100 % Allah - 100 % Manusia (PROTESTAN ONLY!)

koq tau kalo semak sudah tidak kudus…? memang pernah kesana dan bertemu semaknya…? letaknya di koordinat berapa…? :smiley: ;D

@Bro Limited,

Itu kan salah satu contoh :smiley: … kan banyak peristiwa lain juga … atau contoh lain-nya Gunung Sinai, Gunung Tabor, dsb …

Btw thread ini “limited” loh :smiley: hehehe

Itulah saya berpendapat di trit lain bahwa: doktrin tritunggal, duo-hipotastis dan Mariologi itu adalah satu paket.

Yang menerima itu tanpa menerima doktrin Mariologi kurang konsisten, tetapi yang menerima sekaligus mariologi (RK) plintat-plintut dengan doktrinnya sendiri. :char11:

ketika Yesus di Golgota maka semua di golgota menjadi Kudus, ketika Yesus di galilea semua galilea menjadi kudus… ;D

tapi masih tanggung kali bro, bagaimana dengan dunia…? Selama YESUS di dunia maka semua yang ada di dunia adalah Kudus…?

setuju nga…?

======

Kenapa Tabut Allah diharuskan selalu Kudus Padahal didalamnya Hanya ada Tongkat Gembala, Roti Hidup dan Firman…? tanya kenapa… :smiley:

kenapa bukan dunia yang kudus, padahal tabut allah ada didunia juga…? ;D

silakan saya hanya intermezzo aja, kalo ada hal2 yang menurut saya nga masuk akal…

silakan dilanjutkan dengan bro moe…!

Matius 1:
18 Kelahiran YESUS KRISTUS adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari ROH KUDUS, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Maria mengandung YESUS yang adalah dari ROH KUDUS.

Sedangkan anak-anak lain dari Maria dan Yusuf adalah hasil perkawinan mereka.

[email protected]

Kalau kita mau mengejar pembuktian existensinya Yesus dng 100% manusia dan 100 Allah, apakah ayat-ayat yang anda usung tsb, seperti adanya sebutan saudara-saudara Yesus tsb dapat menganulir predikat 100 % Allah pada diri Yesus…???. Akan tetapi Menurut saya, malahan ayat tsb semakin memperjelas dan malahan sebaliknya dapat dijadikan sebagai suatu kesaksian yang valid untuk menjelaskan siapa sebetulnya Yesus Kristus dan siapa sebetulnya Maria ( Ibunda Yesus ) tsb.

Dalam Alkitab sangat jelas menceritakan kronologis kejadian bagaimana sampai Maria mengalami kehamilan atau mengandung Bayi Yesus bukan…??
Dan Alkitab juga menjelaskan hubungan pertunangan ,Yng notabene belum masuk ke hubungan perkawinan antara YUSUF dan Maria. Tetapi Maria sudah mengalami Karya besar Tuhan Allah yang sudah bekerja atas dirinya, yakni sudah hamil saat dia Maria masih perawan / gadis.
Kemudian ditambah lagi ketetapanNYA bahwa Yusuf tidak mengauli ( menyetyubuhi ) Maria , sebelum Yesus Lahir kedunia. bukan…??.

Yang penting lagi dalam Alkitab harus kita sadari bersama , bahwa Alkitab tidak menceritakan secara samar maupun detailnya proses keluarnya Bayi YESUS dari rahim Maria tsb lho…?? apakah secara normalnya / layaknya sebagaimana wanita umumnya yang hamil melahirkan bayinya ataukah ada caranya Tuhan yang dapat dikatakan suatu proses mukjizat yang dialamai oleh Maria…??
Namun proses kelahirannya hanya sebatas yang dijelaskan dalam ayat Lukas 2 : 6 tsb bukan…??

So…?? KALAU SECARA LOGIKA kita manusia pada umumna, ketika bayi keluar dari rahim seorang wanita, pastilah ( maaf ) melalui jalur fasilitas yang dimiliki oleh seorang wanita bukan…?? ( melalui saluran vagina )… Bisa juga dengan logika kita manusia ( dng cara membuat asumsi lain ), bahwa keluarnya / lahirnya Bayi Yesus dari Rahim Maria melalui cara yang tidak lazim, YAKNI MELALUI OPERASI SESAR…tapi Tangan Tuhan yang mengerjakannya.

Sehingga kalau mengambil kesimpulan dari pola pikir tsb…dasar alasannya adalah supaya ada dua opini yang harus di pertahankan / ditampilkan sebagai suatu pandangan Bahwa :
1 ), Maria harus tetap dalam kondisi dan status perawan ( gadis ), walaupun dia sudah melahirkan Bayi Yesus.
2). Segala sesuatunya " mungkin" ( TIDAK MUSTAHIL )…bagi ALLAH bukan…???

Kalau pijakan seperti diatas… ( walaupun sebatas asumsi saja )…maka konsekwensinya sudah pasti tertanam suatau konsep mengenai Maria, Bahwa beliau masih tetap perawan ( gadis ). Dan saat menjalankan pernikahannnya dng Yusuf sebagai suaminya Beliau masih perawan ting-ting. Dan dalam istilah yang rohani, bahwa perkawiaan tsb adalah perkawinan yang kudus adanya…bukan…??

Selanjutnya dalam perajalan waktu perkawian Yusuf dan Maria tsb, maka Pasangan suami -istri tsb melahirkan anak
anaknya lagi sesuai ayat Matius 13 : 55, yakni : yakobus, yusuf, simon dan yudas.

Secara kultur budaya manusia dari dahulu kala s/d sekarang, maka sebutan bagi anak-anak yang dilahirkan dari satu ibu satu ayah dng berasl dari satu rahim ibu…disebut saudara-sadara sekandung pula.
Namun jika ada orang yang berkata lain terhadap Yesus dng Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas…bahwa mereka tidak bisa dkatakan sebagai saudara sekandung…??? Ya mungkin ada alasan lain yang dimiliknya bukan…??

Apakah dng demikian ( seperti diatas ), lantas kita bisa menjadi ragu dan sangsi jadinya terhadap existensi Yesus,
Bahwa Yesus tidak menjadi 100% Allah…??? Tapi hanya menganggap hanya 100% Manusia…??? heheheh
Kita kembalikan saja kepada IMAN PERCAYA KITA MASING MASIN BUKAN…?? kARENA iMAN TIDAK BISA DIPAKSAKAN OLEH MANUSIA, TAPI ITU BENTUK kARUNIA DARI ALLAH.

Dan ada lagi yang mengatakan , bahwa saudara-saudara Yesus juga disebut Anak-anak Allah…?? ya iya lah…!!
Wong …Alkitab mengatakan sendiri bahwa siapa yang hidup di bawah Roh Kudus adalah Anak Allah bukan…??

So…?? what getho loh…?? hehehhe

Salam GBU

Karena pas lagi nulis tanggapan tapi ternyata keburu di lock, maka nitip disini.
:smiley:

Pertama, pengertian anda tentang inkarnasi sendiri belum tepat, pengertian anda seolah2 roh itu berubah bentuk menjadi daging, sehingga form roh tdk ada lagi, melainkan daging. Sedangkan sebenarnya arti dr inkarnasi adlah penjelmaan dari pribadi (rohani) ke dalam suatu bentuk/mahkluk/materi. Jadi bukah roh yg berubah bentuk. (bukan perubahan bentuk)

- Lalu apa pula yang dimaksud dengan HYPOSTATIC UNION??

Hubungan TUBUH dan ROH yang ada pada MANUSIA tidak pernah disebut sebagai HYPOSTATIC UNION, frasa tersebut melainkan digunakan dalam menjelaskan union antara natur Allah dan Natur manusia pada Pribadi YESUS KRISTUS. [natur manusiawi KRISTUS menyatu secara hypostatic dengan natur ilahi]

Yang lahir, menderita, wafat, dan bangkit itu bukanlah Allah sebagai Allah atau manusia sebagai manusia

melainkan

Allah sebagai manusia (God-Man) atau Manusia sebagai Allah (Man-God)

Kesalahan dari konsep HU adalah berangkat dari kesalah pahaman tentang “ROH berubah menjadi daging”, menurut saya itu salah kaprah.

“Secara komposisi”, Yesus tidak berbeda dgn manusia yg merupakan kesatuan dari roh, tubuh, dan jiwa. Yg membedakan adalah aspek "kualitas"nya, karena tidak melibatkan ayah biologis dalam keberadaanNya, melainkan heavenly Father.

Pada last supper, perkataan YESUS berikut ini harus dipahami dalam konteks yang sama:

“Inilah TubuhKu”===> human & divine. [bukan: “Inilah tubuh manusiawiku”]

“inilah piala DarahKu”===> human & divine.

“Inilah tubuhku” jgn di artikan scr literal, jelas bahwa Yesus tdk sedang memultilasi badannya.

Saya tidak mengerti maksud dari postinganmu ini. Dan saya kira tidak ada hubungan sama sekali.

Matius 12

12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.

====

Salam,

Hal2 yg sederhana tidak anda mengerti, tapi anda sudah beranjak ke konsep2 theologi manusia yg hanya memperumit pengertian. Bukan hikmat yg anda cari, tapi ajaran manusia.

Yohanes 2:19
“Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

=>> “Bunuhlah tubuhku ini, dan dalam tiga hari Aku akan bangkit kembali.”

Masa yg begini saja juga belum ngerti ya…

GBU

Makanya jangan kelamaan… :slight_smile:

Pertama, pengertian anda tentang inkarnasi sendiri belum tepat, pengertian anda seolah2 roh itu berubah bentuk menjadi daging, sehingga form roh tdk ada lagi, melainkan daging. Sedangkan sebenarnya arti dr inkarnasi adlah penjelmaan dari pribadi (rohani) ke dalam suatu bentuk/mahkluk/materi. Jadi bukah roh yg berubah bentuk. (bukan perubahan bentuk)

Lebih tepatnya adalah: pengertian saya sudah melewati batas pemahamanmu :char11:

Saya tidak pernah mengatakan berubah menjadi daging/manusia. Sebab jika demikian yang tersisa akhirnya hanyalah natur manusiawi tanpa natur ilahi. Pada kenyataannya saya tidak pernah berpandangan bahwa Yesus hanyalah manusia tok, melainkan manusia dan Allah.

Inkarnasi memiliki makna yang lebih luas dari sekedar pribadi ‘immateri’ menempati/menjelma ke dalam ‘materi’. Silakan Anda pahami lebih jauh dengan makna ‘mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.’ yang ada di Fil 2:7

Jadi, Inkarnasi memang ‘seolah-olahberubah menjadi daging/manusia tapi bukan.

Inkarnasi versi Anda akhirnya melahirkan pemahaman bahwa yang lahir, menderita sengsara, dan mati hanyalah Yesus sebagai manusia dan bukan Yesus sebagai manusia dan Allah.

Padahal yang dimaksud adalah sbb:

  • yang dicambuk adalah daging… tapi yang merasakan sakit dari cambukan tersebut bukan hanya kemanusiaan Yesus, tetapi juga Allah.

  • yang dipaku di kayu salib adalah daging… tapi yang tersalib dan merasakan sakit bukan hanya kemanusiawian Yesus tetapi juga keilahian-Nya.

  • demikian halnya dengan lahir, haus, lapar, marah, sedih, mati, dan bangkit.

Jadi, sekali lagi Untuk semua member:

Inkarnasi bukan hanya sekedar menjelma/berjubah/mengenakan/bertopeng/daging atau manusia

tetapi juga:

Turut serta merasakan dan mengalami apa yang dirasakan dan dialami oleh daging/kemanusiawian tersebut bahkan turut merasakan akibat dari dosa, i.e. maut.

[karena Allah dalam ‘keilahianNya/alamnya’ adalah simple, tak bisa merasa, tak memiliki emosi, tak berupa/wujud/bentuk, tak dapat dilihat, tak dapat disentuh; SEHINGGA supaya DIA dapat merasa, dapat dilihat, dapat disentuh, dapat marah dan sedih, dapat dilahirkan, dapat mati makanya DIA ber-inkarnasi]

Point utama dari Inkarnasi adalah untuk itu. Jadi bukan untuk diam saja dan tenang-tenang saja dalam pribadi Yesus, sementara yang menderita, marah, sedih, lapar, mati, disalib hanyalah Manusia.

Jika begitu… itu namanya bukan kasih… tapi kepura-puraan dan kemunafikan. Mending Allah gak usah berinkarnasi jika toh manusia juga yang jadi ‘tumbal’.

Kesalahan dari konsep HU adalah berangkat dari kesalah pahaman tentang "ROH berubah menjadi daging", menurut saya itu salah kaprah.

“Secara komposisi”, YESUS tidak berbeda dgn manusia yg merupakan kesatuan dari roh, tubuh, dan jiwa. Yg membedakan adalah aspek "kualitas"nya, karena tidak melibatkan ayah biologis dalam keberadaanNya, melainkan heavenly Father.


Roh lagi… roh lagi

HU adalah soal human nature Vs divine nature BUKAN… BUKAN… BUKAN soal roh vs daging.

Laagipula, sudah dari kapan saya menanyakan pilihan ‘komposisi’ dari Yesus kepada Anda… jawaban Anda tetap saja gak ada, malah akhirnya jadi berkesimpulan bahwa roh semua manusia adalah juga Allah karena dihembuskan oleh Allah.

Yesus =//= manusia.

Yesus= creator (Firman yang menjadi Manusia)

Manusia (jiwa+raga+roh) = creation

"Inilah tubuhku" jgn di artikan scr literal, jelas bahwa YESUS tdk sedang memultilasi badannya.

Sudah terlalu banyak spekulasi makna dari ucapan Kristus tersebut… tidak satupun yang pas selain menerimanya secara literal.

Aksiden dari roti dan anggur tidak berubah, tapi substansinya berubah.

Daripada melebar kemana-mana, silakan pelajari dulu yg berikut (setelahnya silakan datang lagi atau buka thread baru atau ikuti thread yg sudah ada membahas masalah ini) :

- transubstansi
- Substansi Vs Aksiden (kategori oleh Aristoteles)

  • ST-nya Thomas Aquinas, artikel II, question 77 (mengenai: Aksiden dan kaitannya pada Subjek dari aksiden tersebut)
Hal2 yg sederhana tidak anda mengerti, tapi anda sudah beranjak ke konsep2 theologi manusia yg hanya memperumit pengertian. Bukan hikmat yg anda cari, tapi ajaran manusia.

Yohanes 2:19
“Jawab YESUS kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

=>> “Bunuhlah tubuhku ini, dan dalam tiga hari Aku akan bangkit kembali.”

Masa yg begini saja juga belum ngerti ya…

GBU

Yang saya minta kepada Anda adalah: focus, bukan arti ‘bait Allah’.

Please deh… jangan ke-geer-an [lha wong di ayat 21 saja sudah dinyatakan langsung apa yang dimaksud dengan ‘bait Allah’ pada ayat 19]

Dari kemarin Anda mengartikan maksud dari suatu ayat… padahal saya tidak memintanya, gak perlu.

Bahasan kita adalah Inkarnasi yaitu Logos di Yoh 1:1… lha koq yg tiba2 memunculkan Yoh 2:19???

Salam,

P.s

Sorry buat TS… jika akhirnya ikut post juga disini… semoga hanya post yg satu ini.

pantesan banyak reliqui ya? :o

Kalau menurut pendapat saya,

Alkitab mengatakan setiap orang sudah jatuh dalam dosa dan kurang kemuliaan Allah.

Waktu jaman Musa sebelum bangsa Israel menghadap Tuhan harus menguduskan dirinya, bukan berarti orang2 itu jadi tanpa dosa?

Kalau kita renungkan sebelum kejatuhan manusia dalam dosa, manusia tidak mati baik jasmani maupun rohani.

Lalu setelah jatuh dalam dosa manusia mati.

Orang2 Israel dan musa juga masih mati jadi belum juga bebas dari dosa asal.

Demikian juga Maria mati jasmani, ini pengakuan katolik sendiri.

Jadi Maria juga belum bebas dari doa asal.

Semua maunia dosa dihadapan Allah.

Untuk dipakai sebagai sarana melahirkan Tuhan tidak perlu harus bebas dosa.

Tuhan datang ke kandang yang hina tapi Dia tetap mulia.

Tuhan hadir dalam rahim manusia berdosa tapi dia tetap Kudus.

Dosa sekitar Tuhan tidak akan mempengaruhi kekudusan Tuhan.

Tuhan itu maha hadir berarti dia hadir juga di night club, dan tempat2 maksiat lainnya tapi Dia tetap suci.

Kekudusan Tuhan tidak disebabkan atau atas jasa kekudusan Maria, kekudusan Tuhan tidak akan pudar oleh apapun juga.

maksudnya??

Kalau bicara mengenai term inkarnasi, seharusnya kita berpatokan pada definisi dari term tsb, kalau ternyata term tsb tdk menampung yg anda maksudkan maka sebaiknya cari term lain, atau pakai “inkarnasi plus”… :smiley:

Dan ketika terjadi inkarnasi maka akan selalu form asalnya akan kosong, karena sudah tinggal dalam form barunya di bumi.

Inkarnasi versi Anda akhirnya melahirkan pemahaman bahwa [i]yang lahir[/i], [i]menderita sengsara[/i], dan [i]mati[/i] hanyalah [b]YESUS sebagai manusia[/b] dan bukan [b]YESUS sebagai manusia dan Allah[/b].

Padahal yang dimaksud adalah sbb:

  • yang dicambuk adalah daging… tapi yang merasakan sakit dari cambukan tersebut bukan hanya kemanusiaan YESUS, tetapi juga Allah.

  • yang dipaku di kayu salib adalah daging… tapi yang tersalib dan merasakan sakit bukan hanya kemanusiawian YESUS tetapi juga keilahian-Nya.

  • demikian halnya dengan lahir, haus, lapar, marah, sedih, mati, dan bangkit.

Jadi, sekali lagi Untuk semua member:

Inkarnasi bukan hanya sekedar menjelma/berjubah/mengenakan/bertopeng/daging atau manusia

tetapi juga:

Turut serta merasakan dan mengalami apa yang dirasakan dan dialami oleh daging/kemanusiawian tersebut bahkan turut merasakan akibat dari dosa, i.e. maut.

[karena Allah dalam ‘keilahianNya/alamnya’ adalah simple, tak bisa merasa, tak memiliki emosi, tak berupa/wujud/bentuk, tak dapat dilihat, tak dapat disentuh; SEHINGGA supaya DIA dapat merasa, dapat dilihat, dapat disentuh, dapat marah dan sedih, dapat dilahirkan, dapat mati makanya DIA ber-inkarnasi]

Point utama dari Inkarnasi adalah untuk itu. Jadi bukan untuk diam saja dan tenang-tenang saja dalam pribadi YESUS, sementara yang menderita, marah, sedih, lapar, mati, disalib hanyalah Manusia.

Jika begitu… itu namanya bukan kasih… tapi kepura-puraan dan kemunafikan. Mending Allah gak usah berinkarnasi jika toh manusia juga yang jadi ‘tumbal’.

Yg merasakan sakit, lapar, marah, mati adalah nature manusianya, karena ROH tdk terpengaruh sama sekali dgn aksi2 fisik. Roh tidak akan kelaparan jika manusia tidak makan beberapa hari, roh tidak akan sakit jika orang mengalami celaka badan, roh tidak akan marah jika jiwa manusianya marah, bahkan roh tdk akan mati jika manusianya mati.

Ketika menjadi manusia maka yg ada cuma 100% manusia saja yg ada, hanya saja untuk Yesus dia memiliki kelebihan yg tidak dimiliki manusia biasa.

Karena manusia biasa (kita2 ini) sebenarnya bukan lagi bisa di sebut sebagai 100% manusia.

Saya setuju jika yg mengalami semua itu adalah aspek daging dan jiwa Yesus, namun BUKAN ROH. Dari thread sebelah aja terlihat bahwa anda belum paham roh, yg menurut anda jika manusia memperoleh karunia roh kudus lalu rohnya jadi dobel… :coolsmiley:

Roh lagi... roh lagi HU adalah soal [b]human nature[/b] Vs [b]divine nature[/b] BUKAN... BUKAN... BUKAN soal [b]roh[/b] vs [b]daging[/b].

Laagipula, sudah dari kapan saya menanyakan pilihan ‘komposisi’ dari YESUS kepada Anda… jawaban Anda tetap saja gak ada, malah akhirnya jadi berkesimpulan bahwa roh semua manusia adalah juga Allah karena dihembuskan oleh Allah.

Lha emangnya ada roh lain selain dari Allah? Udah tanya pastor anda belum? Kalau anda berpendapat bahwa roh manusia di ciptakan “from nothing” silahkan kasih dasarnya, tapi jgn keluar dari definisi “di ciptakan” ya…

YESUS =//= manusia.

YESUS= creator (Firman yang menjadi Manusia)

Manusia (jiwa+raga+roh) = creation

Manusia memang ciptaan, tapi manusia yg mana? Anda? saya? mereka?
Yg di maksud manusia sbg “ciptaan” adalah “ras manusia”, bukan per individu. Yg paling tepat di sebut ciptaan adalah Adam, selanjutnya (anda, saya, mereka) adalah tercipta dari hasil dari perintah “be Multiply!”.
Ketika firman itu menjadi manusia ya ia menjadi manusia sama seperti manusia biasa (jiwa/raga/roh).

Sudah terlalu banyak spekulasi makna dari ucapan KRISTUS tersebut... tidak satupun yang pas selain menerimanya secara literal.

Aksiden dari roti dan anggur tidak berubah, tapi substansinya berubah.

Bukankah menerimanya secara literal juga merupakan spekulasi anda? Ketika anda menganggap bahwa roti dan anggur berubah substansi apakah lalu berarti bahwa anda menerima tubuh dan darah kristus berkali2? kenapa berkali2? Terus apa bedanya dgn baptis? bukankah itu juga menerima kristus? Apakah para rasul juga melakukan ekaristi?
Ataukah hanya “another” tradisi?

Perjamuan terakhir adalah “peristiwa simbolik”, di mana Yesus secara simbolik mengungkapkan bagaimana keselamatan dalam kristus akan terjadi, yaitu dgn hidup dlm Dia dan Dia dalam kamu (menerima Kristus dlm dirimu, menjadi ranting), bukan makan roti2an segala.

Apakah ketika Yesus mengatakan “Akulah roti yg turun dari langit” jg anda artikan literal?

Daripada melebar kemana-mana, silakan pelajari dulu yg berikut (setelahnya silakan datang lagi atau buka thread baru atau ikuti thread yg sudah ada membahas masalah ini) :

- transubstansi
- Substansi Vs Aksiden (kategori oleh Aristoteles)

  • ST-nya Thomas Aquinas, artikel II, question 77 (mengenai: Aksiden dan kaitannya pada Subjek dari aksiden tersebut)

Ngapain saya musti baca segala ajaran manusia untuk mengenal Yesus? Apakah Alkitab belum cukup? Sepertinya anda sudah terbalik dgn menjadikan ajaran manusia sbg acuan dlm memahami Alkitab.

Yang saya minta kepada Anda adalah: [i]focus[/i], bukan arti '[i]bait Allah[/i]'.

Please deh… jangan ke-geer-an [lha wong di ayat 21 saja sudah dinyatakan langsung apa yang dimaksud dengan ‘bait Allah’ pada ayat 19]

Dari kemarin Anda mengartikan maksud dari suatu ayat… padahal saya tidak memintanya, gak perlu.

Bahasan kita adalah Inkarnasi yaitu Logos di Yoh 1:1… lha koq yg tiba2 memunculkan Yoh 2:19???

Salam,

P.s

Sorry buat TS… jika akhirnya ikut post juga disini… semoga hanya post yg satu ini.

Justru Yoh 2:19 adalah penjelasan Yesus sendiri mengenai apa yg terjadi ketika Dia mati, tubuh (bait Allah) bisa mati (roboh) , namun roh (Allah) tidak. Jelas sekali di sini Yesus mengkontraskan antara tubuh dan isi.

Kalau isinya (Roh) ikut mati terus siapa yg membangunkannya? :rolleye0014:

Anda selalu keberatan jika saya mengutip ayat Alkitab sbg dasar penjelasan, namun anda malah menawarkan berbagai ajaran/pikiran manusia yg ga jelas . Mungkin anda lebih menyukai yg tidak Alkitabiah? Atau lebih suka bermain dgn istilah2 serem biar terlihat angker (pinter?)? :coolsmiley:

Apakah anda meyakini pemikiran2 Thomas A sbg kebenaran? Kenapa tidak mencoba berpikir sendiri? Toh kita sama2 punya otak dan Alkitab dan roh kudus yg siap membimbing kita?

GBU

lu memang bukan manusia? pendeta memang bukan manusia? ;D

Sola scriptura adalah tidak alkitabiah

Sola scriptura adalah tidak alkitabiah

Saya sih tidak berani mengatakan ‘sola scriptura’ itu tidak alkitabiah. Cuma yang harus diberi perhatian iaitu orang yg klaim ‘sola scriptura’ juga memiliki dogma yang saling kontradiktif. Jadi antara sesama pemeluk ‘sola scriptura’ juga ada hal yg tidak beres.

Misalnya;

Protestan ==> Inkarnasi bermaksud Allah menambahkan satu hakikat baru (Manusia) disamping hakikat yg sedia ada (hakikat Allah). Jadi YESUS sungguh Allah dan sungguh Manusia.

Protestan simonsez ==> Inkarnasi bermaksud hakikat Allah hilang-lenyap, yang muncul hakikat Manusia. Kayak Gajah menjelma menjadi Tikus, Gajahnya hilang, yang muncul sekarang ialah Tikus. Jadi YESUS 100% Manusia dan 0% Allah. Ajaran ini sudah banyak ditolak oleh para theolog Protesten mainstream dengan menyimpulkan bahwa pemahaman seperti ini dikelompokkan sebagai Bidat!

Sekadar infor.

Kebanyakan heresy yang terjadi karena mencoba memahami dan menjelaskan. Niatnya sendiri bukanlah untuk menjerumuskan ke heresy.

Inkarnasi adalah mysteri; Tritunggal adalah mystery… benar. Tapi jika berhenti pada pakem ini… yeah tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.

Makanya mencerna apa yang dikatakan seseorang tidaklah secara parsial dan pada satu kesempatan.

Dan ketika terjadi inkarnasi maka akan selalu form asalnya akan kosong, karena sudah tinggal dalam form barunya di bumi.

Masalahnya Allah tidak memiliki bentuk. Pengenalan akan Allah hanya bisa dilakukan via kuasaNya/dayaNya yang mewujud pada ciptaan.

Yg merasakan sakit, lapar, marah, mati adalah nature manusianya, karena ROH tdk terpengaruh sama sekali dgn aksi2 fisik. Roh tidak akan kelaparan jika manusia tidak makan beberapa hari, roh tidak akan sakit jika orang mengalami celaka badan, roh tidak akan marah jika jiwa manusianya marah, bahkan roh tdk akan mati jika manusianya mati.

Hubungan kesatuan natur Ilahi dengan natur manusiawi pada Pribadi Yesus jauh melebihi hubungan kesatuan roh dan daging pada pribadi manusia. [Itu sebabnya Yesus naik ke surga lengkap dengan raganya. Kalau dipikir-pikir… untuk apa Allah harus membawa serta daging tersebut, lha wong dari sononya DIA tidak berdaging koq]

Dan satu yang perlu ditegaskan disini adalah karya keselamatan Allah adalah dengan terlibat secara langsung. Bukan dibelakang layar sebagai sutradara yang mengatur aktivitas daging/manusia hingga sampai di Golgota dan bangkit kembali.

Dalam alamNya (default-nya) Allah tidak dapat menderita, tidak dapat dibunuh dan dilukai… justru karena itu Allah mengosongkan ke-dafault-annya dan menjadi manusia… yaitu supaya ALLAH benar-benar merasakan derita, terluka, dibunuh dan mati.==> Fokus dulu pada yang satu ini deh…

Ketika menjadi manusia maka yg ada cuma 100% manusia saja yg ada, hanya saja untuk YESUS dia memiliki kelebihan yg tidak dimiliki manusia biasa.

Wah… dari awal berarti kita sudah beda jalur. Gak ada gunanya diperpanjang. Maaf bagi kami ini adalah heresy

Hati2 bro… disini banyak ABM. Karena posisi Anda itu seharusnya akan menaruh Bunda Maria pada tempat yang jauh lebih tinggi daripada para Katolik. Karena otomatis karya keselamatan Allah bergantung sepenuhnya pada Bunda Maria.

[b]Karena manusia biasa (kita2 ini) sebenarnya bukan lagi bisa di sebut sebagai 100% manusia.[/b]

Bah… nungnga sega rusakna!

Jadi berapa persen dong… :slight_smile:

Coy… manusia adalah manusia, air adalah air, kucing adalah kucing, emas adalah emas… karena substansinya demikian.

Saya setuju jika yg mengalami semua itu adalah aspek [b]daging dan jiwa[/b] YESUS, namun BUKAN ROH. Dari thread sebelah aja terlihat bahwa anda belum paham roh, yg menurut anda jika manusia memperoleh karunia ROH KUDUS lalu rohnya jadi dobel... :coolsmiley:
Ini sih udah gaya [i]Janggo, Cs[/i]. Memplintir.

Thread sebelah itu masih bisa dibaca semua orang… silakan klaim apa yang Anda suka. Jujur saja, pemahaman Anda akan ‘roh’ berujung pada kesesatan. Karena semua yang hidup adalah ALLAH; Manusia adalah juga Allah, Malaikat adalah juga ALLAH… cuma meja-kursi kali yang bukan Allah bagi Anda. [Di agama sebelah Anda udah dipancung kali… :)]

Lha emangnya ada roh lain selain dari Allah? Udah tanya pastor anda belum? Kalau anda berpendapat bahwa roh manusia di ciptakan "from nothing" silahkan kasih dasarnya, tapi jgn keluar dari definisi "di ciptakan" ya..
Itu lho... [b]roh[/b] mu itu... [koq gak sadar-sadar juga, ya].

Roh mu itu adalah ciptaan. Bukan pencipta.

Masa jeruk menciptakan jeruk???

Manusia memang ciptaan, tapi manusia yg mana? Anda? saya? mereka? Yg di maksud manusia sbg "ciptaan" adalah "ras manusia", bukan per individu. Yg paling tepat di sebut ciptaan adalah Adam, selanjutnya (anda, saya, mereka) adalah tercipta dari hasil dari perintah "be Multiply!". Ketika firman itu menjadi manusia ya ia menjadi manusia sama seperti manusia biasa (jiwa/raga/roh).
Multiplied dari hongkong....?

Bahkan sebelum ibu-bapa Anda berhubungan intim… Anda sudah ada di ‘kantong’ Tuhan. Tuhan sudah mengenal Anda sepenuhnya, termasuk bentuk wajah dan bau keringat Anda.

Bukankah menerimanya secara literal juga merupakan spekulasi anda? Ketika anda menganggap bahwa roti dan anggur berubah substansi apakah lalu berarti bahwa anda menerima tubuh dan darah KRISTUS berkali2? kenapa berkali2? Terus apa bedanya dgn baptis? bukankah itu juga menerima KRISTUS? Apakah para rasul juga melakukan ekaristi? Ataukah hanya "another" tradisi?

Baptis adalah Naturalisasi menjadi WN Surga

Ekaristi adalah warga negara surga tadi makan dan minum . Dan tentu saja makan dan minum perlu selamanya.

Para rasul tentu saja melakukannya. setiap kali mereka berkumpul.

Perjamuan terakhir adalah "peristiwa simbolik", di mana YESUS secara simbolik mengungkapkan bagaimana keselamatan dalam KRISTUS akan terjadi, yaitu dgn hidup dlm Dia dan Dia dalam kamu (menerima KRISTUS dlm dirimu, menjadi ranting), bukan makan roti2an segala.

Sudah pernah saya jelaskan…

Sakramen adalah Peristiwa nyata melalui tanda/symbol yang kelihatan.

Anda demam ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat/panas … [ Substansi dari demam itu sendiri gak bisa Anda lihat]

Anda flu ditandai dengan produksi ingus yang berlebihan dan menyumbat hidung… [Substansi Flu nya itu sendiri gak bisa Anda lihat]

Anda diare… ditandai dengan mencret mencret… [diarenya itu sendiri gak bisa Anda lihat, yang bisa Anda lihat adalah ee yng encer :)]

Apakah ketika YESUS mengatakan "Akulah roti yg turun dari langit" jg anda artikan literal?
Yap.

Why?

Apakah itu juga ‘menggoncangkan imanmu?’

Pantesan pemahaman Inkarnasi Anda berbeda dengan saya, karena Allah Anda anggap sebagai symbolic dan hanya natur manusiawi-nya Yesus yang real bagi Anda.

John

6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

Ngapain saya musti baca segala ajaran manusia untuk mengenal YESUS? Apakah Alkitab belum cukup? Sepertinya [b]anda sudah terbalik dgn menjadikan ajaran manusia sbg acuan dlm memahami Alkitab.[/b]

Lha… memang Alkitab bisa berbicara?

Emang Alkitab turun langusng dari langit?

Alkitab adalah ‘produk’ Jemaat Allah.

Yang menentukan kitab yang ini diinspirasi dan kitab yang itu bukan adalah manusia koq.

Think!

Justru Yoh 2:19 adalah penjelasan YESUS sendiri mengenai apa yg terjadi ketika Dia mati, tubuh (bait Allah) bisa mati (roboh) , namun roh (Allah) tidak. Jelas sekali di sini YESUS mengkontraskan antara tubuh dan isi.

Pemahaman dari mana ini berasal…?

Yoh 2:19 simply mengatakan wafat dan kebangkitan Kristus. Bukan pembedaan ROH Vs TUBUH.

Kalau isinya (Roh) ikut mati terus siapa yg membangunkannya? :rolleye0014:

Isi apaan…?

Natur manusiawi Yesus bukanlah tempayan penampung natur ilahiNya. Jangan asal ngomong.

Perbandingan Natur Ilahi dan Natur Manusiawi Yesus adalah:

Tempayan ilahi Vs tempayan manusiawi

bukan

Air vs Tempayan.

Karena Anda sudah terjebak lebih dalam lagi ke soal DAGING Vs ROH, makanya Anda selalu salah kaprah.

Sekali lagi HU bersoal tentang natur Ilahi Vs natur manusiawi.

Anda selalu keberatan jika saya mengutip ayat Alkitab sbg dasar penjelasan, namun anda malah menawarkan berbagai ajaran/pikiran manusia yg ga jelas . Mungkin anda lebih menyukai yg tidak Alkitabiah? Atau lebih suka bermain dgn istilah2 serem biar terlihat angker (pinter?)? :coolsmiley:

Sebaliknya… saya merasa diri saya seorang yang addicted Alkitab bahkan melebihi para Sola Scriptur.

Masalahnya adalah… dalam menafsirkan Alkitab saya tidak bergantung hanya pada Alkitab, melainkan juga ajaran Gereja dan semua orang yang saya rasa kompeten dalam hal ini.

Apakah anda meyakini pemikiran2 Thomas A sbg kebenaran? Kenapa tidak mencoba berpikir sendiri? Toh kita sama2 punya otak dan Alkitab dan ROH KUDUS yg siap membimbing kita?

Itulah wujud kesombongan Anda. Lama-lama Anda akan menjadikan ALKITAB sebagai komik picisan yang bisa dimengerti dengan mudah.

Orang mencurahkan banyak energi dan biaya untuk mempelajari exegesis, hermeneutic, geography, sejarah, versi, edition, inspirasi, kanon etc biblis, adalah dalam rangka memahami ALKITAB.

Catat itu gede-gede… supaya gak terlalu sesumbar dengan pemahaman pribadi dan klaim-klaim bimbingan Roh Kudus.

Anda kira Roh Kudus itu robot atau malah budak???

Kalau Anda tidak ‘menanam padi’… Roh Kudus tidak akan menurunkan beras dari langit kepada Anda.

====

Salam,

Just oot saja :slight_smile:

Kalau Anda tidak 'menanam padi'... ROH KUDUS tidak akan menurunkan beras dari langit kepada Anda.

di padang gurun, Israel tidak menanam gandum, tetapi Roh Kudus menurunkan Roti dari langit

@ Gran,

[b] Ketika menjadi manusia maka yg ada cuma 100% manusia saja yg ada, hanya saja untuk YESUS dia memiliki kelebihan yg tidak dimiliki manusia biasa.[/b]

Wah… dari awal berarti kita sudah beda jalur. Gak ada gunanya diperpanjang. Maaf bagi kami ini adalah heresy

Bukan cuma kamu, bagi saya itu juga heresy.

Kebenaran memang pahit…

Maksud bro Granits harusnya sudah jelas, Liat yang saya glow dan color…!

Setelah Yesus diangkat ke Sorga, Yesus masih memiliki sisi kemanusiaan atau tidak ?

Rev_22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”

Yesus di sorga masih mengaku sebagai keturunan Daud loh :happy0025:

:slight_smile: lha namanya just oot bro