Adakah orang yg mengalami Tuhan tapi masih 'bocor/emosi' dalam berkata/kata?

hampir sama dengan thread sy di https://forumkristen.com/index.php?topic=62139.0
tapi kali ini:
apakah mungkin seseorang yg sering (atau bahkan hampir setiap hari) mengalami Tuhan, kuat dalam bermeditasi/saat teduh dan memuji Tuhan bahkan sampai mengucap bahasa lidah dan sampai khusyuk tapi dalam kehidupan sehari-hari kadang atau sering gampang marah, sering sengaja/tak sengaja mengumpat, memfitnah, dendam, berkata dengan lantang, membanting2 barang, berkata2 kasar, memaki dan lain sejenisnya?

ngga mungkin ada orang yang ngakunya dalam Tuhan lalu sengaja dan sadar melakukan hal2 yang tidak disukai Tuhan

pertobatan sejati itu bisa jatuh dalam dosa, tapi ngga mungkin hidup dalam dosa

soalnya sy lihat ada beberapa orang di FK ini yg ‘sedikit’ emosional berkata2.
Mungkin tidak sampai pada level memaki dengan nama binatang atau alat kelamin tapi menyebut bodoh, tolol, goblok, badut, bejat, setan/iblis, idiot dan lain sejenisnya… ya menurut aku itu hampir sama sih cuma tingkat kekasarannya memang gak terlalu tinggi.

jadi jawabannya ada…

disini sih yang ngakunya berbahasa roh berjam2 tapi jelas ketauan ngibul trus ngga mau ngaku ada juga ;D

ada yang udah diban berkali2, ganti2 ID trus, pokoknye tujuannya menyudutkan golongan tertentu aja, udah jelas ketauan masih juga ngga mau ngaku ;D ;D

yang bgitu2 silahkan nilai sendiri deh ;D ;D ;D

saran saya ambil aja yang baiknya disini, banyak pengetahuan yang bagus kok disini benernya, asal jgn kepancing sama yang suka ganti2 ID aja ;D

akhir kata
memang jauh lebih aman jika kita semua tetap tinggal dalam kasih :slight_smile:

Karakter itu bukan dibangun di saat teduh,
Karakter jg bukan dibangun ketika seorang mengalami hadirat Tuhan yg kuat.

Karakter dibangun di padang gurun, pd saat orang mengalami situasi yg jauh dari harapan/keinginannya, pd saat seorang diperlakukan tidak sesuai haknya.

Saya pernah denger kotbah pendeta,
Dia udh lama jadi pendeta dan di mimbar slalu kotbah soal kekudusan.
Suatu ketika dia dilanggar haknya dan dia marah-marah.
Tuhan trus bilang sama dia:
Kamu tuh selama ini tidak marah-marah bukan brarti karaktermu udah bagus, tp krn belum ada kesempatan bagimu utk marah-marah. Inilah kesempatannya dan bginilah hasilnya.

Di hadirat Tuhan, saat pujian, saat bahasa roh, saat baca firman, itu smua waktu-waktu dimana seorang tidak punya kesempatan utk berbuat jahat.

Tp di saat kesempatan itu muncul, disitulahhhh baru karakter diuji.

nah itu, makanya percuma om kalo kt cuma omong doang tapi blum bisa mengendalikan diri iy kan. menurut aku malah lebih bagus yang jarang saat teduh tapi orangnya dewasa, sabar dan rendah hati. Ibaratnya cuma rutinitas saat teduh utk diri sendiri aja. Yg terpenting tuh Firman diingat dan dipraktekkan. Tidak wajib saat teduhnya berjam2… Saat teduh berjam2 percuma aja kalao prakteknya nol besar.

Kadang ak ngerasa kalo orang Kristen itu emang sih gak melakukan sesuatu yg terlalu jahat tapi kesalahan2 kecil itu yg bikin kesal. Hal2 seperti misalnya memberitakan keburukan orang lain (=gosip) atau menyindir, menganggap remeh atau bodoh orang lain dan atau melukai perasaan orang lain sering kita ucapkan.

y makanya Firman Tuhan udan bener kan

iman tanpa perbuatan adalah mati :slight_smile:

yg bgitu2an ga bisa dihindari dalam kehidupan bergereja, jgn terlalu diambil pusing, lalang dan gandum emang dibiarkan tumbuh bersama-sama

kita fokus terhadap karakter diri kita, saling membangun dan menguatkan dalam kasih, ngga usah ngejek2 doktrin orang lain yang emang ga sejalan sm doktrin kita

you doesn’t need a whole world to love you
just a few good man

dua-duanyalah bro.

di luar kekristenan juga banyak orang-orang yg dewasa, sabar dan rendah hati.
saat teduh utk mengenal dan dekat dg Tuhan sangatlah penting.

Itu tergantung imannya sejati atau tidak.

Iman yang sejati akan mengalami pertumbuhan rohani dan meninggalkan hidup lamanya mas.

  1. Itu tergantung dipilih SBJ atau tidak.

Keduanya ajaran manusia ! :cheesy:

Hmm, jadi ada orang yang diberikan “iman yang sejati”
dan ada orang yang diberikan “iman yang tidak sejati”.

Sedangkan “iman yang tidak sejati” adalah sebaliknya.

Pilihan Tuhan adalah ajaran Bible wahyu Tuhan.

Iman sejati pemberian Tuhan.
Iman palsu bikinan manusia belaka.

logikanya adalah:
jika sudah mengalami tuhan maka tidak bojor emosi
jika masih bocor emosi maka belum mengalami tuhan

masalahnya: darimana kita tahu bahwa orang tersebut sudah mengalami tuhan (yang sebenarnya) atau belum?

banyak ibadah tapi jelek perilaku atau sedikit ibadah tapi baik perilaku? saya lebih memilih seperti ini:
yang banyak ibadah tapi jelek perilaku, semoga tuhan membaguskan perilakunya karena banyak ibadahnya
yang sedikit ibadah tapi baik perilaku, semoga tuhan membanyakkan ibadahnya karena baik perilakunya

Setelah ikut Tuhan belum tentu langsung seperti dewa bro.

Tapi setelah ikut Tuhan tongkat didikan dekat dengannya.

Ibrani 12:8 (TB) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.