Adakah Cinta mempersatukan Adam dan Hawa??

Ada kah Cinta antara adam dan Hawa ya judul yang menjadi pertanyaan saya…ketika ku buka kitab kejadian dan saya tidak mendapatkan ayat yang tertulis yang mengatakan ada cinta yang mempersatukan mereka…
dan mungkin bisa di katakan mereka di pertemukan karena firman,
atau

[hanya karena pada waktu itu yang ada hanya mereka berdua.]

salam

Definisi cinta menurut siapa dulu?

Banyak filsuf mencoba mendefinisikan cinta…

Banyak pemuda yg sedang falling in love mencoba mendefinisikan cinta lewat kata2 mutiara…

Mungkin TS bisa memberi batasan/ruang lingkup yang terbatas dalam hal definisi cinta…

Btw, read my Profile signature…

Berdua kagak ada selingkuhan, pasti saling sayang.
Ini model ideal bagi pasangan yang mau menikah : dunia milik berdua. :wink:

umpami ora ono tresno, opo ya iso adam dadi romone Kain, Habil?

Kejadian 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
Kalu dlm bhs sekarang kali : engkaulah belahan jiwaku, engkaulah hidupku dst :slight_smile:
GBU

lautan kan kudaki
gunung kan kuseberangi

Beuhh… gw steuju banget deh… ga mungkin si adam ga kecantol sama hawa, pun sebaliknya.
Ga mungkin mereka diciptakan dengan wajah pas-pas an… pasti guanteng dan cuantik. orisinil, bebas silikon dan 100% bebas lemak babi.

Pemikiran yang tajam…

Kejadian 2:24,

Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Mungkin anda tidak menemukan kata cinta didalam kisah tersebut, tetapi kita belajar dari hukum Allah bahwa segala sesuatu hanya dapat dipersatukan didalam Tuhan dengan kasih. Kolose 3:14, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Dua insan manusia yang diciptakan Allah dirancangkan untuk dipersatukan sehingga mereka bukan lagi dua tetapi satu, dilandasi atas dasar kasih. Tanpa kasih tidak ada pemersatuan, mungkin manusia bisa menyatukan lewat hukum negara, tetapi didepan Tuhan, dua insan laki dan perempuan, Adam dan Hawa dipersatukan dengan cinta, demikian Firman Tuhan.

Efesus 5:31-32, menjelaskan hubungan pernikahan ini (Kejadian 2:24), sebenarnya merupakan gambaran akan KRISTUS dengan gerejaNya, dimana kita tahu karena KRISTUS begitu mengasihi kita, maka Ia rela menyerahkan nyawaNya untuk kita (Efesus 5:25), so romantic. Bukankah Allah melakukan semua ini karena cinta? Jika kita memahami betapa cintaNya Allah kepada kita, maka kita juga tahu bahwa suami dan isteri haruslah saling mengasihi dan diikat, disatukan dan disempurnakan didalam kasih tersebut.

Jadi pada akhirnya, sudahkan anda menemukan cinta diantara mereka (Adam dan Hawa)?

ehhm singkat saja…aku lebih memilih bahwa adam dan hawa di persatukan karena firman sesuai dengan ayat yang menceritakan kisah tersebut.
kalo pake logika ku katakan… kalo saja ada hawa lain yang di ciptakan mungkin ada pilihan lain. (kembali lagi sudah di firmankan karena pada mulanya adalah firman)
tapi dari ke 2 hal di atas kita gak perna tauh hati adam dan hawa saat mereka di pertemukan karena tidak tertulis.

salam

keknya perna denger kata2 ini dari orang2 “Mana ada kamu bila ga ada cinta ayah ibumu”, juga istilah “anak adalah buah hati”… rasanya cukup menjelaskan… ^^

tidak semua terlahir karena cinta…contoh:
*seorang ayah sekaligus kakek dari seorang anak secara biologis
*korban pemerkosaan
de el el

Ada pilihan? Kalau Adam ada pilihan maka bisa jadi menikah bukan dengan Hawa, tetapi dengan yang lain?

Jika anda menjadi Adam dan anda telah menikah dengan isteri anda sebut saja Hawa, lantas suatu saat datanglah Lusi, dan lebih cantik, menarik dan baik. Lantas anda berkata “Karena dulu tidak ada pilihan akhirnya aku menikahi kamu, coba dulu ada Lusi mungkin aku menikahi Lusi” kepada isteri anda, Hawa.

Penutupnya anda katakan sebabnya telah di-Firman-kan demikian, dan jika Adam hidup jaman sekarang anda katakan kepada isteri anda, Hawa, “Tetapi karena sudah takdirnya aku menikahi kamu ya sudahlah…”

Pernikahan bukan karena takdir, bukan karena telah di-Firman-kan si A akan menikah dengan si-B. Didalam agama Islam, ada konsep takdir, dimana tiga hal yang menjadi takdir manusia yaitu, lahir tidak dapat menolak keluarga, menikah tidak dapat menolak takdir siapa suaminya dan mati tidak dapat menolak saatnya. Kita tinggal di negara mayoritas Islam dengan pengaruh budaya dan ajaran Islami dalam masyarakat kadang mewarnai konsep berfikir umat Kristiani di Indonesia.

Adam dan Hawa menikah karena cinta. Cinta itu yang mempersatukan mereka dan Allah menjadikan mereka (lewat Firman) satu dari dua sebab karena cinta. Demikian juga kita dipersatukan dengan KRISTUS karena cinta dan kita disebut mempelai KRISTUS juga karena cinta. Cinta tidak akan bergeming dengan “rumput tetangga yang lebih hijau”, cinta tidak akan takut menghadapi maut bersama, cinta tidak akan berkianat dan tidak ada penyesalan dalam cinta.

Anda kelak akan menikah juga harus karena cinta, dan jangan pernah sekalipun menyebutnya TAKDIR, sebab apa yang kita jalani dan yang kita terima semua adalah buah dari keputusan kita (tabur tuai). Seorang menjadi malang dan seorang menjadi beruntung, karena buah dari perbuatan dan keputusannya, Allah adalah hakim, Allah yang menegakan keadilan, kebenaran dan kesetiaan dimuka bumi ini.

Jangan menyangka bahwa Allah mengariskan kehidupan seseorang, jangan menyangka Adam dan Hawa menikah karena tidak ada pilihan dan memang sudah digariskan demikian oleh Firman. Ingat kita diselamatkan karena iman, kita dibenarkan karena iman. Pembenaran karena iman datang setelah Abraham menunjukan iman dan barulah hal itu ditetapkan Allah menjadi kebenaran. Bukan ditetapkan terlebih dahulu dan baru kemudian Abraham menunjukan imannya. Firman Tuhan datang merespon sikap dan tindakan kita, selanjutnya apa yang telah diFirmankanNya tetap menjadi kebenaran dan kita diberkati oleh kebenaran tersebut.

Berhati-hatilah dengan konsep berfikir anda. Pernikahan dasarnya adalah cinta, sama seperti KRISTUS mencintai mempelaiNya demikian juga dengan Adam dan Hawa dasarnya bukan diTAKDIRkan Firman Tuhan.

ouwww… apakah bro Danlie lahir bukan karena cinta ayah ibumu…???

Kalo kumis,

Dari cerita penciptaan adam dan Hawa, sudah jelas bahwa ada cinta diantara mereka, yang inisiatif ( mengutarakan cinta ) datang dari Adam, dalam hal ini mereka tidak menikah karena takdir, tapi memang karena adam tau siapa hawa dan adam memang mengasihi pasangannya itu.

Dalam hal ini saya lebih setuju dengan bro krispus,
bahwa dasar pernikahan adalah “Cinta”. Dengan nalar: kita bicara untuk membentuk suatu pernikahan yg ideal.

Adapun pernikahan yang “ditakdirkan” oleh orang tua, kondisi ekonomi dll, itu rasanya kurang tepat dijadikan sebagai alasan terjadinya suatu “pernikahan yg ideal”. Walaupun ini bnyk terjadi dimasyarakat

Tapi itu semua pandangan saya, bisa saja saya salah, silahkan ditanggapi dan terima kasih atas koreksinya.

Salam