Adilkah bila keturunan menanggung dosa orang tua / leluhurnya ?

Mengapa Tuhan membalaskan kesalahan bapa kpd anak2nya, kepada keturunan yg ke 3 dan ke 4 ?
Adilkah kita dihukum karena dosa orang tua / leluhur ?
Bapak berilah petunjukMu.

Keluaran 20:5
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Karena mereka mengikat perjanjian dengan iblis hingga keturunan ketiga dan keempat :slight_smile:

GBU

bisakah dijelaskan lebih terperinci ? bukankah anak2 mereka tdk tahu menahu ?

Bukankah semua manusia jatuh ke dalam dosa karena Adam :slight_smile:

Co 15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
1Co 15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Untuk keturunan penyembah berhala: selalu ada solusi buat keturunan penyembah berhala, jika mereka bertobat.

GBU

baiknya dibaca scara keseluruhan kalimat yang lain, ikut konteks, jika keturunan ke tiga dan keempat menjauh dari Tuhan maka dosa orang tua dan leluhurnya akan ditangguhkan…

sebab bila begitu tidak akan ada kesempatan bagi Nabi-nabi berikutnya setelah firman tersebut disampaikan kepada Musa…

Kel 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Sebaiknya pembalasan pada keturunan ke tiga dan keempat dilihat sebagai mempertegas “bahwa Ia Allah yang cemburu”, yang menunjukkan siapa yang paling berkuasa dan ditangan siapa tampuk kekuasaan dan hukum…

salam…

gak salah Bro ? jika keturunan ke3 dan ke 4 menjauh dari Tuhan malah dosa orang tuanya dan leluhurnya akan
ditangguhkan./dibatalkan ???

bagaimana dgn umat seberang di arab yg tdk sujud menyembah Bapak YHWH ?
manakah pembalasan bagi mereka ???

ya kalau dosa dari adam kan jelas diturunkan kpd semua keturunannya
yg kita bahas kan keturunan sampai ke 3 dan 4.
gimana kalau kita lihat para penyembah berhala malah gemah ripah sampai anak cucunya.
dimanakah pembalasan Tuhan ???

Mereka jauh dari Tuhan adalah suatu kemalangan :tongue:

GBU

Konteksnya adalah bangsa Israel diperintahkan untuk tidak membuat patung untuk disembah. Penyembahan berhala menimbulkan kecemburuan Allah, dan dianggap sama dengan membenci TUHAN.

Begitu kerasnya larangan penyembahan berhala sehingga Dia akan menghukum orang-orang Israel yang menyembah berhala sampai kepada anak, cucu, bahkan cicit dari orang itu. Mengapa demikian? Karena pada umumnya anak akan belajar dari orang tua mereka sehingga mereka turut melakukan kesalahan itu.

Akan tetapi hukuman ini dapat dihilangkan apabila seorang anak menyadari kesalahan orang tuanya dan menjauhi kesalahan yang telah dilakukan pendahulunya, lalu hidup menyembah TUHAN secara benar.

Itulah sebabnya dalam ayat berikutnya (ayat 6) Allah menyatakan bahwa Dia menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi-Nya dan yang berpegang pada perintah-perintah-Nya.

sebagai anak, kita tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh generasi sebelum kita, sebab itu perlu sekali kita berdoa untuk memutuskan kutuk nenek moyang kita. . . . agar kita teerbebas dari ki=utuk kutuk akibat perbuatan nenek moyang.

Kalau kamu perhatikan ada kalimat yang menarik, yaitu “keturunan yang ketiga dan keempat”. Mengapa tidak tegas keturunan keempat saja atau ketiga saja, mengapa harus tiga dan empat? Artinya kalau tidak sampai keturunan ketiga, ya sampai keturunan keempat. Bukankah demikian maksudnya?

Sehingga kita dapat simpulkan, bahwa pembalasan Allah, bukan mengacu pada jumlah keturunan, sebab bisa jadi sampai keturunan keempat, bisa jadi sampai keturunan ketiga saja, atau bahkan sampai keturunan kedua saja atau malah pertama. Lain halnya jika Allah menyatakan akan dibalas sampai keturunan keempat titik, dengan tegas.

Pertama kita harus sadar, bahwa Allah itu adil dan tidak pernah berubah sifat dan hukum-hukumNya. Dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Allah yang masa kini dan Allah masa itu, menetapkan hukum yang sama, satu hukum yang diselubungi dan satu lagi hukum yang sama yang telah disingkapkan. Sehingga orang yang tidak memiliki Kristus akan melihat seakan ada dua hukum, yaitu hukum dalam Perjanjian Lama dan hukum dalam Perjanjian Baru, padahal keduanya sama.

Mazmur 62:13
dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya. Lihat juga Roma 6:26.

Setiap orang yang berdosa, maka dosa itu harus ditanggung oleh orang yang bersangkutan sendiri, bukan ditanggung oleh orang yang tidak bersalah. Tetapi jika orang lain juga melakukan dosa yang sama, maka ia juga harus menanggung pembalasan Allah yang sama. Jika itu keluarganya, maka dosa itu akan terbawa sampai keturunan ketiga dan keempat, maka keturunan ketiga dan keempat juga akan menanggung dosanya.

Perbuatan dosa itu menular, bukan akibat dosanya yang diwariskan walau tidak berbuat pelanggaran, tetapi sikap dan perbuatan yang melahirkan dosa itu ditulularkan lewat pendidikan keluarga. Alkitab mencatat, Yusuf hidup sampai ia mendidik keturunannya ketiga (Kejadian 50:23), dan Ayub hidup sampai mendidik keturunannya keempat (Ayub 42:16), dan tidak tidak ada yang dikisahkan hidup sampai keturunan kelima. Karena itu Allah menyatakan akan ditanggung sampai keturunan ketiga dan keempat, tergantung sampai sejauh mana ia menularkan kejahatannya kepada keturunannya.

2 Timotius 1:5 aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Pendidikan keluarga adalah bagian dari pembentukan tradisi keluarga, Ulangan 6:6-9 mencatat tentang perintah mendidik hukum-hukum Allah didalam keluarga, demikian juga sebaliknya, kejahatan seseorang dapat ditularkan dan diteladani dan menjadi tradisi keluarga sampai si pembuat kejahatan itu mati dan generasi penerusnya tidak lagi menerima didikan yang salah. Karena itu tentang keturunan keempat dan ketiga yang kamu tanyakan hanya tentang penyembahan berhala saja, bukan tentang yang lainnya. Sebab tradisi menyembah berhala itu adalah tradisi keluarga (berhala keluarga) juga tradisi sebuah bangsa (berhala bangsa/suku).

Berbeda dengan seorang yang tidak dengan sengaja, atau tidak ia sadari telah berbuat dosa, Imamat 5:17 menuliskan, “maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri.” Karena dosa seperti itu tidak akan diajarkan kepada anak cucunya selama ia hidup.

Karena itulah maka sejak Perjanjian Baru, Allah memberikan hati dan roh yang baru kepada kita, sehingga masing-masing dari kita menerima hukum Allah dihati kita bukan lagi dari didikan nenek moyang, seperti yang dikatakan oleh Yeremia 31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

Sejak Perjanjian Baru, setiap anak dapat menimbang dalam hatinya apakah perbuatannya itu benar atau tidak, apakah orang tuanya hidup dalam kebenaran Firman Tuhan atau tidak dan mereka tidak lagi seperti jaman lampau, hidup dalam ketakutan dan memelihara tradisi keluarga tanpa menimbang kebenaranNya.

Demikian juga ayat Perjanjian Lama itu, harus kita singkapkan, dan hanya didalam Kristus kita dapat menyingkapkannya. Itu bukan kutuk, sebab tidak ada kutuk didalam Kristus, itu juga bukan ikatan roh jahat, sebab semua ikatan lepas saat Kristus membebaskan kita dari dosa dan memberikan kita kehidupan yang baru. Kita sanggup memilih yang benar, kita dimampukan dan diberi kuasa untuk memilih, tidak seperti mereka yang hidup diluar Kristus, mereka terikat kepada ketidak berdayaan daging dan nafsunya dan meneladani dosa keluarganya.

Demikian singat penjelasan kurang dari 5000 kata ini semoga bermanfaat.

Kel20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku

Peringatan itu ditujukan kepada milikNya, yaitu mereka yang diciptakanNya unt memuliakanNya, mereka itu siapa ? yaitu yg tertera di kitab kehidupan sebelum dunia dijadikan ( Ef1:4 ).
Dan milikNya itu juga diperintahkan unt menghasil kan keturunan yg Ilahi ( lahir dr Allah/diambil dr kitab kehidupan kmdn ditaruh Allah di dlm rahim manusia unt dilahirkan Yoh1:13 ).
Jadi ketika Allah menyatakan bhw milikNya yg diproses itu kalah( dlm kel 20 itu digambarkan sbg membuat patung ), mk mulai keturunan 1 s/d4 org yg kalah itu Allah tdk lagi memberikan keturunan Ilahi ( lahir dr Allah ), artinya keturunan dr org yg kalah itu ( ke 1 s/d 4 ) adl org2 yg lahir dari darah dan daging / krn kehendak seorang laki2 ( Yoh1:12-13) dimana orang2 ini adl org2 yg niscaya binasa ( mengikuti ketentuanNya Kej2:17 ).

Jadi ketika kita tahu bahwa manusia yg lahir dr Allah itu berbeda dg manusia yg lahir dr darah dan daging , mk tdk lagi kita mengatakan bhw membalaskan kepada keturunan yg ketiga dan ke empat itu suatu ketidak adilan.Gby

Seperti yang dikatakan oleh sis Janet, kutuk turun-temurun memang ada. Maka ketika bertobat perlu diputuskan sehingga apa yang diperbuat oleh pendahulu (misalnya mengikat perjanjian turun-temurun dengan setan) diputuskan.

GBU

Adilkah bila keturunan menanggung dosa orang tua / leluhurnya ?

apakah anda menuduih TUHAN TIDAK ADIL ??

oh iya, saya salah menggunakan kalimatnya… maksud saya “dilimpahkan”… bila dosa orang tua diturunkan juga kepada keturunan ke-3 dan keempat… ada juga penawar yang lain, bahwa siapapun yang mengasihi Bapa, Bapa juga akan mengasihi mereka… sehingga dengan demikian tidak ada kesempatan bagi Nabi nabi terdahulu yang mengasihi Allah… telah terbukti koq Allah memilih Nabi, sebab mereka pasti keturunan ke 3 dan ke empat dari orang-orang yang berdosa…

ayat yang anda sertakan adalah Ayat dimana Allah berinteraksi scara langsung dengan ciptaanNya… Ketentuan itu tidaklah sama, sebab anda dan saya tidak hidup di jaman para Nabi…

Sebab yang sekarang, adalah Pabila Allah mengasihi memberikan yang baik kepada yang jahat…

Yesus saja, diperlakukan scara begitu brutal…

jika ikut pola kalimat anda, "dimana juga keadilan dari Allah terhadap Yesus?’

Janji Allah telah tergenapi didalam Yesus… dimana awal sekali manusia itu di Usir, diasingkan dari hadirat Allah yang sesungguhnya, hingga (pabila saya boleh menggunakan bahasa yang sederhana) terlunta-lunta tidak bertuan, tidak mempunyai pijakan dan tidak mempunyai rumah…

Maka Allah berjanji, akan menyambut manusia itu lagi untuk kembali kerumah, agar bertuan dan agar sperti memiliki harapan…

untuk itu, banyak sekali di perjanjian lama, Allah campur tangan secara langsung dengan para nabi… hingga pada saat JANJI ITU BISA BENAR SESUAI DENGAN INGIN (CARA) ALLAH TERGENAPI… dengan Karya Kristus…

nah sekarang kita masih tetap sebagai orang yang masih “telah diusir”, masih tidak berada dirumah namun dengan pengharapan, bahwa kita masih bertuan, dan tidak terlunta-lunta…

Yoh 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

jika boleh dikatakan, mengapa mereka tidak juga mendapat pembalasan? sebab Pembalasan yang sebenarnya adalah pada hari terakhir yang ditetapkan Allah… Dengan kata lain, kita masih tetap (sekarang ini, detik ini, tahun lalu dan tahun sekarang, hingga tahun kedepan) orang yang telah masih diusir… dan tidak berada dirumah…

salam…

boenji ajat selandjoetnja bagaimana…(?)

ini akoe pastekan sahadja…

(6) tetapi Akoe menoendjoekkan kasih setia kepada beriboe-riboe orang, jaitoe mereka jang mengasihi Akoe dan jang berpegang pada perintah-perintah-Koe.

http://www.jesoes.com/alkitab/kel/20

makanja, dangan batja tjoema saatoe satoe ajat, batja ajat sebeloemnja dan djoega sesoedahnja…

Shalom bro permandyan
sebelumnya maaf OOT.

saya mau tanya nih bro permandyan, disini anda tidak pake oe…oe…oe…

kenapa disini anda oe…oe…oe… ? :slight_smile:

jujur bro, saya susah bacanya. tolong kembalilah ke jalan yang lurus :wink:

Salam

saya rasa ini jawaban yg paling akurat. Thanks !

Jesus bless u.

Adalah peringatan Allah kepada manusia, agar jangan menyembah yang lain.

Kel 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku

dan peringatan ini masih tertap berlaku bagi siapa saja. . . .
jangan sujud menyembah allah lain. . . . jangan ada ilah lain

apalagi klo mereka yang sudah percaya Yesus Kristus dan menerimaNYA sebagai Tuhan dan Juruselamat, masih suka menyembah patung patung, masih suka memberikan sesajen dan lainnya.