Author Topic: PERJANJIAN BARU, HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH  (Read 35342 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 02, 2010, 01:00:33 PM
Reply #170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Terimakasih, kawan Santo....
Puji Tuhan, anda pintar dan hebat !!! Memang benar sekali kawan.
Tapi, sebaiknya anda baca mulai dari ayat 19....terhadap ayat ini, anda pernah menulis bahwa pelanggar Taurat akan mendapat tempat yang terendah di surga. Kalau memang demikian....mengapa YESUS meneruskan dengan amaran2 yang justru lebih keras pada pelanggar Taurat...YESUS dalam ayat itu memakai istilah kiasan. Di surga ga ada pembedaan tempat. Semuanya sama, gak ada yang kena diskriminasi. "tempat terrendah" dalam surga itu ga ada, itu kiasan, artinya orang yang melanggar Taurat ga masuk surga. Buktinya pada ayat-ayat selanjutnya...anda telah kutip. Zaman Israel, orang disebut membunuh kalau sudah ada bukti orang terbunuh. Zaman sekarang malah lebih keras lagi. Jangan tunggu ada korban pembunuhan dulu baru disebut ada yang membunuh, tetapi baru membencipun udah disebut membunuh. Demikian juga zinah, baru mata aja memandang dengan keinginan sdh dpt disebut berzinah. Jadi, YESUS membuat lebih keras dan tegas  lagi pelaksanaan aturan Hukum itu, kawan. Memang YESUS datang untuk menyatakan Hukum itu kepada semua bangsa(Matius 23:23)...bukan untuk membebaskan orang dari Hukum itu, kawan... Pelaksanaannya, justru lebih keras. Mengapa? Dalam ayat terakhir perikop ini, YESUS katakan :"Haruslah kamu sempurna seperti BapaKu yang disurga yang adalah sempurna."
GBU.


Yesus membebaskan kita dari hukum Taurat donk:

Lihat nih:

Roma  4
4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Roma  5
5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

Tidak ada hukum Taurat, tidak ada murka dan dosa tidak diperhitungkan.

Kita telah merdeka / dibebaskan dari hukum Taurat, bukan berarti kita bebas melakukan dosa:

Roma  6
6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!

Karena tuntunan kita adalah Roh!

Roma  7
7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Jelas? Melayani Tuhan bukan berdasarkan huruf/kata2 hukum Taurat tapi melayani Tuhan menurut Roh!

Salam

June 03, 2010, 08:43:43 AM
Reply #171
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Terimakasih kawan Santo...

Benar sekali kawan.   :afro:
Ayat2 diatas benar sekali, tapi tujuan ayat itu yang kita perlu perdalam.

Coba anda simak :
Roma 3:31 mengatakan bahwa dengan adanya iman, Hukum Taurat semakin teguh tetapi dalam  Efesus 2:15 mengatakan sebaliknya bahwa Hukum Taurat sudah batal. Apa maksudnya ya????  :huh:

Apakah memang Alkitab mempunyai ayat2 kontradiksi...? :mad0261:
Tentu saja kita tidak berpikir demikian. Tidak mungkin Alkitab memberi pilihan : Terserah anda, mau pilih yang pro HT tak batal atau pilih pro thd HT yang batal. Kalau kita kritis, maka seharusnya kita menerima kenyataan bahwa memang ada bagian HT yang sudah batal dan ada bagian HT yang tetap masih berlaku.

Dalam hal ini, saya ingin anda  melihat secara faktual Alkitabiah bahwa Hukum Taurat itu mempunyai bagian2nya. Nehemia 8:18 mengatakan : “Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.”

Anda telah mengutip:
Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

Nah, kita ketahui bersama bahwa  ISTILAH  “Hukum Taurat” muncul sejak Musa mendapatkan Hukum itu di Gunung Sinai. Tetapi, sebelum Musa ke gunung Sinai, sudah ada Ketetapan, Peraturan atau Hukum Allah yang dituruti dengan setia oleh Ibrahim baca  Kej 26:5. Tetapi,  MOHON ANDA PERHATIKAN :  Ketetapan, Peraturan atau Hukum Allah itu kemudian digabungkan dengan apa yang diturunkan oleh Allah pada Musa menjadi satu gabungan perintah yang disebut sebagai  Hukum Taurat.

Zaman sesudah YESUS mati di kayu salib, maka, sesuai maksud Paulus dalam Roma 5 itu, kita melaksanakan Hukum Taurat yang munculnya sebelum peristiwa gunung Sinai, yaitu yang dituruti oleh Ibrahim……TENTU SAJA KITA MELAKSANAKANNYA DENGAN KEKUATAN ROH KUDUS.

Mungkin menurut anda, berarti kita memang tidak menggunakan lagi istilah “Hukum Taurat”…. Yah itu terserah anda. Yang penting anda memahami maksud saya bahwa ada Hukum Taurat yang tidak batal yaitu peraturan Allah yang muncul sebelum gunung Sinai. Yang muncul di gunung Sinai itulah yang disebutkan bahwa kita sudah dibebaskan untuk menjalankannya.

Bagaimana…anda sudah paham maksud saya? Soal anda menerima pandangan saya atau tidak, itu terserah anda....

GBU. :azn:

« Last Edit: June 03, 2010, 08:53:55 AM by Nikolaus »
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 03, 2010, 11:28:18 AM
Reply #172
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Terimakasih kawan Santo...

Benar sekali kawan.   :afro:
Ayat2 diatas benar sekali, tapi tujuan ayat itu yang kita perlu perdalam.

Coba anda simak :
Roma 3:31 mengatakan bahwa dengan adanya iman, Hukum Taurat semakin teguh tetapi dalam  Efesus 2:15 mengatakan sebaliknya bahwa Hukum Taurat sudah batal. Apa maksudnya ya????  :huh:

Apakah memang Alkitab mempunyai ayat2 kontradiksi...? :mad0261:
Tentu saja kita tidak berpikir demikian. Tidak mungkin Alkitab memberi pilihan : Terserah anda, mau pilih yang pro HT tak batal atau pilih pro thd HT yang batal. Kalau kita kritis, maka seharusnya kita menerima kenyataan bahwa memang ada bagian HT yang sudah batal dan ada bagian HT yang tetap masih berlaku.

Dalam hal ini, saya ingin anda  melihat secara faktual Alkitabiah bahwa Hukum Taurat itu mempunyai bagian2nya. Nehemia 8:18 mengatakan : “Bagian-bagian kitab Taurat Allah itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.”

Anda telah mengutip:
Roma 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.

Nah, kita ketahui bersama bahwa  ISTILAH  “Hukum Taurat” muncul sejak Musa mendapatkan Hukum itu di Gunung Sinai. Tetapi, sebelum Musa ke gunung Sinai, sudah ada Ketetapan, Peraturan atau Hukum Allah yang dituruti dengan setia oleh Ibrahim baca  Kej 26:5. Tetapi,  MOHON ANDA PERHATIKAN :  Ketetapan, Peraturan atau Hukum Allah itu kemudian digabungkan dengan apa yang diturunkan oleh Allah pada Musa menjadi satu gabungan perintah yang disebut sebagai  Hukum Taurat.

Zaman sesudah YESUS mati di kayu salib, maka, sesuai maksud Paulus dalam Roma 5 itu, kita melaksanakan Hukum Taurat yang munculnya sebelum peristiwa gunung Sinai, yaitu yang dituruti oleh Ibrahim……TENTU SAJA KITA MELAKSANAKANNYA DENGAN KEKUATAN ROH KUDUS.

Mungkin menurut anda, berarti kita memang tidak menggunakan lagi istilah “Hukum Taurat”…. Yah itu terserah anda. Yang penting anda memahami maksud saya bahwa ada Hukum Taurat yang tidak batal yaitu peraturan Allah yang muncul sebelum gunung Sinai. Yang muncul di gunung Sinai itulah yang disebutkan bahwa kita sudah dibebaskan untuk menjalankannya.

Bagaimana…anda sudah paham maksud saya? Soal anda menerima pandangan saya atau tidak, itu terserah anda....

GBU. :azn:


Tentu diteguhkan karena maksud dan sasaran dari hukum Taurat telah tercapai, yakni dibenarkan karena iman atas kasih karunia. Karena sudah tercapai tujuan dan sasarannya, tidak perlu lagi hukum Taurat.

Roma  5
5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Roma  6
6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Sasaran dan tujuan dari hukum Taurat telah tercapai agar dengan iman akan kasih karunia, setiap orang percaya dibenarkan. Itulah yang dimaksud Paulus dengan menyatakan kami justru meneguhkan hukum Taurat! Bukan sesuai pengertian Anda bahwa ada bagian hukum Taurat yang tidak dibatalkan.

Salam





« Last Edit: June 03, 2010, 11:39:39 AM by Santo »
June 03, 2010, 01:54:38 PM
Reply #173
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Coba anda baca kembali Roma 3:31: Jika demikian, adakah kami MEMBATALKAN Hukum Taurat karena iman? SAMA SEKALI TIDAK! SEBALIKNYA, kami meNEGUHKANnya.

Bagaimana sih kemampuan Bahasa Indonesia anda???? Perhatikan kata2 yang pakai hruf besar sebagai penekanan saya yang perlu anda pikirkan....
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 03, 2010, 01:57:33 PM
Reply #174
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Coba anda baca kembali Roma 3:31: Jika demikian, adakah kami MEMBATALKAN Hukum Taurat karena iman? SAMA SEKALI TIDAK! SEBALIKNYA, kami meNEGUHKANnya.

Bagaimana sih kemampuan Bahasa Indonesia anda???? Perhatikan kata2 yang pakai hruf besar sebagai penekanan saya yang perlu anda pikirkan....
Sudah dijelaskan di atas! Saya postingkan lagi!

Tentu diteguhkan karena maksud dan sasaran dari hukum Taurat telah tercapai, yakni dibenarkan karena iman atas kasih karunia. Karena sudah tercapai tujuan dan sasarannya, tidak perlu lagi hukum Taurat.

Roma  5
5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Roma  6
6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Sasaran dan tujuan dari hukum Taurat telah tercapai agar dengan iman akan kasih karunia, setiap orang percaya dibenarkan. Itulah yang dimaksud Paulus dengan menyatakan kami justru meneguhkan hukum Taurat! Bukan sesuai pengertian Anda bahwa ada bagian hukum Taurat yang tidak dibatalkan.

Salam
June 05, 2010, 02:26:19 AM
Reply #175
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 38
Uraian yang begitu menarik dari Sudara Niko dan sudara Sin, kalian sama-sama memahami Alkitab akan tetapi saya di pihak netral tidak memihak kepada siapa pun dari kalian, hanya saya ingin katakan bahwa memang benar hukum Moral Taurat itu berlaku kok dan 3 hukum Taurat lainnya upacara, sipil dan tatacara budayanya tak berlaku lagi setelah Yesus mati.

Jika kita mau mengakui jujur dalam batin ke Kristenan kita yang terdalam dimana ROH KUDUS akan berbisik di hati kita tentang mana yang baik dan jahat dan yang boleh di lakukan : sejujurnya dunia kita ini sedang mengalami krisis menjelang detik2 kahir zaman yang semakin dekat pada kedatangan Tuhan kita " Yesus Kristus". Krisis yang saya maksudkan adalah krisis dunia ini dalam bentuk Moral. Dan semua asaz hukum negara dalam mengatur rakyatnya agar tak saling membunuh dan mengusik demi keamanan bersama suatu bangsa, juga jangan memperkosa hak orang lain dan dalam pengadilan saat kita menjadi saksi tentu di larang bersaksi dusta saat pengadilan berjalan dalam menyelesaikan suatu kasus dan membantu si terdakwa. Jika hukum Taurat Moral di berlakukan oleh semua negara saya kira tak akan ada yang berbuat jahat kalau saja peraturan itu di terima amsyarakat dunia dengan penurutan yang ikhlas dan menyadari tentang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia yg tertaung dalam 10 Perintah Hukum Taurat Moral itu, mengapa? sebenarnya sifat Hukum Moral Allah ini universal bisa di terima oleh kaum, suku dan umat, sementara hukum Taurat sipil dan upacara tak bersifat universal karena untuk satu bangsa saja yaitu bangsa Israel. Dalam hal ini saya tidak mengutip dan menjelaskan dengan ayat Alkitab karena sudah sangat baik yang kalian berdua (sudara Sin dan Niko) jelaskan dari ayat-ayat Alkitab.

sekedar pendapat masalah janggut dari tulisan sudara Sin yg ini:

"sin
FK - Hero
*****
Offline Offline

Posts: 626


BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)


View Profile Personal Message (Offline)
   
   
Re: PERJANJIAN BARU, HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH
« Reply #29 on: July 03, 2009, 10:17:43 PM »
   Reply with quoteQuote
Bagaimana dengan janggut kawan? masih belum terjawab.......
dan kalau dibuka satu-persatu dalam peraturan HT, saya pastikan kawan akan kesulitan menjawabnya ....   char13 coolsmiley

Pendapat saya demikian :
Saudara Sin yang kekasih di dalam Yesus Kristus, apakah janggut bukannya suatu masalah penampilam fisik/jasmani saja? jikalau memang fisik kira-kira setuju ga kalau semua Kristen (israel rohani ini) seluruhnya di sunat?.....dengan adanya janggut itu suatu jenis rambut juga tp numbuhnya di dagu kita dan bila kita potong janggut itu berbarengan dengan rambut kita maka kita akan sulit membedakan mana sampah janggut dan mana sampah rambut sekalipun berbeda tetap kelihatan sama bahwa itu sampah jenis rambut walaupun tata letaknya beda (janggut rambut di dagu dan rambut di atas bagian kepala kita).

Akan tetapi walau setelah bersatu menjadi sampah rambut dan orang lain tak bisa membedakannya namun tetaplah berbeda mana rambut janggut dan mana rambut kepala, jika ada di suruh meletakan seperti awal lagi andai rambut kepala di pasang di dagu dan dagu di pasang di kepala akan tetap kelihatan salah dan jika  dagu bisa bicara maka ia akan katakan "itu bukan rambutdaguku, kembalikan kekepala; karena rambutku tak pernah berbau shampoo rambut kepala tetapi bau sabun mandi".....jelas berbeda bukan, demikianlah Hukum Taurat Moral itu masih berlaku dan mempunya bau berbeda di mata Alkitab dan di mata Allah dan masih berlaku setelah kematian Yesus seperti yang di uraikan sudara Niko sebelum2nya.

GBU:)
June 05, 2010, 10:27:19 AM
Reply #176
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 715
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Pendapat saya demikian :
Saudara Sin yang kekasih di dalam YESUS KRISTUS, apakah janggut bukannya suatu masalah penampilam fisik/jasmani saja? jikalau memang fisik kira-kira setuju ga kalau semua Kristen (israel rohani ini) seluruhnya di sunat?....
........demikianlah Hukum Taurat Moral itu masih berlaku dan mempunya bau berbeda di mata Alkitab dan di mata Allah dan masih berlaku setelah kematian YESUS seperti yang di uraikan sudara Niko sebelum2nya.

GBU:)

Saya setuju dengan anda,  :afro:
Janggut=sunat=pakaian=hari raya=makanan minuman=peraturan moral Hukum Taurat >>> adalah hal yang lahiriah.

Quote
Ef. 2:11   Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
Flp. 3:3   karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam KRISTUS YESUS dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

Jadi, renungkanlah..., apakah hal2 demikian masih menjadi kewajiban bagi kita yang telah mengikuti kegenapan dari HT yaitu :"mengasihi sesama, seperti mengasihi diri sendiri". (Rm 13:9; Gal 5:14)

Hal2 lahiriah menjadi tidak ada artinya kalau kita tetap melanggar hukum kasih di atas. (Rm 2:25)

Namun dengan melakukan "kasih" sudah menggenapi seluruh "HT"
.(Rm 10:4; 13:10).

salam  :)
« Last Edit: June 05, 2010, 11:09:52 AM by sin »
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
June 07, 2010, 11:31:01 AM
Reply #177
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Syallom kawan-kawan.
Salam jumpa kembali kawan Sin, kawan Zodiak n kawan Richard.

Begini kawan2...Jangan sampai kesimpulan kita menabrak ayat2 lain dalam Alkitab.
Hukum Taurat, ada yang sudah tidak digunakan, ada yang masih digunakan. Yang sudah tidak digunakan adalah hal-hal jasmaniah/lahiriyah atau merupakan bayangan kematian YESUS. Yang masih digunakan adalah yang rohaniah. Tidak semua bagian Hukum Taurat bersifat jasmaniah. Dalam Roma 7:14, Paulus menyatakan bahwa Hukum Taurat adalah rohani.
YESUS pun mengatakan dalam Matius 5:17-18 bahwa Hukum taurat bukan ditiadakan. Tetapi "digenapi" sampai "semuanya terjadi"....2 istilah ini sering diartikan salah. Menurut Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari terbitan LAI, istilah "YESUS menggenapi" = YESUS menyatakan artinya. Tapi banyak orang Kristen menganggap kata "digenapi" sama dengan tidak berlaku lagi. Demikian juga kata"semuanya terjadi" artinya semua nubuat yang disebutkan telah terjadi. Anda boleh baca Alkitab versi bahasa sehari-hari. Jadi, Kitab Taurat dan para Nabi akan berakhir bila semua nubuatnya sudah terjadi. Misalnya : Nubuat kedatangan Yesus kedua kali, kan belum digenapi...

Istilah Hukum Taurat muncul saat Musa menerima Hukum ini di Gunung Sinai. Sebelumnya sudah ada Hukum yang Tuhan berikan pada manusia. Abraham dengan setia menjalankan Hukum2 Allah tsb(Kej 26:5). Hukum Kasih, perpuluhan, sabat hari ke-7, haram halal telah ada sebelum ada Hukum Taurat. Nah, saat Allah membuat Hukum Taurat, Hukum2 sebelumnya juga digabungkan dalam Hukum Taurat. Katika YESUS mati, Hukum-Hukum yang muncul sebelum Sinai tetap berlaku. Sedangkan yang muncul saat di Gunung Sinai itulah yang tidak berlaku lagi, Paulus mengatakan Hukum ini sebagai Hukum yang turun 439 tahun sesudah "janji" kepada Abraham.

Aturan soal janggut adalah aturan lahiriyah yang memang baru muncul ketika Musa mendapatkan aturan itu di gunung Sinai. Tentu hal ini bukan menjadi kewajiban lagi untuk dijalankan. Namun demikian, ada aturan2 dalam Hukum Taurat yang muncul di Sinai, yang juga tentunya masih up to date. Larangan kawin antar saudara kandung, memberi "sedekah" pada orang miskin, larangan hubungan sex masa haid, larangan tinggal bersama orang Kusta yang menular juga adalah aturan2 yg prinsipnya "kasih", tentu kita harus melaksanakannya...jadi, jangan sampai kita tidak bisa melihat mana yang baik, mana yang tidak baik untuk diaplikasikan dlm kehidupan rohani kita...GBU.
« Last Edit: June 07, 2010, 01:28:30 PM by Nikolaus »
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 07, 2010, 11:45:08 AM
Reply #178
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Memangnya kue dibagi2? Hukum Taurat dibagi2?

Lukas  16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Hanya sampai zaman Yohanes.

Salam
June 08, 2010, 12:10:55 PM
Reply #179
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Syallom, Untuk kawan Hippo...

Larangan makan binatang-binatang tertentu seharusnya kita melihat itu sebagai Kasih Tuhan. Dia yang menciptakan manusia, Dia tahu juga apa makanan yang cocok untuk manusia. Dia tahu juga mana binatang yang baik juga mengetahui mana yang tak baik. Coba anda melihat dalam Imamat 11. Pada saat Allah menciptakan binatang, Dia sudah tetapkan bahwa ada yang najis dan ada yang tidak najis. Nah, Dalam fasal ini, istilah najis=haram=tidak tahir=jijik=tidak halal. Najis atau jijik dalam bahasa Indonesia berkaitan erat dengan kesehatan. Artinya hal tersebut dapat menyebabkan penyakit. Jadi, jangan anda pisahkan istilah najis dengan jijik atau dengan hal kesehatan.

Waktu YESUS mati di kayu salib, tak ada perubahan patologis(kemampuan menyebabkan penyakit) pada binatang haram sehingga yang tadinya dapat menyebabkan sakit tiba-tiba menjadi tidak menyebabkan penyakit.

Kedatangan YESUS ke bumi ini bukan untuk membuat manusia menderita sakit, tapi sebaliknya Ia datang untuk memulihkan manusia dari yang suka berbuat tidak sehat pada dirinya menjdi suka berbuat hal2 yang baik dan tentu kebiasaan yang menyehatkan bagi dirinya.
Kedatangan YESUS semata-mata sebagai bentuk Kasih kepada manusia....tentu saja Dia tidak membiarkan manusia menjdi bebas untuk melakukan semaunya tetapi tidak sehat.

GBU.
Kalau untuk kesehatan saya setuju tetapi kalau sudah dikatakan itu sesuatu yang diharamkan Tuhan/Dilarang Tuhan sehingga bila memakannya maka itu termasuk pelanggaran terhadap perintah Tuhan saya tidak setuju.

Saya sih tidak masalah apabila ada orang yang memutuskan untuk melakukan genesis diet which is good for health, tetapi kalo orang mengatakan itu sebuah perintah Tuhan, itu tidak biblikal.............
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)