100 Kader Lintas Agama Jaga 25 Gereja di Bandung

Merespon kejadian bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah pada hari Minggu lalu (25/9), sebanyak 100 orang kader lintas agama se-kota Bandung melakukan penjagaan kepada 25 gereja yang berada di kota tersebut.

“Ada 50 kader yang dibentuk dari berbagai agama dan perwakilan budayawan yang diberi nama Pagar Nusa. Sisanya dari Gerakan Pemuda Ansor NU,” demikian ungkap Ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS) Ki Agus Zenal Mubarok ketika menghadiri Deklarasi Damai Tokoh Lintas Agama se-Kota Bandung di Sekretariat Kantro Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Bandung, Selasa (27/9).

Nantinya, 100 kader tersebut akan ditempatkan di 25 gereja-gereja besar di Kota Bandung, dalam artian setiap gereja akan dijaga antara 2 hingga 4 orang, demikian keterangan yang diberikan oleh Ki Agus. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristen dalam menjalankan ibadah serta melakukan deteksi dini terhadap setiap percobaan aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Walau demikian, para kader lintas agama ini tidak boleh melakukan tindakan jika menemukan hal-hal mencurigakan namun harus melaporkannya kepihak kepolisian.

Para kader yang ditugaskan untuk menjaga gereja-gereja ini, menurut Ki Agus sudah dididik untuk menjaga perdamaian sambil melakukan advokasi kepada komponen bangsa. Diharapkan semangat toleransi yang ditunjukkan oleh kader lintas agama di Bandung ini kedepannya dapat ditularkan hingga skala nasional bahkan internasional.

Sudah tidak jamannya lagi mengedepankan kekerasan sebagai umat beragama, terlebih lagi Indonesia adalah negara yang berazaskan Pancasila, dimana nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama di junjung tinggi. Mari kedepankan dialog untuk membangun saling pengertian, jangan biarkan radikalisme dan kekerasan menghancurkan indahnya persatuan yang ada di negeri ini.

Source : Inilah.com