Ada yg bisa ajari saya

Mohon bantuan dari teman2 saya percaya Tuhan Yesus adalah mesias dan oleh karena kematian dan kebangkitan-Nya kita di perdamaikan dengan Bapa di Sorga. Pertanyaan nya:

  1. Kepada siapa kita harus berdoa? Tuhan Yesus atau Bapa di Sorga atau Roh Kudus?. Memang ada dibilang kalau Anak dan Bapa adalah satu tapi kita tahu bahwa 3 pribadi Allah ini adalah pribadi yang independen dan terpisah satu dengan yang lain.

  2. Roh Kudus yang merupakan penolong dan penghibur bolehkan kita berdoa kepada Roh Kudus juga seperti misal nya " ROh Kudus tolong bantu saya supaya saya punya pengertian yang benar tentang Tuhan Yesus" atau kita berdoa " Bapa Di Sorga biar Engkau sendiri yang menuntun saya dengan kuasa Roh Kudus supaya saya punya pengenalan yg benar tentang Tuhan Yesus" atau " Tuhan Yesus tolong bantu saya supaya saya bisa mengenal Engkau sebagai juruselamat pribadi"

  3. Saya tidak punya denominasi mana pun bagi saya Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat tp yg saya takutkan apa yg saya pikirkan menyesat kan banyak orang.

Terima kasih untuk masukannya

Tentang hal berdoa yahhh…
Doa yang kita panjatkan selalu ditujukan kepada ALLAH BAPA… namun agar doa kita bisa sampai kepada BAPA… doa kita harus dimeteraikan(ini istilah saya yah) dalam nama TUHAN YESUS… sebab TUHAN YESUSlah yang telah diberi mandat kuasa oleh BAPA untuk menjembatani kita dan ALLAH BAPA… mengenai ROH KUDUS… ROH KUDUS merupakan ROH yang keluar dari ALLAH dan bersemayam di hati kita bila kita telah menerima TUHAN YESUS sebagai juruselamat… ingat “menerima TUHAN YESUS sebagai juruselamat” berarti kita harus berdoa selalu dalam nama TUHAN YESUS agar ROH KUDUS bisa berkarya dalam diri kita… apakah cukup jelas…???

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

  • Atas Nama BAPA, dan PUTRA dan ROH KUDUS. Amen +
2. ROH KUDUS yang merupakan penolong dan penghibur bolehkan kita berdoa kepada ROH KUDUS juga seperti misal nya " ROH KUDUS tolong bantu saya supaya saya punya pengertian yang benar tentang Tuhan YESUS" atau kita berdoa " Bapa Di Sorga biar Engkau sendiri yang menuntun saya dengan kuasa ROH KUDUS supaya saya punya pengenalan yg benar tentang Tuhan YESUS" atau " Tuhan YESUS tolong bantu saya supaya saya bisa mengenal Engkau sebagai juruselamat pribadi"
Dalam Katolik, dipenuhi ROH KUDUS melalui ini:
  1. TUHAN YESUS HANYA menghembusi (para Rasul).

  2. St Maria memberikan SALAM (Elisabeth).

  3. St Petrus berbicara/berkhotbah (Kornelius & Pentacosta)

  4. Para Rasul menumpangkan tangan (Apostolik)

Kalau saya, berdoa diawalin dan ditujukan kepada Tuhan Allah Bapa. Takluk, menyembah kepada Allah Bapa.
Kemudian di dalam doa, bila memohon juga kepada Bapa dan pertolongan/bantuan Roh Kudus. Dan doa diakhiri dgn nama Yesus, krn melalui Dialah kita diperdamaikan dengan Bapa.

Bro Joseph kita sama-sama baru jadi kita sharing aja, bukan mengajari ya.
Pertama-tama kita percaya kepada Kristus dan selamat adalah pintu masuk nya. Berarti kita satu keluarga kerajaan Allah. Kemudian dalam perjalanan kita sehari-hari kita perlu untuk terus menerus diisi dengan firman Allah atau hayat Allah agar kita semakin bertumbuh dan kelak matang dalam kerohanian untuk dapat berbagian dalam kerajaan seribu tahun juga yerusalem baru.
Kita berdoa kepada siapa? kepada Tuhan Yesus yang telah menebus kita dan membawa kita masuk dalam jaman baru yaitu jaman gereja.
Awalnya Allah Bapa menciptakan langit dan bumi beserta isinya, kemudian Allah memiliki kehendak untuk menyisihkan sebagian orang saja yang di perkenan olehNya yaitu Abraham kemudian Israel dan karena maksud Allah ini belum sepenuhnya terlaksana akirnya Dia turun ke bumi berinkarnasi sebagai Kristus yang menebus dosa manusia dan membeli dengan lunas melalui darahNya. Untuk apa?
Untuk mendapatkan gerejaNya yang kudus. Jadi seperti perkataan pertama saya tadi setiap orang yang mengaku Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat adalah satu keluarga kerajaan Allah.
Kemudian karya keselamatan yang Kristus kerjakan tidak berhenti sampai disitu, Kristus juga menjanjikan penolong, penghibur yang selalu membimbing umatNya yaitu Roh Kudus.
Roh Kudus ini siapa? Dalam 1 kor 15:45 dikatakan adam yang pertama adalah makluk yang hidup tetapi adam yang terakhir adalah Roh yang menghidupkan. Roh Kudus adalah Kristus yang telah mati dan bangkit sebagai Roh pemberi hidup yang kini tinggal di dalam roh kita ketika kita memproklamirkan kita percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Kristus sendiri juga berkata dlm kitab yohanes bahwa satu biji gandum itu harus jatuh ketanah dan mati supaya didapatkan banyak biji gandum yang lain, dialah Kristus. Jadi Tuhan yang kita sembah sebenarnya bukan 3 pribadi yang berbeda, namun Allah yang telah melakukan segala sesuatu untuk dapat kita nikmati hari ini. Dia lah Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Bagaimanakah cara kita berdoa? dengan menyerukan nama Tuhan, seperti dikatakan di kitab roma bahwa setiap orang yang menyerukan namaNya akan diselamatkan, juga menyerukan nama Tuhan adalah ciri umat Tuhan pada awal gereja (mula-mula), dimana orang-orang yang membantai umat Tuhan (termasuk saulus/paulus) menyiksa orang-orang yang berseru kepada nama Tuhan.

Mengenai denominasi, syukurlah bro joseph tidak memiliki denominasi, saya juga bro.
Dengan berpihak ke satu denominasi maka kita akan menimani apa yang menjadi doktrin dalam denominasi tersebut. Hal ini seperti melihat Kristus hanya dari satu sisi depan saja atau samping saja, tidak seutuhnya.
Bahkan seharusnya kita harus melihat dari sisi dimana Kristus melihat, yaitu ketika Kristus masuk kedalam kita dan menjadi bagian diri kita (roh kita) maka kita seharusnya mengekspresikan Dia.

Semoga membantu…
GBU

Supaya Sip doa aja pada ketiganya karena mereka adalah SATU jua adanya

Tuhan Yesus memberkati
Han

Ada kah analogi yang tepat untuk mengambarkan ketritunggalan Allah?? ada yang mengatakan bahwa seperti tubuh manusia ada tubuh, jiwa dan pikiran. tapi saya pikir ini kurang tepat karena itu menggambarkan 1 pribadi sedangkan Allah kita adalah 3 pribadi independen tapi satu kesatuan

Bro, yang paling memungkinkan adalah memberikan pendekatan-pendekatan, bukan pengertian yang mudah, karena sebagai manusia, kita hanya dapat mencoba meraba-raba dimensi yang jauh berada di atas kita.

Dalam bukunya, On the Trinity (Book XV, ch. 3), St. Agustinus menjabarkan ringkasan tentang konsep Trinitas. Secara khusus ia memberi contoh beberapa trilogi untuk menggambarkan Trinitas, yaitu:

  1. seorang pribadi yang mengasihi, pribadi yang dikasihi dan kasih itu sendiri.
  2. trilogi pikiran manusia, yang terdiri dari pikiran (mind), pengetahuan (knowledge) yang olehnya pikiran mengetahui dirinya sendiri, dan kasih (love) yang olehnya pikiran dapat mengasihi dirinya dan pengetahuan akan dirinya.
  3. ingatan (memory), pengertian (understanding) dan keinginan (will). Seperti pada saat kita mengamati sesuatu, maka terdapat tiga hal yang mempunyai satu esensi, yaitu gambaran benda itu dalam ingatan/ memori kita, bentuk yang ada di pikiran pada saat kita melihat benda itu dan keinginan kita untuk menghubungkan keduanya.

Khusus untuk point yang ketiga ini kita dapat melihat contoh lain sebagai berikut: jika kita mengingat sesuatu, misalnya menyanyikan lagu kesenangan, maka terdapat 3 hal yang terlibat, yaitu, kita mengingat lagu itu dan liriknya dalam memori/ ingatan kita, kita mengetahui atau memikirkan dahulu tentang lagu itu dan kita menginginkan untuk melakukan hal itu (mengingat, memikirkan-nya) karena kita menyukainya. Nah, ketiga hal ini berbeda satu sama lain, namun saling tergantung satu dengan yang lainnya, dan ada dalam kesatuan yang tak terpisahkan. Kita tidak bisa menyanyikan lagu itu, kalau kita tidak mengingatnya dalam memori; atau kalau kita tidak mengetahui lagu itu sama sekali, atau kalau kita tidak ingin mengingatnya, atau tidak ingin mengetahui dan menyanyikannya.

Syalom

Ada hubungan yang tak terpisahkan antara doa dan Roh Kudus. Hal yang sangat penting ialah Roh Kudus akan membawa kita ke dalam kondisi rohani yang baik dan benar untuk berdoa. “Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13).
Roh Kudus akan mendorong kita untuk kita berdoa dan apabila Roh Kudus menguasai hidup kita, Roh Kudus akan mendorong kita berdoa sesuai dengan keinginan Roh. Doa orang yang dikuasai Roh Kudus, sangat berbeda dengan doa orang yang dikuasai kedagingan.
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Rm. 8:26).
Kalau ayat diatas mengatakan doa dan Roh Kudus tidak dapat terlepas dan juga Roh Kudus membantu kita untuk berdoa dan Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah, kemudian mengapa kita tidak bolah berdoa kepada Roh Kudus, berterima kasih kepada Roh Kudus yang telah membantu kita dalam doa?
Ingat jangan mendukakakn roh Kudus.
Apakah maksudnya? Roh Kudus adalah Pribadi. Roh Kudus yang berdiam dalam diri orang beriman bisa berpikir (Rm. 8:27), bisa merasakan (Ef. 4:30), bisa berkehendak (1Kor. 12:11). Seperti suami istri, apabila dalam dua pribadi ini terdapat dua keinginan yang berbenturan, suasana duka akan dirasakan rumah tangga mereka.

Demikian juga Roh Kudus, apabila kita memiliki keinginan yang berbenturan dengan kepribadian Roh Kudus, dan dengan keras hati kita tetap melawan kehendak Roh Kudus, kita akan mendukakan Roh Kudus. Amin.

maaf kalau harus menjawab tidak to the point (tetapi saya yakin cara ini akan bisa menjawab secara perlahan pertanyaan saudara)

Agak terlalu cepat untuk bertanya tentang ESENSI TUHAN jika kita masih bayi di dalam iman.
Jadi jika begitu ada baiknya kita melakukan pemelajaran secara bertahap.
Tahapan pengenalan yang semakin baik akan TUHAN adalah dengan cara sederhana membaca Firman TUHAN, melakukannya dalam kesehariannya, dan mungkin beberapa bacaan tambahan bisa membantu.

Bacalah Perjanjian Baru, diawali dari Kitab Injil, baca terus, simak dan dalami dalam roh.
Pengenalan akan Kristus Yesus dalam Perjanjian Baru akan memberikan kita dua pilihan

  1. YESUS adalah TUHAN, atau
  2. YESUS hanya “orang baik” yang gila.

jk Pilihan nomor satu datang secara alamiah, maka selamat, jawaban akan saudara temukan sendiri dari pertanyaan2 saudara di atas, dan mungkin malah saudara akan menertawakan pertanyaan itu.

Cara di atas dan jawaban kadang tidak didapat singkat, masing-masing orang berbeda, ada yang dapat jawaban sehari, satu jam, atau bahkan tahunan…

Jangan menyerah…

Salam

1. Kepada siapa kita harus berdoa? Tuhan YESUS atau Bapa di Sorga atau ROH KUDUS?. Memang ada dibilang kalau Anak dan Bapa adalah satu tapi kita tahu bahwa 3 pribadi Allah ini adalah pribadi yang independen dan terpisah satu dengan yang lain.
Kepada Bapa, atau Kepada YESUS atau kepada ROH KUDUS, sama saja, karena KetigaNYA adalah ESA, Satu, TUNGGAL.. baca Ulangan 6:4, 1 Kor 8:4, 1 Tim 2:5, Yudas 1:25
2. ROH KUDUS yang merupakan penolong dan penghibur bolehkan kita berdoa kepada ROH KUDUS juga seperti misal nya " ROH KUDUS tolong bantu saya supaya saya punya pengertian yang benar tentang Tuhan YESUS" atau kita berdoa " Bapa Di Sorga biar Engkau sendiri yang menuntun saya dengan kuasa ROH KUDUS supaya saya punya pengenalan yg benar tentang Tuhan YESUS" atau " Tuhan YESUS tolong bantu saya supaya saya bisa mengenal Engkau sebagai juruselamat pribadi"
Berdoalah kepada TUHAN, maka jk IA berkenan maka IA akan mencurahkan ROH TUHAN yang memampukan mengerti pikiran-pikiran TUHAN, yang olehNYA kita akan mengerti apa yang YESUS lakukan buat kita. Tetapi bagaimana kita berdoa kepadaNYA jika kita tidak percaya kepadaNYA?, jadi percayalah, dan jangan keraguan menjadi pemicu kejalan sesat, tetapi buatkan keraguan sebagai sarana belajar semakin dalam.
3. Saya tidak punya denominasi mana pun bagi saya Tuhan YESUS adalah Tuhan dan Juruselamat tp yg saya takutkan apa yg saya pikirkan menyesat kan banyak orang.
Terkadanga denominasi perlu bukan untuk mempertahankan ajaran2 tertentu, tetapi lebih kepada sarana pengejawantahan akan percaya kita kepada KRITUS TUHAN. Ia katakan: "Kasihilah sesamamu", hukum utama, nah pengejawantahan Kasih dapat dipraktekkan pada saudara seiman terlebih dahulu, kalau dimampukan kepada semua saudara. Tetapi bagaimana kita dapat mengasihi kalau pikiran kita tidak tertuju kepadaNYA? Jika pikiran dan perlakuan kita tertuju kepadaNYA, maka orang dapat melihat perlakuan kita antara lain kasih, suka cita, damai sejahtera, menahan diri, dan sebagainya....

Kita berdoa bisa kpd siapa saja : Bapa, Tuhan Yesus atau Roh Kudus, karena walaupun ada tiga nama tetapi esensinya adalah satu.
Ada hal yg tdk dpt terjangkau oleh pikiran kita bahwa Allah itu merupakan satu kesatuan walaupun ada tiga pribadi.

Sebagai contoh kita tdk mungkin menyebut ketiga nama : Bapa, Yesus, Roh Kudus dlm keadaan darurat/emergency. Saat spt itu kita akan menyebut salah satu nama yg menurut kita paling dekat, paling intim, dan pasti DIA mengerti.

Tidak benar bahwa Allah ini pribadi yg independen dan terpisah satu dgn yg lain, ini bisa dilihat dari apa yg dikatakan oleh Tuhan Yesus : Yoh. 10:30 Aku dan Bapa itu Satu adanya." dan Yoh.14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; . . .

Kita disini bukan utk mencari siapa yg benar, tapi kita saling melengkapi, saling memberi, supaya suatu saat kita sama2 dpt menjadi serupa dengan DIA.
GBU all