Agama adalah budaya manusia

mari kita berdikusi apa sebenarnya agama itu???

menurut anda apakah agama itu???

saya mulai deh
a = tidak
gama = kacau

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti “tradisi”.[1]. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya

agama itu memang adalah upaya manusia, namun yg mendasari keagamaan adalah kepercayaan kepada TUhan dan perintah2nya. tidak ada manusia tak beragama, semua manusia beragama, hanya beragama mainstream atau tidak. manusia melakukan apa yg dipercayainya benar.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/38/ReligijneSymbole.svg

Dear Dunia Kami,

Menanggapi posting Sdr mengenai agama. Saya berpendapat bahwa agama adalah usaha manusia dalam menanggapi kekuatan atau sensasi sensasi spiritual yang dialaminya, namun agama itu sendiri dipengaruhi oleh budaya dimana agama itu berasal.

Saya sendiri tidak percaya bahwa Kekristenan itu adalah suatu agama (tentunya hal ini bergantung pada bagaimana kita mendefinisikan apa itu agama).

TRIT seperti ini sama halnya sudah dibuat oleh rekan [email protected]…loh…
Mending anda melongok kesitu dululah…biar afdol bgitu…??

Salam

Teoritis agama sudah begitu banyak definisi. Jadi apa definisi agama saya kira gak perlu didiskusikan.
Menurut saya agama adalah:

  • sebuah institusi yang dibuat manusia untuk menampung apa yang disebutnya sebagai kebenaran rohaniah. Untuk menyembah yang dianggapnya lebih besar dari dirinya (manusia kepada allahnya)
  • sebuah nama untuk sebuah ajaran tertentu.
  • sebuah perkumpulan manusia yang memiliki pandangan religi senada.

Itu agama menurut saya secara umum. Secara khusus kekristenan, agama kristen adalah:

  • sebuah nama untuk perkumpulan jemaat yang percaya Kristus, yang kemudian diinstitusikan.
  • sebuah alat yang diijinkan Tuhan untuk bertumbuh dihadapan manusia dengan maksud untuk memberitakan kebenaran Firman yang diberikan Tuhan kepada manusia.
  • sebuah alat untuk menyatakan sebuah iman percaya kepada Tuhan Yesus dan institusi yang berkewenangan untuk menyatakan secara jasmani pertobatan seorang atau sekelompok pribadi.

Nah menurut saya kurang lebihnya seperti itu. Intinya, agama adalah “ALAT”.

Apakah agama adalah hasil kebudayaan manusia?
Iya dan tidak.
Secara histori, hampir semua agama berkembang dari budaya dan pengetahuan manusia yang terus berkembang. Agama yang satu adalah masih terusan dari agama sebelumnya yang berkembang sebelumnya. Tetapi kekristenan dan yudaisme memiliki perbedaan mendasar. Memang secara historis manusia, seakan akan ada persamaan dengan agama sebelumnya seperti zoroaster yang berkembang saat itu, tetapi tidak dapat disangkal bahwa yudaisme berkembang sebagai “pelawan arus” dijamannya. Dengan dikomadoi satu orang yaitu “abraham”, yudaisme mulai dibentuk dalam tatanan yang “bertentangan” dengan budaya yang ada diseluruh dunia. Karena hanya yudaisme lah jaman itu yang memiliki pemahaman “monotheis”. Dari sedikit fakta sejarah ini kita bisa melihat adanya “perlawanan budaya yang dilakukan oleh abraham”. Nah, kalau kemudian dinyatakan bahwa agama yudaisme dan kristen adalah sebuah “produk budaya”, hal itu menjadi tidak relevan karena abraham justru menyimpang dari budaya yang ada. Pertanyaan yang sulit dijawab tanpa adanya asumsi adalah apakah yang membuat abraham tiba2 melawan budaya yang ada?? Atas dasar apa??nah inilah yang kemudian hanya bisa dijawab oleh alkitab, karena bukti sejarah atas penolakan budaya ini tidak dapat ditemukan. Dan tidak mungkin tiba2 seseorang berubah dari budaya turun temurun secara begitu saja.
Kita ambil contoh budha, budha adalah hasil atau pengembangan dari agama lain, yaitu hindu, apa apa yang dipegang oleh budha dipengaruhi oleh banyak budaya sebelumnya, dan tetap mempertahankannya. Inilah yang dimaksud dengan “produk budaya”. Sebuah perlawanan akan budaya tidak dapat diklasifikasikan sebagai “produk budaya” terutama ketika perlawanan itu dilakukan (notabene) oleh seorang pribadi saja.

Shalom.

sejak kapan manusia mengenal Tuhan dan agama, apakah manusia purba yang berburu -terlepas dari kisah2 di Bible- sudah mengenal agama??
kalau seperti henokh, lamekh, nuh itu agamanya apa yah? tata cara ibadahnya seperti apa? masih bisa gak dilacak ritus ibadah mereka saat ini??
mungkinkah agama kristen suatu saat di masa depan akan punah seperti halnya agama di mesir, babilonia, romawi, dan digantkan oleh yang baru?

satu lagi, saya kadang-kadang mikir yah, kenapa kita harus percaya dengan agama-agama import yang datang ke Indonesa, Islam-Katolik-Kristen-Budha etc.
padahal kan masing-masing suku2 di Indonesia punya sistem kepercayaan masing-masing, apa yang menyebabkan agama-agama suku ini “kalah” dibandingkan katakanlah agama Kristen/katolik…

btw, saya belum dianggap apostasy kan kalo nanya seperti ini… :coolsmiley:

satu lagi, saya kadang-kadang mikir yah, kenapa kita harus percaya dengan agama-agama import yang datang ke Indonesa, Islam-Katolik-Kristen-Budha etc. padahal kan masing-masing suku2 di Indonesia punya sistem kepercayaan masing-masing, apa yang menyebabkan agama-agama suku ini "kalah" dibandingkan katakanlah agama Kristen/katolik...

Semua agama yang mewujudkan tuhan/dewa mereka kepada benda (entah alam atau buatan), bisa dipastikan akan ditinggalkan manusia yang semakin maju dalam logika.

Agama yang datang dari luar, lebih bisa diterima oleh nalar, karena wujud tuhan nya tidak bisa dilihat manusia, di tempat yang tidak terjangkau manusia.

Tetapi, walaupun wujud tuhan yang tidak tampak, membutuhkan perantara yang tampak oleh manusia, disinilah kemudian juga timbul pertanyaa dari nalar manusia yang semakin kritis. Sehingga sekarang timbulah banyak penganut ‘agnostik’ atau ‘free-thinker’.

Mungkin, kelak ketika manusia semakin maju lagi, secara perlahan lahan, peran tuhan mulai disingkirkan, dan manusia sudah hidup tanpa tuhan yang disembah lagi.

Nah…

kalo menyangkut agama yang mewujudkan tuhan/dewa mereka kepada benda (entah alam atau buatan), lalu bagaimana dengan hinduisme yang bersifat panteisme, yang konon agama tertua yang masih bertahan hingga saat ini, mengapa mereka masih bisa bertahan dan tetap berkembang??

berarti memang dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran otak manusia juga yah. apakah bisa di katakan bahwa manusia jaman dahulu lebih bodoh dari manusia jaman sekarang.

saya membayangkan dulu mungkin sekitar dua dasawarsa yang lalu, ketika sekelompok orang datang ke sebuah pedalaman suku membawa agama baru, sering kali ditentang oleh para pemimpin suku atau para pemimpin agama suku, dengan mewanti-wanti warga suku tersebut, jika masuk agama baru akan mendapat ancaman kutukan dsb. setelah berjalanya waktu agama baru menang, dan saat ini ketika agama tersebut dirongrong oleh sekelompok orang dengan paham-paham yang lebih bebas dan “lebih masuk akal”, mereka juga dikutuk oleh agama baru yang menang tsb dengan ancaman neraka/kematian kekal dll.
siklus berjalan ternyata.

Saya pernah membaca kalo konsep adanya Tuhan mungkin saja berasal dari perkembangan pemikiran manusia dari zaman ke zaman, misalnya zaman purba dimana hidup manusia masih sangat sederhana, hanya makan, minum, dsb, belum kepikiran adanya sosok ilahi, seiring berkembangnya peradaban, maka makin berkembang pula “kesadaran” manusia hingga saat ini.
dan sosok Ilahi “rekaan” manusia yang tercipta selama perkembangan peradaban masa lampau itu, bisa saja tergantikan dengan sosok Ilahi yang baru, yang tercipta oleh manusia berikutnya, yang mungkin lebih humanis, dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan sisi ghaib atau superanaturalnya dsb.

hanya amatiran :smiley:

kalo menyangkut agama yang mewujudkan tuhan/dewa mereka kepada benda (entah alam atau buatan), lalu bagaimana dengan hinduisme yang bersifat panteisme, yang konon agama tertua yang masih bertahan hingga saat ini, mengapa mereka masih bisa bertahan dan tetap berkembang??

Hindu sepengetahuan saya juga menyembah dewa/tuhan yang tidak tampak bro. Misalnya Kreshna (cmiiw bagi penganut Hindu), sedangkan patung dan benda benda lain hanya sebagai perwujudan saja (cmiiw lagi).

Dalam banyak hal, penganut hindu lebih banyak pada turun temurun, kecuali yang menyangkut hal hal spriritual, ada saja penganut lain yang memang mencari kegiatan spritualitas seperti meditasi dan yoga (cmiiw lagi).

berarti memang dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran otak manusia juga yah. apakah bisa di katakan bahwa manusia jaman dahulu lebih bodoh dari manusia jaman sekarang.

Tidak lebih bodoh, tetapi kalau mengenai teknologi dan ilmu pengetahuan, memang orang jaman dahulu tertinggal dibandig kita saat ini.

Saya pernah membaca kalo konsep adanya Tuhan mungkin saja berasal dari perkembangan pemikiran manusia dari zaman ke zaman,, misalnya zaman purba dimana hidup manusia masih sangat sederhana, hanya makan, minum, dsb, belum kepikiran adanya sosok ilahi, seiring berkembangnya peradaban, maka makin berkembang pula "kesadaran" manusia hingga saat ini. dan sosok Ilahi "rekaan" manusia yang tercipta selama perkembangan peradaban masa lampau itu, bisa saja tergantikan dengan sosok Ilahi yang baru, yang tercipta oleh manusia berikutnya, yang mungkin lebih humanis, dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan sisi ghaib atau superanaturalnya dsb.

Secara ‘diluar iman’ saya bisa menerima pendapat itu. Manusia yang masih sederhana, butuh kekuatan di luar manusia untuk tempat berlindung dan mohon keselamatan, maka terbentuklah dewa dewi dari benda yang dianggap memiliki kekuatan. Matahari, bulan, gunung, petir, laut, hujan, badai, dsb.

Dengan semakin tingginya pengetahuan manusia, maka ketika manusia mengetahui penyebab hujan, menjadikan dewa hujan gugur demi hukum, begitu pula dewa dewi yang lain. Gunung Olympus pus ketika sudah didaki, dan tidak terdapat dewa di sana, dengan sendirinya kehilangan kekuasaannya.

Syalom

berhubung forum ini adalah Forum Kristen maka meskipun judul thread adalah:
Agama adalah budaya manusia

member diharapkan tidak usah membawa/membahas/menyebut agama yang tidak sesuai dengan aturan Forum ini.
harap maklum

thanks sis mod teguranya,
untung belum banyak yang dibahas yah…

Tepat sekali Agama memang budaya manusia. Lahir dari politik dan kebudayaan.

Tetapi agar anda jelas, agama Kristen adalah agama, seperti agama yang lain, lahir karena politik dan budaya. Didalamnya berisi aturan manusia, berisi perintah manusia dan berbagai upacara dan cerita-cerita.

Kristen sendiri artinya adalah Pengikut KRISTUS, bukan agama. KRISTUS atau YESUS datang kedunia tidak untuk membuat agama, tetapi karena kepentingan politik dan budaya maka mau tidak mau akhirnya terbentuklah agama Kristen yang dasarnya adalah tulisan orang-orang yang disebut nabi dan rasul dan itupun karena banyaknya tulisan yang tidak jelas maka juga akhirnya ditetapkan mana saja teks-teks tulisan nabi dan rasul yang sebenarnya dan lainnya tidak diakui sebagai kitab suci.

Kita secara hukum memeluk agama Kristen, tetapi tidak semua pemeluk agama Kristen adalah seorang Kristen (Pengikut KRISTUS) sebab sesungguhnya yang disebut Kristen adalah mereka yang menerima YESUS sebagai Tuhan dan KRISTUS dan menyerahkan hidupnya untuk mentaati kebenaran sampai selamanya. Banyak orang mengaku menerima YESUS sebagai Tuhan dan KRISTUS, tetapi mereka tidak mentaati dan hidup didalam kebenaran Firman Tuhan, sama saja mereka bukan murid YESUS atau bukan pengikut KRISTUS. Meraka dapat disebut beragama Kristen (pemeluk Kristen) tetapi bukan seorang Kristen (pengikut Kristus).

YESUS bersifat universal, saat YESUS datang, Ia menyatakan akan tiba saatnya orang menyebah Allah didalam roh dan kebenaran. Dimana ada ROH disitu ada kebebasan, artinya kita tidak lagi diikat oleh aturan manusia oleh liturgi dan tatacara ibadah dan berbagai persyaratan jasmani. Didalam kebenaran artinya kita hidup dipimpin oleh Firman Tuhan yang tertulis dalam loh hati kita, yang berbicara sebagai rhema dalam hidup kita untuk menuntun kita kepada segala kebenaran lewat karya ROH KUDUS.

Kristen sebagai agama memiliki banyak aliran dan denominasi, tetapi sebagai pengikut KRISTUS, walau beda aliran tetapi kita semua adalah satu didalam Tubuh KRISTUS (beda agamanya saja). Aliran dan denominasi itu dibedakan dari perintah manusia didalamnya, dari aturan-aturan manusia dan perbedaan liturgi dan kebudayaan.

Semoga paham perbedaannya.

mmhh, gimana yah, pengetahuan-pengetahuan empiris yang dimiliki oleh orang-orang yang terdahulu juga tidak bisa disepelekan, gak usah jauh-jauh deh ampe bahas piramida, borobudur, dll, lihat aja kemampuan mereka dalam mengidentifikasi tanaman2 berkhasiat untuk pengobatan, bahkan banyak yang masih dipakai saat ini. Kalau metode ilmiah yang kita miliki saat ini, yah tentunya belum dikenal oleh mereka, tap entahlah, mungkin mereka juga memiliki metode-metode yang lain.

Tragis!!
akankah Mesias kita akan bernasib sama dengan para dewa-dewi jaman lampau yang telah punah tersebut??
benar, “kesadaran” manusia semakin hari semakin besar, konsep mengenai Tuhan dan agama banyak diperbaharui,
pagan → Kristen → selanjutnya??
sebarapa besarkah ketahanan agama kristen terhadap tantangan2 pemikiran yang akan timbul di masa depan?

Tergantung kita sebagai umat Kristen, bro.
Bagaimana cara kita mengartikan ayat2 Alkitab. Jika kita mengartikan ayat Alkitab secara manusia 2000 tahun lalu, maka sebentar saja ajaran Kristen akan kehilangan arti sebenarnya.

Syalom