adakah yang pernah merasa salah jalan?

Pernahkah kalian merasakan hal itu? dan kalian tidak pernah merasakan bimbingan Tuhan untuk mengambil keputusan yang benar. Setiap malam kalian selalu merasa bingung, ngga tahu harus berbuat apa. :’(
kalian dihadapkan dengan hidup yang terasa begitu berat karena tidak adanya dukungan atas apa yang sedang kalian kerjakan saat ini. Kalian merasa terus membuang waktu dengan sia - sia. Menghabiskan tenaga dan materi yang tidak sedikit, namun kalian merasa sia - sia. Namun tak ada yang bisa kalian lakukan selain menjalaninya. Karena keterbatasan kemampuan, dan waktu yang sudah terlalu lama terlewati sehingga tidak mungkin dimulai dari awal lagi…

Benarkah Tuhan peduli atas apa yang terjadi? :’(
Benarkah Tuhan itu ada buat kita?
Benarkah bahwa Ia lebih besar dari setiap masalah yang kita hadapi?

Mungkin seminggu yang lalu saya merasakan hal ini, saya hidup sendiri, bergelut sendiri dengan apa yang sedang saya alami. Dan uraian anda di atas sedikit banyak sama dengan saya.

Nah, dari pengalaman itu (ini ga hanya terjadi sekali), saya belajar beberapa hal:

SATU
Saya mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup yang akhirnya membawa saya ke kondisi yang sekarang. Ketika mengambil keputusan, saya memiliki mind-set yang salah. Mind-set saya ketika itu, “ini adalah jalan-Nya dan semua akan lancar dan baik-baik saja”.

Well, I was wrong, saya salah besar, walaupun ini adalah jalan-Nya, tidak ada jaminan bahwa semua akan lancar-lancar saja. Mind-set ini yang bikin saya frustasi karena ketika saya mengalami masalah ini, saya kira bahwa “ini bukan jalan-Nya” atau “saya salah jalan”. Ternyata engga juga… saya belajar bahwa, “semua yang saya alami Dia ijinkan terjadi untuk supaya saya bisa belajar banyak dan menjadi tambah kuat dalam menjalani kehidupan”

DUA
Saya belajar dan sadar bahwa belakangan saya mengalami perasaan itu karena saya mengurangi intensitas bergaul dengan-Nya. Saat teduh saya banyak bolong, dan saya jauh dari komunitas pelayanan saya. Lalu saya berusaha kembali untuk disiplin, dan akhirnya saya mendapat ketenangan hati. Saya jadi paham bahwa, “hubungan (pribadi) saya dengan Tuhan menentukan keefektifan saya dalam bekerja dan menentukan kondisi hati saya”.

Anda menyebutkan bahwa “tidak ada dukungan”. Well, I felt the same thing, yang bisa anda lakukan adalah bergaul karib dengan-Nya.

TIGA
Saya sadar bahwa saya “terlalu banyak mengeluh”, saya sadar bahwa saya semestinya lebih proaktif, inisatif dan bekerja keras dalam keadaan saya yang sekarang. Jangan ijinkan pikiran yang sia-sia muncul karena akan membuat energi terkuras. Saya sih lebih mending cape fisik daripada cape hati.

Sekarang, saya lebih disiplin untuk memulai hari bersama Tuhan, tidak banyak mengeluh dan bekerja keras kembali.

So, pada akhirnya saya bantu jawab pertanyaan anda di atas (berkaca pada pengalaman saya):

Benarkah Tuhan peduli atas apa yang terjadi? :’(

Ya, Dia peduli. Bahkan Dia peduli pada hal terkecil dalam hidup kita. Dia lebih peduli pada urusan kita lebih dari kita peduli pada urusan/masalah kita sendiri.

Benarkah Tuhan itu ada buat kita?

Ya, absolutely Yes… Dia menciptakan kita sebagai sasaran kasih-Nya. Begitu berharganya kita bagi Dia.

Benarkah bahwa Ia lebih besar dari setiap masalah yang kita hadapi?

Yap… Dia jauuuuhhh lebih besar dari masalah kita. Salahnya kita adalah membuat masalah menjadi lebih besar daripada Dia…

God bless…

BROO/[email protected]

AMIN…berarti dng wan,tu,tri diatas anda sudah dapat keluar dari lingkaran setan persoallan dalam diri anda ya…?? secara internal Anda dng rendah hati sudah berhasil mengoreksi diri anda sendiri untuk menempatakan diri anda menentukan fokus hidup anda kepada Tuhan Yesus Kristus…
Tinggal selanjutnya menurut hemat saya anda harus lebih mengembangkan diri anda keluar ( external ) supaya lebih kelihatan sinarnya lagi sebagai terang dunia dan garam dunia…sehingga anda dapat menjadi saluran berkat bagi sekitar anda…Itulah jalan yang benar sebagaimana yang diajarkan Oleh Tuhan Yesus Kristus…

Matius 4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Semoga broo/[email protected] …bisa mengikuti cara-cara koreksi diri yang dilakukan rekan [email protected]

Salam GBU…

Iya, makasih… setelah problem internal sudah dibereskan, sekarang ya harus jadi dampak bagi lingkungan di sekitar…

God bless u too…

Wah, penjelasan yang lengkap banget dari bro/sist @scholar
thanks banget ya buat pencerahannya…

semua yang dijelasin bener2 mengena dengan apa yang saya alami sekarang…
Problem saya ini dimulai sejak setahun yang lalu, terkait dengan perkuliahan saya…

Dan ini benar2 menjauhkan saya dengan hubungan yg intim dengan Tuhan. Saya terus tenggelam dengan masalah2 ini, saat teduh udah jarang bahkan ga dilakuin sama sekali. Saya hanya terus bertanya2 dan merasa ngga pasti dengan apa yang saya jalani sekarang ini.
Saya bner2 lupa, bahwa saya punya Yesus yang ga akan ninggalin kehidupan saya seperti ini.

Bener yang bro katakan,
“Saya belajar dan sadar bahwa belakangan saya mengalami perasaan itu karena saya mengurangi intensitas bergaul dengan-Nya. Saat teduh saya banyak bolong, dan saya jauh dari komunitas pelayanan saya. Lalu saya berusaha kembali untuk disiplin, dan akhirnya saya mendapat ketenangan hati. Saya jadi paham bahwa, “hubungan (pribadi) saya dengan Tuhan menentukan keefektifan saya dalam bekerja dan menentukan kondisi hati saya”.”

semenjak saya tidak lagi melakukannya masalah2 ini semakin kuat menenggelamkan kehidupan saya…
saya ngerasain, hidup ini semakin berat untuk dijalani…
seakan2 masa depan saya itu suram, karena jalan yang saya jalani sekarang ini bagi saya salah, tidak diberkati oleh Tuhan, bahkan beberapa keluarga saya kecewa dengan jalan saya ini.
saya selalu berpikir saya hanya menjadi beban dan menyusahkan mereka saja… saya tidak mampu membanggakan mereka.

Kini saya sudah mulai mendisiplinkan kehidupan rohani saya seperti yang bro katakan.
Saya renungkan setiap firmanNya melalui saat teduh saya, walaupun masih blm maksimal…
Saya sedang proses bangkit dari kehidupan yang lama saya…

Mohon dukungan doanya ya, agar saya dimampukan untuk jalani kehidupan saya sekarang ini lebih baik, lebih maksimal, dan lebih intim lagi dengan Tuhan…

Thanks bro @SHIPIROZ PURBA buat tambahan pemikirannya…
Kita memang harus lebih mengembangkan diri kita, karena kalo ngga bagaimana kita bisa saluran berkat bagi orang lain seperti yg bro katakan…
Dan kita memang harus mengkoreksi, memperbaiki diri kita masing2 dan terutama menjalankan firmaNya, agar kita semakin menjadi sempurna sperti Dia. :slight_smile:

Tuhan memberkati ^^