Ade Sarah Dibunuh Teman SMA Sendiri

JAKARTA – Tersangka yang juga pasangan kekasih berusia 19 tahun, Ahmad Imam Al-Hafidz dan Assyifa Ramadhani, ternyata merupakan teman satu sekolah dengan korban yang dibunuhnya secara keji, Ade Sarah Angelina Suroto.

Mereka dulu sama-sama mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 36 Jakarta. “Ade Sarah, Hafidz dan Asyyifa itu satu SMA yakni SMA 36,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat (6/3).

Rikwanto menjelaskan, awalnya Hafidz dan Ade yang juga Mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Bunda Mulya, itu berpacaran pada 2012 lalu. Namun, di penghujung 2012 hubungan Hafidz dan Ade kandas.

Setelah itu, Hafidz menjalin hubungan dengan Assyifa sejak 2013. Meski memacari Assyifa, Hafidz tak bisa melupakan Ade. Ia pun mencoba untuk berkali-kali mengajak bertemu dan ditolak korban.

Niat Hafidz untuk mengajak korban berpacaran lagi pun kandas. Karena dendam dan sakit hati itulah Hafidz berniat menghabisi mantan pacarnya itu. “Pelaku Hafidz ingin berpacaran lagi dengan korban sementara korban tidak mau,” kata Rikwanto.

Sedangkan Assyifa, ternyata cemburu dan khawatir jika Hafidz kembali berpacaran lagi dengan Ade. “Assyifa melakukannya karena merasa cemburu dan takut atau khawatir bila Hafidz kembali berpacaran dengan korban,” katanya. (boy/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2014/03/07/220510/Ade-Sarah-Dibunuh-Teman-SMA-Sendiri-

Ade Sarah Angelina Suroto, korban pembunuhan itu adalah seorang Katolik, sedangkan mantan pacarnya yang melakukan pembunuhan bersama kekasih baru adalah muslim. Inilah akibat buruk menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak seiman.

Sepertinya hubungan mereka memang mendapat tentangan dari ortu Sarah, ya?

Satu yang mengejutkan adalah, bagaimana seorang remaja bisa menjadi pembunuh berencana? Sepasang pula? Dengan korban yang teman sekolah?

Sebuah lampu peringatan telah berkedip, sebagai tanda bahwa sifat manusia telah mulai turun menjadi sekelas binatang.

Ibu Ade Sara Maafkan Pembunuh Putrinya Jumat, 7 Maret 2014 | 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Elisabeth Diana tak kuasa menahan duka atas kejadian yang menimpa putrinya, Ade Sara Angelina Suroto (19). Ade Sara kehilangan nyawa karena dibunuh oleh Assyifa (19) dan Ahmad Imam al Hafitd (19), yang merupakan teman-teman SMA dari putrinya itu.

Elisabeth, yang ditemui seusai pemakaman Ade Sara, mengatakan, dia memaafkan pembunuh putri tunggalnya itu.

“Saya yakin mereka anak yang baik. Hanya, saat itu mereka tidak bisa menguasai sisi jahat dari diri mereka,” kata Elisabeth, di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014).

Elisabeth mengaku pernah bertemu Hafitd, bahkan sudah menganggap anak muda itu seperti putranya sendiri. Elisabeth juga membenarkan anaknya memang pernah berpacaran dengan Hafitd semasa SMA.

“Waktu pacaran mereka sangat romantis. Hafitd sering ke rumah dan ngajak Sara jalan-jalan,” ujar Elisabeth.

Menurut Elisabeth, kondisi itu berubah setelah hubungan Ade Sara dan Hafitd tak berlanjut. Hafitd bahkan kerap melontarkan bahasa kasar terhadap anaknya melalui Twitter.

Elisabeth menyatakan, putrinya itu sempat menunjukkan perkataan kasar dan tidak sopan dari Hafitd. Sara saat itu marah karena membaca perkataan mantan pacarnya itu.

“Saya bilang begini, kalau sudah putus, ya sudah jaga hubungan yang baik. Tapi, dia (Sara) bilang ‘enggak bisa Ma’ (Mama-red). ‘Mama enggak tahu sih’. Dia (Sara) tunjukkan ke saya perkataan Hafitd di Twitter, dia foto dan kirim ke saya. Memang pantas (Sara) marah. Saya bisa menyadari, (perkatan Hafitd) kurang sopan,” ujar Elisabeth.

Elisabeth memercayakan sepenuhnya proses hukum kasus pembunuhan itu kepada kepolisian. “Saya percaya setelah proses hukum dilaksanakan, Hafitd dan Assyifa jadi anak yang baik. Saya yakin mereka anak baik,” ujar Elisabeth.

Sebuah contoh nyata, pengampunan dan kasih.

Semoga Sara mendapat kedamaian abadi bersama Tuhan di Surga, semoga keluarganya diberi ketabahan dan kedamaian serta penghiburan.

Nah, ntu dia yg bikin ane bingung. Dari beberapa berita, katanya mereka mulai pacaran dari sma berlanjut ke kuliah. CMMIW. Kalo ditentang kok lama banget baru putus?

Adek ane, dulu pas sma, waktu ada temen cowoknya bukan Kristen bertamu ke rumah, malem-malem & sendirian, begitu temen cowoknya balik, adik ane langsung diinterogasi sekeluarga. Pas adek ane ngaku kalo temen cowoknya itu ada hati sama dia (belum jadian sih), langsung “didoktrinasi” (baca: cuci otak) sampe jam 12 malem.

Alhasil, itu cowok ga pernah nongol lagi di rumah. Sekarang adek ane dah nikah sama cowok Kristen.

Iya, dari berita sepertinya bisa ditarik kesimpulan, bahwa ortu Sarah mengetahui hubungan mereka, tetapi apakah direstui, sepertinya tidak pasti juga.

Satu hal yang boleh dijadikan pelajaran, jika ada sanak keluarga yang ‘bermain api’ dengan ‘berteman dekat’ dengan yang bukan seagama, segera beri ‘indoktrinasi’ agar sanak keluarga yang bersangkutan segera sadar akan kekeliruannya. Karena kalau terlanjur dekat, akan semakin sulit dipisahkan.

Berkeluarga, adalah komitmen seumur hidup, jangan mengambil resiko dengan orang yang tidak memiliki komitmen yang sama.

Syalom

Surat terakhir dari Stella Maliangkay untuk Ade Sara Angelina Suroto. Dia adalah sahabat Sara ketika di sma. Surat ini dimuat di blognya.

[b]Ada terima kasih untukmu yang terkirim dari Bandung. Dia mengudara ke Jakarta sekarang, bersama rindu dan susunan doa yang terlalu banyak jumlahnya.

Ada sesal untukku, dan segala waktu yang pernah aku punya. Denganmu, kurang lama rasanya untuk terus menertawakan dunia dengan segala kemelutnya.

Ada bahagia untukmu sebab pernah mengenal. Maha agung Tuhan memberi ijin untukku sempat berteman dengan malaikat yang masih Ia sembunyikan sayapnya.

Ada sepucuk surat dariku, kelak sesampainya nanti di Surga, mungkin akan kau baca. Maha ajaib Tuhan, kau kini aman dalam pelukanNya. TanganNya yang penuh kemenangan sudah menyelamatkan satu lagi Mahakarya.

Sebagai teman yang pernah mengisi bangku kosong di sebelahmu saat sekolah dulu, ini kusampaikan pesanku untuk jiwamu yang sedang dalam perjalanan, serta untuk ragamu yang sedang beristirahat dalam tidur lelap yang panjang.

Sara, selamat menikmati perjalananmu nanti, di dalam peti, mungkin agak sempit ya. Sudah berapa kali aku bilang, kau terlalu tinggi, untung saja kau tidak gemuk, kalau iya pasti jadi jauh lebih sempit.

Sara, kalau beberapa bulan lagi di pusaramu ditumbuhi rumput dan bunga liar, kau harus tau itu tumbuh dan akan terus tumbuh meski di basmi, ada air mataku yang kiranya membuat mereka tumbuh subur. Setidaknya ada bagian dariku, yang ada di rumah barumu.

Sebentar lagi Tuhan menggenapkan janjiNya, tidak lagi sayapmu Ia sembunyikan.
Terbang Sara, terbang yang jauh. Sampaikan salamku untuk Tuhan karena aku tahu kau pasti bertemu.

Tuhan, terima kasih, syukur ada di lubuk hati ini meski masih nyeri dari ujung kepala hingga ujung kaki, meski masih bergetar setiap hendak menyebutkan nama Sara dalam setiap bisikan.

Terima kasih karena aku boleh merasakan berkawan dengan malaikat, sekarang aku bisa bilang kepada semua orang kalau aku tidak takut mati, aku punya teman malaikat di Surga sana.

Tuhan, aku titip Sara. Sara, terimakasih sudah pernah menoreh sejarah dalam hidupku. Ampuni mereka yang menjadi sebab kepergianmu yang kadang aku pun masih sulit untuk terima.

Dalam cinta, aku bergeming.
Dalam doaku, namamu teriring,
Selamat jalan Ade Sara Angelina Suroto[/b]

Sumber : sini
Blog : sini

Iya, ortu korban hebat bisa segera mengampuni pelaku.
Tuhan memang mengajarkan akan pengampunan namun bisa ngampuni secepat itu, keren bgt.

Apakah ada larangan seorg katolik menikah dgn org muslim?
Beberapa teman katolik saya di sahkan menikah spt itu oleh pastur

Maaf, ternyata bukan Katolik tetapi jemaat GKI. :ashamed0002:
Sedikit info tentang GKI, gereja ini merupakan salah satu gereja yang melayani pemberkatan nikah beda agama.

Iya betul bkn katolik, saya lihat di TV prosesi pemakamannya nyanyikan lagu “Tinggal Teguh”
Saya baru tahu kalau GKI menerima pernikahan beda agama, yg saya tahu katolik yg bisa terima itu

Putuskan Hafitd, Ade Sara Pacaran dengan Aziz

TEMPO.CO, Jakarta - Ayah Ade Sara Angelina, Suroto, 43 tahun, mengatakan, sejak putrinya putus dengan Ahmad Imam Al-Hafitd, anak semata wayangnya itu lantas menjalin hubungan dengan Aziz.

Suroto menilai Aziz berbeda dengan Hafitd. “Aziz anaknya baik dan kalem meski memang beda agama dengan dia (Ade Sara),” kata Suroto saat dihubungi, Ahad, 9 Maret 2014. “Tidak pernah ada macam-macam.”

Namun, kata Suroto, hubungan Aziz dengan anaknya tidak berjalan lama. Suroto mengatakan alasan Ade Sara putus dengan Aziz disebabkan rentang usia dan kesibukan masing-masing.

“Waktu itu saat Ade masih semester awal dan Aziz masih SMA. Karena jarak dan kesibukan anak saya di kampus, jadinya hubungan mereka putus dan hanya enam bulan,” ujar Suroto. (Baca: Ibunda Ade Sara: Hafitd Jadi Kasar Setelah Putus)

Suroto mengatakan, meski sudah putus hubungan dengan Ade Sara, sikap Aziz masih sangat baik. “Tidak seperti Hafitd yang mengganggu di media sosial,” kata Suroto. (Baca: Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara)

Sebelumnya Ade Sara Angelina Suroto dibunuh oleh Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Ade Sara ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Jalan Tol Bintara Kilometer 41, Bekasi Timur, pada Rabu, 5 Maret lalu.

REZA ADITYA

http://www.tempo.co/read/news/2014/03/10/064560996

Tanpa mengurangi rasa turut berduka cita dan hormat terhadap almarhumah dan keluarganya, saya menyesalkan bila ada orang Kristen yang berpacaran dengan yang tidak seiman. Bahkan sepertinya orang tua pun menginjinkan saja anaknya berpacaran demikian.

saya :’( ketika baca berita ini. Apa pada enggak baca Alkitab sih anak2 Mudika maupun Kristen ? Pada enggak nyadar apa resikonya klo pacaran dengan enggak yg seiman ? Semoga Ade Sara adalah korban ‘ketidakpahaman terhadap Akitab’ terakhir! Jangan niru dia ya teman2… Di sisi lain, saya salut dengan sikap dari Ibunya Ade Sara. Saya kasi :afro:

setahu saya : pernikahan itu adalah “SAKRAMEN” dan itu hanya bisa jika kedua calon nikah adalah Katolik ( bukan Muslim , Budha , bahkan Kristen sekalipun )
untuk kasus beda agama ada 2 : Beda Gereja (Mixta religio)atau Beda Agama / bukan dalam Kristus (disparitas cultus)
pada prinsipnya Katolik menolak perkawinan campur “kecuali” mendapat dispensasi dari Bapa Uskup
dengan menyelidiki kemungkinan : “perkawinan ini mempunyai harapan untuk bahagia” dengan syarat 2:

  1. Pihak non Katolik menyetujui bahwa anak2 yg dihasilkan akan di didik dan dibesarkan dalam iman Katolik (perjanjian tertulis )
  2. Pihak Katolik harus berjanji : tidak akan pernah pada prinsipnya akan meninggalkan iman Katolik akibat dari perkawinan ini (tertulis )
  3. Perkawinan bersifat Monogami > harus dipahami dan disetujui pihak non Katolik

dan tetap perkawinan sedemikian TIDAK DAPAT DISEBUT SEBAGAI SAKRAMEN

karena sakramen berarti :

  1. Tuhan Yesus memberkati istri saya melalui saya
  2. Tuhan Yesus memberkati saya melalui istri saya
    suatu garis yang tak boleh putus antara : Saya . Istri saya dan Tuhan Yesus >> inilah Sakramen Perkawinan

Jadi artinya yg terjadi pd teman saya itu melanggar ketentuan GRK?

Yang penting kita Yang beriman KRISTIANI turut prihatin dan turut berbelangsungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan oleh Non Sara Angelina.

Persoallan hubungan pacaran /percintaan antar dua remaja beda keyakinan ( beda Iman PERCAYA ) DI MASYARAKAT INDONESIA adalah hal yang lumrah dan masih wajar-wajar saja. Toh…mereka masih muda-muda ( usia 19 thn ).
Hanya…?? nasib berkata lain dalam hubungan dua sejoli ini, ternyata yang satu harus menerima ajal begitu cepat dng cara di bunuh oleh kekasihnya yang pria.
Kemudian mayarakat agamis baru melek…ohh…ternyata mereka berdua berlainnan keyakinan tahh…?? Tapi sudah terlambat dan kasep…ketiwasan…?!
Penyesallan baru muncul kemudian…sehingga lahirlah pelajaran bagi semua pihak…bahwa hal seamcam ini sebetulnya harus sedari awal harus di tolerir dng saksama…alias di ceritakan rambu-rambu larangannya apa yang boleh dan apa yang tidak.
Artinya beda agama bila berteman dan bergaul…ya boleh-boleh saja. Tapi jika mengarah masuk pada konteks berpacaran…?? mending dilarang sejak dini. Supaya tidak menjadi timbul masalah yang pelik jika merasa sudah mapan untuk saling percaya membangun mahligai rumah tangga. Namun jika satu pihak mau mengalah dan mau masuk dalam agama salah satu pasangannya…?? yA…NO PROBLEMA…Disitu aman…sakramennya ala Kristenkah atau ala Islamkah, Tergantung agama mana yang akhirnya mereka anut berdua secara komitmen.

Tapi dalam acara ini, memang tragis namun itulah Takdir Tuhan Allah, dimana Tuhan lebih memilih Anak-NYA untk cepat dipanggil pulang ke sorga-Nya, yaitu non Sara Angelina, Amin

Salam GBU ALL…

Ngeri juga kejadiannya, mungkin awalnya cinta tapi berujung sakit hati dan membuahkan petaka.
Memang cinta tak hanya manis tapi juga kenyataannya pahit.