39 PL dan 27 PB

Saya ingin mengetahui bagaimanakah seorang kristen memahami ajaran kristen. Bagaimana 39 PL dan 27 PB harus dipelajari? Apakah bisa belajar dengan membaca kitab itu sendiri, atau harus mendapat bimbingan? Apakah dari setiap kitab itu sudah ada penafsiran yang baku (yg disepakati oleh para ahli tafsir kristen) atau setiap orang boleh mmenafsirkan sendiri. Dan, seberapa besar peran pendeta atau pastur dalam membantu memahami kristen.

Dari beberapa posting teman teman FK, sering saya dengar istilah bimbingan RK. Apakah seorang kristen dapat memahami kitab tanpa sebelumnya dibimbing oleh pendeta atau pastur atau orang orang yang telah disekolahkan untuk itu? Atau benarkah RK dapat membimbing memahami kitab, walaupun sebelumnya dia tidak pernah dibimbing oleh yang memiliki pemahaman yg mendalam tentang kitab?

Terima kasih

Salam

untuk memahami tentunya harus dengan percaya /beriman…tanpa itu rasanya sulit untuk memahami yanga ada mungkin hanya kebingungan

Bagaimana 39 PL dan 27 PB harus dipelajari?
membaca dengan berdoa minta hikmat Tuhan
Apakah bisa belajar dengan membaca kitab itu sendiri, atau harus mendapat bimbingan?
Belajar sendiri dengan bimbingan Roh Kudus dan dibimbing orang yang penuh Roh Kudus
Apakah dari setiap kitab itu sudah ada penafsiran yang baku (yg disepakati oleh para ahli tafsir Kristen) atau setiap orang boleh mmenafsirkan sendiri.

2Petr 1:20-21 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Dan, seberapa besar peran pendeta atau pastur dalam membantu memahami Kristen.

peran nya lebih ke hidup kongkritnya artinya pembimbing tersebut menghidupi setiap Firman yang diajarkan .

Dari beberapa posting teman teman FK, sering saya dengar istilah bimbingan RK. Apakah seorang Kristen dapat memahami kitab tanpa sebelumnya dibimbing oleh pendeta atau pastur atau orang orang yang telah disekolahkan untuk itu?

Atau benarkah RK dapat membimbing memahami kitab, walaupun sebelumnya dia tidak pernah dibimbing oleh yang memiliki pemahaman yg mendalam tentang kitab?

sebelum mereka membimbing …mereka juga berdoa minta hikmat Tuhan , agar perkataan yang keluar itu sesuai hati Tuhan

Untuk pertumbuhan iman itu memang dikaryakan oleh Roh Tuhan .
ttp sebelum bertumbuh tentu harus ada tangan yang menanam dan menyiramnya…
krn itu lah diperlukan seseorang pembimbing yang lebih memahami akan Firman Tuhan :coolsmiley:

Bisa belajar sendiri kok. Kan kitabnya sudah diterjemahkan.
Ketika orang mencoba membaca Alkitab mulai dari Kejadian, orang seing berhenti hanya sampai pada Imamat. Karena membaca kitab Imamat seperti sedang membaca buku undang-undang. Tapi ketika kita selesai dari kitab Imamat, pembacaan Alkitab kembali lancar karena aliran ceritanya lancar lagi.

Peran pendeta atau pastor sepertinya lebih banyak pada bimbingan doktrin.

Coba baca2 kesaksian Hamran Amrie :afro:

berdoa dulu minta pimpinan Tuhan Yesus, terus baca bagian yang diinginkan, lalu berdoa lagi minta Tuhan kasih hikmat dan pengertian tentang firman-Nya
Tuhan Yesus memberkati

Terima kasih, Alice, Cloud dan Exia atas jawabannya. Apakah tingkat pemahaman terhadap Alkitab saling berhubungan, atau mempunyai korelasi dengan tingkat keimanan seorang kristen?

Salam

Iya…sangat berkorelasi.
Dengan iman maka paradoks yang ada dalam Alkitab bisa kita mengerti dengan logika.
Tanpa iman, paradoks dalam Alkitab menjadi suatu hal yang susah dimengerti dengan logika.

Itulah sebabnya ada tertulis
Ibrani 11:1 iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Nah…bagian yang “kadang” sulit didapatkan adalah “iman” itu.
Ini biasanya didapatkan dengan istilah “dijamah” atau dengan kata lain mendapat “hidayah” (sorry…meminjam istilah tetangga :smiley: )

[email protected]

Yang menjadi penting bagi kita mungkin ga menjadi penting bagi orang lain jika melihat seonggok buku…appaun judulnya dan apa isinya.

Semua buki dilihat dari profil luarnya dulu…apa lagi itu kalo sudah mengenai buku kerohanian…ataupun buku rohani agama manapun.
Pasti saat kamu perta askeli melihat penampilanya.timbul sebersit gugahan pertanyaan dalam hati…bukau apasih itu…?? Say pun seperti itu melihat buku rohani agama lain saya kalo ke perpustakaan atau toko buku
melihat penampilan luarnya…ohh.keren…bagus…pasti saya timang timang dulu dan melihat isi bukunya…saya lihat bacaan mengenai “isro miraj” misalnya…ya saya baca …karena saya tertarik cerita ini untu menjadi kasanah pengetahuan saya…

Begitu juga mungkin anda melihat Alkitab…ga usah pingin tau apa isinya jika anda tidak paham sama sekali…tapi niat anda untu membaca sekena kena kennya anda membuka ALKITAB DALAM SURAT APPAUN ITU…??
wAHH…dsitu bari timbul rasa ingin tau anda begitu besar…bolak balik sana
sini sampe lupa prtama kali tadi anda membuka dan membaca dihalaman yang pertama kali…Sama seperti saya dulunya membuka ALKITAB.

tAPI KARENA PENASARAN SAYA TANYA KE ORANG TUA SAYA…buku apa yang bisa memandu pengertian saya…sambil sekalilsekali di tambah pengetahuan pemahaman ALKITAB orang tua saya yang kalau boleh dibilang fasih…ya itulah guru saya…Akhirnya dapat brejalan sendiri dengan
bantuan semua orang …tapi rasanya masih kurang saja…hhheheh terus haus dan lapar…akan berita rohani dari manapun juga…
Yah sedikit gambaran / intermezo aja ya [email protected]

SALAM GBU

Secara logika, jika memang pemahaman alkitab itu berkorelasi dengan keimanan, maka sudah sepatutnyalah alkitab dipelajari dengan sepenuh hati dan mendapat bimbingan yang memadai dari yang paham.

Saya termasuk orang yang mempercayai bahwa iman tanpa ilmu, derajat keimanannya kurang sip.

Salam