12 jam setelah US Dollar kolaps

Sebenarnya ini cerita fiksi. Tapi begitu nyatanya sampai saya terkesima oleh pembuatnya. Hari ini index USD masih sekitar 70 an. Itupun sudah membuat nilai USD jatuh terhadap rival2nya. kalau hari ini USD kembali menguat, itu cuma sementara. Sebentar lagi, apa yg pernah dinubuatkan oleh Pdt. Samuel Duddy dari Solo akan jadi kenyataan: Hancurnya nilai USD akan diikuti oleh hancurnya negara itu juga! Sehingga genaplah apa yg tidak tertulis di Alkitab: Tidak ada sama sekali peran Amerika dalam kancah peperangan yg paling mengerikan dalam sejarah: Perang Dunia ke-3!
Untuk lebih jelasnya, silahkan liat sendiri videonya The First 12 Hours after the US Dollar Collapse

Luar biasa pembuat film nya. meskipun hanya fiksi !!!
yg pasti saat ini kita tetap setia aja dh sama Tuhan pasti Dia akan memberikan yg terbaik.
amin. :slight_smile:

Apa sesungguhnya isi pesan film pendek ini? Anda mengerti makna yg terkandung dibaliknya?

@lion
Bro, kalau kita melihat dari sisi ekonomi maka ekonomipun berjalan seperti layaknya yang lain didunia, yaitu dalam putaran siklus yang selalu seperti itu, ada masa naik, turun, naik lagi, tirun lagi. Ada kemunculan ada kehancuran, ada masanya kemudian muncul lagi. Selalu seperti itu. Jadi kejatuhan dollar dan mata uang lain adalah sebuah kepastian. Kalau demokrasi hari ini ada, memang akan tiba waktunya demokrasi itu hancur seperti sebelum semua itu ada. Siklus ini sebenernya siklus alamiah.

Akan tetapi yang berbeda adalah, ada awal ada akhir untuk segala sesuatu. Dan kalau mengacu kealkitab maka akhir itu sudah dekat. Tetapi tentang nubuatan itu adalah sesuatu yang akan terjadi, kalau memang dari Tuhan. Tetapi manakah yang dari Tuhan? Karena orang lain juga menubuatkan yang berbeda. Saya pernah baca, pendeta india ada yang menubuatkan bahwa akhir semuanya diawali dari inggris, karena pegangan saat ini ada diratu inggris. Ketika ratu inggris mati, maka itu awal kekacauan dimana mana dimulai dari eropa.
Mana yang bener? Biar Tuhan yang atur dah. Terjadilah kehendakMu, dibumi seperti didalam sorga.
Amen.
Shalom

@jonathan: Memang, semua ada waktunya. Sejak US dollar dijadikan alat pembayaran yg sah di seluruh dunia, Amerika dengan pongahnya mengatakan “Seluruh dunia ini ada di bawah pengawasan saya”, “Sayalah satu2nya polisi dunia”. Mungkin, ini merupakan “hukuman” Tuhan atas anjloknya pengunjung gereja2 disana dan semakin bobroknya moral penduduknya.
Boleh dibilang selama lebih dari 50 tahun Amerika menikmati “hutang gratis” dari semua negara2 di dunia ini. Bayangkan, kalau anda punya 1 dolar US, berarti anda “memberi hutang” sama pemerintah Amerika senilai 1 USD. Kalau anda simpan saja uang itu nggak diapa-apakan, maka pemerintah Amerika akan sangat bergembira: bisa utang duit anda tanpa perlu melunasinya! Nah, persolan baru timbul pada saat anda uangkan 1 USD anda. Amerika harus bayar nilai 1 USD itu!
Bayangkan kalau semua pemerintahan di dunia ini emoh pegang USD lalu menggantinya dengan Euro , Yen Jepang, Franc Swiss, China Renminbi atau Emas! Itu sama saja dengan kejadian tahun 1998 dimana bank2 yg ada di Indonesia di-rush habis2an oleh nasabah2nya. Ya pasti kolaps! Bank dengan asset terbesar seperti BCA saja waktu itu diambang kolaps, untung pemerintah masih bersedia turun tangan.
BAgaimana kalau itu terjadi di Amerika? Wah, ngeri! Saya nggak bisa bayangkan kalau tayangan di You Tube itu bener2 terjadi: Amerika akan terbelah oleh karena Perang Saudara. Eksistensi Amerika sebagai Negara Super Power gugur dengan sendirinya!

Hari ini, 14 Des 2011 saya membaca dari Kontan Online: George Soros memborong Obligasi Eropa. Rupanya Soros sudah mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk yg akan terjadi: US Dollar Kolaps!
Berikut saya copaskan:

Rabu, 14 Desember 2011 | 11:26 oleh Dyah Megasari, The Wall Street Journal ANCAMAN KRISIS GLOBAL:
Diam-diam, Soros borong obligasi Eropa
NEW YORK. Diam-diam, investor kelas kakap yaitu George Soros masuk ke pasar obligasi Eropa dengan jumlah yang sangat besar. Melalui perusahaan investasi miliknya yaitu Soros Fund Management LLC, miliarder kelas dunia itu membeli surat utang Eropa dari MF Global Holdings Ltd.

Sumber yang mengetahui secara persis atas transaksi ini menyebutkan, Soros merogoh kocek hingga US$ 2 miliar. Tawaran Soros datang tak lama setelah MF Global mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 31 Oktober lalu.

Di bawah kepemimpinan Jon S Corzine, MG Global bangkrut karena eksposurnya yang terlalu besar pada pasar obligasi Eropa yaitu mencapai US$ 6,3 miliar. Akumulasi itu berasal dari utang jangka pendek yang diterbitkan beberapa anggota Uni Eropa, terutama Italia.

Selama musim panas 2011, pasar Eropa dilanda kepanikan investor, regulator dan perusahaan pemeringkat. Wajar, MF Global ambruk dalam waktu sebulan. Laporan beberapa anggota Uni Eropa memburuk. Harga obligasi tergerus hebat diiringi meroketnya imbal hasil.

Menariknya dan perlu disoroti, dalam transaksi ini Soros diduga meraup keuntungan besar. Menurut pedagang yang membeli obligasi serupa, setidaknya dana kelolaan Soros Fund Management LLC sudah bertambah lebih dari US$ 130 juta, dihitung dari pergerakan pasar. Memang, tidak ada perhitungan yang tepat atas keuntungan Soros mengingat transaksi tersebut sangat rumit.

Yang jelas, Soros masuk ke obligasi Eropa dengan harga diskon. Perusahaannya membayar obligasi di level 89, padahal nilai pasar saat itu berada di titik 94. JPMorgan dan satu hedge fund besar dikabarkan terlibat dalam transaksi ini.

Kemarin (13/12) obligasi tersebut kembali merangkak naik ke level 96. Pasar melihat, sangat sulit menjual obligasi itu pada level tertentu sebelum jatuh tempo Desember 2012. Hal inilah yang ditebak-tebak oleh pasar, manuver apa yang sedang dijalani Soros. Akankah menjual surat utang di tengah jalan, atau memegangnya hingga jatuh tempo.

Sebenarnya, dengan mempertimbangkan aspek risiko krisis, memegang obligasi Eropa sangat riskan bagi investor dengan jumlah kepemilikan tak sedikit. Pasar obligasi gampang terkoreksi oleh berita masalah keuangan negara. Apalagi, rasio utang beberapa anggota Uni Eropa sangat besar.

US Dollar kolaps? susah krn semua komoditas dunia dihargai dalam USD dan Amerika tinggal mencetak USD sesuai kebutuhan. Hanya Amerika satu2nya negara di dunia yg bisa begini (nyetak USD sesukanya) Itulah enaknya jadi world currency.

Mangkanya Cina paling banyak tabungan/reserve US dollarnya dan nambah teruss krn dibuat belanja kebutuhan semilyar lebih orang spt gas, minyak, makanan yg (ingat) kesemuanya dihargai dlm USD.

Apalah George Soros dibanding Cina? he…he.

“Sehingga genaplah apa yg tidak tertulis di Alkitab: Tidak ada sama sekali peran Amerika dalam kancah peperangan yg paling mengerikan dalam sejarah: Perang Dunia ke-3!”
emang yg mana di alkitab ada tulisan bgt bro…
btw harga emas akan naek apa ga?

Harga emas akan naik lagi. Tapi tunggu sampai pemimpin China bilang: “Mulai hari ini cadangan devisa kita akan kita ganti dengan emas dan Euro”. Lalu Rapat OPEC bilang: “Mulai hari ini kita transaksikan minyak kita dengan Euro, Renminbi dan emas!” Maka saat itulah tamat sudah riwayat US Dollar. Anda tunggu saja. Tanda2 menuju kesana sudah tampak. China dan Rusia sudah teken kesepakatan 1 tahun lalu yg mengganti transaksi antar mereka dengan mata uang yg lain yg bukan USD.

Saat benar2 krisis, yg akan terjadi harga emas akan turun karena banyak emas dilepas (dijual) untuk mendapatkan cash (dollar). Dan bukan emas aja, aset2 lain pun akan dijual dan akibatnya dollar malah naik, bukan tamat.

God bless Amerika… :afro:

@nevue: iya sekarang. Cadangan devisa negara kita yg “cuma” 120 milyar dollar itu dalam USD. Cadangan devisa China yg terbesar di dunia sudah lebih dr 3 trilyun USD. Dengan begitu banyaknya USD yg beredar di dunia ini, itu memang memudahkan The Fed untuk terus cetak uang. Tapi apa tidak ada titik baliknya? Tidak mungkin! Alkitab sudah berkata: “Segalanya akan kugoncangkan menjelang kedatanganKu yg kedua kali!” Termasuk USD akan diguncang. Anda punya 100 USD itu berarti sama dengan “ngutangin” pemerintah Amerika senilai 100 x kurs dollar saat ini. Selama anda nggak jual USD anda ya nggak ada masalah. Pemerintah USA akan senang sekali ada yg “ngutangin” mereka tanpa bayar "bunga"nya. Semakin lama anda pegang uang dollar anda, semakin senanglah pemerintah USA.
Nah, masalah baru terjadi pada saat anda jual uang USD anda. Pemerintah USA harus sediakan sejumlah rupiah. Demikian juga dengan cadangan devisa dan transaksi minyak dunia yg jumlahnya amit2 itu. Kalau pemerintah Jepang dan China memutuskan mengkonversi cadangan devisa USD mereka dengan emas atau Euro, maka saat itu juga ekonomi negara USA langsung kollaps. Tidak usah sedrastis itu. Kalau dalam waktu dekat ini lembaga pemeringkat utang dunia: Fitch, Moody’s dan Standard&Poors memangkas peringkat utang USA, maka Surat Utang (Obligasi) USA bakalan kurang laku. Kalau kurang laku apa yg terjadi? Obligasi2 mereka yg jatuh tempo akan gagal bayar! Pertanyaannya: mengapa kok nggak cetak uang lagi aja?
Pengalaman selama 2 tahun ini dimana sudah lebih dari 5 trilyun USD digelontorkan ke pasar uang ternyata masih juga tidak bisa membuat perekonomian USA jadi "jalan’ lagi. Yg ada : angka pengangguran nggak turun2, index kepercayaan konsumen bergerak landai, pabrik2 banyak yg tutup masih nggak buka2 juga. Sementara itu rakyat mulai gerah krn lapangan kerja nggak ada mereka dipaksa bayar pajak yg mencekik leher. Tanda2 ini merupakan gejala2 awal negara menuju pada kebangkrutan!

Statemen anda banyak yg keliru, saya tidak tahu dari mana untuk memulai. :char11:

Rakyat amrik gerah bukan krn US dollar atau pajak tinggi, tetapi karena pertumbuhan ekonomi yg melambat. Krnnya banyak dari mereka yg mencari tambahan penghasilan dgn bekerja part time. US dollarnya sendiri tidak sedang kolaps karena mirip seperti utang kartu kredit: jika Anda bisa mendapatkan limit yg tak terbatas, Anda bisa menggunakan limit yang baru untuk membayar yang lama, selamanya! Trus kapan bangkrutnya coba? US dapat mencetak uang tambahan. Proses ini dikenal sebagai “inflasi”. Kalau mereka mencetak banyak uang tambahan, itu dikenal sebagai “hiperinflasi”. Mereka dapat dengan mudah mencetak $15 Triliun besok dan “membayar” lunas utang itu. Cuma efeknya harga2 naik drastis dalam waktu singkat dan ini yg dijaga agar tidak terjadi.

Jadi intinya, semua pendapat tentang US akan bangkrut krn tidak sanggup membayar kewajiban (utang) dalam mata uang sendiri adalah konyol, dan menunjukkan kurangnya pemahaman moneter. Gmana bisa US yang berjanji akan membayar utang2nya dalam Dollar AS, dan memiliki kemampuan untuk membuat Dollar AS, bisa bangkrut?