Author Topic: HUKUM TAURAT, BAGIAN-BAGIANNYA DAN NON ISRAEL  (Read 1823 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 25, 2009, 06:18:38 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
BAGIAN-BAGIAN HUKUM TAURAT YANG BERLAKU DAN YANG TIDAK BERLAKU LAGI ZAMAN INI
Semua gereja saat ini mempunyai pendapat yang berbeda dalam menanggapi pemberlakuan Hukum Taurat. Umumnya pendapat mereka terbagi dalam 3 pendapat.
1.   Kelompok yang menyatakan bahwa Seluruh Hukum Taurat masih berlaku,
2.   Kelompok yang menyatakan bahwa seluruh Hukum Taurat tidak berlaku lagi. (Walaupun anehnya, mereka amat sangat menekankan pemberlakuan ajaran perpuluhan yang merupakan sumber gaji para gembala dan Hukum Kasih. Padahal, jelas bahwa perpuluhan adalah Hukum Taurat(Ibrani 7:5), juga Hukum Kasih adalah Hukum Utama dalam Hukum Taurat itu sendiri(Mat.22:36-40).
3.   Kelompok yang menyatakan bahwa Sebagian Hukum Taurat masih berlaku dan ada yang tak berlaku lagi.
Manakah dari 3 kelompok ini yang pendapatnya benar?
Hukum Taurat terdiri atas bagian-bagian. Nehemia 8:18 mengatakan : “Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.”
Hukum ini terdiri atas :
1. Hukum Moral, Bacalah Keluaran 20 : 1-17 yang mencantumkan secara lengkap 10 Hukum Taurat ini. Dalam Matius 22:36-38 dikatakan : "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”  Hukum moral(10 Hukum) mengatur hubungan antara manusia dan Allah(hukum 1-4) dan hubungan antar sesama manusia (hukum5-10).
2. Hukum Kesehatan, yang mengatur kepentingan kesehatan perorangan dan masyarakat. Meliputi peraturan haram/halal(Imamat 11), lemak dan darah dan bangkai(Im 17:10-15), bahaya anggur dan minuman keras lainnya(Im 10:9), peraturan khusus penyakit kulit (Im13,14)dan haid serta bersalin(Im.12).
3. Hukum Sipil, yang mengatur hubungan warga dengan Negara. Ini mencakup hukum socialUl.22,23:24-25), hukum perang(Ul.20), ,hukum tentang raja(Ul 17:14-20),hukum pengadilan(Ul.16:18-20,17:8-13,21,25)hukum warisan(Bil 36) hukum pajak,Hukum pertanahan(Ul.19:14), hukum riba(Ul 23:19-20),hukum gadai(Ul24:6), dan lain-lain yang tidak disebutkan disini.
4. Hukum Sunat. Hukum ini adalah tanda kewarganegaraan sebagai bangsa Israel. Sunat memberi tanda yang membedakan/memisahkan antara orang Israel dan non Israel.
5. Hukum Upacara. Bilangan 15:22-31 : "Apabila kamu dengan tidak sengaja melalaikan salah satu dari segala perintah ini, yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa, yakni dari segala yang diperintahkan TUHAN kepadamu dengan perantaraan Musa, mulai dari hari TUHAN memberikan perintah-perintah-Nya dan seterusnya turun-temurun, dan apabila hal itu diperbuat di luar pengetahuan umat ini, tidak dengan sengaja, maka haruslah segenap umat mengolah seekor lembu jantan muda sebagai korban bakaran menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN, serta dengan korban sajiannya dan korban curahannya, sesuai dengan peraturan; juga seekor kambing jantan sebagai korban penghapus dosa. Maka haruslah imam mengadakan pendamaian bagi segenap umat Israel, sehingga mereka beroleh pengampunan, sebab hal itu terjadi tidak dengan sengaja, dan karena mereka telah membawa persembahan-persembahan mereka sebagai korban api-apian bagi TUHAN, juga korban penghapus dosa mereka di hadapan TUHAN, karena hal yang tidak disengaja itu. Segenap umat Israel akan beroleh pengampunan, juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, karena hal itu dilakukan oleh seluruh bangsa itu dengan tidak sengaja. Apabila satu orang saja berbuat dosa dengan tidak sengaja, maka haruslah ia mempersembahkan kambing betina berumur setahun sebagai korban penghapus dosa; dan imam haruslah mengadakan pendamaian di hadapan TUHAN bagi orang yang dengan tidak sengaja berbuat dosa itu, sehingga orang itu beroleh pengampunan karena telah diadakan pendamaian baginya. Baik bagi orang Israel asli maupun bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengah kamu, satu hukum saja berlaku bagi mereka berkenaan dengan orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja. Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya, sebab ia telah memandang hina terhadap Firman Tuhan dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya."
Mereka yang melanggar dengan sengaja terhadap hukum-moral, hukum kesehatan, dan hukum sipil tersebut diatas akan dikenakan Hukum Upacara, yakni sangsi hukuman lempar batu sampai mati (hukum maut)- baca Imamat 15 tersebut pada ayat 35, sedangkan yang tidak melakukan dengan sengaja harus melaksanakan pemotongan domba untuk memperoleh pengampunan dosa(hukum dosa)-seperti disebut oleh Roma 8:2.
Sebagaimana sekarang orang mengenal istilah “hukum” merupakan peraturan yang mengandung sangsi/tuntutan/dakwaan/kutuk atau kuk, demikian juga Hukum Taurat adalah peraturan yang mempunyai sangsi atau tuntutan/dakwaan/kutuk/kuk bila dilanggar. Hukum Upacara merupakan seremonial atau liturgy untuk melaksanakan tuntutan/dakwaan/kuk atau sangsi bagi mereka yang melanggar hukum moral, kesehatan, dan sipil. Hukum Upacara juga merupakan lambang dan bayangan kematian Yesus di kayu salib. Jadi, tujuan daripada Hukum Upacara ini adalah untuk mendapatkan pembenaran kembali atau pengampunan(yang bersifat bayangan) dari Allah. Pelaksanaan hokum upacara ini terdiri atas upacara harian, yakni bagi pelanggar perorangan yang sadar telah melakukan pelanggaran. Sedangkan upacara tahunan dilakukan pada saat merayakan hari raya tahunan yaitu hari raya Paskah, Pondok Daunan, Pendamaian dan hari raya Roti tidak berragi yang merupakan Sabat Yahudi. Terutama untuk memperoleh pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran yang tidak sempat diakui oleh orang Israel secara harian karena tidak disadari. Secara keseluruhan Hukum Upacara bermaksud menjaga bangsa Israel agar tetap benar dihadapan Allah. Kegiatan yang mereka lakukan saat itu adalah pemotongan domba. Sementara itu mereka memakai kain kabung, menaruh debu dikepala sebagai lambing merendahkan diri dan puasa(secara jelas terdapat dalam Imamat 23). Pada zaman Yesus, murid-murid Yesus yang berpuasa(di hari pelaksanaan upacara itu hari raya roti tidak berragi) sampai kelaparan dan akhirnya memetik gandum.
Hukum Taurat saat ini.
“Berguna,” itulah istilah yang digunakan Paulus untuk menyatakan tujuan pemberlakuan Hukum Taurat(Ibrani 7:18). Hukum Taurat yang mana yang masih berguna dan yang tidak berguna lagi bagi manusia?
1.   Hukum Moral tentu sangat berguna, karena mengatur hubungan antara manusia dan Allah (4 Hukum pertama, Kasih kepada Allah) dan hubungan sesama manusia(6 hukum terakhir, Kasih kepada sesama manusia).
Lukas 10:25-28 menceritakan: “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."  Inti daripada hukum Taurat memang adalah Kasih, Mat.7:12 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Yesus masih menyatakan pemberlakuan Hukum Taurat-Hukum Kasih. 
Paulus pun dalam Roma 13:9-11 mengatakan : “Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.” Jadi Hukum Taurat Moral masih berlaku.
2.   Hukum Kesehatan tentu juga masih berguna, karena Tuhan menginginkan kesucian manusia, Dalam 2 Kor. 6:17 secara jelas Paulus menyatakan : “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” Dan Tuhan menginginkan manusia sehat. Kita pun menginginkan diri kita sehat.
3.   Hukum Sipil, hukum ini dalam pelaksanaannya sudah berkaitan dengan pemerintahan, sehingga setiap orang yang bukan dibawah kekuasaan pemerintahan Israel tentunya tidak terikat lagi dengan peraturan-peraturan ini. Setiap Negara punya sistim sendiri dalam mengatur masyarakatnya, tetapi,tentu pada dasarnya mempunyai jenis hukum sipil yang sama dengan Hukum sipil Israel. Setiap Negara punya hukum pidana, hukum perang, hukum pajak, hukum pertanahan, hukum pertanian dll. Jadi, walaupun hukum sipil Israel tentu saja masih berguna bagi bangsa Israel, sedangkan  kita yang bukan bangsa Israel harus tunduk sesuai hukum sipil Negara dimana kita berada.
4.   Hukum Sunat. Sunat adalah tanda/identitas sebagai  warga Negara bangsa Israel, “tembok pemisah” antara warga Israel dan non Israel, simbol “perseteruan” Israel dan non Israel. Dalam Kol.2:11 Paulus menyatakan : “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.” Jadi, sunat sudah digantikan dengan baptisan sebagai tanda warga surgawi. Tentu saja ini berguna secara rohani bagi setiap orang percaya. Kalau sunat memisahkan orang Israel dan non Israel, baptisan menyatukan semua bangsa di dalam Yesus Kristus. Inilah yang dimaksudkan oleh Efesus 2:11-20 : “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”
5.   Hukum Upacara. Hukum ini dilaksanakan sebagai akibat pelanggaran hukum-hukum tersebut diatas. Ini adalah sangsi, dakwaan atau tuntutannya. Karena tujuannya untuk memperoleh penghapusan dosa sekaligus pembenaran kembali di hadapan Tuhan. Tetapi karena makna “penghapusan dosa dan pembenaran kembali “  sifatnya sebagai bayangan, maka setelah yang nyata/wujud sudah terlaksana maka hukum bayangan ini tidak berguna lagi. Yang nyata adalah kematian Yesus, yang dahulu dibayangkan oleh seekor domba. Dengan demikian, sekarang hanya iman percaya kita terhadap kematian Yesus yang dibutuhkan agar dosa kita boleh dihapus, diampuni dan dibenarkan kembali. Ini yang dimaksud dengan Kolose 2:16 yang dengan jelas mengatakan: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” Pelaksanaan Hukum Upacara secara massal dilakukan pada setiap hari raya Yahudi yang diatur menjadi Sabat(baca Imamat 23). Dalam tata cara pelaksanaannya juga ada pengaturan tentang makanan dan minuman. 
Dengan demikian, jelaslah bahwa Hukum Taurat ada yang masih berlaku, sesuai Matius 5:17 bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakannya, Paulus juga mengatakan dalam Roma 3:31 bahwa iman justru membuat Taurat bertambah teguh. Tetapi ada yang sudah tidak berlaku, yang disebut dalam Efesus 2:15 “dibatalkan” dengan adanya kematian Yesus, Hukum Taurat yang dimaksud adalah Hukum sunat, sementara itu kita sudah di “merdeka”kan dari Hukum Taurat bayangan yaitu hukum upacara seperti disebutkan oleh Roma 8:2-3 : “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.”

Hukum Taurat dan bangsa-bangsa lain selain Israel
Apakah ada dalam Alkitab bahwa Hukum Taurat memang berlaku untuk bangsa-bangsa lain, selain Israel? Roma 2:14-16 mengatakan : “Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.   Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.” Dan inilah yang dimaksud oleh Yermia 31:31-33 : “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Juga oleh 2 Kor. 3:3 : ” Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
Dengan demikian setiap orang dari bangsa-bangsa lain layak menyatakan bahwa Yesus adalah pemimpin yang menggembalakan mereka, karena mereka telah menjadi UmatNya, umat Israel baru. Seperti yang dinyatakan oleh Matius 2:6: “ Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Setiap orang dari bangsa lain yang mengaku Yesus sebagai gembala mereka, mereka harus mengaku sebagai Israel, umatNya. Mereka akan menjadi Umat Allah dan Allah akan menjadi Allah mereka, kepada merekalah Allah akan memasukkan hukum Taurat dalam hati mereka.
GBU.
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
July 06, 2009, 12:51:10 PM
Reply #1
  • Guest
July 07, 2009, 01:56:14 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Jadi ahli Taurat? ngeri ah, karena akan mati dibunuh..........gw belum siap jadi martir ah.....
Mat.23:34 : ” Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan AHLI-AHLI TAURAT: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,..”
AHLI TAURAT tuh ternyata tugas mulia, karena mereka adalah utusan Yesus. Saya sendiri tidak merasa sebagai ahli Taurat, karena yang saya ketahui belum sempurna. tapi apa yang kita tau harus kita coba untuk diuji orang lain. Kalau salah, belajar kembali lah....sampai boleh sempurna. Saya rasa situs ini penting untuk menguji sampai dimana pengetahuan kita tentang Alkitab. So, tidak perlu jadi ahli Taurat dulu baru mencoba membagi Firman Tuhan kan mbak....?
GBU.
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
July 18, 2009, 07:33:07 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3207
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Jadi ahli Taurat? ngeri ah, karena akan mati dibunuh..........gw belum siap jadi martir ah.....
Mat.23:34 : ” Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan AHLI-AHLI TAURAT: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,..”
AHLI TAURAT tuh ternyata tugas mulia, karena mereka adalah utusan Yesus. Saya sendiri tidak merasa sebagai ahli Taurat, karena yang saya ketahui belum sempurna. tapi apa yang kita tau harus kita coba untuk diuji orang lain. Kalau salah, belajar kembali lah....sampai boleh sempurna. Saya rasa situs ini penting untuk menguji sampai dimana pengetahuan kita tentang Alkitab. So, tidak perlu jadi ahli Taurat dulu baru mencoba membagi Firman Tuhan kan mbak....?
GBU.


Yup.

Kata yang diterjemahkan "Ahli Taurat" dalam Alkitab bahasa Indonesia berasal dari kata Yunani "grammateus" (KJV "Scribes"). Sebab istilah ini merujuk pada orang yang ber-profesi sbg penyalin Kitab Suci.

Gelar "Ahli Taurat" ini tidak selalu jelek. Rasul Paulus adalah seorang Farisi dan "grammateus", (Kisah Para Rasul 22:3; Galatia 1:14, Filipi 3 :5-6), karena latar belakangnya itulah ia dipakai Tuhan untuk dapat menjelaskan secara fasih apa itu Taurat dan hakikatnya dan apa akibat kematian Kristus di kayu salib terhadap Taurat.

Dan ada suatu peristiwa ketika Tuhan Yesus selesai mengajar para murid dengan perumpamaan-perumpamaan, Ia pun menyebut para murid itu sebagai seorang "grammateus" (ahli kitab/ ahli taurat). Reff : http://www.sarapanpagi.org/murid-murid-kristus-adalah-ahli-kitab-suci-vt1735.html#p7159

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 19, 2009, 04:45:43 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Hallo kawan Sarapan Pagi, Salam kenal.

Kawan benar sekali.
GBU.
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)