Author Topic: 1001 KASIH YANG MENGINSPIRASI  (Read 76361 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 15, 2010, 11:27:36 PM
Reply #80
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Pada tahun 1860, kapal Lady Elgin bertabrakan dengan sebuah perahu pengangkut kayu. Saat itu sedang terjadi badai. Lady Elgin pun karam. Sebanyak 393 orang penumpangnya terapung-apung di perairan Danau Michigan. 279 orang tewas tenggelam. Di kala panik, seorang mahasiswa bernama Edward Spencer terjun ke dalam air berkali-kali untuk menyelamatkan sesama penumpang. Ia pun berhasil menyelamatakan 17 orang dari air sedingin es itu. Akhirnya ia mengalami kelelahan yang luar biasa. Ia pun pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Dan semenjak peristiwa itu, selama hidupnya, Spencer terkurung dalam sebuah kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya dari peristiwa itu. Spencer menjawab: "Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang yang selamat itu datang untuk mengucapkan terimakasih padaku".


dikutip dari: RH Hikmat + Nopember 2010

=======
ketika saya membaca kisah di atas, sungguh terenyuh
betapa tidak, seseorang yang berjasa menyelamatkan jiwa malah diabaikan bahkan dia harus mengalami cacat selama sisa hidupnya
namun demikian, bukankah seringkali secara tidak sadar kita seperti ke-17 orang yang tidak tahu berterima kasih di kisah tersebut?
kita sering melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan
bahkan kita masih menuntut ini dan itu kepada Tuhan
bersyukurlah karena kasihnya yang tak terbatas
karena Allah itu adalah KASIH
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
November 16, 2010, 10:24:59 AM
Reply #81
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Ada sebuah cerita tentang dua kakak beradik yang hidup rukun. Rumah mereka bersebelahan. Sampai memasuki usia lanjut, tak sekali pun mereka berselisih paham. Perbedaan pendapat di antara mereka tentu ada, tetapi tidak membuat mereka bertengkar apalagi saling membenci.

Suatu hari si adik berkata, “Saudaraku, kita telah lama hidup berdampingan, dan tidak pernah sekali pun kita bertengkar tentang apa pun. Aku punya ide, bagaimana kalau untuk sekali ini kita bertengkar.”
Kakaknya berpikir sejenak, “Baiklah,” katanya. ”Apa yang akan kita pertengkarkan?” ia bertanya. “Bagaimana kalau sepiring nasi yang sedang kamu makan itu?” usul sang adik. Kakaknya setuju. Si adik lalu merebut piring nasi dari tangan kakaknya sambil berkata ketus, “Nasi ini kepunyaanku, kamu tidak boleh mengambilnya sedikit pun!” Sang kakak memandang si adik. “Baiklah, ambil saja,” katanya. Dan pertengkaran pun selesai.

Pertengkaran besar antarsaudara atau antarteman, kerap terjadi karena adanya sikap tidak mau mengalah. Masing-masing ngotot mempertahankan pendapat dan keinginannya. Kita bisa belajar dari sikap Abraham. Ia dan Lot tinggal di daerah yang sama. Konflik muncul karena ladang rumput untuk makan domba-domba mereka terbatas (ayat 7). Untunglah pertengkaran tersebut tidak berlanjut, karena Abraham mempersilakan Lot untuk memilih tempat yang sesuai dengan keinginannya. Mereka pun berpisah dengan baik-baik. Kita tahu, Abrahamlah yang kemudian menuai kebaikan (ayat 14-18). Pelajaran untuk kita: dalam sebuah pertengkaran, selama bisa mengalah, mengalahlah. Tuhan tidak akan salah memberi berkat-Nya.

Penulis Ayub Yahya  http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-11-18
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
November 18, 2010, 10:22:39 AM
Reply #82
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Quote
2 Korintus 9:7

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.


Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 112; 1 Petrus 4; Yehezkiel 26-27

Mengapa Allah ingin kita memberi dengan sukacita dan tanpa paksaan bukannya sebuah kewajiban? Jawabannya sangat sederhana, karena Allah tidak butuh pemberian Anda. Allah adalah pemilik seluruh alam semesta ini, Dia tidak membutuhkan derma dari kita. Lagi pula, memberi kepada Tuhan bukan sebuah syarat agar kita dapat menerima sesuatu dari-Nya. Kita memberi karena kita telah menerima berkat dari Tuhan.

Ketika kita memberikan sebagian kecil dari harta yang kita telah terima, itu adalah bentuk ungkapan syukur. Seperti seorang anak kecil yang menerima hadiah dari orangtuanya, dia pasti akan mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Memberi mengajarkan kita untuk bermurah hati dan tidak tamak yang merupakan karakter Ilahi. Tuhan ingin anak-anak-Nya bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya. Memiliki karakter-karakter-Nya. Sama seperti Tuhan bersukacita saat Ia memberkati kita, demikian juga seharusnya kita ketika memberkati sesama kita.

Mari bersukacita bukan karena berkat yang akan Anda terima ketika memberi, namun bersukacitalah karena bisa menjadi berkat dengan memberi apa yang telah Anda terima.

sumber http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

Teman-teman, jika kita mau memberi kepada orang yang benar-benar membutuhkan kadang suka ada rasa "pahlawan", padahal sebenarnya yang kita berikan adalah yang kita dapatkan dari Tuhan. Jadi jika memberi, kita cukup memikirkan memberi untuk Tuhan. Agar hanya Tuhan yang dimuliakan  
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
November 22, 2010, 10:18:25 PM
Reply #83
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Shalom,
betapa seringnya manusia tidak menyadari akan dirinya yang tengah diperbudak oleh dosa-dosanya. Manusia tidak mampu memandang akan kebenaran dan jalan keselamatan yang telah Tuhan sediakan bagi hidupnya sehingga manusia terjatuh lengah di dalam kebinasaan dan tidak sanggup menyelamatkan dirinya.

Manusia boleh berkata bahwa mereka hidup di zaman yang merdeka, zaman demokratis dan zaman perdamaian. Namun, dapatkah mereka menyadari bahwa mereka masih belum dimerdekakan dari dalam dosa?
Firman Tuhan dalam Galatia 5: 1 dikatakan, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." Manusia harus mampu mengendalikan dirinya dari dosa dan menyatakan kemerdekaannya atas kuasa maut! Dengan demikian maka kita akan dapat menjadi orang-orang dilihat merdeka bukan hanya dari keadaan daging melainkan juga merdeka dalam keadaan roh dihadapan Tuhan.

Mengapa manusia tidak dapat menerima kemerdekaan yang nyata dalam hidupnya?
Galatia 5: 13 menjelaskan, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." Banyak orang telah memerdekakan diri dari kuasa dosa, banyak orang telah memenangkan peperangan dengan dosa-dosanya. Akan tetapi, setelah kemerdekaan itu, banyak pula orang-orang yang kembali menyia-nyiakan apa yang telah Tuhan beri dalam hidupnya. Banyak orang salah mempergunakan kemerdekaan yang dimilikinya sehingga dosa kembali menjajah kehidupan mereka.

Ada 3 hal yang harus kita perangi untuk menjadi orang-orang yang benar-benar mampu dimerdekakan dihadapan Tuhan:

1. Pikiran
Pikiran merupakan tempat peperangan utama dalam diri kita dan tempat dimana siasat tersusun untuk menghadapi dosa. Pikiran adalah tempat yang rawan terhadap dosa, sebagaimana tertulis dalam Matius 15: 19, "Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat." Pikiran paling mudah menempatkan sisi dosa dalam hidup kita, karena itu kita harus menjaga pikiran kita agar tetap senantiasa dipenuhi oleh hal-hal positif dan jangan pernah memberi waktu dan ruang akan hal yang negatif, sebab ketika hal-hal negatif itu muncul maka kita akan kesulitan untuk menghadapinya dan akibatnya kita akan menikmati pikiran-pikiran yang setan taruh didalamnya.

Alkitab memerintahkan agar kita bisa mengendalikannya dan memusatkan pikiran-pikiran kita kepada Kristus. II Korintus 10: 5 menjelaskan, "Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus." Apabila kita mampu menguasai pikiran kita dari kuasa dosa, maka kitapun akan mampu menguasai diri kita dari perbudakan dosa.

2. Kedagingan
Kedagingan merupakan tempat dimana dosa dapat terjadi tanpa kita sadari, mengendalikan kedagingan adalah tingkat yang sulit karena keinginan daging kerap kali muncul dalam keadaan yang mendesak dan saat itulah iblis akan mempunyai kesempatan untuk menguasai kita. Markus 14: 38 menyatakan kepada kita bahwa, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah." Manusia diciptakan dalam debu dan daging, akan tetapi ketika manusia jatuh kedalam dosa maka manusia telah membiarkan hidup mereka ditimpa dalam kebinasaan dan membuat dirinya menjadi tempat dimana daging memberontak terhadap hukum kebenaran dan meminta keinginan tersendiri yaitu kenikmatan nafsunya (dosa).

Hal inilah yang membuat manusia lemah dalam memerdekakan dirinya atas kuasa dosa dalam kedangingannya karena keinginan daging muncul diantara kesulitan-kesulitan dalam pilihan yang diperhadapkan terhadap kita. Roma 7: 5 berkata, "Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut." Dalam hal ini Tuhan menegaskan firmanNya dalam Roma 8: 6a, "Karena keinginan daging adalah maut....." dan Roma 8: 8 juga mendekalasikan bahwa, "Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah."

Tuhan menginginkan agar kita mampu melepaskan diri dari segala keinginan-keinginan daging kita, mengapa?
Rasul Paulus menjelaskan dalam I Korintus 15: 50, "Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa." Karena itulah kita perlu memerdekan diri kita dari kuasa kedagingan agar kita dapat mendapatkan keselamatan dari Tuhan serta menjadi orang yang merdeka dan terlepas dari nafsu-nafsu duniawi.

3. Kepentingan duniawi
Kepentingan duniawi ini berarti bahwa dimana kita lebih mementingkan keadaan kita saat ini daripada memandang kepada Tuhan, kita sibuk dengan berbagai urusan kita sehingga kita tidak mempunyai waktu untuk Tuhan. Dalam Yohanes 17: 16 dikatakan, "Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."

Kita bukanlah bagian dari dunia, sama seperti Yesus sendiri bukanlah bagian dari dunia. Oleh karena itu kita tidak perlu terlalu memikirkan dan mementingkan kepentingan-kepentingan duniawi yang dapat membuat hidup kita jauh daripada Tuhan. Dengan disadari atau tidaknya oleh kita, sebenarnya kepentingan duniawi yang kita hadapi bukanlah sesuatu yang Tuhan tuntut dalam hidup kita melainkan itu adalah kesibukan yang iblis buat agar kita tidak mempunyai waktu untuk Tuhan, karena itu berjaga-jagalah kepentingan-kepentingan duniawi (dosa) itu tidak menguasai waktu kita yang seharusnya menjadi milik Tuhan.

Saudara, biarlah kemerdekaan itu benar-benar bisa menjadi milik anda! Yohanes 8: 31-32 berkata, "...Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Karena itu jadilah orang-orang yang merdeka didalam Kristus, Yohanes 8: 36 berkata, "Jadi apabila ANAK itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." Maka dari itulah berdirilah teguh di dalam Tuhan dan nyatakanlah diri anda bukan lagi sebagai orang yang dikuasai oleh dosa melainkan orang-orang yang dimerdekakan di dalam Kristus........!!!
(sumber: http://hattahalimas.blogspot.com/)

☀◦ǤΘĐ☃ βĹЄS̈$☃ ƔǾǗ◦☀◦
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
December 21, 2010, 09:48:31 PM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 548
  • Gender: Male
Makna Cinta

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :
"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.
"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.

Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".
« Last Edit: December 21, 2010, 10:11:35 PM by chrisma »
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Roma 8:1-2
December 21, 2010, 09:49:25 PM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 548
  • Gender: Male
DUA PILIHAN

Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah
anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana
menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka
yang menghadiri acara itu.
Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu
topik:

'Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal,
segala proses yang terjadi dalam alam ini berjalan secara
sempurna/ alami. Namun tidak demikian halnya dengan anakku, Shay.
Dia tidak dapat mempelajari hal-hal sebagaimana layaknya anak-anak
yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri
anakku? '

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan
itu.

Ayah tersebut melanjutkan: "Saya percaya bahwa, untuk seorang anak
seperti Shay, yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik
sedari lahir, satu-satunya kesempatan untuk dia mengenali alam ini
berasal dari bagaimana orang-orang sekitarnya memperlakukan
dia"

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah
berikut:
Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika
beberapa orang anak sedang bermain baseball. Shay bertanya
padaku,"Apakah kau pikir mereka akan membiarkanku ikut bermain?"
Aku tahubahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan membiarkan orang-
orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu bahwa
bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu,
hal itu akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan
kepercayaan untuk diterima oleh orang-orang lain, diluar kondisi
fisiknya yang
cacat.
Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya
apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap
banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, "kami telah
kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku rasa dia
dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia
bertanding pada babak kesembilan nanti'
Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan
seragam tim dengan senyum lebar, dan aku menahan air mata di
mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat
kebahagiaan seorang ayah yang gembira karena anaknya diterima bermain
dalam satu tim.
Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa
skor, namun masih ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay
mengenakan sarungnya dan bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada
bola yang mengarah padanya, dia sangat antusias hanya karena
turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu.
Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai padanya
dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak
beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk
mencetak kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk
menjadi pemukul berikutnya.
Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan
mengabaikan kesempatan untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi
kunci kemenangan mereka? Yang mengejutkan adalah mereka memberikan
kesempatan itu pada Shay.
Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil
karena Shay bahkan tidak tahu bagaimana caranya memegang
pemukul dengan benar, apalagi berhubungan dengan bola itu.
Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju kedalam arena,
sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan
kemungkinan menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup
Shay, mengambil beberapa langkah maju ke depan dan melempar bola
itu perlahan sehingga Shay paling tidak bisa mengadakan kontak
dengan bola itu.
Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan
ceroboh dan luput. Pitcher tsb kembali mengambil beberapa langkah
kedepan, dan melempar bola itu perlahan kearah Shay. Ketika bola
itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai bola itu
dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.
Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb
bisa saja dengan mudah melempar bola ke baseman pertama, Shay
akan keluar, dan permainan akan berakhir.
Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman
pertama, jauh dari jangkauan semua anggota tim. Penonton
bersorak dan kedua tim mulai berteriak, "Shay, lari ke base
satu! Lari ke base satu!". Tidak pernah dalam hidup Shay sebelumnya
ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama. Shay
tertegun dan membelalakkan matanya.
Semua orang berteriak, "Lari ke base dua, lari ke base dua!"
Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base
dua. Ia terlihat bersinar-sinar dan bersemangat dalam
perjuangannya menuju base dua. Pada saat Shay menuju base dua,
seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di tangannya. Pemain itu
merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai
kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali
dalam hidupnya. Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke
penjaga base dua. Namun pemain ini memahami maksud baik dari sang
pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama melempar bola itu
tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga.
Shay berlari menuju base ketiga.
Semua yang hadir berteriak, "Shay, Shay, Shay, teruskan
perjuanganmu Shay". Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain
lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya
yang mesti ditempuh. Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga,
para pemain dari kedua tim dan para penonton yang berdiri mulai
berteriak, "Shay, larilah ke home, lari ke home!". Shay berlari ke
home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang pahlawan
yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk
timnya.
Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang
berlinangan di wajahnya, para pemain dari kedua tim telah
menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai kemanusiaan kedalam
dunia.
Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan
meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa hidupnya dia tidak pernah
melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang hero,
bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia
telah membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan
kecilnya.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan
dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak
beruntung diantara mereka.

Catatan:
Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tnp pikir panjang,
namun bila kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam
hidup, kita seringkali ragu. Banyak peristiwa kasih yang terjadi
dalam hidup ini,namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu,
baik itu di lingkungan pendidikan atau tempat kerja.
Jika Anda berpikir untuk forward email ini, mungkinannya Anda
akan memilih daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda
pikir layak untuk menerima email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang
mengirimi Anda email ini berpikir bahwa kita semua dapat membuat
perbedaan.
Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk
dapat memahami "kejadian alami dalam hidup". Begitu banyak
hubungan antar manusia yang kelihatan remeh, sebenarnya telah
meninggalkan 2 pilihan bagi
kita:

- Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau,
- Apakah kita telah melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan
mereka yang kurang beruntung, yang menyebabkan hidup ini menjadi
dingin?
« Last Edit: December 21, 2010, 10:12:15 PM by chrisma »
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Roma 8:1-2
December 21, 2010, 09:56:48 PM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2996
  • Gender: Female
  • "Tuhan, berdaulatlah atas hidupku..."
Kisah yg terakhir dari Salva A sangat mengharukan...
:)
‎"God never gives us discernment in order that we may criticize, but that we may intercede." — Oswald Chambers
December 21, 2010, 10:31:00 PM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 548
  • Gender: Male


Tetap KASIH yang terbaik sis. :love0030:

TO: sis Chrisma

Nop Thk's

JBU
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Roma 8:1-2
January 04, 2011, 03:27:12 PM
Reply #88
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Ada kisah mengenai seorang tua yang hidup sendiri di sebuah kota kecil.
Laki-laki itu membawa seorang anak tinggal bersamanya.
Anak itu yatim piatu dan tidak punya tempat tinggal, dan dengan bergulirnya waktu, laki-laki tua itu menyayangi si anak seperti anaknya sendiri.

Suatu hari, rumah orang tua itu terbakar.
Si anak terjebak di dalam rumah, dan laki-laki tua itu mati-matian berusaha untuk menyelamatkannya.
Laki-laki tua itu berhasil menyelamatkan si anak, tetapi upayanya itu membuat kedua tangannya terluka bakar yang parah.


Beberapa waktu kemudian, kerabat jauh si anak muncul di kota, menuntut hak pemeliharaan si anak, dan sang Hakim menanyakan laki-laki tua apakah ia punya surat-surat sah yang membuktikan bahwa ia sudah mengadopsi anak itu.
laki-laki tua itu menjawab bahwa ia tidak punya surat-surat apapun.
"Kalau begitu, mengapa saya harus memberi hak pemeliharaan anak ini kepada anda? Bagaimana saya tahu anda akan mencintainya dan mengurusnya dengan semestinya?" sang Hakim bertanya.
Laki-laki itu berdiri tanpa mengeluarkan suara dan mengulurkan kedua tangannya dengan BEKAS BEKAS LUKA mengerikan.
Sang Hakim memberikan hak pemeliharaan kepadanya.

Ada seorang LAKI-LAKI di SURGA dengan kedua tangannya yang cacat membuktikan kasih-NYA kepada anda dan saya.
Ia telah memenangkan hak pemeliharaan atas kita untuk selama-lamanya, dan PARUT yang diterimaNYA di KAYU SALIB juga menjadi bukti bahwa IA juga sangat terampil mengurus kita sekarang.
YESUS ingin menukarkan HIDUPNYA yang sempurna dengan PERGUMULAN dan KEGAGALAN anda.
Apabila anda membuat TRANSAKSI itu, anda akhirnya akan BEBAS.


(Free at last, Tony Evans, Gospel Press, hal 88-89)

Rm. 5:8   Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
January 15, 2011, 04:17:23 PM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
7 Days (Les 7 jours du talion)

Seven days adalah judul sebuah film yang baru saya lihat.

Adengan pembuka adalah saat seorang pria tambun yang sedang memutar ulang sebuat cuplikan rekaman peristiwa pembunuhan seorang wanita, yang tertembak olah seorang perampok di suatu mini-market.
Ia adalah detektif Herve, yang baru 6 bulan lalu, dimana isterinya adalah korban pada peristiwa itu.


 
Lanjut….
Inti cerita adalah konflik batin dr.Bruno Hamel, seorang dokter bedah berusia 38thn.
Ia tinggal di Drummondville dengan isterinya Sylvie dan seorang putri berusia 9 tahun. Jasmine.
Seperti kebanyakan orang, keluarga mereka hidup bahagia, sampai suatu kejadian, dimana anaknya Jasmine ditemukan tewas setelah diperkosa saat pergi ke sekolah, dunia dirasa runtuh.

4 hari kemudian, pembunuh anaknya Jasmine tertangkap.
Sang pelaku adalah seorang pemuda berusia 31thn bernama Anthony Lemaire.
dr.Hamel dan istrinya sedang menonton di televisi saat penangkapan itu disiarkan, dan dr.Hamel merencanakan PEMBALASAN.


Dengan rencana yang rinci, dr.Hamel memulai pembalasannya dengan menculik Lemaire, saat dalam kendaraan di perjalanan, pada hari dimana pelaku akan disidangkan.
Kemudian ia mengirim surat kepada polisi yang  isinya akan menyiksa Lemaire selama 7 hari sebelum membunuhnya.

Selama dalam penyiksaan, terungkaplah bahwa masa kecil Lemaire penuh dengan pelecehan dan kekerasan.
Juga Lemaire mengaku bahwa ia juga telah memperkosa dan membunuh 3 anak kecil lainnya, yaitu Laurie Thibodeon, Marion Houle dan Charlote Manson, yang mana info itu kemudian diberikan kepada polisi oleh dr.Hamel melalui telephone.



Yang menarik adalah KONFLIK BATIN  dr.Hamel selama masa penculikan.
Bahwa tindakannya menjadi pro dan kontra oleh sebagian orang , juga oleh didukung orang tua korban lainnya, kecuali satu ibu korban ke 3 yaitu Dianne Mason.
Juga jawaban dari detektif Herve yang mengatakan dirinya masih “sakit” dan belum bebas dari peristiwa pembunuhan isterinya, walau pelaku sudah dalam penjara.

Rasa “sakit” lah yang membuat dr.Hamel melakukan pembalasan.
Mata ganti mata, gigi ganti gigi, hukum pembalasan.
Inilah inti HUKUM TAURAT.
Namun pembalasan yang dilakukan dr.Hamel dengan menyiksa Lamaire tidak juga melegakan dirinya.
Tidak ada pembebasan dalam dirinya.


Mari kita lihat cuplikan adengan saat Diane Masson diwawancara setelah diberitahukan mengenai pembunuh putrinya, Charlotte  Masson :
Dianne = “I think what dr.Hamel’s doing is pointless.
It was’t help him or me or anyone.
For me that man (Lamaire) doesn’t exist.
The horrible clue happened for years ago.
I went on will my life.
I’m alone (she is a widow), but I’m alive all the same.”

Dr.Hamel yang geram dengan pernyataan Dianne, kemudian menculiknya dan mempertemukan Dianne dengan Lemaire.
Berikut cuplikan pembicaraannya :
dr.Hamel = “ What you say on tv is disgusting”.
Dianne = “Why did you bring me here”.
Dr.Hamel=’For you, this man doesn’t exist?
We’ll see about that !!!”
Dianne= “I didn’t want to see him.
Let me go”.


dr.Hamel memaksa Dianne bertemu Lamaire, mengunci mereka dan memberinya palu, untuk membunuh Lemaire.
Culikan pembicaraan berikutnya setelah Dianne dikeluarkan dari ruang penyisaan, karena tidak juga membunuh Lemaire.
Dianne = “ I’d erased that man from my life”.
Dr.Hamel = “ You can’t !!!”.
Dianne = “ Yes. You can !!!.
It’s hard.
It’s takes long, but you can !!!”
By bring me here, It’s like you kill my girl a second time.
Everytime you torture that man, you kill your own daughter again”.

Pada hari ke 7, dr.Hamel melepaskan Lamaire, juga  menyerahkan dirinya kepada polisi.

Itulah HUKUM KASIH, dr.Hamel terutama telah berdamai dengan dirinya sendiri, sebelum berdamai dengan pembunuh puterinya.
Mengampuni berarti MEMAAFKAN dan MELUPAKAN.
Ketika anda mengampuni, anda yang pertama disembuhkan dan dipulihkan sebelum hal itu “melepaskan” orang lain.
Ketika anda memutuskan untuk berbuat “dosa” (walaupun itu tidak berhubungan dengan keselamatan anda), anda membuat YESUS DISALIBKAN untuk kesekian kali lagi.
Yesus mencintai anda dan saya dengan segenap “DIRINYA” sendiri.
“Do you love Me” Tanya Yesus kepada Petrus…..
Kemudian kepada anda dan saya……..


15 Jan 2011
Sin

<MESSAGE>All that passing laws against sin did was produce more lawbreakers. But sin didn't, and doesn't, have a chance in competition with the aggressive forgiveness we call [grace]. When it's sin versus grace, grace wins hands down. Rm 5:20
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)