100 % Allah - 100 % Manusia

Sering menjadi perdebatan bahwa semasa Yesus di bumi bahwa Ia adalah 100 % manusia juga sekaligus 100 % Allah. Pendapat lain mengatakan bahwa Ia adalah 100% manusia dan bukan 100% Allah atau ada pula pendapat bahwa ia adalah 100% manusia saja.

Mengapa bisa demikian tajam perbedaan pandangan ini dan dimanakah titik perbedaan ini berawal?

Apakah perbedaan Allah dengan manusia?

Kejadian 1:26-27 mencatat bahwa manusia di buat segambar dan serupa dengan Allah, namun ada perbedaan esensi :

Allah adalah Roh yang Hidup

Manusia adalah Adam (tanah merah, darah, materi) – dan kedalam ‘tanah’ inilah Allah menghembuskan nafas-roh (yang menghidupkan) kedalamnya.

Manusia hidup dalam hadirat Allah

http://www.healthadviceonline.biz/wp-content/uploads/2010/05/human_body.jpg

Dalam kondisi pertama ini – kondisi tanpa dosa, manusia bisa bergaul dg Allah yang hidup, sebab manusia juga hidup.

Manusia dalam dunia orang mati

Namun akibat dosa, manusia menjadi mati – terpisah dengan Allah (yang adalah Roh) yang Hidup – (roh) manusia menjadi terpisah dengan Allah.

Kemudian datanglah Yesus Kristus mendamaikan manusia dengan Allah

Allah hidup dalam manusia

Akibat pendamian ini, maka manusia menjadi hidup kembali, namun hidup yang ini bukan dalam seperti kondisi pertama, namun bentuk kehidupan ini berupa pulihnya hubungan manusia dengan Allah yang ditandai dengan hadirnya (hadirat) Allah dalam hidup manusia yaitu : manusia menjadi bait Roh Kudus (Roh Allah)

Jadi dalam kondisi ini maka manusia yang ditebus adalah sbb :

http://www.healthadviceonline.biz/wp-content/uploads/2010/05/human_body.jpg

http://wartacamel.com/wp-content/uploads/2011/07/merpati.jpg

Dalam diri manusia :Roh + Roh Kudus

Bagaimana dengan Yesus?

Yesus adalah manusia tidak berdosa, maka dalam dirinya hanya ada satu Roh.

Roh manusia atau kah Roh Allah?

Roh adalah Roh

Kejadian 2:7 – roh manusia ini keluar dari Roh Allah, sama2 satu esensi : roh.

Dikatakan roh manusia karena roh yang keluar dari Roh Allah ini, diam didalam (kemah) manusia (adam, tanah, darah) – namun sejatinya ia adalah roh yang keluar dari Allah, namun bukan Allah itu sendiri.

Jadi Bagaimana dengan Yesus?

Salam

Adalah tidak benar 100% ALLAH dan 100% manusia, dalam arti 100% + 100% = 100% (God-man).
Teori Godman ini bukan saja dibuat oleh orang yang tidak ngerti matematika, tetapi juga tidak ngerti kitab suci. Makanya teori ini plintat-plintut enggak jelas.

Sangat benar 100% ALLAH dan juga 100% manusia, dalam arti 100% + 100% = 200%. Dalam arti Yesuslah Mesias, Yang Diurapi = Kristus.
Dalam hal inilah terjadi 200% di mana kepenuhan ALLAH berdiam 100% dalam raga manusia 100%, yaitu Imanuel.

Yesus adalah Mesias. Yaitu Kristus. yaitu (manusia) Yang Diurapi. Manusia Kristus Yesus.

Demikian pemahaman saya tentang 100% ALLAH dan 100% manusia.

Saya pikir justru istilah 100% Allah + 100% manusia itu yang sering membuat bingung, seolah-olah Yesus mengandung hakikat 200%.
Saya menawarkan istilah lain: Yesus memiliki kemanusiaan yang utuh (100%) dan ke-Allah-an yang utuh(100%) pula.
Bagaimana? :slight_smile:

Salam

Justru istilah: Mesias, Kristus, Imanuel, semuanya itu mengandung hakikat 200%.

Yeshua adalah Firman Elohim yang menjadi manusia. Sisi 100% manusiaNya adalah ciptaan Elohim. Tetapi sisi 100% Elohim adalah Roh Elohim yang masuk kedalam tubuh manusia ciptaanNya sendiri.

Menurut teori kesatuan hipostasis, sisi 100% manusiaNya tidak dapat dipisahkan dengan sisi 100% ElohimNya; tetapi saya punya pendapat sendiri bahwa kesatuan hipostasis dapat terpisahkan pada kondisi khusus.

Kondisi apa sis? Kesatuan itu pilihan-Nya sendiri kok kamu yang buat2 kondisi! Wah, makin hari makin saya melihat banyak ajaran dari kelompok mu yang ngawur…

Memang akan membingungkan kalu tidak mengerti doktrin ‘kesatuan dua hypotastik’ dari Yesus. Harus dicatat bahwa ‘kesatuan dua hypotastik’ itu ialah akibat dari inkarnasi-Nya. Antara kedua hakikat itu (Ilahi-Nya dan Insani-Nya) memang menyatu tak terpisahkan dalam kekekalan (dan itu pilihan-Nya) tetapi juga tak bercampur-baur. Karena ‘tidak bercampur-baur’ itulah makanya tidak mungkin akan mengakibatkan 200%. Yang namanya 200% ialah akibat dari orang2 yg mau menalarkan atau mematematikkan inisiatif Allah itu.

biar gampang gini:

1x1=1

Boden

Setuju.
Saat Yesus menjadi dosa dan kutuk menggantikan/mewakili manusia di salib, maka yang terkutuk adalah manusia Yesus. Di situlah kutuk dosa atas manusia dihakimi, sehingga torat digenapi : upah dosa adalah maut.

Itulah sebabnya manusia Yesus yang diurapi, berseru di kayu salib: 'ALLAHku, ALLAHku, mengapa Engkau meninggalkan Aku". Tentu saja semua itu bukan sandiwara bodong atau pura-pura.

berapa persentase Raga-mu…?

dan berapa persentase Jiwa-mu…?

silakan kamu jawab…!

Enggak ada hubungannya dengan topik

lho, kenapa nga ada hubungannya…? kamu mempertanyakan Yesus 100% Allah dan 100% Manusia, dengan penjumlahan Persentase…!

sekarang saya tanya persentase Jiwa dan raga kamu masing2 berapa persen…?

Apakah bro mau membuktikan validitas ajaran duo-hypotastis melalui perbandingan parallel dengan tubuh manusia?

Kalau nantinya saya betul2 konsisten dengan itu, lalu nanti dari pihak bro sendiri yang akan bilang: doktrin bukan begitu (tidak dapat dibandingkan dengan tubuh manusia). Dari awal saya sudah tahu koq konsekuensinya bakal ke mana.

lah kamu jawab aja…! ;D

Kamu enggak ngerti intisari pertanyaanmu, tapi baik saya jawab aja.

Punya tubuh 100% DAN punya jiwa 100%.
Demikian juga mobil, punya mesin 100%, punya setir 100%, punya kenalpot 100%, punya klakson 100%, dsb.
Demikian juga komputer, punya processor 100%, punya hardisk 100%, punya keyboard 100%, dsb.
dst…, dst…

Puas ? :char11:

Bilang aja sudah terpojok, jangan buang waktu.

Berani menantang harus berani juga ditantang.

Jangan kebiasaan menjadi Pecundang.

Apa ngga malu sama umur?

nah sekarang apa keberatannya kamu dengan Yesus = 100% Allah dan 100% Manusia…?

Cuma sekedar mengingatkan, supaya nantinya enggfak plintat-plintut. Sebab saya udah bisa menduga ujung2nya bakalan ke mana.

Bro mau menjebak saya di area di mana persamaan matematika tidak benar mau dibuat jadi benar. mau diputar balik kayak apa bro enggak bakalan menang. Ya itulah ciri khas ajaran duo=hipotastis. Kebiasaan membodoh-bodohi orang, akhirnya enggak tahu lagi mana yang benar dan mana keliru :char11:

Jawaban saya pas di atas komentar dari bro.

Sejauh mana sih pemahaman bro mengenai ‘kesatuan dua hypotastik’ Yesus?

Coba tulis2 disini biar ngga ngeles nanti.

Bung david, anda diundang ke thread ketiadaan. Sepertinya akan menarik jika anda join di sana.
Thanks