Author Topic: Injil Barnabas & Gnostik?  (Read 10486 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 07, 2009, 01:21:48 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 26
Inilah Injil yang disampaikan oleh Nabi Isa As (Yesus) kepada ummat Nasrani di kalangan bangsa Israel dan ditulis oleh salah satu muridnya yang bernama Barnabas. Injil inilah yang dapat diterima oleh sebagian ulama Islam walaupun mereka mengakui bahwa Injil Barnabas ini yang berada dihadapan kita sekarang tidak sepenuhnya sahih, namun inilah satu-satunya peninggalan Injil yang berbentuk tulisan yang berisi akan datangnya Mesias yaitu Nabi yang seperti Musa yang bernama Muhammad. Barnabas sendiri adalah seorang tokoh diantara murid-muridnya Nabi Isa As (Yesus), Injil tulisan tangannya sendiri ditemukan diatas dada jenazahnya di suatu kuburan di pulau Ciprus pada tahun 478 M.

Kemudian Injil Barnabas ini telah di terjemahkan dan dicetak dalam bermacam-macam bahasa, seperti bahasa Italia, Spanyol, Inggris dan Arab, namun Injil Barnabas ini dikutuk oleh Gereja-Gereja Barat pada Dekrit Paus Innocent I ( 465 M ) dan Dekrit Glassius ( 496 M ) yang menyebut bahwa “ Evangelium Barnabe “ sebagai Injil yang dilarang, begitu dikeluarkan perintah larangan Paus tersebut untuk membaca Injil Barnabas maka ini adalah merupakan suatu bukti, bahwa Injil ini telah tersebar luas, baik di kalangan Ulama cerdik pandai maupun di kalangan awam.

Setelah lama hilang dari peredaran, orang pertama yang telah menemukan naskah Injil Barnabas dalam bahasa Italia yaitu Cremer, seorang penasehat raja Prusia yang ketika itu berdiam di Amsterdam pada tahun 1709 M. Diambilnya naskah Injil Barnabas tersebut dari perpustakaan salah seorang terkemuka di kota itu. Karena ia menganggap naskah ini sangat berharga, lalu dihadiahkan kepada pangeran Eugene Savoy, seorang yang walaupun sibuk dengan peperangan-peperangan, pergolakan-pergolakan dan soal-soal politik, namun Eugene sangat gandrung pada ilmu pengetahuan dan peninggalan sejarah. Selanjutnya pada tahun 1738 M naskah tersebut bersama seluruh isi Bibliotik pangeran itu telah berpindah ke perpustakaan Gedung Negara di Wina dan tetap berada disana sampai dengan sekarang.

Dan akhirnya pada tahun 1908 M Dr. Khalil Saadah memberanikan diri untuk menyalin Injil Barnabas dengan menyadari beratnya tanggung jawab yang dipikul, dan sebenarnya dia tidak akan maju kesitu melainkan hanya untuk berkhidmat kepada sejarah dan terdorong oleh rasa gairah untuk menyalin kedalam bahasa-bahasa lain, dan inilah pertama kali Injil Barnabas terbit dalam bahasa Arab.

Injil Barnabas ini telah menimbulkan simpang siur pendapat para sarjana penyelidik, maka muncullah aliran-aliran pendapat para ahli sejarah yang mengaduk-aduk untuk mencari segi kebenarannya diantara kejujuran dan sentiment pribadi para penulis sejarah. Sebagian ulama Islam di Indonesia memberikan komentar diantaranya KH. Anwar Musaddad Rektor IAIN Sunan Gunung Jati Bandung ( 1970 ) sebagai berikut; Sekedar pendorong semangat dalam usaha penerbitan Injil Barnabas kedalam bahasa Indonesia dengan mengutip sebuah hadist Rasulullah yang artinya “ Apabila Allah memberi petunjuk kepada seorang manusia dengan perantaraan engkau, maka engkau mendapat pahala lebih besar dari seluruh kekayaan yang ada di atas permukaan bumi".

Demikian pula Prof. Abdul Kahar Muzakkir Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ( 1968 ) menulis dalam kata sambutannya sebagai berikut : “ Injil Barnabas ini akan membawa penjelasan-penjelasan penting kepada pembaca, sebab yang selama ini semua kitab-kitab Injil yang diperbolehkan beredar tidak ada yang membawa keterangan yang memuaskan tentang akan datangya junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagaimana jelas diterangkan dalam Injil Barnabas ini. Adapun penyalin Injil Barnabas yang berbahasa Arab kedalam bahasa Indonesia diantaranya adalah H. Husein Abu Bakar Al-Habsyi dan Abu Bakar Basymeleh dari Surabaya ( 1966 – 1986 ).

Diantaranya kandungan isi Injil Barnabas yang bertentangan dengan isi Injil yang banyak beredar sekarang ini diantaranya adalah sebagai berikut :

Pasal 208.: 1 - 9

1. Yesus berkata : “ Apabila Aku melakukan kesalahan, tegorlah aku, dan kamu pasti dikasihi Allah, oleh karena kamu berbuat sesuai KehendakNYA”.
2. Akan tetapi apabila tidak ada seorangpun yang menegorku karena suatu kesalahan, maka itu adalah suatu bukti, bahwa kamu bukanlah putera-putera Ibrahim sebagaimana yang kamu akui itu.
3. Demi Allah, bahwa Ibrahim telah mencintai Allah sehingga tidak cukup pula dia meninggalkan ayah bundanya. Bahkan ia sampai akan menyembelih puteranya demi taat kepada Allah.
4. Kepala Imam itu menjawab “ Aku hanya bertanya tentang ini dan aku tidak mencari jalan untuk pembunuhanmu, maka katakanlah kepada kami, siapakah gerangan putera Ibrahim itu ?.
5. Yesus menjawab “ Bahwa gairah karena KemuliaanMU Ya Allah, telah meluap-luapkan daku dan aku tidak bisa tinggal diam.
6. Sungguh, kukatakan kepadamu bahwa putera Ibrahim itu adalah Ismail yang pasti akan datang dari keturunannya itu Messias yang telah dijanjikan kepada Ibrahim, bahwa dengannya akan berkatalah semua bangsa di Bumi.
7. Dan ketika kepala Imam mendengar kalimat itu meradanglah ia dan berteriak : “ Marilah kita lempari si durjana ini karena dia adalah seorang Ismail dan telah menghina Musa dan syareat Allah”.
8. Lalu tiap orang dari ahli-ahli Taurat dan orang Parisi bersama orang-orang tua dari masyarakat mengambil batu-batu untuk melempar Yesus, tetapi dia segera menghilang dari pandangan mata mereka dan keluarlah ia dari Bait Allah ( Betlehem ).
9. Kemudian karena mereka begitu gigih untuk membunuh Yesus, maka gelaplah mata mereka dan saling memukul ( antara yang membela Yesus dan yang akan membunuhnya ), sehingga terbunuhlah seribu orang dan mereka mengotori Bait Allah yang kudus itu.

Demikianlah sebagian kutipan dari salinan terjemahan Injil Barnabas dan tentunya isi didalam Injil Barnabas ada yang bertentangan dengan Injil yang banyak beredar di luar dari kalangan Gereja-Gereja Barat, namun ayat-ayatnya ada pula yang sama dengan isi ayat Al-Quran kitab suci ummat Islam. http://theologiislam.blogspot.com/
June 07, 2009, 11:22:12 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 264
  • Gender: Male
  • Archangel Lucifer
Injil Barnabas adalah Injil palsu yang ditulis oleh seseorang... *ga usa disebut

Dia adalah orang spanyol, ingat penyerbuan Islam ke Spanyol?

Waktu itu disana dia menyusup kedalam Gereja dan pura-pura menjadi imam. Disana dia menuliskan Injil Palsu Barnabas.

*Penjelasan sekian.
Jer 2:20  a saeculo confregisti iugum meum, rupisti vincula mea et dixisti, non serviam! in omni enim colle sublimi et sub omni ligno frondoso tu prosternebaris meretrix!
June 07, 2009, 02:07:11 PM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 26
Injil Barnabas adalah Injil palsu yang ditulis oleh seseorang... *ga usa disebut

saya sudah menjelaskan mengenai Injil di http://forumkristen.com/index.php?topic=9002.0
Jadi jangan mendeskripsi mana yang asli dan mana yang palsu
Dia adalah orang spanyol, ingat penyerbuan Islam ke Spanyol?

Waktu itu disana dia menyusup kedalam Gereja dan pura-pura menjadi imam. Disana dia menuliskan Injil Palsu Barnabas.

*Penjelasan sekian.



Kalo yang ini jangan asal jawab.
Pada penyerbuan Islam ke Spanyol Injil Barnabas telah ada dan bukan baru ditulis
June 08, 2009, 09:01:37 AM
Reply #3
  • My Lovely Forum ^,^
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2679
  • Gender: Female
  • T4Ng4n Y4ng kU4T m3M3g4NgKu.....
FYI: Theologi adalah member Muslim

Member Non-Kristen hanya boleh berdiskusi di Forum Terbuka, mohon dilaporkan apabila menemukan postingan/member seperti Theologi,

Thx buat kerjasamanya.

GBU

NB : Member Banned
Apa yang tidak aku ingini, aku lakukan disini
June 08, 2009, 09:40:42 PM
Reply #4
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2518
  • Gender: Male
  • Don't worry, be happy....
Maaf, artikel ini saya lupa mengambil dari mana.
Tapi perlu juga saya posting disini untuk menjadi bahan perbandingan tulisan dari sdr. Theologi.

Pengantar
Jika kita mendengar kata Injil, maka pikiran kita segera mengarah pada keempat kitab pertama dalam Perjanjian Baru. Injil, berasal dari kata Yunani: åýáããåëßïí, berarti Kabar Baik, yaitu kabar tentang keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus Kristus. Memang benar, bahwa dalam keempat kitab Injil, kita dapat melihat riwayat (singkat) hidup Yesus. Ketiga Injil yang pertama (Matius, Markus dan Lukas) mengisahkan riwayat kehidupan itu dengan sudut pandang yang sama, sehingga disebut Injil Sinoptik (= melihat bersama; Yun: sun = bersama dan opto = melihat), sedangkan Injil Yohanes mengisahkan riwayat Yesus dengan sudut pandang ke-Allah-an Yesus.
Lalu, ketika kita mendengar ada Injil lain yang bernama ‘Injil Barnabas’ (selanjutnya disingkat IB), maka berdasarkan definisi di atas kita bisa menduga kalau isinya juga berkisah tentang riwayat hidup Yesus, terlepas dari sudut pandang mana yang ia gunakan. Tetapi, apakah memang demikian? Apakah isinya memang tentang karya keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus? Lalu, jika isinya memang demikian, apakah ia memiliki wibawa yang sama dengan keempat Injil dalam Alkitab? Apakah beritanya sama dengan yang ditulis dalam keempat Injil?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan kita bahas bersama dalam Buletin Pembinaan kita kali ini. Pemahaman kita tentang Injil dan isinya menjadi jalan masuk untuk mengkritisi IB.

Kemunculan “Injil” Barnabas
Pada tahun 1709, Cramer, seorang penasihat Raja Prusia (sekarang Jerman), memberikan kepada John Toland sebuah naskah berjudul ‘Injil Barnabas’ dalam bahasa Italia di Amsterdam. Naskah aslinya sampai saat ini masih tersimpan di The Imperial Library Wina. Pada tahun 1718 IB mulai disebut dalam karangan John Toland yang berjudul 'Nazarenus or Jewish, Gentile and Mohamedan Christianity'. Buku ini mulai menghebohkan ketika diterbitkan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris oleh Lonsdale Ragg dan Laura Ragg dan diberi judul 'The Gospel of Barnabas' (Oxford, 1907). Pada tahun 1908 buku ini diterjemahkan oleh Khalil Saada (seorang Kristen) ke dalam bahasa Arab, dan pada akhirnya diperkenalkan ke Indonesia oleh Ahmad Shalaby. Beberapa terjemahan dalam bahasa Indonesia ditulis antara lain oleh J. Bachtiar Affandie (Jasana, 1969); Husein Abubakar & Abubakar Basjmeleh (Pelita, 1970, diterjemahkan dari bahasa Arab) – yang berisi a.l. banyak catatan pinggir ayat-ayat Alkitab yang diambil dari terjemahan Lonsdale dan Laura Ragg, dan Rahnip M. (Bina Ilmu, 1980) – dengan diberi notasi ayat-ayat Quran.

Barnabas?
Lalu, penggunaan nama Barnabas sendiri menimbulkan pertanyaan di sana sini. Apakah memang “injil” ini ditulis oleh Barnabas, rekan sekerja Paulus ? Atau oleh Barnabas lainnya, mengingat ada banyak nama itu pada zaman dahulu? Atau bisa jadi menggunakan nama Barnabas – rekan kerja Paulus - untuk memberi wibawa pada “injil” yang ditulis tsb., seperti: surat Titus yang menggunakan nama Paulus.
Selain IB yang sempat menjadi kontroversi, ada juga kitab 'Kisah Barnabas' - yang merupakan kitab Apokrifa - yang didasarkan pada kitab ‘Kisah Para Rasul’ dan menceritakan dengan lebih jelas perjalanan Barnabas dan Paulus, dan pertentangan soal Markus. Kitab ini memberi kesan ditulis oleh Markus, tetapi menurut penelitian diketahui bahwa kitab ini ditulis sekitar abad II sampai V. Ada juga 'Surat Barnabas' yang mempersoalkan apakah Perjanjian Lama itu untuk orang Yahudi atau juga untuk orang Kristen dan juga berisi beberapa pengajaran moral. Kitab ini tidak diakui sah, dan diperkirakan ditulis seorang pemimpin gereja sesudah ditulisnya kitab terakhir dalam Alkitab (abad II).
Sampai di sini kita belum bisa menyimpulkan siapa Barnabas yang dimaksud. Oleh karena itu, marilah kita masuk pada bagian selanjutnya.

Mengurai isi “Injil” Barnabas
IB berisi 222 pasal, cukup tebal bila kita bandingkan dengan keempat Injil (yang berjumlah 79 pasal). Memang isinya merupakan gabungan dari keempat Injil dan berbagai unsur lainnya. Dalam IB pasal 1-9 kita dapat melihat kisah mengenai: pemberitahuan tentang kelahiran Yesus; mimpi Yusuf; sensus penduduk; kelahiran Yesus; para gembala; Yesus disunat; para majus; mimpi para majus; Yesus diserahkan kepada Tuhan di Bait Allah; pembunuhan kanak-kanak di Yerusalem; pengungsian ke Mesir; dan tindakan Yesus di Bait Allah. Kalau dicermati, urut-urutan kisah tsb. merupakan gabungan dari Injil Matius dan Injil Lukas. Pada bagian selanjutnya, diuraikan segala kejadian lain dari hidup Yesus dan ajaran-Nya dengan tekanan pada ajaran Yesus. Isinya kurang lebih dua pertiga diambil dari keempat Injil. Misalnya: Yesus menyembuhkan seorang kusta (ps. 11), Yesus memilih 12 rasul (ps. 14) , perlu tidaknya membayar pajak kepada kaisar (ps. 31) dst. Ada juga bagian-bagian yang tidak berkaitan dengan keempat Injil, misalnya judul ps. 22 yang berbunyi, “Keadaan yang menyedihkan dari orang yang tidak disunat: seekor anjing lebih baik daripada mereka”, atau percakapan antara Abraham dan ayahnya (ps. 26). Dalam ps. 35 kita dapat membaca tentang terjadinya pusat (= pusar): setan meludahi manusia dan Gabriel membuang ludah itu dan terjadilah pusat. Dalam IB, peranan Ismael amat menonjol: di antara 10 orang kusta yang disembuhkan terdapat seorang Ismaeli (ps. 19); Abraham harus mengorbankan anaknya Ismael (ps. 44) ; dan Allah adalah Allah Abraham, Ismael dan Ishak (ps. 212). Dalam pasal2 yang terakhir, kita dapat menjumpai banyaknya perbedaan dengan keempat Injil. Sesudah perjamuan Paskah dan pengkhianatan Yudas, Yesus mau ditangkap. Ketika serdadu-serdadu mendekati Yesus “tibalah para malaikat kudus dan diambilnya Yesus dari jendela yang menghadap ke sebelah selatan. Diangkatnya Yesus dan diletakkannya di sorga yang ketiga di tengah-tengah para malaikat yang memuji-muji Allah untuk selama-lamanya” (ps. 215). “Dan berubahlah wajah Yudas menjadi wajah Yesus, sehingga Yudas ditangkap dan disalibkan, padahal disangka Yesus yang dibunuh! Ketika Yudas meninggal dan dikubur, para murid Yesus datang dan mencari mayat Yudas, karena disangkanya tubuh Yesus” (ps. 218).
Dalam ps. 220 Yesus berbicara kepada Barnabas, katanya, “Meskipun Aku tiada bersalah di dunia, Aku disebut ‘Allah’ dan ‘Anak Allah’, maka supaya Aku tidak akan diejek oleh setan2 pada hari kiamat, Allah berkehendak agar aku diejek oleh manusia dengan matinya Yudas yang dikira Akulah yang telah mati di kayu salib. Dan ejekan itu akan terus berlangsung sampai datangnya Muhammad Rasul Allah, yang apabila ia datang akan mengungkapkan penipuan kepada mereka yang percaya akan syariat Allah”. (Ayat ini aneh sekali. Andaikata Barnabas dikarang pada abad pertama, pengarangnya sudah tahu bahwa kitabnya akan tersembunyi sampai datangnya Muhammad. Lalu mengapa kitabnya itu ditulisnya?) Ps. 222 merupakan pasal terakhir yang berisi serangan atas mereka yang menyebut Yesus sebagai Anak Allah seperti yang dilakukan oleh Paulus.
Selain perbedaan2 di atas, ada juga perbedaan tentang tahun Yobel . Dalam ps. 82 disebut bahwa tahun Yobel dirayakan setiap 100 tahun, padahal dalam Perjanjian Lama (Imamat 25:8-55;27:16-25) disebut bahwa tahun Yobel lamanya 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa kitab IB baru ditulis setelah tahun 1300 karena pada tahun itu Paus Bonifacius VII mendekritkan perubahan tahun Yobel menjadi 100 tahun. Ada satu hal lagi yang cukup menonjol dalam IB, yaitu mengenai keberadaan Yohanes Pembaptis, sebagai perintis jalan bagi karya Yesus malah tidak disebut-sebut dalam IB. Sangat mungkin penulis IB menganggap bahwa Yesuslah yang bertindak sebagai perintis jalan, semacam Yohanes Pembaptis bagi Muhammad. Padahal, Yohanes Pembaptis disebut dalam Al Quran (Q 19:12-15). Tentu ini menjadi pertanyaan penting, mengapa IB menghapus peranan Yohanes Pembaptis.
Setelah kita melihat uraian di atas, jelas bahwa isi IB kira-kira sama banyaknya dengan gabungan keempat Injil ditambah dongeng tradisi Yahudi, Kristen dan Islam, yang disatukan dengan cerita-cerita keempat Injil kanonik. IB pun merupakan usaha sistematis untuk menyelaraskan keempat Injil menjadi satu Injil yang dibumbui dengan tradisi agama Yahudi, Kristen dan Islam.


JANGAN PERNAH MENYERAH, SAHABATKU
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL, ASAL TAHU CARANYA
June 08, 2009, 09:42:08 PM
Reply #5
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2518
  • Gender: Male
  • Don't worry, be happy....
Lanjutan.....

Otentisitas “Injil” Barnabas
Setelah kita mengenal isi IB, maka kita dapat memunculkan sejumlah keraguan terhadap kebenaran isinya, karena sangat berbeda dengan keempat Injil yang kita kenal. Ada cukup banyak tradisi Yahudi yang muncul dan nafas Islamnya sangat terlihat . Namun, sebelum kita menyimpulkan demikian, alangkah baiknya jika kita meninjau ulang berbagai studi kritis terhadap IB.
Di samping naskah berbahasa Italia yang disinggung di atas, ada juga naskah bahasa Spanyol, yang diterjemahkan dan diberi kata pengantar oleh Mustafa de Aranda. Di dalam kata pengantarnya, dikisahkan riwayat tentang Fra Marino dan penemuan “injil” ini. Dalam naskah tersebut dikisahkan bahwa Fra Marino, seorang uskup, yang hidup pada abad ke-16, berkunjung ke istana Paus Sixtus V (1521-1590). Sejak semula ia mempunyai kerinduan untuk dapat membaca IB. Karena terlalu lelah, Paus tertidur di muka tamunya itu. Guna memanfaatkan waktu, Fra Marino masuk ke perpustakaan Paus dan menemukan IB di dalamnya. Ia sangat tertarik terhadap “injil” tsb., dan mengingat ia yakin bahwa kitab yang berharga itu tidak boleh dipinjamnya, maka ia berniat mencurinya. IB pun dimasukkan dalam jubahnya dan begitu Paus terbangun, ia pamitan pulang. Di rumah, ia membaca “injil” itu dan akhirnya secara spontan ia memeluk Islam.
Terhadap catatan itu, para ahli banyak mengajukan keberatan, sebab gambaran kisah tsb. sebenarnya terdapat juga dalam IB, yaitu dalam ps. 192, yang mengatakan:
Seluruh kitab itu saya tidak sempat membacanya, sebab Imam tertinggi agama itu – di dalam perpustakaan miliknya di mana saya membaca – melarang saya, mengatakan bahwa seorang Ismaeli telah menulisnya. J. Slomp - salah seorang penulis buku Seluk-beluk Buku yang disebut Injil Barnabas - menyatakan bahwa Fra Marino dan Mustafa de Aranda adalah orang yang sama. Para ahli lain berpendapat bahwa penulis “injil” ini adalah Fra Marino, yang tidak lain adalah Mustafa de Aranda sendiri. Jadi, penulis dan penerjemah adalah orang yang sama. Dari kata pengantar IB bahasa Spanyol, para ahli merekonstruksikan beberapa fakta sbb:
a. Pengarang adalah seorang penganut, atau yang kemudian menjadi penganut agama Islam dan memanfaatkan tafsir populer dari tradisi kaum Muslimin terhadap Kekristenan.
b. Penunjukkan secara khusus nama Paulus, mengawali penulisan IB dan pasal2 selanjutnya memperkembangkan anggapan itu. Di sini, kisah tentang Fra Marino yang mencari IB - yang disebut Ireneus untuk menyerang Paulus - sejajar dengan pasal2 IB yang memaki2 Paulus sebagai penyesat dan penyeleweng ajaran Yesus yang asli.
c. Dalam IB, juga ada kisah tentang seorang imam yang menemukan Taurat asli yang ditulis Musa dan Yosua di perpustakaan Imam Agung – yang berisi bahwa Ismail adalah nenek moyang Mesias, sedangkan Ishak adalah nenek moyang dari utusan Mesias; lalu taruhan hukuman mati apabila kebenaran itu diungkap (ps. 191-192). Kisah tsb. sesungguhnya menggambarkan sandiwara pengarang sendiri yang hidup di bawah tekanan2 gereja dengan inkuisisinya.

Selanjutnya, jika kita memperhatikan daftar kanon yang muncul pada abad2 pertama Masehi, maka kita tidak menjumpai IB di dalamnya. Namun beberapa penulis Islam mempunyai cara untuk menangkalnya. Lalu, dalam terbitan ulang terjemahan IB oleh Abubakar & Basjmeleh, ada sisipan catatan kecil yang berisi kata sambutan dari Prof. Abdul Kahar Muzakir, Dekan FH UII Yogyakarta, yang menyatakan bahwa ada 35 Injil apokrif. Semua Injil-injil tsb. telah musnah dan hanya tinggal namanya saja, kecuali IB yang telah diketemukan pada masa yang lalu. Selain tidak tercantum dalam daftar kanon, IB pun tidak pernah disinggung atau dikutip dalam tulisan2 yang muncul pada abad I dan II M (lih. daftar selengkapnya dalam Bambang Noorsena, Telaah Kritis atas Injil Barnabas (Yogyakarta: ANDI, 1990), h. 15-16).

Beberapa kejanggalan lainnya dari “Injil” Barnabas
Pemaparan di atas telah meragukan otentisitas IB. Berikut ini ada sejumlah kejanggalan yang dikemukakan oleh IB sendiri, yaitu:
a. Kejanggalan Linguistik
Ada sebuah cara lain untuk menguji otentisitas IB, yaitu dengan melakukan kritiks teks . Para ahli yang mempelajari bahasa Italia dalam IB menemukan banyak kesalahan. Sering kali huruf ‘H’ ditambahkan, padahal hal itu tidak lazim dalam bahasa Italia, mis: kata Anno (= tahun) ditulis Hanno. Ada juga kata Chrissto (= Kristus) ditulis dengan dua huruf ‘S’ padahal lazimnya satu saja. Bahasa Italia yang digunakan pun bukan bahasa Italia yang baik. Secara keseluruhan, nampak bahwa IB ditulis dalam dialek Toscan dan Venezian. M. De Epalza, seorang cendekiawan dan frater Yesuit Spanyol mengatakan bahwa banyaknya kesalahan ejaan di atas adalah khas bagi seorang yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa ibu (lingua franca). Ditambahkan pula, bahwa naskah Italia itu bukanlah terjemahan dari bahasa lain, sebab sebuah karya terjemahan biasanya masih menampakkan bahasa aslinya secara samar -samar. Jadi, dapat dikatakan bahwa IB memang ditulis dalam bahasa Italia, bahasa yang belum ada pada zaman Yesus dan baru muncul tiga belas abad sesudahnya.
Pada pinggiran naskah bahasa Italia, ada banyak halaman yang dibubuhi notasi-notasi dalam bahasa Arab. Namun bahasa Arab yang digunakan kualitasnya sangat jelek. Para ahli telah menyimpulkan adanya pengaruh Turki dalam catatan pinggir bahasa Arab tsb. Beberapa pengamat segera menghubungkannya dengan Kata Pengantar dalam bahasa Spanyol yang mengisahkan pelarian Mustafa de Aranda ke Istambul (Turki). Dari fakta ini sangatlah logis untuk memperkirakan bahwa di tempat hijrahnya inilah Mustafa de Aranda mempelajari bahasa Arab, sehingga pengaruh Turki yang diperlihatkan dalam catatan itu dapat ditelusuri. Maka jelaslah bahwa catatan2 pinggir tsb. dibubuhkan oleh orang yang sama yang juga menulis IB.

b. Kejanggalan Historis
Dalam IB ps. 3 dimuat kisah kelahiran Yesus sbb:
Di sana ketika itu Herodes memerintah atas tanah Yudea dengan titah Kaisar Agustus dan Pilatus adalah Gubernur, sedangkan jabatan kepala agama dipegang oleh Hannas dan Kayafas.
Menurut sejarah – dan sesuai dengan Perjanjian Baru, Pilatus baru menjabat sebagai gubernur atau wali negeri di wilayah itu pada tahun 29 M, sedangkan Yesus dilahirkan k.l. 4/5 SM. Kekeliruan nama pun tidak mungkin, karena Kaisar Agustus menetapkan pemerintahan langsung atas Yudea oleh seorang wali negeri baru pada tahun 6 M.

c. Kejanggalan Geografis
Dalam ps. 20 dikisahkan bahwa Yesus pergi ke Galilea dengan
sebuah perahu dan berlayar ke kota Nazaret. Peta bumi Palestina menunjukkan bahwa Nazaret adalah sebuah kota yang terletak di dataran tinggi, di mana jarak antara Nazaret dan laut Galilea k.l. 20 km. Lalu dalam ps. 21 dikisahkan bahwa setelah dari Nazaret, Yesus pergi naik ke Kapernaum (Jesus went up to Capernaum). Padahal, Kapernaum adalah sebuah kota pesisir yang terletak di pantai laut Galilea, tinggi permukaannya tentu saja lebih rendah daripada kota Nazaret. Jadi tidaklah mungkin IB ditulis oleh seorang yang pernah tinggal di Palestina atau bahkan seorang murid Yesus di abad 1 M.

d. Kejanggalan Budaya
Dalam ps. 145-150 dikisahkan bahwa orang-orang Farisi menjadi rahib, tidak kawin, dan berjubah istimewa, dan perilaku tersebut berasal dari nabi Elia. Ini sebenarnya gambaran Kekristenan pada abad-abad pertengahan setelah timbulnya kerahiban. Bahkan dikisahkan juga bahwa pada masa Nabi Elia, telah ada orang-orang Farisi, padahal aliran Farisi dalam agama Yahudi baru berkembang pada zaman Perjanjian Baru.
Dalam ps. 152 dikisahkan tentang prajurit Romawi yang bergulingan - seperti tong anggur kosong dari kayu - ke luar dari bait Allah. Kenyataannya, pada masa Yesus orang Romawi tidak diperkenankan masuk bait Allah, dan pembuatan tong-tong anggur dari kayu adalah budaya abad pertengahan. Ps. 69 menyebut para imam berpakaian indah dan naik kuda, padahal dalam Injil kanonik para imam tidak pernah disebut naik kuda. Dalam ps. 56-58, 135 ada diskripsi tentang tujuh dosa pokok dan tujuh tingkat dalam neraka. Ini adalah hasil teologia Katolik abad pertengahan.

 
e. Kejanggalan Perekonomian
Dalam ps. 54, tertulis nama mata uang Spanyol kuno, yang
ditempatkan dalam pembicaraan Yesus dengan para muridnya: “Barang siapa menukarkan satu ‘Denarius’ ia mesti memperoleh 60 ‘Minuti’.” Kedua istilah di atas merupakan pembagian dalam satuan mata uang Spanyol kuno.
Lalu dalam kisah tentang Yesus memberi makan orang banyak, disebutkan dalam ps. 98 bahwa 200 keping emas tidaklah cukup untuk memberi makan 5000 orang. Padahal dalam Injil kanonik, disebutkan 200 dinar – yang terbuat dari perak (Mrk. 6:37). Dengan 200 keping emas, maka Tuhan Yesus tidak perlu mengadakan mujizat karena uang sebanyak itu pastilah cukup memberi makan 5000 orang sekaligus.
Selain berbagai kejanggalan di atas, ada juga beberapa pengaruh abad pertengahan yang terekam dengan baik dalam IB, spt: Model Liturgi Gerejawi yang khas abad pertengahan (di mana puasa 40 hari mulai ditetapkan bnd. IB ps. 91-92 yang mengisahkan Tuhan Yesus dan para murid berpuasa selama 40 hari untuk memenuhi syariat, doa Tuhan Yesus bdk. 1 Ptr. 5:8 bnd. IB ps. 61); perkembangan Mariologi (dalam IB ps. 3 dikisahkan tentang Maria yang melahirkan dengan tidak merasakan sakit); pengaruh filsafat Skolastik yang berkembang pada abad 13 M (ps. 105 yang memuat pembagian diri manusia: Roh, tubuh dan jiwa); dan situasi kapitalistis (ps. 194 yang mengisahkan bahwa Lazarus dan kedua saudarinya digambarkan memiliki tempat tinggal di dua desa: Magdala dan Betania).

Kesimpulan terhadap “Injil” Barnabas
Berdasarkan pemaparan di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bersama bahwa buku yang berjudul ‘Injil Barnabas’ adalah sebuah buku yang sengaja ditulis pada akhir abad pertengahan, k.l. abad 13-16 M dengan menggunakan bahasa Italia yang cukup kentara pengaruh aksen Spanyolnya. Ditulis oleh seseorang yang hidup pada masa diberlakukannya inkuisisi oleh Gereja Katolik Roma, dan kemungkinan ia (baru) memeluk agama Islam. Isinya sedikit banyak sejalan dengan ajaran dan pemahaman agama Islam , tetapi bertentangan dengan tradisi dan sejarah Yahudi serta keyakinan Kristen. Buku tsb. sengaja menggunakan nama Barnabas – rekan sekerja Paulus yang kemudian berpisah – untuk memberi wibawa pada “injil” tsb. Jadi, meskipun IB mengandung banyak bahan dari Injil kanonik, arah dan tujuan utamanya jelas berlainan dengan arah dan tujuan Injil kanonik.

Bagaimana posisinya terhadap Alkitab?
Alkitab bersifat kanonik (Yun: canon = ukuran, patokan). Arti sederhananya adalah bahwa Alkitab yang kita miliki sekarang ini tidak lagi bisa ditambahi atau dikurangi, sekalipun pada masa kini diketemukan berbagai kitab asli dari zaman PB seperti kumpulan naskah dari Qumran yang ditemukan k.l. tahun 1940-an atau sekalipun menurut penilaian kita ada kitab-kitab yang terasa kurang pas untuk dimasukkan dalam kanon Alkitab (mis: Kitab Esther yang tidak menyebut kata Tuhan di dalamnya). Selain itu, Alkitab sudah menjadi ukuran atau patokan yang cukup bagi iman kita, di mana melaluinya kita dapat mengenal jalan keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Dengan berpegang pada sifat di atas, maka kita harus menganggap kitab-kitab apokrifa sebagai kitab-kitab rohani biasa yang tidak memiliki wibawa yang kuat bagi iman kita. Kitab-kitab itu hanya dapat kita gunakan sebagai pembanding dan juga studi ilmiah. Namun, karena IB tidak tergolong sebagai kitab apokrifa, karena isinya yang tidak sesuai dengan Alkitab bahkan kitab-kitab apokrifa itu sendiri, maka kita harus menganggapnya sebagai buku biasa dengan nilai kebenaran yang keliru bila dipandang dari sudut iman Kristen.

Refleksi Teologis : bagaimana sikap kita?
Satu hal penting yang harus kita sadari bersama adalah bahwa di samping Alkitab yang kita miliki saat ini, ada juga kitab-kitab lainnya dari abad pertama dan sesudahnya yang berkisah tentang Tuhan Yesus, para murid dan rasul-Nya ataupun tentang orang lain pada masa Yesus hidup dan sesudahnya (yaitu kitab Apokrif), terlepas dari apakah isinya sesuai dengan Alkitab atau tidak. Sekalipun demikian, keberadaan kitab Apokrif tersebut seharusnya tidaklah mengendurkan apalagi menggugurkan iman kita. Rasul Paulus sendiri mengemukakan kenyataan akan adanya “injil” lain dan bagaimana sikap kita terhadapnya sebagaimana yang tertulis dalam Galatia 1:6-10.
Keberadaan kitab-kitab Apokrif seharusnya kita pandang positif dalam rangka memperluas wawasan dan memperteguh iman kita. Di situlah esensi dialog terjadi, yaitu ketika kita mendialogkan apa yang kita yakini dengan apa yang kita ketahui dari sumber lain, sehingga kita semakin diperkaya olehnya. Pun demikian seharusnya sikap kita setelah mengenal dan menyelidiki seluk beluk IB.
Ungkapan “Blessing in Disguise”, “Ada hikmah di balik musibah” ataupun keyakinan “... Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ...” (Rm.8:28) rasanya terasa pas kita kemukakan dalam pembahasan mengenai IB. Sepatutnyalah kita bersyukur dengan kemunculan IB ini, karena setidaknya, dengan mengenal IB, maka kita lebih mengenal Injil Yesus Kristus sebagaimana yang tertulis dalam keempat Injil.
Selain itu, kemunculan buku terjemahan “Injil” Barnabas di Indonesia sebenarnya diprakarsai oleh kalangan Islam. Keberadaan buku terjemahan itu sebenarnya baik sejauh ia dapat menolong kita untuk dapat lebih memahami isi dari buku asing itu. Namun sayang, bahwa ternyata keberadaan buku terjemahan itu malah digunakan untuk menunjukkan kekurangan atau kesalahan dari agama lain, d.h.i. Kristen. Memang kenyataannya demikian karena buku ini kemudian digunakan sebagai sarana dakwah bagi orang Kristen, walaupun beberapa ahli Islam menolak IB sebagai suatu kebenaran.
Tentunya, amatlah tidak adil menyatakan pihak lain salah atau sesat dan kemudian menyatakan diri sendiri sebagai yang benar dengan mendasarkan pernyataannya pada sesuatu yang nilai kebenarannya diragukan, yaitu IB. Dan kurang etis juga apabila kita kemudian menuding para penerjemah IB ke dalam bahasa Indonesia sebagai orang-orang yang telah menyebarkan fitnah dan kekejian. Mengapa? Karena barangkali orang Kristen pun tidak luput dari perilaku yang sama, yaitu menyatakan pihak lain salah atau sesat dengan mendasarkannya pada sesuatu yang tidak valid. Lagipula “dialog” yang demikian bukanlah dialog yang sehat, karena mempertentangkan apa yang diyakini oleh masing-masing pihak.
Marilah kita ingat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada orang banyak saat berkotbah di atas bukit dan yang juga ditujukan kepada kita saat ini, “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Mat. 7:2).


Nb : Artikel ini tidak saya tambahi atau kurangi kecuali bold dan warna.
JANGAN PERNAH MENYERAH, SAHABATKU
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL, ASAL TAHU CARANYA
June 09, 2009, 08:06:37 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 264
  • Gender: Male
  • Archangel Lucifer
Injil Barnabas adalah Injil palsu yang ditulis oleh seseorang... *ga usa disebut

saya sudah menjelaskan mengenai Injil di http://forumkristen.com/index.php?topic=9002.0
Jadi jangan mendeskripsi mana yang asli dan mana yang palsu
Dia adalah orang spanyol, ingat penyerbuan Islam ke Spanyol?

Waktu itu disana dia menyusup kedalam Gereja dan pura-pura menjadi imam. Disana dia menuliskan Injil Palsu Barnabas.

*Penjelasan sekian.



Kalo yang ini jangan asal jawab.
Pada penyerbuan Islam ke Spanyol Injil Barnabas telah ada dan bukan baru ditulis


Proof it.
Jer 2:20  a saeculo confregisti iugum meum, rupisti vincula mea et dixisti, non serviam! in omni enim colle sublimi et sub omni ligno frondoso tu prosternebaris meretrix!
June 09, 2009, 11:24:07 PM
Reply #7
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12120
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Maaf, artikel ini saya lupa mengambil dari mana.
Tapi perlu juga saya posting disini untuk menjadi bahan perbandingan tulisan dari sdr. Theologi.

cek di:
http://www.sahabatsurgawi.net/bina%20iman/injil_barnabas.html
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
July 10, 2009, 05:58:19 PM
Reply #8
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
injil barnabas adalah kitab terlarang yg dinyatakan oleh gereja walaupun begitu injil barnabas juga tdk lepas dr pemalsuan dan sy yakin pr neter Kristen pasti tdk akan menerima injil ini karena dianggap terlarang atau palsu atau haram dilihat dan dibaca mk dr itu sy merasa berkewajiban menjelaskan mau percaya atau enggak karena tugas sy hanya menyampaikan dan sy tak punya kuasa untuk memberi petunjuk

BARNABAS, HARTA TERSEMBUNYI

Kita bertanya tentang sumber-sumber terdekat, karena baik John, Matthew, Mark
atau Luke saat itu tidak ada yang bersama Yesus ( tapi Barnabas bersama Yesus
dan menolak konsep penyaliban itu ). Barnabas adalah salah satu murid. Seperti
halnya Abu Bakar, sahabat pertama Nabi, Barnabas juga murid paling dekat
diantara ke 12 murid beliau. Barnabas hidup dengan Yesus dan tidak pernah
menerima konsep penyaliban itu. Kami mengambil sumber dari dia. Jadi apa alasan
mereka menolak Barnabas dan menerima ke-empat yang lain padahal
Barnabas hidup bersama Yesus dan yang lain hidup 100-150-200 tahun kemudian ?

St. Barnabas berasal dari Siprus. Dia dimakamkan di Siprus. Ada kubah diatas
makamnya. Inilah gereja paling kuno yang ditemukan di Siprus. Kalau kalian
memasukinya, terlihat kisah St. Barnabas dalam bentuk gambar-gambar. Ada gambar
yang menunjukkan uskup di
masa itu mendapat sebuah mimpi. Makam Barnabas tidak dikenal. Telah hilang.
Berada jauh di pedesaan. Uskup, yang tinggal di Siprus saat itu bermimpi,
Vision Gambar pertama : St. Barnabas datang dan mengatakan pada uskup itu, “
Makamku ada dibawah pohon zaitun
itu. " Vision Gambar kedua : uskup pergi menuju pohon itu dan mulai
menggalinya. Gambar ketiga : mereka menemukan Barnabas dalam keadaan sama
ketika baru dimakamkan. Injilnya masih berada di dadanya. Gambar keempat :
Injil itu diambil dan uskup membawanya ke kerajaan Byzantium. Gambar kelima
: Kerajaan mendandani uskup dari
Siprus itu dengan busana seperti raja sendiri, memberi kehormatan baginya
dengan membuat Siprus merdeka.

Itulah mengapa gereja Cypriot menjadi bebas dari Konstantinopel dan disebut
sebagai gereja Ortodok. Dari sana, injil Barnabas dibawa ke Roma. Sekarang ada
di Vatikan bersama dengan segala harta-harta tersembunyi lainnya. Bila kalian
menanyakan, “ Dimana tulisan itu, injil Barnabas ?” Mereka tidak mau
menunjukkannya.

Tanya : Sering kali orang-orang mencoba menerjemahkan ya. Ada seorang pendeta
Itali di abad ke 16 yang datang untuk melihat Injil itu di Vatikan. Namun dia
langsung menjadi Muslim begitu membaca dan menerjemahkannya ke bahasa itali.
Lalu kitab itu hilang, setiap ada yang menerjemahkannya, mereka menghilang.

Mawlana Syaikh Nazhim : Mereka dibunuh.

Tanya : Bagaimana orang-orang Pakistan mendapatkannya dalam edisi bahasa
Inggris ?
Mawlana Syaikh Nazim : Dari Wina
Tanya : Tapi ada 3 salinan, satu di Vatikan, satu di Wina dan satunya…. ?
Mawlana Syaikh Nazhim : Yang asli disembunyikan di dalam harta karun Vatikan…
Tanya : Tunggu ! Vatikan, Wina, yang ketiga ?
Mawlana Syaikh Nazhim : Itu tidak penting. Yang asli adalah yang di Vatikan…

Tanya : Dan salinannya dicuri dari Wina, kapan ?

Mawlana Syaikh Nazim : Saya tidak tahu. Yang saya tahu ada injil Barnabas dan
dia adalah murid Yesus. Mengapa mereka melenyapkannya ? Mengapa mereka tidak
menunjukkannya ? Dimana-mana kalian lihat gereja st Barnabas, siapa sebenarnya
dia ? dimana injilnya ?
mengapa disembunyikan ? Kalau dia tidak terkenal mengapa gereja-gereja memakai
namanya ? Apa posisinya dikaitkan dengan Yesus ? Pesan-pesan apa yang dia bawa
dari Yesus ? dimana disembunyikan ? Apakah hanya sebuah nama saja ?

Kita punya perkataan dimana kalian tidak bisa memasukkan sebuah tombak ke dalam
karung karena akan kembali menonjol keluar di sisi yang lain. Kalian tidak bisa
menyembunyikannya. Karena akan menusuk sisi lainnya dan keluar dengan
sendirinya. Seperti itulah, mustahil untuk menyembunyikan kebenaran. Akan ada
masa segalanya akan terkuak dan penganut Kristen, khususnya kaum gereja -
mereka tahu banyak namun tidak membaginya dengan yang lain. Selalu
disembunyikan.

Dimasa Nabi terakhir, Muhammad (SALLALLAHU ALAYHI WA SALLAM), seorang sahabat
bepergian ke Damaskus. Dia mengunjungi gubernur Amman, sebuah nama Roma saat itu
untuk sebuah tempat dekat Aleppo. Ketika semua telah pulang, gubernur
memanggilnya, “ Datanglah kesini !” Gubernur membawanya ke sebuah lemari dan
mengambil satu gambar dari salah satu laci. Gambar itu terdapat pada kain
sutra. Gubernur menunjukkan gambar yang
pertama, sambil bertanya,” Tahukah Anda, siapa ini ?” Dijawab ,” Tidak.”

Gubernur itu mengambil gambar selanjutnya dan menunjukkannya, “ Anda tahu siapa
ini ? “ Dijawab "Tidak." Sampai lembaran sutra terakhir, sebuah gambar
ditunjukkan pada sahabat itu, “ Tahukah Anda siapa orang ini ?” lalu dijawab
,” Ini Nabi kami. Ini adalah Muhammad (SALLALLAHU ALAYHI WA SALLAM)."

Gubernur mengatakan bahwa gambar-gambar itu berasal dari Adam, dari surga.
Setiap orang digambar. Lalu tiba-tiba hilang. Ketika Musa mendatangi anak-anak
Israel dengan naik perahu, mereka pergi kemana saja dengan membawa
gambar-gambar itu dan mengalami kemenangan. Kisah ini sangat masyur. Seluruh
gambar itu berasal dari surga namun disimpan. Semuanya ada di gereja itu, di
tangan mereka. Mereka tahu gambar-gambar itu. Semua gambar itu ada di
Vatikan. Mereka tidak mau menjelaskannya. Namun saat Yesus kembali, beliau akan
mengambilnya dan memperlihatkan pada masyarakat. Mereka tahu banyak, namun
mereka juga menyembunyikan banyak hal.

KITAB BARNABAS: Ramalan Yesus tentang Muhammad.

72:10. "Adapun tentang ketentuan tugasku, sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi utusan Allah yang akan datang dengan membawa tugas kelepasan alam ini.
{loh kok bs yah yesus tdk mengaku tuhan?? }
72:11. Akan tetapi, awaslah olehmu jika kamu akan ditipu orang, karena sesungguhnya akan datang beberapa orang nabi yang palsu; mereka mengambil perkataanku dan mengotori injil."
{betul bukan kata yesus ayat jorok+porno.beda-beda,tahayul,sertapenghinaan nb}
72.13. Jawab Yesus, "Sesungguhnya, ia tidak akan datang pada masa kamu ini, tetapi ia akan datang kelak berbilang tahun di belakang kamu, yaitu pada waktu injilku ini dirusakkan dan hampir tidak terdapat lagi tiga puluh orang yang beriman.
{setuju pengikut arius cuma 2 orang}
72:15. Dan ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang2 yang berbuat durhaka dan dia akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia."
{hmmmmmm}
96:5. Yesus menjawab, "Sebenarnya, Allah telah menjanjikan demikian itu tetapi aku ini bukan mesias yang ditunggu2 itu, karena sesungguhnya dia itu telah dijadikan sebelum aku dan akan datang kemudian aku nanti."
{liat aja disatu sisi mengaku mesias dilain sisi menolak aneh bukan}
96:8. Yesus menjawab, "Demi Allah yang diriku ada di tangan hadirat-Nya, sesungguhnya aku ini bukan mesias yang ditunggu2 oleh segenap suku di muka bumi ini sebagaimana Allah telah menjadikan kepada bapak kita Ibrahim, katanya, 'Dengan turunan engkau, aku akan memberi berkah atas segenap suku di bumi ini.'

{islam lebih cepat menyebar dr agama Kristen bahkan kalau tdk ada penjajahan agama Kristen gak mungkin nyebar}
96:9. Tetapi, ketika aku ditarik kembali oleh Allah dari bumi ini, sekali lagi setan akan membangkitkan fitnah yang amat terkutuk, dengan jalan membawa2 orang yang tidak mempunyai takwa kepada Allah, supaya mempunyai kepercayaan bahwa aku ini Allah dan anak Allah.

{masya allah sy rs tdk ada yg perlu dikomentarrin}
96:12. Dia akan datang dari sebelah selatan dengan membawa kekuatan, dan dia akan menghapuskan patung2 dan penyembahan2 patung2 berhala itu.
{seplahhhhhhh}
97:5. Akan tetapi, yang menggirangkan aku ialah akan datangnya seorang rasul yang akan menghapuskan tiap2 pikiran dusta tentang diriku dan agamanya akan menjalar meratai seluruh alam ini karena demikian itulah yang telah dijanjikan oleh Allah kepada bapak kita Ibrahim.
{allah hu akbar}
97:13. Karena itu, aku katakan kepadamu, bahwasanya alam ini selalu menghinakan nabi2 yang benar dan menyukai orang2 yang dusta, sebagaimana yang telah dapat disaksikan pada masa Yesaya dan Yeremia."
{bukankah sy sudah berikan thered penghinaan terhadap nbdan rasul}
97:16. Sabda Allah, "Sabarlah olehmu, hai Muhammad, karena sesungguhnya Aku lantaran engkaulah Aku hendak menjadikan surga dan alam dunia ini, dan sejumlah besar yang memberkati engkau ia akan diberkati dan siapa2 yang melaknati engkau ia akan dilaknati."

{semoga shalawat dan salam menyertai engkau ya rasullulah}
Dalam Barnabas 96:5 di atas, dikatakan Yesus bahwa ia "akan datang kemudian aku nanti". Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah Muhammad berikut ini:

[HR. Bukhari. "Akan datang nanti mendekati hari kiamat, Isa putra Maryam, menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi, serta meletakkan jizyah/upeti."]

Sedangkan Barnabas 97:16 di atas berkaitan erat dengan Kejadian 12:2-3 dan QS. 33:56-57 tentang Sholawat Nabi (Muhammad & Ibrahim) yang senantiasa dikumandangkan umat Islam dalam sholatnya ketika duduk takhiat akhir.

Sesungguhnya, ayat2 Barnabas di atas tidak perlu dijelaskan lagi, oleh karena setiap orang dapat memahaminya dengan gamblang tanpa membutuhkan tafsir. Hanya saja perlu ditekankan di sini sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus sendiri bahwa ia bukanlah mesias yang ditunggu2 oleh segenap umat manusia, tetapi justru Muhammad-lah mesias itu (ayat 96:5,8; 97:16).
sy yakin banyak neter Kristen pasti tdk akan menerima hal ini dr mana barnabas tau nm muhammad ??pasti dr sang guru dong?? nah sekarang kalau anda menolak injil ini silahkan bc kitab wahyu 22:18
"jika seorang menambahkan sesuatau dlm perkataan ini ,maka allah menambahkan malapetaka 2 yg tertulis dlm kitab ini .dan jika seorang mengurangkan sesuatu perkataan-perkataan dr kitab nubuat ini ,maka allah mengambil bagiannya dr pohon kehidupan dan dr kota kudus"
sy per silahkan kalian pilih yg mana terima atau tolak???
July 10, 2009, 06:36:20 PM
Reply #9
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 267
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)