adam dan hawa


(II). UNGKAPAN THEOLOGIS. Hubungan yang terjalin dari Allah pada manusia, yaitu tema penentuan dari keseluruhan isi Alkitab, langsung dimulai di dalam ~KP dengan segala kekuatan.
(1) Ungkapan paling penting di dalam ~KP terpusat pada masalah, bahwa seluruh kosmos berada dalam hubungannya sebagai makhluk dengan Allah Esa yang berada di luar dunia ini. Sifat ciptaan terungkap dalam sebuah polemik yang jelas kedengarannya melawan makhluk-makhluk, yang di Timur Tengah kuno diberi penghormatan ilahi dimana-mana: Bintang-bintang (ayat 14-18), binatang-binatang (terutama ayat 21) dan kesuburan seks (dalam ayat-ayat 22.28).
(2) Penguasaan manusia atas seluruh penciptaan sudah diungkapkan dalam susunan KP: manusia sebagai makhluk Tuhan yang terakhir dan sekaligus yang paling sempurna. Tambahan pula bahwa kepadanya diberi tugas yang jelas, yaitu menaklukkan dunia (ayat-ayat 28-29). Sebuah “perintah untuk berbudaya” sama sekali tidak dapat ditarik kesimpulannya dari naskah tersebut.
(3) Wanita itu sejak awal-mula berdiri sebagai pasangan dan mempunyai hak yang sama di sisi pria, yang berdiri pada tingkat yang sama sebagai citra Tuhan. Di samping itu perlu diperhatikan, bahwa di dalam keseluruhan ~KP hanya dibicarakan tentang penciptaan jenis, dan bukan penciptaan individu. Hal itu berlaku pula dalam hubungannya dengan penciptaan manusia. ~KP juga diam seribu bahasa perihal cara terjadinya manusia. Barangkali karena disadarinya, bahwa itu bukan bidang theologi. Oleh karena itu cara-cara untuk menjelaskan persoalan-persoalan modern seperti evolusi, monogenisme, poligenisme dan ~KP adalah salah.
(4) ~KP itu ditaruhkan pada permulaan berita keselamatan, sehingga makhluk ciptaan itu menjadi karya keselamatan Tuhan yang pertama. Berpangkal pada sebuah titik-tolak dan diikat pada keadaan yang memiliki waktu (: unsur waktu itu diungkapkan secara lebih tegas lagi dengan skema mingguan), maka karya Tuhan bergerak menuju suatu titik akhir, yaitu penyempurnaan penciptaan. (Sumber: alkitab.sabda.org)
Silahkan sobat yg lain jika mau menambahkan… :afro:

Mas Alex,

Hehe… welcome to the jungle mas…
posting yg nyeleneh2 dianggap aja lagi nonton Srimulat atau OVJ aja…
Itu maksudnya kan juga melawak kok… hehe…

Saya mau repost yang ini:

[b]Banyak teman-teman kita menganggap ALKITAB atau KITAB SUCI lainnya sebagai DOKUMEN HISTORIS yang ke-Akurat-annya mendekati sempurna, karena dianggap diturunkan langsung oleh Pencipta-nya.

Sehingga, dibaca, ditelaah, dibolak balik, dibaca maju mundur, naik turun, huruf-demi-huruf harus di PERSIS-kan banget, sehingga muncul INTERPRETASI HARAFIAH (TEKSTUAL) yang di TELAN MENTAH-MENTAH dan di PAKSA TELAN sebagai KEBENARAN REALITA KASAT MATA.
[/b]

Post lengkap nya ada disini: Apa Sih Perbedaan orang kristen dengan orang yg tidak percaya tuhan ? - Non-Kristen - ForumKristen.com

Inti-nya lagi mas:
Bagi saya pribadi lho… Alkitab itu Guidance, tapi BUKAN S.O.P. hehe…
Sebagai suatu karya sastra (literatur), yang banyak menggunakan metafora & konotasi untuk menyampaikan suatu makna (atau beberapa makna interpretatif?)

Nah, kalau ditanya: Kenapa sih Alkitab gak to the point aja?
Itu sy juga gak tahu jawabannya mas… hehe…
Mungkin biar tercipta banyak forum2 kaya gini kali…
& kalau kurang hiruk-pikuk-nya, Mata Pencaharian di bidang Theologia jadi kurang menarik dong… barangkali… hehe…

Salam,

Bukan ngelawak mas, cuma membuat jadi rame…hehehe… kalo ga gini bukan forum donk…saling menyanggah, dan beradu argumen terkadang… tp yg pasti dengan pikiran dan hati yang jernih… :happy0025: :happy0025:

Ati2 loh, kalo bilang Alkitab banyak menggunakan metafora dan konotasi untuk menyampaikan suatu makna tar dibilang gak percaya Alkitab :))

Pertanyaan saya sederhana saja :

Jadi KP itu dipercaya secara harfiah (sebagai kronologi sejarah aktual) atau idenya (bahwa Allah, Yahwe, adalah sang Pencipta, manusia sebagai ciptaan yang sempurna dan telah jatuh dalam dosa dari pertaruhan antara Terang melawan gelap)?

Kan sudah jelas secara harafiah dan ide yang terkandung didalamnya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, secara harafiah ada urutannya dan keteraturannya secara ide ada makna dalam urutan tersebut.Demikian… :happy0025:

Apa yang dimaksud dengan “pertimbangan-pertimbangan theologis” itu yang akhrinya “menimbulkan kesukaran”? “Kesukaran” atas apa?

Sorry, banyak nanya, karena aku bermaksud menggali KP di sini. Itu pun aku belum mendalami masalah evolusi, perbandingan rentang usia Bumi versi Alkitab (yg menurut perhitungan Des Vignolles, 1738, KP terjadi pada 3500 - 7000 SM) dibandingkan ilmiah (jutaan atau bahkan milyaran tahun), pendalaman teks per teks yang bisa menimbulkan kesan kontradiksi dari KP.

Saya rasa wajar kok metafora demikian di Alkitab.

Mengingat Gurun Arabia kan BUKAN TERMASUK salah-satu Earliest Civilisation.
Tahun 7000 SM, Taoism sudah memiliki kompleksitas sosial-antropologis yang mirip seperti modern society, yang sudah di-dokumentasikan tertulis di Tao Te Ching.
Udah ada Sumeria, Asyria, Early Greek, Nile Civilisation, dsb…

Jika menganggap Alkitab sbg Dok Historis, berarti mungkin ada benarnya juga.
Berarti tahun segitu Adam & Hawa masih bugil & baru bisa makan apel…
juga belum bisa nulis ya berarti… (un-civilised society)

Ngitung tahun nya mungkin bisa salah lho…
Masa Abraham dkk umurnya 800 tahun?
hehe… gue rasa penyebabnya adalah sistem kalendernya yang masih sangat belum sempurna.

Salam

Sob, kalo menggali KP hanya dikhususnya di forum ini, rasanya kurang tepat, sobat ini kan kristen pasti dibawah gereja lokal kan, jadi coba tanya pemimpin sobat ataupun pendeta dan coba juga googling, manfaatin teknologi skr, mudah2an sobat dpt mengerti. agak rancu kalo saya yang menjelaskan secara theologis karena sayapun blm pernah mengecap pendidikan theologis, jelas sumbernya yg saya sadur diatas bukan? itu bukanlah hasil penerjemaahan saya tp menurut sumber tsb yg dikajinya berdasarkan segi harafiah dan theologis. Terimakasih… Salam,
Jika ada lagi data2 yg mendukung segera saya akan coba bagikan kembali.

Shalom Elohim

Maksdnya disitu adalah penyusun daripada KP tersebut mencoba menggunakan pertimbangan secara theologis sebagai pendekatan dalam hal ini, tetapi tetap saja merupakan suatu kesukaran bagi pemahaman, sehingga ya seperti sobat ini, banyak menimbulkan pertanyaan. Demikian penalarannya.

Dalam bahasa “bumi” nya: Pertimbangan Theologis itu artinya KIASAN dan METAFORA

Dibawah keterbatasan saya, saya akan coba menjelaskan teologia seperti apa. Tp utk lebih jelas tentunya tanya yg sudah pernah mengecap pendidikan teologia.
Kata “teologia” berasal dari dua kata Bahasa Yunani yang berarti “belajar tentang Allah.” Teologia Kristen adalah upaya untuk memahami Allah sebagaimana diwahyukan dalam Alkitab. Tidak ada teologia yang dapat dengan sempurna menjelaskan Allah dan jalan-jalan-Nya karena Allah tak terbatas dan secara kekal lebih tinggi dari kita. Karena itu semua usaha untuk menggambarkan Dia akan gagal (Roma 11:33-36). Namun demikian, Allah ingin kita mengenal Dia semampu kita, dan teologia adalah seni dan ilmu untuk mengetahui apa yang dapat kita ketahui dan pahami mengenai Allah dalam cara yang terorganisir dan dapat dimengerti. Banyak orang berusaha menghindari teologia karena mereka percaya bahwa itu mengakibatkan perpecahan. Namun, saat dipahami secara tepat, teologia mempersatukan. Teologia adalah mengatur pengajaran Firman Allah dengan cara yang dapat dimengerti. Sebetulnya teologia Alkitabiah itu adalah hal yang baik; itu adalah pengajaran Firman Allah (2 Timotius 3:16-17).
Demikian sob, ntah itu sobat menyebutnya metafora atau apapun tp yg saya pahami sama sekali bukan metafora.

@kasihsukacitaku,

Saya hargai sikap Anda. Saya minta maaf kalau sempat keluar statement “kasar” dari saya. Hanya saja saya menyesalkan sikap dari satu akun yang cenderung memaksakan argumennya.

Bagi saya pribadi, kita harus bisa mempertanggungjawabkan kisah-kisah dalam KS sesuai dengan sains. Sekalipun demikian, bukan berarti saya menjunjung bahwa sains menggantikan kebenaran KS. Ada hal2 yang bersifat praktis yang bisa membuktikan kebenaran sains, salah satunya adalah penemuan arkeologis. Untuk mendukung kebenaran KS, khususnya KP, yang saya butuhkan adalah data atau referensi mengenai penemuan arkeologis yang berkaitan dengannya.

Saya tidak memandang KP sebagai bualan atau mitos belaka. Namun pertanyaan itu menyeruak, “Bagaimana kita memahami Kitab Kejadian, berkaitan dengan adanya info-info yang sukar dibuktikan di era modern ini, seperti penciptaan dunia HANYA dalam 1 pekan, Adam-Hawa, usia manusia-manusia purba yang mencapai ratusan tahun, kisah kebohongan Ishak yang terasa mirip pengulangan dari kisah kebohongan Abraham, dlsb?”

Pun, jika sebagian kisah dalam KS bukan fakta sejarah melainkan hanya simbolisme atau metafora belaka, saya tidak menemukan alasan bahwa kita bisa meragukan otoritas KS sebagai firman Allah, atau setidaknya catatan sejarah dari perspektif imani.

Saya punya ketertarikan besar untuk memahami KS berdasarkan studi kritis, termasuk kritik yang menyerang terhadapnya, sekaligus pembelaan terhadap serangan-serangan kritik itu. Hal ini disebabkan karena para antikristus bukanlah “anak bau kencur” melainkan orang-orang yang telah mengenyam pendidikan tinggi tertentu atau setidaknya memiliki wawasan yang luas dan perspektif tersendiri.

Sederhananya, sejauh KS bisa dipertanggungjawabkan secara logis (berkaitan dengan otentisitas dan relevenasinya dengan sumber-sumber ekstra KS), maka pertanggungjawabkanlah. Memang ada hal-hal yang bersifat imani, seperti life after death, salvation, original sin, and many. Dan hal-hal imani itu pun tidak kebal kritik. Setidaknya, hal-hal imani harus bisa dipertanggungjawabkan secara filosofis, karena kita membicarakan suatu pengalaman yang belum kita alami (salvation dan life after death). Kita mempercayai itu berdasarkan klaim-klaim KS belaka atau kesaksian beberapa orang.

Mengenai kesaksian beberapa orang itu, yang mungkin kita junjung sebagai Pastor kita atau bahkan orang suci, pertanyaan yang timbul adalah,“Mengapa kita mempercaya kesaksian orang ini (saudara seiman), sementara kita cenderung meremehkan kesaksian orang lain (yang tidak satu iman dalam Kristus)?” Saya pernah sekilas membaca mengenai adanya penelitian terhadap fenomena reinkarnasi, apakah kita akan serta merta dengan jumawa menyebutkan bahwa penelitian itu didasarkan pada kesaksian orang yang kerasukan roh jahat? Mudah sekali kita mereduksi kesimpulan dari penelitian itu berdasarkan apa yang kita percayai, tapi tidakkah itu mengganggu nurani kita? Yang terbaik dari tanggapan terhadap penelitian semacam itu (penelitian berkaitan dengan hal-hal di luar iman kepercayaan kita) adalah dengan adanya penelitian tandingan (atau studi banding) yang menyanggah penelitian itu.

Saya harap sikap dan pencarian saya bisa dimaklumi. Semua ini saya analogikan sebagai upaya saya menelusuri jejak Kristus :happy0025:

Realitas Kitab Suci tidak berdiri sendiri, tapi ia juga bersinggungan dengan realitas historis manusia. Sebagai seorang Kristen kita tentu ingin membuktikan kebenaran kisah-kisah Kitab Suci bahkan dengan menggunakan sumber-sumber di luar Kitab Suci, yaitu catatan sejarah sekuler. Lalu, kenapa kita tidak menggali hal itu? Kenapa kita mencari kesesuaian realitas Kitab Suci dengan catatan sejarah sekuler?

Ok…itu hak sobat jika pengen menggali dan menggali doa saya hanya 1 yaitu jika Tuhan berkenan sobat mendapatkannya maka pasti sobat mendapatkan, tetapi jika tidak maka berbesar hatilah karena keinginan manusia selalu akan membuat dia terjerumus kepada keegoisan semata. Dan tentunya jangan lupa berdoa sama Tuhan mengenai keinginan sobat tersebut, sungguh itu adalah keinginan yang mulia asal jgn keinginan mulia menurut manusia, tetapi keinginan yg ilahi menurut Tuhan kita Yesus Kristus…

Shalom Elohim

Oiya sob, saya tahu siapa yg anda maksudkan dengan kalimat tersebut:
Saya hargai sikap Anda. Saya minta maaf kalau sempat keluar statement “kasar” dari saya. Hanya saja saya menyesalkan sikap dari satu akun yang cenderung memaksakan argumennya.
Sekali lagi bukan untuk berdebat ttg hal yg tdk berguna, tetapi tolong sobat baca dari awal thead ini, sebenarnya siapa yang melontarkan dan seolah2 memaksakan sesuatu argumen yang jelas sangat jauh dari sifat dasar iman kristen?terkadang saya hanya geli aja membaca komen2 yg terkesan seenaknya tp gada fakta ilmiah maupun dasar alkitabiahnya. Tetapi apa yg saya sampaikan selalu saya kutip dari beberapa sumber yang menurut saya ada hubungan relevansinya dengan statement saya.

Shalom Elohim,

;D ;D ;D
betul - betul… hal yang tidak perlu di bahas… topic membahas Adam dan Hawa, jadi melenceng sama
keinginan seseorang yang harus didengarkan… tak penting… hahahaha

kita lupkan dia… lanjut ke topik adam dan hawa.

HAhahahaha… baru tahu ya mas?trus yg membuat statement yg ga penting untuk dibahas siapa dulu…apa perlu saya copikan statement anda yg merasa menjadi manusia yg ga berguna itu?ada lho statementnya?masih dibilang jga ga penting?trus knp anda juga berstatement ga penting…jadi menjilat ludah sendiri…enak ga sob?hehehehe,… :tuzki48:

Gue cucokkkkk banget nih sama quote bro kasih yg ini…

Emphasise di kata USAHA, KITA KETAHUI dan KITA PAHAMI…
sip… banget…

Oleh karena itu TIDAK ADA SATU ORANGPUN (walaupun mengaku sudah dibawa dalam doa 100hari 100 malam & mendapat wahyu rohkudus, bahkan pakai bahasa rohkudus, rohrembang, rohjepara, dll)
yang BERHAK mengambil alih KLAIM KEBENARAN SEJATI dan memBAJAK nama Tuhan untuk di-sematkan di Pemahaman-nya sendiri atas Kebenaran tsb.,
karena sesungguhnya yang kita perdebatkan ini antara INTERPRETASI SAYA akan Kebenaran vs. INTERPRETASI ANDA akan Kebenaran vx. INTERPRETASI ORANG LAIN LAGI akan Kebenaran.
dan sesungguhnya BUKAN dan TIDAK PERNAH tentang KEBENARAN tsb an-sich.

Bagi sodara2 yg PERCAYA bahwa Alkitab harus DI IKUTI secara HURUF-PER-HURUF,
saya sarankan harus KONSISTEN dan KOMPREHENSIF.
Misal: Yesus naik Keledai → jangan naik mobil, dll…
Mosok yg Enak-nya dibilang Harus Persis, eh… giliran Gak Enak dibilang: Itu kan Perlambang…
hehe… lha kok enak…

Kalau saya tetap setuju bahwa ADAM dan HAWA adalah Keturunan MONYET.
Seperti saya, anda & kita semua…
Malah kalau saya merasa bahwa Saya ini Keturunan Amuba, yg ber-evolusi jadi Hewan Multi-Sel, berevolusi lagi jadi Primata, & baru bbrp ribu generasi belakangan bentuk kakek moyang saya mirip spt saya.

Salam,

Eitt…kebetulan saya ga keturunan monyet ahhh… :happy0025:… :happy0025: ;D. ;D :happy0071: