aaaa

aaaaa

Bung, apalah arti sebuah nama. Banyak yang diberi nama aneh sejak lahir, malah ditulis di akte kelahiran. Saya ingat teman SMA saya bernama asli PIPIH, mungkin maksudnya VIVI ditulis bahasa Sunda, lalu juga ROSA HYBRIDA, semua anak bakal tertawa ngakak bila nama itu diucapkan lengkap oleh guru saat absensi. Kalau saya jadi Anda, saya akan bayangkan, wah keren juga selalu berpakaian rapih, membuat orang lain selalu tersenyum, daripada nama yang selalu membuat orang naik darah misalnya si ROBOT GEDEK.
Lagipula nggak ada yang terambil dari diri Anda dengan julukan itu. Bung nggak jatuh miskin, nggak jadi bloon (maaf), dan nggak kehilangan apapun. Jadi, jangan biarkan kegembiraan hati kita malah kita relakan untuk diganti dengan kekesalan, karena kan yang mengijinkan kita untuk kesal ya kita sendiri. Nanti kalau sudah lewat masanya, misalnya sudah lulus kuliah atau pindah kerja, nggak ada lagi orang yang menyapa dengan sebutan itu, jangan2 Bung malah rindu lagi. :coolsmiley:

Sebenarnya masih banyak hal lain yang jauh lebih bermanfaat daripada sekedar mengurus bagaimana orang memanggil anda… mungkin anda juga sudah mengerti…
Seseorang dilihat dari perkataan dan perbuatannya… bukanlah dari panggilannya… lalu apakah perbuatan dan perkataan anda sudah sesuai yang TUHAN kehendaki…ataukah lebih penting panggilan nama anda dibanding nama TUHAN??? jika dilihat2 terbukti dengan sakit hatinya anda… anda masih mengutamakan diri sendiri dibanding TUHAN…

Sekedar cerita… menurut pengalamanku… semakin benci dan dilampiaskan dalam tindakan kita terhadap suatu panggilan… maka panggilan tersebut akan semakin erat menempel pada orang tersebut… dan itu terjadi pada temanku… ^^

Jika demikian… mengapa harus marah bila ada seseorang memanggil kita demikian… balaslah dengan senyuman dan perbuatan yang baik dan lihatlah hasilnya…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Dear Ardilin

Sori mungkin agak OOT, kalau saya dengar Mr.Bean sebenarnya saya sangat respek terhadap tokoh ini terutama pemerannya Rowan Atkinson, seorang aktor yang bisa dibilang jenius dan pembawaannya sehari-hari sama sekali tidak sama dengan tokoh yang dia perankan. Rowan Atkinson adalah seorang yang cerdas, suka membaca dan memiliki pengetahuan yang luas. Jadi kalau orang hanya mengenalnya di dalam film Mr.Bean dan bertemu langsung dengan orangnya secara langsung pasti tidak mengira bahwa Rowan ini sangat berbeda dengan tokoh yang dia mainkan.

Poinnya, Rowan Atkinson yang terkenal dengan tokoh dan sebutan Mr Bean yang “lucu dalam kebodohannya” mampu menampilkan dirinya sebagai pribadi yang cerdas di kalangan luas tentu pelajaran ini bisa diambil juga bagi kita yang mungkin mendapat sebutan yang aneh dan terkesan menghina.

Kalau saya mendengar ada yang disebut dengan nama Mr Bean di depan saya, maka yang muncul dalam benak saya adalah orang di belakang nama ini pastilah seseorang yang hebat dan memiliki kualitas yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Atau ini cuma saya (?)

Salam

ok saya mmg ga bisa ngatur orang lain utk ubah perkataannya,saya lagi menyesuaikan diri,saya berusaha utk hidup dalam kebenaran Tuhan YESUS KRISTUS,utk bersabar dan tidak marah,tetap tersenyum,walau itu sangat sulit dilakukan.saya terima kenyataan ok saya mirip,tapi saya bukan mr bean,dan saya ga mau dipanggil mr bean.saya merasa klo saya dipanggil mr bean,mana ada cewek yang mau sama saya..itu yg ada dipikiran saya.

cuek saja, Bro…anggap saja mereka semua ga ngerti bahasa manusia. sudah dibilangin untuk memanggil nama asli, tetap aja panggil pake nama “Mr Bean”

kalau masalah mana ada cwe yang mau kalau Bro dipanggil Mr.Bean…
hmmm…saya kok ga setuju ya… ;D
cuma cwe berpikiran sempit yang melihat cwo hanya dari nama julukannya :coolsmiley:
hari gini sudah banyak cwe cerdas, Bro…mereka melihat cwo dari hati dan kepribadiannya, termasuk saya juga :azn:
tinggal Bro aja yang harus membuka hati dan pikiran, sehingga bisa menemukan mereka :char11:

Skarang:Tuhan aku menerima semuanya,yang Engkau berikan itu yg terbaik,tapi.... Tuhan Kuatkan aku,klo aku dipanggil Mr bean,aku pura-pura tuli aja seperti Saul yang tidak mendengarkan hal2 yg menjelek2an raja,tapi mendengar hal hal teriakan bangsa dalam kesedihan.

jangan dibawa terlalu serius, Bro…nyantai saja…hidup itu masih indah meski nama kita diganti :ashamed0004:
btw Mr Bean itu orgnya cerdas dan kreatif. mungkin alasan Bro dipanggil Mr Bean ya karena Bro juga cerdas dan kreatif.
gali terus kemampuan Bro, siapa tau bisa dikembangkan sampai sekaliber Mr Bean yang sebenarnya
selamat berjuang :angel:

@ardilin

Saya dulu juga pernah benci dengan nama asli saya. Nama asli saya begitu potensial untuk dijadikan bahan ejekan. Sedih rasanya nama saya dijadikan bahan olok-olokan. Semakin bertambah umur saya, bertambah lagi bahan olok-olokan karena satu kelemahan dari kondisi fisik saya. Bukan hal besar sebenarnya, tetapi lumayan risih ketika orang2 senang sekali menjadikan kelemahan tersebut sebagai bahan lelucon. Kadang saya berpikir kenapa sih orang senang sekali bisa membuat orang lain tertawa dengan cara melecehkan kondisi orang lain?

Tetapi seiring waktu saya menyadari bahwa saya berharga di mata Tuhan, terlepas bagaimana orang lain memandang saya. Saya sadar bahwa setiap orang punya kelemahan tetapi juga kelebihan. Maka saya bekerja keras agar kelebihan saya semakin menonjol sehingga org bisa menghargainya.

Di sisi lain saya mulai menanggapi santai org2 yg mengolok2 nama/kondisi fisik saya. Saya merubah cara pandang saya, melihat dari sisi lucunya. Saya anggap saja bahwa org2 tersebut hanya ingin bersahabat lebih dekat. Sekarang saya lebih percaya diri, bahkan melucu dengan kelemahan saya sendiri (sehingga org lain tdk sempat mengolok-olok)…

Pesan saya bro, tetap semangat, gali potensi2mu dan kembangkan sehingga org2 bisa melihat dan menghargai kelebihanmu, dan cobalah melihat ejekan2 org dengan cara pandang yg baru (santai aja dan kalo perlo tanggapi aja dg lelucon).

Salam

Bila kamu mengaitkan “panggilan Mr. Bean” dengan “ketertarikan cewek”, menurut saya malahan kamu punya keuntungan. Dengan panggilan Mr. Bean, kamu dapat dengan mudah menarik perhatian orang lain. Jadi kamu tidak perlu bersusah payah mempromosikan diri. Tinggal langkah selanjutnyalah yang penting. Setelah orang tertarik kepada kamu, bagaimana kamu bisa meneruskan hal itu sehingga orang dapat tetap tertarik kepadamu? Apakah dengan perbuatan baik, sikap ramah, atau yang lainnya.

Ini yang jadi masalahnya.
Tuhan itu bukan seorang kuli yang harus mengerjakan permintaan yang kita ucapkan lewat doa yang indah.
Lalu apabila permintaan kita tidak terwujud, kita akan mulai merasa kesal dengan Tuhan.
Sebentar bersikap seperti bos, sebentar bersikap seperti anak kecil.
Jika tidak ingin ada kepahitan di dalam kamu, maka jangan ditanam. Masa’ kamu yang tanam kepahitan itu sendiri, tapi suruh Tuhan yang cabut?
Jika kamu bisa merasa dendam/benci/dengki karena dipanggil “Mr. Bean”, saya rasa kamu terlalu sensitif dan kamu bereaksi negatif.
Kamu tidak disakiti orang lain dengan panggilan itu. Memang panggilan itu sampai kepada telinga kamu. Tapi yang mengizinkan hal itu menjadi menyakitkan adalah hatimu sendiri. Kamu tidak membiarkan hal itu pergi begitu saja. Kamu menahan dan menyimpan rasa tidak terima.
Sudah waktunya untuk menjadi dewasa secara mental.

Nama asli saya Abdul Rahman. Saya keturunan chinese, kulit saya putih. Dan di data yang tertulis, saya beragama kristen. Bisa kamu lihat kekurangcocokan ini menurut orang pada umumnya?
Sejak kelas 6 SD hingga kuliah, saya mendapat kelas yang berbeda-beda. Jadi setiap awal tahun ajaran / semester, tidak pernah melewatkan momen di mana ketika guru mengabsen saya dan melihat kenyataan pada diri saya kemudian selalu menanyakan hal yang sama, “Kamu orang chinese tapi kok namamu Abdul?” atau “Agamamu kristen tapi kok namamu Abdul?”, lalu satu kelas pun tertawa, dan biasanya itu menjadi bahan olokan selama kira-kira 2 minggu. Itu berlangsung selama kurang lebih 10 tahun.
Saat sekolah, saya jalan kaki pergi-pulang sekolah. Di jalanan, hampir tiap hari bertemu orang-orang yang tidak saya kenal dan memanggil saya “encek” atau “cina” atau mereka berpura-pura berbahasa mandarin yang aneh berantakan tidak jelas, belum lagi ditambah kata-kata kotor.
Pada awalnya, setiap kali berkenalan dengan orang baru, hanya menyebut nama saya sendiri saja saya malu.
Namun hal ini mau berlanjut sampai kapan? Kita memang harus tumbuh dewasa secara mental (dalam hal ini).

Dewasalah… GBU