100 % Allah - 100 % Manusia

Coba bro jelaskan mengapa pertanyaan bro itu seakan-akan menjadi pembenaran bahwa :

100% + 100% = 100%

Cara berpikirnya bagaimana koq bisa tersesat ke situ. Supaya saya bisa jelaskan dari sudut berpikirnya bro itu

sebelum saya menjelaskan, kamu dulu menjelaskan pengertian yang kamu sebutkan…!

Kamu terdiri dari Jiwa dan Raga

100% + 100% = 100%

Justru jawaban kamu yang sesat…!

Sebenarnya Yesus adalah "manusia ideal"di mata Allah, yaitu kepenuhan akan rencana Allah dalam menciptakan manusia (in His image and Likeness).

Kalau kita bicara mengenai manusia, maka seharusnya merujuk kepada Yesus, karena selain Yesus (atau mereka yg sudah menerima roh Allah) adalah sebatas mahluk hidup yg cerdas (binatang cerdas?). Karena manusia biasa yg kita kenal sebenarnya bukan 100% manusia (lagi).

Ilustrasi : Ketika kendaraan bermotor kehilangan motor/mesinnya apakah masih bisa di sebut kendaraan bermotor?

Jadi ya, Yesus adalah manusia 100% dalam arti kepenuhan rencana Allah dlm menciptakan manusia (kualitatif). Tapi di samping itu Yesus juga memperoleh kuasa sbg “Lord” bagi umat manusia.

GBU

Itu karena kamu tidak mengerti matematika, sambil mengacaukan berbagai hal yang sebenarnya tidak boleh dicampur-adukkan.

di mana-mana tidak ada 100% + 100% = 100%.

Udahlah, kalau tidak mengerti tanya saja sama guru SD-mu, mungkin dia bisa menjelaskan sama kamu :char11:

:idiot2:

masih sama seperti yang dulu kamu adik…! :idiot2:

Iya bro, saya d4v1d yang sama, makanya namanya ‘d4v1d lagi’. :char11:

Saya sarankan, coba bro buka-buka buku matematika SD, lalu belajar baik2 tentang prosentasi. Karena yang bikin teori ‘duo-hipotastis’ mungkin adalah agamawan, jadi saya maklum kalau mereka keliru. Tapi yang sudah lulus SD jangan ikut-ikutan keliru yaaa… :tongue:

Kira2 “100% nya Allah” dalam manusia Yesus , sama tidak dg “100% nya Allah” dalam Allah ?

Allah itu Esa. Tentu saja Allah yang sama.
Tetapi kitab suci berkata bahwa: Allah menyertai/mengurapi manusia Yesus, bukan: substansi manusia Yesus itu sendiri adalah Allah.

Yang benar. Allah itu Roh.
Karena Roh, maka tidak dapat diukur dengan satuan fisik.

Dalam diri Yesus ada Roh Allah yang utuh (sebagian milih kata 100%, aku tetap memilih istilah seutuhnya).
Walau Roh Yesus adalah Roh Allah, namun Roh itu sementara tinggal dalam tubuh jasmani manusia yang sesungguhnya dengan segala keterbatasannya.

Demikianlah Yesus Kristus, Tuhan kita. Amin.

Dalam kurun waktu 30 tahun (waktu yesus di dunia Beliau adalah 100 persen manusia, kesetaraannya dengan Allah telah ditinggalkannya, yang ada adalah pengalamannya ketika masih bersama sama dengan Allah, dan keyakinannya bahwa ia akan kembali bersatu menjadi Allah kembali
]
Tuhan yesus Memberkati
Han

Kita tau bhw darah Yesus telah menebus dosa semua manusia.

Ptanyaan saya,
Darah yg mnebus kita itu adalah ‘darah manusia biasa’ atau ‘darah ilahi’?

Di dalam darah ada nyawa,
Jd kita dtebus oleh ‘nyawa manusia biasa’ atau ‘nyawa ilahi’?

A+B=A+B
Jadi 100% Allah + 100% Manusia yah tetap sama saja hasilnya.

Salam

Maksudnya gini loh mbak:

100 + 100 = 200 bukan: 100+100=100

100% Allah dan 100% manusia artinya = manusia 100% yang diurapi 100% Roh Allah = Yesus KRISTUS (Kristus artinya adalah ‘yang diurapi Allah’).

Sesudah Allah menjadi manusia (inkarnasi) maka hakikat Allah (yang ada dengan sendiri-Nya) tidak bercampur baur dengan hakikat Manusia-Nya (yang ditambahkan kepada-Nya) sehingga masing2 mempertahankan sifat-sifat-Nya yang adalah Satu Pribadi bernama Yesus menyatu tak terpisahkan (dua hakikat itu), sungguh2 Allah dan sungguh2 Manusia.

Kalau Allah mengatakan: “Firman menjadi manusia”, ya menjadi manusia dalam segala aspek: tubuh, jiwa dan roh. Bukan menjadi God-man.

Apakah Allah bohong ? menjadi manusia ya menjadi manusia.
Sebenarnya iman itu sederhana, menerima kebenaran dari perkataan Allah apa adanya.

Perlu diluruskan bahwa maksud ‘sama’ disini bukan soal ‘allah yg lain’, tetapi lebih kepada ‘kuantitas/kualitas’ keallahan itu sendiri, sebab bila Allah yang sama, mengapa kemanusiaan Yesus sanggup menjadi tabir penghalang bagi manuisa lain shg ketika melihat Yesus yang adalah Allah – tidak menjadi binasa

Mengapa manusia yang melihat Yesus tidak menjadi binasa ?
Karena kemanusiaan YESUS adalah benar-benar manusia (bukan manusia bohong2an).

Jika substansi YESUS adalah ALLAH, maka pasti semua orang yang melihat YESUS sudah binasa. Begitu kan bro, maksud tulisan bro di atas :char11:

maka kembali ke pertanyaan semula :

100 % manusia - 100 % Allah , apakah ‘100% nya Allah dalam manusia Yesus’ itu sama dengan ‘100% nya Allah’ dalam Allah itu sendiri?

ditebus dengan nyawa, artinya nyawa tebusan harus diserahkan, artinya yang menyerahkan harus kehilangan nyawanya alias mati.

mungkinkah sesuatu yg ilahi itu kehilangan nyawanya? mungkinkah apa yg disebut ilahi itu mati?

Nah ini topik menarik juga nih.

Lebih baik membaca topik begini daripada baca analisa ngga jelas tentang MAK.

Saya setuju sekali dengan ini.

Akibat dosa adam menjadikan manusia “MATI” seperti tertulis dalam Kej 3:3

tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Kata "mati’ di ayat tsb jelas menggambarkan keadaan dimana manusia mati tidak saja jasmani tapi juga rohani.

Jadi kurang tepat jika ada yg berpendapat kata “mati” di situ diartikan “hanya mati/berpisahnya nafas dari tubuh”