8 Kiat Jitu Cegah MRSA

BAYI Anda yang baru lahir bisa terinfeksi MRSA akibat RS dan fasilitasnya kurang higienis. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan nasal orang sehat atau pasien. Walau tidak berbahaya, tapi jika ada luka, radang, luka operasi atau luka bekas kateter, dapat menyebabkan infeksi. Infeksi bisa ringan (nanah atau radang) atau berat (infeksi di darah atau sepsis, pneumonia, infeksi tulang atau sendi).

Nah agar anak Anda yang baru lahir terhindar dari infeksi MRSA, dr Margareta Komalasari, SpA, dari RSB Prima Medika, Ciputat, Tangerang membeberkan beberapa langkah penting, di antaranya:

1. Staf rumah sakit harus menggunakan sarung tangan, gaun, masker, penutup kepala yang disposable, saat kontak dengan pasien dan harus melepaskannya sebelum keluar ruangan isolasi. Setiap pengunjung diminimalkan kontaknya dengan pasien dan harus sama seperti petugas, mencuci tangan dengan alkohol sebelum dan sesudah masuk ruangan pasien.

2. MRSA dapat bertahan di benda seperti linen, lantai, tempat tidur, dan alat-alat mandi, sehingga ruangan wajib dibersihkan dengan desinfektan. Hal tersulit tentu saja pada ruangan ber-AC, udara, botol suction, O2 sentral dan bahkan telepon seluler atau komputer pun dapat menjadi media penyebaran MRSA yang tentu saja sulit dihilangkan.

3. Sebelum bersentuhan langsung dengan bayi gunakan masker, juga basuh tangan dengan sabun menggunakan air hangat paling tidak selama 15 detik. Alternatif lain dapat juga menggunakan pembasuh tangan berbahan dasar alkohol (alkohol 70% dapat efektif sebagai sanitasi pencegahan MRSA. Perlu juga dicegah dengan pembersihan rutin ruang-ruang rawat dengan menggunakan Nonflammable Alcohol Vapor in CO2 (NAV-CO2) system atau sodium hypochlorite.

4. Men-screening pasien MRSA dan staf rumah sakit. Pasien yang terkena MRSA segera diisolasi dan staf yang positif MRSA dicutikan sampai sembuh.

5. Balut luka dengan baik, usahakan luka atau goresan dibalut menggunakan perban yang kering hingga luka sembuh. Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur dengan orang lain.

6.[/b] Pentingnya pengetatan dan screening serta pengawasan infeksi nosokomial dengan pengambangan unit infeksi kontrol disetiap rumah sakit di Indonesia.

7. Pembatasan penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Pemakaian antiiotika secara serampangan dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada di dalam tubuh kita. Yang semula ditempati bakteri baik akan diisi bakteri jahat atau jamur (disebut superinfection). Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten (disebut superbugs).

8. Penyediaan obat seperti Vancomycin dan Bactroban di rumah sakit. Perlunya penyebarluasan informasi di kalangan dokter, perawat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa bidang kesehatan tentang MRSA sebagai bagian pencegahan Infeksi nosokomial di rumah sakit atau komuniti (masyarakat).

tks infonya.
BTW… ada ga RS di Indo yg PROFESSIONAL abizzzz?
kayaknya susah dh, apalagi skrg banyak dokter yg malpraktek.