ada yg bisa artiin maksud ayat ini ga???

Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”;

dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

yesaya 29: 11-12.

muslim menklaim ayat ini sebagai nubuatan tentang muhammad. karena dia buta huruf…

tolong siapa yg bisa menjelaskan mohan dijelaskan…

serch di google…
udah basi…

bisa jadi yg di maksud memang nubuat tentang muhammad , tp ga pa2 klo mereka mengklaim begitu soalnya ayat ini menceritakan tantang “si penipu”.

baca ayat terakhir :

yesaya 29 : 16

Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk , sehingga apa yg dibuat dapat berkata tentang yg membuatnya :
" Bukan dia yg membuat aku "
dan apa yg dibentuk berkata tentang yg membentuknya :
" Ia tidak tahu apa-apa ".

jadi klo mereka mengaku ini penggambaran muhammad , bilang aj betul :happy0062: sambil ketawa dalam hati .

ah ne dah basi…bejamur…

Yes29:12 merupakan bahasa sindiran.

Terus terang, saya tidak mengerti kenapa ayat itu dapat dipakai untuk nubuatan nabi Muhammad.

Inti dari Yes 29:11-13 ada di ayat ke 13. Ayat ini berbicara tentang kehendak Tuhan yang berbeda dengan legalitas agama, dalam hal ini adalah aturan manusia dalam beragama yang dibuat seolah-olah kehendak dari Tuhan, makanya ayat ini dikenakan Yesus pada orang Farisi (Markus7:6-7).

Bagaimana penjelasan ayat 11 dan 12 di atas?

Ayat 11 menyatakan suatu kondisi kehendak Tuhan sudah tidak berarti lagi dan hanya menjadi seperti buku/kitab yang tertutup/tersegel/termateraikan.

Anda tahu buku yang tertutup/tidak bisa dibuka? Ketika Anda menyodorkan buku yang tertutup kepada orang untuk membaca. Apa yang terjadi?

Ayat 11, merupakan bahasa sindiran, para ahli agama menunjukkan buku yang tertutup / tersegel / termaterai / tidak bisa dibuka untuk dibaca. Walaupun ditujukan kepada orang yang dapat membaca (mengerti huruf) tidak mungkin akan dapat membaca kitab tersebut, karena buku tersebut tertutup / tersegel / tidak dapat dibuka. Selama buku tersebut tidak dibuka, apa gunanya menyuruh orang membaca walaupun orang tersebut dapat membaca. Jelas bahwa ini merupakan bahasa sindiran.

Apa maksud dari ayat ini? Legalitas agama yang semata-mata hanya merupakan aturan manusia saja, yang dibuat/diterapkan seolah-olah menjadi kehendak Tuhan, membuat orang yang dapat mengerti kehendak Tuhan tidak dapat menjalankan kehendak Tuhan sesungguhnya karena terhalang aturan legalitas agama tersebut.
Contoh: peristiwa Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, orang Farisi tidak setuju / menentang perbuatan Yesus karena peraturan hari Sabat, mereka tidak mengerti maksud kehendak Tuhan yang sesungguhnya, namun hanya melegalisir aturan agama yang akhirnya bertentangan dengan kehendak Tuhan sendiri.

Ayat 12, merupakan bahasa sindiran, para ahli agama menyuruh orang yang buta huruf untuk membaca. Apakah ada gunanya? Yang dilakukan seharusnya adalah mengajari orang tersebut bagaimana membaca sebelum menyuruh membaca buku. Bukankah sungguh tidak masuk akal menyuruh orang buta huruf membaca? Itulah makna sindirannya!

Makna dari ayat ini adalah orang-orang yang mengenal / mengerti kehendak Tuhan, membukakan jalan keselamatan bagi mereka yang tidak mengenal / mengerti kehendak Tuhan, bukannya hanya menyodorkan aturan2 agama yang legaliter yang tidak mendekatkan mereka pada keselamatan justru menjerumuskan. Makanya mengapa, Yesus sangat mengecam orang Farisi, bukan saja mereka orang yang bersih di luar kotor di dalam, tapi juga karena mereka membuat hukum Taurat tidak membawa keselamatan bagi orang-orang Yahudi yang terpinggirkan (kaum miskin, orang berdosa, dll).

Saya tidak mengerti kalau ayat itu dapat dipakai untuk nubuatan nabi Muhammad, padahal ayat ini adalah merupakan sindiran terhadap agama, pada masa Yesus adalah orang2 Farisi, berarti tidak usah saya jelaskan, Anda sudah mengerti, bahwa secara tidak sadar orang yang memakai ayat ini mengakui agama mereka merupakan agama legalitas yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang sesungguhnya.

Salam

@ santo :
penjelasan yg sangat terpuji…