2 SABAT ALKITAB : SABAT YANG DIHAPUSKAN DAN SABAT YANG KEKAL

Ada begitu banyak orang yang mengajar tentang Alkitab tetapi keliru dengan mengartikan kata Sabat yang disebutkan Alkitab, sehingga memaknainya dengan arti yang keliru.

Hari Sabat dalam Alkitab ada 2 jenis, yakni : pertama, Sabat hari ke-7 dalam mingguan saya singkat (S7)dan yang kedua adalah Sabat sebagai hari raya tahunan bangsa Yahudi (SY).

Inilah perbedaan keduanya :

  1. Hari/tanggal/masanya: S7 Selalu jatuh pada hari sabtu, jadi tanggal setiap bulan tidak sama.(Mat.28:1-Sabat muncul sebelum hari kebangkitan) sedangkan SY Selalu sesuai tanggal perayaan, hari dalam pekan berbeda-beda(Im 23).

  2. Identitas menurut Alkitab: S7,Hari Sabat Tuhan Allahmu (Kel.20:8) sedangkan SY dikenal sbg Hari raya roti tidak berragi, hari raya pondok dedaunan, hari raya pendamaian, hari raya paskah(Im.23).

3.Alasan dirayakan : S7 adalah… Sebab Tuhan beristirahat pada hari itu, memberkati dan mengkuduskannya(Kel 20:8). sedangkan SY adalah Mengingat peristiwa sejarah yang terjadi bagi bangsa Israel dlm perjalanan Mesir-Kanaan.

  1. Sifat perayaan: S7 untuk MENGINGAT kejadian yang lalu, yakni peresmian penciptaan langit dan bumi (Kel 20:8). sedangkan SY adalah MEMBAYANGKAN yang belum terjadi/akan terjadi, yang akan datang nanti di kayu salib(Kol.2:16).

  2. Tujuan perayaan: S7 untuk Sucikan Dia(Kel.20:8) sedangkan SY untuk Mendapatkan pengampunan dosa-secara simbolis (Bil.15:27-28).

  3. Kegiatan yang dilakukan Pada S7 : Ibadah(Luk 4:16) mengajar (Kis 13:14-46, 18:4), tidak mengurusi kepentingan duniawi(Yes.58), Menolong orang sakit(Luk.14:1-5). Sedangkan pada SY :Berpuasa, merendahkan diri, memakai kain kabung, upacara korban domba (Im 23:32)

  4. Kitab Perjanjian Lama mengatakan: S7 adalah Dirayakan sampai di surga(Yes.66:23) sdangkan SY Akan dihapuskan(Hosea 2:10), yakni saat Yesus disalibkan.

  5. Kitab Perjanjian Baru mengatakan: Pada S7, Yesus(Luk 4:16) dan Paulus(Kis 13:14,42,44 juga18:4) teladankan penyuciannya, bahkan Paulus mengajak orang non Yahudi untuk berbakti hari Sabat Sedangkan untuk SY, Yesus mengalihkan perhatian dari makna perayaan hari itu kepada diriNya sebagai penggenap simbol hari raya itu(Mat12:1-8).Paulus pun demikian(Kol.2:16).

Mudah-mudahan, kita lebih meneliti dalam memahami setiap ajarn Alkitab…GBU.

Shalom pak, hari sabat bagi saya merupakan hari yg penuh anugarah dalam menjalini hidup hari demi hari dng tuntunan Roh Kudus, thx,gbu :tongue: :coolsmiley:

Syallom juga…yup Hallelluyah, puji Tuhan…saya juga merasakannya. Karena hanya hari Sabatlah dikatakan Allah menguduskan dan memberkatinya. So, sdh pasti setiap orang yang memelihara kekudusannya merasakan berkat-berkat itu.

GBU.

Haleluya…
Puji syukur atas rahmat karuniaNya dgn nikmat Sabat yg dianugrahkan di atas bumi… :afro:

Yup, kawan…Lanjutkan…he…he…he…

shalom… saya tidak sependapat jika S7 slalu jatuh hari sabtu

Allah tidak mau kita terfokus pada hari tertentu atau tanggal tertentu, karena jika kita terfokus maka tidak tertutup kemungkinan kita lebih mengkultuskan hari atau tanggal tsb dibandingkan Allah itu sendiri…maka dari itu sejak awal penciptaan dunia ini Tuhan tidak pernah menyebutkan hari atau tanggal brpa…yang ada hanya pada hari pertama, hari kedua smp hari ketujuh Allah beristirahat ( tidak ada di Alkitab hari senin Allah menciptakan langit bumi, hari selasa jadilah terang, hari kamis Allah menciptakan binatang, hari jumat menciptakan manusia, hari sabtu Allah berisirahat)

jadi inti nya hari ketujuh Allah berisitirahat dan itu menjadi S7 adalah apa pun hari yg menjadi hari kerja kita tetap 1 hari untuk Allah…

contoh: jika hari kerja saya adalah senin, rabu, kamis, jumat, sabtu dan minggu berarti yg menjadi hari sabat saya adalah hari SELASA…

smoga bisa menjadi bahan renungan karena sejak semula Allah tidak ingin kita mengkultuskan hari tertentu atau tanggal tertentu…oleh karena itu tanggal kelahiran kristus pun tidak pernah disebut kan tanggal brapa…

Kalau mau Sabat yang sebenarnya sih kayaknya yang menurut penjelasan Musa ini:

Keluaran 16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."

Bagaimana bro Nico?

Terimakasih, kawan Tongkimon dan kawan Cloud.
Begini kawan, Kesimpulan bahwa Sabat adalah Sabtu menurut Alkitab adalah berdasarkan :

  1. Matius 28:1 yang mengatakan :“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Nah, Hari Sabat dikatakan…“lewat” duluan, baru disebutkan muncul hari kebangkitan(Maria mau cek kebenaran kebangkitan Yesus). Seluruh dunia mengakui, baik Kristen, Yahudi maupun Islam bahwa hari Minggu adalah hari kebangkitan Yesus. Dan hari kebangkitan atau hari Minggu ini disebut oleh ayat tersebut sebagai hari pertama. Jadi, kalau kita menghitung satu pekan harus dimulai dari hari Minggu. Bahasa Arab pun menyebut “Minggu” sebagai “AHAD” atau “satu.” Setelah dihitung…kan hari ke-7 adalah sabtu…!
  2. Orang Israel sejak dulu berpengalaman merayakan Sabat, hari ke-7. Pergilah kesana, atau tanyakan mereka yg pernah ke sana, kapan orang Israel menyucikan Sabat…pasti jawaban mereka adalah pada hari Sabtu.

Kalau semua hari kita jadikan Sabat, maka buatlah apa yg kawan Cloud katakan…jadi, tiap hari jangan keluar rumah…he…he…he…ga usah cari nafkah sekalian…

Bagaimana kawan? GBU.

hahaha bro Niko :smiley:

Bukan aku yang mengatakan demikian…tapi Musa :smiley:
Nah klo maksud bro tongkimon (ini tongki yang di bobo bukan :char11:) mungkin adalah, kita boleh memilih salah satu hari dari 7 hari itu untuk menjadi hari perhentian untuk dijadikan sabat.
Seperti klo orang2 yang kerja di resto cepat saji, karena hari minggu biasanya pengunjung ramai, maka hari Senin biasanya mereka ambil sebagai hari istirahat dan Selasa mereka ambil sebagai hari pertama.
Ya gak bro tongkimon?

Bukan kah begitu bro Niko?

Terimaksih, kawan Cloud…sorry, bukan kawan Cloud yg katakan tapi Musa.
He…he…he…kayaknya menentukan hari Sabat itu hari apa menurut kawan Tongkimon tuh, terserah aktivitas atau…disesuaikan dengan pekerjaan sehari-hari ya…hmmm, kalau saya jadi Tuhan, mungkin saya kasih dispensasi…he…he…he…
Sayangnya, bukan saya yg harus diikuti, bukan juga orang lain. Tapi Tuhanlah yg harus kita ikuti.
Bgmna sih maunya Tuhan…? Menurut Keluaran 20:8-11, Hari Sabat adalah hari ke-7 dalam pekan. Dihitung dari mana? Tentu dihitung dari hari pertama. Mat.28:1 katakan, hari pertama adalah hari kebangkitan yang semua orang tahu bahwa hari pertama adalah hari MInggu. Setelah dihitung, hari ketujuh pasti adalah hari Sabtu.

Bro Niko…ada juga tertulis begini :smiley:

Roma 14:5 Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.
Roma 14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

So…no problem kan memilih salah satu hari untuk Tuhan???

Terimakasih kawan Cloud.

Roma 14:5 Yang SEORANG(bukan Paulus lho yg bilang) menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain(bukan Paulus lho yg bilang) menganggap semua hari sama saja. INILAH NASEHAT PAULUS : Hendaklah setiap orang benar-benar YAKIN dalam hatinya sendiri. NAH KEYAKINAN HATI KAN TIDAK BERSANDAR PADA PIKIRAN SENDIRI? TAPI SESUAI FIRMAN TUHAN ?
Roma 14:6 Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, DIMANAKAH DASAR UNTUK MENYATAKAN BAHWA KATA “BERPEGANG” BERARTI MENYUCIKAN SUATU HARI IBADAH? ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada
Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah.

Ada banyak bukti bahwa Paulus tidak berfikiran seperti yang kawan fikirkan. Dalam Kisah 13:43-48…Paulus membawa orang Yahudi juga yang TAK MENGENAL ALLAH untuk berSABAT. Kisah 18:4 juga Paulus beribadah SETIAP HARI Sabat bersama org Yahudi juga YUNANI…

Malahan Di SURGA, semua orang yang diselamatkan akan beribadah pada Tuhan tiap Sabat(Yes.66:23).
Bagaimana kawan…?

Memang bukan Paulus yang mengatakannya tapi kayaknya bro Niko :smiley:
Ya…yakin bahwa hari apapun yang dipilih untuk menyembah Tuhan, itu dilakukan untuk Tuhan. Adakah Tuhan menolak?

Dan kayaknya anda selalu berusaha untuk mengaburkan apa yang dijelaskan Paulus bro Niko?

Jadi menurut bro Niko, pertentangan hari yang diceritakan diatas itu maksudnya apa?
Pertentangan untuk membuat hari pasar atau hari beribadah kah?

Apakah Sabat disurga jatuhnya hari Sabtu bro Niko?

Coba lihat ini.

Sepanjang sejarah kalender Masehi telah terjadi dua kali reformasi. Pertama, tahun 325 M ketika vernal equinox ternyata telah bergeser dari 25 Maret menjadi 21 Maret. Tetapi, tidak terjadi pergeseran hari, hanya ditetapkan tanggal baru untuk vernal equinox, yaitu 21 Maret. Ini berpengaruh pada penetapan hari besar Kristiani. Paskah ditentukan setiap hari Minggu pertama setelah purnama pada atau sesudah vernal equinox. Itu berarti berpengaruh juga pada penetapan hari Wafat Isa Almasih dan hari Kenaikan Isa Almasih.

        Reformasi ke dua pada 1582 disebut reformasi Gregorian. Karena satu tahun syamsiah rata-rata 365,2422 hari, sedangkan kalender Julian menetapkan rata-rata 365,25 hari, awal musim semi saat itu diketahui telah bergeser jauh menjadi tanggal 11 Maret. Maka dilakukan reformasi dalam dua hal agar awal musim semi kembali menjadi tanggal 21 Maret.

        Reformasi Gregorian pertama menghapuskan 10 hari dari tahun 1582 dengan menetapkan hari [b]Kamis 4 Oktober langsung menjadi hari Jumat 15 Oktober[/b].  Ke dua, rata-rata satu tahun ditetapkan 365,2425 hari. Caranya, tahun kabisat didefinisikan sebagai tahun yang bilangannya habis dibagi empat, kecuali untuk tahun yang angkanya kelipatan 100 harus habis dibagi 400. Dengan aturan tersebut tahun 1700, 1800, dan 1900 bukan lagi dianggap sebagai tahun kabisat. Tahun 2000 adalah tahun kabisat. 

Jadi hari Sabtu yang sekarang bukanlah hari Sabat yang dulu lagi :smiley:
Dan justru Sabat yang dulu jatuhnya hari Minggu…Ajaib bukan

(kekekeke…bukan ntu nama salah satu nama tempat nongkrong)

yup betul bgt bro…ntu yg saya maksud…

@ om niko

om niko tolong di baca dolo deh keseluruhannya jgn cuma 1 or dua ayat…soalnya seinget saya ( lupa dmana ayatnya) Paulus dlam memberitakan injil Yesus menyesuaikan dengan kbiasaan d lingkungan stempat( dlam konteks sabat or not sabat, sunat or not sunat) agar ia dpt di terima…jadi jika Paulus beribadah setiap hari sabat bersama orang Yahudi agar ia dpt meberitakan injil kepada orang Yahudi…

sebenernya dlm roma 14:5 dst nya yg om niko tulis ntu membuktikan secara jelas bahwa Allah tidak ingin manusia mengkultus kan hari tertentu or tanggal tertentu…

jika pernyataan saya ini di bantah oleh om niko dengan mengatakan bahwa Yesus pun beribadah pada hari sabat…maka ini lah pandangan saya
krn pada wkt ntu Yesus memasuki rumah ibadah pada wkt sabat bukan untuk beribadah pada sabatnya TAPI LEBIH KEPADA PEMIKIRAN KRN BAHWA PADA WKT HARI SABAT NTU UMAT Yahudi BERKUMPUL BERIBADAH DAN DIA DATANG KE RUMAH IBADAH NTU UNTUK MEMBERITAKAN BAHWA IA ADALAH SABAT ITU SENDIRI, JURUSELAMAT, ANAK ALLAH YG JELAS2 DI TOLAK OLEH UMAT Yahudi…

coba aj bayangin ketika Yesus masuk rumah ibadah dmana ketika ntu masih menggunakan hukum taurat… dia malah memberitakan yg TIDAK SEIRAMA DENGAN HUKUM TAURAT…makanya ada beberapa kali usaha untuk membunuh Yesus ketika Yesus slesai khotbah di rumah ibadah orang Yahudi pada saat sabat…

skr coba om niko bandingkan sabat pada PL dmana ad orang yg dihukum mati ketika dia mencari kayu api pada hari sabat ( intinya melakukan pekerjaan) dengan murid2 Yesus yg memetik gandum tp knp Yesus tidak menghukum murid2nya…

sekian dulu dah om niko soalnya klo kepanjangan ntar malah ngebahas tentang hukum taurat yg berlaku or tidak berlaku or berlaku sebagian n tdk berlaku sbagian ( salah satu post om niko jg, pengen jg seh ngebahas ntu cuma kpanjangan ngebahasnya…cape ngetiknya kekekekeke…jadi kita bahas satu2 aj ya biar ga bt)

GBU

Terimakasih kawan Cloud.

Begini kawan, Roma 14:6 yang saya copas dari tulisan kawan tuh, saya tambah huruf besar sebagai keterangan saya, tapi kayaknya itu membuat kawan bingung…., jadi, skarang saya jelasin aja tanpa menambah kata2 dalam ayat. Coba kawan perhatikan kembali ayat tersebut. Kata “Yang seorang” dan kata “yang lain”…itu sebenarnya menunjukkan siapa? Apakah Paulus menunjukkan bahwa si “yg seorang” dan si “yg lain” itu adalah dirinya?(dualisme dong si Paulus…) Tolong kawan jawab…
Selanjutnya, dimana dalam ayat ini kata2 yang menunjukkan bahwa itu berhubungan dengan penggantian Sabat?

Tentang pergeseran tanggal. He…he… Wah, sebenarnya kita membicarakan hari atau tanggal ? Tapi, ga apa. Misalnya, kalau sekarang tanggal 4 September(Sabtu)…besok tanggal diubah menjadi tanggal 10 atau 11 atau mau tanggal berapa aja, apa masalahnya bila besok toh tetap ditetapkan sebagai Minggu ?..Tanggal boleh berubah, tapi urutan hari kan ga diubah…? Saya agak heran kawan ambil pergeseran ini sebagai masalah. Ga usah susah2. orang2 Yahudi di Negara Israel sekarang ini, mereka juga tentu mengakui penanggalan Internasional yang kawan sebut sudah berubah, tapi urutan hari dalam Mingguan, sejak zaman Adam dan Hawa…ga pernah dianggap masalah. Sampai sekarang pun urutan hari yang mereka gunakan ga tabrakan dengan negara2 lain di dunia ini…Hari ini Minggu…Mau masuk Senin…beberapa jam kemudian…sesuai geseran matahari mereka juga akan alami pergantian Minggu ke senin,…… Jadi, itu ga ada masalah…

Tentang apakah Sabat di surga jatuh pada hari Sabtu atau bukan, kawan nanti tanya sama Yesus ya…? He…he…he… Kayaknya, kawan tunggu jawaban Yesus dulu baru mau sucikan Sabat hari Sabtu, dan kalau ga…anggap Yes.66:23 tuh sbg angin lewat…ya…he…he… lama2 kawan nanti bertanya tentang asal muasal Allah tuh darimana………………… wah, gawat tuh klo pemikiran kawan udah bertanya demikian…… Seharusnya apa yang akan terjadi di surga cukup kita ketahui info yg Tuhan udah berikan. Selebihnya, siapa yg dapat menjawabnya….?

Untuk kawan Tongkimon, terimakasih.
Pemikiran kawan yang menganggap Yesus datang ke Sinagog tuh hanya untuk sesuaikan kebiasaan mereka dan untuk mengambil kesempatan mengajar mereka di hari Sabat ya, coba kita selidiki…
Kawan tuh kayaknya gak perhatikan baik2 Lukas 4:16 yang mengatakan menurut “kebiasaanNya” Dia beribadah pada hari Sabat. Jadi bukan Dia sesuaikan kebiasaan Yahudi! Justru itu adalah kebiasaan Yesus !!!, tolong perhatikan kembali ayat itu ya…kawan.
Tolong sebutkan ayat yg mengatakan bahwa Yesus menyatakan bahwa diriNya lah sebagai hari Sabat itu sendiri. Jago tuh kawan, kalo dapat ayatnya………
Tentang Paulus, kalo dia hanya ke rumah ibadah khusus ketamu org Yahudi aja mungkin pendapat kawan tuh benar. Tapi coba kawan perhatikan, pada Kis 13:14,42,44 juga18:4….Jelas Paulus mengumpulkan penduduk hampir 1 kota. Bukan hanya orang Yahudi tapi orang2 tak mengenal Allah pun dikumpul pada hari itu. Pada Kisah 18:4, Paulus juga kunjungi rumah ibadah pada setiap hari Sabat. Apakah hanya Yahudi yg berSabat? Tidak ! disebutkan org2 Yunani(Kristen berasal dari non Yahudi) juga beribadah Sabat !!! Jadi, keliru dong pendapat kawan……
Tentang Yesus dan Hukum Taurat. Tampaknya kawan beranggapan Yesus datang tidak untuk membuat Israel kembali ke Hukum, tetapi menjadikan Israel menjauhi Hukum dan bahkan seolah Yesus mengajarkan sikap yg melanggar Hukum ya…Waduh, berabe nih……… ajaran dari mana neh….
Tampaknya, kawan Tongkimon sama dengan orang2 Yahudi, memposisikian Yesus sebagai pelanggar Taurat sehigga Yesus pantas dihukum. Padahal setelah Pilatus pelajari, dia tidak mendapati bahwa Yesus bersalah terhadap Taurat. Baca, Lukas 23:13-14 :” Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa AKU TELAH MEMERIKSANYA, dan dari KESALAHAN-KESALAHAN yang KAMU TUDUHKAN KEPADA-Nya TIDAK KUDAPATI pada-Nya.
Mohon kawan perhatikan ayat2 berikut agar kawan dapat melihat bhw tujuan kedatangan Yesus adalah untuk membuat Israel berobat, menjalankan Ketetapan dan Hukum yang selama ini mereka langgar, bukannya sebaliknya, Yesus teladankan pelanggaran Hukum:

  1. Kisah 7:53 : “Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." Yehez 20:13 : “Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka.”

  2. Kisah 3:26: “Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu." Yehez 36:26-27 :” Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”

  3. Yermia 30:11: “Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

  4. Yesaya 42:1-4 :” Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan MENYATAKAN HUKUM. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia MENEGAKKAN HUKUM di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.”

Jadi, pemahaman kawan tentang tujuan Yesus datang ke bumi ini, tolong dipertimbangkan kembali…….

Bro Niko…anda kurang memperhatikan yang ini

Bukankah hari juga sudah bergeser bro Niko?

Terimakasih kawan Cloud.
Saya paham apa yg kawan maksud. tapi coba kawan perhatikan…Sesudah kamis, kan jumat. Jadi walaupun tanggal dikurani 10 hari, ataupun 1000 hari, kan ga merubah urutan hari…Kalaupun Tahun dari 365 hari mau dirubah menjadi 20 hari saja kan tetap ga pengaruhi urutan hari, ga pengaruhi mingguan, kecuali 1 minggu diubah bukan 7 hari lagi tetapi ditambah atau dikurangi jumlah harinya, barulah ada perubahan kawan…!
Selanjutnya, kalau perubahan kalender dilakukan lalu merubah urutan hari, maka dapat dipastikan ada 1 negara yang tak akan mengikuti kalender internasional yaitu Negara Israel, karena mereka adalah negara yang diatur oleh agama Yahudi, pastliah Sabat mereka urutannya ga mau diganggu. Nah, kalau saja perubahan kalender otomatis merubah urutan hari, pasti terjadi perbedaan Hari di Israel dan negara Palestina, Libanon, Syria, Arab Saudi yg adalah satu wilayah pembagian waktu Internasional. Kalau benar kawan katakan bahwa Sabtu yang seharusnya sekarang sudah jatuh pada hari Minggu…berarti Di Saat negara Israel sekarang merayakan Sabat, pasti di negara tetangganya tersebut diatas sedang berada pada hari Minggu. Apakah sekarang disana terjadi seperti itu? Tidak bukan…? Jadi, apanya yang ajaib kawan…?

RENUNGKANLAH KAWAN2 :

Nubuatan Nabi Yesaya tentang akan datangnya suatu saat dimana semua orang…Israel maupun orang asing(non Israel)…Yang kebiri(banci-zaman Israel tak boleh beribadah sama2 dalam kumpulan jemaah) maupun tidak… akan ber Sabat bersama2, menjadikan RUMAH TUHAN disebut “RUMAH DOA SEGALA BANGSA”…

Yes. 56:1-7 :"Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.
Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.”
Sebab beginilah firman TUHAN: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama–itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan–,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.
Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

Bro Niko, apa maksud dari “Kamis 4 Oktober langsung menjadi hari Jumat 15 Oktober”

Bukankah itu berarti saat itu hari Kamis langsung diganti hari Jumat? Dengan kata lain, minggu itu bulan Oktober 1582 tidak ada hari Kamis tapi langsung hari Jumat. Jadi hari dalam seminggu waktu itu cuma 6 hari.

Dan ingat bro Niko, bangsa Israel pada saat itu sudah terserak kemana-mana meninggalkan tanah Palestina.

Bukankah begitu bro Niko?