adam dan hawa

mau tanya ada yang bilang kalo adam dan hawa tu cuman fiksi ato tahayul,apa itu bener? :slight_smile: :slight_smile:

Apakah Alkitab itu cuma fiksi?
Kisah Adam & Hawa itu kan ada di Alkitab.
GBU

Sebenarnya tidak benar…
Kesulitan kita dalam membaca Kejadian 1-11 adalah menganggap seperti sebuah cerita peristiwa sehingga mencoba memahami seperti membaca kisah Abraham sampai jaman raja-raja. Beberapa orang akhirnya menganggap itu dongeng saja untuk menjawab kebuntuan mereka dalam memahami teks tersebut.

Berapa banyak diantara kita masih menganggap kisah penciptaan dalam Kejadian 1 dan 2 itu seperti sebuah alur peristiwa sehingga berdebat soal waktu dan urutannya, soal sainnya. Lalu cerita tentang Adam dan Hawa, cerita tentang Ular dan Taman Allah di Eden, semua bukan dongeng tetapi dituliskan dengan singkat, bukan terperinci dan dengan bahasa yang dipakai oleh peradapan manusia pada abad itu, bukan dengan bahasa dan istilah jaman sekarang. Tetapi kita membacanya dari teks terjemahan dengan gaya bahasa cerita sehari-hari.

Karena itulah maka cerita-cerita itu terlihat seperti dongeng, sebab ditulis singat dan cepat, seperti tidak benar-benar ada sebab menggunakan istilah yang biasa kita pakai sehari-hari tetapi tidak cocok mengambarkan yang terjadi pada saat itu. Sebab sesungghunya apa yang tertulis antara perkara rohani dan jasmani tidak terjadi perbedaan (sebelum manusia jatuh dalam dosa) dalam kitab Kejadian 1-3. Setelah manusia jatuh dalam dosa dan diusir dari Taman Allah, barulah kita dapat membaca lebih enak dan dunia yang digambarkan disana sama seperti dunia kita sekarang, yaitu dunia jasmani saja (dimana perkara rohani tidak lagi tampak bagi mata kita).

Hal-hal yang rohani, perkara didalam roh, kita memang tidak melihatnya tetapi bukan berarti perkara rohani itu dongeng. Bukan berarti setan itu hanya karangan manusia, bukan berarti malaikat itu hanya dongeng jaman dahulu, walaupun kita tidak melihat Allah, tetapi didalam roh kita, kita tahu Allah itu ada. Kelak saat YESUS menyatakan diriNya kedua kali kita semua akan diubahkan dan yang mati akan dibangkitkan dengan tubuh kemuliaan yang baru, dan pada saat itu kita akan melihat seperti Adam dan Hawa liat, kita akan tahu seperti malaikat tahu dan kita akan tinggal bersama-sama dengan Allah didalam Kerjaaan Allah, di Taman Allah dan di tempat yang kita sebut Surga.

klo adam dan hawa tahayul berarti seluruh cerita alkitab tahayul sebab semuanya bersambung secara keturunan sampai ke TUHAN YESUS… gimana hayooo… ^^

Jika memang bukan dongeng pertanyaan selanjutnya adalah :

Apakah

Adam adalah Nama seorang manusia pertama berjenis kelamin laki-laki.

dan

Hawa adalah Nama seorang manusia pertama berjenis kelamin perempuan

Adam itu cowo dan Hawa itu cewe, bukankah demikian kalau kita baca di Bible? Kenapa tanya?

Sekedar tambahan info, kata Adam dan Manusia keduanya memakai kata Ibrani yang sama. Hawa itu nama yang diberikan oleh Adam/Manusia kepada perempuan yang dijadikan dari tulang rusuknya.

menurutmu sndr gmn?

Lu kurang mengerti posting tulisan gua… gua jelaskan dah …

Apakah

Adam adalah Nama seorang manusia pertama berjenis kelamin laki-laki.

dan

Hawa adalah Nama seorang manusia pertama berjenis kelamin perempuan

seorang = 1 man = 1 woman.

Adam = 1 orang laki-2 , Hawa = 1 orang perempuan ?

apakah

Adam = banyak laki-2

dan

Hawa = banyak perempuan

yang mana ?

Bener ga jelas… sekarang baru jelas.

Adam adalah sebutan didalam Alkitab terhadap sosok manusia pertama dan juga kata itu dipakai untuk menyebut kata manusia secara umum. Jadi kata Adam dan Manusia itu sebenarnya sama dalam bahasa Ibrani, sedangkan dalam terjemahannya kata Adam sebagai nama sebutan ditulis apa adanya, sedangkan selanjutnya kata adam yang lain diterjemahkan menjadi kata “manusia” atau “man” dalam bahasa Inggris.

Hawa adalah nama julukan yang diberikan oleh Adam, seperti Lusi, Dewi, Siska. Sedangkan perempuan ditulis berbeda dalam bahasa Ibraninya.

Jadi Hawa itu bukan artinya perempuan, juga bukan semua perempuan disebut Hawa, tetapi nama Hawa artinya sama seperti Lusi atau Dewi atau Siska.

Kemudian nama Adam itu sama seperti nama Budi, Anton atau Gatot, sebagai nama diri, juga kata Adam bisa berarti “manusia” secara umum.

Laki-laki dan perempuan mempunyai istilah sendiri, bukan istilahnya Adam untuk semua laki dan Hawa untuk semua perempuan.

Begitulah kalau kurang jelas silahkan bertanya lagi… (next saya kasih teks ibraninya)

Dulu ketika saya menyempatkan diri main di ekaristi.org, pernah ada yang bilang bahwa otoritas Gereja tidak menyalahkan jika seseorang beranggapan bahwa peristiwa penciptaan dalam Kitab Kejadian sebagai metafora belaka. Sebetulnya saya pribadi cenderung mengartikan Adam, Hawa, Kain, Habel, dan Nuh sebagai kisah yang spekulatif (yang saya masih ragukan kebenaran historisnya).

Nalar saya masih menyetujui bahwa kisah Abrahamlah yang merupakan permulaan kisah sejarah dalam Alkitab.

Kenapa saya menempatkan Nuh karena saya mencurgiai detail kisah Nuh di mana sosok Nuh terlihat sangat pasif dalam berbicara. Saya pernah mencatat perbandingan jumlah ayat yang menampilkan kisah Nuh dibandingkan dengan perkataan Nuh. Seingat saya, dari sekian banyak ayat yang menceritakan Nuh dalam Alkitab hanya ada tiga ayat yang mencatat perkataan Nuh, selebihnya perkataan Tuhan.

Secara unik Injil Matius, Injil yang ditulis bagi orang Yahudi, menelusuri silsilah YESUS hanya sampai kepada Abraham bukan Adam seperti Lukas. Pertanyaannya : “Kenapa Matius tidak menelusuri silsilah YESUS sampai kepada Adam?” Seperti yang kita ketahui, permasalahan silsilah YESUS sendiri masih debatable. Menurut saya menarik untuk mengkritisi kira-kira motif apa yang melandasi penulis Injil Matius sehingga dia tidak menelesuri garis keturunan YESUS hingga Abraham.

Dulu saya juga pernah membaca artikel bahwa kisah banjir besar Nuh bukan hanya milik Yudaisme. Tapi juga banyak suku pedalaman yang tersebar di seluruh Bumi. Well, saya lupa link-nya. Tapi kebenaran mengenai historisitas kisah pra Abraham, bagi saya, masih spekulatif.

Sebelum jaman Abraham bukan dongeng atau mitos belaka. Dasar membaca kitab suci adalah iman, dan dari iman dibawa kepada iman. Memang benar bahwa sebelum menceritakan Abraham itu bukan sebuah kisah yang rinci dan lengkap, tetapi sepenggal-penggal dan hanya mengambarkan apa yang penting untuk disampaikan, berbeda dengan kisah Abraham, terperinci dan menyeluruh sehingga kita dapat membacanya seperti sebuah kisah perjalanan hidup seseorang. Tidak demikian dengan teks dalam Kejadian 1-11.

Kita tidak dapat mempelajari tulisan prosa itu seperti sebuah biografi kehidupan orang suci, sebab apa yang ditulis dalam Kejadian 1-11 sebenarnya benar-benar terjadi, tetapi bukan sebuah kisah sejarah. Bukan juga sebuah ilustrasi atau metafora. Kegagalan mengenali bawah semua itu benar-benar terjadi adalah karena kita berusaha menyusunnya dalam timeline dan mengurutkan kejadian serta mencari bukti sains seakan seperti kitab sejarah. Padahal itu bukan rekam sejarah. Kejadian yang disebutkan benar terjadi, tetapi bukan dalam bentuk alur sejarah.

Belum lagi penggunaan bahasa yang dipakainya. Seperti kata banjir yang melanda seluruh bumi, kata yang dipakai untuk menyebutkan dunia pada masa itu bukan seluruh belahan bumi ini tetapi dunia dimana mereka hidup. Saat saya mencoba melempar tentang bajir tersebut terjadi bukan atas seluruh dunia, banyak pihak menolaknya dan malah menganggap saya sesat. Dasar mereka adalah menjadikan Kejadian 1-11 sebagai rekam sejarah. Sedangkan dasar saya adalah bahwa semua itu ditulis untuk menyampaikan pesan Allah, ditulis dengan singkat untuk merangkumkan kejadian yang panjang dan kompleks. Bukti sains menunjukan jaman Nuh manusia di China tidak kebajiran, juga di belahan bumi lainnya.

Juga tentang ular dalam Taman Allah di Eden, saat saya mencoba menunjukan bahwa Ular tersebut bukan ular yang kita kenal sebagai binatang yang sering kita jumpai di kebun binatang, melainkan sosok dari Iblis itu sendiri, saya dianggap sesat juga. Padahal pada masa itu dunia roh dan jasmani belum terpisah dan lagi saya menunjukan bawah di Taman Allah di Eden, diciptakan mahluk yang khusus untuk tinggal disana, bukan diambil dari dunia luar untuk ditaruh di Taman Allah. Hanya manusia yang ditempatkan disana, yang lainnya diciptakan untuk Taman Eden, termasuk Ular, yang kemudian Wahyu menyebutnya Ular Tua. Sekali lagi dasar mereka adalah rekam sejarah, sehingga saat tidak dijumpai mahluk lain yang bernama ular lainnya, maka disimpulkan ular itu dirasuki Iblis.

Belum lagi ribut tentang penciptaan terang dan gelap, matahari dan bulan, siang dan malam, seakan sama dan mirip, sebab mereka menganggap itu rekam sejarah terjadinya penciptaan alam semesta secara kimiawi dan fisika. Sekali lagi saya sempat disebut sesat… padahal mereka yang memperjuangkan Kejadian 1-11 sebagai rekam timeline sejarah menghadapi kebuntuan fakta dan sains. Ujungnya mereka menyebutkan sains dan iman bertentangan… Padahal sains adalah bagian yang diciptakan oleh Allah, bukan radikal bebas dari ciptaan Allah yang melawan iman.

Saya tidak merasa heran dengan anggapan sesat pengajaran saya tentang Kejadian 1-11, sebab memang Firman Tuhan itu harus diselidiki dan pengetahuan manusia akan bertambah serta kebenaran akan dibukakan satu demi satu. Jika ratusan tahun lalu Galileo dihukum mati oleh gereja karena mengajarkan kesesatan bumi bulat dan mengitari matahari, maka sekarang gereja menerima hal itu sebagai kebenaran dan merevisi doktrin mereka tentang bumi kotak dengan ujung maut dan benda-benda langit mengitari bumi.

Kita harus selalu bertanya-tanya dan selalu mencari kebenaran, bukan mengangap diri sendiri paling benar. Sebab saat sesorang atau golongan sedah merasa dirinya paling benar, maka ia sudah berhenti untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.

fiksi / tahayul / dongeng berarti kamu dan semua manusia gak ada, dongeng aja. . . .

Maksudnya kejadian yang [sudah] benar-benar terjadi tetapi bukan dalam bentuk kisah/alur sejarah?

Kisah sejarah itu seperti kita membaca kitab Raja-Raja, jadi dikisahkan dengan dengan tujuan untuk menjadi rekam sejarah. Sedangkan Kejadian 1-11 ditulis bukan bertujuan untuk menjadi rekam sejarah, berbentuk alur cerita kehidupan manusia, tetapi mengambil sepenggal-penggal kisah yang ROH KUDUS berikan kepada Musa agar itu dituliskan bagi kita. Peristiwanya benar-benar terjadi, tetapi penulisannya disampaikan dengan bahasa yang berbeda dengan kehidupan keseharian. Kalau kita membacanya seperti kehidupan keseharian kita maka orang akan bertanya dimana taman Eden, dimana pintunya yang dijaga kerub berpedang api? Ular kok makan debu? Dimana ada binatang bisa berbicara dengan manusia? Banyak pertanyaan seperti itu ditanyakan saat kita membaca Kejadian 1-11, sebab kita mencernanya seperti membaca kisah Pangeran Diponegoro, dan gagal menghubungkan dengan kehidupan nyata sehari-hari.

Sejak manusia jatuh dalam dosa, kita dipisahkan dari dunia roh dan kita tidak lagi dapat melihat alam roh, tidak melihat malaikat, juga taman Eden, juga kerub dan juga Allah dan Iblis. Semuanya bukan tidak pernah ada, tetapi semuanya nyata dan terjadi demikian tetapi dalam alam yang berbeda dengan kita. Kehidupan Adam dan Hawa di Taman Eden akan kita alami lagi saat kita dibangkitkan oleh KRISTUS, seperti tubuh kebangkitan YESUS memiliki tubuh jasmani tetapi hidup dalam alam jasmani dan alam roh, kita akan melihat taman Allah di Eden, kita akan melihat kembali mahluk-mahluk yang diciptakan disana minus Ular Tua dan teman-temannya.

Demikian juga dengan menara Babel, banjir Nuh dan lainnya, memang terjadi demikian tetapi kita tidak dapat membacanya seolah itu adalah rekam sejarah, melainkan ditulis bukan bertujuan untuk mencatat sejarahnya tetapi untuk menyampaikan pesan Allah, sama seperti Paskah, sama seperti pembangunan Kemah Suci, mengandung rahasia kebenaran didalamnya.

Peristiwa yang terjadi dalam Kejadian 1-11 bukan peristiwa matang siap saji, tetapi merupakan peristiwa yang panjang yang dirangkum dalam sepenggal kalimat. Saat mereka menyebutkan kata dunia, bukan berarti seluruh bumi ini, tetapi dunia mereka berada. Saat berbicara bahasa bangsa-bangsa bukan juga seluruh bangsa dimuka bumi ini tetapi bangsa-bangsa satu rumpun. Saat bahasa manusia dikacaukan bukan berarti seluruh bahasa manusia berpisah disana, tetapi logat masing-masing orang mulai dibuat berbeda sehingga satu dengan yang lain tidak saling paham, seperti orang china, jawa dan inggris dalam mengucapkan sebuah kata yang sama akan terdengar berbeda, demikian logat diantara mereka berbeda dan terpecahlah menjadi berbagai bahasa satu rumpun. Selanjutnya bahasa itu berkembang dan terpisah terus dengan perbedaan logat sampai jaman sekarang kita mencatat ada 4000 lebih bahasa didunia ini walau induknya mungkin hanya tiga atau empat bahasa saja. Banjir Nuh juga bukan peristiwa diseluruh belahan bumi, tetapi hukuman itu diturunkan atas orang-orang disekitar Nuh pada jaman Nuh. Sama seperti Sodom dan Gomora, hukuman itu hanya turun atas penduduk kota tersebut, bukan seluruh manusia yang bejat.

Dunia mereka berbeda dengan dunia kita. Sekarang jika kita berbicara tentang seluruh dunia maka maksudnya adalah seluruh belaham bumi ini, tetapi pada masa itu yang disebut seluruh bumi adalah dunia mereka sendiri, dunia yang mereka kenal. Firman Tuhan turun untuk mereka dengan pengertian dan pemahaman mereka, bukan turun lewat mereka untuk kita, sehingga mereka tidak tahu apa yang ditulis dan dibacakan, kecuali kalau mereka hidup dijaman kita. Bukan demikian, yang benar sebaliknya, kita harus membaca dan memahami bahwa itu ditulis jaman lampau untuk mereka dan untuk kita.

Semoga dapat membedakannya…

@krispus,

Sederhananya, Anda ingin mengatakan bahwa Kitab Kejadian, khususnya kisah pra Abraham, merupakan Kitab Sejarah dari sudut pandang dunia roh?

Kej
6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

orang-2 raksasa apakah keturunan adam dan hawa ?

Bukan sudut pandang roh, sebab yang masih tidak terpisah antara dunia roh dan jasmani hanya sebelum manusia diusir dari taman Allah di Eden.

Selanjutnya adalah kisah jasmani, tetapi untuk menyampaikan pesan bukan untuk menceritakan sejarah nenek moyang.

Raksaksa itu keturunan Adam, dan jangan mengambarkan raksaksa dalam film-film hollywood.

Anak-anak Allah adalah keturunan Set
Anak-anak Manusia adalah keturunan Kain

Garis keturunan Allah diteruskan oleh Set sebagai generasi anak-anak Allah. Seperti dalam Lukas 3:38. Sedangkan Kain dibuang, walau sebagai anak sulung, ia kehilangan haknya dan dialah anak kedagingan (manusia banget), keturunannya disebut sebagai anak daging atau anak manusia. Karena itu didalam kisah yang anda tanyakan, anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak manusia cantik-cantik, anak-anak Set melihat bahwa anak-anak Kain cantik-cantik.

Selanjutnya disebutkan bahwa lewat mereka maka bangkitlah keturunan yang unggul. Beberapa secara fisik berbadan besar sekali dan disebut raksaksa. Perhatikan penjelasan bahwa raksaksa ada sejak saat itu dan sesudahnya, bukan ada sebelumnya, sebab mereka terlahir dari keturunan yang unggul tersebut. Jika kita membacanya ada tiga hal yang menjadi pusat perhatian kalimat tersebut, yaitu “raksaksa”, “perkawinan keturunan Set dan keturunan Kain” dan “anak-anak unggul” Ketiganya merupakan satu rangkai kalimat yang mengambarkan bahwa saat keturunan Set mengawini wanita keturunan Kain, maka anak-anak yang lahir menjadi orang yang gagah perkasa dan ternama, mereka adalah orang-orang yang berbadan besar, kuat dan tangkas. Dikenal sebagai raksaksa. Jaman lampau yang disebut gagah perkasa dan kenamaan tentu berkaitan dengan fisiknya, jaman sekarang yang disebut kenamaan tentu karena uangnya atau kepandaian otaknya. Perbedaan ini harus dipahami, seperti saat Samuel hendak mencari raja, Saul kedapatan paling tinggi diantara semua orang Israel, demikian saat mencari penggantinya, Samuel mencari orang yang gagah perkasa, berbadan besar dan tangkas, yang terkenal diseluruh kaum keluarganya. Dunia mereka berbeda dengan dunia kita.

Semoga mencerahkan…

Saya belum ngeh dengan kondisi di mana dunia jasmani dan dunia roh belum terpisah. Seperti apa bentuk dan rupanya, apa saja yang berubah sejak dunia jasmani dan roh dipisahkan, kapan dipisahkannya (saatnya Tuhan mengusir manusia?)

Saat Yesus bangkit, Ia mengenakan tubuh “baru”, tubuh seperti kita, dapat makan dan dipegang, berjalan dan sebagainya, bukan tanpa tubuh seperti roh gentayangan. Tetapi tubuh itu bukan tubuh daging yang kita miliki atau yang dimiliki Yesus sebelum dibangkitkan, sebab Yesus dengan tubuh “baru” tersebut dapat berjalan menembus tembok dan terangkat ke Surga dalam keadaan utuh, bukan rohNya saja.

Dunia roh, dimana ada kerub, malaikat, iblis dan anakbuahnya dan Allah tidak dapat kita lihat dengan mata jasmani kita. Semuanya tidak nyata. Kita tidak melhat surga dan juga neraka, kita tidak melihat Taman Eden, kita juga tidak melihat buah pohon kehidupan, sebab semuanya itu ada dialam roh, itu bukan dongeng. Saat kita baca Adam dan Hawa, mereka berada di Taman Eden, melihat Allah, melihat kerub, berbicara dengan iblis (Ular Tua) sebab hidup mereka tidak terpisahkan antara alam roh dan alam jasmani. Setelah mereka jatuh dalam dosa, mendapat hukuman maut, diusir dari Taman Allah, maka sejak saat itu mereka tinggal didalam alam jasmani saja, dunia roh terangkat bagi mereka dan bagi keturunannya yang mewarisi danging berdosa yang menanggung akibat dosa yaitu maut.

Saat kita ditebus oleh Kristus, kita ditebus secara rohani, kita tidak melihat fisik kita ditebus, kita tidak melihat bahwa ada sesuatu yang berubah pada jasmani atau badan kita saat kita ditebus dan sesudahnya. Sebab yang ditebus saat itu adalah roh kita oleh Kristus, tetapi akan tiba saatnya kita diangkatNya atau dibangkitkanNya untuk mengenakan tubuh yang baru (rumah yang baru dalam istilah Paulus). Tubuh yang baru itulah yang sama seperti tubuh Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa, sama seperti Yesus setelah dibangkitkan, beberapa gereja menyebut sebagai tubuh kemuliaan.

Btw ini pelajaran dasar tentang iman dan pengharapan Kristiani…