Author Topic: PERJANJIAN BARU, HUKUM TAURAT DAN HUKUM KASIH  (Read 35338 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 08, 2010, 12:19:16 PM
Reply #180
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Syallom kawan-kawan.
Salam jumpa kembali kawan Sin, kawan Zodiak n kawan Richard.

Begini kawan2...Jangan sampai kesimpulan kita menabrak ayat2 lain dalam Alkitab.
Hukum Taurat, ada yang sudah tidak digunakan, ada yang masih digunakan. Yang sudah tidak digunakan adalah hal-hal jasmaniah/lahiriyah atau merupakan bayangan kematian YESUS. Yang masih digunakan adalah yang rohaniah. Tidak semua bagian Hukum Taurat bersifat jasmaniah. Dalam Roma 7:14, Paulus menyatakan bahwa Hukum Taurat adalah rohani.
YESUS pun mengatakan dalam Matius 5:17-18 bahwa Hukum taurat bukan ditiadakan. Tetapi "digenapi" sampai "semuanya terjadi"....2 istilah ini sering diartikan salah. Menurut Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari terbitan LAI, istilah "YESUS menggenapi" = YESUS menyatakan artinya. Tapi banyak orang Kristen menganggap kata "digenapi" sama dengan tidak berlaku lagi. Demikian juga kata"semuanya terjadi" artinya semua nubuat yang disebutkan telah terjadi. Anda boleh baca Alkitab versi bahasa sehari-hari. Jadi, Kitab Taurat dan para Nabi akan berakhir bila semua nubuatnya sudah terjadi. Misalnya : Nubuat kedatangan YESUS kedua kali, kan belum digenapi...

Istilah Hukum Taurat muncul saat Musa menerima Hukum ini di Gunung Sinai. Sebelumnya sudah ada Hukum yang Tuhan berikan pada manusia. Abraham dengan setia menjalankan Hukum2 Allah tsb(Kej 26:5). Hukum Kasih, perpuluhan, sabat hari ke-7, haram halal telah ada sebelum ada Hukum Taurat. Nah, saat Allah membuat Hukum Taurat, Hukum2 sebelumnya juga digabungkan dalam Hukum Taurat. Katika YESUS mati, Hukum-Hukum yang muncul sebelum Sinai tetap berlaku. Sedangkan yang muncul saat di Gunung Sinai itulah yang tidak berlaku lagi, Paulus mengatakan Hukum ini sebagai Hukum yang turun 439 tahun sesudah "janji" kepada Abraham.

Aturan soal janggut adalah aturan lahiriyah yang memang baru muncul ketika Musa mendapatkan aturan itu di gunung Sinai. Tentu hal ini bukan menjadi kewajiban lagi untuk dijalankan. Namun demikian, ada aturan2 dalam Hukum Taurat yang muncul di Sinai, yang juga tentunya masih up to date. Larangan kawin antar saudara kandung, memberi "sedekah" pada orang miskin, larangan hubungan sex masa haid, larangan tinggal bersama orang Kusta yang menular juga adalah aturan2 yg prinsipnya "kasih", tentu kita harus melaksanakannya...jadi, jangan sampai kita tidak bisa melihat mana yang baik, mana yang tidak baik untuk diaplikasikan dlm kehidupan rohani kita...GBU.

Bro Nikolaus (edited 8 juni 2010 23:45) apakah anda menegakkan hari sabat ? Apakah menurut hari sabat itu adalah bagian dari hukum taurat yang harus dilaksanakan dan bila tidak berarti berdosa melanggar perintah Tuhan ?
« Last Edit: June 08, 2010, 11:46:08 PM by hippo »
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
June 08, 2010, 11:36:02 PM
Reply #181
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Syallom kawan-kawan.
Salam jumpa kembali kawan Sin, kawan Zodiak n kawan Richard.

Begini kawan2...Jangan sampai kesimpulan kita menabrak ayat2 lain dalam Alkitab.
Hukum Taurat, ada yang sudah tidak digunakan, ada yang masih digunakan. Yang sudah tidak digunakan adalah hal-hal jasmaniah/lahiriyah atau merupakan bayangan kematian YESUS. Yang masih digunakan adalah yang rohaniah. Tidak semua bagian Hukum Taurat bersifat jasmaniah. Dalam Roma 7:14, Paulus menyatakan bahwa Hukum Taurat adalah rohani.
YESUS pun mengatakan dalam Matius 5:17-18 bahwa Hukum taurat bukan ditiadakan. Tetapi "digenapi" sampai "semuanya terjadi"....2 istilah ini sering diartikan salah. Menurut Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari terbitan LAI, istilah "YESUS menggenapi" = YESUS menyatakan artinya. Tapi banyak orang Kristen menganggap kata "digenapi" sama dengan tidak berlaku lagi. Demikian juga kata"semuanya terjadi" artinya semua nubuat yang disebutkan telah terjadi. Anda boleh baca Alkitab versi bahasa sehari-hari. Jadi, Kitab Taurat dan para Nabi akan berakhir bila semua nubuatnya sudah terjadi. Misalnya : Nubuat kedatangan YESUS kedua kali, kan belum digenapi...

Istilah Hukum Taurat muncul saat Musa menerima Hukum ini di Gunung Sinai. Sebelumnya sudah ada Hukum yang Tuhan berikan pada manusia. Abraham dengan setia menjalankan Hukum2 Allah tsb(Kej 26:5). Hukum Kasih, perpuluhan, sabat hari ke-7, haram halal telah ada sebelum ada Hukum Taurat. Nah, saat Allah membuat Hukum Taurat, Hukum2 sebelumnya juga digabungkan dalam Hukum Taurat. Katika YESUS mati, Hukum-Hukum yang muncul sebelum Sinai tetap berlaku. Sedangkan yang muncul saat di Gunung Sinai itulah yang tidak berlaku lagi, Paulus mengatakan Hukum ini sebagai Hukum yang turun 439 tahun sesudah "janji" kepada Abraham.

Aturan soal janggut adalah aturan lahiriyah yang memang baru muncul ketika Musa mendapatkan aturan itu di gunung Sinai. Tentu hal ini bukan menjadi kewajiban lagi untuk dijalankan. Namun demikian, ada aturan2 dalam Hukum Taurat yang muncul di Sinai, yang juga tentunya masih up to date. Larangan kawin antar saudara kandung, memberi "sedekah" pada orang miskin, larangan hubungan sex masa haid, larangan tinggal bersama orang Kusta yang menular juga adalah aturan2 yg prinsipnya "kasih", tentu kita harus melaksanakannya...jadi, jangan sampai kita tidak bisa melihat mana yang baik, mana yang tidak baik untuk diaplikasikan dlm kehidupan rohani kita...GBU.

Bro Santo apakah anda menegakkan hari sabat ? Apakah menurut hari sabat itu adalah bagian dari hukum taurat yang harus dilaksanakan dan bila tidak berarti berdosa melanggar perintah Tuhan ?
Bro Hippo, Anda bertanya kepada saya? Saya adalah pelanggar hukum Taurat (tidak di bawah hukum Taurat) tetapi penurut kasih karunia (di bawah kasih karunia). Jadi jelaskan, saya tidak melaksanakan Sabat Yahudi tapi melaksanakan Sabat rohani, yakni setiap hari dan kebaktian khusus pada hari Minggu.

Salam
June 08, 2010, 11:44:57 PM
Reply #182
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Syallom kawan-kawan.
Salam jumpa kembali kawan Sin, kawan Zodiak n kawan Richard.

Begini kawan2...Jangan sampai kesimpulan kita menabrak ayat2 lain dalam Alkitab.
Hukum Taurat, ada yang sudah tidak digunakan, ada yang masih digunakan. Yang sudah tidak digunakan adalah hal-hal jasmaniah/lahiriyah atau merupakan bayangan kematian YESUS. Yang masih digunakan adalah yang rohaniah. Tidak semua bagian Hukum Taurat bersifat jasmaniah. Dalam Roma 7:14, Paulus menyatakan bahwa Hukum Taurat adalah rohani.
YESUS pun mengatakan dalam Matius 5:17-18 bahwa Hukum taurat bukan ditiadakan. Tetapi "digenapi" sampai "semuanya terjadi"....2 istilah ini sering diartikan salah. Menurut Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari terbitan LAI, istilah "YESUS menggenapi" = YESUS menyatakan artinya. Tapi banyak orang Kristen menganggap kata "digenapi" sama dengan tidak berlaku lagi. Demikian juga kata"semuanya terjadi" artinya semua nubuat yang disebutkan telah terjadi. Anda boleh baca Alkitab versi bahasa sehari-hari. Jadi, Kitab Taurat dan para Nabi akan berakhir bila semua nubuatnya sudah terjadi. Misalnya : Nubuat kedatangan YESUS kedua kali, kan belum digenapi...

Istilah Hukum Taurat muncul saat Musa menerima Hukum ini di Gunung Sinai. Sebelumnya sudah ada Hukum yang Tuhan berikan pada manusia. Abraham dengan setia menjalankan Hukum2 Allah tsb(Kej 26:5). Hukum Kasih, perpuluhan, sabat hari ke-7, haram halal telah ada sebelum ada Hukum Taurat. Nah, saat Allah membuat Hukum Taurat, Hukum2 sebelumnya juga digabungkan dalam Hukum Taurat. Katika YESUS mati, Hukum-Hukum yang muncul sebelum Sinai tetap berlaku. Sedangkan yang muncul saat di Gunung Sinai itulah yang tidak berlaku lagi, Paulus mengatakan Hukum ini sebagai Hukum yang turun 439 tahun sesudah "janji" kepada Abraham.

Aturan soal janggut adalah aturan lahiriyah yang memang baru muncul ketika Musa mendapatkan aturan itu di gunung Sinai. Tentu hal ini bukan menjadi kewajiban lagi untuk dijalankan. Namun demikian, ada aturan2 dalam Hukum Taurat yang muncul di Sinai, yang juga tentunya masih up to date. Larangan kawin antar saudara kandung, memberi "sedekah" pada orang miskin, larangan hubungan sex masa haid, larangan tinggal bersama orang Kusta yang menular juga adalah aturan2 yg prinsipnya "kasih", tentu kita harus melaksanakannya...jadi, jangan sampai kita tidak bisa melihat mana yang baik, mana yang tidak baik untuk diaplikasikan dlm kehidupan rohani kita...GBU.

Bro Santo apakah anda menegakkan hari sabat ? Apakah menurut hari sabat itu adalah bagian dari hukum taurat yang harus dilaksanakan dan bila tidak berarti berdosa melanggar perintah Tuhan ?
Bro Hippo, Anda bertanya kepada saya? Saya adalah pelanggar hukum Taurat (tidak di bawah hukum Taurat) tetapi penurut kasih karunia (di bawah kasih karunia). Jadi jelaskan, saya tidak melaksanakan Sabat Yahudi tapi melaksanakan Sabat rohani, yakni setiap hari dan kebaktian khusus pada hari Minggu.

Salam
My bad my man... so sorry.... maksudnya mau bertanya pada bro nikolaus..... bukan pada anda...... sorry ya.......
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
June 08, 2010, 11:48:39 PM
Reply #183
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Syallom kawan-kawan.
Salam jumpa kembali kawan Sin, kawan Zodiak n kawan Richard.

Begini kawan2...Jangan sampai kesimpulan kita menabrak ayat2 lain dalam Alkitab.
Hukum Taurat, ada yang sudah tidak digunakan, ada yang masih digunakan. Yang sudah tidak digunakan adalah hal-hal jasmaniah/lahiriyah atau merupakan bayangan kematian YESUS. Yang masih digunakan adalah yang rohaniah. Tidak semua bagian Hukum Taurat bersifat jasmaniah. Dalam Roma 7:14, Paulus menyatakan bahwa Hukum Taurat adalah rohani.
YESUS pun mengatakan dalam Matius 5:17-18 bahwa Hukum taurat bukan ditiadakan. Tetapi "digenapi" sampai "semuanya terjadi"....2 istilah ini sering diartikan salah. Menurut Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari terbitan LAI, istilah "YESUS menggenapi" = YESUS menyatakan artinya. Tapi banyak orang Kristen menganggap kata "digenapi" sama dengan tidak berlaku lagi. Demikian juga kata"semuanya terjadi" artinya semua nubuat yang disebutkan telah terjadi. Anda boleh baca Alkitab versi bahasa sehari-hari. Jadi, Kitab Taurat dan para Nabi akan berakhir bila semua nubuatnya sudah terjadi. Misalnya : Nubuat kedatangan YESUS kedua kali, kan belum digenapi...

Istilah Hukum Taurat muncul saat Musa menerima Hukum ini di Gunung Sinai. Sebelumnya sudah ada Hukum yang Tuhan berikan pada manusia. Abraham dengan setia menjalankan Hukum2 Allah tsb(Kej 26:5). Hukum Kasih, perpuluhan, sabat hari ke-7, haram halal telah ada sebelum ada Hukum Taurat. Nah, saat Allah membuat Hukum Taurat, Hukum2 sebelumnya juga digabungkan dalam Hukum Taurat. Katika YESUS mati, Hukum-Hukum yang muncul sebelum Sinai tetap berlaku. Sedangkan yang muncul saat di Gunung Sinai itulah yang tidak berlaku lagi, Paulus mengatakan Hukum ini sebagai Hukum yang turun 439 tahun sesudah "janji" kepada Abraham.

Aturan soal janggut adalah aturan lahiriyah yang memang baru muncul ketika Musa mendapatkan aturan itu di gunung Sinai. Tentu hal ini bukan menjadi kewajiban lagi untuk dijalankan. Namun demikian, ada aturan2 dalam Hukum Taurat yang muncul di Sinai, yang juga tentunya masih up to date. Larangan kawin antar saudara kandung, memberi "sedekah" pada orang miskin, larangan hubungan sex masa haid, larangan tinggal bersama orang Kusta yang menular juga adalah aturan2 yg prinsipnya "kasih", tentu kita harus melaksanakannya...jadi, jangan sampai kita tidak bisa melihat mana yang baik, mana yang tidak baik untuk diaplikasikan dlm kehidupan rohani kita...GBU.

Bro Santo apakah anda menegakkan hari sabat ? Apakah menurut hari sabat itu adalah bagian dari hukum taurat yang harus dilaksanakan dan bila tidak berarti berdosa melanggar perintah Tuhan ?
Bro Hippo, Anda bertanya kepada saya? Saya adalah pelanggar hukum Taurat (tidak di bawah hukum Taurat) tetapi penurut kasih karunia (di bawah kasih karunia). Jadi jelaskan, saya tidak melaksanakan Sabat Yahudi tapi melaksanakan Sabat rohani, yakni setiap hari dan kebaktian khusus pada hari Minggu.

Salam
My bad my man... so sorry.... maksudnya mau bertanya pada bro nikolaus..... bukan pada anda...... sorry ya.......
OK, no problemo, lanjutkan pertanyaan Anda kepada bro Nikolaus, soalnya dia udah jengah ladenin saya gara-gara, dia mengaku dirinya di bawah kasih karunia = pelanggar kasih karunia.

Salam
June 09, 2010, 11:15:02 AM
Reply #184
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Syallom..
Terimakasih kawan Hippo..
Sebelum Hukum Taurat ada, ajaran tentang Sabat sudah ada. Pada saat Musa menerima Hukum Taurat, ajaran Sabat dimasukkan dalam 10 Hukum Taurat. Sesudah Yesus mati, "Hukum Allah" adalah istilah yang lebih disukai oleh Paulus untuk menyebut Hukum2 yang masih digunakan umat Kristen mula2, yang sebenarnya telah ada sebelum Hukum Taurat ada. Salah satu diantaranya adalah Sabat. Dalam Ibrani 4, Paulus masih menekankan pemeliharaan hari Sabat, bahkan Yesaya 66:23 menyebut Sabat sebagai hari ibadah di Surga. Soal apakah mereka yg tak memeliharanya adalah berdosa atau tidak, bukan hak saya untuk memvonisnya. Tuhan tak pernah memberi hak kepada tiap orang untuk menyatakan orang lain salah ataupun sesat. Kita berdiskusi disini bukan untuk menghasilkan vonis-vonisan tetapi untuk membuka wawasan kita terhadap apa kata Allah dalam FirmanNya. Tujuan akhir daripada diskusi kita adalah untuk lebih mengenal apa kata Yesus. Orang lain hanya membantu kita. Yang akan menyatakan bahwa pandangan org lain benar atau tidak adalah ayat2 yg kita baca dan diperkuat oleh bisikan Roh dalam diri kita.
GBU.
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 09, 2010, 12:52:28 PM
Reply #185
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Syallom..
Terimakasih kawan Hippo..
Sebelum Hukum Taurat ada, ajaran tentang Sabat sudah ada. Pada saat Musa menerima Hukum Taurat, ajaran Sabat dimasukkan dalam 10 Hukum Taurat. Sesudah YESUS mati, "Hukum Allah" adalah istilah yang lebih disukai oleh Paulus untuk menyebut Hukum2 yang masih digunakan umat Kristen mula2, yang sebenarnya telah ada sebelum Hukum Taurat ada. Salah satu diantaranya adalah Sabat. Dalam Ibrani 4, Paulus masih menekankan pemeliharaan hari Sabat, bahkan Yesaya 66:23 menyebut Sabat sebagai hari ibadah di Surga. Soal apakah mereka yg tak memeliharanya adalah berdosa atau tidak, bukan hak saya untuk memvonisnya. Tuhan tak pernah memberi hak kepada tiap orang untuk menyatakan orang lain salah ataupun sesat. Kita berdiskusi disini bukan untuk menghasilkan vonis-vonisan tetapi untuk membuka wawasan kita terhadap apa kata Allah dalam FirmanNya. Tujuan akhir daripada diskusi kita adalah untuk lebih mengenal apa kata YESUS. Orang lain hanya membantu kita. Yang akan menyatakan bahwa pandangan org lain benar atau tidak adalah ayat2 yg kita baca dan diperkuat oleh bisikan Roh dalam diri kita.
GBU.
Ahh... supaya anda juga tidak terjebak dalam menjudge orang lain salah atau sesat maka saya bertanya untuk diri anda sendiri dan gereja dimana anda beribadah......

Apakah menurut gereja anda dan anda adalah sebuah dosa dan merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah bila seseorang jemaat di gereja anda tidak melaksanakan sabat ? Ataukah anda dan gereja anda memandang adalah benar dan sesuai hukum Allah apabila ada jemaat di tempat anda yang tidak melaksanakan sabat ?
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
June 10, 2010, 12:01:35 PM
Reply #186
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Terimakasih kawan Hippo.
Saya kira kalau anda sdh baca jawaban sy terakhir..anda tak perlu bertanya spt itu.
Kalau menurut anda bagaimana, apakah Yesus memberikan kita hak untuk memvonis orang lain sebagai telah berbuat dosa atau bahkan memvonis orang sebagai sesat? Kalau memang iya, dimana ayatnya...?

Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 10, 2010, 12:09:13 PM
Reply #187
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Terimakasih kawan Hippo.
Saya kira kalau anda sdh baca jawaban sy terakhir..anda tak perlu bertanya spt itu.
Kalau menurut anda bagaimana, apakah YESUS memberikan kita hak untuk memvonis orang lain sebagai telah berbuat dosa atau bahkan memvonis orang sebagai sesat? Kalau memang iya, dimana ayatnya...?
Sebenarnya ada ayatnya tetapi kalau saya postingkan disini diskusinya jadi melebar ke masalah penghakiman......

Tetapi dengan penegasan anda diatas maka sebenarnya tidak ada yang perlu didiskusikan disini, karena baik makan ataupun tidak makan, baik melaksanakan sabat ataupun tidak melaksanakan sabat semuanya baik dan benar dihadapan Tuhan kalau menurut anda dan gereja anda.......

Karena anda dan gereja anda tidak pernah mengajarkan bahwa adalah hal yang salah bila seseorang makan makanan haram ataupun tidak melakukan sabat.......
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
June 14, 2010, 08:25:33 AM
Reply #188
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 855
  • Gender: Male
Terimakasih kawan Hippo..
Matius 28;19-20 adalah perintah Yesus untuk menjadikan semua orang menjadi murid Yesus dan mengajarkan kepada mereka ajaran2 Yesus. Murid2nya telah diajar, bilamana orang tidak menerima apa yang telah diajarkan supaya tinggalkan saja rumah itu-tanpa kata2 ejekan atau vonis. Nah, sekarang kita berbeda dalam memahami apa ajaran Yesus itu. Forum ini sebenarnya adalah
tempatnya kita diskusi untuk menyamakan persepsi kita. Tapi, kita harus siap menerima kenyataan bahwa persepsi 2 orang atau lebih, ada yang bisa disatukan tapi mungkin lebih banyak tidak bisa dipersatukan. Ini adalah suatu kenyataan. Tapi, tidak boleh kemudian kita langsung memvonis pihak lain adalah salah dan saya adalah benar. Hakim kita adalah Allah sendiri. Serahkan semuanya padaNya.
Namun demikian, tujuan forum ini adalah baik, masing2 pendiskusi juga pasti akan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang Firman Tuhan, minimal dari berbagai sudut pandang pihak lain. Ini akan memperkaya pemahaman kita, memberi peluang untuk kita berpikir lebih benar lagi tentang FT ini.
Saya, tentu mengajarkan apa yang sesuai dengan pemahaman saya, demikian juga dengan anda.

Saya berada disini bukan mewakili gereja kami. Sebenarnya saya tak mau berkomentar tentang hal ini, tetapi karena anda sudah menyinggung tentang gereja kami  maka inilah pendapat saya...: Setahu saya, gereja kami tak pernah menyalahkan gereja lain kalau tak sependapat dengan pemahaman gereja kami. Justru sebaliknya, ada gereja2 yang memvonis gereja kami sebagai  "bidat" ....saya mempunyai buku "sejarah gereja" tulisan Berkfoff. Gereja2 yang menggunakan buku ini, ikut2an memvonis gereja lain sbg bidat. Gereja kami tidak pernah membalasnya, sebaliknya hanya berusaha membuktikan bahwa kami bukan bidat dengan ayat2 Alkitab. Tetapi justru dengan ayat2 yang ditampilkan gereja kami, malah dianggap gereja kami menyalahkan gereja lain...itulah yang saya lihat.

Kalau saya menampilkan Yesaya 66:15-17, bukan berarti saya menyalahkan orang lain. Tetapi, mungkin anda yang merasa disalahkan karena tampaknya ayat itu bertentangan dengan apa yang anda lakukan saat ini. Inilah namanya FT sebagai pedang bermata dua.
Demikian kawan....GBU.
Matius  7:12–14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, bla..bla...
June 14, 2010, 11:56:26 AM
Reply #189
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Terimakasih kawan Hippo..
Matius 28;19-20 adalah perintah YESUS untuk menjadikan semua orang menjadi murid YESUS dan mengajarkan kepada mereka ajaran2 YESUS. Murid2nya telah diajar, bilamana orang tidak menerima apa yang telah diajarkan supaya tinggalkan saja rumah itu-tanpa kata2 ejekan atau vonis. Nah, sekarang kita berbeda dalam memahami apa ajaran YESUS itu. Forum ini sebenarnya adalah
tempatnya kita diskusi untuk menyamakan persepsi kita. Tapi, kita harus siap menerima kenyataan bahwa persepsi 2 orang atau lebih, ada yang bisa disatukan tapi mungkin lebih banyak tidak bisa dipersatukan. Ini adalah suatu kenyataan. Tapi, tidak boleh kemudian kita langsung memvonis pihak lain adalah salah dan saya adalah benar. Hakim kita adalah Allah sendiri. Serahkan semuanya padaNya.
Namun demikian, tujuan forum ini adalah baik, masing2 pendiskusi juga pasti akan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang Firman Tuhan, minimal dari berbagai sudut pandang pihak lain. Ini akan memperkaya pemahaman kita, memberi peluang untuk kita berpikir lebih benar lagi tentang FT ini.
Saya, tentu mengajarkan apa yang sesuai dengan pemahaman saya, demikian juga dengan anda.

Saya berada disini bukan mewakili gereja kami. Sebenarnya saya tak mau berkomentar tentang hal ini, tetapi karena anda sudah menyinggung tentang gereja kami  maka inilah pendapat saya...: Setahu saya, gereja kami tak pernah menyalahkan gereja lain kalau tak sependapat dengan pemahaman gereja kami. Justru sebaliknya, ada gereja2 yang memvonis gereja kami sebagai  "bidat" ....saya mempunyai buku "sejarah gereja" tulisan Berkfoff. Gereja2 yang menggunakan buku ini, ikut2an memvonis gereja lain sbg bidat. Gereja kami tidak pernah membalasnya, sebaliknya hanya berusaha membuktikan bahwa kami bukan bidat dengan ayat2 Alkitab. Tetapi justru dengan ayat2 yang ditampilkan gereja kami, malah dianggap gereja kami menyalahkan gereja lain...itulah yang saya lihat.

Kalau saya menampilkan Yesaya 66:15-17, bukan berarti saya menyalahkan orang lain. Tetapi, mungkin anda yang merasa disalahkan karena tampaknya ayat itu bertentangan dengan apa yang anda lakukan saat ini. Inilah namanya FT sebagai pedang bermata dua.
Demikian kawan....GBU.
Anda menunjukkan seolah-olah sedang menjawab pertanyaan saya tetapi sebenarnya anda sedang berusaha keras menghindari pertanyaan saya. Dari atas saya sudah tidak menanyakan pendapat anda ataupun pendapat gereja anda atas orang-orang diluar gereja anda sendiri.........

Pertanyaan saya cukup sederhana sebenarnya :

Apakah menurut ajaran gereja anda dan anda adalah sebuah dosa dan merupakan pelanggaran terhadap hukum Allah bila seseorang jemaat di gereja anda tidak melaksanakan sabat ?

Bahkan sebenarnya pertanyaan ini cukup dijawab dengan "Ya, gereja saya dan saya mengajarkan demikian" atau "Tidak, gereja saya dan saya tidak mengajarkan demikian".

Jadi jawaban anda apa ? YA atau TIDAK......

Ingat lho Firman Tuhan mengajarkan

Matt. 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)