Ada yg tau kesalahan Ayub !!!

guys mau nanya nie , sudah berkali2 saya membaca kisah Ayub tp masih agak bimbang , dan masih mecari apa sebenarnya kesalahan Ayub sampai2 ALLAH Menghukum/Mencobai Ayub.

tks.

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
(Ayub 1:15)

Ayub…orang yang saleh…itu jelas tidak dapat dipungkiri, bahkan Allah mengakuinya
tetapi ada celah, yaitu rasa khawatir
ingat iblis bisa menggunakan celah sekecil apapun untuk masuk dan memberikan pencobaan
bukan Allah yang menghukum/mencobai Ayub, tetapi iblis

Gbu

bro bisa baca topik tentang Ayub di link2 ini juga:

hmm… pertanyaan yg menarik…

mnrt gw loh… ayub tidak terdapat kesalahan apa2…

Ayub 1:8 Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

tp Tuhan sedang menguji hati ayub apakah dengan di timpa oleh berbagai macam masalah apakah hati ayub tetep melekat padaNya dan tidak melakukan dosa

Ayub 1:11 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

mohon maap kl salah

karena nama nya “Ayub” coba kalo Bayu kan yang ngetes awlloh …:smiley:

doi takut dan cemas hidupnya :smiley:
Job 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

saya sudah baca ke 3nya , pertanyaannya?

1.apakah kesalahan anak2 ayub bisa jatuh ke ayub,atau kemarahan Allah atas anak2 manusia bisa jatuh ke dlm orangtuanya.

2.lalu apa kesalahan Ayub , sampai2 Allah sendiri “meyentuh kulitnya” atau membuat kulitnya seperti terbakar.

3.Apakah kecemasan adalah suatu dosa, di dunia ini tidak ada orang tua yg selalu mencemaskan anaknya , termasuk saya sendiri!

pertama memang di cobai tp pada saat Allah berbicara kepada Ayub kenapa di sebutkan Ayub bersalah,tp tidak disebutkan apa kesalahannya.

@Agree
tidakkah dapat kamu simpulkan sendiri dari hasil bacaan kamu?
:slight_smile:

klo dari saya sih kesimpulannya : ayub tidak bersalah , tp dia lagi dicoba oleh Allah , tp dia bersalah dalam masa percobaannya karena menganggap Allah berlaku tidak adil dan mengatakan dia lebih benar dari Allah , Tuhan menganggap ini sebagai suatu kesombongan , akhirnya Allah meyatakan kebesarannya dan menantang Ayub untuk melakukan hal yg sama seperti Allah , dan akhirnya Ayub merendah kan diri dihadapan Allah.

tp bagi gw kisah Ayub memherankan , dalam proses Allah mencobai Ayub, Ayub harus kehilangan anak2nya walaupun pada akhirnya Ayub mendapatkan lebih banyak harta dan anak,tp bagi gw tetap tidak sama.

Kesalahan Ayub, dia tdk menegur anak2nya ( jd anak2nya pd koit semua )
dalam kehidupan sendiri Ayub adalah seorang saleh dan setiap yang memperoleh gelar anak2 Tuhan pasti dapat hajaran dr Tuhan

Dalam hal ini sebenarnya hajaran Tuhan itu bisa kita kategorikan pencobaan.
Pencobaan sendiri bukan dr Tuhan, tp setan yang mencobai

Dalam hal ini juga setan tdk boleh seenak udel dalam mencobai sm spt kisah Ayub, setan permisi dulu pd Tuhan

Tuhan dalam hal ini akan membolehkan pencobaan itu sepanjang tidak melampaui kekuatan kita ( 1kor 10:13 )

Jd dalam kasus ini, bukan hanya Ayub tapi semua kita sama yaitu kita dicobai coz kita adalah anak2 berharga dan pencobaan itu tdk akan melampaui kekuatan kita

pada akhurnya Ayub sendiri mengatakan Tuhan tahu jaklan hidupnya dan seandatnya Tuhan menguji dia maka Ayub ( dan kita semua ) akan timbul seperti emas

Kejadian Ayub banyak terjadi pada kita, sering sekali kita merasa sudah mengenal Tuhan melalui Alkitab, tapi sebenarnya kita masih jaug dari mengenal Tuhan.

Ayub merasa dia sudah melakukan kebaikan menurut ukuran manusia, dia tidak menyadari kebaikan ukuran Tuhan dengan kebaikan ukuran manusia sangat jauh dan tidak mampu di capai oleh manusia.

Standar Tuhan berbeda sangat jauh dengan standar manusia.

Ayub merasa dirinya tidak berbuat dosa, sebenarnya pada saat kita merasa kita tidak berbuat dosa, disitulah kita sudah jatuh.

Ayub yang seharusnya menegor dan membimbing anak2 nya hanya berusaha berbuat baik di hadapan Tuhan, kita wajib mendidik anak2, karena firman yang mengatakannya.

Kelebihan dari Ayub, walau begitu menderitanya, dia tidak berpaling dari Tuhan.
Didalam pergumulan kita didalam penyakit, kita harus belajar untuk tidak menyalahkan siapa2 didalam penderita kita.
Bukankah panggilan kita adalah panggilan untuk ikut didalam penderitaan Kristus.
Belajar didalam pergumulan dan penderitaan untuk tidak mengomel , mencari kesalahan orang lain, tetapi tetap TEKUN, SABAR, SETIA, menjalankannya.
Karena kesaksian itu akan menjadi BERKAT bagi orang lain.

Ayub tidak bersalah, yang salah adalah berpikir secara pragmatis.
Ditampilkannya Kisah Ayub untuk apa?
Itu bijak untuk dikaji bersama…
Bertanya boleh tetapi mempertanyakan … ? :azn:

Alice…sorry…gw copy paste…heheee

doi takut dan cemas hidupnya
Job 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.

'ketakutan dan rasa cemas Ayub membuka peluang untuk iblis masuk, tapi jng khawatir, saat Tuhan setujui petisi iblis untuk nguji Ayub, DIA udh tahu kalau Ayub pasti mampu menanggungnya…heee GBU all

he…he… jangan cemas & takut… spy Tuhan tidak ijinkan tahu petis petisi iblis :onion-head54:

saya tidak setuju bahwa kesalahan Ayub adalah tidak menegur anak2nya , klo kita lihat Ayub dalam perkataannya " mungkin anak2ku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah didalam hati" , dalam perkataan Ayub dapat disimpulkan dia sangat memperhatikan anak2nya dan Ayub dikenal karena kesalehan dan ketakutannya terhadap Allah,sepertinya tidak mungkin bagi Ayub membiarkan anak2nya melakukan dosa,dan kita harus melihat di alkitab tidak disebutkan anak2 Ayub melakukan dosa dalam pesta mereka,hanya disebutkan anak2 melakukan pesta dan pesta tersebut tidak berarti negatif.

dalam kehidupan sendiri Ayub adalah seorang saleh dan setiap yang memperoleh gelar anak2 Tuhan pasti dapat hajaran dr Tuhan

Dalam hal ini sebenarnya hajaran Tuhan itu bisa kita kategorikan pencobaan.
Pencobaan sendiri bukan dr Tuhan, tp setan yang mencobai

klo ini saya setuju,percobaan bisa juga bukan karena seseorang berdosa.

saya setuju , disitulah letak kesombonan Ayub pada saat keluh kesahnya terhadap Allah pada saat percobaan.

Ayub yang seharusnya menegor dan membimbing anak2 nya hanya berusaha berbuat baik di hadapan Tuhan, kita wajib mendidik anak2, karena firman yang mengatakannya.

saya tidak setuju , alasannya lihat diatas.

betul juga :happy0062: , mempertannyakan tindakan Allah sah2 saja,supaya kita tau ada apa dibalik tindakanNya , tp saya salah waktu mempersalahkan tindakan Allah . GBU

Ayub tidak takut atau pun cemas pada awalnya , tp Ayub takut akan Allah , ini berbeda , munculnya perkataan Ayub " karena yg kutakutkan ,itulah yg menimpa aku dan yg kucemaskan ,itulah yg mendatangi aku"
pada saat itu Ayub sedang berkeluh kesah atau bisa juga dibilang sedang Kesal akan Tuhan.

Dalam Hk Taura mengharuskan setiap orang tua untuk mendidik anak2 nya, bahkan sampai merotan

banyak kasus tokoh2 di alkitab membiarkan anak2nya berbuat dosa, contoh yang gamblang Hofni dan Pinehas ( anak2 Iman Eli )

1 sam 3:13
Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka!

jadi dalam hal ini Tuhan tidak pernah bermain2 dengan Firman-Nya

kekhawatiran Ayub pada awalnya, coba liat Ayub 1 : 5 (dia selalu merasa khawatir oleh pikiran2nya, bahkan tiap2 hari pada setiap pagi sebelum dia mempersembahkan korban bakaran , gw bisa liat ini ‘beban’ yg sangat menyusahkannya)

'kemudian setelah kejadian, dia menyadari 'sebab’nya, dan ini ditegaskannya (soal kekawatirannya) pada Ayub 3 : 25

yg berbuat dosa memang anak2nya, tapi (menurut gw)…,Ayub yang buka peluang untuk iblis masuk…(tokoh utamanya kan Ayub) hee…GBU

Mengapa mencari kesalahan Ayub? Bukankah TUHAN sendiri sudah menilai bahwa Ayub sebagai orang benar (Ayub 1:8)? Perlukah penilaian TUHAN diragukan manusia?

Tentang kecemasan dan ketakutan Ayub, rasanya tidak masuk akal hal demikian disebut kesalahan/dosa. Kehati-hatian Ayub tentang anak-anaknya di hadapan TUHAN justru menunjukkan penghormatannya yang demikian besar terhadap TUHAN sehingga bagi Ayub, bukan sekedar dirinya sendiri yang harus benar, tetapi seluruh keluarganya juga.

benar dimata Tuhan belum tentu benar dimata manusia…
benar dimata manusia belum tentu benar dimata Tuhan…