23 TKI Terancam Hukuman Mati, Pemerintah "No Action Talk Only"

Kemalangan terus menimpa para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Usai beberapa kali para pahlawan devisa tersebut mendapat kasus kekerasan dan penganiayaan, terakhir Ruyati binti Satubi (54) yang dihukum pancung pada Sabtu (18/6) lalu, karena membunuh majikannya, kini 23 TKI menunggu tindakan Pemerintah Indonesia, karena mereka terancam mengalami nasib yang serupa dengan Ruyati.

Sebanyak 23 tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Arab Saudi itu menghadapi ancaman hukuman mati. Selain hukuman mati Ruyati, kasus terakhir adalah Darsem binti Daud Tawar, TKI asal Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam kasus Darsem, pemerintah lebih berkonsentrasi dalam pembayaran diyat (uang darah) ketimbang melakukan advokasi litigasi di peradilan atau diplomasi secara maksimal.

Masih terkait eksekusi mati terhadap Ruyati, Duta Besar Indonesia di Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur telah ditarik kembali ke tanah air sebagai salah satu bentuk protes keras terhadap Arab Saudi dalam konteks diplomatik. Secara terpisah, Menteri Hukum dan HAM RI Patrialis Akbar di Padang, Sumatera Barat, Minggu (19/6/2011) menyatakan, Indonesia akan melayangkan protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait hukum pancung terhadap Ruyati.

Dirilis Kompas.com Senin (20/6) Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarty menilai eksekusi hukuman tersebut telah menunjukan bahwa Presiden telah gagal melindungi hak asasi buruh migran Indonesia yang berada di luar negeri. Dia menyarankan agar pemerintah melakukan upaya maksimal dalam menjamin keamanan para WNI yang berkerja di luar negeri. Salah satunya adalah terhadap 23 WNI di Arab yang mayoritas sebagai PRT Migran, yang sedang menghadapi ancaman hukuman mati.

Arab Saudi merupakan negara tujuan penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Jumlah TKI di Arab Saudi berjumlah sedikitnya 1,5 juta orang, yang sebagian besar pekerja rumah tangga. Sebagian besar pekerja rumah tangga itu perempuan yang mengirim devisa sedikitnya 7,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 61 triliun tahun 2010.

Ketidaktegasan dan ketidakberpihakan terhadap rakyat Indonesia sedikitnya telah membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia wajib introspeksi diri dalam mengelola dan menjalankan roda pemerintahan, rakyat ataukah kepentingan jabatan semata?

Source : Berbagai Sumber/DPT

Kalau kita berpandang ke arab dan segala tentang arab inilah akibatnya
budaya Indonesia sudah dikalahkan arab
ayo bangun lagi budaya asli indonesia
berhenti selalu melihat arab, tapi "taklukkan " mereka dengan saling peduli ke saudara kita satu bangsa
dan bawa kemuliaan dalam kasih Kristus

sekarang ini banyak sekali yang pengen jadi “tki” untuk kerja di ln.

apa yang menjadi penyebabnya ??

Itulah INdonesia…

tidak ada lapangan kerja
karena negara sibuk urusi agama,
mana yang halal dan tidak negara yang memutuskan bukan Tuhan
padahal manusia perlu makan, dan untuk makan dia harus bekerja
benar kata Tuhan Yesus
beri pada kaisar apa hak kaisar
dan pada Tuhan apa hak Tuhan
ketika negara dan agama menjadi satu yang terjadi cuma mimpi buruk masa masa lalu yang selalu terulang oleh orang2 bebal^^

Karena Gaji di LN itu lebih tinggi, Setinggi resikonya…

zaman orba dulu, KB di galakkan

sekarang, lepass kontrol, disatu sisi lapangan kerja gak ada,

Gak usah berharap banyak sama yang namanya pemerintah …
makan ati …sendiri

gimanapun juga pemerintah adalah “pengayom”

:’( :’(
Arab Saudi

I don’t like this country
I don’t like it’s religion
most of all
I don’t like their fundamentalism , radicalism

Indonesia

I don’t like it’s Bureaucracies work
I don’t like it’s corupt lazy stupid functioner

when all this bad thing meet together

CATASTROPHY for poor people :’( :’( :’(

Sapi Australia dipotong , secara brutal Pemerintah Australia langsung ngamuk …
Orang Indonesia dipotong , secara tidak adil dan manusiawi , Pemerintah diam seribu bahasa

KESIMPULAN

SAPI AUSTRALIA LEBIH BERHARGA DARIPADA MANUSIA INDON

kasian deh . . .

Indonesia mah takut ama majikan arab nye,…
berani ngelawan, bakalan di ban, kagak boleh naek haji d makkah almukaromah
gimana kagak takut coba ntu,

@CalvinFabian : Harap perhatikan komentar anda, style yang umum di forum lain tidak semua dapat diterapkan di FK.
Lihat Peraturan Forum.

Ok Mod, duly noted…

thx

iya betull

eeeh,

jangan gitu dong,

masa manusia indo kagak harga, lebih harga sapi ausi ??

yang salah, adalah . . . . . .

Original…?
Semoga cepat sadar kekeliruannya…