4 tingkat kehidupan Kekristenan

Dalam Kitab Injil Matius pasal yang ke-19 terdapat 4 tingkat kehidupan Kekristenan yang dapat kita pelajari dan bersama ROH KUDUS kita dapat merenungkan dan memngukur tingkat kehidupan kita dengan tepat dan terus mengusahakan berjuang untuk dibawa naik sampai kita mendapati 12 tahta yang telah disediakan Tuhan bagi kita.

Tingkatan yang pertama - “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.” - ayat 8. Tingkatan paling rendah kehidupan Kekristenan biasanya adalah masih berbicara seputar yang diperbolehkan dan yang dilarang. Orang percaya yang di tingkatan ini sama sekali belum memiliki pengertian yang cukup. Hanya bisa melihat hitam dan putih dan tidak mengenali warna-warna lain dari kekayaan dan kemuliaan Tuhan. Juga tidak memiliki kerinduan untuk mengenali Tuhan lebih dalam lagi. Bagi mereka, jika diperbolehkan mereka melakukan, namun jika dilarang mereka mencoba menegosiasikan sampai mentok, barulah mentaati demi keamanan diri mereka sendiri.

Tingkatan kedua - “Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada YESUS, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.” - ayat 13. Dapat disebut Kristen tingkat anak-anak. Cirinya adalah memiliki kerinduan yang besar akan berbagai hal-hal yang rohani. Namun pada tingkatan ini, orang percaya diharap untuk tidak malas, tidak tinggal diam setelah didoakan maupun memperoleh nubuatan, namun harus mampu mengembangkan dan melipatgandakan apapun berkat yang telah diterima dengan tekun terus mencari wajah Tuhan dan kehendak-Nya yang sempurna. Tingkat anak-anak ini juga identik dengan mentalitas yang masih mengandalkan hamba Tuhan ketimbang Tuhan sendiri walau secara rohani cukup peka.

Tingkatan ketiga - “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” - ayat 21. Pada tingkatan ini, kedewasaan orang percaya ditentukan dari 3 hal yaitu kemampuan menjual, kemampuan memberi dan kepengikutan kepada Tuhan YESUS. Kemampuan menjual dalam hal ini termasuk menjadi kesaksian bagi banyak orang. Kita bersaksi kepada dunia bahwa Tuhan YESUS memberkati secara harta duniawi bagi kita, namun apakah benar kita telah memperlakukan uang maupun harta orang lain dengan benar? Apakah kita sudah bebas dari beban hutang? Kemampuan menjual juga berbicara tentang kemampuan raja-raja dalam hal bisnis dan usaha, termasuk kemampuan mengembangkan dan melipatgandakan. Begitu juga kemampuan memberi, apakah kita memberi dengan kikir atau memberi dengan ketepatan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna? Dan kepengikutan kepada Tuhan YESUS, masihkah kita memberontak atau tawar menawar atau mempertanyakan kehendak-Nya ketika Ia menghendaki kita berjalan ke jalan yang sama sekali asing bagi kita? Atau kita mentaati-Nya tanpa memikirkan untung rugi dan mempercayai Dia sepenuhnya?

Tingkatan tertinggi - “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” - ayat 28-29. Tingkatan tertinggi berbicara tentang keberanian meninggalkan apapun juga sehingga hanya Tuhan dan tidak ada yang lain. Ketika kedagingan dan kebenaran diri sendiri mulai dimatikan secara total. Dibutuhkan kerelaan yang tulus dan totalitas yang utuh, rela untuk terus disempurnakan dan didewasakan sehingga mampu memerintah bersama dengan Tuhan dan mewarisi hak kesulungan secara total.

diambil dari : SHRK Januari 2012 - Hari Ke-2 Vol. 1

GBU

where is the “love”?

ada di ke empat2nya

GBU

12 tahta ?

apa itu 12 tahta ?

matius 12:28-29

GBU

tentunya, mereka para perintis gereja kita.
tapi yang keduniawian pun tetap bisa asalkan kita mampu melepas semuanya tetap masuk persyaratan (lulus dari ujian Tuhan).

GBU

aoa itu 12 tahta ?

(28) Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
(29) Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.

Ga ada tuh 12 tahta

Istilah “12 tahta” ini karangan anda ya ?

tetep bisa masuk level ini

GBU

@PI

apa itu 12 tahta ?

(28) Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
(29) Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.

Ga ada tuh 12 tahta

Istilah “12 tahta” ini karangan anda ya ?

sori salah ketik
MATIUS 19:28-29

GBU

betul, namanya level berarti ga sama kan, ada tingkatannya.
semua orang bisa masuk level 1-4 tergantung ybs berkembang atau tidak dengan Tuhan sendiri.

GBU

(28) Kata YESUS kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

okay, lalu

4 tingkat ini ada di Matius pasal 19 ayat yg keberapa ?

4 tingkat ini ada di Matius pasal 19 ayat yg keberapa ?

4 tingkat ini ada di Matius pasal 19 ayat yg keberapa ?

untuk murid Kristus.
ga ada tulisan rasul …

GBU

silahkan disimak postingan pertama

GBU

ya itu tafsiran bro rod…tapi kl di baca selengkapnya tidak sepenggal2, sikon dimulai di ayat Matius 19:16 dimana tidak ada keterangan hanya 12 murid saja.

GBU

wah, yang saya pernah baca itu 4 wajah di buku nya pak Petrus, tapi kurang puas…
saya berharap ada yg menjelaskan ulang mengenai 4 wajah tersebut… :slight_smile:

Gbu

maksudnya ayat yang bersangkutan dalam matius 19:28-29 saat kejadian itu tidak ada yang tahu bahwa Yesus berkata kepada 12 murid saja atau murid2 nya, kan murid Yesus ga cuman 12 aja bro

GBU

kalau bukan untuk kita ngapain di tongolin disitu ? untuk apa alkitab di tulis ?

penulis 4 kitab itu bukan orang sembarangan yang nulis sembarangan, kl ayatnya menggambarkan sikonnya tidak jelas (tidak ada jelas tertulis hanya para rasul) berarti ada maksudnya.

GBU

jadi menurut anda matius 19:27-30 adalah buku sejarah / alkitab / logos / rhema ?
atau mungkin begini …

alkitab = buku sejarah ?

GBU

kalo bro roderick sendiri di level mana ? :afro:

kalo saya, kayaknya masih di level kanak-kanak deh :ashamed0002:

becanda bro,
saya tidak memungkiri ada hal-hal semacam ini karena memang kehidupan Kristen itu diibaratkan sebagai MURID, sebagai manusia menuju kedewasaan, ada bayi, kanaka-kanak dan dewasa, sebagai Atlit Lari, sebagai Pejuang, sebagai Pengikut, Sebagai Prajurit, Militia hal-hal mana secara nyata MENGANDUNG PROSES dan pada proses pasti adanya perubahan meningkat dari sederhana menjadi menuju sempurna.