bawah tanah.

Tetapi, monster itu selalu mampu menemukan jalan keluar. Bertahun-tahun, monster itu selalu mengancam kehidupan pemilik rumah. Hingga akhirnya, pemilik rumah memutuskan untuk membiarkan monster itu naik, dan tinggal di ruang dalam. Ruang bawah tanah pun dihancurkannya. Monster itu, ternyata merasa tidak tahan terus-terusan tinggal di dalam rumah. Monster itu pun pergi.. Selamanya!”

Kisah di atas saya pakai untuk menggambarkan soal berbagai ‘monster’ kepahitan, rasa sakit, luka ataupun kepedihan yang kita simpan terus-menerus dalam diri kita.

Hikmahnya, selama tidak pernah diselesaikan, kepedihan itu akan terus-menerus menghantui dan mengganggu kehidupan kita. Itulah sebabnya, ada benarnya saat Milton Wrad, penulis buku The Brilliant Function of Pain (Fungsi Brilian dari Rasa Sakit), mengatakan, “Fearing pain, fighting pain, avoiding pain or ignoring pain, only increasing it. Flow with it”. Artinya, ketakutan pada rasa sakit, melawan rasa sakit, menghindari rasa sakit dan mengelak dari rasa sakit hanya akan meningkatkan rasa sakit kita. Mengalirlah dengan rasa sakit itu. Hal ini terutama benar, khususnya kalau kita bicara soal rasa sakit emosional.

Setiap orang pastilah pernah memiliki luka emosional. Bagi segelintir orang, luka tersebut menjadi luka batin berkepanjangan. Namun, di pihak lain ada yang bisa memilih untuk tidak menjadi terhambat karena luka-luka tersebut.
Saya ingat, ada dua wanita yang pernah dilecehkan secara seksual oleh orangtuanya. Satunya hidup menderita dan mulai membenci semua laki-laki. Satunya lagi, bisa belajar memaafkan dan memulai lembaran hidup baru dengan lebih berhati-hati memilih pasangan.

Wanita yang kedua ini, bisa kembali menjalani hidupnya secara tegar. Saat ditanya, bagaimana filosofi hidupnya dan mengapa dia bisa bertahan, jawabnya sederhana, “Pain is inevitable. Suffering is optional.” (mengalami rasa sakit itu lumrah, tidak akan terhindari.
Tapi menderita itu adalah soal pilihan kita). Sebuah filosofi hidup yang menarik.

6 Langkah

Ada baiknya juga jika kita menggunakan momen berpuasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga untuk membereskan luka-luka pada diri kita. Secara psikologis, ada enam langkah proses penyembuhan luka batin yang bisa kita lakukan pada diri kita.

Pertama, identifikasi. Yakni mengidentifikasikan kembali isu-isu lama yang pernah membuatmu terluka. Banyak orang enggan melakukannya, karena takut membangunkan ‘monster’ yang tertidur. :char12:

Namun, selama hanya ditimbun dan tidak diselesaikan secara tepat, maka monster ini akan terus-menerus mencari cara mengganggu kehidupan kita. Cara terbaik adalah menghadapinya dengan gagah berani dan sikap yang positif. Itulah sikap terbaik menghadapi luka-luka lama kita. :onion-head55:

Kedua, kaitkan. Tanyakanlah pada dirimu bagaimana luka-luka batin itu berpengaruh terhadap kehidupanmu sekarang. Bagaimanakah hal itu mengganggu prosesmu sekarang. Kaitkan isu lama dengan situasi yang kmu alami sekarang.

Biasanya luka batin serta pengalaman tak menyenangkan pada masa lampau memberikan pengaruh terhadap apa yang terjadi saat ini. Semakin banyak kmu terpengaruh, semakin perlu dibereskan. :wink:

Ketiga, pikirkan. Pikirkan apa yang mau diubah. Pikirkan pula, apa akibatnya bagi diri Anda jika hal tersebut dapat diubah dan diselesaikan. Pikirkan pula apa akibatnya jika ternyata Anda tidak mengubahnya sama sekali.

Keempat, afirmasi. Di langkah keempat ini, lakukanlah afirmasi terus-menerus kepada diri sendiri, bahwa Anda perlu, ingin serta memilih untuk berubah. Berlajarlah untuk mengatakan, “Luka ini menyiksaku, tetapi saya lebih kuat dan saya ingin menyelesaikan sehingga luka ini tidak lagi menghalangi hidupku”, Ayo. Diriku lebih kuat dari luka ini.” Saya tidak akan membiarkan luka ini mengganggu hidupku. Itulah pilihanku”.

Kelima, ventilasi emosi. Di sinilah kita ditantang untuk memventilasikan emosi kita secara positif. Arti sederhananya, kmu perlu mencari cara untuk menyalurkan kemarahan tersebut secara sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas atau
kegiatan seperti menulis diary, membagikan dengan orang lain, berbicara dengan seorang ahli, berolah raga, yoga, meditasi, dan masih banyak aktivitas lainnya. (it works for me) :afro:

Akhirnya, tahap keenam penyembuhan. Di sinilah kita mencoba melakukan proses penyembuhan baik secara mental maupun spiritual. Dalam tahapan ini, kita bisa membingkai ulang dengan memaknai secara berbeda apa yang terjadi ataupun mengganti kesan kita yang negatif soal luka itu, dengan pikiran positif.

Sebenarnya, hingga di langkah keenam ini, kita sudah menyelesaikan secara pribadi. Namun, jika diperlukan, langkah ini pun bisa dilanjutkan dengan menyelesaikan hal ini dengan penyebab luka batin Anda yang masih hidup.

Misalkan ada seorang anak dari istri pertama yang diusir keluar rumah oleh ayahnya, setelah ayahnya menikah dengan istri kedua. Hal ini menimbulkan luka batin cukup lama, tapi akhirnya setelah belajar proses di atas, dia bisa menelepon papa-nya dan mengatakan, “Papa, meskipun papa pernah usir saya dan saya terluka, saya mau bilang saya memaafkan papa hari ini.” Bertahun-tahun kemudian, saat ditanya sahabatnya bagaimana dia mampu melakukannya, dia hanya berkata, “Saya menerima papa untuk menunjukkan bahwa diri saya lebih baik dari diri papa!”

Dalam kesempatan ini pula, mari kita belajar perlakukan luka batin kita dengan ramah. Lihat kembali luka itu, dan jangan ditolak. Belajarlah menerima kenyataaan dan perlakukan rasa sakit kita tersebut dengan ikhlas. Itu semua adalah pelajaran penting dalam hidup kita.

Hingga akhirnya, kita harus belajar mengatakan “Terima kasih luka batinku. Ini nggak nyaman tapi terima kasih. Kau sudah memberikan pelajaran penting bagi hidupku!”. Pada akhirnya, semua luka batin yang tersembuhkan dalam hidup kita akan menjadi kebijaksanaan yang penting.

Itulah sebabnya orang mengatakan, “Wisdom is a healed pain”. Begitulah. Rasa sakit dan luka batin yang telah disembuhkan, akan menjadi kebijaksanaan baru buat kita!

sumber: menyembuhkan luka Batin oleh Anthony Dio Martin, Managing Director HR Excellency
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
July 10, 2010, 10:45:10 AM
Reply #74
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Ketika YESUS mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka."

Sosok yang memiliki figur pemimpin sangatlah dibutuhkan di semua tempat kerja. Figur seperti inilah yang biasanya sanggup mengendalikan bawahan, mengatasi berbagai konflik, ketegangan, situasi yang panas dan sebagainya. Seringkali orang yang mampu melakukan ini bukan soal siapa yang menjadi atasan, bukan soal kepintaran atau kecerdasan, dan bukan pula berbicara mengenai sosok yang menakutkan karena bersifat emosional, suka membentak atau marah. Sosok pemimpin ini biasanya akan segera dipatuhi meski belum mengeluarkan banyak kata. Kehadirannya saja bisa langsung membawa suasana yang berbeda. Figur seperti ini dalam keluarga pun diperlukan. Lihat saja banyaknya ibu yang mengeluh sulit mengatur anak-anaknya jika sang ayah sedang pergi ke luar kota untuk sementara waktu. Atau jika kebetulan di keluarga sosok ibu yang lebih punya figur pemimpin, maka ayah akan kelimpungan ketika si ibu tidak di rumah untuk sementara waktu. Sadar atau tidak, demikianlah manusia yang cenderung untuk selalu membutuhkan figur pemimpin atau panutan di sekitarnya. Tanpa itu, keadaan bisa jadi tidak terkendali karena masing-masing orang akan bertindak seenaknya. Itu sudah menjadi kebiasaan manusia secara umum.


Kita seringkali digambarkan sebagai domba dalam alkitab. Mengapa domba, bukan kuda, ular dan sebagainya? Domba diambil sebagai kiasan karena sifat dan keadaan domba yang banyak kemiripan dengan manusia. Domba adalah sosok yang rentan, lemah dan selalu butuh gembala yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman. Domba dipandang sebagai santapan lezat bagi para predator seperti singa, harimau, beruang dan sebagainya. Mereka empuk dan lemah sehingga gampang untuk disergap dan disantap. Seperti itu pula manusia di mata iblis. Iblis akan terus berkeliling mencari mangsa bagaikan singa yang tengah mengincar domba. Siapa yang bisa melindungi domba? Tentu gembalanya. Ini sama halnya dengan kita yang lemah. Begitu banyak celah yang bisa menjadi pintu masuk bagi iblis untuk menyesatkan kita. Apalagi di jaman sekarang dimana kita "diserang" dari berbagai sisi oleh penyesatan-penyesatan lewat berbagai media, yang tidak selalu kasat mata. Tanpa sosok Gembala, bisa dibayangkan betapa berbahayanya hidup kita. :char12:



Sebuah catatan menarik ditulis oleh Markus dalam salah satu perjalanan pelayanan KRISTUS di muka bumi ini. Pada suatu kali YESUS mendarat di sebuah tempat. Begitu ia menjejakkan kakiNya turun dari perahu, ia langsung disambut begitu banyak orang. "Ketika YESUS mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka." (Markus 6:34). Ayat ini berbicara bukan hanya mengenai jumlah, tapi sepertinya apa yang YESUS lihat adalah sekumpulan orang yang terlihat sedemikian rupa sehingga hatiNya langsung tergerak oleh belas kasihan. Markus mencatat hal ini terlihat seperti sekumpulan domba yang tidak mempunyai gembala. Tidak teratur, tidak terurus, tanpa arah yang pasti, berjalan dalam ketidakjelasan, itu mungkin yang mereka rasakan dari sekumpulan orang itu. Puji Tuhan, dalam keadaan seperti itu mereka bertemu dengan sosok Gembala yang baik! YESUS langsung menyambut mereka dan mulai mengajarkan banyak hal. Dan di tempat itulah kemudian kita melihat mukjizat YESUS memberi makan 5000 orang (belum termasuk anak-anak dan wanita) hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mukjizat luar biasa yang sudah sangat kita kenal ini bermula dari belas kasih YESUS melihat orang-orang yang bagaikan domba tanpa gembala.

Tuhan YESUS adalah Gembala yang baik. Nubuatan Yesaya menyatakan hal itu seperti berikut:
Quote
"Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." (Yesaya 40:11).
Dan di masa YESUS, kita mengetahui rangkaian firman yang menggenapi nubuatan ini dalam Matius 10:1-21. "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku." (ay 14-15). Bukan cuma untuk domba-domba yang berada dalam penggembalaan-Nya saja yang Dia perhatikan, namun juga dari "kandang" lain. "Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala." (ay 16). Hal ini berbicara mengenai orang-orang yang belum diselamatkan, yang juga memperoleh kesempatan yang sama untuk diselamatkan dan dituntun agar tidak binasa. Jika kita lihat dari perumpamaan tentang domba yang hilang, hal ini akan terlihat lebih jelas lagi. "
Quote
Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan."
(Lukas 15:4-6). Dengan penuh kasih dan sukacita Sang Gembala akan menggendong domba itu di bahuNya. Seperti itulah sosok Gembala yang baik, yang sangat peduli kepada keselamatan domba-domba yang ada bersamaNya.

Adalah salah besar jika kita menganggap kita serba bisa dan tidak membutuhkan siapapun selain diri kita sendiri. Manusia sesungguhnya lemah dan tidak memiliki banyak kemampuan untuk mampu bertahan sendirian, seperti halnya domba. Setiap saat bahaya bisa mengancam, setiap saat kebinasaan bisa hadir di depan mata kita, setiap saat hidup kita bisa porak poranda dirusak oleh tipu muslihat iblis. Kita tidak akan kuat jika berjalan sendirian. Kita butuh figur yang mampu melindungi kita dari "cakar" iblis, dan YESUS sudah menyediakan diriNya sebagai Gembala kita yang baik. Kita butuh KRISTUS sebagai Gembala. Apakah hari ini anda merasa letih, berbeban berat atau menjalani hidup seolah tanpa orientasi yang jelas? Apakah anda merasa hidup anda bagaikan berada dalam kapal yang terombang-ambing tanpa arah yang pasti, atau bahkan mulai karam? Kemiskinan, kelemahan, sakit dan berbagai masalah lainnya yang seolah tanpa solusi? Datanglah pada KRISTUS, Sang Gembala yang baik, Gembala yang sejati. Dia peduli, Dia mengasihani kita dan selalu rindu untuk menyelamatkan kita dan menuntun kita dengan kasihNya bagaikan gembala yang menjaga kehidupan domba-dombanya. Dalam visi Daud kita bisa melihat bagaimana sosok Gembala ini menuangkan kasih dan penjagaannya. "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." (Mazmur 23:1-3). Padang rumput hijau, air yang tenang dan menyegarkan, itu berbicara mengenai berkat berlimpah dan kesehatan/kesegaran. Tidak hanya sampai disitu, tapi ketika kita berada dalam mara bahaya pun Tuhan siap untuk melindungi kita. "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (ay 4). Tuhan siap membela kita di hadapan lawan, melimpahkan kita dengan berkat-berkatNya (ay 5), hingga Daud bisa mengambil kesimpulan yang sangat manis seperti ini: "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (ay 6). Itulah janji Gembala. Jika demikian, berjalanlah senantiasa bersamaNya, biarkan Tuhan membimbing kita melewati hari demi hari, dengan demikian tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Sadari bahwa kita bak domba yang lemah, yang setiap saat terancam bahaya serius, tapi puji Tuhan, karena Dia akan selalu ada bersama kita sebagai Gembala yang sanggup menuntun kita dengan selamat!  :onion-head55:

sorce flobamor.com

Domba itu lemah dan butuh perlindungan gembalanya agar bisa selamat
« Last Edit: July 10, 2010, 10:48:07 AM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
August 06, 2010, 11:42:21 PM
Reply #75
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Seorang milyarder asal Austria, Karl Rabeder, memberikan setiap sen kekayaannya senilai total 3 juga poundsterling atau setara Rp 50 miliar, setelah menyadari kekayaannya tidak membuat dirinya bahagia. Dia menjual vila mewah dengan danaunya serta pemandangan pegunungan Alps senilai Rp 21 miliar. Dia juga menjual rumah pertanian dari batu serta belasan hektar lahan dengan nilai Rp 10 miliar, serta enam koleksi pesawat terbang layang senilai Rp 6 miliar dan sebuah mobil audi mewah senilai Rp 700 juta.
Dia berkata bahwa dia berencana untuk tidak menyisakan apapun dari kekayaannya, karena bagi dia uang menghalangi datangnya kebahagiaan. Ia akan keluar dari rumah mewahnya itu, lalu menyepi ke sebuah rumah sederhana. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin, tatapi dia tidak akan mengambil gaji dari situ. Sejak menjual hartanya, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas, tidak lagi merasa terbebani. Namun dia mangatakan, dia tidak akan menghakimi orang kaya yang memilih untuk terus menumpuk kekayannya.

====================

Kekayaan........
Harta dunia pada intinya adalah kesia-siaan

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
(Pkh 5:10)

Sebagaimana Karl yang justru mendapatkan kepuasan dari kesederhanaan hidupnya kekayaan duniawi tidaklah lebih penting dari kekayaan yang kelak akan kita dapatkan di hidup kekal yang akan datang.

Pandangan dunia menilai kekayaan sebagai ukuran kesuksesan. Dunia mengutamakan harta sebagai hal yang penting, yang menjadikan seseorang itu terhormat atau mulia.
Tidak seperti anggapan dunia, kita sebagai anak Allah harus mencari kemuliaan yang dari Allah saja.
Dengan karunia keselamatan yang telah kita peroleh dari penebusan Yesus di kayu salib, kita juga akan menerima kemuliaan Allah.

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
(Rm 5:2)

Bersyukur bila kita sudah meresponi kasih Allah yang begitu besar sehingga Dia rela merendahkan diriNya, turun ke dunia. Dia yang adalah Raja di atas segala Raja rela meninggalkan segala atribut mulianya supaya kita dapat diselamatkan.

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
(2 Kor 8:9)

Sebagai pihak yang telah beroleh kasih karunia, kita serta merta tidak tahu berterima kasih?
Adalah bagian kita untuk tetap melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh Nya, yaitu memberitakan Injil keselamatan yang penuh (Full Gospel). Bagaimanakah Injil sepenuh dapat diberitakan? tentunya ini adalah suatu hal yang tidak cukup mudah,karena sebagaimana dalam pertandingan, banyak peserta yang ikut bertanding.
Namun orang yang bisa menang adalah orang yang benar-benar terlatih, fokus pada garis finish, dialah yang akan menerima mahkota kemenangan.

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
(1 Kor 9:25)



Chrisma,
6 Agustus 2010
inspirasi tokoh diambil dari: Renungan Hikmat + Agustus 2010
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
August 12, 2010, 04:21:45 PM
Reply #76
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Saat melihat wall di FB satu sahabat baruku, aku tersentak melihat video ini....
Ini adalah video lama, kejadian yang sangat menginspirasi, dan gambar video ini berbicara lebih dari ribuan kata...
Peristiwa yang menggugah hati dan tak terasa air mataku menetes........

NEVER EVER GIVE UP IN LIFE


Thanks Isao......
---------------------------------------------
.........
You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.

There is no life - no life without its hunger;
Each restless heart beats so imperfectly;
But when you come and I am filled with wonder,
Sometimes, I think I glimpse eternity.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up: To more than I can be.

........................
----------------------------------------------
Josh Groban "You Rise me Up"
Josh Groban and Lee Mead - You Raise Me Up


As We kept fait in HIM, He won't let us down........
A person's steps are directed by the LORD, and the LORD delights in his way.
If he stumbles, he's not down for long; GOD has a grip on his hand.
(Psalm 37:23-24)

That's the Father's heart.......

Ameen.

SIN
12-08-2010
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
August 24, 2010, 06:48:11 AM
Reply #77
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Ayat mas hari ini: Mazmur 133:1
Quote
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!


Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di se buah kota. Warga kota itu tak pernah ber gem bira, sebab mereka hidup dengan sa ngat mementingkan diri sendiri. Mereka me nger jakan segala sesuatu sendiri dan un tuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka su ka mencurigai semua orang. Termasuk kepa da tiga pengembara kela paran yang duduk di tengah alun-alun kota mereka.

Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. “Apa yang kau buat?” tanya seorang anak yang lewat. “Kami membuat sup batu yang sangat enak,” kata si pengembara, “tetapi akan jauh lebih enak jika ditambah se siung kecil bawang,” lanjutnya. Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu. “Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik.” Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak (tentu setelah batunya dibuang)  :ashamed0004: dan penduduk kota ikut menik­matinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.

Pemazmur menyebutkan betapa baiknya apabila kita hidup bersama dengan rukun. Tidak cuma berarti tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang menghalangi interaksi dengan sesama. Hidup harmonis ini bukan saja menda tang kan kebahagiaan bagi kita,  melainkan juga bagi Allah. Seperti kata pemazmur, “… sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat ...”

ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA

MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy.. www.renunganharian.net
« Last Edit: September 07, 2010, 08:23:21 AM by chrisma »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
September 06, 2010, 10:29:22 AM
Reply #78
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Jackie Robinson adalah orang kulit hitam pertama yang bermain baseball di Liga Profesional Amerika. Ia mendobrak tradisi orang kulit putih dan ia menghadapi banyak tantangan dari penonton di setiap stadion. Suatu kali ketika ia bermain di Ebbets Field stadium di Brooklyn, ia membuat suatu kesalahan. Penonton mulai mengejeknya. Jackie berdiri dan merasa malu sementara orang-orang meneriakinya dengan caci maki. Kemudian, tanpa berkata apa-apa, pemain yang lain Pee Wee Reese datang dan berdiri di sebelah Jackie. Ia merangkulnya dan menghadapi penonton. Tiba-tiba semua penonton diam. Robinson berkata bahwa tangan yang merangkulnya itulah yang menyelamatkan kariernya.


Kisah di atas adalah salah satu contoh aplikasi dari ayat ini:
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
(Amsal 17:17)

Adalah hal yang relatif sulit bahkan bagi seorang yang mengaku sebagai sahabat, bila temannya mengalami kesukaran. Sebagai manusia seringkali kita tidak mau tahu akan kesulitan orang lain.
Tidaklah demikian dengan apa yang diteladankan oleh Tuhan kita, YESUS.
Dia senantiasa memperhatikan segala kebutuhan kita.
Dalam kondisi yang sangat capai pun, Dia tetap mau melayani orang-orang yang mengikutiNya, contoh salah satunya adalah peristiwa sebelum YESUS mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang.

Ketika YESUS mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
(Matius 14:14)

Nah, siapakah sahabat terbaik anda dalam hidup ini?
Bagi saya pribadi, tak ayal lagi Yesuslah sang sahabat sejati, karena Dia bahkan rela memberikan nyawaNya untuk menebus dosa-dosaku.
Bersyukur juga bahwa saya mempunyai sahabat (baik di dunia nyata maupun di dunia maya) yang memperhatikan dan membantu saya bila saya sedang menghadapi masa-masa sulit.

Inspirasi dari: RH Spirit September 2010
modified by chrisma for "anyone" in FK


« Last Edit: September 07, 2010, 08:25:06 AM by chrisma »
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
October 22, 2010, 09:43:25 PM
Reply #79
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Sepasang suami istri dikaruniai seorang anak yang menderita difabel. Namun, anak tunggal mereka itu tetap ank yang sangat istimewa di mata mereka. Mereka memberi segala yang dia mau dan perlu. Jika si ayah pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Setelah anak itu tumbuh makin dewasa, kemampuan komunikasinya masih kurang. Jika terpapar matahari sebentar, mulutnya keluar busa, dan jika bicara kadang air liurnya menetes. Meski begitu, orang tuanya tetap sangat menyayanginya.

Suatu hari, anak ini bangun sekitar pukul 4.30. Ia ambil roti dan memanggangnya hingga 10 menit. Tentu saja gosong. Setelah itu, ia lari ke kulkas, mengambil sebutir telur, lalu memecahkan telur itu ke panci dan langsung menaruhnya di piring lain. Lalu ia mengambil cangkir, dan membubuhkan 5 sendok makan kopi. Jadilah kopi yang sangat pahit. Lalu anak ini menaruh semua di atas nampan dan menuju kamar ayahnya. Ayahnya bangun, melihat serta menghirup aroma "sedap" roti gosong, telur mentah dan kopi tersebut. Sang ayah mencoba rotinya, si anak dengan polosnya bertana, "Enakkan Pa?" "Iya enak sekali". Setelah itu, ia makan telur mentah tersebut hingga habis. Lalu ia coba kopi itu. Si anak bertanya lagi, "Harum dan enak kan pa?" Si ayah membalasnya, "Pahit, tapi Papa suka sekali".

Tahukan Anda, kitalah anak difabel tersebut. Seperti anak difabel itu memberi kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah, dan kopi super pahit, demikian juga kita. Pada dasarnya, kita memberi apa yang tidak sempurna untuk Tuhan. Pujian, persembahan, bahkan pelayanan kita sangat tidak sebanding dengan apa yang sudah Tuhan berikan pada kita. Namun, Tuhan terima semua dengan senang hati karena Tuhan tahu jika kita melakukannya dengan segenap hati dan kita ingin melakukan yang terbak untuk Bapa kita di sorga. Bukan perbuatan, persembahan, atau pelayanan kita yang membuat Dia berkenan, tapi terlebih sikap hati kita saat mempersembahkannya. Tuhan tidak butuh apapun dari kita, tapi Ia sangat menghargai jika kita mau melakukan yang terbaik bagiNya. Bahkan, jika saat ini kita bisa memuji, memberi, dan melayani itu adalah anugerah bagi kita.  


TUHAN tidak melihat berapa besar persembahan kita, tapi IA melihat sikap hati kita saat mempersembahkannya

Dikutip dari
RH Spirit Oktober 2010
« Last Edit: October 22, 2010, 09:46:51 PM by chrisma »
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)