5 jawatan untuk memperlengkapi atau......

Hari ini saya denger kotbah yg buat saya bingung…
Yg kotbah berbicara bahwa yg namanya 5 jawatan itu gak penting karena cuma untuk memperlengkapi orang2 kudus
yg penting adalah orang2 kudus itu
Yg saya mau tanyakan disini adalah apakah memang 5 jawatan itu cuma untuk memperlengkapi atau memang setiap orang percaya akan mempunyai panggilan dari 5 jawatan ini?
dan siapakah yg di maksud orang2 kudus yg di maksud dalam efesus?
apakah setiap orang percaya?
karena saya berpikir apa memang ada orang kudus didunia ini?
lalu maksud paulus menulis ini apa?
mapp klo pertanyaannya banyak ;D
mohon pencerahannya!!!

Efesus 4:11-12

11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

12.untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Harap tlebih dahulu dperhatikan,
Bahasan ttg 5 jawatan bisa bbeda tgantung denominasi gereja.


Nah, mnrt pendapat gue :

Orang2 kudus adl semua orang percaya.
Stiap orang yg mpunyai Roh Kudus di dalam hidupnya sudah pasti adl orang kudus.

Semua orang pcaya dpanggil utk pelayanan di dalam Tubuh Kristus.

Pelayanan itu ada banyak macamnya.
Diantaranya adl pelayanan 5 jawatan,
Tetapi tidak semua orang percaya akan terhisab ke dalam 5 jawatan tsb.
Ada jenis2 pelayanan lain di luar 5 jawatan.

Apakah 5 jawatan penting?
Sangat penting.

Dasar Utama (Fondasi Agung) dari gereja adl Yesus Kristus.
Di atas Fondasi Agung tsb, dibangunNyalah pelayanan 5 jawatan,
Yaitu berturut-turut Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, Guru.

Mreka tidak hanya mpelengkapi utk pelayanan,
Mreka yg mbangun, menyatukan, memberikan dasar doktrin, menumbuhkan dan mendewasakan.

Ef 4:11-15
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kurangnya salah satu jawatan (yg mana saja) akan mempengaruhi kesatuan, pertumbuhan dan pembangunan Tubuh Kristus.

Smoga mberkati.

rasul dan nabi telah berlalu

Telah berlalu?
KNapa?

Bro beranggapan belum? Silahkan renungkan dan coba beri jawaban atas pertanyaan berikut ini:

  1. Nabi & rasul masih ada samapai sekarang?
  2. Apa tugasnya?
  3. Apakah firman TUHAN belum selesai diwahyukan?
  4. Apakah Alkitab itu belum selesai ditulis?
  5. Apakah bisa nabi akhir zaman ini bernubuat yang tidak tertulis dalam Alkitab?
  6. Apakah bisa rasul akhir zaman ini membangun/menegakan pengajaran di luar para rasul PB?
  7. Kalau jawaban nomor 5 & 6 adalah tidak bisa, lalu dimanakah kuasa dan wibawanya?

Sedikit tambahan penjelasan, mungkin yang dimaksud oleh Hamba Tuhan itu bukanlah makna lateral tetapi berbicara mengenai FUNGSI PELAYANAN.

Dimana FUNGSI Pelayanan dalam jemaat KRISTUS berbicara mengenai 5 KARUNIA JAWATAN yang diperlengkapi kepada kita semua dimana kita minimal memperoleh 1 dan bisa lebih dari 1 KARUNIA, ada semacam test seperti test psikologi yg digunakan untuk mengenali dan mengetahui karunia yang ada pada diri kita (dikenal dengan TEST 5 KARUNIA JAWATAN).

Sehingga dengan mengetahui KARUNIA yang ada pada diri kita, kita bisa menempatkan posisi pada pelayanan tersebut bukan berdasar pada KEINGINAN SENDIRI tetapi berdasar TALENTA yang sudah diberikan.

Sebagai contoh : banyak GEMBALA yang memperoleh jabatan tesebut bahkan berdasar dari warisan, BAPAK GEMBALA anaknya jadi GEMBALA, apakah cocok? bisa iya bisa tidak, belum tentu.
Mengapa?
Harus mempertanyakan diri sendiri :
Apakah dalam menjalankan FUNGSI PENGEMBALAAN, saya mempunyai KARUNIA TALENTA PENGEMBALAAN? seperti sifat :

  • sabar dan mudah bersosialisasi.
  • memiliki HATI BAPA, memiliki hati mengasihi dan mudah berempati terhadap kesusahan/penderitaan orang lain, mau melayani (menjadi pelayan-bukan minta dilayani).
    dan menyukai kondisi/keadaan lapangan :
  • stabil/lebih nyaman.
  • situasi yang mudah diprediksi.
    Jika memang Ya, niscaya DOMBA yang dipercayakan menjadi gemuk, sehat dan berkembang biak.

Tetapi jika TIDAK, semisal saya memiliki sifat :
- cepat mengambil keputusan, tidak sabar, seperti saat melihat sesuatu/keadaan yang TIDAK/KURANG BAIK langsung dikatakan/diutarakan tanpa dipikirkan lagi.
- frontal dalam menghadapi persoalan.
menyukai kondisi lapangan :
- tidak stabil, menyukai tantangan dan hal-hal/kondisi baru
- cepat adaptasi dengan hal/kondisi baru
Kalau memaksakan diri menjadi GEMBALA, niscaya DOMBA2nya menjadi KURUS bahkan MATI karena tiap hari menerima “KUTUKAN” saya, dan saya sendiri juga menjadi KURUS karena makan hati dan cape hati oleh domba dan kondisi lingkungan.

Jadi saya harus memikirkan ulang lagi dimana saya harus ditempatkan, mungkin cocok dalam
fungsi pelayanan KERASULAN yaitu pergi ke tempat baru sama sekali dimana disana belum ada yang mendengar dan menerima TUHAN JESUS, untuk memberitakan FIRMAN, dengan kondisi yang saya sukai yaitu keras, unpredictable, frontal, travelling.

Mungkin demikian yang dimaksud oleh beliau.

JBUs :wink:

kalau bagi saya seorang Gembala itu bukan hanya memiliki sikap dan tahu fungsi tetapi juga harus mantap panggilannya untuk menjadi gembala. Punya kuasa dan bukan cuma meresa dipanggil menjadi gembala. karena kapan itu hanya perasaan maka kebanyakan kita akan berspekulasi dalam menggembalakan domba Allah. itu saja hanya menambahi.

Lengkapnya satu kalimat penuh tanpa dipenggal demikian bunyinya:

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh KRISTUS,
13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan KRISTUS,
14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, KRISTUS, yang adalah Kepala.

Perhatikan ayat 13, adalah kunci dari tujuan kalimat itu dituliskan. “Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan KRISTUS,”

Selama ini gereja-gereja didunia dari segala denominasi dan aliran, belum mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah dan juga belum mencapai kedewasaan dan tingkat pertumbuhan rohani yang diharapkan oleh KRISTUS. Untuk mencapai hal itu maka dijelaskan dalam ayat 11 dan 12.

Tuhan melengkapi orang-orang kudus dengan lima jabatan tersebut. Kunci disini adalah pada pemahaman “rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,” bukanlah menunjuk kepada pribadi atau orang-orang tetapi menunjuk kepada jabatan (fungsi dari sebuah tugas pelayanan).

Untuk memahami bahwa itu bukan manusia yang dimaksudkan tetapi adalah fungsi sebuah tugas, maka kita harus paham apa maksudnya kata “memberikan” dalam ayat 11 diatas. Dalam KJV with Strongs, kata tersebut termasuk KATA KERJA, διδωμι / didomi (bacanya: did’-o-mee). Sehingga tidak boleh kita terjemahkan dan pahami sebagai kata benda dimana yang disebut rasul, nabi, pemberita injil, gembala dan pengajar adalah orang-orang pada masa lampau untuk melahirkan orang-orang kudus. Pemahaman seperti ini tidak tepat.

Ayat 12 adalah menjelaskan bahwa fungsi pekerjaan tersebut akan diberikan sebagai pelengkap dari pelayanan orang-orang kudus. Dimana orang-orang kudus tersebut melayani Tubuh KRISTUS agar dapat dibangun sesuai tujuan yang disebutkan dalam ayat 13. Bukan sebaliknya orang-orang yang disebut rasul, nabi, pemberita injil, gembala dan guru ada untuk melahirkan orang-orang kudus.

Ayat 14 dan 15 adalah sebab mengapa diberikannya lima fungsi pekerjaan tersebut untk melengkapi orang-orang kudus dalam pelayanan mereka membangun Tubuh KRISTUS sesuai dengan harapan Tuhan. Sebabnya disini tidak perlu diperjelas lagi sebab saya rasa dibaca saja sudah cukup jelas.

Efesus 4:16, kelanjutannya mempertegas ayat 11-15, demikian bunyinya:

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Bahwa seluruh tubuh (yang bukan terdiri dari satu bagian saja) terikat menjadi satu oleh pelayaan masing-masing anggota tubuh, sesuai kadar pekerjaan (fungsi tugas/5 jabatan yang dibebankan KRISTUS) masing-masing anggota jemaat Allah. Dan lewat seluruh anggota tubuh, bukan saja pendetanya saja dalam gereja, tetapi juga diaken, penatua, imam, suster, bruder, pelayan Tuhan dan juga jemaat, maka Tubuh KRISTUS itu dibangun didalam kasih.

Demikian sebenarnya penjelasan ayat tersebut.

Tentang siapa orang-orang kudus? Kata kudus dan suci kadang sering rancuh. Kata kudus dan suci sebenarnya artinya berebda. Kudus biasanya berasal dari Yunani αγιος / hagios (bacanya: hag’-ee-os) artinya dipisahkan atau dikhususkan dan suci biasanya menunjuk pada kata Yunani καθαρος / katharos (bacanya: kath-ar-os’) artinya bersih atau tanpa noda. Saat dikatakan orang suci, artinya orang yang disucikan dari dosa dan saat kita membaca orang kudus adalah orang-orang yang dipisahkan dari duniawi, yang menyerahkan diri untuk mentaati kebenaran dan mematikan daging dan hawa nafsunya.

Semoga membantu…

5 JAWATAN DI DALAM ALKITAB DICATAT DALAM:
Eph 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Eph 4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh KRISTUS,
Eph 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan KRISTUS,
Eph 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
Eph 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, KRISTUS, yang adalah Kepala.
Eph 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
APA YANG DITULIS DALAM SURAT EFESUS INI MERUPAKAN NUBUATAN YANG AKAN TERJADI PADA JEMAAT TUHAN DI AKHIR ZAMAN DIMANA TUHAN AKAN MEMBANGKITKAN JABATAN: RASUL, NABI, PEMBERITA INJIL, GEMBALA DAN PENGAJAR BUKAN LAGI DI DALAM KONTEKS KEORGANISASIAN MELAINKAN DI DALAM KONTEKS FUNGSI MASING2 MENURUT KASIH KARUNIA ATAU TALENTA YANG TUHAN BERIKAN KEPADANYA DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLENGKAPI ORANG2 KUDUS TUHAN BAGI PEKERJAAN PELAYANAN DAN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS SAMPAI ORANG2 PERCAYA MENCAPAI KESATUAN IMAN DAN PENGERTAHUAN YANG BENAR TENTANG ANAK ALLAH YAITU YESUS KRISTUS UNTUK MENCAPAI KEDEWASAAN PENUH DI DALAM TINGKAT PERTUMBUHAN YANG SESUAI DENGAN KEPENUHAN KRISTUS; DIMANA JABATAN2 ITU; DENGAN CATATAN BAHWA HUBUNGAN JABATAN2 INI DENGAN ORANG2 PERCAYA TIDAK DIBATASI OLEH SUATU STRUKTUR DENOMINASI, ORGANISASI, LITURGI DSB MELAINKAN DI DALAM HUBUNGAN SEBAGAI BAPA ROHANI DENGAN ANAK ROHANI YANG SUNGGUH2 DIPERSATUKAN DI DALAM KASIH KRISTUS AGAR JEMAAT YANG ADA DI JADIKAN SEPERTI JEMAAT YANG MULA2.