Author Topic: perselingkuhan dan perceraian dan Kekristenan  (Read 4839 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 03, 2009, 10:20:25 AM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
Saya punya email dari teman saya yang curhat dan mungkin ada yang bisa memberi jawaban? here is the story :
Shalom, saya memiliki masalah keluarga yang sangat pelik. Saya adalah seorang Kristen yang telah mengenal Tuhan dan ambil komitmen dengan Tuhan sungguh-sungguh sejak 8 tahun lalu, sejak sebelum itu masalah ini sudah ada dan semakin hari makin bertambah parah, saya punya iman dan berharap msalah ini bisa ada jawaban dari Tuhan. Namun ada kondisi dimana Saya bingung harus bagaimana, ingin rasanya menyerah. Masalahnya dimulai beberapa tahun yang lalu papa saya berselingkuh dengan seorang wanita dan dari hasil perselingkuhannya mereka punya 1 anak. Sejak saat itu Papa saya jadi seperti sangat membenci mama saya, dia sibuk dengan perempuan itu bahkan sering menghina mama saya dan keluarganya. Kadang kalau dia mabuk, dia suka mengancam mama saya. Setiap kali mereka bertengkar dan mama saya dalam posisi itu dia pasti datang ke saya seperti minta perlindungan, karena kalau didepan saya papa saya tidak jadi memukul walalupun ada juga dia tetap memukul mama. Setiap hari demi hari kehidupan itu, kebencian dan tidak ada cinta lagi, dalan keluarga makin hari papa saya makin merendahkan mama saya. Tahun demi tahun saya sudah mandiri dan bekerja tapi saya masih tinggal dengan mama dan papa saya karena saya tidak tega meninggalkan mama saya. Saya takut kalau mama sering dipukul atau direndahkan oleh papa saya. Anak perselingkuhan mereka sudah sekitar 10 tahun, papa saya  masih sering ke wanita itu, bahkan di akhir-akhir ini dia sudah tidak malu lagi,semua teman-temannya tahu bahkan dia pernah mengajak anaknya itu ke rumah keluarga besar papa, ada paman dan bibi saya, dan mereka tidak berani bicara karena papa saya yang tertua dan mereka takut pada papa saya jadi mereka diam saja, mereka bahkan seperti tidak peduli dengan semua itu. Yang jeleknya lagi perempuan selingkuhannya sering mneror lewat telepon dan sms ke mama saya. Menertawakan atau memanas-manasi mama saya tentang betapa papa saya sangat mencintai dan segera akan meniggalkan mama saya dan mereka akan menikah dan dia berharap mama saya bisa mati perlahan-lahan tersiksa karena menderita. Kondisi ini saya tau karena mama saya selalu mencritakannya pada saya. Sangat disayangkan juga karena mama saya belum kenal Tuhan, dia selalu memikirkan martabat bahwa dia tidak mau cerai karena malu kalau dia jadi janda, dia tidak mau memberikan kesempatan kepada selingkuhan papa saya mengganti posisinya. Mama saya memang sangat materialistis, bagi dia yang penting selama gaji setiap bulan dia terima dan jika dia mengalah maka perempuan itu akan senang dan mengganti posisinya sebagai istri dan hak-haknya (papa saya seorang PNS). Bahkan mama bilang kalau ketemu wanita itu dia ingin membunuh saja. Mama sangat membenci prempuan itu. Papa saya juga makin dibutakan, hari demi hari kehidupan mereka seperti formalitas, dia hanya menganggap mama saya tidak ada, atau seperti pembantu yang harus menyediakan makanan (bahkan makanan tidak ada saat dia datang dia pasti mengamuk dan memarahi mama saya). Saya bingung, saya hanya bisa diam, saya menderita karena semua yang mama saya cerita setiap hari tentang itu. Memang pernah waktu papa saya dalam kondisi juga mabuk dia mengakui bahwa dia punya anak dan dia tidak mencintai mama saya (dengan sifat merendahkan) dan dia juga cinta wanita, bahkan dia rela dibenci saya (saya sangat dekat dengan papa saya) atau berpisah dengan mama saya untuk perempuan itu. Saya ingin sekali mereka bercerai saja tapi saya tahu keluarga Kristen tidak boleh bercerai. Saya punya iman dan selalu berdoa dan berharap mama saya bisa bertobat dan juga papa saya. Tetapi kalau sudah dalam kondisi drop apalagi saat mama saya juga menyalahkan saya karena saya hanya diam saja, karena menurutnya saya harus labrak wanita itu, saya harus bicara sama papa saya, saya harus bela mama, saya selalu diam dan membela papa saya. Memang kalau mereka sudah berkelahi saya bilang mama utnuk diam saja karena percuma papa lagi mabuk dan dia lagi buta hati karena bagaimanapun dia masih terikat dengan wanita itu, kita berdiam saja dan berdoa. Tetapi saya tertekan karena mama saya bilang saya tidak mengerti dia dan selalu membela papa saya. Saya rasa saya sudah mengampuni papa saya, tapi kalau dia mabuk atau dia menyakiti mama saya saya kadang jadi benci sekali pada dia, pernah saya berharap dia mati saja atau kalaupun dia meninggal saya tidak akan menangis, saya juga berharap dia kena karma atau sakit parah supaya dia sadar dan terbuka mata hatinya. Kadang saya bilang sudah cerai saja....tapi jauh didalam hati saya, saya tidak ingin, karena merasa bahwa Tuhan tidak ingin itu terjadi. Hari ini mama saya telepon saya karena saya menginap di rumah teman bahwa mereka bertengkar, papa mabuk dan menghina dia bahkan memberi telpon kepada mama saya untuk bicara dengan selingkuhannya, di telepon perempuan itu menghina, mengejek mama saya dan papa saya membela dia. Saya sedih sekali, bingung saya merasa mereka sebaiknya cerai, tapi apa ini jawaban yang benar? apa itu yang terbaik supaya ini segera berakhir?Saya sedih dengan kondisi mama saya, yang jadi orang yang paranoid, jadi over posesif, selalu menuntut saya ada dirumah dengan dia, mendengar dan mendukung dia. Saya sangat mengasihi mama dan papa saya sama. Saya mengampuni dia saya sedang belajar mengampuni perempuan itu tapi masih sulit, saya rasa sulit sekali, saya tidak tau lagi..berat sekali..bisakah bantu saya? apa yang harus saya lakukan?saran doa atau apapun...
Terima Kasih and God Bless
 
July 03, 2009, 10:23:35 AM
Reply #1
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
Saya punya email dari teman saya yang curhat dan mungkin ada yang bisa memberi jawaban? here is the story :
Shalom, saya memiliki masalah keluarga yang sangat pelik. Saya adalah seorang Kristen yang telah mengenal Tuhan dan ambil komitmen dengan Tuhan sungguh-sungguh sejak 8 tahun lalu, sejak sebelum itu masalah ini sudah ada dan semakin hari makin bertambah parah, saya punya iman dan berharap msalah ini bisa ada jawaban dari Tuhan. Namun ada kondisi dimana Saya bingung harus bagaimana, ingin rasanya menyerah. Masalahnya dimulai beberapa tahun yang lalu papa saya berselingkuh dengan seorang wanita dan dari hasil perselingkuhannya mereka punya 1 anak. Sejak saat itu Papa saya jadi seperti sangat membenci mama saya, dia sibuk dengan perempuan itu bahkan sering menghina mama saya dan keluarganya. Kadang kalau dia mabuk, dia suka mengancam mama saya. Setiap kali mereka bertengkar dan mama saya dalam posisi itu dia pasti datang ke saya seperti minta perlindungan, karena kalau didepan saya papa saya tidak jadi memukul walalupun ada juga dia tetap memukul mama. Setiap hari demi hari kehidupan itu, kebencian dan tidak ada cinta lagi, dalan keluarga makin hari papa saya makin merendahkan mama saya. Tahun demi tahun saya sudah mandiri dan bekerja tapi saya masih tinggal dengan mama dan papa saya karena saya tidak tega meninggalkan mama saya. Saya takut kalau mama sering dipukul atau direndahkan oleh papa saya. Anak perselingkuhan mereka sudah sekitar 10 tahun, papa saya  masih sering ke wanita itu, bahkan di akhir-akhir ini dia sudah tidak malu lagi,semua teman-temannya tahu bahkan dia pernah mengajak anaknya itu ke rumah keluarga besar papa, ada paman dan bibi saya, dan mereka tidak berani bicara karena papa saya yang tertua dan mereka takut pada papa saya jadi mereka diam saja, mereka bahkan seperti tidak peduli dengan semua itu. Yang jeleknya lagi perempuan selingkuhannya sering mneror lewat telepon dan sms ke mama saya. Menertawakan atau memanas-manasi mama saya tentang betapa papa saya sangat mencintai dan segera akan meniggalkan mama saya dan mereka akan menikah dan dia berharap mama saya bisa mati perlahan-lahan tersiksa karena menderita. Kondisi ini saya tau karena mama saya selalu mencritakannya pada saya. Sangat disayangkan juga karena mama saya belum kenal Tuhan, dia selalu memikirkan martabat bahwa dia tidak mau cerai karena malu kalau dia jadi janda, dia tidak mau memberikan kesempatan kepada selingkuhan papa saya mengganti posisinya. Mama saya memang sangat materialistis, bagi dia yang penting selama gaji setiap bulan dia terima dan jika dia mengalah maka perempuan itu akan senang dan mengganti posisinya sebagai istri dan hak-haknya (papa saya seorang PNS). Bahkan mama bilang kalau ketemu wanita itu dia ingin membunuh saja. Mama sangat membenci prempuan itu. Papa saya juga makin dibutakan, hari demi hari kehidupan mereka seperti formalitas, dia hanya menganggap mama saya tidak ada, atau seperti pembantu yang harus menyediakan makanan (bahkan makanan tidak ada saat dia datang dia pasti mengamuk dan memarahi mama saya). Saya bingung, saya hanya bisa diam, saya menderita karena semua yang mama saya cerita setiap hari tentang itu. Memang pernah waktu papa saya dalam kondisi juga mabuk dia mengakui bahwa dia punya anak dan dia tidak mencintai mama saya (dengan sifat merendahkan) dan dia juga cinta wanita, bahkan dia rela dibenci saya (saya sangat dekat dengan papa saya) atau berpisah dengan mama saya untuk perempuan itu. Saya ingin sekali mereka bercerai saja tapi saya tahu keluarga Kristen tidak boleh bercerai. Saya punya iman dan selalu berdoa dan berharap mama saya bisa bertobat dan juga papa saya. Tetapi kalau sudah dalam kondisi drop apalagi saat mama saya juga menyalahkan saya karena saya hanya diam saja, karena menurutnya saya harus labrak wanita itu, saya harus bicara sama papa saya, saya harus bela mama, saya selalu diam dan membela papa saya. Memang kalau mereka sudah berkelahi saya bilang mama utnuk diam saja karena percuma papa lagi mabuk dan dia lagi buta hati karena bagaimanapun dia masih terikat dengan wanita itu, kita berdiam saja dan berdoa. Tetapi saya tertekan karena mama saya bilang saya tidak mengerti dia dan selalu membela papa saya. Saya rasa saya sudah mengampuni papa saya, tapi kalau dia mabuk atau dia menyakiti mama saya saya kadang jadi benci sekali pada dia, pernah saya berharap dia mati saja atau kalaupun dia meninggal saya tidak akan menangis, saya juga berharap dia kena karma atau sakit parah supaya dia sadar dan terbuka mata hatinya. Kadang saya bilang sudah cerai saja....tapi jauh didalam hati saya, saya tidak ingin, karena merasa bahwa Tuhan tidak ingin itu terjadi. Hari ini mama saya telepon saya karena saya menginap di rumah teman bahwa mereka bertengkar, papa mabuk dan menghina dia bahkan memberi telpon kepada mama saya untuk bicara dengan selingkuhannya, di telepon perempuan itu menghina, mengejek mama saya dan papa saya membela dia. Saya sedih sekali, bingung saya merasa mereka sebaiknya cerai, tapi apa ini jawaban yang benar? apa itu yang terbaik supaya ini segera berakhir?Saya sedih dengan kondisi mama saya, yang jadi orang yang paranoid, jadi over posesif, selalu menuntut saya ada dirumah dengan dia, mendengar dan mendukung dia. Saya sangat mengasihi mama dan papa saya sama. Saya mengampuni dia saya sedang belajar mengampuni perempuan itu tapi masih sulit, saya rasa sulit sekali, saya tidak tau lagi..berat sekali..bisakah bantu saya? apa yang harus saya lakukan?saran doa atau apapun...
Terima Kasih and God Bless
 
July 03, 2009, 02:25:32 PM
Reply #2
  • Guest
Saya punya email dari teman saya yang curhat dan mungkin ada yang bisa memberi jawaban? here is the story :
Shalom, saya memiliki masalah keluarga yang sangat pelik. Saya adalah seorang Kristen yang telah mengenal Tuhan dan ambil komitmen dengan Tuhan sungguh-sungguh sejak 8 tahun lalu, sejak sebelum itu masalah ini sudah ada dan semakin hari makin bertambah parah, saya punya iman dan berharap msalah ini bisa ada jawaban dari Tuhan. Namun ada kondisi dimana Saya bingung harus bagaimana, ingin rasanya menyerah. Masalahnya dimulai beberapa tahun yang lalu papa saya berselingkuh dengan seorang wanita dan dari hasil perselingkuhannya mereka punya 1 anak. Sejak saat itu Papa saya jadi seperti sangat membenci mama saya, dia sibuk dengan perempuan itu bahkan sering menghina mama saya dan keluarganya. Kadang kalau dia mabuk, dia suka mengancam mama saya. Setiap kali mereka bertengkar dan mama saya dalam posisi itu dia pasti datang ke saya seperti minta perlindungan, karena kalau didepan saya papa saya tidak jadi memukul walalupun ada juga dia tetap memukul mama. Setiap hari demi hari kehidupan itu, kebencian dan tidak ada cinta lagi, dalan keluarga makin hari papa saya makin merendahkan mama saya. Tahun demi tahun saya sudah mandiri dan bekerja tapi saya masih tinggal dengan mama dan papa saya karena saya tidak tega meninggalkan mama saya. Saya takut kalau mama sering dipukul atau direndahkan oleh papa saya. Anak perselingkuhan mereka sudah sekitar 10 tahun, papa saya  masih sering ke wanita itu, bahkan di akhir-akhir ini dia sudah tidak malu lagi,semua teman-temannya tahu bahkan dia pernah mengajak anaknya itu ke rumah keluarga besar papa, ada paman dan bibi saya, dan mereka tidak berani bicara karena papa saya yang tertua dan mereka takut pada papa saya jadi mereka diam saja, mereka bahkan seperti tidak peduli dengan semua itu. Yang jeleknya lagi perempuan selingkuhannya sering mneror lewat telepon dan sms ke mama saya. Menertawakan atau memanas-manasi mama saya tentang betapa papa saya sangat mencintai dan segera akan meniggalkan mama saya dan mereka akan menikah dan dia berharap mama saya bisa mati perlahan-lahan tersiksa karena menderita. Kondisi ini saya tau karena mama saya selalu mencritakannya pada saya. Sangat disayangkan juga karena mama saya belum kenal Tuhan, dia selalu memikirkan martabat bahwa dia tidak mau cerai karena malu kalau dia jadi janda, dia tidak mau memberikan kesempatan kepada selingkuhan papa saya mengganti posisinya. Mama saya memang sangat materialistis, bagi dia yang penting selama gaji setiap bulan dia terima dan jika dia mengalah maka perempuan itu akan senang dan mengganti posisinya sebagai istri dan hak-haknya (papa saya seorang PNS). Bahkan mama bilang kalau ketemu wanita itu dia ingin membunuh saja. Mama sangat membenci prempuan itu. Papa saya juga makin dibutakan, hari demi hari kehidupan mereka seperti formalitas, dia hanya menganggap mama saya tidak ada, atau seperti pembantu yang harus menyediakan makanan (bahkan makanan tidak ada saat dia datang dia pasti mengamuk dan memarahi mama saya). Saya bingung, saya hanya bisa diam, saya menderita karena semua yang mama saya cerita setiap hari tentang itu. Memang pernah waktu papa saya dalam kondisi juga mabuk dia mengakui bahwa dia punya anak dan dia tidak mencintai mama saya (dengan sifat merendahkan) dan dia juga cinta wanita, bahkan dia rela dibenci saya (saya sangat dekat dengan papa saya) atau berpisah dengan mama saya untuk perempuan itu. Saya ingin sekali mereka bercerai saja tapi saya tahu keluarga Kristen tidak boleh bercerai. Saya punya iman dan selalu berdoa dan berharap mama saya bisa bertobat dan juga papa saya. Tetapi kalau sudah dalam kondisi drop apalagi saat mama saya juga menyalahkan saya karena saya hanya diam saja, karena menurutnya saya harus labrak wanita itu, saya harus bicara sama papa saya, saya harus bela mama, saya selalu diam dan membela papa saya. Memang kalau mereka sudah berkelahi saya bilang mama utnuk diam saja karena percuma papa lagi mabuk dan dia lagi buta hati karena bagaimanapun dia masih terikat dengan wanita itu, kita berdiam saja dan berdoa. Tetapi saya tertekan karena mama saya bilang saya tidak mengerti dia dan selalu membela papa saya. Saya rasa saya sudah mengampuni papa saya, tapi kalau dia mabuk atau dia menyakiti mama saya saya kadang jadi benci sekali pada dia, pernah saya berharap dia mati saja atau kalaupun dia meninggal saya tidak akan menangis, saya juga berharap dia kena karma atau sakit parah supaya dia sadar dan terbuka mata hatinya. Kadang saya bilang sudah cerai saja....tapi jauh didalam hati saya, saya tidak ingin, karena merasa bahwa Tuhan tidak ingin itu terjadi. Hari ini mama saya telepon saya karena saya menginap di rumah teman bahwa mereka bertengkar, papa mabuk dan menghina dia bahkan memberi telpon kepada mama saya untuk bicara dengan selingkuhannya, di telepon perempuan itu menghina, mengejek mama saya dan papa saya membela dia. Saya sedih sekali, bingung saya merasa mereka sebaiknya cerai, tapi apa ini jawaban yang benar? apa itu yang terbaik supaya ini segera berakhir?Saya sedih dengan kondisi mama saya, yang jadi orang yang paranoid, jadi over posesif, selalu menuntut saya ada dirumah dengan dia, mendengar dan mendukung dia. Saya sangat mengasihi mama dan papa saya sama. Saya mengampuni dia saya sedang belajar mengampuni perempuan itu tapi masih sulit, saya rasa sulit sekali, saya tidak tau lagi..berat sekali..bisakah bantu saya? apa yang harus saya lakukan?saran doa atau apapun...
Terima Kasih and God Bless
 

Runyam dan pelik..
Memang sekadang suami yang seharunya jd imam keluarga .. malah jd sandungan dlm keluarga.

Kalo sudah ada KDRT memang seharusnya pisah rumah ( bukan cerai secara tersurat/resmi)
Tetapi memisahkan diri...dengan rumah yang terpisah spy ketika suami yag mabuk ini tidak membunuh istrinya kalau dilakukan diluar nalarnya.

Pisah rumah juga dengan tujuan .. spy masing masing mengoreksi diri.
sambil terus berdoa.. menunggu pertolongan Tuhan.

Saya berdoa dlm Nama Yesus..
Tuhan memulihkan keluarga tsb..memberikan kesadaran kpd si suami dengan cara Tuhan.
spy Tuhan membuat hati bapa berbalik kepada keluarganya .   

 

   
July 03, 2009, 10:10:31 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 717
  • BROTHERHOOD IN JESUS CHRIST - - - (1Kor 12:27)
Saya berdoa dlm Nama Yesus..
Tuhan memulihkan keluarga tsb..memberikan kesadaran kpd si suami dengan cara Tuhan.
spy Tuhan membuat hati bapa berbalik kepada keluarganya .   
selalu menyertai dan memberikan ketabahan pada Ibu dan anak.
Ameen.

 :angel:
@ RT Anthony de Mello =
“These things will destroy the human race:
politics without principle, progress without compassion, wealth without work, learning without silence, religion without fearlessness and worship without awareness.”
July 03, 2009, 11:50:15 PM
Reply #4
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12072
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
menurut chrisma, ngga boleh bercerai, yang terbaik sekarang ya belajar mengampuni, walaupun berat tapi bersama Yesus ngga ada yang mustahil, mesti sabar dan tetap bertekun dalam berdoa dan bergumul.
may God be with u
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
July 04, 2009, 11:48:57 AM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 18
  • Gender: Female
Masalahnya memang sangat pelik. Tapi sepelik apa pun masalah pasti ada jalan keluarnya. Perceraian hanya jalan pintas yang dipakai orang-orang untuk bisa menyelesaikan masalah dengan instan. Alkitab dengan jelas menyatakan apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan ga bisa dipisahkan oleh manusia. Hanya Tuhan yang bisa dan itu bila maut yang memisahkan.

Berdoalah dengan tekun dengan mama dan papamu. Dlam sharingnya di bilang kalo dia dekat dengan papanya bukan? Nah itu bisa jadi celah yang terbuka untuk menyelesaikan masalah. Dekat berarti komunikasi bisa berjalan baik kan. So, tanyakan perihal kondisi yang sekarang..

Hal seperti itu timbul bisa jadi karena adanya ketidakpuasan akan pasangannya. Lewat komunikasi yang dibangun dengan bijak, hal ini tentu bisa tergali dan bila sudah paham akar masalah yang sebenarnyalah maka jalan keluarnya bisa dipikirkan dengan baik.

Allah adalah Empunya hati, Empunya kehidupan setiap manusia. Banyak cara yang bisa Tuhan pakai untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Hanya jangan kita batasi,percaya, Tuhan tidak tinggal diam.

Bila kita sungguh* mengampuni orang tua, dan bila kasih yang kita miliki terhadap orang tua di dalam Kristus, maka kesalahan apa pun yang dilakukan oleh orang tua kita nda akan buat kita benci pada mereka. Hal yang wajar bila perilaku yang terlihat demikian karena belum berjumpa dengan Allah secara pribadi.

Tetap yakin bahwa pencobaan yang kamu hadpi nda akan melebihi kekuatanmu dan Allah akan menyediakan jalan keluar bagimu. tetap kuatkan mama, tetap berdoa, terus beritakan kabar baik pada mama kamu.. bahwa dalam Tuhanlah kedamaian itu ada..
July 05, 2009, 11:37:27 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2000
  • Gender: Male
Coba selidiki akar permasalahannya yang mungkin dimulai dari 10-20 tahun yang lalu. Perselingkuhan ayah hanyalah salah satu akibat dari sebab-sebab yang mungkin belum kamu ketahui.

Saya coba tuliskan beberapa kemungkinan sebab perselingkuhan ayah :
1.   Kasih sayang.
Kurangnya kasih sayang ibu kepada ayah sangat berperan besar sebagai sebab ayah berselingkuh. Kasih sayang bentuknya dapat bermacam-macam. Contohnya :
-    Makanan. Apakah ibu selalu menyajikan makanan bagi ayah? Apalagi makanan favoritnya. Banyak yang bilang, sebelum mencuri hati pria, puaskan dulu perutnya.

-    Sex. Ini adalah penyebab terbanyak. Wanita selingkuhan mungkin lebih mengetahui bagaimana cara memuaskan ayah secara seksual daripada ibu. Tanpa mengurangi rasa hormat, cobalah untuk mempelajari teknik-teknik bercinta dan perdalam keintiman hubungan ayah ibu dengan hal-hal sederhana seperti pelukan, ciuman, sentuhan, pijatan, dsb secara sering.

-    Rasa dihargai. Apa ibu selalu menghargai pemberian ayah? Apa ibu menghargai pekerjaan ayah? Apa ibu merasa bangga terhadap ayah? Mungkin hal-hal ini bisa jadi bahan pertimbangan dan dikoreksi.

-    Perasaan dibutuhkan. Terkadang semua orang mempunyai perasaan ingin dirinya dibutuhkan, ingin dirinya diandalkan dalam hal kecil maupun besar. Libatkanlah ayah dalam hal-hal yang membuat dirinya jadi berperan besar seperti dalam pengambilan keputusan, penyelesaian suatu masalah, dsb. Dan seandainya jika ayah gagal atau kurang mampu melakukannya, jangan sekali-kali merendahkannya, mengejeknya hanya dengan maksud bercanda pun jangan. Kita tidak tahu seberapa sensitif perasaan orang lain. Namun seharusnya kita menyemangatinya (namun jangan berlebihan) dan membantunya.

-    Posesif. Apa ibu bersikap terlalu posesif terhadap ayah? Apa ibu sering mencurigai ayah? Apa ibu terlalu mengekang ayah? Apa ibu bersikap terlalu cemburu terhadap orang-orang di sekitar ayah?

-    Perhatian. Inilah yang paling penting. Ibu harus selalu memperhatikan ayah. Ibu harus selalu mengetahui (atau setidaknya mencoba mengetahui) isi hati dan kondisi fisik ayah. Misalnya, disaat ayah sedih, tanyakan secara halus dan secara tak langsung. Saat ayah lelah sepulang kerja, sediakan minuman, sambut dengan wajah ceria, dsb. Ibu harus pintar dalam mengenali perubahan suasana hati ayah dan fisiknya serta mengetahui cara yang efektif dalam menanganinya.

-    Bosan. Dalam usia pernikahan yang relatif lama, terkadang pasangan suami istri bisa dilanda rasa jenuh. Cobalah buat hal-hal baru yang kreatif dan belum pernah atau jarang dilakukan untuk menyenangkan hati ayah. Misalnya, rayakan hari ulang tahun ayah, rayakan hari ayah sedunia (tanggal berapa tuh, saya juga lupa), dsb dengan cara yang mengejutkan ayah dan yang kira-kira tak pernah terbayangkan oleh ayah. Manfaatkan momen-momen yang ada untuk diciptakan seindah mungkin.

Mengingat keadaannya sudah seperti ini, hal-hal diatas akan sulit dilakukan. Namun cobalah perlahan-lahan, mulai dari hal-hal yang kecil.
Tips tambahan : coba selidiki juga kelebihan wanita selingkuhan ayah, entah bagaimana caranya. Apa hal-hal positif yang dia miliki yang tidak dimiliki oleh ibu? Ibu harus berusaha melakukan segala sesuatu secara lebih baik daripada wanita selingkuhan ayah.

2.    Anak lelaki.
Ceritanya sedikit kurang detil. Cerita ini tidak disebutkan, tapi saya tebak “klien” kita ini adalah perempuan, dan anak dari selingkuhan ayah adalah laki-laki.
Ada kemungkinan ayah sangat ingin anak laki-laki namun ibu tidak bisa memberikannya karena suatu hal.
Jika tidak benar, lupakan bagian nomor 2 ini.
Jika benar, mungkin ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuka pikiran ayah.
Biasanya seorang ayah sangat menginginkan anak laki-laki, karena anak laki-laki yang akan meneruskan nama keluarga. Anak laki-laki juga dapat menjadi orang yang sesuai dengan harapan ayah, walau sebenarnya tidak baik memaksakan kehendak ayah akan masa depan anaknya. Kebanyakan anak laki-laki lebih bisa diandalkan dalam banyak hal dan menjadi kebanggaan ayahnya.
Cobalah untuk tunjukkan kepada ayah bahwa pemikiran seperti itu adalah salah. Tunjukkan dengan perbuatanmu. Jadilah anak yang bisa membanggakan ayah. Tunjukkanlah walaupun kamu perempuan, tapi bisa mengalahkan laki-laki manapun.


Masalah cerai atau tidak, tanyakanlah ke hatimu yang terdalam. Sebenarnya bagaimana gambaran yang kamu inginkan terhadap hubungan ayah ibu. Jika tidak ingin bercerai, saya amat menyarankan jangan sampai pisah rumah atau putus hubungan. Hal tersebut akan membuat wanita selingkuhan ayah lebih leluasa bergerak.

Cobalah mengenalkan figur Yesus kepada ibu, namun sebagai permulaan, bukan dengan ajaran-ajaran atau ayat-ayat alkitab. Namun dengan perbuatanmu. Tunjukkan betapa besar kasih kamu terhadap ayah dan ibu. Tunjukkan seberapa dahsyat kasih Yesus kepada manusia selayaknya kamu tunjukkan kasih kepada orang-orang disekitar kamu.

Jangan pernah menyerah. Apakah Yesus pernah menyerah untuk menunjukkan jalan hidup yang benar kepada manusia? Bahkan sampai mati disalibkan pun Yesus tidak menyerah. Seandainya kamu putus asa, ingatlah Yesus tidak pernah berhenti mengasihi manusia, demikian juga kamu seharusnya tidak berhenti mengasihi dan mengupayakan terjalinnya kasih antara ayah ibu. Carilah segala cara-caranya di buku, internet, pengalaman orang lain, atau di manapun yang bisa dijadikan referensi untuk memulihkan keluargamu.

GBU
I live for You, for You have died for me
July 19, 2009, 08:28:54 AM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 325
coba aja dulu suruh ngomongin masalah ama suaminya, abis itu baru lo liat hasilnya kalo masih ribut juga. Jangan ikut campur lagi, Mereka dah dewasa
fungsi dari gereja adalah mencari jiwa yang hilang, bukan malah berebut jemaat dengan gereja lain.
July 20, 2009, 12:10:58 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9699
  • Gender: Male
    • my Christian Blog
  • Denominasi: gak ada aliran
sebisa mungkin jangan ber cerai... give Jesus 100% in ur fam ..


GBU
My Christian Blog : inspireoffaith.blogspot.com

lebih baik menjadi Pelaku Firman, Daripada
menjadi Penjabar/pendebat Firman
August 16, 2009, 03:01:28 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1391
  • Gender: Female
  • Si Kupluk
Gw mau sarani cerai demi keselamatan mama kamu tapi hidup menjanda juga gak mudah apalagi di Indo (kayaknya TS di Indo ya?), dari persepsi masy ttg status janda itu sendiri sampe masalah ekonomi yg akan dihadapi. Gw gak tau apa nyokap kamu bisa atau mau menghadapi semua itu.
Tapi di lain pihak mama kamu ada benarnya ttg gak mau ngalah ke selingkuhan papa kamu dan dia berhak mempertahankan RTnya.

Kalo gw pribadi, gw akan bercerai demi keselamatan diri sendiri.
Kalo selingkuhan suami gw ingin mendapatkan suami gw yg tukang mabuk2an dan tukang mukul wanita, silahkan.
Tp gw akan bikin si selingkuhan itu tanda tangan surat perjanjian bahwa dia akan urus suami gw ampe matek krn biasanya dlm kasus spt ini saat si cowo uda tua, miskin dan sakit2an, si cewe (pencuri suami org) akan mengembalikan si cowo ke istrinya.

Mungkin akan sulit hidup menjanda di usia lanjut tapi gw akan berharap anak2 gw bisa ikut membantu dan gw akan coba sebisa mungkin utk gak terlalu membebani anak2 gw scr finansial dgn buka usaha atau bisnis kecil2an.

FT bilang boleh cerai kalo alasannya zinah tp kita gak boleh kawin lagi.
Dalam hal ini si suami sudah berzinah dgn wanita lain dan istrinya gak diharuskan utk mempertahankan RT krn Tuhan juga gak mau RT yg gak kudus.

Quote
Mat 5:32 Tetapi Aku (Yesus) berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
"For those who believe, no proof is necessary. For those who don't believe, no proof is possible." - Stuart Chase
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)