7 Kesalahan Menulis CV dan Surat Lamaran

Terkadang masih ada pencari kerja atau pelamar yang melakukan kesalahan menulis CV dan surat lamaran ketika hendak melamar lowongan kerja. Jika Anda ingin CV dan surat lamaran Anda dibaca sampai selesai, hindarilah beberapa kesalahan dalam menulis CV dan surat lamaran seperti yang dijelaskan berikut ini:

  1. Membingungkan. Anda mencantumkan minat Anda pada posisi HRD tapi Anda juga menyebutkan kemungkinan ditempatkan di posisi Marketing atau Akunting. Siapa saja pasti bingung jika begini. Berikanlah kejelasan posisi yang Anda inginkan didukung pengalaman atau kemampuan yang Anda miliki.

  2. Membosankan. Berikan informasi yang berarti dan berguna, jangan melebih-lebihkan dengan membumbuhkan kata-kata klise “Saya adalah orang yang baik, sopan, pekerja keras dan bla bla bla…”. Tetap singkat dan sertakan bukti jika benar Anda adalah orang seperti yang Anda tuliskan.

  3. Isi Sama. Kebanyakan dari kita hanya menulis CV dan surat lamaran sekali saja dan mengubahnya jika digunakan untuk melamar di tempat berbeda. Ini keliru, buatlah CV dan surat lamaran berulang-ulang untuk mendapat kesempurnaan tulisan sehingga tampak beda dari pelamar lainnya.

  4. Kurang Fokus. Buatlah CV dan surat lamaran secara fokus (posisi yang dilamar sesuai dengan bakat dan keterampilan), mudah dibaca, urutannya jelas dan masuk akal.

  5. Tata Bahasa Salah. Gunakanlah tata bahasa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris yang baik dan benar. Jika tidak bisa Bahasa Inggris, mintalah bantuan dari teman yang mengerti.

  6. Tebal. CV dan surat lamaran ideal berjumlah 2 sampai 4 halaman dan jika menggunakan email usahakan berkas CV dan surat lamaran berukuran kurang dari 200kb dan harus diextract rar atau zip supaya jadi satu.

  7. Terlalu Menunda. Jika Anda memang tertarik untuk melamar di posisi yang sesuai dengan keahlian dan keterampilan Anda maka bertindaklah segera, jangan menunda mengirim lamaran. Jangan juga mengirim CV dan lamaran melalu Fax karena ingin cepat sampai kecuali diminta.

Menulis CV dan surat lamaran kerja juga ada seninya, jadi jangan tergesa-gesa dan gegabah dalam penulisannya.

sumber: artikel dunia kerja

Kenyataan membuktikan bahwa Anda juga salah menuliskan kata ‘anda’ yang seharusnya ditulis Anda. Ini membuktikan ketidaktaktahuan dan ketidakteliktian posting Anda.

Jadinya seri ya 1 sama 1.

Jadi malu nie…terima kasih untuk koreksinya sob :ashamed0002:

Aisiyu menarik artikelnya, pendatang baru nih ya. Gpp, masih bisa diperbaiki yang penting niatnya sist baik.

Salam :slight_smile:

Saling membangun & koreksi untuk hal yang positif = perlu diupayakan bersama karena kita sangat terbatas maka membutuhkan bantuan orang lain untuk memberikan solusi yang lebih baik. Seringkali apa yang kita pikir-bicarakan-tulis tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka perlu juga membaca ulang posting yang sudah dikirim.

Saya juga sering melakukan hal serupa, kadang-kadang malas untuk mengoreksinya. Salah satunya, penulisan design yang seharusnya sesuai dg suasana Indonesia=desain, tip seharusnya ditulis tips dls…

Maju terus pantang mundur.

Ya Jodi, yang penting memiliki hati yang mau diajar. Syukurah kalo Jodi memahami makna tentang kata “koreksi diri dan belajar” karna hal ini diperlukan hati yang legowo.

TUHAN YESUS BERKATI :slight_smile: